Anda di halaman 1dari 8

LAPORAN PRAKTIKUM FISIOLOGI HEWAN (6) 2014

Suhu Tubuh Manusia


Faridah Tsuraya (1512100051)
Jurusan Biologi, Fakultas MIPA, Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS)
Jl. Arief Rahman Hakim, Surabaya 60111 Indonesia
e-mail: tsuraya.faridah12@mhs.bio.its.ac.id
AbstrakSuhu badan adalah keadaan
keseimbangan antara pembentukan panas dan
kehilangan panas oleh badan. Suhu normal pada
manusia adalah
C. Tujuan praktikum ini
adalah
untuk
mempraktekkan
penggunaan
thermometer klinis dan mengetahui suhu tubuh
manusia dengan beberapa factor yang mempengaruhi.
Alat dan bahannya adalah thermometer klinis, kamar,
auricle, air es, alcohol 70%, kapas, dan tisu. Metode
dalam praktikum ini adalah dengan mngukur suhu
tubuh di fossa axilaris, mulut, dan canal auditory
menggunakan thermometer klinis dengan 1 probandus
laki-laki dan 2 probandus perempuan dengan berat
badan berbeda, dan dilakukan pengukuran setelah
memasukkan es batu pada mulut dan melakukan
latihan dengan 2 runagan yang suhunya berdeda serta
mengukur suhu ruangan dalam dan luar. Dalam
praktikum didapatkan hasil suhu tubuh yang berbeda
pada masing-masing probandus, dan suhu tubuh
setelah memasukkan es batu lebih rendah, suhu tubuh
setelah latihan lebih tinggi.
Kata kunciSuhu, Panas, Probandus, Termometer

I. PENDAHULUAN
Temperatur atau suhu adalah suatu besaran
yang menyatakan ukuran derajat panas atau
dinginnya suatu benda. Alat yang digunakan untuk
mengukur temperatur adalah termometer. Namun
dalam kehidupan sehari-hari masyarakat untuk
mengukur suhu cenderung menggunakan indera
peraba. Tetapi dengan adanya perkembangan
teknologi maka diciptakanlah berbagai macam
termometer untuk mengukur suhu dengan valid.
Termometer yang digunakan dalam mengukur suhu
badan manusia adalah termometer jenis termometer
klinis. [1]
Tubuh yang sehat mampu memelihara suhu
tubuh secara konstan walaupun pada kondisi
lingkungan yang berubah-ubah. Sistem pengatur
suhu tubuh ada tiga bagian yaitu reseptor yang
terdapat pada kulit dan bagian tubuh lainnya,
integrator di dalam hipotalamus, dan efektor sistem
yang mengatur produksi panas dan kehilangan
panas.[2]

Pengaruh suhu pada lingkungan, hewan


dibagi menjadi dua golongan, yaitu poikiloterm dan
homoiterm. Poikiloterm suhu tubuhnya dipengaruhi
oleh lingkungan. Suhu tubuh bagian dalam lebih
tinggi dibandingkan dengan suhu tubuh luar.
Hewan seperti ini juga disebut hewan berdarah
dingin. Dan hewan homoiterm sering disebut
hewan berdarah panas [3].
Manusia seperti mamalia lain adalah
homoioterm, artinya manusia mampu mengatur
keseimbangan pembentukan dan pengeluaran
panas. tubuh diatur oleh suatu organ susunan syaraf
pusat yaitu Hypotalamus melalui sistem umpan
balik yang rumit. Bagian belakang hipotalamus
merupakan pusat pengatur suhu tubuh yang
bertugas meningkatkan produksi panas dan
mengurangi pengeluaran panas. Bila Hypotalamus
bagian belakang menerima informasi suhu luar
lebih rendah dari suhu tubuh, maka pembentukan
panas ditambah dengan meningkatkan metabolisme
dan aktivitas otot dengan cara menggigil dan
pengeluaran panas dengan pembuluh darah kulit
mengecil dan pengurangan produksi keringat. Hal
ini menyebabkan suhu tubuh tetap dipertahankan
normal. Namun sebaliknya, Hypotalamus bagian
depan merupakan pusat pengatur suhu tubuh yang
bertugas mengeluarkan panas. Bila Hypotalamus
bagian depan menerima informasi suhu lebih tinggi
dari suhu tubuh, maka pengeluaran panas
ditingkatkan dengan pelebaran pembuluh darah
kulit dan menambah produksi keringat [4].
Tujuan praktikum ini adalah untuk
mempraktekkan penggunaan thermometer klinis
dan mengetahui suhu tubuh manusia dengan
beberapa factor yang mempengaruhi.
I. METODOLOGI
A. Waktu dan Tempat Praktikum
Praktikum ini dilakukan pada 3 November
2014 di Laboratorium Zoologi, Biologi, Institut
Teknologi Sepuluh Nopember, Surabaya

LAPORAN PRAKTIKUM FISIOLOGI HEWAN (6) 2014


B. Alat dan Bahan
Alat dan bahan yang digunakan dalam
praktikum ini adalah probandus laki-laki, dan 2
probandus perempuan dengan berat badan
tertinggi dan terendah, thermometer klinis,
kamar, auricle, air es, alcohol 70%, kapas, dan
tisu.
C. Cara Kerja
Cara kerja dalam praktikum ini adalah :
Pengukuran suhu tubuh degan thermometer klinis
dilakukan di axilla, pangkal auditory canal, dan
mulut dengan langkah berikut :
1. Probandus tidur terlentang dengan bagian
atas terbuka, fossa axillaris dikeringkan
dari keringat.
2. Thermometer yang telah diturunkan
suhunya sampai
, kemudian ujungnya
(berselubung metal) dimasukkan fossa
axillaris dan lengan diarahkan kea rah dada
sehingga fossa axilarris tertutup. Ditunggu
kira-kira 10 menit dan hasilnya dibaca
kemudian dicatat.
3. Setelah
selesai,
air
raksa
dalam
thermometer dikembalikan lagi ke titik
semua, kemudian dibersihkan dengan
alcohol. Sekarang ujung thermometer
dimasukkan di bawah lidah dan ditutup
rapat. Dibiarkan selama 10 menit, dicatat
hasilnya.
4. Probandus disuruh bernapas dengan tenang
melalui mulut terbuka, sesudah itu air raksa
thermometer diturunkan lagi, diletakkan
pada pangkal auditory canal, kemudian
dibaca temperatur setelah 5 menit, dicatat
dan diturunkan kembali thermometer air
raksa dan dihitung jika telah diletakkan 10
menit.
5. Seperti prosedur no 2, tetapi probandus
berkumur dengan air es selama 1 menit dan
dicatat hasilnya. Dan dibaca pupa setelah 5
menit dan 10 menit tanpa menurunkan air
raksa thermometer
6. Dilakukan prosedur no 2, tetapi probandus
terlebih dahulu melakukan aktivitas/latihan
sampai berkeringat.
7. Dicatat semua hasilnya dalam suatu table
dan dicatat pula hasil dari semua kelompok

II. HASIL DAN PEMBAHASAN


Tabel 1. Pengukuran suhu di Laboratorium Botani

Tabel 2. Pengukuran suhu di H-308

Pada tabel hasil pengukuran suhu pada


probandus di atas didapatkan hasil probandus Erick
(laki-laki) memiliki suhu normal
sedangkan
Faridah (wanita) mempunyai suhu normal
dan Ila (wanita) mempunyai suhu
. Pada suhu
dingin, Erick mengalami penurunan suhu menjadi
34, 3 dan 34, 6. Faridah mengalami penurunan suhu
menjadi 34, 8 dan 36,2. Ila mengalami penurunan
suhu menjadi 33,2 dan 33,4. Tania mengalami
penurunan suhu menjadi 34,4 dan 35,5. Devi juga
mengalami penurunan suhu menjadi 33,7 dan 34,6.
Dapat disimpulkan bahwa suhu dingin itu
mempengaruhi penurunan suhu, karena suhu pada
es itu rendah sehingga suhu es yang rendah juga
berpengaruh terhadap penurunan suhu tubuh.
Mekanisme ini adalah homeostatis dimana tubuh
akan menyesuaikan kondisi di lingkungannya. Pada
pengukuran di bagian-bagian tubuh seperti ketiak
dan telinga juga didapatkan suhu tubuh yang tidak
berbeda jauh dengan pengukuran ketika di mulut.
Pada Faridah terjadi kesalahan dalam penulisan
suhu tubuh di ketiak, dimana disitu ditulis 31,1
padahal seharusnya tidak jauh berbeda dengan suhu

LAPORAN PRAKTIKUM FISIOLOGI HEWAN (6) 2014


tubuh yang diukur di mulut dan telinga. Suhu tubuh
setelah aktivitas mengalami peningkatan kembali
dimana pada Erick menjadi 35,5. Pada Faridah
37,2. Pada Ila 36,8. Pada Tania yaitu 37 dan Devi
35,9. Peningkatan suhu tubuh setelah aktivitas
disebabkan karena metabolisme tubuh cepat
sehingga mempengaruhi naiknya suhu pada tubuh.
Pada ruangan 308, didapatkan suhu lebih
rendah
dibandingkan
dengan
di
ruang
Laboratorium. Hal ini dipengaruhi karena suhu
ruang pada 308 lebih rendah diabandingkan dengan
suhu di laboratoriun. Sehingga suhu luar atau
ruangan akan berpengaruh terhadap suhu tubuh.
Suhu tubuh dapat mengalami pertukaran dengan
lingkungan, artinya panas tubuh dapat hilang atau
berkurang akibat lingkungan yang lebih dingin.
Begitu juga sebaliknya, lingkungan dapat
mempengaruhi suhu tubuh manusia. Perpindahan
suhu antara manusia dan lingkungan terjadi
sebagian besar melalui kulit [4].

dibandingkan dengan Ila. Berat badan yang tinggi


berpengaruh
pada
homeostatis
dan
termoregulatornya. Semakin tinggi berat badan,
maka
semakin
cepat
homeostatis
dan
termoregulatornya sehingga berpengaruh juga pada
besarnya suhu tubuh.

Gambar 2. Grafik perbandingan suhu berdasarkan


jenis kelamin pada ruang lab dan 308

Gambar 1. Grafik perbandingan suhu berdasarkan


berat badan di ruang lab dan 308

Berdasarkan grafik di atas, Faridah


memiliki suhu tubuh yang lebih tinggi
dibandingkan Ila. Hal ini dipengaruhi oleh factor
berat badan dimana berat badan Faridah lebih tinggi

Pada grafik di atas diketahui bahwa suhu


tubuh Faridah lebih tinggi dibandingkan dengan
Erick, dimana seharusnya menurut teori suhu tubuh
pada laki-laki lebih tinggi dibandingkan dengan
perempuan. Metabolisme dan hormone pada lakilaki lebih besar dibandingkan dengan perempuan,
jadi seharusnya laki-laki memiliki suhu tubuh yang
lebih tinggi dibandingkan dengan perempuan.
Hormon kelamin pria dapat meningkatkan
kecepatan metabolisme basal kira-kira 10-15%
kecepatan normal, menyebabkan peningkatan
produksi panas. Pada perempuan, fluktuasi suhu
lebih bervariasi dari pada laki-laki karena
pengeluaran hormone progesterone pada masa
ovulasi meningkatkan suhu tubuh sekitar 0,3
0,6C di atas suhu basal [5]. Namun, Erick tidak
menunjukkan hal tersebut. Kemungkinan hal ini
dipengaruhi oleh factor-faktor lain seperti status

LAPORAN PRAKTIKUM FISIOLOGI HEWAN (6) 2014


gizi, gangguan organ, rangsangan saraf, hormone
pertumbuhan, usia dan lain sebagainya yang lebih
rendah dibandingkan dengan Faridah.
Fungsi Perlakuan
Fungsi perlakuan dalam praktikum ini adalah
yang pertama praktikum dilakukan pada 2 ruang
yang berbeda untuk membandingkan suhu tubuh
seseorang pada ruang dengan suhu tinggi dan suhu
rendah serta bertujuan untuk mengetahui pengaruh
dari faktor lingkungan (suhu luar) terhadap suhu
tubuh seseorang. Pengukuran dilakukan pada axilla,
pangkal auditory canal, dan mulut . Pengukuran
pada mulut dilakukan karena mudah dijangkau dan
tidak membutuhkan perubahan posisi, nyaman, dan
memberi pembacaan suhu permukaan yang akurat.
Pengukuran pada axilla karena aman dan non
invasive dan cara yang lebih disukai pada bayi baru
lahir. Pengukuran pada telinga karena tempat
mudah dicapai, perubahan posisi yang dibutuhkan
minimal, memberi pembacaan inti yang akurat,
waktu pengukuran sangat cepat (2-5 detik), dan
dapat dilakukan tanpa membangunkan atau
mengganggu pasien[6]. Probandus tidur terlentang
dengan bagian atas terbuka, fossa axillaris
dikeringkan dari keringat agar memudahkan
pengukuran. Thermometer yang telah diturunkan
suhunya sampai 350C, kemudian ujungnya
dimasukkan fossa axillaris dan lengan diarahkan ke
dada sehingga fossa axillaris tertutup dimana hal ini
dimaksudkan agar pengukuran suhu tidak
dipengaruhi oleh suhu lingkungan (suhu luar)
sehingga suhu yang terukur adalah benar-benar
merupakan suhu tubuh probandus. Tunggu kira-kira
10 menit dan hasilnya dibaca kemudian dicatat.
Setelah selesai, air raksa dalam thermometer
dikembalikan lagi ke titik semula, kemudian
dibersihkan dengan alcohol sebagai desinfektan
sehingga termometer tetap steril dan aman
digunakan untuk prosedur selanjutnya. Sekarang
ujung thermometer dimasukkan dibawah lidah dan
ditutup rapat Hal ini dimaksudkan supaya ketika
pengukuran suhu tubuh berlangsung tidak ada
pengaruh dari luar (suhu lingkungan).. Biarkan
selama 10 menit, dan catat hasilnya. Probandus
disuruh bernafas dengan tenang melalui mulut
terbuka, Bernafas melalui mulut yang terbuka ini
dimaksudkan untuk memasukkan udara dari
lingkungan luar dimana udara dari lingkungan luar
memiliki suhu yang berbeda dengan suhu tubuh
sehingga dapat diketahui pengaruh suhu lingkungan

luar terhadap pengukuran suhu. sesudah itu air


raksa thermometer diturunkan lagi untuk kalibrasi,
diletakkan pada pangkal auditory canal, kemudian
dibaca temperature setelah 5 menit, catat dan
turunkan kembali thermometer air raksa dan hitung
jika telah diletakkan 10 menit. Probandus disuruh
beraktivitas yang menguras energy seperti berlari
dan melakukan aktivitas olahraga lainnya selama 5
menit karena selain merangsang peningkatan laju
metabolisme, mengakibatkan gesekan antar
komponen otot / organ yang menghasilkan energi
termal. Latihan (aktivitas) dapat meningkatkan
suhu tubuh hingga 38,3 40,0 C[7]. Sesudah itu
ujung thermometer dimasukkan di bawah lidah dan
ditutup rapat. Dibiarkan selama 5 menit dan dicatat
hasilnya. Probandus berkumur dengan air es selama
1 menit Perlakuan ini bertujuan untuk mengetahui
pengaruh dingin terhadap suhu tubuh manusia. dan
thermometer dimasukkan di bawah lidah dan
dittutup rapat. Dan dibaca setelah 5 menit dan 10
menit tanpa menurunkan air raksa thermometer.
Dicatat semua hasilnya dalam suatu table. Dan
dicatat pula hasil dari semua kelompok.
Pengaturan Suhu Tubuh Manusia
Pusat pengatur panas dalam tubuh adalah
hypothalamus. Hipothalamus ini dikenal sebagai
thermostat yang berada dibawah otak. Terdapat dua
hipothalamus, yaitu: hipothalamus anterior yang
berfungsi mengatur pembuangan panas dan
hipothalamus posterior yang berfungsi mengatur
upaya penyimpanan panas [8]
Termoregulasi manusia berpusat pada
hypothalamus anterior terdapat tiga komponen
pengatur atau penyusun sistem pengaturan panas,
yaitu termoreseptor, hypothaamus, dan saraf eferen
serta termoregulasi [9].
Mekanisme kerja hipotalamus dalam mengatur
suhu tubuh. Pengaturan suhu tubuh diatur oleh
hipotalamus region anterior dan posterior yang
masing-masing

berespon

pada

suhu

tubuh

meningkat dan berkurang. Suhu tubuh diatur


hampir seluruhnya oleh mekanisme umpan balik,
dan hampir semua mekanisme ini terjadi melalui
pusat

pengaturan

suhu

yang

teletak

pada

hipotalamus. Agar mekanisme umpan balik ini


dapat berlangsung, harus juga tersedia pendetektor
suhu untuk menentukan kapan suhu tubuh menjadi

LAPORAN PRAKTIKUM FISIOLOGI HEWAN (6) 2014


sangat panas atau sangat dingin. Area preoptik

kisaran normal. Semua sistem organ berkontribusi

hipotalamus anterior mengandung sejumlah besar

untuk homeostasis tetapi sumbangan khusus yang

neuron

yang

dibuat oleh hati yang membuat kadar glukosa darah

jumlahnya kira-kira sepertiga neuron yang sensitif

konstan dan ginjal yang mengatur PH. Sistem saraf

terhadap

diyakini

dan hormon mengatur sistem tubuh lainnya. Kedua

berfungsi sebagai sensor suhu untuk mengatur suhu

dikendalikan oleh mekanisme umpan balik negatif,

tubuh. Neuron-neuron yang sensitif terhadap panas

yang mengakibatkan fluktuasi sedikit di atas dan di

ini meningkatkan kecepatan kerjanya sesuai dengan

bawah tingkat yang diinginkan. Suhu tubuh diatur

peningkatan suhu, kecepatannya kadang meningkat

oleh sebuah pusat di hipotalamus[5]

yang

sensitif

dingin.

terhadap

Neuron-neuron

panas
ini

2 sampai 10 kali lipat pada kenaikan suhu tubuh

Homeostasis mempelajari semua proses yang

sebesar 100C. Neuton yang sensitive terhadap

terjadi

dalam

organisme

dingin,

mempertahankan

lingkungan

sebaliknya,

meningkatkan

kecepatan

hidup
interna

untuk
didalam

kerjanya saat suhu tubuh menurun. Apabila area

kondisi agar optimal bagi kehidupan organisme

preoptik dipanaskan, kulit di seluruh tubuh dengan

yang bersangkutan. Mekanisme ini diatur oleh otak

segera mengeluarkan banyak keringat,sementara

terutama hipotalamus, yang bila terangsang akan

pada waktu yang sama pembuluh darah kulit di

merangsang koordinasi tubuh. Proses ini akan

seluruh tubuh menjadi sangat berdilatasi. Jadi hal

terjadi terus menerus hingga lingkungan dinamis

ini

dalam tubuh akan berada pada jumlah yang

merupakan

reaski

yang

cepat

untuk

menyebabkan tubuh kehilangan panas, dengan


demikian membantu mengembalikan suhu tubuh

normal[5].
Termoregulasi

adalah

Suatu

pengaturan

kembali normal. Disamping itu, pembentukan

fisiologis tubuh manusia mengenai keseimbangan

panas tubuh yang berlebihan dihambat. Oleh karena

produksi panas dan kehilangan panas sehingga suhu

itu, jelas bahwa area preoptik dari hipotalamus

tubuh dapat dipertahankan secara konstan[10].

memiliki kemampuan untuk berfungsi sebagai


termostatik pusat kontrol suhu tubuh. Sinyal yang
ditimbulkan oleh reseptor suhu dari hipotalamus
sangat kuat dalam mengatur suhu tubuh, reseptor

Keseimbangan suhu tubuh diregulasi oleh


mekanisme fisiologis dan perilaku. Agar suhu
tubuh tetap konstan dan berada dalam batasan
normal, hubungan antara prodksi panas dan
pengeluaran panas harus dipertahankan. Hubungan

suhu pada bagian lain dari tubuh juga mempunyai

diregulasi melalui mekanisme neurologis dan

peranan penting dalam pengaturan suhu. Hal ini

kardiovaskular. Perawat menerapkan pengetahuan

terjadi pada reseptor suhu di kulit dan beberapa

mekanisme kontrol suhu untuk meningkatkan

jaringan khusus dalam tubuh. Reseptor dingin

regulasi suhu[10].

terdapat jauh lebih banyak daripada reseptor panas,

Hipotalamus yang terletak antara hemisfer

tepatnya, terdapat 10 kali lebih banyak di seluruh

serebral, mengontror suhu tubuh sebagaimana kerja

kulit. Oleh karena itu,deteksi suhu bagian perifer

termostat dalam rumah. Hipotalamus merasakan

terutama menyangkut deteksi suhu sejuk dan dingin

perubahan ringan pada suhu tubuh. Hipotalamus

daripada suhu hangat[9]

anterior

mengontror

hipotalamus
Homeostasis dan Termoregulator
Homeostasis adalah keseimbangan dinamika

posterior

pengeluaran

panas,

mengontror

dan

produksi

panas[10].
1. Mekanisme tubuh ketika suhu tubuh meningkat

lingkungan internal yang memungkinkan darah dan

yaitu :

konstituen jaringan dan nilai-nilai tetap dalam

a. Vasodilatasi

LAPORAN PRAKTIKUM FISIOLOGI HEWAN (6) 2014


Vasodilatasi

pembuluh

darah

hampir

pada binatang tingkat rendah, berdirinya bulu ini

dilakukan pada semua area tubuh. Vasodilatasi ini

akan berfungsi sebagai isolator panas terhadap

disebabkan oleh hambatan dari pusat simpatis pada

lingkungan.

hipotalamus

c. Peningkatan pembentukan panas

posterior

perifer

yang

menyebabkan

vasokontriksi sehingga terjadi vasodilatasi yang

Pembentukan panas oleh sistem metabolisme

kuat pada kulit, yang memungkinkan percepatan

meningkat

pemindahan panas dari tubuh ke kulit hingga

pembentukan panas akibat rangsangan simpatis,

delapan kali lipat lebih banyak.

serta peningkatan sekresi tiroksin.Lingkungan sel

b. Berkeringat

tubuh sebenarnya merupakan komponen interstial

Pengeluaran keringat melalui kulit terjadi sebagai

CES. Karena fungsi sel yang normal tergantung

efek peningkatan suhu yang melewati batas kritis,

dari konstanta cairan ini. Maka tidak mengherankan

yaitu 37C. pengeluaran keringat menyebabkan

bahwa dalam organisma multiseluler besar sekali

peningkatan pengeluaran panas melalui evaporasi.

jumlah mekanisme regulasi yang telah disusun

Peningkatan

untuk memepertahankannya[10].
Suhu tubuh dipengaruhi oleh berbagai
faktor, yaitu:
Exercise:
semakin
beratnya exercise maka
suhunya akan meningkat 15x, sedangkan pada atlet
dapat meningkat menjadi 20 x dari basal rate-nya.
Hormon:Thyroid(Thyroxine dan Triiodothyronine)
adalah pengatur pengatur utama basal metabolisme
rate. Hormon lain adalah testoteron, insulin, dan
hormon
pertumbuhan
dapat
meningkatkan metabolisme rate 5-15%.
Sistem syaraf: selama exercise atau situasi penuh
stress, bagian simpatis dari system syaraf otonom
terstimulasi.
Neuron-neuron
postganglionik
melepaskan norepinephrine (NE) dan juga
merangsang pelepasan hormon epinephrine dan
norephinephrine (NE) oleh medulla adrenal
sehingga meningkatkan metabolisme rate dari sel
tubuh.
Suhu tubuh: meningkatnya suhu tubuh dapat
meningkatkan metabolisme rate, setiap peningkatan
1 % suhu tubuh inti akan meningkatkan kecepatan
reaksi biokimia 10 %.
Asupan makanan: makanan dapat meningkatkan
10 20 % metabolisme rate terutama intake tinggi
protein.
Berbagai macam factor seperti: gender, iklim dan
status malnutrisi [8]

suhu

tubuh

sebesar

1C

akan

menyebabkan pengeluaran keringat yang cukup


banyak sehingga mampu membuang panas tubuh

1.

yang dihasilkan dari metabolisme basal 10 kali


lebih besar. Pengeluaran keringat merupakan salh
satu mekanisme tubuh ketika suhu meningkat

2.

melampaui ambang kritis. Pengeluaran keringat


dirangsang oleh pengeluaran impuls di area
preoptik anterior hipotalamus melalui jaras saraf
simpatis

ke

seluruh

kulit

tubuh

kemudian

3.

menyebabkan rangsangan pada saraf kolinergic


kelenjar keringat, yang merangsang produksi
keringat.

Kelenjar

keringat

juga

dapat

mengeluarkan keringat karena rangsangan dari


epinefrin dan norefineprin.
c. Penurunan pembentukan panas
Beberapa mekanisme pembentukan panas, seperti
termogenesis

kimia

dan

menggigil

4.

dihambat

dengan kuat[10]
2. Mekanisme tubuh ketika suhu tubuh menurun,

5.

yaitu :
a. Vasokontriksi kulit di seluruh tubuh

6.

Vasokontriksi terjadi karena rangsangan pada pusat


simpatis hipotalamus posterior.
b. Piloereksi
Rangsangan simpatis menyebabkan otot erektor pili
yang

melekat

pada

folikel

rambut

berdiri.

Mekanisme ini tidak penting pada manusia, tetapi

melalui

mekanisme

menggigil,

LAPORAN PRAKTIKUM FISIOLOGI HEWAN (6) 2014


IV. KESIMPULAN
Kesimpulan pada praktikum ini adalah thermometer
klinis digunakan untuk mengukur suhu tubuh,
thermometer ruang untuk mengukur suhu ruang dan
thermometer auricle untuk mengukur suhu pada
auditory. Perbedaan suhu tubuh manusia dapat
dipengaruhi oleh beberapa factor yaitu jenis
kelmain, berat badan, metabolisme tubuh, hormone,
latihan, gizi, dan lain sebagainya. Termoregulasi
adalah Suatu pengaturan fisiologis tubuh manusia
mengenai keseimbangan produksi panas dan
kehilangan panas sehingga suhu tubuh dapat
dipertahankan secara konstan.
DAFTAR PUSTAKA
[1] Zemansky, Mark W. Fisika Untuk Universitas
2. Jakarta: Yayasan Dana Buku Indonesia. 1962.
[2] Asmadi. Tehnik prosedural keperawatan:
Konsep dan applikasi kebutuhan dasar klien.
Jakarta: Salemba Medika. 2008
[3] Duke, NH. The Physiology of Domestic
Animal. Comstock Publishing: New York. 1995
[4] Fadilah, H. Keliru, Kompres Anak Demam
dengan Air Es atau Alkohol
http://203.130.198.30/artikel/1672.shtml. 2009.
[5] Guyton, D.C. Fisiologi Hewan, edisi 2. EGC.
Jakarta. 1993
[6] Isnainy, Wiwi. Fisioloi Hewan. Bandung :ITB.
2006.
[7] Suripto. Fisiolohi Hewan. Bandung : ITB. 2006.
[8] Syaifuddin. Anatomi Fisiologi Untuk
Mahasiswa Keperawatan. Ed. 3. Jakarta :
EGC.2006
[9] Allen, R.C. Absorption. in Dukes Physiology of
Domestic Animals. Edited by M.J. Swenson. 8th

Edition. Comstock Publishing Associates. Cornell


University Press. Ithaca. New York. 1970
.

LAPORAN PRAKTIKUM FISIOLOGI HEWAN (6) 2014


LAMPIRAN

No

Perlakuan

Ditimbang
berat badannya
pada
probandus.

Probandus
diposisikan
dalam keadaan
terlentang

Gambar
6

Probandus
berkumur
menggunakan
air es

Pengukuran
suhu
probandus
pada
cavitas
oris
setelah
berkumur
dengan 2 bunyi

Probandus
melakukan
aktivitas
berlari

Pengukuran
suhu
pada
cavitas
oris
setelah
aktivitas

Pengukuran
suhu
pada
daerah fossa
axilaris
dengan
perlakuan
badan
terlentang.

Pengukuran
suhu
pada
cavitas oris

Pengukuran
suhu
pada
auditory canal

10

Dilakukan
5
perlakuan pada
ruang berAC