Anda di halaman 1dari 5

Rangkuman Penyakit Komprehensif | @Cranium_2011 | Early Clinical and

Community Exposure III


NAMA PENYAKIT

Impetigo

BLOK
SKDI

4A

AUTHOR

ARROSY SYARIFAH

KOMPONEN
Definisi

PENJELASAN
Penyakit infeksi menular pada kulit yang superfisial yaitu hanya
menyerang epidermis kulit, yang menyebabkan terbentuknya
lepuhan-lepuhan kecil berisi nanah (pustula) seperti tersundut
rokok/api.
Terdapat dua bentuk dari impetigo, yaitu:
1. Impetigo Krustosa (impetigo kantagiosa, impetigo vulgaris,
impetigo Tilibury Fox)
Disebabkan biasanya oleh Streptococcus B hemolyticus. hanya
terdapat pada anak.Tempat predileksi di muka, yakni sekitar
lubang hidung dan mulut karena dianggap sumber infeksi dan
daerah tersebut. Kelainan kulit berupa eritema dan vesikel
yang cepat memecah sehingga jika pendenita datang berobat
yang terlihat ialah krusta tebal berwama kuning seperti madu.
Jika krusta dilepaskan akan tampak erosi dibawahnya, krusta
sering menyebar ke penifer dan sembuh di bagian tengah.

2. Impetigo bulosa (Impetigo vesiko-bulosa, cacar monyet)


Disebabkan oleh Staphylococcus aureus. Predileksi di daerah
ketiak, dada, punggung. Sering bersama-saina miliaria,
terdapat pada anak dan orang dewasa. Kelainan kulit berupa
eritema, bula dan hula hipopion. Kadang-kadang saat datang
berobat, vesikel/bula sudah memecah sehingga yang tampak
hanyalah koleret dan dasamya masih eritematosa.

Etiologi

Staphylococcus aureus, Streptococcus beta-hemolyticus grup A

Copyright @Cranium_2011 | Medical Faculty of Jenderal Soedirman


University | 2014

Rangkuman Penyakit Komprehensif | @Cranium_2011 | Early Clinical and


Community Exposure III
(dikenal dengan Streptococcus pyogenes), atau kombinasi
keduanya. Staphylococcus dominan ditemukan pada awal lesi. Jika
kedua kuman ditemukan bersamaan, maka infeksi streptococcus
merupakan infeksi penyerta.

Anamnesis

Impetigo menyebar melalui kontak langsung dengan lesi (daerah


kulit yang terinfeksi). Pasien dapat lebih jauh menginfeksi dirinya
sendiri atau orang lain setelah menggaruk lesi. Infeksi seringkali
menyebar dengan cepat pada sekolah atau tempat penitipan anak
dan juga pada tempat dengan higiene yang buruk atau tempat
tinggal yang padat penduduk.

Pemeriksaan
Fisik

a. Impetigo Bulosa
Vesikel (gelembung berisi cairan dengan diameter <0,5cm)
yang timbul sampai bulla (gelembung berisi cairan
berdiameter >0,5cm) kurang dan 1 cm pada kulit yang
utuh, dengan kulit sekitar normal atau kemerahan. Pada
awalnya vesikel berisi cairan yang jernih yang berubah
menjadi berwarna keruh
Atap dan bulla pecah dan meninggalkan gambaran
collarette pada pinggirnya. Krusta varnishlike terbentuk
pada bagian tengah yang jika disingkirkan memperlihatkan
dasar yang merah dan basah
Bulla yang utuh jarang ditemukan karena sangat rapuh
Bila impetigo menyertai kelainan kulit lainnya maka,
kelainan itu dapat menyertai dermatitis atopi, vanisela,
gigitan binatang dan lain-lain.
Lesi dapat lokal atau tersebar, seringkali di wajah atau
tempat lain, sepertitempat yang lembab, lipatan kulit,
ketiak atau lipatan leher.
Tidak ada pembengkakan kelenjar getah bening di dekat
lesi.
Pada bayi, lesi yang luas dapat disertai dengan gej ala
demam, lemah, diare. Jarang sekali disetai dengan radang
pam, infeksi sendi atau tulang 8,4,2.
b. Impetigo Krustosa
Awalnya berupa wama kemerahan pada kulit (makula) atau
papul (penonjolan padat dengan diameter <0,5cm) yang
berukuran 2-5 mm.
Lesi papul segera menjadi menjadi vesikel atau pustul
(papula yang berwarna keruh/mengandung nanah/pus) yang
mudah pecah dan menjadi papul dengan keropeng/koreng
berwarna kuning madu dan lengket yang berukuran <2cm
dengan kemerahan minimal atau tidak ada kemerahan
disekelilingnya.
Lesi muncul pada kulit normal atau kulit yang kena trauma

Copyright @Cranium_2011 | Medical Faculty of Jenderal Soedirman


University | 2014

Rangkuman Penyakit Komprehensif | @Cranium_2011 | Early Clinical and


Community Exposure III
sebelumnya atau mengikuti kelainan kulit sebelumnya
(skabies, vasisela, dermatitis atopi) dan dapat menyebar
dengan cepat.
Lesi berada sekitar hidung, mulut dan daerah tubuh yang
sering terbuka (tangan dan kaki).
Kelenjar getah bening dapat menbesar dan dapat nyeri
Lesi juga menyebar ke daerah sekitar dengan sendirinya
(autoinokulasi)
Jika dibiarkan tidak diobati maka lesi dapat menyebar terus
karena tindakan din sendiri (digaruk lalu tangan memegang
tempat lain sehingga mengenai tempat lain).
Lalu dapat sembuh dengan sendininya dalarn beberapa
minggu tanpajaringan parut.
Walaupun jarang, bengkak pada kaki dan tekanan darah tinggi
dapat ditemukan pada orang dengan impetigo krustosa sebagai
tanda glomerulonefritis (radang pada ginjal) akibat reaksi tubuh
terhadap infeksioleh kuman Sfreptokokus penyebab impetigo

Pemeriksaan
Penunjang

Diagnosis
Banding

a. Pemeriksaan Laboratorium
Pewarnaan gram,
Pada pemeriksaan ini akan mengungkapkan adanya
neutropil dengan kuman coccus gram positif berbentuk
rantai atau kelompok.
Kultur cairan.
Pada pemeriksaan mi umuinnya akan mengungkapkan
adanya Streptococcus. aureus, atau kombinasi antara
Streptococcus pyogenes dengan Streptococcus beta
hemolyticus grup A (GABHS), atau kadang-kadang dapat
berdiri sendiri.
b. Pemeriksaan Lain:
Titer anti-streptolysin-O (ASO), mungkin akan menunjukkan
hasil positif lemah untuk streptococcus, tetapi pemeriksaan
ini jarang dilakukan. Streptozyme, menunjukkan hasil positif
untuk Streptococcus, tetapi pemeriksaan ini jarang
dilakukan
Pemeriksaan kultur dan sensitifitas bakteri

Lupus eritematosa bullosa : lesi vesikel dan bula yang


menyebar dapat gatal, seringkali melibatkan bagian atas
badan dan daerah lengan
Pemfigus bulosa : vesikel dan bula timbul cepat dan gatal
menyeluruh, dengan plak urtikaria
Herpes simplex : vesikel berkelompok dengan dasar
kemerahan yang pecah menjadi lecet dan tertutup krusta,
biasanya pada bibir dan kulit
Pemfigus vulgaris : bulla yang tidak gatal, ukuran bervariasi
dan 1 sampai beberapa sentimeter, muncul bertahap dan

Copyright @Cranium_2011 | Medical Faculty of Jenderal Soedirman


University | 2014

Rangkuman Penyakit Komprehensif | @Cranium_2011 | Early Clinical and


Community Exposure III

Terapi
Medikamento
sa

menjadi menyeluruh penyembuhan dengan hiperpigmentasi


(warna kulit yanglebih gelap dan sebeluinnya).
Varisela: vesikel pada dasar kemerahan bermula di badan dan
menyebar ke tangan kaki dan wajah; vesikel pecah dan
membentuk krusta; -lesi terdapat pada beberapa tahap
(vesikel, krusta) pada saat yang sama.
Dermatitis atopi : keluhan gatal yang berulang atau
berlangsung lama (kronik) dan kulit yang kering; penebalan
pada pada lipatan kulit terutama pada dewasa (likenifikasi);
pada anak seringkali melibatkan daerah wajah atau tangan
bagian dalam.
Dermatitis kontak: gatal pada daerah sensitif yang kontak
dengan zat-zat yang mengiritasi.
Ektima: lesi berkrusta yang menutupi daerah ulkus (luka
dengan dasar dan dinding) dapat menetap selama beberapa
minggu dan sembuh dengan jaringan parut bila infeksi sampai
jaringan kulit dalam (dermis).

Pilihan antibiotik topikal adalah mupirocin 2% atau asam fusidat.


Antibiotilc oral disimpan untuk kasus dimana pasien sensitif
terhadap antibiotik topikal, lesi lebih luas atau dengan penyakit
penyerta yang berat.
Mupirocin 2% diberikan di kulit yang terinfeksi 3x sehari selania
tiga sampai lima hari. Antibiotik oral yang dapat diberikan adalah
Amoxicillin dengan asam kiavulanat; cefuroxime;cephalexin;
dieloxacillin; atauenitromiein selama 10 hari

Terapi Nonmedikamento
sa

1. Cuci tangan segera dengan menggunakan air mengalir bila


habis kontak dengan pasien, terutama apabila terkena luka.
2. Jangan menggunakan pakaian yang sama dengan penderita
3. Bersihkan dan lakukan desinfektan pada mainan yang
mungkin bisa menularkan pada orang lain, setelah digunakan
pasien
4. Mandi teratur dengan sabun dan air (sabun antiseptik dapat
digunakan, namun dapat mengiritasi pada sebagian kulit
orang yang kulit sensitif)
5. Higiene yang baik, mencakup cuci tangan teratur, menjaga
kuku jari tetap pendek dan bersih
6. Jauhkan diri dari orang dengan impetigo
7. Cuci pakaian, handuk dan sprei dari anak dengan impetigo
terpisah dari yang lainnya. Cuci dengan air panas dan
keringkan di bawah sinar matahari atau pengering yang
panas. Mainan yang dipakai dapat dicuci dengan disinfektan.
8. Gunakan sarung tangan saat mengoleskan antibiotik topikal di

Copyright @Cranium_2011 | Medical Faculty of Jenderal Soedirman


University | 2014

Rangkuman Penyakit Komprehensif | @Cranium_2011 | Early Clinical and


Community Exposure III
tempat yang terinfeksi dan cuci tangan setelah itu.

Copyright @Cranium_2011 | Medical Faculty of Jenderal Soedirman


University | 2014