Anda di halaman 1dari 1

Nama : Josafat Simanjuntak // 270110110041

Kelas : Geologi A

Stratigrafi regional daerah Peundeuy Kec. Dayeuhluhur Kabupaten Banjar Jawa


Barat
Dalam pembahasan ini menggunakan hasil penelitian dari Soedjono Martodjojo.
Penyusunan berdasarkan satuan litostatigrafi dari yang termuda sampai ke yang tertua.
Endapan yang termuda adalah endapan Qf yaitu kipas aluvium, campuran antara kerakal
andesit, kerikil, beberapa bongkah, pasir tufan serta tanah laterit yang berumur holosen.
Kemudian dibawahnya terdapat endapan batuan gunung api QVS yaitu beruba batuan
gunung api slamet tak teruai yang juga masih merupakan endapan kuarter.
Kemudian endapan QVS menindih formasi tapak Tpt, yang mana dari bawah keatas
terdiri dari batu pasir kasar kehijauan yang berangsur-angsur berubah menjadi batupasir
lebih menghalus kehijauan dengan beberapa sispan napal pasiran berwarna kelabu sampai
kekuningan. Pada bagian atas perselingan batupasir gampingan dengan napal mengandung
fosil moluska air payau-marin yang menunjukkan umur pliosen awal-tengah. Lingkungan
pengendapan diduga peralihan sampai daerah pasang surut. Ketebalan satyan mencapai
500m. Dibagia barat lembar, pada bagian bawah satuan ini terdapat konglomerat, dan
mengandung fosil mamalia (merycopotamus nannus LYDEKKER) berumur pliosen tengah,
juga batupasir gampingan yang kaya moluska. Selain itu secara setempat pada bagian atas
satuan ditemukan lapisan lignit. Lingkungan pengendapannya adalah daerah pantai yang
dipengaruhi oleh pasang surut teratur. Ketebalan bagian barat mencapai 900 m . menindih
formasi kumbang dan halang
Formasi Tapak terletak selaras di atas Formasi Kumbang. Bagian bawah terdiri atas batu
pasir kasar kehijauan, ke arah atas berangsur-angsur berubah menjadi batupasir kehijauan
dengan sisipan napal pasiran berwarna abu-abu sampai kekuning-kuningan, batu gamping
terletak di bagian atas. Ketebalan maksimum Formasi ini sampai 500 meter. Umur Formasi
tapak adalah Pliosen tengah bagian bawah (Hetzel,1935 dan kastowo,1975).
Dibawah nya terdapat intrusi B, sill dan dyke, hornblend pyroksen basalt yang menindih
formasi TMPK yaitu formasi kumbang: breksi gunung api, lava, dyke, dan tuf bersusun
andesit sampai basal, batupasir tuf, dan konglomerat, seta sisipan lapisan tipis
magnetit.satuan umumnya pejal. Umur diperkirakan miosen tengah-pliosen awl. Menjemari
dengan formasi halang, dan mendidih takselaras batugamping kalipucang. Tebal maksimal
kurang dr 2 km dan menipis ke timur
TML formasi lawak. Dibagian bawah formasi ini batuannya berupa napal kehijauan
dengan sisipan batupasir gampingan, batugamping foraminifera. Bagian atasnya berupa
napal globigerina dengan sisipan batupasir. Tebal seluruhnya sekitar 150 meter (Kastwo,
1975). Dalam formasi ini hetzel (1935) menemukan fosil Cycloclypeus indofasificus TAN,
Radiocyclocclypeus.sp, Tribliolepidina radiata MARTIN dan lain-lain. Umur formasi ini
Miosen Atas bagian tengah (Kastowo, 1975).