Anda di halaman 1dari 5

Laporan Tugas Mandiri

Judul

: Komunikasi Publik

Nama

: Rizky Saputra Telaumbanua

NPM

: 1406599292

Data Publikasi :
1. Muhammad, A. Komunikasi Organisasi. Jakarta: Bumu Aksara. 2008
2. Speechmastery. The Type of Publik Speaking. http://www.speechmastery.com/typesof-publik-speaking.html. diakses pada 8 Oktober 2014.
3. Tubbs, SL dan Moss, S. Human Communication: Konteks-konteks komunikasi, ed. 2.
Mulyana, D. Bandung: Rosda Karya. 2005
4. Zeoli
R.
Seven.
Principles
of
Effective
Publik
speaking.
http://www.amanet.org/training/articles/Seven-Principles-of-Effective-PublikSpeaking.aspx. diakses pada 5 Oktober 2014
Pendahuluan
Dalam dunia kesehatan ada begitu banyak isu dan persoalan yang dapat dijadikan
bahasan pembicaran. Misalnya yang saat ini merebak adalah penyakit Ebola yang menyerang
Afrika dan berbagai negara lainnya. Permasalahan ini tentu perlu diketahui oleh banyak
orang, namun dengan intensitas dan tujuan yang berbeda, sesuai dengan kepentingan masingmasing. Di tengah masyarakat yang sedang dilanda Ebola, tentu informasi yang disampaikan
lebih intensif dan bertujuan untuk mengadakan pengobatan dan rehabilitasi. Bagi masyarakat
awam yang belum terkena Ebola, informasi yang disampaikan lebih bertujuan kepada
tindakan preventif dan mendidik. Sedangkan dikalangan para ahli, penyampaian informasi
akan lebih menekankan pada aspek analisis masalah dan penelitian yang diperlukan untuk
segera menyelesaikan masalah tersebut.
Tentu bukanlah hal efektif jika kemudian informasi ini disampaikan melalui
komunikasi interpersonal dengan bertatap muka satu per satu. Oleh karena itu, diperlukan
satu bentuk komunikasi yang memungkinkan penyampaian informasi kepada banyak orang
sekaligus. Bentuk komunikasi inilah yang disebut sebagai komunikasi publik, yaitu bentuk
komunikasi dimana satu orang (pihak) menyampaikan informasi kepada banyak orang
sekaligus. Komunikasi publik dalam bidang kesehatan merupakan media yang wajib dimiliki
dalam rangka meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat. Melalui bentuk komunikasi ini,
penyampaian informasi baik yang bertujuan informatif, argumentatif, persusif, atau
ekspositif dapat dilakukan dengan efektif. Oleh karena itu, pemahaman yang baik akan
komunikasi publik tentu sangat diperlukan, mulai dari pengertian, tujuan, metode, teknis,
prinsip, hingga faktor-faktor yang mempengaruhinya.

Isi
A. Komunikasi Publik pada Pelayanan Kesehatan
Komunikasi publik merupakan bentuk komunikasi tatap muka dimana satu pihak
ditunjuk sebagai pembicara, sementara pihak lainnya ditunjuk sebagai pendengar. Hal ini
jelas berbeda dengan komunikasi interpersonal dimana masing-masing pihak berkedudukan
sebagai pembicara dan pendengar dalam porsi yang sama. Dalam komunikasi publik,
penyampaian informasi hampir seluruhnya dikuasai oleh pembicara, baik secara verbal
maupun nonverbal. Sementara pendengar, berkedudukan sebagai penonton dan hanya
sesekali menyampaikan informasi/umpan balik, misalnya dengan bertepuk tangan atau
mengajukan pertanyaan pada sesi diskusi. Dalam bidang kesehatan, komunikasi publik tentu
merupakan senjata penting yang diperlukan untuk mengedukasi masyarakat dalam rangka
meningkatkan kualitas kesehatan. Bentuk pelaksanaan komunikasi publik ini diantaranya
adalah dengan mengadarkan seminar ataupun sosialisasi
Secara umum terdapat tiga tujuan komunikasi publik, yaitu, memberi informasi,
menghibur dan membujuk (meyakinkan) pendengar. Jika tujuannya adalah untuk memberi
informasi maka fokus dari pembicara adalah hasil perolehan informasi. Jika tujuan
komunikasi adalah untuk menghibur maka fokusnya adalah kesenangan, dan jika tujuannya
adalah membujuk (meyakinkan), maka diharapkan terjadi pengaruh pada sikap pendengar.
Namun dalam kenyataannya, ketiga tujuan tersebut tidak secara mutlak dapat berdiri sendiri,
tetapi hanya mendominasi. Misalnya dalam sosialisasi yang bertujuan untuk membujuk suatu
kelompok siswa untuk mencuci tangan menggunakan sabun, pasti didalamnya juga terjadi
penyampaian informasi contohnya mengapa cuci tangan itu diperlukan atau kuman apa saja
yang biasa ditemukan ditangan. Selain memberi informasi, dalam sosialisasi tersebut juga
bisa diselipkan aneka games yang bertujuan untuk menghibur para siswa.
Terdapat tiga aspek yang biasanya mencirikan komunikasi publik. Pertama,
komunikasi publik biasanya dilakukan di tempat-tempat publik, misalnya auditorium, kelas,
dan balai desa. Kedua, komunikasi publik umumnya mengemukakan masalah sosial dan
disampaikan secara formal dan terstruktur. Ketiga, komunikasi publik melibatkan
penggunaan norma secara jelas.
Terdapat sepuluh tuntutan dalam komunikasi publik, yaitu :
1.
2.
3.
4.
5.

Pesan harus relevan dengan kelompok secara keseluruhan


=
Umpan balik terbatas
Pendengar beraneka-ragam
Semakin banyak jumlah pendengar, semakin besar kemungkinan kesalahan dalam
mengartikan umpan balik
6. Pembicara harus membuat persiapan yang baik
7. Pembicara harus beradaptasi dengan kondisi pendengar
8. Analisis pendengar relatif susah untuk dilakukan
9. Terkadang susah untuk memusatkan perhatian pendengar
10. Jumlah perubahan pesan relatif lebih banyak karena diterima oleh lebih banyak orang.

B. Penerapan Komunikasi Publik


Komunikasi Publik dapat dijadikan sarana guna melakukan promosi kesehatan
ataupun penyuluhan kesehatan. Bentuk pelaksanaannya dapat disesuaikan dengan tujuan dan
kondisi pendengar. Namun bentuk yang paling umum adalah penyuluhan dan seminar. Dalam
kegiatan penyuluhan penyampaian informasi cenderung dilakukan secara vertikal ke bawah,
dimana pendengar dapat dikategorikan awam. Misalnya penyuluhan cara mengatasi
penyebaran TB yang dilakukan kepada warga desa A. Sementara istilah seminar umumnya
digunakan dalam lingkungan akademis dengan pendengar yang bervariasi, mulai dari yang
awam hingga ahli.
Selain kedua bentuk tersebut, komunikasi publik juga dapat dilakukan dengan
mengadakan simposium, workshop/lokakarya, diskusi panel, kuliah umum dan sebagainya.
Bentuk-bentuk ini umumnya dilaksanakan dalam lingkungan akademik dan segmen
pendengarnya adalah orang yang juga tertarik dan ahli dalam bidang tersebut. Tujuan dari
kegiatan ini umumnya adalah untuk edukasi dan juga klarifikasi serta elaborasi dari suatu
masalah.
Untuk menjamin kesuksesan komunikasi publik dalam bidang kesehatan terdapat dua
elemen yang harus selalu diatur, yaitu:
1. Pembicara
Dalam komunikasi publik pembicara merupakan faktor kunci penentu keberhasilan
penyampaian informasi. Pembicara yang baik tentu harus mendapatkan kepercayaan dari para
pendengar dan dapat menarik perhatian mereka. Kepercayaan ini berkaitan dengan persepsi
pendengar yang didasarkan pada kredibiltas pembicara. Kredibilitas sejalan dengan kesedian
pendengar untuk mempercayai sesuatu yang dikatakan dan dilakukan oleh pembicara.
Misalkan dalam sosialisasi TB, masyarakat akan lebih percaya dan tertarik jika yang menjadi
pembicara adalah Dokter ahli paru dibandingkan polisi, pengacara, atau orang dengan profesi
lainnya yang tidak menunjukkan kredibilitas dalam penyakit TB. Namun demikian,
sesungguhnya, kredibilitas tidak berpengaruh banyak pada pemahaman pendengar, tetapi
hanya sekedar meyakinkan pendengar.
Terdapat dua dimensi kredibilitas yaitu

Kredibilitas Intrinsik
Kredibilitas intrinsik diartikan sebagai citra yang diciptakan pembicara sebagai hasil
langsung pidatonya. Hal ini berkaitan dengan cara pembicara menyampaikan
informasi kepada publik, mulai dari gaya bahasa, gaya bicara, sikap, ekspresi hingga
bahasa tubuh. Terdapat beberapa variabel yang dapat digunakan untuk meningkatkan
kredibilitas intrinsik individu diantaranya adalah penyampaian yang efektif, jelas,
menggunakan bukti yang relevan, penyampain yang terstruktur, dan juga humor.

Kredibilitas Ekstrinsik

Kredibilitas Ekstrinsik adalah kredibilitas yang dianggap telah kian melekat pada
pembicara sebelum ia menyampaikan pidato kepada pendengar. Kredibilitas ini
dipengaruhi oleh status pembicara seperti kepopuleran, kepandaian, gelar, jabatan,
prestasi, dan lain sebagainya.
2. Pendengar
Dalam komunikasi publik, pendengar merupakan pihak yang menerima informasi.
Sebaik apapun konsep dan pelaksanaan kegiatan tersebut dan se-kredibel apapun
pembicaranya, akan menjadi sia-sia jika pendengar tidak mampu/mau menangkap informasi
yang disampaikan. Guna meningkatkan penerimaan tersebut, maka terlebih dahulu harus
dilakukan analisis khalayak. Terdapat dua analisis khalayak yaitu

Analisis Demografi
Analisis demografi khalayak dilakukan dengan menganalisis umur, jenis kelamin,
latar belakang geografis, pekerjaan, tingkat sosial ekonomi, pendidikan, agama, dan
variabel lainnya yang dapat memberikan gambaran mengenai keyakinan, sikap, dan
nilai yang dianut oleh khalayak. Hal ini dijadikan landasan guna menyesuaikan
penyampain informasi sehingga lebih mudah diterima oleh khalayak tanpa mengubah
arah tujuan penyampaian informasi
Analisis berorientasi-tujuan
Yakni analisis pendengar yang dikaitkan dengan tujuan yang akan dicapai, misalnya,
jika petugas pelayanan kesehatan ingin memberika penyuluhan mengenai gizi buruk
di desa X, maka ia harus memiliki data mengenai jumlah dan perkembangan gizi
buruk di desa X, termasuk juga hipotesis-hipotesis penyebab gizi buruk di desa
tersebut.

Selain analisis khalayak, pembicara juga harus memperhatikan keterbujukan


pendengar, ditinjau dari jenis kelamin, kepribadian, dan faktor lain yang dianggap relevan.
Hal ini dapat dipergunakan guna merancang strategi persuasi yang akan dilakukan. Strategi
persusasi ini meliputi perhatian, kebutuhan, kepuasan, visualisasi, dan tindakan. (Rangkaian
motivasi Monroe)
C. Prinsip Komunikasi Publik dalam Pelayanan Kesehatan
Menurut Arni Muhammad terdapat empat prinsip komunikasi publik, yaitu :
1.
2.
3.
4.

Komunikasi publik berorientasi kepada pembicara


Komunikasi publik melibatkan sejumlah besar pendengar
Pada komunikasi publik kurang terdapat interaksi antara pembicara dan pendengar
Bahasa yang digunakan lebih umum supaya dapat dipahami oleh pendengar.

Sedangkan menurut Richard Zeoli terdapat tujuh prinsip dasar dalam komunikasi publik,
yaitu :
1. Perception (persepsi)
2. Perfection (kesempurnaan)
3. Visualization (visualisasi)

4.
5.
6.
7.

Dicipline (disiplin)
Description (deskripsi)
Inspiration (inspirasi)
Anticipation (antisipasi)

Kesimpulan
Komunikasi Publik merupakan bentuk komunikasi dimana terdapat satu orang (pihak)
yang menyampaikan informasi kepada banyak orang sekaligus. Dalam komunikasi ini terjadi
ketimpangan peran, dimana pembicara mendominasi penyampaian pesan, baik secara verbal
maupun nonverbal. Sedangkan pendengar hanya bertindak sebagai pendengar (penerima
informasi), hanya sesekali saja pendengar berkesempatan untuk menyampaikan pesan/umpan
balik misalnya dengan tepuk tangan (nonverbal) dan bertanya saat sesi diskusi (verbal).
Terdapat tiga tujuan komunikasi publik, yaitu memberi informasi, menghibur, dan
membujuk. Ketiganya tidak lantas berdiri sendiri, melainkan hanya mendominasi. Selain itu
dalam penyampaian komunikasi publik terdapat tiga aspek yang dinilai yaitu (1) biasanya
dilakukan ditempat publik. (2) mengemukakan masalah sosial yang disampaikan, dan (3)
menngunakan norma secara jelas. Selain itu, juga terdapat sepuluh tuntutan komunikasi
publik yaitu (1)pesan harus relevan, (2) Bahasa kurang luwes, (3) Umpan balik terbatas, (4)
pendengar beraneka ragam, (5) Semakin besar jumlah, semakin besar kemungkinan
kesalahan, (6) pembicara harus persiapan yang baik, (7) pembicara harus adaptif (8) Analisis
pendengar relative susah dilakukan. (9) terkadang susah untuk memusatkan perhatian
pendengar, (10) relatif banyak perubahan pesan.
Penerapan komunikasi publik dalam pelayanan kesehatan dilakukan guna promosi
kesehatan dan penyuluhan kesehatan. Keberhasilan dalam penerapan komunikasi publik ini
bergantung pada pembicara dan pendengar. Pembicara yang baik harus dipersepsikan
sebagai seseorang yang memiliki kredibilitas yang tinggi. Kredibilitas ini mencakup
kredibilitas intrinsik, yaitu kredibilitas yang muncul dari cara penyampaian pidato pembicara
dan kredibilitas ekstrinsik, yaitu kredibilitas yang telah kian melekat pada pembicara.
1. Komunikasi publik didasarkan pada empat prinsip, yaitu (1) Komunikasi publik
berorientasi kepada pembicara; (2) komunikasi publik melibatkan pendengar dalam
jumlah yang besar; (3) Pada komunikasi publik kurang terdapat interaksi antara
pembicara dan pendengar; (4) Bahasa yang digunakan lebih umum supaya dapat
dipahami oleh pendengar. Pendapat berbeda yang dikemukakan oleh Richard Zeoli
mengemukakan bahwa prinsip komonikasi publik adalah persepsi, kesempurnaan,
visualisasi, disiplin, deskripsi, inspirasi, dan antisipasi