Anda di halaman 1dari 20

MAKALAH BIOLOGI

Topik: Sel
Kelompok5:
Ayu Gayatri Sistiafi (1306447663)
Dyah Paramawidya Kirana (1306447846)
Famila Anindia Putri (1306404790)
M. A. H.Vinci Kurnia (1306403390)
Nurul Hidayah (1306371060)












Teknologi Bioproses
Departemen Teknik Kimia Universitas Indonesia
2014
2

DAFTAR ISI

I. Organel Sel serta fungsinya...........................................................................3
1. Nukleus....................................................................................................3
2. Ribosom...................................................................................................3
3. Endoplasmik Retikulum...........................................................................3
4. Badan Golgi.............................................................................................4
5. Lisosom...................................................................................................4
6. Vakuola....................................................................................................4
7. Mitokondria..............................................................................................5
8. Kloroplas..................................................................................................5
9. Perokisom................................................................................................5
10. Sitoskeleton.............................................................................................6
II. Perbedaan Membran dan Dinding Sel..........................................................6
1. Membran Sel...........................................................................................6
2. Dinding Sel.............................................................................................10
III. Struktur Membran Sel..................................................................................11
1. Penyusun Utama...................................................................................12
2. Penyusun Pendukung...........................................................................12
3. Sifat-sifat Membran Sel.........................................................................12
4. Pergerakan Membran Sel......................................................................13
IV. Fungsi dan Peranan Membran Sel..............................................................14
V. Komponen Penyusun Membran Sel............................................................16
1. Lipid.......................................................................................................17
2. Karbohidrat............................................................................................17
3. Protein...................................................................................................18
a. Protein Integral................................................................................19
b. Protein Periferal...............................................................................19
4. Lipid Anchor Protein..............................................................................20
VI. Daftar Pustaka.............................................................................................20



3

I. Organel Sel serta Fungsinya
Organel adalah struktur-struktur terspesialisasi dalam sel yang masing-
masing memiliki fungsi tersendiri dalam menjaga keberlangsungan sel
tersebut. Dari kedua golongan sel yaitu prokaryote dan eukaryote, hanya
sel eukaryote yang memiliki organel.
Berikut adalah organel sel eukaryote:

1. Nukleus
Nukleus berperan sebagai pusat sel. Di dalamnya tersimpan material
DNA yang dibutuhkan untuk memproduksi protein. Proses yang terjadi
dalam nukleus untuk produksi protein adalah proses transkripsi (mencetak
mRNA dari DNA) yang kemudian akan dilanjutkan oleh proses translasi
(membentuk protein polipeptida dari RNA) di luar nukleus.
Organel ini dibungkus oleh lapisan membran ganda yang memiliki pori-
pori, berguna sebagai jalur untuk material yang keluar masuk dari nukleus,
seperti RNA. Di dalam nukleus juga terdapat nukleolus, yaitu tempat
kumpulan ribosom.

2. Ribosom
Ribosom di dalam sebuah sel berjumlah sangat banyak dan mudah
ditemukan, terutama pada endoplasmik retikulum kasar. Sebuah ribosom
memiliki diameter 20 nm.
Fungsi utama ribosom adalah sebagai tempat produksi protein.
Ribosom terdiri dari subunit besar dan subunit kecil. Dalam proses produksi
protein, mRNA membawa kodon ke ribosom dan tRNA mengambil asam
amino yang cocok dengan kodon-kodon tersebut. Proses elongasi berlanjut
dan ikatan peptide antar asam amino terbentuk. Hasil akhir dari proses
tersebut adalah protein polipeptida yang siap dilepaskan dan digunakan
sesuai kebutuhan.

3. Endoplasmik Retikulum
Endoplasmik retikulum adalah suatu ekstensi dari membran nukleus.
Bentuknya berlipat-lipat dan membentuk suatu struktur yang disebut
cistarnae. Ada dua jenis endoplasmik retikulum, yaitu endoplasmik
retikulum kasar dan endoplasmik retikulum halus.
4


Endoplasmik retikulum kasar memiliki banyak ribosom pada
permukaannya. Fungsi utamanya adalah untuk menyimpan dan
mentransportasikan protein yang dihasilkan oleh ribosom tersebut.
Sementara itu, endoplasmik retikulum kasar tidak memiliki ribosom pada
permukaannya. Fungsinya lebih mengarah ke sintesis lipid, metabolisme
karbohidrat, serta penetralan racun. Karena fungsi tersebut, endoplasmik
retikulum banyak berfungsi pada sel-sel seperti sel hati.

4. Badan Golgi
Badan Golgi sangat terlibat dalam proses sekresi dalam sel. Organel ini
bertugas memodifikasi dan mendistribusi material dengan menghasilkan
vesikula-vesikula kecil. Mirip dengan endoplasmik retikulum, bentuknya juga
berlipat-lipat dan membentuk cisternae.
Badan golgi memiliki dua sisi yaitu sisi cis dan sisi trans. Sisi cis
bertugas menerima vesikula dari luar. Vesikula dari luar akan menyatu
dengan badan golgi dan material yang dibawanya akan masuk. Sisi trans
bertugas mengirimkan vesikula keluar yang berisi material
.
5. Lisosom
Lisosom adalah vesikula kecil yang dihasilkan oleh badan golgi dan
mengandung enzim litik. Vesikula ini diselingkupi sebuah membran tunggal.
Tugas lisosom adalah untuk mencerna bahan-bahan luar yang ingin
dihancurkan, seperti organel sel yang rusak, mencerna bakteri, dan
menghancurkan sel dan tisu lain.

6. Vakuola
Vakuola adalah tempat menyimpan air dan nutrisi makanan seperti gula
dan garam mineral. Vakuola dapat ditemukan di sel hewan dan sel
tanaman, tetapi di sel tanaman, ukurannya lebih besar dibandingkan sel
hewan. Hal ini disebabkan karena tanaman tidak dapat berpindah tempat
untuk mencari sumber air dari luar, maka seluruh airnya harus disimpan
dalam vakuola. Saat sel tanaman kaya akan air, maka air tersebut
tersimpan dalam vakuola dan menyebabkan seluruh sel berbentuk rigid,
sehingga tanaman menjadi terlihat segar dan tidak layu.
5

7. Mitokondria
Mitokondria adalah tempat terjadinya respirasi sel. Dalam mitokondria,
ATP dihasilkan dari proses respirasi aerobic. Struktur mitokondria
terbungkus oleh membran ganda, dan di dalamnya terdiri dari matrix dan
lipatan cristae. Lipatan cristae berfungsi untuk memaksimalkan luas
permukaan yang dapat digunakan untuk tempat terjadinya respirasi sel.
Respirasi sel sendiri terdiri dari empat tahap, yaitu glikolisis, reaksi
rantai, siklus Krebs, dan rantai transport elektron. Glikloisis terjadi di
sitoplasma sel, tetapi tiga tahap lainnya terjadi di mitokondria. Pada
dasarnya, respirasi sel menggunakan glukosa dan oksigen untuk
menghasilkan ATP yang dibutuhkan sebagai sumber energi. Mitokondria
dapat lebih banyak ditemukan di sel hewan dibandingkan sel tumbuhan
karena hewan memiliki kemampuan berpindah tempat yang membutuhkan
lebih banyak energi.

8. Kloroplas
Kloroplas adalah organel yang bertanggung jawab atas proses
fotosintesis. Karena itu, kloroplas hanya dapat ditemukan di sel tanaman
dan sel organisme lain yang hanya bisa membuat makanannya sendiri
(autotrof). Struktur dalam kloroplas terdiri dari thylakoid yang bertumpuk
(tumpukan thylakoid disebut granum) dan stroma.
Proses fotosintesis terdiri dari dua jenis reaksi, yaitu reaksi terang dan
reaksi gelap. Reaksi terang adalah proses konversi energi cahaya matahari
untuk menghasilkan ATP dan NAADPH yang akan dibawa ke reaksi gelap
dengan menggunakan fotosistem P680 dan P700. Reaksi terang terjadi
pada tumpukan thylakoid. Reaksi gelap adalah proses pengolahan CO2
menggunakan ATP dan NADPH untuk menghasilkan gula yang akan
dijadikan sumber makanan bagi organisme tersebut. Reaksi ini juga dikenal
sebagai siklus Calvin dan terjadi di bagian stroma.

9. Peroksisom
Peroksisom adalah vesikula yang mengandung enzim, berfungsi untuk
memecah asam lemak dan bahan-bahan lainnya melalui proses oksidasi.
Seperti namanya, metabolisme yang dilakukan oleh peroksisom selalu
menghasilkan H2O2. Karena sifatnya yang beracun, peroksisom juga
6

menghasilkan enzim katalase untuk segera memecah H2O2 menjadi air
dan oksigen. Struktur peroksisom dibungkus oleh sebuah membran tunggal,
dan biasanya ditemukan di sel hewan.

10. Sitoskeleton
Sitoskeleton adalah struktur yang terintegrasi pada sitoplasma sel.
Fungsinya adalah untuk menjaga struktur sel serta menyediakan motilitas
bagi sel. Sitoskeleton terdiri dari tiga jenis filament yaitu mikrotubula,
mikrofilamen, dan filament intermediet.
Mikrofilamen berdiameter 3-6 nm dan terbuat dari protein kontraktil yang
disebut aktin. Fungsinya adalah untuk mengatur kontraksi dan sitokinesis.
Mikrotubula berdiameter 20-25 nm, terdiri dari subunit protein tubulin alpha
dan beta. Fungsinya adalah untuk menjaga bentuk sel. Filamen intermediet
berukuran sedang yaitu berdiameter 10 nm, dan berfungsi untuk menjaga
kekuatan tensil pada sel.

II. Perbedaan Membran dan Dinding Sel
1. Membran plasma
Membrane plasma memiliki ketebalan yang sangat tipis. Tebal dari
membrane plasma yaitu 7 9 nm. Membrane plasma terletak di bagian
pinggir sel (pada sel tumbuhan terletak di lapisan kedua dari luar setelah
dinding sel). Membrane plasma bersifat semipermeabel, fleksibel, dan
halus. Bagian ini hanya dapat dilihat strukturnya secara langsung dengan
mikorskop electron (dikarenakan tebalnya yang sangat tipis)
Bagian bagian membrane:
Secara umum bagian membrane plasma dibagi menjadi bagian penyusun
struktur membrane dan bagiian luar yang menempel di penyusun
membrane. Bagian bagian yang menyusun membrane yaitu ;

7


Gambar 1. Bagian - bagian penyusun membrane (diambil dari:
http://www.sd84.k12.id.us/shs/departments/science/yost/Biology/4%20-
%20Cell%20Membrane%20Trasport/cell_mem_cholesterol.jpg)

Fosfolipid bilayer
Bagian ini tersusun dari fosfolipid yang memiliki siss hidrofilik serta sisi
hidrofobik. Bagian ini akan membentuk sebuah lapisan dimana fosfolipid
saling berdekatan satu sama lain. Fosfolipid cukup dinamis dalam
pergerakannya untuk bergerak lateral (sebaris) namun cenderung statis
untuk pergerakan seberang. Bagian ini memiliki lapisan ekor
hidrokarbon yang berguna untuk mempertahankan fluiditas membrane.
Kolesterol
Kolesterol membantu mengatur fluiditas membrane pada suhu sedang
dengan cara mengurangi pergerakan fosfolipid, namun pada suhu
rendah kolesterol mencegah solidifikasi (pemadatan) dengan cara
mengganggu penyusunan teratur fosfolipid.
Protein membrane
Protein membrane dapat digolongkan menjadi dua yaitu protein integral
(protein yang menembus inti hidrofobik lapisan ganda lipid) dan protein
peripheral (tidak tertanam dalam lapisan ganda lipid). Protein ini
memiliki fungsi yang penting, dapat dilihat pada gambar 2.

8


Gambar 2. Fungsi dari protein membrane (diambil dari: Campbell, N., Reece, J.
2010. Biologi Jilid 1. Edisi Kedelapan. Jakarta: Penerbit Erlangga)

Karbohidrat membrane
Dibagi menjadi dua golongan berdasarkan letak penempelan
karbohidratnya, yaitu glikolipid (menempel fosfolipid bilayer) dan
glikoprotein (menempel di protein membrane). Karbohidrat membrane
berfungsi sebagai penanda yang membedakan satu sel dengan sel
lainnya. Perbedaan itu dilihat di jenis dan lokasi molekul.
Sedangkan bagian luar yang memempel pada membrane terdiri dari
berbagai bagian. Umumnya didominasi oleh MES (Matriks Ekstraseluler).
MES tersusun dari dua jenis serat yaitu serat protein dan serat proteoglikan
Serat protein
Bagian ini merupakan serat serat di luar membrane sel yang disusun
dari glikoprotein atau protein yang mengikat karbohidrat. Umumnya
glikoprotein yang dipakai disini yaitu protein kolagen.
Serat proteoglikan
Serat ini mengikat sebuah serat protein secara nonkovalen. Dalam satu
serat protein, terdapat ratursan serat proteoglikan yang mengikat
protein.
Fibronektin
Bagian ini menghubungkan MES dengan protein integral. Bagian ini
bertanggung jawab dalam meneruskan sinyal kimiawi dan mekanis dari
luar ke dalam sel sehingga mempengaruhi perilaku sel selanjutnya.



9

Sambungan antarmembran
Untuk sambugan antarmembrannya dilakukan oleh protein yang terdapat
dalam membrane. Sambungan tersebut dimodifikasi sehingga membentuk
struktur seperti ketiga jenis golongan ini.

Gambar 3. Jenis sambuangan antarmembranplasma (diambil dari:
http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/c/cc/Cell_junctions.png)

Tight junction
Bagian ini membuat sel-sel yang bersebelahan salin menekan satu
sama lain dengan kuat oleh sebuah protein ungu. Sambungan ketat
membentuk segel kontinu di sekeliling sel, mencegah kebocoran
cairan eksstraselular. Contoh bagian ini dapat dilihat di antara sel
epitel kulit.
Desmoson
Dapat disebut sambungan penambat. Berfungsi seperti sekrup yang
menyambungkan sel-sel menjadi lembaran-lembaran kuat. Filament
intermediate yang terbuat dari protein keratin yang kokoh
menambatkan desmosom dalam sitoplasma. Desmoson dapat
dilihat di antar sel otot.
Gap Junction
Bagian ini menyediakan saluran sitoplasmik dari suatu sel ke sel
yang bersebelahan. Perannya sama seperti plasmodesma pada
tumbuhan. Sambungan ini terdiri atas protein-protein membrane
yang mengelilingi suatu pori yang dapat dilewati oleh ion, gula, asam
amino, dan berbagai molekul kecil lainnya.


10

Fungsi
Dilihat dari struktur serta bagian yang dimiliki oleh membran, bagian ini
memiliki fungsi yang strategis. Fungsi pertama yaitu melindungin organel
dalam sel dari berbagai kerusakan. Membrane yang bersifat semipermeable
akibat strukturnya yang berasal dari fosfolipid ini mendukung fungsi pertama
karena hanya molekul tertentu saja yang dapat menembus membrane
plasma (semipermeabel). Fungsi keduanya yaitu tempat terjadinya
pertukaran ion, molekul, serta senyawa antara ekstraselular dan
intraselular. Pertukaran ini terjadi akibat adanya protein membrane yang
membentuk saluran seperti gap junction dan pergerakan difusi dari molekul.
Fungsi ketiga yaitu meneruskan sinyal kimiawi yang diterima protein
kolagen dari luar ke intraseluler sehingga mengubah perilaku sel.

2. Dinding Sel
Dinding sel merupakan bagian di luar sel tumbuhan yang sangat tebal.
Tebal dari membrane plasma yaitu 5 - 80 nm. Bagian inimemiliki sifat
permeabel, keras, dan kuat. Karena bagian ini memiliki ketebalan
membrane yang sangat besar, bagian ini dapat dilihat langsung di
mikroskop cahaya.
Bagian Bagian Dinding Sel
Bagian bagian dinding sel dapat dibagi menjadi beberapa lapisan.
Lapisan tersebut yaitu.
Dinding sel primer
Bagian ini merupakan lapisan terluar dari dinding sel yang memiliki sifat
relative tipis dan fleksibel. Bagian ini merupakan bagian awal dari sel
tumbuhan muda.
Dinding sel sekunder
Lapisan ini terletak di bawah dinding sel primer dan di atas membrane
plasma. Bagian ini sangat tebal dan di dalamnya disusun oleh matriks
kuat dan tahan lama. Matriks yang ada dalam bagian ini tersusun dari
mikrofibril yang berupa polisakarida selulosa (disintesis oleh enzin
selulosa sintase di bagian membrane plasma), polisakarida lain, serta
protein. Pada prokariota, zat penyusun mikrofibril digantikan oleh
peptidoglikan sedangkan pada fungi digantikan oleh kitin, Matriks ini
11

membuat terbentuknya deposit sehingga mampu menyokong dan
melindungi sel.
Lamela tengah
Bagian ini terletat di antara sel dinding primer dengan sel dinding primer
yang bersebelahannya. Lapisan ini memiliki kandungan pectin (jenis
polisakarida yang bersifat lengket) yang banyak. Lamella tengah
melekatkan sel-sel yang bersebelahan. Ketika sel menjadi dewasa dan
berhenti bertumbuh, pectin akan memperkuat sel.
Sambungan antardinding sel
Dinding sel memiliki suatu noktah yang terbentuk ketika sel tumbuhan
membelah. Ketika sel membelah, ada suatu bagian yang tidak disatukan
oleh zat penyusun dinding sel, sehingga meninggalkan suatu celah
antar dinding sel. Celah tersebut disebut plasmodesma (jamak
plasmodesmata). Plasmodesma ini menghbungkan sitosol sel satu
dengan sel lain dan juga antar reticulum endoplasma (dihubungkan
dengan saluran desmoson). Plasmodesma berperan membantu
menyalurkan air, larutan kecil, protein dan RNA (dibantu denga saluran
desmoson), serta makromolekul (dibantu dengan serat sitoskeleton
yang ada di plasmodesma secara simplas (pengangkutan
antarsitoplasma).
Fungsi
Dinding sel berperan menghalangi makromolekul besar dan asing.
Struktur dinding selnya sangat tebal dank eras sehingga sulit dimasuki
oleh molekul asing. Untuk masuk ke dalam sitosol, molekul harus
melewati plasmodesma yang selektif permeable. Dinding sel juga
berperan mengatur tekanan air pada sel dan membatasi aliran osmosis
sehingga struktur sel tumbuhan tetap turgid. Tekanan yang ada dalam
sel ini nantinya dilindung lagi oleh dinding sel. Dinding sel juga berperan
melindungi sel dari gaya luar seperti gaya gravitasi dan
mempertahankan bentuknya.

III. Struktur Membran Sel
Membran sel merupakan komponen penyusun sel yang membedakan
antara sel prokariot dan eukariot. Seperti yang sudah kita ketahui, sel
prokariot adalah sel yang tidak memiliki membran atau pembatas antara inti
12

sel dan bagian sel lainnya, sedangkan sel eukariot memiliki membran sel.
Komponen sel ini merupakan hal yang fundamental sebagai perbedaan
antara kedua sel tersebut karena komponen tersebut mempengaruhi kerja
sel.
Umumnya, sebuah sel eukariotik memiliki membran sel dengan
ketebalan 8nm. Inti sel dibatasi oleh 2 lapisan membran sel, yang memiliki
fungsi permeabilitas selektif. Permeabilitas selektif itu sendiri berarti
membran sel dapat dilewati oleh beberapa substansi tertentu. Membran sel
disusun oleh 2 senyawa utama, yaitu lipid (lemak) dan protein. Karbohidrat,
senyawa penunjang pada membran, terkadang menempel pada protein
atau lipid di luar membran sel. Membran sel dapat dikatakan sebagai
kolase dari beberapa jenis protein yang berbeda; yang tertanam dalam
matriks fluida bilayer lipid. Bilayer lipid ini memiliki molekul senyawa lain
yang menempel padanya, hingga menyusun lapisan pada membran sel
yang akan berperan dalam proses transportasi senyawa pada sel.
Phospholipid bilayer merupakan penyusun utama dari membran sel
yang terdiri atas bagian kepala dan ekor. Bagian kepala dari fosfolipid
bilayer terdapat molekul fosfat, gliserol, dan kolin, memiliki sifat hidrofilik.
Sedangkan ekor dari fosfolipid yang terbentuk atas hidrokarbon, memiliki
sifar hidrofobik.
Kemampuan fosfolipid membentuk membran diakibatkan oleh adanya
sifat amfipatik, yaitu kemampuan molekul memiliki daerah hidrofobik dan
hidrofilik. Istilah hidrofobik itu sendiri merupakan gabungan dari dua kata,
yaitu hidro atau air, dan fobik atau tidak suka. Sedangkan filik dari hidrofilik
berarti menyukai. Karena itulah, proses masuk keluarnya cairan melalui
membran sel akan terjaga dan teratur karena adanya dua sifat tersebut
pada membran sel.
Selain dari adanya fosfolipid bilayer, senyawa yang terdapat pada
struktur membran sel adalah kolesterol. Kolesterol biasanya identik dengan
suatu hal yang tidak baik. Namun, dalam kasus ini, kolesterol yang terdapat
pada struktur membran sel mempengaruhi sifat fisis membran tersebut,
terutama fluiditasnya. Selain itu, kolesterol berperan untuk menjaga
konsistensi membran sel. Senyawa ini juga memperkuat membran dengan
mencegah beberapa molekul kecil dari persimpangan tersebut. Kolesterol
13

yang terdapat pada sel hewan biasanya berada di antara ekor fosfolipid
bilayer. Pada sel hewan, tidak terdapat kolesterol dalam membran selnya.
Fosfolipid bilayer juga memiliki kemampuan untuk bergerak sepanjang
bidangnya, dengan kecepatan 2m/s. Pergerakan fosfolipid ini lebih cepat
dibanding pergerakan protein, karena molekul protein cenderung lebih
besar dan membuatnya lebih susah untuk bergerak. Umumnya, fosfolipid
hanya bergerak secara horizontal pada bidangnya. Jika terdapat kasus di
mana fosfolipid bergerak secara vertikal/radial, akan membutuhkan energi
atau tenaga yang lebih besar. Fosfolipid yang bergerak secara
vertikal/radial berarti bertukaran tempat dengan fosfolipid yang di
sebrangnya.










Gambar 4: Struktur Membran Sel
http://biology.about.com/od/cellanatomy/ss/cell-membrane.htm









Gambar 5: Pergerakan Fosfolipid
http://upendrats.blogspot.com/2012/05/thebiological-membrane-
introduction.html

14

IV. Fungsi dan Peranan Membran Sel
Membran sel sering juga disebut membran plasma. Membran sel
merupakan bagian paling luar yang membatasi isi sel dengan sekitarnya
(kecuali pada sel tumbuhan, bagian luarnya masih terdapat dinding sel atau
cell wall). Membran sel berupa lapisan luar biasa tipisnya. Tebalnya kira-
kira 8 nm atau 8 x 10
-12
m. Berikut ini akan dipaparkan beberapa fungsi dari
membran sel:

1. Pelindung sel (barrier properties)
Mempertahankan lingkungan intraseluler dan ekstraseluler yang normal.
Membrane sel melindungi sel dengan membentuk lapisan ganda fosfolipid
dimana kepala hidrofilik dan ekor hidrofobik.
2. Sifat dapat dirangsang (excitability)
Dalam membrane sel terdapat reseptor metabotropik atau GPCR atau
reseptor terkopling protein G. GPCR mempunyai rantai polipeptida tunggal
dengan 7 heliks transmembran.
3. Sebagai lalu lintas molekul dan ion secara dua arah.
Molekul yang dapat melewati membran sel antara lain ialah molekul
hidrofobik (CO
2
, O
2
), dan molekul polar yang sangat kecil (air, etanol).
Sementara itu, molekul lainnya seperti molekul polar dengan ukuran besar
(glukosa), ion, dan substansi hidrofilik membutuhkan mekanisme khusus
agar dapat masuk ke dalam sel.
Banyaknya molekul yang masuk dan keluar membran menyebabkan
terciptanya lalu lintas membran. Lalu lintas membran digolongkan menjadi
dua cara, yaitu dengan transpor pasif untuk molekul-molekul yang mampu
melalui membran tanpa memerlukan energi dan transpor aktif untuk molekul
yang membutuhkan energi. Lalu lintas membran akan membuat perbedaan
konsentrasi ion sebagai akibat dari dua proses yang berbeda yaitu difusi
dan transpor aktif, yang dikenal sebagai gradien ion. Lebih lanjut, gradien
ion tersebut membuat sel memiliki tegangan listrik seluler. Dalam keadaan
istirahat, sitoplasma sel memiliki tegangan antara 30 hingga 100 mV lebih
rendah daripada interstitium.



15

Transport Pasif
Transpor pasif merupakan suatu perpindahan molekul menuruni gradien
konsentrasinya. Transpor pasif ini bersifat spontan. Difusi, osmosis, dan
difusi terfasilitasi merupakan contoh dari transpor pasif.
Difusi terjadi karena gerakan acak ontinu yang menjadi ciri khas semua
molekul yang tidak terikat dalam zat padat. Molekul molekul ini akan
berpindah dari suatu tempat yang konsentrasinya tinggi menuju ke tempat
yang konsentrasinya rendah. Peristiwa difusi ini akan terus berlanjut hingga
sistem mencapai titik keseimbangan. Kecepatan difusi zat melalui sel tidak
hanya tergantung pada gradien konsentrasi, tetapi juga pada besar,
muatan dan daya larut dalam lipid dari partikel-partikel tersebut. Pada
umumnya zat-zat yang larut dalam lipid, yaitu molekul hidrofobik, lebih
mudah berdifusi melalui membran daripada molekul hidrofilik. Membran
sel, kurang permeable terhadap ion-ion (seperti Na
+
, Cl
-
, K
+
) dibandingkam
dengan melekul kecil yang tidak bermuatan. Dalam keadaan yang sama,
molekul kecil lebih cepat berdifusi melalui membran sel daripada molekul
besar.
Osmosis adalah proses perpindahan molekul zat pelarut (air)
berdasarkan perbedaan gradien konsentrasi dimana zat pelarut akan
bergerak dari larutan yang konsentrasi zat pelarutnya tinggi ke larutan yang
konsentrasi zat pelarutnya rendah melalui membran selektif permiabel atau
semipermiabel.
Transport Aktif
Transpor aktif adalah transpor ion, molekul, dan senyawa yang
membutuhkan energi dalam bentuk ATP. Selain itu, transpor ini juga
membutuhkan protein yang berperan sebagai pembawa atau kendaraan
untuk melewati membran plasma. Transpor aktif terjadi dari konsentrasi
yang lebih rendah ke konsentrasi yang lebih tinggi, malawan gradien
konsentrasi. Fungsi dari transpor aktif ialah untuk menjaga keseimbangan
dalam sel.
Transpor aktif dibedakan menjadi dua, yaitu transpor aktif primer dan
transpor aktif sekunder

4. Memisahkan organel sel dangan organel yang lain
(compartmentalization) dalam sel eukariotik.
16

5. Biosignal (signal transduction) dalam komunikasi sel
Transduksi sinyal terjadi dengan aktivasi bagian protein G yang
kemudian memodulasi/mengatur aktivitas enzim atau fungsi kanal.
6. Medium pendukung reaksi biokimia (membrane sel mengandung enzim)
7. Mengenali sel lain yang sejenis (pencangkokan)
8. Pembatas yang bersifat selektif permeabel
a. Mencegah pertukaran molekul dari satu sisi ke bagian lainnya.
b. Memungkinkan substansi tertentu masuk ke sitoplasma dari lingkungan
luar
c. Mencegah masuknya senyawa tertentu masuk ke sitoplasma
9. Membrane sel juga melakukan pertukaran bahan dengan lingkungan
ekstrasel melalui proses eksositosis serta endositosis.
10. Mendukung aktivitas biokimia yang berlangsung di dalam sel
Beberapa proses di dalam sel tergantung pada suatu serial reaksi yang
dikatalis oleh enzim yang terdapat dalam membran, produk suatu reaksi
akan bertindak sebagai reaktan untuk reaksi selanjutnya. Jika enzim yang
berbeda pada membran berada dalam susunan yang berurutan, produk
suatu reaksi dapat dilepaskan ke dekat enzim untuk reaksi berikutnya.
11. Memberikan respons terhadap rangsangan luar
a. berperan dalam memberi respons terhadap rangsangan luar dengan
cara transduksi sinyal yang akan dihantarkan menuju reseptor + ligand.
b. Tipe sel yang berbeda memiliki molekul reseptor yang berbeda
12. Transduksi energi
Terlibat dalam proses perubahan energi ke bentuk energi lain.

V. Komponen Penyusun Membran Sel
Semua membran tersusun atas lemak dan protein, dimana setiap
komponen diikat oleh ikatan non kovalen. Tidak hanya lemak dan protein,
membran sel juga memiliki kandungan karbohidrat. Rasio antara lemak dan
protein sangat bervariasi dikarenakan tipe membran seluler. Sebagai
contohnya antara membran plasma dan retikulum endoplasma atau tipe
organisme misalnya antara prokariot dengan eukariot. Sebagai membran
mitokondira memiliki rasio protein atau lemak yang lebih tinggi dibanding
membran plasma pada sel darah merah.
17

Gambar 6: Fosfolipid dan Fosfolipid
Bilayer
(sumber www.biologi-sel.com)

Terdapat 4 komponen penyusun pada membran sel diantaranya adalah
lipid, karbohidrat, protein (protein integral dan protein perifer), dan lipid
anchor protein.

1. LIPID
Lipid yang sebagai salah satu penyusun membran sel tersusun atas
fosfolipid. Fosfolipid ialah
lemak yang bersenyawa
dengan fosfat. Fosfolipid
merupakan lipid yang
jumlahnya paling banyak
dalam sebagian besar
membran sel. Fosfolipid
mempunyai kemampuan
untuk membentuk membran
dikarenakan struktur
molekulernya. Sifat dari
foslipid adalah amfipatik yang
berarti bahwa molekul ini
memiliki daerah hidrofilik dan
hidrofobik. Sebagian besar membran mengandung fosfat, fosfat tersebut
yang bersifat hidrofilik atau dapat mengikat air. Sedangkan yang bersifat
hidrofobik yakni tidak dapat mengikat air.
Komponen lemak lain yang terdapat pada fosfolipid adalah kolestrol, di
mana pada hewan tertentu dapat mencapai 50% dari molekul lemak yang
terdapat pada membran sel tersebut. Namun pada membran plasma
tumbuhan dan bakteri tidak terdapat kolestrol tersebut. Lipid yang terdapat
pada selaput dapat di esktrak dengan kloroform. Eter, dan, benzena.
Dengan menggunakan kromatografi lapisi tipis dan gas dapat diketahui
komposisi lipid pada selapu sel. Lipid yang selalu dijumpai adalah
fosfolipid, sfingolipid, glikolipid dan sterol.

2. KARBOHIDRAT
Karbohidrat berperan dalam membran ialah sebagai pengenalan sel
dengan sel kemampuan yang bertujuan untuk membedakan tiap tipe sel
18

yang bertetangga, bersifat krusial bagi fungsi organisme. Sebagai
contohnya, sangat penting untuk dapat memilah-milah sel menjadi
berbagai jaringan dan organ dalam ebrio hewan. juga Pengenalan sel
dengan sel juga menjadi dasar penolakan sel asing (penolakan organ
cangkokan atau transplantasi) oleh sistem kekebalan. Karbohidrat pada
membran biasanya merupakan rantai pendek bercabang yang tersusun
kurang dari 15 unit gula sebagjan diantaranya berikatan kovalen dengan
lipid, membentuk molekul yang disebut glikolipid. Akan tetapi sebagian
besar karbohidrat berikatan kovalen dengan protein, membentuk
glikoprotein.

3. PROTEIN
Dalam membran sel protein mempunyai peran penyusun sebesar 55%.
Angka yang lebih tinggi dibanding lemak 42% dan karbohidrat hanya
sebesar 3%. Protein membran tersusuan dari glikoprotein atau protein
yang bersenyawa dengan karbohidrat. Membran memiliki 12-50 macam
protein yang berbeda, namun macam ini tergantung pada tipe sel dan
organel tertentu dalam suatu sel. Protein tersebut disusun secara acak
tetapi tiap lokasi dan orientasinya disusun menurut posisi relatid tertentu
pada lipid bilayer. Protein pada membran tidak simetris, yaitu bagian luar
membran dan bagian dalam membran tersusun berbeda. Posisi yang
seperti ini memungkinkan membran sebelah luar berinteraksi dengan ligan
ekstraseluler atau melakukan proses komunikasi, seperti hormon dan fator
pertumbuhan sedangankan bagian dalam dapat berinteraksi dengan
molekul sitoplasma seperti protein G atau protein kinase.
Protein membran plasma memiliki fungsi yang sangat luas antara lain
sebagai protein pembawa (carrier) senyawa melalui membran sel,
penerima isyarat (signal) hormonal dan meneruskan isyarat tersebut ke
bagian sel sendiri atau sel lainnya. Protein selaput plasma juga berfungsi
sebagai pengikat komponen sitoskeleton dengan senyawa-senyawa
ekstraseluler. Protein-protein permukaan luar memberikan cirri individual
sel dan macam protein dapat berubah sesuia dengan diferensiasi sel.
Protein-protein pada membran sel banyak juga yang berfungsi sebagai
enzim terutama yang terdapat pada selaput mitokondria, retikulum
endoplasma dan kloroplas. Sebagai contoh, senyawa-senyawa fosfolipid
19

Gambar 7: Membran sel
(sumber www.pustakasekolah.com)

membran plasma disintesis oleh enzim-enzim yang terdapat pada
membran retikulum endoplasma.
Protein membran sel memiliki kemampuan bergerak, sehingga dapat
berpidah tempat. Perpindahan berlangsung ke arah lateral dengan jalan
difusi. Namun tidak semu protein mampu berpindah tempat. Beberapa jenis
protein integral tertahan dalam selaput oleh anyaman molekul-molekul
protein yang berada tepat di bawah permukaan dalam selaput plasma.
Anyaman ini berhubungan dengan sitoskelet atau rangka sel.
Ada dua lapisan utama pada protein membran ini yaitu protein integral
dan protein perifer. Selain lapisan utama terdapat lapisan pada protein
yang disebut lipid anchor protein.
Protein integral adalah
protein yang berpenetrasi
kedalam lipid bilayer.
Protein ini dapat
menembus membran
sehingga memiliki domain
pada sisi ekstra seluler
dan sitoplasmik dari
membran. Protein integral
umumnya merupakan
protein transmembran,
dengan daerah hidrofobik yang seluruhnya membentang sepanjang interior
hidrofobik membrane tersebut. Daerah hidrofobik protein integral terdiri
atas satu atau lebih rentangan asam amino nonpolar, yang biasanya
bergulung menjadi helix a. pada ujung hidrofilik molekul ini dipaparkan
kelarutan aqueous pada kedua sisi membran.
Selanjutanya adalah protein perifer, protein ini sama sekali tidak
tertanam dalam bilayer lipid. Seluruhnya berlokasi dibagian luar dari lipid
bilayer, baik itu di permukaan sebelah ekstraseluler maupun sitoplasmik
dan berhubungan dengan membran malalui ikatan non kovalen. Protein ini
merupakan angota yang terikat secara longgar pada permukaan membran,
sering juga pada bagian protein integral yang dibiarkan terpapar. Protein
pada membran menentukan sebagian besar fungsi spesifik membran.
20

Lipid anchor protein letaknya berada di sebelah luar lipid bilayer, tetapi
berikatan secara kovalen dengan molekul lemak yang terdapat pada lipid
bilayer.


VI. Daftar Pustaka
www.biologi-sel.com (diakses pada 27 September 2014)
http://www.patana.ac.th/secondary/science/ibtopics/ibcell%20%2801
%29/pages/1.4.htm (diakses pada 25 September 2014)
http://education-portal.com/academy/lesson/cell-membrane-
functions-role-structure.html#lesson (diakses pada 25 September
2011)
http://www.sridianti.com/perbedaan-antara-membran-sel-dan-
dinding-sel.html
http://www.majordifferences.com/2013/10/difference-cell-wall-vs-
and-cell.html#.VCxm6vl_uSp
http://cnx.org/contents/185cbf87-c72e-48f5-b51e-
f14f21b5eabd@9.45:21
Campbell, Neil A. 2002. BIOLOGI. Jakarta: Erlangga
Kimball, John W., 2000. Edisi Pertama. Jakarta: Erlangga
Bolsover, S, et al. 2004. Cell Biology. Edisi Kedua. New Jersey:
John Wiley & Sons