Anda di halaman 1dari 13

CONTOH 6

PERLAKUAN ATAS BIAYA MASA DEPAN

Dicontohkan entitas F akan menguji penurunan nilai sebuah mesin dengan informasi terkait
seperti yang tercantum dalam tabel berikut (dalam contoh ini pengaruh pajak diabaikan):
Informasi
Jenis aset
Mesin (menghasilkan kas)
Jumlah tercatat
150.000
Penyusutan
Garis lurus tanpa nilai sisa
Estimasi sisa umur manfaat 10 tahun
Penentuan nilai terpulihkan Nilai pakai (tingkat diskonto 14%)
Penghitungan nilai terpulihkan yang menggunakan nilai pakai adalah:
Penghitungan Nilai Pakai
Tahun Arus kas masa depan Didiskontokan pada 14%
20Xl
22.165
19.443
20X2
21.450
16.505
20X3
20.550
13.871
20X4
24.725
14.639
20X5
25.325
13.153
20X6
24.825
11.310
20X7
24.123
9.640
20X8
25.533
8.951
20X9
24.234
7.452
20Y0
22.850
6.164
Nilai Pakai

121.128

Rugi penurunan nilai adalah:


Penghitungan Rugi Penurunan Nilai
Jumlah tercatat sebelum rugi penurunan nilai
150.000
Jumlah terpulihkan (nilai pakai)
121.128
Rugi penurunan nilai
28.872
Jumlah tercatat setelah rugi penurunan nilai
121.128
Misal pada tahun 20X4 timbul biaya untuk meningkatkan kinerja mesin sebesar 25.000
sehingga arus kas masa depan yang dihasilkan berubah. Maka entitas melakukan
penghitungan ulang nilai terpulihkan mesin berdasarkan nilai pakai. Penghitungan nilai pakai
setelah dihitung ulang adalah:
Penghitungan Nilai Pakai
Tahun Arus kas masa depan Didiskontokan pada 14%
20X5
30.321
26.597

20X6
20X7
20X8
20X9
20Y0

32.750
31.721
31.950
33.100
27.999
Nilai Pakai

25.200
21.411
18.917
17.191
12.756
122.072

Karena didapatkan hasil bahwa jumlah terpulihkan mesin lebih tinggi daripada jumlah
tercatatnya, maka entitas melakukan pembalikan rugi penurunan nilai yang diakui untuk
tahun 20X0 sehingga mesin dicatat pada biaya historis tersusutkan.
Penghitungan Pembalikan Rugi Penurunan Nilai
Jumlah tercatat akhir tahun 20X0
Akhir tahun 20X4
Beban penyusutan tahun 20X1-20X4 {(121.128/10)x4}
Biaya peningkatan

(48.452)
25.000

Jumlah tercatat sebelum pemulihan


Jumlah terpulihkan
Pembalikan rugi penurunan nilai

97.676
122.072
17.324

Jumlah tercatat setelah pembalikan {150.000-(150.000/10)x4+25.000}

115.000

121.128

CONTOH 7
PENGUJIAN PENURUNAN NILAI UNIT PENGHASIL KAS DENGAN GOODWILL
DAN KEPENTINGAN NONPENGENDALI

Contoh 7A: Kepentingan Nonpengendali Diukur pada Awalnya Sebagai Bagian


Proporsional Aset Neto Teridentifikasi
Dicontohkan entitas G (induk) memperoleh kepemilikan pada entitas anak pada 1 Januari
20X3, dan entitas akan menguji penurunan nilai aset entitas anak secara keseluruhan (karena
merupakan kelompok terkecil dari aset yang menghasilkan arus kas masuk selain kelompok
aset lainnya) dengan informasi terkait seperti yang tercantum dalam tabel berikut (dalam
contoh ini pengaruh pajak diabaikan):
Informasi
Porsi kepemilikan yang diakuisisi
Biaya akuisisi
Nilai wajar entitas anak
Excess cost yang diakui sebagai Goodwill
Goodwill yang diidentifikasi dan dialokasikan pada entitas induk
Goodwill yang diidentifikasi dan dialokasikan pada entitas anak
Jumlah terpulihkan aset entitas anak pada akhir 20X3

80%
2.100
1.500
900
500
400
1.000

Jumlah tercatat aset neto entitas anak (selain goodwill) pada akhir 20X3 1.350
Pengujian penurunan nilai atas entitas anak sebagai unit penghasil kas dilakukan sebagai
berikut (jumlah tercatat entitas anak di-gross up untuk memasukkan goodwill yang dapat
diatribusikan pada kepentingan nonpengendali):
Pengujian Entitas Anak untuk Penurunan Nilai
Goodwill entitas
Aset neto
Uraian
anak
teridentifikasi
Jumlah tercatat
400
1.350
Kepentingan nonpengendali yang tidak diakui
100
Jumlah tercatat disesuaikan
500
1.350
Jumlah terpulihkan
Rugi penurunan nilai

Total
1.750
100
1.850
1.000
850

Rugi penurunan nilai sebesar 850 dialokasikan pada aset unit penghasil kas dengan pertama
kali mengurangi jumlah tercatat goodwill, sehingga sejumlah 500 akan dialokasikan pada
goodwill dengan proporsi 400 pada entitas induk dan 100 pada kepentingan nonpengendali.
Sisa rugi penurunan nilai sebesar 350 diakui dengan mengurangi jumlah tercatat aset entitas
anak teridentifikasi sebagaimana tabel berikut:
Alokasi Rugi Penurunan Nilai
Uraian

Goodwill

Jumlah tercatat
Rugi penurunan nilai
Jumlah tercatat setelah rugi penurunan nilai

400
(400)
-

Aset neto
teridentifikasi
1.350
(350)
1.000

Total
1.750
(750)
1.000

Contoh 7B: Kepentingan Nonpengendali Diukur Awal pada Nilai Wajar dan Entitas
Anak yang Terkait Merupakan Unit Penghasil Kas yang Berdiri Sendiri
Dicontohkan entitas G (induk) memperoleh kepemilikan pada entitas anak pada 1 Januari
20X3, dan entitas akan menguji penurunan nilai aset entitas anak secara keseluruhan (karena
merupakan kelompok terkecil dari aset yang menghasilkan arus kas masuk selain kelompok
aset lainnya) dengan informasi terkait seperti yang tercantum dalam tabel berikut (dalam
contoh ini pengaruh pajak diabaikan):
Informasi
Porsi kepemilikan yang diakuisisi
Biaya akuisisi
Nilai wajar entitas anak
Nilai wajar kepentingan nonpengendali
Excess cost yang diakui sebagai Goodwill
Goodwill yang diidentifikasi dan dialokasikan pada entitas induk

80%
2.100
1.500
350
950
500

Goodwill yang diidentifikasi dan dialokasikan pada entitas anak


450
Jumlah terpulihkan aset entitas anak pada akhir 20X3
1.650
Jumlah tercatat aset neto entitas anak (selain goodwill) pada akhir 20X3 1.350
Pengujian penurunan nilai atas entitas anak sebagai unit penghasil kas dilakukan sebagai
berikut (jumlah tercatat entitas anak sudah mencakup goodwill dan entitas anak harus diuji
untuk penurunan nilai setiap tahunnya, atau lebih sering jika terdapat indikasi bahwa
penurunan nilai entitas anak mungkin terjadi):
Pengujian Entitas Anak untuk Penurunan Nilai
Aset neto
Uraian
Goodwill
teridentifikasi
450
1.350

Total

Jumlah tercatat
Jumlah terpulihkan
Rugi penurunan nilai

1.800
1.650
150

Rugi penurunan nilai sebesar 150 dialokasikan pada aset dalam unit penghasil kas dengan
pertama kali mengurangi jumlah tercatat goodwill, sehingga sejumlah 150 tersebut akan
dialokasikan seluruhnya pada goodwill:
Alokasi Rugi Penurunan Nilai
Uraian

Goodwill

Jumlah tercatat
Rugi penurunan nilai
Jumlah tercatat setelah rugi penurunan nilai

450
(150)
300

Aset neto
teridentifikasi
1.350
1.350

Total
1.800
(150)
1.650

Contoh 7C: Kepentingan Nonpengendali Diukur Awal pada Nilai Wajarnya dan
Entitas Anak Terkait Merupakan Bagian Unit Penghasil Kas yang Lebih Besar
Dicontohkan entitas G (induk) memperoleh kepemilikan pada entitas anak pada 1 Januari
20X3, dan aset entitas anak akan menghasilkan arus kas masuk bersama-sama dengan aset
atau kelompok aset lain yang dimiliki entitas induk. Dengan demikian, entitas anak bukan
merupakan unit penghasil kas untuk tujuan pengujian penurunan nilai, namun entitas anak
menjadi bagian dari unit penghasil kas yang lebih besar, yaitu unit Z misalnya. dengan
informasi terkait seperti yang tercantum dalam tabel berikut (dalam contoh ini pengaruh
pajak diabaikan):
Informasi
Porsi kepemilikan yang diakuisisi
Biaya akuisisi
Nilai wajar entitas anak
Nilai wajar kepentingan nonpengendali
Excess cost yang diakui sebagai Goodwill

80%
2.100
1.500
350
950

Goodwill yang diidentifikasi dan dialokasikan pada entitas induk


Goodwill yang diidentifikasi dan dialokasikan pada unit Z
Goodwill yang ada pada unit Z terkait kombinasi bisnis sebelumnya
Jumlah terpulihkan aset unit Z pada akhir 20X3
Jumlah tercatat aset neto unit Z (selain goodwill) pada akhir 20X3

500
450
800
3.300
2.250

Pengujian penurunan nilai atas unit Z sebagai unit penghasil kas dilakukan sebagai berikut
(jumlah tercatat unit Z sudah mencakup goodwill dan unit Z harus diuji untuk penurunan nilai
setiap tahunnya, atau lebih sering jika terdapat indikasi bahwa penurunan nilai unit Z
mungkin terjadi):
Pengujian Unit Z untuk Penurunan Nilai
Uraian

Goodwill

Jumlah tercatat
Jumlah terpulihkan
Rugi penurunan nilai

1.250

Aset neto
teridentifikasi
2.250

Total
3.500
3.300
200

Rugi penurunan nilai sebesar 200 dialokasikan pada aset dalam unit Z dengan pertama kali
mengurangi jumlah tercatat goodwill, sehingga sejumlah 200 tersebut akan dialokasikan
seluruhnya pada goodwill:
Alokasi Rugi Penurunan Nilai
Uraian

Goodwill

Jumlah tercatat
Rugi penurunan nilai
Jumlah tercatat setelah rugi penurunan nilai

1.250
(200)
1.050

Aset neto
teridentifikasi
2.250
2.250

Total
3.500
(200)
3.300

CONTOH 8
ALOKASI ASET KORPORAT

Dicontohkan entitas H memiliki tiga unit penghasil kas, yaitu A, B, dan C (jumlah tercatat
tidak termasuk goodwill) dan H mengadakan pengujian penurunan nilainya. Operasi entitas
dikendalikan dari kantor pusat yang terdiri dari gedung kantor pusat dan pusat riset. Jumlah
tercatat pusat riset tidak dapat dialokasikan dengan dasar rasional pada unit penghasil kas
individual. Informasi terkait tercantum dalam tabel berikut (dalam contoh ini pengaruh pajak
diabaikan):
Informasi
A
Jumlah tercatat aset penghasil kas
B
C

100
150
200

Jumlah tercatat aset korporat

Estimasi sisa umur manfaat

Kantor Pusat
Pusat Riset
A
B
C
Kantor Pusat

Penentuan nilai terpulihkan

150
50
10 tahun
20 tahun
20 tahun
20 tahun
Nilai pakai
(tingkat diskonto 15%)

Sebagai langkah awal, H terlebih dahulu mengidentifikasi semua aset korporat yang berkaitan
dengan unit penghasil kas individual yang sedang ditelaah. Aset korporat meliputi gedung
kantor pusat dan pusat riset. Kemudian H memutuskan bagaimana memperlakukan setiap aset
korporat tersebut, yaitu jumlah tercatat gedung kantor pusat dapat dialokasikan secara
rasional dan konsisten pada unit penghasil kas yang sedang ditelaah sedangkan pusat riset
tidak dapat dialokasikan. Dalam mengalokasikan jumlah tercatat gedung kantor pusat
tersebut, H menggunakan dasar alokasi tertimbang karena perbedaan estimasi sisa masa
manfaat yang berbeda pada setiap unit penghasil kas yang sedang ditelaah. Penghitungan
alokasi tertimbang dari jumlah tercatat gedung kantor pusat disajikan dalam tabel berikut:
Uraian
Jumlah tercatat
Masa manfaat
Besaran tertimbang berdasarkan masa manfaat
Jumlah tercatat setelah tertimbang
Pro rata alokasi gedung kantor pusat
Alokasi jumlah tercatat gedung kantor pusat
Jumlah tercatat setelah alokasi gedung kantor
pusat

B
C
Total
100
150
200
450
10 tahun 20 tahun 20 tahun
1
2
2
100
300
400
800
100/800 300/800
400/800 800/800
12%
38%
50%
100%
19
56
75
150
119

206

275

600

Jumlah terpulihkan dari setiap unit penghasil kas secara individu dibandingkan dengan
jumlah tercatatnya (termasuk porsi dari jumlah tercatat gedung kantor pusat yang
dialokasikan ke unit) dan setiap yang menghasilkan rugi penurunan nilai diakui.
Penghitungan nilai terpuihkan yang disasarkan pada nilai pakai tersaji dalam tabel berikut:
A
Tahun
1
2
3
4
5
6

Arus kas
18
31
37
42
47
52

Diskonto
15%
16
23
24
24
24
22

B
Arus Diskonto
kas
15%
9
8
16
12
24
16
29
17
32
16
33
14

C
Arus Diskonto
kas
15%
10
9
20
15
34
22
44
25
51
25
56
24

M
Arus Diskonto
kas
15%
39
34
72
53
105
69
128
73
143
71
155
67

7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
Nilai pakai

55
55
53
48

21
18
15
12

34
35
35
35
36
35
35
33
30
26
22
18
14
10

199

13
11
10
9
8
7
6
5
4
3
2
1
1
1
164

60
63
65
66
66
66
66
65
62
60
57
51
43
35

22
21
18
16
14
12
11
9
8
6
5
4
3
2
271

162
166
167
169
132
131
131
128
122
115
108
97
85
71

61
54
48
42
28
25
21
18
15
12
10
8
6
4
720

Pengujian penurunan nilai dilakukan sebagai berikut:


Uraian
Jumlah tercatat (setelah alokasi gedung)
Jumlah nilai terpulihkan
Rugi penurunan nilai

A
119
119
0

B
206
164
42

C
275
271
4

Langkah berikutnya berupa pengalokasian rugi penurunan nilai adalah sebagai berikut:
Uraian
Penurunan nilai untuk gedung kantor pusat
Penuruna nilai untuk unit penghasil kas
Rugi penurunan nilai

B
12 {(56/206)x42}
30 {150/206)x42}
42

C
1 {(75/275)x42}
3 {(206/275)x42}
4

Oleh karena pusat riset tidak dapat dialokasikan secara rasional dan konsisten pada unit
penghasil kas, maka H membandingkan jumlah tercatat kelompok terkecil unit penghasil kas
dengan jumlah tercatat dari pusat riset yang dapat dialokasikan dalam jumlah terpulihkannya.
Oleh sebab itu, tidak ada tambahan rugi penurunan nilai yang dihasilkan dari penetapan
pengujian penurunan nilai terhadap H secara keseluruhan. Hanya rugi penurunan nilai sebesar
46 yang diakui sebagai hasil penerapan langkah pertama pengujuan terhadap A, B, dan C
sebagaimana dalam tabel berikut:
Uraian
Jumlah tercatat
Rugi penurunan nilai yang timbul dari
pengujian sebelumnya
Jumlah tercatat yang timbul dari
pengujian sebelumnya
Jumlah terpulihkan

100

150

200

150

Pusat
riset
50

(30)

(3)

(13)

(46)

100

120

197

137

50

604

Gedung

M
650

720

Rugi penurunan nilai

CONTOH 9
PENGUNGKAPAN TENTANG UNIT PENGHASIL KAS DENGAN GOODWILL
ATAU ASET TAKBERWUJUD DENGAN UMUR MANFAAT TIDAK TERBATAS

Tujuan dari contoh ini adalah untuk mengilustrasikan pengungkapan yang disyaratkan oleh
PSAK 48 paragraf 129 dan 130.

Dicontohkan entitas I merupakan perusahaan manufaktur multinasional yang menggunakan


segmen geografis untuk melaporkan informasi segmen. Tiga segmen I yang dilaporkan
adalah Eropa, Amerika Utara dan Asia. Goodwill telah dialokasikan, untuk tujuan pengujian
penurunan nilai, pada tiga unit penghasil kas individual dua di Eropa (unit A dan B) dan satu
di Amerika Utara (unit C) dan juga dialokasikan pada satu kelompok dari unit penghasil kas
(terdiri dari operasi XYZ) di Asia. Unit A, B, C, dan operasi XYZ masing-masing mewakili
tingkat terendah dalam I yang mana goodwill dipantau untuk tujuan manajemen internal. I
mengakuisisi unit C, sebuah pabrik yang beroperasi di Amerika Utara, pada Desember 20X2.
Tidak seperti operasi pabrik I di Amerika Utara lainnya, C beroperasi dalam industri dengan
margin dan tingkat pertumbuhan yang tinggi, serta dengan manfaat dari paten berjangka
waktu 10 tahun untuk produk utamanya. Paten diberikan kepada C sebelum I mengakuisisi C.
Sebagai bagian dari akuntansi untuk akuisisi C, M mengakui, selain paten, goodwill sebesar
3.000 dan suatu merek sebesar l.000. Manajemen I telah menentukan bahwa merek tersebut
memiliki umur manfaat tidak terbatas. I tidak memiliki aset takberwujud lain dengan umur
manfaat tidak terbatas.
Jumlah tercatat dari goodwill dan aset takberwujud dengan umur manfaat tidak terbatas
dialokasikan pada unit A, B, dan C, serta pada operasi XYZ adalah sebagai berikut:
Unit

Goodwill

Aset tak berwujud dengan


umur manfaat tidak terbatas

A
350
B
450
C
3.000
1.000
XYZ
1.200
Total
5.000
1.000
Selama tahun yang berakhir pada 31 Desember 20X3, I menentukan bahwa tidak terdapat
penurunan nilai dari setiap unit penghasil kas atau kelompok unit penghasil kas yang
mengandung goodwill atau aset takberwujud dengan umur manfaat tidak terbatas. Jumlah

terpulihkan dari unit dan kelompok unit tersebut ditentukan berdasarkan penghitungan nilai
pakai. I telah menentukan bahwa perhitungan jumlah terpulihkan sangat sensitif terhadap
perubahan dalam asumsi berikut:
Unit A dan B

Unit C

Operasi XYZ

Margin bruto selama periode

Bunga obligasi 5 tahun

Margin bruto selama periode

anggaran (periode anggaran

pemerintah AS selama

anggaran (periode anggaran

adalah 4 tahun)

periode anggaran (periode

adalah 5 tahun)

anggaran adalah 5 tahun)


Kenaikan harga bahan baku

Kenaikan harga bahan baku

Nilai tukar yen Jepang/dollar

selama periode anggaran

selama periode anggaran

AS selama periode anggaran

Pangsa pasar selama periode

Pangsa pasar selama periode

Pangsa pasar selama periode

anggaran

anggaran

anggaran

Tingkat pertumbuhan yang

Tingkat pertumbuhan yang

Tingkat pertumbuhan yang

digunakan untuk

digunakan untuk

digunakan untuk

mengekstrapolasikan arus

mengekstrapolasikan arus

mengekstrapolasikan arus

kas setelah periode anggaran

kas setelah periode anggaran

kas setelah periode anggaran

Penjelasan asumsi tersebut adalah sebagai berikut:


1. Margin bruto selama periode anggaran untuk A, B, dan XYZ yang diestimasi oleh I
didasarkan pada rata-rata margin bruto yang dicapai dalam periode segera sebelum
dimulainya periode anggaran, naik 5% per tahun untuk mengantisipasi peningkatan
efisiensi. A dan B memproduksi produk yang saling melengkapi dan dioperasikan oleh I
untuk mencapai margin bruto yang sama.
2. Pangsa pasar selama periode anggaran diestimasi oleh I didasarkan pada rata-rata pangsa
pasar yang dicapai dalam periode segera sebelum dimulainya periode anggaran,
disesuaikan setiap tahun untuk mengantisipasi pertumbuhan atau penurunan dalam
pangsa pasar. I mengantisipasi bahwa:
a) Pangsa pasar untuk A dan B akan berbeda, tetapi masing-masing akan tumbuh 3%
per tahun selama periode anggaran sebagai hasil dari perbaikan terus menerus dalam
kualitas produk.
b) Pangsa pasar C akan tumbuh 6% per tahun selama periode anggaran sebagai hasil
dari peningkatan belanja iklan dan manfaat dari proteksi paten selama sepuluh tahun
pada produk utamanya.

c) Pangsa pasar XYZ akan tetap tak berubah selama periode anggaran sebagai hasil
kombinasi dari perbaikan terus menerus dalam kualitas produk dan antisipasi
peningkatan kompetisi.
3. A dan B membeli bahan baku dari pemasok Eropa yang sama, sedangkan bahan baku C
dibeli dari berbagai pemasok Amerika Utara. Kenaikan harga bahan baku selama periode
anggaran diestimasi oleh I akan konsisten dengan prakiraan indeks harga konsumen yang
dikeluarkan oleh lembaga pemerintah yang relevan di Eropa dan Amerika Utara.
4. Bunga obligasi pemerintah AS lima tahun selama periode anggaran yang diestimasi oleh
I akan konsisten dengan imbal hasil beberapa obligasi pada awal dari periode anggaran.
Nilai tukar yen Jepang/dollar AS yang diestimasi oleh I akan konsisten dengan rata-rata
nilai tukar pasar forward selama periode anggaran.
5. I menggunakan tingkat pertumbuhan tetap untuk mengekstrapolasi arus kas di luar
periode anggaran untuk A, B, C, dan XYZ. Tingkat pertumbuhan untuk A, B, dan XYZ
diestimasi oleh I akan konsisten dengan informasi yang tersedia di publik tentang ratarata tingkat pertumbuhan jangka panjang untuk pasar di mana A, B, dan XYZ beroperasi.
Namun, tingkat pertumbuhan untuk C melebihi rata-rata tingkat pertumbuhan angka
panjang untuk pasar di tempat C beroperasi. Manajemen I berpendapat bahwa hal ini
adalah rasional dipandang dari sudut proteksi dari paten berjangka waktu sepuluh tahun
atas produk utama C.

Sehubungan dengan asumsi tersebut, pengungkapan yang harus dilakukan di dalam catatan
atas laporan keuangan I adalah:
1. Pengujian penurunan nilai atas goodwill dan aset takberwujud dengan umur manfaat
tidak terbatas.
Goodwill telah dialokasikan, untuk tujuan pengujian penurunan nilai, pada tiga unit
penghasil kas individual dua di Eropa (unit A dan B) dan satu di Amerika Utara (unit C)
dan pada satu kelompok unit penghasil kas (terdiri dari operasi XYZ) di Asia. Jumlah
tercatat dari goodwill yang dialokasikan pada unit C dan operasi XYZ adalah signifikan
dibandingkan dengan total jumlah tercatat goodwill, tetapi tidak signifikan dibandingkan
dengan jumlah tercatat goodwill yang dialokasikan pada unit A dan B. Namun, jumlah
terpulihkan unit A dan B didasarkan pada beberapa asumsi utama yang sama, dan jumlah
tercatat agregat dari goodwill yang dialokasikan pada unit-unit tersebut adalah signifikan.
2. Operasi XYZ

Jumlah terpulihkan operasi XYZ ditentukan berdasarkan pada perhitungan nilai pakai.
Perhitungan tersebut menggunakan proyeksi arus kas yang berdasarkan pada anggaran
keuangan yang disetujui oleh manajemen yang meliputi periode lima tahun dan tingkat
diskonto 8,4%. Arus kas di luar periode lima tahun tersebut telah diekstrapolasikan
menggunakan tingkat pertumbuhan tetap 6%. Tingkat pertumbuhan ini tidak melebihi
rata-rata tingkat pertumbuhan jangka panjang untuk pasar di mana XYZ beroperasi.
Manajemen percaya bahwa setiap kemungkinan perubahan yang terjadi pada asumsi
utama yang mendasari jumlah terpulihkan XYZ, tidak akan menyebabkan jumlah
tercatat XYZ melebihi jumlah terpulihkannya.
3. Unit C
Jumlah terpulihkan unit C juga ditentukan berdasarkan perhitungan nilai pakai.
Perhitungan menggunakan proyeksi arus kas berdasarkan pada anggaran keuangan yang
disetujui manajemen meliputi periode lima tahun, dan tingkat diskonto 9,2%. Arus kas C
melebihi periode lima tahun diekstrapolasikan menggunakan tingkat pertumbuhan tetap
12%. Tingkat pertumbuhan ini melebihi 4 poin persentase dari rata-rata tingkat
pertumbuhan jangka panjang untuk pasar di mana C beroperasi. Bagaimanapun, manfaat
C dari proteksi paten sepuluh tahun atas produk utamanya diberikan pada Desember
20X2. Manajemen percaya bahwa tingkat pertumbuhan 12% rasional dipandang dari
sudut paten tersebut. Manajemen juga percaya bahwa setiap kemungkinan perubahan
yang terjadi pada asumsi utama yang mendasari jumlah terpulihkan C tidak akan
menyebabkan jumlah tercatat C melebihi jumlah nilai terpulihkannya.
4. Unit A dan B
Jumlah terpulihkan unit A dan B ditentukan berdasarkan perhitungan nilai pakai. Unit
tersebut memproduksi produk yang saling melengkapi, dan jumlah terpulihkannya
didasarkan pada beberapa asumsi utama. Kedua perhitungan nilai pakai menggunakan
proyeksi arus kas yang berdasarkan pada anggaran keuangan yang disetujui manajemen
meliputi periode empat tahun dan tingkat diskonto 7,9%. Kedua arus kas yang melebihi
periode empat tahun diekstrapolasikan menggunakan tingkat pertumbuhan tetap 5%.
Tingkat pertumbuhan tidak melebihi tingkat pertumbuhan rata-rata jangka panjang untuk
pasar di mana A dan B beroperasi. Proyeksi arus kas selama periode anggaran untuk A
dan B juga didasarkan pada ekspektasi margin bruto yang sama selama periode anggaran
dan kenaikan harga bahan baku yang sama selama periode anggaran. Manajemen
percaya bahwa adanya kemungkinan perubahan rasional dalam setiap asumsi utama

tersebut tidak akan menyebabkan jumlah tercatat agregat A dan B melebihi jumlah
terpulihkan agregat dari unit tersebut.

Uraian
Operasi XYZ
Unit C
Jumlah tercatat goodwill
1.200
3.000
Jumlah tercatat merek
dengan umur manfaat
1.000
tidak terbatas
Asumsi utama yang digunakan dalam penghitungan nilai pakai
Asumsi utama
Margin bruto yang
Tingkat bunga
dianggarkan
obligasi 5 tahun
pemerintah AS
Dasar untuk menentukan Rata-rata margin bruto Hasil bunga
nilai-nilai yang
yang dihasilkan dalam obligasi 5 tahun
ditetapkan ke asumsi
periode segera sebelum pemerintah AS
utama
periode anggaran,
pada awal
dinaikkan untuk
periode anggaran
perbaikan efisiensi
yang diharapkan
Nilai-nilai yang
ditetapkan pada asumsi
utama mencerminkan
pengalaman masa lalu,
kecuali untuk
perbaikan efisiensi.
Manajemen yakin
perbaikan sebesar 5%
pertahun adalah
pencapaian yang layak
Asumsi utama
Nilai tukar yen
Jepang/dollar AS
selama periode
anggaran
Dasar untuk menentukan Rata-rata niai tukar
nilai-nilai yang
pasar forward selama
ditetapkan ke asumsi
periode anggaran
utama
Nilai-nilai yang
ditetapkan pada asumsi
utama adalah konsisten
dengan informasi dari
sumber eksternal

Asumsi utama

Pangsa pasar yang


dianggarkan

Unit A dan B
800
-

Margin bruto yang


dianggarkan

Rata-rata margin bruto


yang dicapai dalam
periode segera
sebelum periode
anggaran, dinaikkan
untuk perbaikan
efisiensi yang
diharapkan
Nilai-nilai yang
Nilai-nilai yang
ditetapkan pada
ditetapkan pada asumsi
asumsi utama
utama mencerminkan
adalah konsisten pengalaman masa lalu,
dengan informasi kecuali untuk
dari sumber
perbaikan efisiensi.
eksternal
Manajemen yakin
perbaikan sebesar 5%
pertahun adalah
pencapaian yang layak
Kenaikan harga
Kenaikan harga bahan
bahan baku
baku

Prakiraan indeks
harga konsumen
selama periode
anggaran untuk
Amerika Utara
Nilai-nilai yang
ditetapkan pada
asumsi utama
adalah konsisten
dengan informasi
dari sumber
eksternal
Pangsa pasar
yang

Prakiraan indeks harga


konsumen selama
periode anggaran
untuk Eropa
Nilai-nilai yang
ditetapkan pada asumsi
utama adalah konsisten
dengan informasi dari
sumber eksternal

Dasar untuk menentukan


nilai-nilai yang
ditetapkan ke asumsi
utama

Rata-rata pangsa pasar


pada periode segera
sebelum periode
anggaran

Nilai-nilai yang
ditetapkan pada asumsi
utama mencerminkan
pengalaman masa lalu.
Tidak ada perubahan
pangsa pasar yang
diharapkan sebagai
hasil dari perbaikan
kualitas produk yang
terus menerus
bersamaan dengan
peningkatan kompetisi
yang diantisipasi

dianggarkan
Rata-rata pangsa
pasar pada
periode segera
sebelum periode
anggaran,
dinaikkan setiap
tahun untuk
mengantisipasi
pertumbuhan
pangsa pasar
Manajemen
yakin pangsa
pasar tumbuh 6%
per tahun
merupakan
pencapaian yang
rasional
disebabkan
pengeluaran
iklan yang
meningkat,
manfaat dari 10
tahun paten
produk utama C,
dan sinergi yang
diharapkan dapat
dicapai dari
operasi C
sebagai bagian
dari segmen
Amerika Utara I