Anda di halaman 1dari 4

Nama : Setiya Ahsanul Arif

NIM : 041311323028

Pendapatan
PENGERTIAN
Pendapatan sangat berpengaruh bagi kelangsungan hidup perusahaan, semakin
besar pendapatan yang diperoleh maka semakin besar kemampuan perusahaan untuk
membiayai segala pengeluaran dan kegiatan-kegiatan yang akan dilakukan oleh
perusahaan. Selain itu pula pendapatan juga berpengaruh terhadap laba rugi
perusahaan yang tersaji dalam laporan laba rugi. Dan yang perlu diingat lagi,
pendapatan adalah darah kehidupan dari suatu perusahaan. Tanpa pendapatan tidak
ada laba, tanpa laba, maka tidaka ada perusahaan. Hal ini tentu saja tidak mungkin
terlepas dari pengaruh pendapatan dari hasil operasi perusahaan.
Terdapat beberapa sumber yang menjelaskan mengenai definisi dari
pendapatan, diantaranya adalah menurut FASB dalam SFAC No. 6, IAI yang
mengadopsi definisi dari IASC, dan APB No. 4. dari beberapa sumber tersaebut dapat
didaftar beberapa kharakteristik yang membentuk pengertian pendapatan dan untung.
Karakteristik tersebut adalah kenaikan aset, operasi utama berlanjut, penurunan
kewaiban, suatu entitas, produk perusahaan, pertukaran produk, menyandang
beberapa nama, dan mengakibatkan kenaikan ekuitas.
Pendapatan dapat diadakan ada jika terjadi suatu transaksi atau kejadian yang
menaikkan aset atau menimbulkan aliran masuk kas. Paton dan Littleton
menyebutkan transaksi, kejadian dan peristiwa yang dapat menambah aset, yaitu:
transaksi pendanaan yang berasal dari kreditor dan investor, laba yang berasal dari
kegiatan investasi, misalnya penjualan aset tetap, hadiah, donasi atau temuan,
revaluasi aset yang telah ada, dan penyediaan dan / atau penyerahan produk (barang
atau jasa). Pendefinisian pendapatan sebagai kenaikan aset merupakan pendefinisian
dengan konsep aliran masuk.
Tidak semua kenaikan dari aset dapat disebut sebagai pendapatan. Kegiatan
sentral menerus atau berlanjut merupakan kharakteristik yang membatasi kenaikan
aset sebagai pendapatan. Menurut kharakteristik operasi utama berlanjut, pendapatan
merupakan produk perusahaan yang dihasilkan sebagai upaya produktif. Produk yang
dihasilkan oleh perusahaan bisa diklasifikasikan sebagai pendapatan operasi dan non
operasi.
Karakteristik lain yang membentuk definisi pendapatan adalah penurunan
kewajiban. Penurunan Kewajiban terjadi bila suatu entitas telah mengalami kenaikan
aset sebelumnya misalnya menerima pembayaran di muka dari pelanggan.
Penerimaan ini merupakan kewajiban sampai ada kegiatan dari perusahaan berupa
pengiriman barang atau pelaksanaan jasa. Pengiriman barang atau pelaksanaan jasa
akan mengurangi kewajiban yang menimbulkan pendapatan.
Kata entitas atau perusahaan dimasukkan dalam pendefinisian suatu
pendapatan, hal ini mengisyaratkan bahwa konsep kesatuan usaha dianut dalam

Nama : Setiya Ahsanul Arif


NIM : 041311323028

pendefinisian. Pendapatan merupakan kenaikan aset, dimana aset tersebut dikuasai


oleh perusahaan. Akan tetapi, antara perusahaan dan pemilik mempunyai hubungan
hutang piutang sehingga pada aset naik sebagai pendapatan, utang perusahaan kepada
pemilik juga naik dalam jumlah yang sama.
Paton dan Littleton menyatakan bahwa pendapatan adalah produk perusahaan.
Pendapatan dikatakan sebagai produk perusahaan karena pendapatan terbentuk
bersamaan atau selama kegiatan produktif tanpa harus menunggu kejadian atau saat
penyerahan produk kepada pelanggan. Paton dan Littleton juga memasukkan
kharakteristik pertukaran dalam pendefinisian pendapatan. Hal ini dikarenakan
pendapatan harus dinyatakan dalam satuan moneter untuk dicatat dalam sistem
pembukuan. Satuan moneter yang paling obyektif adalah kalau jumlah rupiah tersebut
merupakan hasil dari transaksi atau pertukaran antar pihak yang independen.
Pendapatan juga merupakan suatu konsep yang bersifat generik dan mencakupi semua
pos dengan berbagai bentuk dan nama apapun, sehingga antara perusahaan dagang
atau jasa bisa memiliki nama yang berbeda dalam pendefinisian pendapatan.
Banyak argumen yang diajukan mengenai pembedaan definisi antara
pendapatan dan untung. FASB membatasi pendapatan hanya untuk kenaikan aset
yang berkaitan dengan operasi utama. Sedangkan IAI dan APB tidak memebdakan
pendapatan dan untung, dan keduanya digabung dalam konsep income. Seperti halnya
pendapatan, terdapat kharakteristik yang membentuk pengertian untun, yaitu kenaikan
ekuitas, transaksi periferal atau insidental, dan selain yang berupa pendapatan atau
investasi oleh pemilik. FASB melalui SFAC No. 6 merinci lebih lanjut mengenai
transaksi, kejadian atau keadaan yang menimbulkan untung, yaitu periferal dan
insidental, transfer nontimbal-balik, penahanan aset, dan faktor lingkungan.
Ikatan akuntan Indonesia dalam Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan
PSAK) No. 23 mendefinisikan pendapata sebagai berikut:
Pendapatan adalah arus masuk bruto dari manfaat ekonomi yang timbul dari
aktivitas normal perusahaan selama suatu periode bila arus masuk iti mengakibatkan
kenaikan ekuitas yang tidak berasal dari kontribusi penanam modal.
Disamping definisi yang dinyatakan oleh Ikatan Akuntansi Indonesia. Untuk
menyatakan gambran yang lebih lengkap mengenai pengertian pendapatan, penulis
akan mengutip pendapat-pendapat yang diambil dari berbagai macam bacaan.
Menurut Zaki Baridwan dalam Buku Intermediate Accounting merumuskan
pengertian pendapatan adalah:
Pendapatan adalah aliran masuk atau kenaikan lain aktiva suatu badn usaha
atau pelunasan utang (atau kombinasi dari keduanya) selama suatu periode yang
berasal dari penyerahan atau pembuatan barang, penyerahan jasa, atau dari kegiatan
lain yang merupakan kegiatan lain yang merupakan kegiatan utama adan usaha

Nama : Setiya Ahsanul Arif


NIM : 041311323028

Menurut M. Munandar ( 1981 : 16 ) yang mengemukakan bahwa pendapatan


adalah:
Sutau pertambahan assets yang mengakibatkan bertambahnya Owners
Equity, tetapi bukan karena panambahan modal dari pemiliknya, dan bukan pula
merupakan pertambahan assets yang disebabkan karena betambahnya liabilities
Menurut Eldon S. Hendriksen ( 2000 : 374 ) dalam Teori Akuntansi
menjelaskan bahwa pendapatan adalah:
Pendapatan (revenue dapat mendefinisikan secara umum sebagai hasil dari
suatu perusahaan. Hal itu biasanya diukur dalam satuan harga pertukaran yang
berlaku. Pendapatan diakui setelah kejadian penting atau setelah proses penjualan
pada dasarnya telah diselesaikan. Dalam praktek ini biasanya pendapatan diakui pada
saat penjualan
Disamping definisi yang dinyatakan diatas terdapat definisi pendapatan dari C.
Rollin Niswonger, Carl S. Warren dan Philip E. Fess ( 1992:56-57):
Pendapatan merupakan kenaikan kotor atau garis dalam modal pemilik yang
dihasilkan dari penjualan barang dagangan, pelayanan jasa kepada klien, penyewaan
harta, peminjaman uang dan semua kegiatan yang bertujuan untuk memperoleh
penghasilan.
Sofyan Syafri Harahap (2001:236) mengemukakan bahwa pendapatan adalah :
Pendapatan adalah hasil penjualan barang dan jasa yang dibebankan kepada
langganan/mereka yang menerima.
Eldon Hendriksen mengemukakan definisi mengenai pendapatan sebagai
berikut: :Konsep dasar pendapatan adalah pendapatan merupakan proses arus, yaitu
penciptaan barang dan jasa selama jarak waktu tertentu.
Definisi-definisi diatas memperlihatkan bahwa ada 2 konsep tentang
pendapatan yaitu sebagai berikut:
1.

Konsep Pendapatan yang meusatkan pada arus masuk (inflow) aktiva


sebagai hasil dari kegiatan operasi perusahaan. Pendekatan ini menganggap
pendapatan sebagai inflow of net asset.
2. Konsep Pendapatan yang memusatkan perhatian kepada penciptaan
barang dan jasa serta penyaluran konsumen atau produsen lainnya, jadi pendekatan ini
menganggap pendapatan sebagai outflow of good and services.
Jika pendapatan dirumuskan dengan cara lain maka pengecualian harus
dinyatakan dengan jelas, misalnya pendapatan diakui sebelum arus masuk aktiva
benar-benar terjadi.

Nama : Setiya Ahsanul Arif


NIM : 041311323028

Konsep dasar pendapatan yang diungkapkan oleh Patton dan Littleton


dinamakan sebagai produk perusahaan yang menekankan bahwa pendapatan
merupakan arus yaitu penciptaan barang dan jasa oleh perusahaan.