Anda di halaman 1dari 4

Beda negara berkembang & maju

Selama ini perbedaan negara berkembang dan negara maju bisa dilihat dari indikator
ekonominya seperti pertumbuhan ekonomi atau GDP. Atau dari tingkat penguasaan teknologi canggih.
Malah sekarang bergeser ke berapa hadiah nobel yang diterima oleh suatu negara. Disini keliatan sekali
perbedaan antara negara berkembang dan maju.
Tapi ternyata perbedaan negara maju dan berkembang dapat juga dilihat dari aspek spasial
(geo-spatial) khususnya ketersediaan petanya. Indonesia sebagai salah satu negara berkembang
(perasaan dari dulu negara berkembang terus..) juga punya sifat keterbatasan dalam mengakses peta.
Peta yang dimaksud khususnya peta rupa bumi. Publik sangat sulit untuk mengakses peta tersebut
walau yang skala kecil sekalipun. Coba cari peta Indonesia dalam bentuk dijital skala 1 : 1.000.000
misalkan. Seharusnya peta skala yang sangat kecil ini dapat diakses secara online.
Kenyataannya sulit mendapatkan peta tersebut. Seharusnya hal ini tidak terjadi lagi (baca
artikel “outlet peta”). Bandingkan dengan negara maju seperti Jepang. Mudah untuk mendapatkannya.
Kita bisa beli peta skala besar sampai 1 : 5000 bahkan mungkin skala yang lebih besar di toko, bak
membeli kopi susu perah asli Lembang. Silakan dicek untuk kasus negara berkembang dan maju
lainnya. Mungkinkah ini terkait dengan kebijakan masing-masing negara?

PERBEDAAN ANTARA NEGARA MAJU (KAYA) DAN NEGARA BERKEMBANG (MISKIN)


TIDAK
TERGANTUNG PADA UMUR NEGARA

India Dan Mesir Umurnya Lebih Dari 2000 Tahun, Tetapi Mereka Tetap
Terbelakang Dan Miskin.
Sebaliknya, Singapura, Kanada, Australia & New Zeland Umurnya Kurang Dari
150 Tahun, Saat Ini Menjadi Negara Maju Di Dunia

KETERSEDIAAN SUMBER DAYA ALAM JUGA TIDAK MENJAMIN NEGARA ITU MENJADI
KAYA
ATAU MISKIN

Jepang Kini Menjadi Raksasa Ekonomi Nomor 2 Di Dunia


Jepang Laksana Kawasan Industri Terapung Raksasa, Mengimpor Bahan Baku
Dari Semua Negara Dan Kemudian Mengekspor Produk Jadinya
Pada Hal:
Jepang Mempunyai Area Yang Terbatas
• 80% Daratannya Berupa Pegunungan
• Potensi Pertanian & Peternakan Rendah

Swiss Tidak Memiliki Perkebunan Coklat, Tetapi Terkenal Sebagai Negara


Pembuat Coklat Terbaik Di Dunia
Swiss Tidak Mempunyai Peternakan Besar, Tetapi Penghasil Susu (Nestle)
Sangat Besar Di Dunia

Para Ekskutif Dari Negara Maju Yg Bekerjasama Dg Kawannya Dari Negara


Berkembang, Sepakat Bahwa Tidak Ada Perbedaan Kecerdaan Diantara Mereka

Warna Kulit Atau Ras Juga Bukan Faktor Penting Dalam Kemajuan Seseorang
Dan Bangsa

Para Imigran Yg Malas Di Negaranya, Ternyata Menjadi Sumber Daya Produktif


Di Negara Maju

LALU
APA PEMBEDANYA???
Perbedaannya Terletak Pada Sikap Dan Perilaku Masyarakat, Yang Telah
Dibentuk Sepanjang Tahun Melalui Kebudayaan Dan Pendidikan

Di Negara Maju, Mayoritas Masyarakatnya Mengikuti Dan Mematuhi


Prinsip-Prinsip Dasar Kehidupan Sebagai Berikut:

- Jujur Dan Berintegritas


- Bertanggung Jawab
- Hormat Pada Aturan & Hukum Masyarakat
- Hormat Pada Hak Orang Lain
- Bekerja Keras
- Cinta Pada Pekerjaan
- Tepat Waktu
- Kreatif
- Selalu Belajar Untuk Meningkatkan Kemampuan Di Bidangnya
- Berusaha Keras Untuk Menabung Dan Berinvestasi

Di Negara Miskin/ Terbelakang/Berkembang Hanya Sedikit Masyarakat Yang


Mematuhi Prinsip Dasar Tersebut

Kita Miskin/Terbelakang Bukan Karena Kurang Sumber Daya Alam Atau Karena
Alam Kejam Pada Kita

Kita Terbelakang, Lemah Dan Miskin Karena Perilaku Kita Yang Kurang Dan
Tidak Baik

Kita Kurang Kemauan Untuk Mematuhi Dan Mengajarkan Prinsip Dasar Kehidupan
Yang Dapat Mendukung Untuk Membangun Masyarakat Dan Negara.

Jika Anda Tidak Meneruskan Pesan Ini, Tidak Akan Terjadi Apa-Apa Pada Diri
Anda.
Tetapi,..
Jika Anda Tidak Meneruskan Pesan Ini, Tidak Akan Terjadi Perubahan Apa-Apa
Di Negara Kita

Pertumbuhan pada setiap wilayah negara berbeda-beda. Secara teoritis, Negara yang
memiliki kemampuan dan mengembagkan ilmu pengetahuan dan tekologi dengan cepat dapat
dikatakan sebagai Negara maju. Sedangkan Negara yang kemampuannya dalam mengembangkan ilmu
pengetahuan dan teknologi lebih lambat, dikatakan sebagai Negara berkembang, karena masih terus
mengalami perkembangan.
Namun secara empiris, menentukan apakah suatu Negara tergolong ke dalam Negara maju
atau Negara berkembang merupakan suatu hal yang cukup sulit. Penentuan golongan tersebut sangat
bergantung pada kriteria atau ukuran yang digunakan. Dalam kenyataannya, tidak ada suatu Negara
pun yang mutlak dapat dikatakan maju atau mutlak dapat dikatakan berkembang.
Ciri-ciri Negara maju dan berkembang

menentukan apakah suatu Negara tergolong ke dalam Negara maju atau Negara
berkembang merupakan suatu hal yang cukup sulit. Penentuan golongan tersebut sangat bergantung
pada kriteria atau ukuran yang digunakan. Berikut indicator-indikator yang digunakan :
GNP atau pendapatan per kapita
• Jumlah tenaga kerja dan atau jumlah pembangunan
• Fasilitas transportasi, komunikasi dan teknologi
• Pertumbuhan penduduk
• Angka kemiskinan
• Tingkat melek huruf
Berikut cirri Negara maju secara umum :
• Tingkat pertumbuhan penduduk rendah
• Persebaran penduduk terkonsentrasi pada perkotaan
• Pendapatan per kapita tinggi
• Tingkat produktifitas tinggi
• Tingkat buta huruf rendah
• Kesejahteraan penduduk merata
• Fasilitas transportasi, komunikasi dan teknologi beragam

Sedangkan, cirri Negara berkembang secara umum adalah :


• Tingkat pertumbuhan penduduk tinggi
• Hubungan internasional sangat rapuh
• Pendapatan per kapita rendah
• Tingkat produktifitas rendah
• Tingkat buta huruf tinggi
• Kesejahteraan penduduk tidak merata, bahkan masih banyak penduduk miskin
• Fasilitas transportasi, komunikasi dan teknologi sangat terbatas.

Indonesia memiliki 17.504 pulau besar dan kecil, sekitar 6000 di antaranya tidak berpenghuni[29],
yang menyebar disekitar khatulistiwa, yang memberikan cuaca tropis. Posisi Indonesia terletak pada
koordinat 6°LU - 11°08'LS dan dari 95°'BB - 141°45'BT serta terletak di antara dua benua yaitu benua
Asia dan benua Australia/Oseania.
Wilayah Indonesia terbentang sepanjang 3.977 mil di antara Samudra Hindia dan Samudra Pasifik.
Luas daratan Indonesia adalah 1.922.570 km² dan luas perairannya 3.257.483 km². Pulau terpadat
penduduknya adalah pulau Jawa, di mana setengah populasi Indonesia hidup. Indonesia terdiri dari 5
pulau besar, yaitu: Jawa dengan luas 132.107 km², Sumatera dengan luas 473.606 km², Kalimantan
dengan luas 539.460 km², Sulawesi dengan luas 189.216 km², dan Papua dengan luas 421.981 km².
Batas wilayah Indonesia searah penjuru mata angin, yaitu:
• Utara: Malaysia, Singapura, Filipina, dan Laut Cina Selatan
• Selatan: Australia, Timor Leste, dan Samudra Indonesia
• Barat: Samudera Indonesia
• Timur: Negara Papua Nugini, Timor Leste, dan Samudra Pasifik
Lokasi Indonesia juga terletak di lempeng tektonik, yang berarti Indonesia rawan terkena
gempa bumi dan dapat menimbulkan tsunami.[30] Indonesia juga banyak memiliki gunung berapi[31],
salah satu yang sangat terkenal adalah gunung Krakatau, terletak di selat Sunda antara pulau Sumatra
dan Jawa.
Ekonomi
Sistem ekonomi Indonesia awalnya didukung dengan diluncurkannya Oeang Repoeblik
Indonesia (ORI) yang menjadi mata uang pertama Republik Indonesia, yang selanjutnya berganti
menjadi Rupiah.
Pada masa pemerintahan Orde Lama, Indonesia tidak seutuhnya mengadaptasi sistem
ekonomi kapitalis, namun juga memadukannya dengan nasionalisme ekonomi. Pemerintah yang belum
berpengalaman, masih ikut campur tangan ke dalam beberapa kegiatan produksi yang berpengaruh bagi
masyarakat banyak. Hal tersebut, ditambah pula kemelut politik, mengakibatkan terjadinya
ketidakstabilan pada ekonomi negara.[32]
Pemerintahaan Orde Baru segera menerapkan disiplin ekonomi yang bertujuan menekan
inflasi, menstabilkan mata uang, penjadualan ulang hutang luar negeri, dan berusaha menarik bantuan
dan investasi asing.[32] Pada era tahun 1970-an harga minyak bumi yang meningkat menyebabkan
melonjaknya nilai ekspor, dan memicu tingkat pertumbuhan ekonomi rata-rata yang tinggi sebesar 7%
antara tahun 1968 sampai 1981.[32] Reformasi ekonomi lebih lanjut menjelang akhir tahun 1980-an,
antara lain berupa deregulasi sektor keuangan dan pelemahan nilai rupiah yang terkendali,[32]
selanjutnya mengalirkan investasi asing ke Indonesia khususnya pada industri-industri berorientasi
ekspor pada antara tahun 1989 sampai 1997[33] Ekonomi Indonesia mengalami kemunduran pada
akhir tahun 1990-an akibat krisis ekonomi yang melanda sebagian besar Asia pada saat itu,[34] yang
disertai pula berakhirnya masa Orde Baru dengan pengunduran diri Presiden Soeharto tanggal 21 Mei
1998.
Saat ini ekonomi Indonesia telah cukup stabil. Pertumbuhan PDB Indonesia tahun 2004 dan
2005 melebihi 5% dan diperkirakan akan terus berlanjut.[35] Namun demikian, dampak pertumbuhan
itu belum cukup besar dalam mempengaruhi tingkat pengangguran, yaitu sebesar 9,75%.[36][37]
Perkiraan tahun 2006, sebanyak 17,8% masyarakat hidup di bawah garis kemiskinan, dan terdapat
49,0% masyarakat yang hidup dengan penghasilan kurang dari AS$2 per hari.[38]
Indonesia mempunyai sumber daya alam yang besar di luar Jawa, termasuk minyak mentah,
gas alam, timah, tembaga, dan emas. Indonesia pengekspor gas alam terbesar kedua di dunia, meski
akhir-akhir ini ia telah mulai menjadi pengimpor bersih minyak mentah. Hasil pertanian yang utama
termasuk beras, teh, kopi, rempah-rempah, dan karet.[39] Sektor jasa adalah penyumbang terbesar
PDB, yang mencapai 45,3% untuk PDB 2005. Sedangkan sektor industri menyumbang 40,7%, dan
sektor pertanian menyumbang 14,0%.[40] Meskipun demikian, sektor pertanian mempekerjakan lebih
banyak orang daripada sektor-sektor lainnya, yaitu 44,3% dari 95 juta orang tenaga kerja. Sektor jasa
mempekerjakan 36,9%, dan sisanya sektor industri sebesar 18,8%.[41]
Rekan perdagangan terbesar Indonesia adalah Jepang, Amerika Serikat, dan negara-negara
jirannya yaitu Malaysia, Singapura dan Australia.
Meski kaya akan sumber daya alam dan manusia, Indonesia masih menghadapi masalah
besar dalam bidang kemiskinan yang sebagian besar disebabkan oleh korupsi yang merajalela dalam
pemerintahan. Lembaga Transparency International menempatkan Indonesia sebagai peringkat ke-143
dari 180 negara dalam Indeks Persepsi Korupsi, yang dikeluarkannya pada tahun 2007.[42]
Demografi
Menurut sensus penduduk 2000, Indonesia memiliki populasi sekitar 206 juta,[49] dan
diperkirakan pada tahun 2006 berpenduduk 222 juta.[3] 130 juta (lebih dari 50%) tinggal di Pulau Jawa
yang merupakan pulau berpenduduk terbanyak sekaligus pulau dimana ibukota Jakarta berada.[50]
Sebagian besar (95%) penduduk Indonesia adalah bangsa Melayu,[51] dan terdapat juga kelompok-
kelompok suku Melanesia, Polinesia, dan Mikronesia terutama di Indonesia bagian Timur. Banyak
penduduk Indonesia yang menyatakan dirinya sebagai bagian dari kelompok suku yang lebih spesifik,
yang dibagi menurut bahasa dan asal daerah, misalnya Jawa, Sunda atau Batak.
Selain itu juga ada penduduk pendatang yang jumlahnya minoritas diantaranya adalah etnis
Tionghoa, India, dan Arab. Mereka sudah lama datang ke nusantara dengan jalur perdagangan sejak
abad ke 8 SM dan menetap menjadi bagian dari Nusantara. Di Indonesia terdapat sekitar 4 juta populasi
etnis Tionghoa.[51] Angka ini berbeda-beda karena hanya pada tahun 1930-an terakhir kalinya
pemerintah melakukan sensus dengan menggolong-golongkan masyarakat Indonesia ke dalam suku
bangsa dan keturunannya.
Islam adalah agama mayoritas yang dipeluk oleh sekitar 85,2% penduduk Indonesia, yang
menjadikan Indonesia negara dengan penduduk muslim terbanyak di dunia.[39] Sisanya beragama
Protestan (8,9%), Katolik (3%), Hindu (1,8%), Buddha (0,8%), dan lain-lain (0,3%). Selain agama-
agama tersebut, pemerintah Indonesia juga secara resmi mengakui Konghucu.[52]
Kebanyakan penduduk Indonesia bertutur dalam bahasa daerah sebagai bahasa ibu, namun
bahasa resmi Indonesia, bahasa Indonesia, diajarkan di seluruh sekolah-sekolah di negara ini dan
dikuasai oleh hampir seluruh penduduk Indonesia.

Kerjasama….

Tak simpen di web,, da…