Anda di halaman 1dari 31

PROSEDUR PEMBERIAN KREDIT GADAI

DAN
PERHITUNGAN SEWA MODAL
DI PT.PEGADAIAN(Persero) CPP KEDATON

d
i
s
u
s
u
n
oleh :
MUHAMMAD RAFFI SAHLI
NIS 1825
SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN (SMK) NEGERI RAWAJITU TIMUR
BIDANG STUDY KEAHLIAN BISNIS DAN MANAJEMEN
PROGRAM STUDY KEAHLIAN KEUANGAN
KOMPETENSI KEAHLIAN AKUNTANSI
TAHUN PELAJARAN 2014/2015

PROSEDUR PEMBERIAN KREDIT GADAI


DAN
PERHITUNGAN SEWA MODAL
DI PT.PEGADAIAN (Persero) CPP KEDATON
Karya tulis ini disusun sebagai syarat terselesaikannya kegiatan praktik industri
selama penulis mengikuti kegiatan prakerin di PT.Pegadaian Cabang Kedaton. Selain
itu juga sebagai syarat untuk mengikuti Ujian Nasional pada tahun ajaran 2015/2016.

d
i
s
u
s
u
n
oleh :
MUHAMMAD RAFFI SAHLI
NIS 1825
SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN (SMK) NEGERI RAWAJITU TIMUR
BIDANG STUDY KEAHLIAN BISNIS DAN MANAJEMEN
PROGRAM STUDY KEAHLIAN KEUANGAN
KOMPETENSI KEAHLIAN AKUNTANSI
TAHUN PELAJARAN 2014/2015
i

LEMBAR PENGESAHAN

Judul

: Prosedur Pemberian Kredit Gadai dan


Perhitungan Sewa Modal di PT.Pegadaian
(Persero) CPP Kedaton

Nama

: Muhammad Raffi Sahli

NISN

: 9960960435

Bidang Studi

: Keahlian Bisnis dan Manajemen

Program Studi

: Keahlian Keuangan

Kompetensi Keahlian

: Akuntansi

MENGETAHUI

Pembimbing Lapangan
SRI WINARTI
NIK. P.79985

Pembimbing Sekolah
ROSIANA, S.Pd.
NIP.198603292010012012

Rawajitu Timur, .....Mei 2014


Disetujui oleh,
Kepala SMK Negeri Rawajitu Timur

ELISA SRILAKSMI, S.Ag.


NIP. 196810231997022002

ii

KATA PENGANTAR

Puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, karena berkat rahmat dan
karuniaNya penulis dapat menyelesaikan karya tulis ini dengan judul
PROSEDUR PEMBERIAN PINJAMAN KREDIT DAN PERHITUNGAN
SEWA MODAL DI PT.PEGADAIAN CPP KEDATON. Tujuan penulisan kaya
tulis ini yaitu untuk memenuhi persyaratan mengukuti ujian nasional dan
laporan penulis setelah pelaksanaan kegiatan praktik industri di PT. Pegadaian
CPP Kedaton. Selain itu tujuan diatas penulis juga ingin membantu masyarakat
yang belum mengetahui bagaimana prosedur meminjam uang dan perhitungan
sewa modal di Kantor Pegadaian. Objek yang dibahas pada karya tulis ini, hanya
terpaku pada dua permasalahan yaitu tentang bagaiman prosedur dan
perhitungan sewa modal di Kantor Pegadaian.
Pada kesempatan ini, tak lupa penulis mengucapkan terima kasih kepada :
1.
2.
3.
4.

Ibu Eliza Srilaksmi,S.Ag selaku kepala SMKN Rawajitu Timur,


Ibu Rosiana,S.Pd selaku pembimbing Sekolah,
Ibu Sri Winarti, selaku pembimbing di tempat prakerin,
Pegawai-pegawai kantor pegadaian yang bersedia memberikan ilmunya
kepada penulis,
5. Kedua orang tua yang telah memberikan dorongan baik berupa materi
maupun spiritual,
6. Teman-teman dan semua pihak yang telah membantu proses karya tulis
ini sehingga selesai pada waktunya.
Disadari bahwa makalah ini masih jauh dari sempurna. Oleh karena itu, penulis
mengharap saran dan kritik yang sifatnya membangun demi perbaikan pembuatan
makalah dikemudian hari. Semoga makalah ini dapat memberi manfaat bagi para
pembaca.
Rawajitu Timur,...April 2014

Penulis

iii

DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL ..............................................................................................i


HALAMAN PENGESAHAN ...............................................................................ii
KATA PENGANTAR ...........................................................................................iii
DAFTAR ISI .........................................................................................................iv
BAB I PENDAHULUAN ......................................................................................1
1.1 Latar Belakang ..................................................................................................1
1.2 Pembatasan Masalah......................................................................................... 2
1.3 Perumusan Masalah...........................................................................................2
1.4 Tujuan.................................................................................................................2
BAB II TINJAUAN PUSTAKA............................................................................3
2.1 Sejarah Pegadaian..............................................................................................3
2.2 Pengertian Gadai................................................................................................5
2.3 Produk-Produk Pegadaian..................................................................................5
2.4 Barang-Barang Yang Dapat Digadaikan............................................................9
2.5 Proses Penyimpanan Barang di Kantor Pegadaian..............................................
BAB III METODOLOGI....................................................................................12
3.1 Waktu Dan Tempat.......................................................................................... 12
3.2 Metode Pengumpulan Data............................................................................. 12

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN..............................................................14


4.1 Penjelasan Mengenai Gadai Konvensional..................................................14
4.2 Prosedur Pemberian Pinjaman Kredit.........................................................14
4.2.1 Proses Pengajuan Kredit ..............................................................................14
4.2.2 Proses Penaksiran Barang.............................................................................15
4.2.3 Proses Input Data..........................................................................................17
4.2.4 Proses Pencairan Pinjaman...........................................................................18
4.3 Perhitungan Sewa Modal dan Penerapannya............................................ 18

iv

4.3.1 Perhitungan Sewa Modal..............................................................................18


4.3.2 ProsesPerpanjangandan Pencicilan...............................................................20
4.3.3 Proses Tambah Pinjaman..............................................................................21
4.3.4 Proses Penebusan..........................................................................................21
4.3.5 Proses Pelelangan.........................................................................................22

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN.............................................................23


5.1 Kesimpulan......................................................................................................23
5.2 Saran................................................................................................................24
DAFTAR PUSTAKA.........................................................................................25
LAMPIRAN............................................................................................................

1.
2.
3.
4.

Daftar Tabel..................................................................................................
Daftar Gambar..............................................................................................
Daftar Pertanyaan dan Jawaban Hasil Wawancara.......................................
Contoh Perhitungan Bunga dan Penerapannya.............................................

BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Makalah ini dibuat selama penulis melaksanakan kegiatan praktik industri di
Kantor Pegadaian khususnya Cabang Kedaton, daerah Bandar Lampung. Pegadaian
merupakan Badan Usaha atau lembaga keuangan bukan Bank yang berfungsi
memberikan pembiayaan dalam bentuk penyaluran dana kredit kepada masyarakat.
Pegadaian merupakan salah satu sarana alternatif pertama dan sudah ada sejak lama
serta sudah banyak dikenal oleh masyarakat di seluruh Indonesia. Kini pegadaian
hadir sebagai lembaga yang dapat memasok kredit. Tidak seperti dahulu yang dapat
memasok kredit hanya lembaga Perbankan. Pegadaian hanya dapat memasok kredit
kepada masyarakat namun dengan cara yang cepat dan mudah. Tujuan utama usaha
pegadaian adalah untuk mengatasi agar masyarakat yang sedang membutuhkan uang
agar tidak jatuh ke tangan para pelepas uang atau tukang rentenir yang bunganya
relatif tinggi. Perusahaan Pegadaian menyediakan pinjaman uang dengan jaminan
barang-barang berharga. Meminjam uang ke kantor pegadaian bukan saja karena
prosedurnya yang mudah dan cepat, tetapi karena biaya yang dibebankan lebih ringan
jika dibandingkan dengan para pelepas uang atau rentenir.
Jika seseorang membutuhkan dana sebenarnya dapat diajukan ke berbagai sumber
dana, seperti meminjam uang ke bank atau lembaga keuangan lainnya. Akan tetapi,
kendala utamanya adalah prosedurnya yang rumit dan memakan waktu yang relatif
lebih lama. Kemudian disamping itu, persyaratan yang lebih sulit untuk dipenuhi
seperti dokumen yang harus lengkap, membuat masyarakat mengalami kesulitan
untuk memenuhinya. Begitu pula dengan jaminan yang diberikan harus barangbarang tertentu, karena tidak semua barang dapat dijadikan jaminan di bank. Itu
semua menjadikan pegadaian solusi yang menjanjikan bagi masyarakat khususnya
golongan menengah ke bawah. Namun tidak sedikit juga masyarakat yang belum
1

mengetahui kemudahan yang diberikan oleh Perusahaan BUMN ini. Hal ini
disebabkan karena kurangnya minat masyarakat itu sendiri untuk mencoba
mengetahui lebih tentang pegadaian. Mereka masih beranggapan kalau pinjaman
uang dari lembaga-lembaga pembiayaan seperti pegadaian itu bunganya relatif tinggi.
Disamping mengira bunga yang mencekik seperti lintah darat, tidak sedikit
masyarakat yang belum mengetahui bagaimana proses menggadaikan, bagaimana
perhitungan bunganya dan khawatir tentang keadaan barang jaminannya saat
digadaikan. Itu semua disebabkan minimnya buku-buku atau artikel mengenai
pegadaian serta kurangnya kegiatan sejenis sosialisasi oleh pihak pegadaian itu
sendiri.
Berdasarkan uraian diatas maka penulis mengangkat judul Prosedur Pemberian
Kredit dan Perhitungan Sewa Modal di PT.Pegadaian CPP Kedaton.

1.2 Pembatasan Masalah


Dalam karya tulis ini, penulis hanya membahas beberapa permasalahan
diantaranya:

Bagaimana Prosedur Pemberian Pinjaman Kredit di PT.Pegadaian

(Persero) CPP Kedaton ?


Bagaimana Perhitungan Sewa Modal di PT.Pegadaian (Persero) CPP
Kedaton ?

1.4 Tujuan
Tujuan dalam pembuatan karya tulis ini yaitu :

Untuk mengetahui Prosedur Pemberian Pinjaman Kredit di PT.Pegadaian


(Persero) CPP Kedaton.

Untuk mengetahui Perhitungan Sewa Modal di PT.Pegadaian (Persero) CPP


Kedaton.

BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

2.1.

Pengertian Gadai
Menurut kitab undang-undang Hukum Perdata Pasal 1150, gadai adalah hak

yang diperoleh seorang yang mempunyai piutang atas suatu barang bergaak. Barang
bergerak tersebut diserahkan kepada orang yang berpiutang oleh seorang yang
mempunyai utang atau oleh seorang lain atas nama orang yang mempunyai utang.
Seorang yang berutang tersebut memberikan kekuasaan kepada orang berpiutnag
untuk menggunakan barang bergerak yang telah diserahkan untuk melunasi utang
apabila pihak yang berhutang tidak dapat memenuhi kewajibannya pada saat jatuh
tempo.
Perusahaan Umum Pegadaian adalah satu-satunya badan usaha di Indonesia
yang secara resmi mempunyai izin untuk melaksanakan kegiatan lembaga keuangan
berupa pembiayaan dalam bentuk penyaluran dana ke masyarakat atas dasar hukum
gadai seperti dimaksud dalam Kitab Undang-undang Hukum Perdata Pasal 1150 di
atas . Tugas Pokoknya adalah memberi pinjaman kepada masyarakat atas dasar
hokum gadai agar masyarakat tidak dirugikan oleh kegiatan lembaga keuangan
informal

yang

cenderung

memanfaatkan

kebutuhan

dana

mendesak

dari

masyarakat.Hal ini didasari pada fakta yang terjadi di lapangan bahwa terdapat
lembaga keuangan yang seperti lintah darat dan pengijon yang dengan
melambungkan tingkat suku bunga setinggi-tingginya.

2.2.

Penjelasan Mengenai Gadai Konvensional


Pegadaian adalah lembaga keuangan non bank yang memberikan kredit

kepada masyarakat dengan corak khusus yaitu secara hukum gadai. Gadai menurut
Kamus Bahasa Indonesia adalah meminjam uang dalam batas waktu tertentu dengan
menyerahkan barang sebagai tanggungan, jika telah sampai pada waktunya tidak
ditebus, barang itu menjadi hak yang memberi pinjaman. Sedangkan makna gadai
konvensional yaitu proses menggadai namun dengan akad sewa modal. Saat ini
pegadaian telah memiliki banyak produk yang tidak hanya dibidang gadai
konvensional. Untuk mempermudah nasabah mengenal produk gadai konvensional,
pihak pegadaian memberi nama produk ini dengan sebutan

KCA (Kredit Cepat

Aman). KCA merupakan kredit dengan sistem gadai yang diberikan kepada semua
golongan nasabah, baik untuk kebutuhan konsumtif maupun kebutuhan produktif dan
menjadi solusi terpercaya untuk mendapatkan pinjaman secara mudah, cepat dan
aman. Untuk mendapatkan kredit nasabah hanya perlu membawa agunan berupa
perhiasan emas dan barang berharga lainnya.

2.2 Produk-Produk Pegadaian


1) KCA (Kredit Cepat Aman)
Kredit KCA adalah pinjaman berdasarkan hukum gadai dengan prosedur
pelayanan yang mudah, aman dan cepat. Dengan usaha ini, Pemerintah
melindungi rakyat kecil yang tidak memiliki akses kedalam perbankan.
Dengan demikian, kalangan tersebut terhindar dari praktek pemberian uang
pinjaman yang tidak wajar. Pemberian kredit jangka pendek dengan
pemberian pinjaman mulai dari Rp. 20.000,- sampai dengan Rp.
200.000.000,-. Jaminannya berupa benda bergerak, baik berupa barang
perhiasan emas dan berlian, elektronik, kendaraan maupun alat rumah tangga
lainnya. Jangka waktu kredit maksimum 4 bulan atau 120 hari dan dapat

diperpanjang dengan cara hanya membayar sewa modal dan biaya


administrasinya saja.
Keunggulan :

Layanan KCA tersedia di outlet Pegadaian di seluruh Indonesia


Prosedur pengajuannya sangat mudah. Calon nasabah atau debitur
hanya perlu membawa agunan berupa perhiasan emas dan barang
berharga lainnya ke outlet Pegadaian

Proses pinjaman sangat cepat, hanya butuh 15 menit

Pinjaman mulai dari 50 ribu sampai 200 juta rupiah

Jangka waktu pinjaman maksimal 4 bulan atau 120 hari dan dapat
diperpanjang dengan cara membayar sewa modal saja atau
mengangsur sebagian uang pinjaman

Pelunasan dapat dilakukan sewaktu-waktu


Tanpa perlu buka rekening. dengan perhitungan sewa modal selama
masa pinjaman

Nasabah menerima pinjaman dalam bentuk tunai

Persyaratan :

Fotocopy KTP atau identitas resmi lainnya

Menyerahkan barang jaminan

Untuk kendaraan bermotor membawa BPKB dan STNK Asli

Nasabah menandatangani Surat Bukti Kredit (SBK)

2) KREASI (Kredit Angsuran Fidusia)


Kredit Angsuran Fidusia merupakan pemberian pinjaman kepada pengusaha
mikro-kecil (dalam rangka pengembangan usaha) dengan skim penjaminan
secara fidusia dan pengembalian pinjamannya dilakukan melalui angsuran

per-bulan dalam jangka waktu kredit 12 s.d. 36 bulan. Perolehan kredit


dengan cara menyerahkan Buku Pemilik Kendaraan Bermotor (BPKB)
sebagai agunan dengan bunga pinjaman 1% per-bulan, flat. Kredit Kreasi
merupakan modifikasi dari produk lama yang sebelumnya dikenal dengan
nama Kredit Kelayakan Usaha Pegadaian.
3) KRESNA (Kredit Serba Guna)
Kredit Serba Guna merupakan pemberian pinjaman kepada karyawan dalam
rangka kegiatan produktif/konsumtif dengan pengembalian secara angsuran
dalam jangka waktu kelipatan 3 bulanan, minimum 12 bulan dan maksimum
36 bulan. Besar kredit yang diberikan berdasarkan jumlah angsuran
maksimum 1/3 dari penghasilan bersih. Kresna merupakan modifikasi dari
produk lama yang serupa yaitu Kredit Golongan E (Kredit Pegawai).
4) KRASIDA (Kredit Angsuran Sistem Gadai)
Kredit Angsuran Sistem Gadai merupakan pemberian pinjaman kepada para
pengusaha mikro kecil (dalam rangka pengembangan usaha) atas dasar gadai.
Pengembalian pinjamannya dilakukan melalui angsuran per-bulan dengan
jangka waktu kredit 12 s.d. 36 bulan, dan pemberian diskon untuk sewa modal
dapat diberikan apabila nasabah melakukan pelunasan kredit sekaligus. Bunga
ditetapkan sebesar 1 % perbulan, flat.

5) KRISTA (Kredit Usaha Rumah Tangga)


Kredit Usaha Rumah Tangga merupakan pinjaman yang diberikan untuk para
wanita pengusaha yang tergabung dalam kelompok usaha. Jumlah kredit
berkisar antara Rp. 100.000.- s.d. Rp. 1.000.000.- dengan jangka waktu kredit
12 bulan. Bunga dikenakan 1% perbulan, flat.

6) RAHN (Gadai Syariah)


Gadai Syariah adalah produk jasa gadai yang berlandaskan pada prinsipprinsip syariah dengan mengacu pada sistem administrasi modern. Besar
kredit yang diberikan mulai dari Rp. 20.000.- s.d. Rp. 200.000.000.- (sama
dengan KCA), namun berbeda dalam penetapan sewa modal/jasa pinjaman.
Gadai syariah menerapkan biaya administrasi dibayar dimuka, yaitu saat akad
baru/akad perpanjangan serendah-rendahnya Rp. 1.000.- dan setinggitingginya Rp. 60.000.- untuk jumlah pinjaman Rp. 200.000.000.- Sementara
tarif ijaroh ditetapkan per-10 hari masa penyimpanan untuk setiap kelipatan
Rp. 10.000.- dari taksiran barang jaminan yang dititipkan/agunkan.
7) ARRUM (AR-RAHN Usaha Mikro)
ARRUM merupakan kredit angsuran fidusia bagi usaha mikro-kecil yang
diselenggarakan dengan berlandaskan pada prinsip-prinsip syariah.
8) KTJG (Kredit Tunda Jual Gabah)
Kredit Tunda Jual Gabah merupakan pinjaman yang diberikan kepada para
petani dengan jaminan gabah kering giling. Layanan kredit ini ditujukan
untuk membantu para petani pasca panen agar terhindar dari tekanan akibat
fluktuasi harga pada saat panen dan permainan harga para tengkulak.
9) KREMADA (Kredit Perumahan Swadaya)
Kredit Perumahan Swadaya ditujukan untuk masyarakat berpenghasilan
rendah untuk membangun atau memperbaiki rumah. Untuk bangunan baru
diberikan pinjaman maksimum Rp. 10.000.000.- sedangkan untuk perbaikan
rumah diberikan pinjaman maksimum Rp. 5.000.000.- Atas kredit ini nasabah
dikenakan biaya administrasi 9% dibayar dimuka dan sewa modal 0 (nol) %.
Pendanaan atas produk ini atas kerja sama dengan Kementerian Perumahan
Rakyat dengan dukungan plafon modal kerja sebesar Rp. 5 miliar.

2.3 Barang yang dapat digadaikan


Pada dasarnya, hampir semua barang bergerak dapat digadaikan di pegadaian dengan
pengecualian untuk barang-barang tertentu. Namun untuk PT.Pegadaian CPP Kedaton
, barang yang dapat digadaikan diataranya:
a. Perhiasan emas
Perhiasan yang dapat menjadi jaminan di kantor pegadaian yaitu
perhiasan dengan kadar emasnya minimal 50%. Bentuknya bermacammacam,ada yang berbentuk giwang, anting-anting, kalung , liontin,
gelang dan cincin serta emas batangan.
b. Kendaraan
Kendaraan yang bisa digadaikan dintaranya harus memenuhi kriteria
sebagai berikut :
Surat kendaraan atas nama yang menggadai.
BPKB dan STNK serta pajak masih berlaku.
Untuk kendaraan roda dua maksimal pembelian 5 tahun terakhir
Sedangkan kendaraan roda empat yaitu maksimal pembelian 10
tahun terakhir
c. Barang elektronik
Barang elektronik yang diterimauntuk dogadaikan di Pegadaian
khususnya cabang kedaton yaitu :
1) Laptop
Syarat minimalnya yaitu:
Produk Jepang seperti Acer, Toshiba, Asus , Sony, HP dan

Dell.
Processor minimal Intel Core i3
Ada nota pembelian
Kelengkapan minimal ada tas dan charger

2) TV Berwarna
Syarat minimalnya :
Pembelian maksimal 1 tahun terakhir
TV produk Jepang seperti Sharp, Sony, Samsung, LG dan

Panasonic.
TV jenis LED / LCD
Kelengkapan minimal ada kotak dan remote
8

3) Handphone
Syarat minimalnya :
Ada nota pembeliannya
Kelengkapan berupa charger dan kotak
Maksimal pembelian 1 tahun terakhir
Harga beli diatas 3 juta rupiah
4) Tablet
Syarat minimalnya yaitu :
Ada nota pembelian
Kelengkapan berupa charger dan kotak
Namun mengingat keterbatasan tempat penyimpanan, keterbatasan sumber daya
manusia di pegadaian, perlunya meminimalkan resiko yang ditanggung oleh Perum
Pegadaian, serta memperhatikan peraturan yang berlaku, maka ada barang-barang
tertentu yang tidak dapat digadaikan. Barang-barang yang tidak dapat digadaikan
meliputi :
a. Binatang ternak, karena memerlukan tempat penyimpanan khusus dan
memerlukan cara pemeliharaan khusus.
b. Hasil bumi, karena mudah busuk atau rusak
c. Barang dagangan dalam jumlah besar, karena memerlukan tempat
d.
e.
f.
g.
h.
i.
j.
k.

penyimpanan sangat besar yang tidak dimiliki oleh pegadaian.


Barang yang cepat rusak, busuk, atau susut
Barang yang amat kotor
Kendaraan yang sangat besar
Barang-barang seni yang sulit ditaksir
Barang yang sangat mudah terbakar
Senjata api, amunisi, dan mesiu
Barang yang disewabelikan
Barang ilegal

BAB III
METODOLOGI
3.1 Waktu Dan Tempat
Pembuatan karya tulis ini selama penulis melaksanakan kegiatan praktik industri
selama 2,5 bulan yang dilaksanakan mulai dari tanggal 15 Januari sampai 31
maret 2014 di PT.PEGADAIAN (Persero) KEDATON CPP KEDATON.
3.2 Metode Pengumpulan Data
Adapun metode pengumplan data dalam karya tulis ini diantaranya :
a. Metode Observasi
Metode observasi adalah metode pengumpulan data dengan mengadakan
pengamatan secara langsung tentang hal-hal tertentu diamati.
Observasi I

10

Penulis mencoba mencari tahu sendiri tentang prosedur pemberian


pinjaman dan bagaimana cara perhitungan sewa modal yang berjalan.
Observasi II
Penulis mulai mengamati cara kerja yang berhubungan langsung
dengan objek penelitian di PT.PEGADAIAN CPP KEDATON.
Observasi III
Penulis mulai menganalisis data dari Observasi I - Observasi II dalam
penyusunan karya tulis ini, sehingga menghasilkan data yang lengkap.
b. Metode Interview/Wawancara
Metode interview/wawancara adalah metode pengumpulan data dengan cara
tanya jawab secara langsung kepada narasumber dengan dasar tujuan
penelitian.
c. Metode Study Pustaka
Metode study pustaka adalah metode pegumpulan data dengan cara membaca
sumber-sumber informasi berupa buku, brosur dan artikel yang berkaitan
langsung dengan objek yang akan dibahas.

11

BAB IV
HASIL DAN PEMBAHASAN
4.1 PROSEDUR PEMBERIAN PINJAMAN KREDIT
Ada beberapa tahapan yang harus dilalui nasabah ketika meminjam uang di kantor
Pegadaian khususnya CPP Kedaton, diantaranya :
4.1.1

Proses Pengajuan Kredit


Proses ini merupakan tahap awal dimana nasabah datang ke kantor
pegadaian dengan membawa barang berharganya dan mengisi FPK (Formulir
Permohonan Kredit). Pada formulir tersebut, nasabah diminta mengisi
identitas diri seperti nama, alamat dan nomor telepon yang bisa dihubungi.
Data tambahan lain yang diminta yaitu nama pasangan jika sudah berkeluarga
dan nama ibu kandung . Tujuannya untuk mencegah kesamaan data pada
surat bukti gadai (SBK) yang merupakan surat bukti kepemilikan barang
berharga di kantor pegadaian.

Hal ini dikarenakan PT.Pegadaian sudah

12

beralih ke sistem online, dimana semua data sudah tehubung ke seluruh


Inonesia. Namun untuk jaminan barang elektronik dan kendaraan bermotor,
sebelum nasabah mengisi formulir , barang jaminannya dilihat spesifikasinya
terlebih dahulu oleh pihak pegadaian. Setelah selesai mengisi formulir, barang
jaminan diserahkan kepada petugas berserta fotocopy KTP/SIM dan diminta
untuk menunggu karena barang harus ditaksir terlebih dahulu untuk
menentukan jumlah pinjaman. Berilut bentuk formulir yang harus diisi oleh
calon nasabah pegadaian.

4.1.3 Proses Penaksiran Barang


Pinjaman atas dasar hukum gadai mensyaratkan penyerahan barang
bergerak sebagai jaminan pada loket yang telah ditentukan pada kantor
pegadaian setempat. Mengingat besarnya jumlah pinjaman sangat tergantung
pada nilai barang yang akan digadaikan, maka barang yang diterima dari calon
peminjam terlebih dahulu harus ditaksir nilainya oleh petugas penaksir.
Petugas penaksir adalah orang-orang yang sudah mendapatkan pelatihan
13

khusus dan berpengalaman dalam melakukan penaksiran barang-barang yang


akan digadaikan.

Pedoman

dasar penaksiran

telah ditetapkan

oleh

PT.Pegadaian agar penaksiran atas suatu barang bergerak dapat sesuai dengan
nilai sebenarnya. Pedoman penaksiran yang dikelompokkan atas dasar jenis
barang adalah sebagai berikut :
a. Barang kantong
1) Emas
a) Petugas menaksir emas dengan melihat Harga Pasar Pusat (HPP)
dan Standar Taksiran Logam (STL) yang telah ditetapkan oleh
kantor pusat. Harga pedoman untuk keperluan penaksiran ini
selalu disesuaikan dengan perkembangan harga yang terjadi.
b) Petugas penaksir melakukan pengujian karatase dan berat.
c) Petugas penaksir menentukan nilai taksiran
2) Permata
a) Petugas penaksir melihat standar taksiran permata yang telah
ditetapkan oleh kantor pusat. Standar ini selalu disesuaikan
dengan perkembangan pasar permata yang ada.
b) Petugas penaksir melakukan pengujian kualitas dan berat permata
c) Petugas penaksir menentukan nilai taksiran

3) Barang gudang (mobil, mesin, barang elektronik, tekstil, dan lain-lain)


a) Petugas penaksir melihat Harga Pasar Setempat (HPS) dari
barang. Harga pedoman untuk keperluan penaksiran ini selalu
disesuaikan dengan perkembangan harga yang terjadi.
b) Petugas penaksir menentukan nilai taksiran
Yang terpenting yaitu harga jual beli emas dengan harga gadai itu
berbeda. Selama penulis melaksanakan kegiatan PKL di PT.Pegadaian,banyak
masyarakat yang menganggap harga gadai sama dengan harga jual atau harga
belinya. Taksiran terhadap suatu objek barang yang akan digadaikan adalah
sebesar

nilai gadai barang tersebut dikalikan dengan presentase tertentu.

Sebagai contoh, emas yang menurut harga pasar adalah senilai Rp 100.00,
nilai taksirannya tidak sebesar Rp 100.000. Nilai taksiran emas tersebut

14

adalah sebesar Rp 92.000. Angka pengali sebesar 92% ditentukan oleh


PT.Pegadaian, dan angka ini bukanlah angka baku yang tetap sepanjang masa,
dengan kata lain angka ini bisa mengalami perubahan. PT.Pegadaian sudah
menetapkan pengali untuk berlian adalah 45%, angka pengali untuk tekstil
adalah 83%, dan seterusnya. Nilai taksiran inilah yang dijadikan acuan untuk
menentukan besarnya pinjaman maksimal yang akan diberikan kepada
nasabah. Berbeda dengan angka pengali untuk barang gudang, walaupun
keduanya satu jenis , namun persentase pengali antara barang elektronik
dengan jaminan kendaraan bermotor sangat berbeda. Jika barang elektronik
dikali dengan 55% maka untuk jenis kendaraan dikalikan dengan 75% dari
nilai taksiran.
4.1.4

Proses Input Data


Setelah penaksir menentukan besar pinjaman maksimal, dan nasabah
menyetujuinya,proses selanjutnya adalah penginputan data. Data nasabah
pada FPK dinput oleh bagian administrasi ke progam komputer. Dibagian ini
juga pinjaman nasabah digolongkan berdasarkan nilai pinjamannya.
Penggolongan ini bertujuan untuk untuk menentukan besar biaya administrasi.
Berikut tabel penggolongan jumlah pinjaman.

JUMLAH PINJAMAN
Rp50.000 - Rp500.000
Rp550.000 - Rp1000.000
Rp1.050.000 - Rp2.500.000
Rp2.550.000 - Rp5.000.000
Rp5.100.000 - Rp10.000.000
Rp10.100.000 - Rp15.000.000
Rp15.100.000 - Rp20.000.000
> Rp20.100.000

GOLONGAN

B.Adm

A
B1
B2
B3
C1
C2
C3
D

Rp 2.000
Rp 8.000
Rp 15.000
Rp 25.000
Rp 40.000
Rp 60.000
Rp 80.000
Rp 100.000

15

Tabel diatas digunakan untuk memberitahu nasabah mengenai besar


biaya administrasi. Pihak pegadaian khususnya bagian administrasi tidak
menggunakan tabel diatas. Karena ketika data sudah diinput ke progam, maka
proses penggolongan dan penentuan biaya administrasinya sudah dilakukan
secara otomatis. Setelah peenginputan data, lalu surat bukti gadai di cetak dan
bagian administrasi meminta persetujuan nasabah mengenai ketentuan dan
perjanjian yang berlaku dengan menandatangani surat tersebut. Proses
selanjutnya yaitu menunggu proses pencairan pinjaman oleh kasir.
4.1.5 Proses Pencairan Kredit
Proses ini merupakan tahap terakhir dalam pemberian pinjaman oleh
pihak pegadaian. Nasabah yang telah menandatangani surat bukti gadainya
dipanggil oleh pihak kasir. Nasabah diberitahu bahwa ada biaya administrasi
yang dibebankan pada saat proses pencairan ini. Besar biaya administrasi ini
relatif, biaya ini dilihat dari besarnya pinjaman yang telah dibahas pada bab
sebelumnya. Biaya administrasi tersebut bisa dibayarkan oleh nasabah atau
langsung dipotong dari pinjaman. Setelah itu nasabah menerima pinjaman
tersebut dalam bentuk tunai beserta surat bukti gadainya. Pada surat gadai
tersebut sudah tertera besar pinjaman, tabel hari bunga, tanggal jatuh tempo
dan kapan tanggal jatuh lelangnya dimana semua itu akan dijelaskan oleh
kasir.
4.2 PERHITUNGAN SEWA MODAL DAN PENERAPANNYA
Sebagian keuntungan PT.Pegadaian (Persero) diperoleh dari sewa modal.
Mengapa disebut sewa modal? Karena pada umumnya pegadaian konvensional
menerapkan bunga atas pemberian pinjaman yang sebagian besar modal kerja
pegadaian merupakan pinjaman dari pihak ketiga yang tentunya ada biaya bunganya
juga. Karena begitu pentingnya peran bunga dalam perusahaan pegadaian ini, proses
perhitungannya harus sesuai dengan prosedur tertentu. Perhitungan sewa modal dapat
dihitung dengan rumus sebagai berikut :
16

SEWAMODAL
MODAL==%%BUNGA
BUNGAUP
UP
SEWA
Untuk menghitung besarnya bunga yang dikenakan kepada nasabah, terlebih
dahulu menentukan jumlah hari sewanya. PT.Pegadaian memudahkan kita untuk
menentukan besarnya bunga dengan membuat tabel hari bunga.
Perhitungan Hari
CPP Kedaton

Sewa Modal per Gol :

10-Feb-14

s/d

24-Feb-14

0,75%

1,15%

1,15%

1,00%

25-Feb-14

s/d

11-Mar-14

0,75%

2,30%

2,30%

2,00%

12-Mar-14

s/d

26-Mar-14

0,75%

3,45%

3,45%

3,00%

27-Mar-14

s/d

10-Apr-14

0,75%

4,60%

4,60%

4,00%

11-Apr-14

s/d

25-Apr-14

0,75%

5,75%

5,75%

5,00%

26-Apr-14

s/d

10-May-14

0,75%

6,90%

6,90%

6,00%

11-May-14

s/d

25-May-14

0,75%

8,05%

8,05%

7,00%

26-May-14

s/d

9-Jun-14

0,75%

9,20%

9,20%

8,00%

NB : Harap Perhatikan Benar Tanggal Jatuh Tempo

Tabel1.1 hari bunga


Pada tabel tersebut tertulis besarnya bunga per golongan setiap 15 harinya.
Pada baris pertama merupakan besarnya bunga 15 hari pertama sejak tanggal
transaksi. Dibaris kedua merupakan besar sewa modal dua kali lipat per golongannya
yaitu dalam jangka waktu 30 hari. Dibaris ketiga yaitu besar sewa modal dalam
jangka waktu 45 hari setiap golongannya yaitu tiga kali lipat dari bunga per 15
harinya dan begitu seterusnya, sampai tanggal jatuh tempo kredit yang merupakan
bunga maksimal dari masing-masing golongan. Perhitungan hari pada tabel hari
bunga diatas dibuat sejak tanggal transaksi, jadi tidak selalu sama setiap harinya.
Setelah diketahui besar sewa modalnya, bunga tersebut dikalikan dengan besarnya
pinjaman. Hasil kali tersebut merupakan besar sewa modal yang dibebankan kepada
nasabah atas pinjaman kreditnya. Penulis akan memberikan contoh perhitungan sewa
modal salah satu dari nasabah pegadaian. Perhatikan gambar SBG berikut!

17

Sewa modal di PT.Pegadaian CPP Kedaton dihitung per 15 hari dengan bunga
bunga yang bervariasi sesuai besar pinjaman nasabah. Untuk contoh diatas pinjaman
nasabah masuk ke golongan B3 dengan bunga 1.15% per 15 harinya. Untuk
menghitung besar sewa modal yaitu dengan mengalikan besar bunga yang berlaku
dengan pinjaman. Jadi bunga per 15 harinya dapat dihitung sebagai berikut :
Sewa Modal/15 hari = 1.15% x Rp3.000.000,00 = Rp34.500,00

Jadi besar sewa modal diatas akan digunakan untuk semua transaksi yang
terjadi di kantor pegadaian. Besar sewa modal 1 bulan sama dengan 2 kali sewa
modal/15 hari yaitu Rp69.000.000,00. Sedangkan sewa modal maksimal jangka
waktu 4 bulan sama dengan 4 kali sewa modal dari 1 bulan yaitu 4 x
Rp69.000.000,00 = Rp276.000.000,00. Beberapa transaksi yang berkaitan dengan
perhitungan sewa modal yaitu :
1) Proses Perpanjangan dan Pencicilan
PT.Pegadaian memberikan jangka waktu maksimal pinjaman yaitu
sampai 4 bulan lamanya. Apabila sampai tanggal jatuh tempo nasabah belum
18

bisa melunasi barang jaminannya, maka dapat melakukan perpanjangan masa


pinjamannya untuk 4 bulan ke depan hanya dengan membayar sewa modalnya
saja. Mengapa pegadaian memberikan jangka waktu maksimal? Tujuannya
supaya meringankan beban nasabah. Karena setiap nasabah melakukan
transaksi di kantor pegadaian akan dikenakan biaya administrasi kecuali untuk
proses penebusan barang jaminan. Jadi nasabah tidak perlu membayar sewa
modalnya setiap bulan , tapi cukup 4 bulan sekali. Jumlah uang yang harus
dibayar pada proses ini yaitu besar sewa modal yang berjalan ditambah biaya
administrasi. Dituliskan dalam rumus sebagai berikut:
Perpanjang = Sewa Modal + Biaya Administrasi
Sebagai contoh pada Surat Bukti Gadai yang dibahas sebelumnya, jika
nasabah tersebut malakukan proes ini pada tanggal jatuh tempo dengan kata
lain jangka waktu 4 bulan adalah sebagai berikut.
Proses perpanjang = Sewa Modal + Biaya Administrasi
Besar sewa modal yang digunakan adalah sewa modal yang berjalan.
Jika nasabah ingin perpanjang untuk jangka waktu 2 bulan, maka
perhitungannya menggunakan bunga jangka waktu 2 bulan. Besar sewa modal
untuk jangka waktu 4 bulan adalah sebesar Rp276.000.000,00 yang telah
dibahas pada pembahasan sebelumnya. Kemudian untuk besar biaya
administrasi dapat kita lihat pada pembahasan mengenai penggolongan
pinjaman nasabah. Dapat dilihat bahwa pinjaman sebesar Rp3.000.000,00
masuk golongan B3 dengan besar biaya administrasinya adalah Rp25.000,00.
Jadi,

jumlah

uang

yang

harus

dibayarkan

oleh

nasabah

sebesar

Rp276.000.000,00 + Rp25.000,00 = Rp301.000,00.


Proses pencicilan dapat dilakukan sewaktu-waktu tanpa harus
menunggu sampai tanggal jatuh tempo. Kapan dan berapun jumlahnya itu
fleksibel, artinya tidak ada batasan mengenai jumlah minimal yang harus
dibayar, yang terpenting jumlah cicilannya harus kelipatan Rp100.000,00.
Besar uang yang harus dibayarkan nasabah pada proses ini senilai besar
cicilan ditambah biaya administrasi dan sewa modal yang berjalan. Setelah
19

melakukan proses pencicilan ini, jumlah pinjaman nasabah akan berkurang


sesuai jumlah cicilan dan untuk sewa modal berikutnya juga akan semakin
kecil seiring mengurangnya pinjaman nasabah. Saat ini PT.Pegadaian sudah
beralih ke sistem yang baru yaitu sistem online, dimana kedua proses tersebut
dapat dilakukan diseluruh outlet pegadaian di Indonesia. Proses pencicilan
dapat dituliskan dalam persamaan sebagai berikut :

Cicil = Sewa Modal + Biaya Administrasi + Besar Cicilan


Untuk lebih jelasnya penulis akan memberikan contoh pada SBG atas nama
MARLINA yang telah tercantum pada pembahasan sebelumnya. Apabila
Ny.MARLINA ingin mencicil kreditnya setelah jangka waktu 1 bulan dan
misalnya Ny.MARLINA akan mencicil sebesar Rp2.000.000,00 adalah
sebagai berikut :
Proses Cicil = Sewa Modal + Biaya Administrasi + Besar Cicilan
Sewa modal untuk 1 bulan adalah Rp69.000.000,00 (telah dibahas pada
pembahasan sebelumnya). Kemudian besar biaya administrasinya sebesar
Rp25.000,00 dan besar cicilan = Rp2.000.000,00 , maka jumlah uang yang
harus dibayarkan senilai :
Rp69.000.000,00 + Rp25.000,00 + Rp2.000.000,00 = Rp2.094.000,00.

2) Proses Tambah Pinjaman


Proses ini hanya dapat dilakukan apabila jumlah pinjaman nasabah
tidak sampai nilai maksimal pinjaman. Dengan kata lain, nasabah hanya
meminjam sebagian dari total pinjaman yang diberikan oleh pihak pegadaian.
Proses cukup mudah, yaitu cukup membawa surat bukti gadai dan KTP asli.
Jumlah uang yang diterima dari proses ini sebesar total tambahnya dikurangi
sewa modal yang berjalan dan biaya administrasi. Tidak seperti proses
perpanjang dan cicil yang dapat dilakukan di seluruh outlet pegadaian, proses
ini hanya dapat dilakukan di tempat awal nasabah menggadaikan barangnya.

20

3) Proses Penebusan
Penebusan barang jaminan dengan nama lain pelunasan kredit ini
dapat dilakukan sewaktu-waktu. Jadi nasabah tidak harus menunggu sampai
tanggal jatuh tempo untuk melakukan penebusan barang jaminannya. Proses
ini hanya dapat dilakukan oleh nasabah yang bersangkutan dengan
menunjukkan identitas diri seperti KTP atau SIM dan surat bukti gadainya
serta harus di kantor tempat menggadai.

Untuk perwakilan dari yang

bersangkutan, proses ini tidak dapat dilakukan tanpa adanya pengalihan hak
kuasa dari pemiliknya. Jumlah uang yang harus dikeluarkan nasabah pada saat
penebusan yaitu sebesar.
Tebus = Jumlah Pinjaman + Sewa Modal Yang Berjalan
4) Proses Pelelangan
Apabila sampai pada tanggal jatuh tempo nasabah belum bisa
melakukan transaksi apapun, maka barang jaminan akan di lelang. Pihak
pegadaian memberikan kemudahan kepada nasabahnya yang belum mampu
melunasi kreditnya yaitu cukup membayar besar sewa modalnya saja.
Sebenarnya lelang merupakan jalan alternatif terakhir yang harus dilakukan
oleh pihak pegadaian. Sebelum proses lelang dilaksanakan , pihak pegadaian
selalu menghubungi nasabah yang bersangkutan untuk sekedar mengingatkan
bahwa kreditnya telah jatuh tempo baik melalui telepon , surat maupun sms.
Harga jual barang lelang tersebut disesuaikan dengan harga pasar yang
ditetapkan dari pegadaian pusat. Hasil jual barang lelang tersebut digunakan
untuk melunasi kewajiban nasabah yang bersangkutan . Kewajiban nasabah
yang harus dipenuhi yaitu uang pinjaman , sewa modal yang berjalan
ditambah biaya lelang.

Jika hasil jual barang lelang lebih besar dari

kewajiban nasabah, maka uang kelebihannya akan diberikan kepada nasabah


yang bersangkutan.

21

BAB V
KESIMPULAN DAN SARAN

5.1 Kesimpulan
Dari latar belakang karya tulis ini dan pembahasan pada bab sebelumnya,
dapat disimpulkan bahwa pegadaian merupakan lembaga pembiayaan yang
meminjamkan uang dalam bentuk tunai dengan proses yang cepat dan mudah.
Berikut beberapa tahapan dalam prosedur pemberian kredit gadai di pegadaian
konvensional :
a) Proses pengajuan kredit oleh calon nasabah dengan mengisi FPK
(Formulir Pengajuan Kredit) dan menyerahkan fotokopi KTP.
b) Proses penaksiran barang jaminan oleh pihak pegadaian.
22

c) Proses input data oleh pihak pegadaian dan


d) Proses pencairan kredit, dimana nasabah mendapatkan pinjaman
dalam bentuk uang tunai yang nilainya sesuai dengan nilai taksiran
dari barang jaminan yang diberikan.
.
Kemudian untuk perhitungan bunganya, dihitung per 15 hari yang besarnya
ditentukan dari besarnya pinjaman. Pegadaian membebankan bunga yang relatif
ringan dengan bunga maksimal yaitu 9,2% dalam jangka waktu maksimal sampai 4
bulan. Untuk pembahasan pada perhitungan sewa modal, yang harus diperhatikan
adalah jangka waktu pinjaman untuk menentukan besarnya bunga yang berlaku dan
besarnya pinjaman nasabah. Untuk menentukan berapa besar sewa modal yang
berjalan yaitu dengan mengalikan besar bunga dengan pinjaman nasabah. Adapun
transaksi yang berhubungan dengan perhitungan sewa modal di kantor pegadaian
diantaranya :
a) Proses Perpanjangan / Gadai Ulang (Sewa Modal + .Administrasi)
b) Proses Pencicilan Pinjaman (Sewa Modal yang Berjalan +
B.Administrasi + Besar Uang Cicilan)
c) Proses Penebusan (uang pinjaman + sewa modal yang berjalan)
d) Proses Minta Tambah Pinjaman ( jumlah uang tambah b.administrasi
dan sewa modal yang berjalan)

5.2 SARAN
1) Untuk meningkatkan peran pegadaian dalam membantu masyarakat persoalan
keuangan, sebaiknya pihak pegadaian sering mengadakan sosialisasi kepada
masyarakat sekitar khususya di daerah yang masyarakatnya masih awam
terhadap produk-produk pegadaian.
2) Kepada masyarakat yang didaerahnya sudah terjangkau oleh lembagalembaga pembiayaan seperti pegadaian, sebaiknya lebih responsible dengan
adanya tawaran produk-produk mereka yang tujuannya ingin membantu
masyarakat. Selain itu, lebih berpola pikir dewasa mengenai imbalan jasa
yang diperoleh lembaga-lembaga diatas karena motif mereka sama seperti

23

pedagang biasa yang menjajakan produk dengan tujuan memperoleh


keuntungan walaupun itu relatif besar.
3) Kemudian untuk rekan-rekan yang menulis makalah dengan materi yang sama
dalam karya tulis ini, penulis berharap untuk lebih baik dari yang yang sudah
ada. Karena penulis sadari rendahnya pengetahuan yang dimiliki mengenai
materi dan penulisannya.

DAFTAR PUSTAKA

PT Pegadaian (Persero).2012. Kredit Cepat dan Aman.


http://pegadaian.co.id/pegadaian-gadai.php. 25 Januari 2014.
PT Pegadaian (Persero).2012. Tarif Sewa Modal Pegadaian.
http://pegadaian.co.id/suku-bunga.php. 25 Januari 2014.
PT Pegadaian (Persero).2012. Simulasi Pelunasan Kredit Cepat Aman (Gadai). http://
pegadaian.co.id/simulasi-pelunasan-kca.php. 27 Januari 2014.

24

25