Anda di halaman 1dari 26

GIZI USIA SEKOLAH

Desember 2008

USIA SEKOLAH (6(6-12


tahun)


Anak usia sekolah


Perempuan usia + 10 tahun pubertas
dimulai

Periode pertumbuhan laten  lambat


& stabil diakhiri pertumbuhan pesat 
prepubertas
Masalah utama  kepercayaan diri

Faktor yang mempengaruhi pola


pertumbuhan secara umum
Keturunan
Lingkungan (termasuk nutrisi)
Hormon
Nutrisi: asupan zat gizi bervariasi antar
individu

Komposisi tubuh:
tubuh:
Total cairan tubuh 6060-65% BB
Pada usia 10 tahun  massa bebas
lemak lakilaki-laki 17%, perempuan 15%

PERTUMBUHAN FISIK
 Proporsi tubuh berubah:
Rahang melebar  persiapan
perkembangan gigi permanen

PERTUMBUHAN TULANG
 Untuk formasi tulang yang baik:
asupan zat gizi adekuat (protein,
mineral  tu Ca & P, vitamin A, D, dll)

PERKEMBANGAN
PSIKOSOSIAL


Waktu makan  sosial, tidak hanya


untuk hilangkan rasa lapar
Teman  pengaruhi pilihan menu

PENILAIAN STATUS GIZI





Pemeriksaan fisik
Antropometri
Pengukuran BB dan TB secara periodik  catat
dalam diagram
Tebal lipatan kulit

Triceps & subscapular  menilai cadangan


energi




Laboratorium sederhana: Hb, tinja


Penilaian konsumsi zat gizi

PEMERIKSAAN FISIK
 Perubahan klinis  cepat pada anak kurang gizi
konjungtiva pucat (anemia), pembesaran kel
parotis, cheilosis angular, fluorosis, karies,
gondok, hepato dan splenomegali
ASUPAN
 Anak kecil  informasi dari orang tua &
pengasuh
 Perlu informasi makanan dan snack di luar
rumah
 Kombinasi pertanyaan pada ibu & anak

Secara garis besar faktor yang


mempengaruhi status nutrisi:
Pola makan keluarga
Pengolahan makanan
Perkembangan gigi dan otot mulut
Alergi makanan atau adanya intoleransi
makanan tertentu

KEBUTUHAN NUTRIEN
ANAK
FAKTOR YANG MEMPENGARUHI
 Ukuran anak
bervariasi
 Jenis kelamin
 Genetik
 Tingkat pertumbuhan

ENERGI




Untuk pertumbuhan dan perkembangan,


BMR, aktivitas fisik, TEF
Pada umumnya tidak ada perbedaan &
< 10 tahun
Asupan harus cukup  agar
pertumbuhan adekuat dan protein tidak
digunakan sebagai sumber energi
Tidak berlebih  dapat sebabkan
overweight bahkan obesitas

PROTEIN


Untuk pemeliharaan dan pertumbuhan


optimal
Perhatian khusus:
Protein hewani
Alergi  intake terbatas
Kondisi medis tertentu  kebutuhan
energi dan protein

0.18 0.21 g/cm TB untuk usia 11-10


tahun

LEMAK DAN KARBOHIDRAT




Rekomendasi setelah usia 2 tahun 


max 30%

SERAT
 Untuk meningkatkan laksasi normal

VITAMIN DAN MINERAL




Kelompok risiko yang perlu suplementasi


Anak dengan anoreksia/nafsu makan
kurang
Anak keluarga miskin
Anak dengan penyakit kronik
Anak dengan diet untuk mengatasi
obesitas
VITAMIN D
Sumber: sinar matahari
BMS: mentega, krim, kuning telur, hati,
susu fortifikasi

KALSIUM
Untuk maintenans pertumbuhan tulang baru
Suplemen Ca dan exercise  meningkatkan
kepadatan tulang

FLUORIDE
Menurunkan pembentukan lubang gigi hingga 70%
RekomendasiL 0,5 mg/kgBB

BESI
Untuk mempertahankan konsentrasi Hb dan
mendukung pertumbuhan
Defisiensi: kognitif lebih dp anak dg Hb(N)

NUTRISI DAN KESEHATAN


ORAL


STRUKTUR GIGI
Gigi permanen mulai usia enam hingga
awal belasan tahun
Zat gizi esensial untuk pertumbuhan gigi:
protein, Ca, P, Mg, F dan vitamin C dan D

KARIES GIGI
Batasi frekuensi dan konsumsi snack
manis
Kebiasaan pemeliharaan gigi yang benar

FAKTOR YANG MEMPENGARUHI


ASUPAN MAKANAN


KEMISKINAN
Signifikan mengancam kesehatan anak

KELUARGA
Tingkat pendidikan ibu

MEDIA DAN IKLAN


Iklan produk makanan  berpengaruh luar biasa

TEMAN
Anak peduli pendapat teman
Pilihan makanan, minuman, snack dipengaruhi
teman/kelompok

MAKANAN JAJANAN


Definisi
Makanan jajanan adalah semua makanan
yang dapat langsung dimakan yang dibeli dari
penjual makanan, baik yang diproduksi oleh
penjual tersebut atau produksi orang lain,
tanpa diolah lagi.
Dengan demikian, makanan yang disiapkan
dan dihidangkan dalam rumah tidak termasuk
makanan jajanan.

Fungsi
Makanan selingan
Meningkatkan asupan zat gizi  perlu
memilih jajanan yang bernilai gizi tinggi

Pembagian makanan
jajanan


Pada umumnya terdiri dari:


Makanan berat, seperti hamburger, fried
chicken, mie bakso, nasi goreng, dan
lain
lain--lain
Makanan cemilan, seperti berbagai jenis
kue kecil, basah maupun kering
Makanan semi basah, seperti berbagai
jenis bubur
Minuman

Dampak makanan
jajanan:


Bagi anakanak-anak sekolah: pengenalan beragam jenis


makanan jajan dapat menumbuhkan kebiasaan
penganeka ragaman makanan sejak kecil
Terhadap kesehatan anak: makanan jajan yang
kurang memenuhi syarat kesehatan sewaktusewaktu-waktu
dapat mengancam kesehatan anak (termasuk
dalam hal ini: cara pengolahan makanan jajan,
penggunaan zat pewarna yang bukan zat pewarna
makanan, cara penyajian, dsb)
Dapat terjadi pengurangan nafsu makan anak di
rumah.

Tabel 1. Komposisi zat gizi beberapa makanan sumber kalori


(per 100 gr penganan)
Makanan

Energi

Protein
(g)

Lemak
(g)

Ca
(Mg)

Fe
(Mg)

Arem-arem
AremBihun goreng

125
193

2,77
4,19

2,2
5,1

372
339

3,23
1,60

Mie goreng
Nasi uduk
Bubur ayam

291
180
74

4,89
4,85
1,25

26,64
2,62
3,71

389
182
120

1,49
0,82
1,12

Bugis
Bakwan jagung
Combro

243
310
274

3,10
7,91
0,79

5,48
11,46
9,21

375
164
204

1,20
2,05
1,12

Risoles
Talam susun
Talam ubi jalar

217
220
186

5.35
0.70
0.85

8.20
4.86
2.48

290
304
365

1.10
0.40
1.00

Snack

Bahan pewarna sintesis


(BPS)



BPS yang diizinkan (pangan


BPS yang berbahaya (non pangan)

Yang ditakutkan dalam BPS yang


berbahaya yaitu berbahaya bagi
kesehatan karena dapat menimbulkan
alergi, penyakitpenyakit-penyakit kronis dan ada
juga yang bersifat karsinogenik.

Pemeriksaan dan evaluasi


pertumbuhan
a) Pemeriksaan, mencakup:

Pemeriksaan fisik
Pemeriksaan antropometrik: BB, TB, LLA, TLK
Pemeriksaan laboratorium
Apabila diperlukan pemeriksaan radiologis

b) Evaluasi pertumbuhan fisik


Momental (sewaktu(sewaktu-waktu): dengan cara ini
dapat diketahui status gizi seseorang pada saat
tertentu
Longitudinal/serial. Sebagai contoh adalah
pemakaian Kartu Menuju Sehat/KMS

Cara Penilaian Perkembangan


Anak Sekolah Dasar/SD


Ada beberapa cara untuk menilai


perkembangan anak antara lain adalah
dengan:
Observasi
Anamnesis
TesTes-tes psikologis

Anak usia SD dengan perkembangan yang


baik:
Minat besar pada tugas sekolah
Mampu mengendalikan emosi

PENUTUP


Agar tumbuh kembang anak usia SD


optimal ibu perlu pengetahuan dan
keterampilan tertentu
Perlu supervisi gizi oleh siapapun yang
mempunyai kompetensi
Anak usia SD TT-K optimal
Persiapan masa remaja optimal