Anda di halaman 1dari 10

10

PANDUAN KARYA TULIS:


Laporan Kasus, Referat, dan Tesis

11.1 Laporan Kasus / Case Reports


Tujuan umum:
Meningkatkan kemampuan peserta dalam menggunakan keterangan
sebanyak-banyaknya untuk menganalisa kasus yang telah selesai ditangani.
Tujuan khusus:
Setelah membuat laporan kasus diharapkan peserta:
1. Menguasai sebagian besar topik di Bidang Anestesiologi dan Terapi Intensif.
2. Terbiasa dan terlatih menulis suatu karya ilmiah dan mempresentasikannya
untuk konferensi ilmiah.
3. Terbiasa dan mampu memecahkan suatu masalah secara kritis dan sistematis.
Kerangka/sistematika: (sumber dari majalah: Anestesia Analgesia, MKB,
Anestesia & Critical care)
Ukuran kertas yang digunakan A4 dengan berat 80 g. Batas kiri dan atas 4 cm,
sedangkan batas kiri dan bawah 3 cm. Untuk pencantuman halaman, pada BAB
ditengah bawah, sedangkan halaman berikutnya dikanan atas. Jumlah halaman
keseluruhan laporan kasus 10-15 halaman. Bentuk huruf Time New Roman,
besar huruf font 12. Urutannya adalah :
1) Judul
2) Nama Penulis dan Institusi
3) Abstrak
4) Abstract
5) Pendahuluan
6) Laporan Kasus
7) Pembahasan
8) Simpulan
9) Daftar Pustaka
130

Panduan Karya Tulis Ilmiah

131

I.

Abstrak
Gambaran umum kasus, permasalahan, pengelolaan /penatalaksanaan
anestesi, terapi dan keberhasilan atau kegagalan penatalaksanaan, dan
simpulannya. Ditulis dalam Bahasa Indonesia dan dalam bahasa Inggris
tidak lebih dari 250 kata. Abstrak untuk bahasa Inggris dicetak miring.
Besar huruf font 11, satu spasi. Dibawahnya dibuat kata kunci yang ditulis
berurutan alpahabet.

II.

Pendahuluan
Dikemukakan secara singkat tetapi jelas, latar belakang, ringkasan kasus
dan tujuan yang ingin dicapai dengan penanganan yang baik pada kasus
yang dihadapi. Besar huruf font 12 dengan spasi antara tulisan 1,5.

III. Laporan Kasus


Memuat mengenai:
a. Data-data umum dan klinis penderita
b. Pengelolaan/tindakan yang dilaksanakan, premedikasi dan induksi,
teknik anestesia (induksi dan rumatan anestesi), serta pengamatan
(monitoring) perioperatif.
c. Hasil tindakan (keberhasilan atau kegagalan).
d. Semuanya
diuraikan
singkat
dan
jelas,
sebaiknya
dibuatkan/digambarkan grafik monitoring perioperatif secara sistematis
dan jelas.
IV. Pembahasan
Uraian yang erat hubungannya dengan masalah dari kasus yang dilaporkan.
Cara-cara penatalaksanaan/ penanggulangan seperti yang ditulis dalam
kepustakaan. Dibahas mengenai masalah-masalah yang sudah diperinci di
atas, kesulitan yang ditemukan dan keberhasilan atau kegagalan tindakan.
Bandingkan dengan kepustakaan (teori) atau pengalaman orang lain.
Diuraikan pula rencana pengelolaan yang akan datang apabila kasus seperti
ini muncul kembali.
Bahan diambil dari kepustakaan paling baru (buku atau jurnal, sebaiknya
dari jurnal) dan diuraikan secara singkat, lengkap dan sistematis.
V. Simpulan
Menyimpulkan hasil pembicaraan di atas dan saran-saran yang diperlukan.

132 Buku Panduan PPDS-1 Anestesiologi Bab 11

VI.Daftar Pustaka
Minimal 5 rujukan dari text book dan journal. Upayakan literatur terbaru (5
tahun terakhir). Cara penulisan sesuai dengan cara yang baku (Vancouver).

11.2 Tinjauan Pustaka (Referat)


11.2.1 Sistematika:
Urutan penulisannya adalah:
1) Judul
2) Nama Penulis
3) Nama Insitusi
4) Abstrak
5) Abstract
6) Pendahuluan
7) Isi/Tinjauan Pustaka
8) Simpulan
9) Daftar Pustaka
I. Abstrak:
Dibuat dalam bahasa Inggris dan bahasa Indonesia, jumlahnya sekitar 250 kata,
merupakan intisari seluruh isi tulisan. Abstrak yang ditulis dalam bahasa
Inggris dicetak miring. Besar huruf font 11. Spasi antara tulisan 1 spasi.
Dibawahnya dibuat kata kunci yang ditulis berurutan alpahabet.
II.

Pendahuluan
- Definisi
- Latar belakang
- Tujuan penulisan referat

III. Isi/Tinjauan Pustaka


- Memuat uraian yang sesuai dengan judul atau yang erat hubungannya
dengan judul Referat.
- Setiap satu persoalan dapat diuraikan dalam satu sub judul (paragraf).
IV. Simpulan
Memuatkan rangkuman secara singkat dari isi atau permasalahan.
V. Daftar Pustaka
- Minimal 5 rujukan.

Panduan Karya Tulis Ilmiah

133

- Usahakan jangan hanya dari textbook saja, tetapi dari karangan


asli/jurnal majalah kedokteran, dll.
- Upayakan mencari rujukan dari penerbitan 5 tahun terakhir.

11.2.2 Cara-cara Pembuatan Referat


1. Topik disediakan oleh Tim Program Studi beserta siapa pembimbingnya.
Kemudian datang kepada pembimbing untuk meminta bimbingan.
Referat 1 tentang ilmu anestesi, Referat kedua tentang Critical care
(termasuk ICU, UGD).
2. Sumber kepustakaan minimal 5 buah dari Textbook atau Jurnal terbitan 5
tahun terakhir.
3. Jumlah halaman 30-50% ketebalan tesis (salah satu tujuan pembuatan
referat adalah untuk dapat menulis Tinjauan Pustaka dalam Tesis dan
mempelajari ilmu anestesi lebih mendalam), kira-kira 15-20 halaman.
4. Cara pengetikan : Vancouver style, 1,5 spasi, 12 font, pinggir kiri, atas
dan bawah 4 cm dari tepi kertas, pinggir kanan 3 cm dari tepi kertas,
kertas A4, berat 80 g, dijilid warna kuning dengan logo Unpad. Bentuk
huruf Time New Roman. Istilah bahasa Ingris yang tidak dapat
diterjemahkan dicetak miring. Cara penulisan tabel, grafik, gambar,
daftar pustaka Vancouver style, lihat Panduan Penulisan Tesis dan
Disertasi Universitas Padjadjaran edisi 2010-2011.
5. Referat dibuat rangkap 4: satu buah untuk KPS/SPS, 1 buah untuk
perpustakaan Bagian, 1 buah untuk pembimbing dan 1 buah untuk
residen penulis.
6. Pembimbing Pertama Referat adalah SpAnKonsultan yang MKes.
Pembimbing keduanya boleh MKes yang belum Konsultan atau paling
tidak yang telah lulus sidang usulan Penelitian S2nya.
7. Cara penulisannya: Judul dibuat dalam bahasa Indonesia dan bahasa
Inggris, Abstrak dibuat dalam bahasa Indonesia dan bahasa Inggris.

134 Buku Panduan PPDS-1 Anestesiologi Bab 11

Keterangan lengkap lihat cara-cara penulisan Tinjauan Pustaka di


Majalah Anestesi & Critical Care atau Majalah Indonesian Journal of
Anesthesia & Coexisting Diseases.
8. Referat harus dipresentasikan di Departemen setelah ditandatangani oleh
pembimbing.

11.3 Tesis
Tesis merupakan karya ilmiah akhir selama pendidikan spesialis anestesi. Tesis
dapat berupa laporan penelitian observasional atau eksperimental. Tesis untuk
peserta didik yang tidak mengikuti S2 boleh berupa laporan penelitian
Observasional (tanpa hipotesis) sedangkan untuk peserta pendidikan S2 harus
penelitian yang ada hipotesisnya. Pembimbing Tesis maksimal 2 orang.
11.3.1 Cara-cara Melakukan Penelitian
1. Daftar Pembimbing I dan II dibuatkan oleh KPS/SPS setelah residen
naik ke semester 5. Pemilihan pembimbing akan diundi dan disesuaikan
dengan bidang minatnya.
2. Pembimbing I adalah seorang Profesor Aktif, Profesor yang
Diperpanjang Batas Usia Pensiun, Profesor Emeritus atau Doktor..
3. Pembimbing II Profesor yang sudah tidak aktif, Doktor, atau minimal
seorang Master yang telah lulus minimal 1 tahun.
4. Untuk peserta pendidikan SpAn saja yang tidak mengikuti pendidikan
Combined Degree untuk menjadi master, pembimbing I (Ketua Tim
Pembimbing) bergelar Profesor Aktif, atau SpAn Konsultan Aktif dari
lingkungan FK Unpad dan merupakan spesialis anestesi konsultan
dengan status penilai.
5. Merundingkan Topik dengan Pembimbing I dan II.
6. Bila sudah disetujui oleh para pembimbing, lalu laporkan topik tersebut
ke KPS dan Ketua Lit-Bang, supaya tidak ada topik atau judul yang

Panduan Karya Tulis Ilmiah

135

sama. Jadi jangan membuat Usulan Penelitian (UP) dulu, tapi


melaporkan judul/topik penelitian saja.
7. Bila ternyata judulnya sedang atau telah dilakukan penelitian oleh
residen lain, maka KPS/SPS, Ketua Litbang akan meminta untuk
menggantinya.
8. Dibuatkan Usulan Penelitiannya bersama-sama Pembimbing, kemudian
diajukan di Ujian Usulan Penelitian (di Semester 5) yang akan dihadiri
oleh konsulen-konsulen anestesi yang lain.
9. Penelitian yang telah dilakukan oleh residen anestesi lain di lingkungan
FK Unpad atau IPDS Anestesiologi lain di Indonesia boleh diulang,
apabila penelitian tersebut telah dilakukan dalam waktu paling sedikit 5
(lima) tahun lalu.
10. UP bisa saja dinyatakan ditolak oleh sidang dan harus dicari topik baru.
11. Bila sudah lulus, didaftarkan di Komite Etik Penelitian Kesehatan
FKUP/RSHS.
12. Hasil sidang dikomite Etik dibahas lagi dengan pembimbing.
13. Penelitian dapat dimulai bila sudah ada persetujuan dari Komite Etik.
11.3.2 Cara membuat laporan Ringkasan Tesis
1. Keseluruhan Ringkasan Tesis ditulis dalam bahasa Inggris dan bahasa
Indonesia.
2. Ringkasan Tesis yang ditulis dalam bahasa Indonesia, abstraknya tetap
harus dalam bahasa Inggris dan bahasa Indonesia.
3. Terdiri dari Judul, Abstrak, Pendahuluan, Bahan dan Tata Cara Kerja,
Hasil Penelitian, Pembahasan, Simpulan, Daftar Pustaka. Jumlah
halaman maksimal 20 halaman.
4. Cara pengetikan : Vancouver style, 1,5 spasi, 12 font, pinggir kiri, atas 4
cm dari tepi kertas, pinggir kanan dan bawah 3 cm dari tepi kertas, kertas

136 Buku Panduan PPDS-1 Anestesiologi Bab 11

A4 dengan berat 80 g. Cara penulisan daftar pustaka Vancouver style,


lihat di Majalah Anestesia & Critical Care.

11.3.3 Cara membuat laporan penelitian akhir (Tesis):


Lihat tata cara pembuatan tesis Universitas Padjadjaran edisi 2010-2011.
Susunannya terdiri dari:
1) Judul
2) Abstrak bahasa Indonesia dan bahasa Inggris
3) BAB I Pendahuluan
Terdiri dari : Latar Belakang Penelitian dengan tema sentral masalah, Rumusan
Masalah, Tujuan Penelitian, Kegunaan Penelitian (Kegunaan Akademis dan
Kegunaan Praktis),
4) BAB II Kajian Pustaka, Premis, dan Hipotesis
5) BAB III Subjek dan Metode
6) BAB IV Hasil dan Pembahasan
7) BAB V Simpulan dan Saran
8) Daftar Pustaka
9) Daftar Lampiran
Semuanya harus sesuai format Universitas Padjadjaran. Benang merah penelitian
harus jelas. Kepustakaan yang diambil untuk Tesis harus sebagian besar dari
jurnal 5 tahun terakhir, tapi sebagian boleh mengambil dari buku terbitan 5 tahun
terakhir.

11.3.4 Tentang Pembimbing


1. Kualifikasi Pembimbing Penelitian adalah Penilai.
2. Nama pembimbing sudah diundi oleh 3 orang sekretaris anestesi.
3. Bila ada yang tidak bersedia menjadi pembimbing Penelitian harap
segera memberitahu kepada KPS/SPS supaya dapat segera diganti.

Panduan Karya Tulis Ilmiah

137

4. Untuk peserta PPCD, karena akan menjadi seorang Master (Mkes)


pembimbing

pertama

adalah

Professor

Aktif,

Profesor

yang

Diperpanjang Batas Usia Pensiun, Profesor Emeritus atau Doktor .


5. Pembimbing kedua minimal harus seorang Master (Mkes/MSc).
6. Guru Besar tidak aktif (purnabakti) hanya boleh jadi pembimbing kedua.
7. Bagi PPDS Anestesi yang tidak mengikuti program magister,
pembimbing pertama dan kedua adalah SpAn Konsultan yang berstatus
penilai.

Tugas Pembimbing 1 :
1. Bertanggung jawab penuh bahwa isi penelitian tersebut bukan plagiat,
penelitian betul-betul dilaksanakan, bukan data palsu serta bertanggung
jawab bila ada tuntutan keluarga pasien yang diteliti.
2. Bersama dengan residen yang melakukan penelitian dan pembimbing 2
merundingkan judul/Topik-masalah, pembuatan Usulan Penelitian,
pembuatan laporan penelitian / Tesis.
3. Datang pada sidang Komite Medik/Etik penelitian bila diminta datang
oleh Komite Etik Penelitian FKUP/RSHS.
4. Membantu peneliti supaya tepat waktu dalam menyelesaikan penelitian
5. Membantu peneliti dalam menjawab pertanyaan

Tugas Pembimbing 2:
1. Mengawasi selama berlangsungnya penelitian. Bila penelitian dilakukan
diluar RSHS, maka pembimbing 2 harus datang ke rumah sakit tersebut.
2. Mengawasi bahwa jumlah sampel sesuai dengan yang dilaporkan.
3. Membantu residen bila tidak/belum mengerti tentang cara penelitian di
lapangan
4. Menanggulangi bila ada kesulitan dengan Komite Etik, penyediaan alat
dan obat.

138 Buku Panduan PPDS-1 Anestesiologi Bab 11

6. Datang pada sidang Komite Medik/Etik penelitian bila diminta datang


oleh Komite Etik Penelitian FKUP/RSHS.

11.4 Karya Ilmiah yang dipresentasikan di Forum Nasional/Internasional


Tahapan yang harus dilalui:
1. Makalah (hasil penelitian/laporan kasus) yang akan dibawakan
harus telah disetujui oleh Pembimbing dan KPS dan diketahui oleh
Kepala Departemen. Materi yang akan dibawakan merupakan
tanggung jawab pembimbing seutuhnya.
2. Makalah yang akan dibawakan di forum Nasional atau Internasional
tersebut, sebelumnya harus dipresentasikan terlebih dahulu di
Departemen dan atau Pascasarjana (untuk hasil penelitian, bagi
peserta Combined Degree). Untuk laporan penelitian yang telah
dilakukan ujian di Pascasarjana FK Unpad, tetap harus
dipresentasikan lebih dulu di Departemen.
3. Untuk laporan kasus, pembimbing disesuaikan dengan konsulen
bidang minatnya (SpAnKonsultan), atau persetujuan KPS.
4. Makalah yang akan dimajukan, minimal satu bulan sebelumnya
telah diterima oleh KPS melalui SPS (kecuali hasil penelitian/tesis,
diserahkan setelah dilakukan ujian).
5. Bagi para pembimbing makalah, wajib menilai apakah residen yang
akan mempresentasikan makalah tersebut mampu dan layak
membawakannya di forum Nasional/Internasional.
6. Pada saat presentasi di forum Nasional/Internasional, sebaiknya
dihadiri oleh pembimbingnya dan atau oleh konsulen lain yang turut
mengikuti acara tersebut.
7. Seluruh biaya yang berhubungan dengan presentasi makalah
tersebut menjadi tanggung jawab Departemen.

Panduan Karya Tulis Ilmiah

139

11.5 Makalah untuk dimuat di Majalah


1. Telah disetujui oleh Pembimbing dan KPS dan diketahui oleh
Kepala Departemen. Tulisan tersebut akan dikirimkan ke minimal 2
staf pengajar lain sebagai mitra bestari.
2. Setelah mendapat persetujuan dari Mitra Bestari, makalah tersebut
harus dipresentasikan terlebih dahulu di Departemen yang akan
dihadiri oleh para Staf Pengajar.
3. Bila sudah dianggap layak, Kepala Departemen akan mengirimkan
makalah tersebut ke Ketua Dewan Redaksi majalah yang dituju.