Anda di halaman 1dari 33

REAKTOR ALIR PIPA (PFR)

09:25 artikel kimia, info kimia, kimia universitas No comments

Reaktor Alir Pipa (PFR) Adalah suatu alat yang digunakan untuk
mereaksikan suatu reaktan dalam hal ini fluida dan mengubahnya menjadi
produk dengan cara mengalirkan fluida tersebut dalam pipa secara
berkelanjutan (continuous). Biasanya reaktor ini dipakai untuk mempelajari
berbagai proses kimia yang penting seperti perubahan kimia senyawa, reaksi
termal, dan lain-lain. Di mana katalis diletakkan pada suatu pipa lalu dari selasela katalis dilewatkan bahan baku seperti air melewati sela-sela pasir pada
saringan.
PFR biasa digunakan untuk mempelajari beberapa proses penting seperti reaksi
termal dan reaksi kimia plasma dalam aliran gas yang cepat serta daerah
katalisis. Dalam beberapa kasus, hasil yang didapat tidak hanya membantu kita
dalam memahami karakteristik proses-proses kimia, tetapi juga dapat
memberikan kita pengertian praktis dari proses-proses kimia yang penting.
Di dalam PRF, konsentrasi produk meningkat sepanjang perjalanan dalam
reactor.

APLIKASI
Reaksi Skala Besar
Reaksi Cepat
Reaksi homogen
Reaksi heterogen

Produksi terus-menerus
Reaksi pada Suhu Tinggi
Keuntungan dan Kerugian Penggunaan Reaktor pfr:
K E U N T U N G A N:
Tingkat perubahannnya besar dalam setiap volumenya
Bekerja dalam periode waktu yang cukup lama tanpa tenaga kerja sehingga upah
produksi rendah
Perpindahan kalornya baik sekali
Operasinya terus-menerus
K E R U G I A N:
Sulit mengontrol temperaturnya
Tingginya temperature yang tidak diinginkan dapat terjadi
Proses pemberhentian dan pembersihannya mahal

MACAM MACAM REAKTOR HETEROGEN


FLUDIZED BED REACTOR
Pengertian
Merupakan tempat landasan suatu partikel yang pemasangan gasnya naik melalui suatu titik
pencapaian dengan peningkatan laju alir gas pada steam sehingga menimbulkan percepatan
aliran gas masuk dan menghubungkan percepatan fluidized minimum.
Tujuan dari penggunaan reaktor ini adalah:
Untuk memprediksikan penurunan konversi pada pencampuran di dalam reaktor
Kelebihan dan Kekurangan
Kelebihan:
1. Terjadinya regenerasi secara kontinyu.
2. Reaksinya memiliki efek panas yang tinggi.
3. Suhunya konstan sehingga mudah dikontrol.
Kekurangan:
1. Partikel mengalami keausan yang dapat menyebabkan mengecilnya ukuran partikel yang
berada di dalam reaktor dan ikut mengalir bersama aliran gas sehingga perlu digunakan alat
cyclone separators dan aliran listrik yang disambungkan pada garis antara reaktor dan
generator.
2. Adanya peningkatan keabrasivan dimana penyebabnya adalah partikel padat di dalam
proses cracking pada fluidized bed.
3. Tidak mempunyai fleksibilitas terhadap perubahan panas.
Kapan alat ini digunakan?
1. Partikel fluidized sangat kecil
2. Konsentrasi intra partikel dan gradien temperaturnya diabaikan
3. Ketika terjadi regenerasi katalis dan reaksinya memiliki efek panas yang tinggi. Biasanya
diameter reaktor 10-30 ft.

Persamaan
Diasumsikan di dalam reaktor gelembung bergerak naik ke atas
Ub dCb/dz + kmav (Ct-Cd)= 0
Dimana:
Ub =Percepatan gelembung gas
Cb, Cd = konsentrasi reaktan dalam gelembung gas dan dalam fase padat
km = koefisien transfer massa antara gelembung dan fase padat
av = luas transfer massa antara gelembung dan fase padat per unit volume reactor
Persamaan kekekalan massa dalam fase padat
-Ud dCd/dz + dDL d2Cd/dz2-dd[kf(Cd)]+km av(Cb-Cd)=0
Dimana:
kf(C) = kecepatan reaksi per unit massa katalis
d = densitas partikel katalis dalam fase padat
Ud = percepatan gas dalam fase padat
d = fraksi volume pada fase padat
Untuk reaksi orde satu [kf(C) = kC], persamaan diturunkan menjadi:
dd kCd = kmav (Cb Cd)
Hasil substitusi persamaan:
Ub dCb/dz = -[1/dkd +1/kmav]-1 Cb
Variabel yang Berpengaruh
1. Tingkat reaksi gelembung gas dan tingkat reaksi padatan
2. Kecepatan besarnya gelembung dan padatan
3. Transfer massa diantatara dua fase
Aplikasi di Pabrik
Biasa digunakan dalam pabrik Petroleum Gas Minyak

Contoh Gambar

REACTOR ALIR PIPA(RAP)


Sesuai dengan namanya Reaktor alir pipa (RAP) berbentuk pipa (silinder dengan L/D yang
besar), dengan tipe aliran sumbat (plug), dan alirannya kontinyu, sehingga tak ada akumulasi
massa (steady state).
Komposisi reaktan dan produk akan berubah sedikit demi sedikit (secara diferensial) sesuai
dengan jaraknya.
Pada titik masuk (z=0), konsentrasi reaktan sama dengan konsentrasi awal reaktan , dan
konversi reaksi=0
Dalam RAP, satu atau lebih reaktan dipompa ke dalam suatu pipa. Biasanya reaksi yang

menggunakan RAP adalah reaksi fase gas.


Reaksi kimia berlangsung sepanjang pipa sehingga semakin panjang pipa konversi akan
semakin tinggi.
Beberapa hal penting mengenai RAP:
Perhitungan dalam model RAP mengasumsikan tidak terjadi pencampuran, dan reaktan
bergerak secara aksial bukan radial.
Katalisator dapat dimasukkan melalui titik yang berbeda dari titik masukan, diharapkan
reaksi lebih optimal dan terjadi penghematan.
Biasanya, RAP memiliki konversi yang lebih besar dibanding RATB dalam volum yang
sama. Artinya, dengan waktu tinggal yang sama RAP memberikan hasil yang lebih besar
dibanding RATB.
Neraca massa reaktan (A) pada elemen volum dV: Input output reaksi = akumulasi
Kec. A masuk (R. Input), mol / waktu = Fa
Kec. A masuk (R. output), mol / waktu = Fa+dFa
Kec. A yang bereaksi, mol/waktu =
-ra.dV =(mol A yang bereaksi) x (elemen volume diferensial)
(waktu)(volume fluida)
Konversi dari reaktor alir pipa cukup tinggi bisa mencapai 95%.
Umpan dalam reaktor alir pipa biasanya umpan dalam skala besar oleh karena itu reaktor ini
banyak di gunakan dalam industri industri besar seperti : petrokimia gresik, pertamina dll.
Reaktor ini biasanya di gunakan dalam fase gas pada tekanan tinggi dan dalam suhu tinggi.
Keunggulan reaktor ini diantaranya hasil konversi yang cukup tinggi , waktu yang relatif
lebih singkat dibandingkan dengan reaktor lain seperti RATB
Reaktor ini biasanya di gunakan dalam fase gas pada tekanan tinggi dan dalam suhu tinggi.
Keunggulan reaktor ini diantaranya hasil konversi yang cukup tinggi , waktu yang relatif
lebih singkat dibandingkan dengan reaktor lain seperti RATB
Kelemahan dari reaktor ini adalah perawatan yang lebih mahal

REAKTOR BATCH
Reaktor Batch merupakan reaktor dimana saat terjadinya reaksi tidak ada reaktan yang masuk
dan produk yang keluar.
Dalam reaktor batch reaksinya terjadi dalam sekali proses.
Keuntungan dan Kerugian Reaktor Batch
Keuntungan:
Terjadi pengadukan sempurna sehingga konsentrasi disetiap titik dalam reaktor sama pada
waktu yang sama.
Pada reaktor batch dengan volume berubah, maka perubahan volume dapat dianggap linier
terhadap konversi.

Kelemahan:
Tidak dapat dijalankan pada proses-proses yang sulit,karena harus diubah menjadi proses
kontinue.
Saat terjadi reaksi tidak ada reaktan yang masuk dan produk yang keluar
Kurang baik untuk fase gas,karena reaktor akan bocor an banyak waktu yang terbuang.
Mekanisme kerja reator batch
Reaktan dimasukkan kedalam reaktor,terjadi reaksi dalam waktu tertentu,setelah itu
produk(hasil)akan dikeluarkan dari reaktor.pada saat reaksi berlangsung tidak ada reaktan
yang masuk dan produk yang keluar.didalam reaktor terjadi pengadukan yang
sempurna,sehingga konsentrasi disetiap titik dalam reaktor sama pada waktu yang sama.
Penggunaan reaktor batch
Dalam industri kimia reaktor batch digunakan untuk keperluan antara lain:
Pada industri dengan skala kecil
Mencoba proses baru yang belum sepenuhnya dikembangkan
Memproduksi produk yang mahal
Proses-proses yang sulit diubah menjadi proses continue
Alasan dipilihnya reaktor batch
1. Jika prosesnya dalam kapasitas yang kecil
2. Untuk mempercepat dimensi reaktor RATB
3. Butuh proses yang lama
4. Jika bahan atau hasilnya perlu pembersihan
Mekanisme perhitungan dimensi
Waktu reaksi pada suatu reaktor tergantung pada:
Kapasitas(volum);m3
Kecepatan alir;m/
Luas penampang;m2
Waktu=volume/(kec.alir)(luas penampang)
Dimensinya:=m3/(m/)(m2)
Dengan (m/)(m2) adalah debit aliran
Perancangan reaktor batch
Pada dasarnya konsep kecepatan reaksi sangat diperlukan pada perancangan suatu
reaktor.penentuan konstanta kecepatan reaksi (k) dihitung berdasarkan data percobaan
hubungan k dan konsentrasi(C) atau konversi pada suhhu tertentu(pada kondisi isothermal
tergantung dari reaksi yang terjadi dan reaktor yanf digunakan)umumnya interpretasi data k
digunakan jenis reaktor batch.
Jika v tetap dan fase cair
t=Caodxa/rA
Jika v berubah dan fase gas
t=Naodxa/rA.v
Jika bekerja secara adiabatis Q=0
T=To+(-HR)Nao.xa/ (ni.cpi)
Jika proses isothermal(T=tetap)
-dca/rA=dt
Jika proses non adiabatis,non isothermal
Dca/dt=-k.cA{CBo-2(Cao-CA)}
Industri yang menggunkan Reaktor Batch adalah pabrik gula.dimana dalam poses
fermentasinya memerlukan waktu yang cukup lama,serta dijalankan secara kontinyu
Endah,s.Ditat Teknik Reaksi Kimis II

Fromen & bisghoff,Chemical Reactor Analysis & Design


IR.Harjono.Operasi Teknik Kimia II
Leven.S.Chemical Reacton Engineering
Mc,Graw-Hill,Chemical Reactor Design,Optimization,and Scaleup
Smith.Chemical Engineering Kinetics

SLURRY REACTOR
Reaktor ini berisi partikel padat. Untuk fase gas tidak dapat terus-menerus masuk kedalam
reaktor
Suatu model umum untuk reaktor gas-cair-padat akan mempunyai reaksi homogen
Terjadi didalam bermacam-macam reaksi dan menjadi 3 satuan reaksi heterogen seperti:
gas-cair, gas-padat, dan cair-padat
Jenis katalis yang biasa digunakan dalam reaktor slurry adalah katalis berbasis kobalt (Co)
dan besi (Fe)
Suhu dan tekanan tergantung pada jenis reaktan pada pembuatan batu bara, gas bumi
Slurry reaktor sama seperti fluidized bed reaktor dimana gas melewati reaktor yang
mengandung partikel katalisator padat yang berada dalam cairan gas
Dalam slurry reaktor katalis yang terkandung dalam zat cair
Digunakan :
Reaktor slurry biasa digunakan untuk mereaksikan liquid atau larutan yang mengandung
reaktan dengan katalis padatan.
Supaya transfer massa dan pengadaan katalis efektif digunakan katalis berbentuk granular
atau serbuk antara 0,05-1mm (0,02-0,039 in), sebagai batas minimum agar dapat difiltrasi.
Diameter yang kecil digunakan dengan tujuan memperbesar luas permukaan.
Cara mekanisme dari menghitung dimensinya:
V/F=H/ay*Kl *( Ry * T /Pt ) (Xe ln (1-Xe))
V/F= Cm3/(gr mol /S)
Dimensinya adalah: L3 /M2
Bentuk Reaktor
Autoklaf berpengaduk sederhana
Tangki sederhana dilengkapi pompa untuk sirkulasi liquid dan padatan tersuspensi
melewati external heat exchanger
Bubble tray rectytying coloum dengan variasi stage dalam singgle shell
Keunggulannya:
Pengadukan yang baik akan menjaga suhu seragam,
Kapasitas panas tinggi
Koefisien transfer panas liquid besar
Ukuran partikel yang kecil dalam reaktor ini memungkinkan untuk memperoleh kecepatan
reaksi per berat katalis yang lebih tinggi daripada pellet berukuran lebih besar
Regenerasi secara kontinyu bisa dilakukan

Jika digunakan katalis berbentuk serbuk maka proses pelleting tidak perlu dilakukan
Semakin sama suhunya maka semakin baik pengendalian suhunya pada reaksi eksotermik
yang tinggi dan semakin rendah pula difusi antar partikel
Kekurangannya:
Rasio antara liquid dan katalis lebih tinggi dibandingkan trickel bed reactor
Pembentukan mechanical design yang tidak plug up memilih liquid pembawa yang
melarutkan reaktan dan kenaikan suhu pada saat kontak antara reaktan, produk dan katalis
Menjaga keseimbangan katalisator di dalam reaktor tersebut
Slurry reaktor sukar menerima katalis yang telah tertutupi
FIXED BED REACTOR
Konstruksi dan Operasi
Reaktor fixed bed terdri dari satu atau lebih tubes packed dengan partikel katalis,beroperasi
pada posisi vertikal.
Reaktor fixed bed banyak digunakan untuk reaksi dengan katalis padatan
Partikel katalis bervariasi ukuran dan bentuknya;
Granular (butiran butiran kecil)
Pellet
silinder
Bola/bulatan
Katalis metal seperti platinum
A.Single Fixed Bed
biasanya digunakan untuk proses adiabatik atau ketika untuk mempermudah transfer panas
permukaan yang mengeliling di dalam bed.
Biasanya transfer panas lebih efektif dengan katalis yang lebih kecil di dalam tube dari pada
di luar.
Multiple Fixed Bed
Memungkinkan untuk mengontrol suhu dengan memberikan exchanger diantara beds.
Reaksi untuk amonia,cumene,SO3 dan banyak proses lain dapat menggunakan sekitar 5 atau
enam beds yang disusun secara seri.
Garis Besar Desain
Dalam desain fixed bed reaktor diasumsikan bahwa semua sifat adalah konstan pada
penggabungan elemen volum dengan single butiran katalis.Massa dan transfer energi antar
sel diasumsikan terjadi pada aliran cair dari satu sel ke sel yang lain.
Pada proses isotermal,panas reaksi harus rendah atau konsebtrasi reaktan harus kecil.
Kehadiran katalis menjaga turbulance dan pencampuran untuk mendapatkan konsentrasi yang
sama.
KEUNTUNGAN FIXED BED REACTOR
Reaktor ini sederhana,dengan biaya konstruksi,operasi dan perbaikan relatif rendah dibanding
dengan moving bed atau fluidized bed reaktor
Tidak ada masalah pemisahan katalis dari arus
Dapat digunakan pada kondisi ekstrim seperti pada suhu atau tekanan tinggi
Reaktor ini dapat direaksikan dengan waktu tinggal dalam reaktor dengan bervariasi
Kekurangan Fixed Bed Reaktor
Regenerasi relatif sulit dilaksanakan
Hanya beberapa ukuran pellet yang tahan terhadap pressure drop.Semakin kecil

pelet,semakin efisien internal area yang digunakan tetapi lebih besar pressure dropnya
Menjaga agar distribusi aliran tetap seragam

REACTOR ALIR TANGKI BERPENGADUK (RATB)


-Reaktor Alir Tangki Berpengaduk (RATB) sering juga disebut dengan Continous Stirred
Tank Reactor (CSTR) atau Mixed Flow Reactor.
RATB adalah salah satu reaktor ideal yang berbentuk tangki alir berpengaduk yang biasa
digunakan untuk reaksi homogen atau reaksi yang terjadi dalam satu fase saja.
Contohnya:
1. cair-cair
2. gas-gas
Sehingga untuk reaksi fase gas (non katalitik) reaksinya berlangsung cepat, contohnya pada
reaksi pembakaran
Untuk reaksi fase cair (katalitik) reaksinya dalam sistem koloid.
Pada RATB kecepatan volumetrik umpan yang masuk sama dengan kecepatan volumetrik
hasil (produk) keluar, sehingga kecepatan akumulasinya sama dengan nol
Adanya pengadukan yang sempurna menyebabkan komposisi didalam reaktor sama dengan
komposisi yang keluar reaktor begitu juga denga parameter lain. Seperti konversi reaksi,
kecepatan reaksi, dan konsentrasi reaksi.
n Neraca massa reaktan pada Reaktor Alir Tangki Berpengaduk
n (Rinput)-(Routput)-(Rreaksi)=(Racc)
Mekanisme kerja Reaktor Alir Tangki Berpengaduk
Pada RATB proses berlangsung secara kontinue. Terjadinya pengadukan merupakan hal yang
paling penting dalam reaktor ini, karena dengan pengadukan menyebabkan reaksi menjadi
homogen sehingga terdapat umpan masuk dan terbentuk produk yang keluar selama proses
berlangsung.
Keuntungan dan kerugian RATB:
Keuntungan:
n - Terdapat pengaduk sehingga suhu dan komposisi campuran adalah reaktor yang selalu
homogen bisa terpenuhi.
n -Pengontrolan suhu mudah sehingga kondisi operasi yang isotermal bisa terpenuhi.
n - Mudah dalam melakukan pengontrolan secara otomatis sehingga produk lebih konsisten
dan biaya operasi lebih rendah.
Kerugian
Reaksinya berlangsung isotermal sehingga dipakai katalisator yang aktifitasnya rendah dan
butir katalisator kecil sehingga tidak ada tahanan perpindahan panas

TRICKLE BED REACTOR


adalah reaktor dengan packing katalis dimana fasa cair dan gas mengalir searah ke bawah
dan mengalami interaksi pada katalis padatan.
Trickle bed reactor biasanya digunakan dalam industri perminyakan, pencairan batu bara
dan pengolahan limbah.

Mekanisme reaktor :
Trickle bed reactor melibatkan proses hydrotreating, misalnya: hydrodesulfurisasi dan
hydrocracking.
Pada unit hydrodesulfurisasi, umpan dimasukan ke dalam menara destilasi dalam fase uap.
Kemudian digunakan Hidrogen berlebihan untuk mempertahankan fase uap dan mencegah
terbentuknya deposit cake
Lalu gas dengan kecepatan rendah dimasukan sehingga umpan dapat tersebar merata
dengan hidrogen.
Sebagai katalis biasanya digunakan katalis padatan berbentuk mikroporous yang disusun
pada posisi tetap.
Aliran cairan dalam sebuah regime trickling akan membasahi permukaan luar katalis namun
menyisakan ruang kosong yang akan diisi oleh aliran gas.
Hubungan kecepatan regime pada trickle lebih rendah dari kecepatan rata-rata pada gas dan
cairan. Dimana fase gas terus berlanjut dan fase cairan tersebar.
Hydrocraking
perengkahan rantai-rantai karbon yang panjang menjadi rantai-rantai karbon yang pendek
pada temperatur tinggi dengan bantuan katalist.
Variabel yang berpengaruh
Bahan masuk : variabelnya adalah waktu (), kapasitas bahan (M), kecepatan alir (M/),
luas (M).
Mereaksikan bahan : variabelnya adalah waktu reaksi (), kinetika reaksi (-rA), distribusi
aliran (M/), pressure drop, efektifines katalis, transfer massa (M/).
Mengerluarkan (hasil/produk) : variabelnya adalah variabel diawal dan variabel pada waktu
reaksi.
Membersihkan
Keuntungan dan Kekurangan
Keuntungan : proses dapat dijalankan dengan umpan bertitik didih tinggi.
Kerugian : operasi dengan fase uap akan memungkinkan reaksi samping yang tidak
dikehendaki, contohnya pada proses hidrodesulfurisasi, dimana akan terjadi akumulasi
produk samping yang bersifat korosif (contoh: Mercaptan, siklosulphide, thionic).

REACTOR ALIR TANGKI BERPENGADUK (RATB)


Pengertian
RATB adalah salah satu reaktor ideal yang berbentuk tangki alir berpengaduk .Atau suatu
reaktor yang paling sederhana terdiri dari suatu tangki untuk reaksi yang menyederhanakan
liquid.
RATB sering disebut juga dengan Continuousn stirred Tank Reaktor (CSTR) atau Mixed
Flow Reaktor
RATB digunakan untuk reaksi cair dan dijalankan secara batch ,semi batch/ kontinyu.
RATB sering atau biasa digunakan untuk reaksi homogen (reaksi yang berlangsung dalam
satu fase saja).
Exampel:
Cair-cair
Gas-gas

Untuk reaksi fase gas (nonkatalitik)


reaksinya berlangsung cepat tetapi untuk reaksi pada fase ini akan mudah terjadi kebocoran
sehingga dinding reaktor harus dibuat tebal
Example:
Pada reaksi pembakaran
2.Untuk reaksi fase cair (katalitik)
Reaksinya berlangsung dalam sistem koloid, dan untuk reaksi enzimatik dan mikrobial.
RATB banyak dipakai pada industri kimia dapat dipakai satu atau lebih dan bisa disusun
secara seri.
Pada RATB kecepatan volumetrik umpan yang masuk sama dengan kecepatan volumetrik
hasil (produk)yang keluar sehingga kecepatan akumulasinya sama dengan nol.Adanya
pengadukan yang sempurna menyebabkan komposisi di dalam reaktor sama dengan
komposisi yang keluar dari reaktor, begitu pula dengan parameter lain.
Seperti: kosentrasi, konversi reaksi, dan kecepatan reaksi.
Neraca Massa Reaktor Alir Tangki Berpengaduk
Rinput Rautput Rreaksi = Racc
MEKANISME KERJA
Pada RATB prosesnya berlangsung secra kontinyu, pengadukan adalah yang terpenting
dalam reaktor ini karena dengan pengadukan menjadikan reaksinya menjadi homogen.
http://migasnet11-winda8010.blogspot.com/2010/01/macam-macam-reaktor-heterogen.html

Rancangan Reaktor CSTR

KATA PENGANTAR

Puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa atas limpahan rahmat dan hidayah-Nya
sehingga penulis dapat menyelesaikan makalah mengenai Reaktor Alir Tangki
Berpengaduk ini.
Pada kesempatan ini penulis mengucapkan terima kasih kepada :
1.

Bapak Ir. Aman, MT selaku dosen pengampu yang telah memberikan banyak masukan,
dorongan, motivasi, dan ilmu-ilmu yang bermanfaat sehingga makalahini dapat
diselesaikan dengan baik.

2.

Kedua orang tua yang selalu memberikan semangat dan dorongan sehingga karya tulis
ini dapat diselesaikan

3.

Teman-teman seperjuangan Teknik Kimia Universitas Riau atas dukungan yang telah
diberikan

Penulis menyadari penulisan makalah ini masih jauh dari kesempurnaan. Untuk itu penulis
sangat terbuka atas kritik dan saran yang membangun dari berbagai pihak demi perbaikan di
masa yang akan datang. Penulis juga berharap makalah ini dapat membawa manfaat bagi para
pembaca.

Pekanbaru, Mei 2013

Penulis

BAB II
REAKTOR ALIR TANGKI BERPENGADUK (RATB)
2.1. Pengertian RATB
RATB adalah salah satu reaktor ideal yang berbentuk tangki alir berpengaduk atau
suatu reaktor yang paling sederhana terdiri dari suatu tangki untuk reaksi yang
menyederhanakan liquid. RATB sering disebut juga dengan Continuousn stirred Tank
Reactor (CSTR) atau Mixed Flow Reactor. RATB digunakan untuk reaksi cair dan dijalankan
secara batch ,semi batch/ kontinyu. RATB sering atau biasa digunakan untuk reaksi homogen
(reaksi yang berlangsung dalam satu fase saja). Contoh:

Cair-cair

Gas-gas
Untuk reaksi fase gas (nonkatalitik) reaksinya berlangsung cepat tetapi untuk reaksi
pada fase ini akan mudah terjadi kebocoran sehingga dinding reaktor harus dibuat tebal.
Contohnya: pada reaksi pembakaran, untuk reaksi fase cair (katalitik) reaksinya berlangsung
dalam sistem koloid. RATB banyak dipakai pada industri kimia dapat dipakai satu atau lebih
dan bisa disusun secara seri. Pada RATB kecepatan volumetrik umpan yang masuk sama
dengan kecepatan volumetrik hasil (produk) yang keluar sehingga kecepatan akumulasinya
sama dengan nol. Adanya pengadukan yang sempurna menyebabkan komposisi di dalam
reaktor sama dengan komposisi yang keluar dari reaktor, begitu pula dengan parameter lain,
seperti: kosentrasi, konversi reaksi, dan kecepatan reaksi.
2.2. Neraca Massa Reaktor Alir Tangki Berpengaduk
Di dalam reaktor tangki ideal konsentrasi di setiap titik di dalam reaktor adalah sama,
sehingga kecepatan reaksi tidak dipengaruhi oleh posisi campuran di dalam reaktor. Dengan
demikian perhitungan neraca massanya dapat dilakukan secara makro, yaitu dengan meninjau
reaktor tersebut sebagai suatu unit yang utuh.

FAo

CAo
vo

V, XA, CAi, -rA


FAf
CAf = CA
XAf = XA
-rAf = rA
sehingga neraca massa dapat ditulis sebagai berikut :

dimana :
Input

: FAo

Output

: FA = FAo ( 1-XA)

Reaksi

: ( - rA ) V

Akumulasi

: 0 ( untuk keadaan steady state )

Sedangkan neraca energi dari Reaktor Alir Tangki Berpengaduk dalah sebagai berikut:

2.3. Mekanisme Kerja


Pada RATB prosesnya berlangsung secara kontinyu, pengadukan adalah yang
terpenting dalam reaktor ini karena dengan pengadukan menjadikan reaksinya menjadi
homogen. Di RATB, satu atau lebih reaktan masuk ke dalam suatu bejana berpengaduk dan
bersamaan dengan itu sejumlah yang sama (produk) dikeluarkan dari reaktor. Pengaduk
dirancang sehingga campuran teraduk dengan sempurna dan diharapkan reaksi berlangsung
secara optimal. Waktu tinggal dapat diketahui dengan membagi volum reaktor dengan
kecepatan volumetrik cairan yang masuk reaktor. Dengan perhitungan kinetika reaksi,
konversi suatu reaktor dapat diketahui.
Beberapa hal penting mengenai RATB:

Reaktor berlangsung secara ajeg, sehingga jumlah yang masuk setara dengan jumlah
yang ke luar reaktor, jika tidak tentu reaktor akan berkurang atau bertambah isinya.

Perhitungan RATB mengasumsikan pengadukan terjadi secara sempurna sehingga


semua titik dalam reaktor memiliki komposisi yang sama. Dengan asumsi ini,
komposisi keluar reaktor selalu sama dengan bahan di dalam reaktor.

Seringkali, untuk menghemat digunakan banyak reaktor yang disusun secara seri
daripada menggunakan reaktor tunggal yang besar. Sehingga reaktor yang di belakang
akan memiliki komposisi produk yang lebih besar dibanding di depannya.

Dapat dilihat, bahwa dengan jumlah RATB kecil yang tak terbatas model perhitungan akan
menyerupai perhitungan untuk RAP.
2.4. Space Time ( ), Holding Time ( T ), dan Waktu Ruang
Pada reaktor batch pengertian dari waktu reaksi adalah sama dengan lamanya operasi
berlangsung, tetapi untuk reaktor alir pengertian dari waktu reaksi adalah sama dengan

lamanya reaktan berada dalam reaktor. Pada reaktor alir lamanya reaktan tinggal dalam
reaktor disebut dengan space time.
Space time ditentukan oleh laju alir campuran yang lewat serta volume reaktor di mana reaksi
berlangsung.
Space time ( ) = (waktu yang dibutuhkan untuk memproses umpan sebesar satu
satuan volume reaktor) = ( satuan waktu )
Kabalikan dari space time adalah space velocity ( s ) = 1/ , yaitu kecepatan alir umpan yang
diizinkan per satuan volume reaktor, untuk mendapatkan suatu harga konversi tertentu
sehingga persamaan bisa ditulis:
: space time = V / o
maka persamaan di atas menjadi :
: space time = ( CAo XA ) / - rA
sehingga persaman menjadi;
: space time = 1/s = V / o = V CAo/FAo = CAo XA/( -rA )
Jika di dalam umpan yang masuk sebagian dari A sudah ada yang terkonversi
sebanyak XA , maka persamaan ( VI-8) dapat ditulis :
XA - XAo
: space time = CAo ----------- rA
Perhatikan :
bentuk
XA - XAo
----------- pada persamaan ini menggantikan bentuk diferensial dXA/-rA
- rA
Holding time adalah waktu tinggal rata-rata campuran di dalam reaktor sama dengan
(T ) didefinisikan sebagai

T = V / o = V / o ( 1 + XA )
atau
T = V / o ( 1 + XA )
persamaan menjadi:
T = / ( 1 + XA )
Waktu ruang (Space time) sebagai fungsi dari derajat konversi XA diperoleh dengan
memasukkan persamaan di atas ke dalam persamaan ( VI-15) maka persamaan menjadi :
= kCAo

1 + XA
--------------( 1 + XA )

atau
XA ( 1 +
XA )
= --- -----------------------k ( 1 + XA )
Ekspresi yang serupa bisa diturunkan untuk setiap bentuk persamaan kecepatan reaksi
yang lainnya.

2.5. Konfigurasi Reaktor Alir Tangki Berpengaduk


Reaktor Tangki Alir Berpengaduk atau yang biasa dikenal sebagai Continuous Stirred
Tank Reactor (CSTR) merupakan jenis reaktor dengan model berupa tangki berpengaduk dan
diasumsikan pengaduk yang bekerja dalam tangki sangat sempurna sehingga konsentrasi tiap
komponen dalam reaktor seragam sebesar konsentrasi aliran yang keluar dari reaktor. Reaktor
jenis ini merupakan reaktor yang umum digunakan dalam suatu industri. Dalam operasinya,
reaktor ini sering digunakan dalam jumlah lebih dari satu dengan rangkaian reaktor disusun
secara seri maupun paralel.
Pemilihan susunan rangkaian reaktor dipengaruhi oleh berbagai pertimbangan,
tergantung keperluan dan maksud dari operasinya. Masing-masing rangkaian memiliki
kelebihan dan kekurangan, karena di dunia ini tidak ada yang sempurna. Semua yang ada
didunia ini saling melengkapi satu sama lainnya. Secara umum, rangkaian reaktor yang
disusun secara seri itu lebih baik dibanding secara paralel. Setidaknya ada 2 sisi yang dapat
menjelaskan kenapa rangkaian reaktor secara seri itu lebih baik. Pertama, ditinjau dari
konversi reaksi yang dihasilkan dan yang kedua ditinjau dari sisi ekonomisnya.
Pertama, ditinjau dari konversi reaksinya. Feed yang masuk ke reaktor pertama dalam suatu
rangkaian reaktor susunan seri akan bereaksi membentuk produk yang mana pada saat
pertama ini masih banyak reaktan yang belum bereaksi membentuk produk di reaktor
pertama, sehingga reaktor selanjutnya berfungsi untuk mereaksikan kembali reaktan yang
belum bereaksi dan seterusnya sampai mendapatkan konversi yang optimum. Secara
sederhana, reaksi yang berlangsung itu dapat dikatakan berkali-kali sampai konversinya
optimum. Konversi yang optimum merupakan maksud dari suatu proses produksi. Sementara
itu jika dengan reaktor susunan paralel, dengan jumlah feed yang sama, maka reaksi yang
terjadi itu hanya sekali sehingga dimungkinkan masih banyak reaktan yang belum bereaksi.

Walaupun pada outletnya nanti akan dijumlahkan dari masing-masing reaktor, namun tetap
saja konversinya lebih kecil, sebagai akibat dari reaksi yang hanya terjadi satu kali.
Kedua, tinjauan ekonomisnya. Dalam pengadaan alat yang lain, misal jika seri hanya
memerlukan satu wadah untuk bahan baku (baik dari beton ataupun stainless steel), dan
konveyor yang digunakan juga cukup satu. Namun jika paralel mungkin memerlukan wadah
lebih dari satu ataupun konveyor yang lebih dari satu untuk memasukkan feed ke masingmasing reaktor. Konsekuensi yang lain dari suatu reaktor rangkain paralel adalah karena
masih ada reaktan yang banyak belum bereaksi maka dibutuhkanlah suatu recycle yang
berakibat pada bertambahnya alat untuk menampungnya, sehingga lebih mahal untuk
mendapatkan konversi yang lebih besar
Salah satu kerugian dari penggunaan reaktor tangki (CSTR) adalah bahwa reaksi
berlangsung pada konsentrasi yang realtif rendah, yaitu sama dengan konsentrasi di dalam
campuran yang meninggalkan reaktor. Akibatnya untuk reaksi-reaksi berorde positif volume
reaktor yang diperlukan menjadi besar. Salah satu cara untuk menghindari kerugian ini
adalah dengan mempergunakan beberapa reaktor tangki yang dipasang seri, sehingga
konsentrasi reaktan tidak turun secara drastis tetapi bertahap dari satu tangki ke tangki yang
berikutnya.
Dengan cara ini maka kecepatan reaksi di masing-masing tangki akan turun menurun
secara bertahap pula, sehingga volume total seluruh reaktor untuk mendapatkan besarnya
konversi tertentu akan lebih kecil dibandingkan dengan sistem reaktor tunggal.

FA0
o

1
CAi
rA
V2

2
XA2

FAi , CAi
-rA
VN

N
o
XAN

FAN
-rA

V1

XA1

CAN
FAi,
-

2.6.Aplikasi Reaktor Alir Tangki Berpengaduk


A.SPM-2100
SPM-2100 Continuous Stirred Tank Reactor (CSTR) dapat digunakan untuk mereaksikan
2 macam gas. Reaksinya dapat terjadi dalam keadaan endoterm maupun eksoterm.
Contohnya: reaksi antara etilen (reaktan A) dengan benzena (reaktan B) yang terjadi dalam
keadaan eksoterm, untuk memproduksi etilbenzena (produk C), bahan kimia yang
digunakana dalam pembuatan monomer stirena. Reaktan A dan B dimasukkan ke dalam
CSTR agar kedua reaktan tersebut tercampur dengan sempurna menggunakan pemutar
bermotor (motorized agitator).
B. CSTR dengan cooling jacket
Pada CSTR disamping yang terjadi adalah reaksi tunggal dalam keadaan eksoterm
yang tidak dapat balik (irreversible), dapat dilihat bahwa aliran fluida dimasukkan secara
terus-menerus ke dalam reaktor dan aliran fluida lainnya dikeluarkan terus-menerus dari
reaktor. Sejak reaktor tersebut menggabungkan dengan sempurna, aliran keluar memiliki
konsentrasi dan temperatur yang sama dengan fluida dalam reaktor. Menyadari bahwa lapisan
disekitar reaktor juga masuk dan keluar aliran, pelapis diasumsikan bergabung dengan
sempurna dan pada temperatur yang lebih rendah dari reaktor. Energi lalu melewati dinding
reaktor menuju pelapis, memindahkan panas yang dihasilkan oleh reaksi.
Banyak contoh reaktor yang digunakan dalam industri yang serupa dengan reaktor di
atas. Contohnya adalah tipe-tipe dari reaktor polmerisasi yang memproduksi polimer yang
digunakan dalam produk plastik seperti pendingin polistirena atau botol plastik.

BAB III
DESIGN REAKTOR
Perancangan Reaktor CSTR
Diinginkan untuk menghasilkan 200 juta pon per tahun etilen glikol. Reaktor itu
dioperasikan pada kondisi isotermal. Konsentrasi etilen oksida yang diumpankan adalah 1
mol/ft3 , dan juga air diumpankan ke reaktor bersama dengan 0,9% berat katalis H2SO4. Jika

konversi 80% akan dicapai, maka designlah reaktor tersebut. Diketahui persamaan reaksi
sebagai berikut dengan k=0,311min-1 dan suhu umpan masuk 25oC.

1. Menghitung Volume Reaktor


laju produksi etilen glikol :

dimana :
laju alir molar umpan yang dibutuhkan untuk memproduksi etilen glikol :

sehingga volum reaktor CSTR dapat dihitung dengan persamaan :

Hukum Laju Reaksi :

sehingga persamaan menjadi :

laju alir volum dari A (etilen oksida) dengan Cao= 1 mol/L sebelum dicampur adalah :

diasumsikan bahwa :
jadi total laju alir volum dari umpan adalah:

k=0,311 min-1

untuk kapasitas tangki >500 galon, maka safety factor yang digunakan adalah 10%
[Bassel,1990].
maka volume reaktor, V = 1,1 x 5,6 m3
= 6,16 m3
Volum reaktor

= volum silinder + (2 x volum tutup)

Diasumsikan perbandingan Hs/Dt

= 1,5

Volum silinder

= /4 x Dt x Hs

Volum silinder

= /4 x Dt x 1,5 Dt

Volum tutup toripherical = 0,0847 Dt3................(Brownell dan Young, 1959)


Volum reaktor
6,16 m3

= (/4 x Dt x 1,5Dt) + (2 x 0,0847 Dt3)


= 1,3469 D3

Diperoleh :
Dt

= 1,104 m = 43,478 in

Hs

= 1,656 m = 65,2 in
2. Menghitung Tebal dinding silinder (shell, ts) dan tutup reaktor (head, th)

Bahan konstruksi reaktor

: Loy Alloy SA-204 Grade C

Tegangan yang diizinkan

: 18750 psi

Efisiensi sambungan

: 0,8 (double welded butt-joint)

Menurut Hesse dan Rushton (1945), hasil perhitungan tebal dinding dan tebal tutup suatu
bejana harus ditambah dengan faktor korosi (c) sebesar 0,125 in
ts

+ c...........(Brownell and Young,1959)

= tekanan operasi = 1 atm = 14,7 psi

ts

+ 0,125

= 0,146 in (diambil ts standar 3/16 in)


Diametet luar reaktor (outside diameter, OD)
OD

= ID + (2 x ts)
= 43,478 in + (2 x 0,1875 in)
= 43,853 in (digunakan ukuran OD standar 48 in)

Dari tabel 5.7 Brownell dan Young diperoleh :


rc

= 48

icr = 3 in

Maka, ID koreksi = OD standar (2 x ts) = 48 in (2 x 0,1875 in) = 47,625 in


Hs koreksi = 1,5 x 47,625 in = 71,4375 in
th =

+c

rc = ID koreksi = 47,625 in
th =

+ 0,125

= 0,062 in (diambil th standar 3/16 in)


Tinggi tutup, OA
Tinggi tutup reaktor dihitung dengan menggunakan rumus dari Brownell dan Young (1959).
a

= ID/2 = 47,625/2 = 23,8 in

AB = a icr = (23,8 3) in = 20,8125 in


BC

= r icr = (48 3)in = 45 in

AC

= r AC = 48 in 39,89 in = 8,1 in

in = 39,89 in

Dari tabel 5.6 Brownell untuk th 0,1875 in, maka sf = 2 in


OA

= t h + b + sf
= 0,1875 in + 8,1 in + 2 in
= 10,3 in

Tinggi total reaktor, Ht

= Hs + (2 x OA)
= 71,4375 in + (2 x 10,3) in
= 92,0167 in = 7,668 ft

3. Perancangan Pengaduk (impeller)


Perhitungan Pengaduk
Direncanakan menggunakan pengaduk tipe vertical blade turbine, serta tangki dilengkapi 4
baffle. Bahan konstruksi Low Alloy SA 204 Grade C konfigurasi design pengaduk ditentukan
dari hubungan berikut:

dengan :
D: diameter tangki
d:diameter impeller
W:lebar impeller
L:panjang impeller
E:jarak impeller dar dasar tangki
J:lebar baffle
maka didapat ;

4. Perancangan Nozzle
Diameter nozzle pemasukan
Laju alir volumetrik, q
Faktor safety 10 %
q = 1,1 x 15,34 ft3/min= 0,28 ft3/det
asumsi aliran turbulen, maka diamter pipa optimum adalah
Di opt = 3,9 . q0,45 . 0,13
0,45

Di opt = 3,9 . ( 0,28)

(Pers. 15 Peter Timmerhaus)


0,13

. (67,808)

Di opt = 3,805 in
Dari Q.Kern Tabel 11, dimensi pipa yang digunakan adalah :
Nomonal Pipe Size : 4 in
ID : 4,026 in
OD : 4,5 in
Dengan cara yang sama maka diperoleh diameter nozzle keluaran reaktor

5. Perhitungan Sambungan Tutup Dengan Dinding Reaktor


Sambungan antara tutup atas dan shell adalah dengan menggunakan flange dan baut,
sedangkan antara tutup bawah dengan shell dilakukan dengan pengelasan.
1. Flange
Bahan : Low-alloy Steel SA-336 Grade M tipe 316 (Appendix D Brownell and Young)
Tensile strength minimum

: 75000 psi

Tekanan yang diizinkan

: 35900 psi

2. Bolt (baut)
Low-alloy Steel SA-336 Grade M tipe 316 (Appendix D, Brownell and Young)
Tensile strength minimum
Tekanan yang diizinkan

: 75000
: 15000 psi

3. Gasket
Bahan : Asbertos dengan tebal 1/16 in
Heating stress minimum
Faktor gasket

: 1600 psi

:2

6. Perhitungan Laju Alir Air Pendingin

H= -146040 btu/min
Reaksi dalam kondisi eksoterm, dimana untuk memenuhi kondisi operasi berupa suhu
masuk bahan ke reaktor sama dengan suhu keluaran produk maka dibutuhkan air pendingin.
Suhu bahan masuk yaitu 298oK, Suhu air pendingin masuk 298oK dan keluar pada suhu
333oK. Sehingga dapat dihitung laju alir air pendingin sebagai berikut :
http://nirmalayahdi.blogspot.com/2013/05/rancangan-reaktor-cstr.html

REAKTOR

Reaktor kimia adalah sebuah alat industri kimia , dimana terjadi reaksi bahan mentah menjadi hasil
jadi yang lebih berharga.
Tujuan pemilihan reaktor adalah :

1. Mendapat keuntungan yang besar


2. Biaya produksi rendah
3. Modal kecil/volume reaktor minimum
4. Operasinya sederhana dan murah
5. Keselamatan kerja terjamin
6. Polusi terhadap sekelilingnya (lingkungan) dijaga sekecil-kecilnya
Pemilihan jenis reaktor dipengaruhi oleh :

1. Fase zat pereaksi dan hasil reaksi


2. Tipe reaksi dan persamaan kecepatan reaksi, serta ada tidaknya reaksi samping
3. Kapasitas produksi
4. Harga alat (reactor) dan biaya instalasinya
5. Kemampuan reactor untuk menyediakan luas permukaan yang cukup untuk perpindahan panas
Jenis-jenis reaktor

A. Berdasarkan bentuknya

1. Reaktor tangki
Dikatakan reaktor tangki ideal bila pengadukannya sempurna, sehingga komposisi dan suhu didalam
reaktor setiap saat selalu uniform. Dapat dipakai untuk proses batch, semi batch, dan proses alir.

2. Reaktor pipa
Biasanya digunakan tanpa pengaduk sehingga disebut Reaktor Alir Pipa. Dikatakan ideal bila zat
pereaksi yang berupa gas atau cairan, mengalir didalam pipa dengan arah sejajar sumbu pipa.

B. Berdasarkan prosesnya

1. Reaktor Batch
Biasanya untuk reaksi fase cair
Digunakan pada kapasitas produksi yang kecil
Keuntungan reactor batch:
- Lebih murah dibanding reactor alir
- Lebih mudah pengoperasiannya
- Lebih mudah dikontrol
Kerugian reactor batch:
- Tidak begitu baik untuk reaksi fase gas (mudah terjadi kebocoran pada lubang pengaduk)
- Waktu yang dibutuhkan lama, tidak produktif (untuk pengisian, pemanasan zat pereaksi,
pendinginan zat hasil, pembersihan reactor, waktu reaksi)

2. Reaktor Alir (Continous Flow)

Ada 2 jenis:

a. RATB (Reaktor Alir Tangki Berpengaduk)


Keuntungan:
Suhu dan komposisi campuran dalam rerraktor sama
Volume reactor besar, maka waktu tinggal juga besar, berarti zat pereaksi lebih lama bereaksi di
reactor.
Kerugian:
Tidak effisien untuk reaksi fase gas dan reaksi yang bertekanan tinggi.
Kecepatan perpindahan panas lebih rendah dibanding RAP
Untuk menghasilkan konversi yang sama, volume yang dibutuhkan RATB lebih besar dari RAP.

b. RAP

Dikatakan ideal jika zat pereaksi dan hasil reaksi mengalir dengan kecepatan yang sama diseluruh
penampang pipa.

Keuntungan :

Memberikan volume yang lebih kecil daripada RATB, untuk konversi yang sama
Kerugian:

1. Harga alat dan biaya instalasi tinggi.


2. Memerlukan waktu untuk mencapai kondisi steady state.
3. Untuk reaksi eksotermis kadang-kadang terjadi Hot Spot (bagian yang suhunya sangat tinggi)
pada tempat pemasukan . Dapat menyebabkan kerusakan pada dinding reaktor.
3. Reaktor semi batch
Biasanya berbentuk tangki berpengaduk

C. Jenis reaktor berdasarkan keadaan operasinya

1. Reaktor isotermal.
Dikatakan isotermal jika umpan yang masuk, campuran dalam reaktor, aliran yang keluar dari
reaktor selalu seragam dan bersuhu sama.

2. Reaktor adiabatis.
Dikatakan adiabatis jika tidak ada perpindahan panas antara reaktor dan sekelilingnya.
Jika reaksinya eksotermis, maka panas yang terjadi karena reaksi dapat dipakai untuk menaikkan
suhu campuran di reaktor. ( K naik dan rA besar sehingga waktu reaksi menjadi lebih pendek).
3. Reaktor Non-Adiabatis
D. Reaktor Gas Cair dengan Katalis Padat

1. Packed/Fixed bed reaktor (PBR).

Terdiri dari satu pipa/lebih berisi tumpukan katalis stasioner dan dioperasikan vertikal. Biasanya
dioperasikan secara adiabatis.

2. Fluidized bed reaktor (FBR)

Reaktor dimana katalisnya terangkat oleh aliran gas reaktan.


Operasinya: isotermal.

Perbedaan dengan Fixed bed: pada Fluidized bed jumlah katalis lebih sedikit dan katalis bergerak
sesuai kecepatan aliran gas yang masuk serta FBR memberikan luas permukaan yang lebih besar dari
PBR

E. Fluid-fluid reaktor
Biasa digunakan untuk reaksi gas-cair dan cair-cair.
1. Bubble Tank.
2. Agitate Tank
3. Spray Tower

Pertimbangan dalam pemilihan fluid-fluid reaktor.

1. Untuk gas yang sukar larut (Kl <) sehingga transfer massa kecil maka Kl harus diperbesar .Jenis
spray tower tidak sesuai karena kg besar pada Spray Tower
2. Jika lapisan cairan yang dominan, berarti tahanan dilapisan cairan kecil maka Kl harus diperbesar
jenis spray tower tidak sesuai.

3. Jika lapisan gas yang mengendalikan (maka Kg <)


jenis bubble tank dihindari.
4. Untuk gas yang mudah larut dalam air
jenis bubble tank dihindari.

http://manullang-thondynet.blogspot.com/2009_02_01_archive.html

PBR
Reaktor unggun kerikil
Dari Wikipedia, ensiklopedia bebas
Langsung ke: navigasi, cari
Sketsa reaktor unggun kerikil.
Pebble grafit untuk Reaktor
Reaktor tidur kerikil (PBR) adalah grafit, gas-cooled, reaktor nuklir. Ini adalah jenis reaktor suhu yang
sangat tinggi (VHTR), salah satu dari enam kelas reaktor nuklir dalam inisiatif Generasi IV. Desain
dasar dari reaktor tidur kerikil memiliki elemen bakar bola disebut kerikil. Ini tenis kerikil berukuran
bola terbuat dari grafit pirolitik (yang bertindak sebagai moderator), dan mereka mengandung
ribuan partikel bahan bakar mikro disebut partikel TRISO. TRISO Partikel-partikel bahan bakar terdiri
dari bahan fisil (seperti 235U) dikelilingi oleh lapisan keramik dilapisi silikon karbida untuk integritas
struktural dan fisi produk penahanan. Di PBR, ribuan kerikil yang mengumpulkan untuk membuat
teras reaktor, dan didinginkan oleh gas, seperti helium, nitrogen atau karbon dioksida, yang tidak
bereaksi secara kimia dengan elemen bahan bakar.
Jenis reaktor diklaim pasif aman, [1] yaitu, menghilangkan kebutuhan untuk berlebihan, sistem
keselamatan aktif. Karena reaktor dirancang untuk menangani suhu tinggi, dapat mendinginkan
sirkulasi alam dan masih bertahan di skenario kecelakaan, yang dapat menaikkan suhu reaktor
terhadap 1.600 C. Karena dari desain, suhu tinggi memungkinkan efisiensi termal lebih tinggi
daripada mungkin dalam pembangkit listrik tenaga nuklir tradisional (hingga 50%) dan memiliki fitur
tambahan bahwa gas tidak larut kontaminan atau menyerap neutron seperti air tidak, jadi inti
memiliki kurang di cara cairan radioaktif.
Konsep ini pertama kali diusulkan oleh Farrington Daniels pada 1940-an, namun pengembangan
komersial tidak terjadi sampai tahun 1960-an dalam reaktor AVR Jerman oleh Rudolf Schulten [2]
tetapi sistem ini terganggu dengan masalah dan keputusan politik dan ekonomi dibuat untuk
meninggalkan. teknologi [3] Desain AVR ini dilisensikan ke Afrika Selatan sebagai PBMR dan China
sebagai HTR-10, yang terakhir saat ini hanya desain tersebut operasional.. Dalam berbagai bentuk,
desain lainnya sedang dalam pengembangan oleh MIT, University of California di Berkeley, General
Atomics (AS), perusahaan Belanda Romawa BV, Adams Atom Mesin, dan Idaho National Laboratory.
Sebuah kerikil tidur pembangkit listrik menggabungkan inti gas-cooled [4] dan novel kemasan bahan
bakar yang secara dramatis mengurangi kompleksitas sekaligus meningkatkan keamanan. [5]
Bahan bakar nuklir uranium, torium atau plutonium dalam bentuk keramik (biasanya oksida atau
karbida) yang terkandung dalam kerikil bulat sedikit lebih kecil dari ukuran bola tenis dan terbuat
dari grafit pirolitik, yang bertindak sebagai moderator neutron primer. Desain kerikil relatif
sederhana, dengan masing-masing bidang terdiri dari bahan bakar, fisi produk penghalang nuklir,
dan moderator (yang dalam reaktor air tradisional semua akan bagian yang berbeda). Cukup
menumpuk cukup kerikil bersama-sama dalam geometri kritis akan memungkinkan untuk kekritisan.
Kerikil yang diadakan di kapal, dan gas inert (seperti helium, nitrogen atau karbon dioksida) beredar
melalui ruang antara kerikil bahan bakar untuk membawa panas dari reaktor. Jika helium digunakan,
karena lebih ringan dari udara, udara dapat menggantikan helium jika dinding reaktor dilanggar.
Reaktor tidur kerikil membutuhkan fitur pencegahan kebakaran untuk menjaga grafit dari kerikil dari
pembakaran di hadapan udara meskipun mudah terbakar dari kerikil masih diperdebatkan. Idealnya,
gas dipanaskan dijalankan langsung melalui turbin. Namun, jika gas dari pendingin primer dapat
dibuat radioaktif oleh neutron dalam reaktor, atau cacat bahan bakar masih bisa mencemari
peralatan produksi listrik, mungkin dibawa bukan untuk penukar panas di mana memanaskan gas
lain atau menghasilkan uap. Knalpot turbin cukup hangat dan dapat digunakan untuk bangunan

hangat atau pabrik kimia, atau bahkan menjalankan mesin panas lain.
Sebagian dari biaya konvensional, pembangkit listrik tenaga nuklir berpendingin air adalah karena
kompleksitas sistem pendingin. Ini adalah bagian dari keselamatan keseluruhan desain, sehingga
membutuhkan sistem keamanan yang luas dan backup berlebihan. Sebuah reaktor air-cooled
umumnya dikerdilkan oleh sistem pendingin yang melekat padanya. Masalah tambahan adalah
bahwa inti irradiates air dengan neutron menyebabkan air dan kotoran terlarut di dalamnya untuk
menjadi radioaktif dan bahwa pipa tekanan tinggi di sisi primer menjadi embrittled dan
membutuhkan pemeriksaan terus-menerus dan akhirnya pengganti.
Sebaliknya, reaktor unggun kerikil adalah gas-cooled, kadang-kadang pada tekanan rendah. Ruang
antara kerikil membentuk "pipa" di inti. Karena tidak ada pipa di inti dan pendingin tidak
mengandung hidrogen, embrittlement tidak menjadi perhatian kegagalan. Gas disukai, helium, tidak
mudah menyerap neutron atau kotoran. Oleh karena itu, dibandingkan dengan air, itu adalah baik
lebih efisien dan lebih kecil kemungkinannya untuk menjadi radioaktif.
Sebuah keuntungan besar dari reaktor unggun kerikil atas reaktor air ringan konvensional dalam
beroperasi pada suhu yang lebih tinggi. Reaktor dapat langsung memanaskan cairan untuk tekanan
turbin gas rendah. Suhu tinggi memungkinkan turbin untuk mengekstrak energi lebih mekanis dari
jumlah yang sama dari energi panas, sehingga sistem tenaga menggunakan lebih sedikit bahan bakar
per kilowatt-jam.
Sebuah keuntungan teknis yang signifikan adalah bahwa beberapa desain yang dicekik oleh suhu,
bukan dengan batang kendali. Reaktor bisa lebih sederhana karena tidak perlu beroperasi dengan
baik pada profil neutron yang bervariasi disebabkan oleh batang kendali sebagian ditarik. Untuk
perawatan, banyak desain termasuk batang kendali, yang disebut "peredam" yang dimasukkan
melalui tabung dalam reflektor neutron sekitar inti reaktor. Reaktor A dapat mengubah daya dengan
cepat hanya dengan mengubah laju aliran pendingin dan juga dapat mengubah daya lebih efisien
(misalnya, untuk listrik) dengan mengubah kepadatan pendingin atau kapasitas panas.
Reaktor tidur Pebble juga mampu menggunakan kerikil bahan bakar terbuat dari bahan bakar yang
berbeda dalam desain dasar yang sama dari reaktor (meskipun mungkin tidak pada waktu yang
sama). Para pendukung mengklaim bahwa beberapa jenis reaktor kerikil-tidur harus dapat
menggunakan thorium, plutonium dan uranium alam unenriched, serta adat uranium yang
diperkaya. Ada sebuah proyek dalam proses untuk mengembangkan kerikil dan reaktor yang
menggunakan bahan bakar MOX, yang mencampur uranium dengan plutonium baik dari batang
bahan bakar diolah ulang atau senjata nuklir dinonaktifkan.
Dalam kerikil-tidur desain reaktor yang paling stasioner, pengganti bahan bakar adalah kontinu. Alihalih mematikan selama berminggu-minggu untuk mengganti batang bahan bakar, kerikil
ditempatkan dalam reaktor bin berbentuk. Kerikil Sebuah daur ulang dari bawah ke atas sekitar
sepuluh kali selama beberapa tahun, dan diuji setiap kali dihapus. Ketika dikeluarkan, itu
dipindahkan ke daerah limbah nuklir, dan kerikil baru dimasukkan.
Inti menghasilkan daya yang lebih kecil karena kenaikan suhu, dan karena itu tidak dapat memiliki
pesiar kekritisan ketika mesin gagal. Ini adalah kekuatan-terbatas atau inheren diri mengendalikan
karena Doppler memperluas. Pada saat seperti kepadatan daya rendah, reaktor dapat dirancang
untuk kehilangan lebih panas melalui dinding dari itu akan menghasilkan. Dalam rangka untuk
menghasilkan tenaga lebih itu harus didinginkan, dan kemudian energi diekstrak dari pendingin.
Fitur keselamatan

Ketika bahan bakar nuklir kenaikan suhu, gerak cepat dari atom dalam bahan bakar menyebabkan
efek yang dikenal sebagai Doppler perluasan. Bahan bakar kemudian melihat lebih luas kecepatan
neutron relatif. Uranium-238, yang membentuk sebagian besar uranium dalam reaktor, jauh lebih
mungkin untuk menyerap neutron cepat atau epitermal pada suhu tinggi. Hal ini akan mengurangi
jumlah neutron tersedia untuk menyebabkan fisi, dan mengurangi kekuatan reaktor. Doppler
sehingga memperluas menciptakan umpan balik negatif karena sebagai peningkatan suhu bahan
bakar, daya reaktor menurun. Semua reaktor memiliki mekanisme umpan balik reaktivitas, tetapi
reaktor unggun kerikil dirancang sedemikian rupa sehingga efek ini sangat kuat dan tidak tergantung
pada setiap jenis mesin atau bagian yang bergerak. Karena itu, pendinginan pasif, dan karena reaktor
tidur kerikil dirancang untuk suhu yang lebih tinggi, reaktor tidur kerikil dapat pasif mengurangi ke
tingkat daya aman di skenario kecelakaan. Ini adalah fitur keselamatan pasif utama dari reaktor
unggun kerikil, dan itu membuat desain tempat tidur kerikil (serta reaktor suhu yang sangat tinggi
lainnya) yang unik dari reaktor air ringan konvensional yang memerlukan kontrol keselamatan aktif.
Reaktor didinginkan oleh inert, gas tahan api, sehingga tidak dapat memiliki ledakan uap sebagai
reaktor air ringan bisa. Pendingin tidak memiliki transisi-fase itu dimulai sebagai gas dan tetap gas.
Demikian pula, moderator adalah karbon padat, tidak bertindak sebagai pendingin, memindahkan,
atau memiliki transisi fase (yaitu, antara cairan dan gas) sebagai air ringan dalam reaktor
konvensional.
Sebuah reaktor pebble-bed sehingga dapat memiliki semua mesin pendukungnya gagal, dan reaktor
tidak akan retak, meleleh, meledak atau memuntahkan limbah berbahaya. Ini hanya naik ke
dirancang "menganggur" suhu, dan tinggal di sana. Dalam keadaan itu, bejana reaktor memancarkan
panas, tapi kapal dan bahan bakar bola tetap utuh dan tidak rusak. Mesin dapat diperbaiki atau
bahan bakar dapat dihapus. Fitur-fitur keselamatan yang diuji (dan difilmkan) dengan reaktor AVR
Jerman. [6] Semua batang kendali telah dihapus, dan aliran pendingin dihentikan. Setelah itu, bola
BBM sampel dan diperiksa untuk kerusakan dan tidak ada.
PBRs sengaja dioperasikan di atas 250 C temperatur anil grafit, sehingga energi Wigner tidak
akumulasi. Ini memecahkan masalah ditemukan dalam kecelakaan terkenal, api Windscale. Salah
satu reaktor di situs Windscale di Inggris (tidak PBR a) terbakar karena pelepasan energi yang
tersimpan sebagai dislokasi kristal (Wigner energi) dalam grafit. Dislokasi disebabkan oleh bagian
neutron melalui grafit. Pada Windscale, program reguler anil itu diberlakukan untuk melepaskan
akumulasi energi Wigner, tapi karena efeknya tidak diantisipasi selama pembangunan reaktor, dan
karena reaktor didinginkan oleh udara biasa dalam siklus terbuka, proses tidak bisa secara andal
dikontrol, dan menyebabkan kebakaran. Generasi ke-2 dari Inggris reaktor gas-cooled, para AGRs,
juga beroperasi di atas suhu anil grafit. Terus-menerus pengisian bahan bakar berarti bahwa tidak
ada kelebihan reaktivitas di inti. Terus menerus pengisian bahan bakar juga memungkinkan inspeksi
terus menerus dari elemen bahan bakar. Desain dan keandalan kerikil sangat penting untuk
kesederhanaan dan keselamatan reaktor, karena mengandung bahan bakar nuklir. Kerikil adalah
ukuran bola tenis. Masing-masing memiliki massa 210 g, 9 g yang uranium. Dibutuhkan 380.000
untuk bahan bakar reaktor dari 120 MWe. Kerikil kebanyakan grafit kepadatan tinggi yang menjaga
stabilitas struktural pada suhu kesetimbangan maksimum reaktor. Grafit adalah moderator reaktor,
dan pembuluh penahanan yang kuat. Bahkan, rencana pembuangan limbah paling untuk reaktor
pebble-bed berencana untuk menyimpan limbah dalam kerikil menghabiskan. [Rujukan?].
Berkeley profesor Richard A. Muller telah disebut tidur reaktor kerikil "dalam segala hal ... lebih
aman daripada reaktor nuklir ini, dan bisa dibilang aman dari bahaya pemanasan global yang
ditimbulkan oleh bahan bakar fosil". [7]
Penahanan

Sebagian besar reaktor pebble-bed mengandung banyak kadar memperkuat penahanan untuk
mencegah kontak antara bahan radioaktif dan biosfer.
Kebanyakan sistem reaktor tertutup di gedung penahanan dirancang untuk menahan pesawat
crash dan gempa bumi.
Reaktor itu sendiri biasanya di ruang dua meter berdinding tebal dengan pintu yang bisa ditutup,
dan ventilasi pendingin yang dapat diisi dari sumber air.
Bejana reaktor biasanya disegel.
Setiap kerikil, dalam kapal, adalah 60 milimeter (2,4 in) bola berongga grafit pirolitik.
Sebuah pembungkus tahan api silikon karbida
Kepadatan rendah karbon berpori pirolitik, kepadatan tinggi keropos karbon pirolitik
Fisi bahan bakar dalam bentuk oksida logam atau karbida
Grafit pirolitik adalah bahan struktural utama dalam kerikil tersebut. Ini sublimates pada 4000 C,
lebih dari dua kali suhu desain paling reaktor. Ini memperlambat neutron yang sangat efektif, kuat,
murah, dan memiliki sejarah panjang digunakan dalam reaktor. Kekuatan dan kekerasan berasal dari
kristal anisotropik karbon. Grafit pirolitik juga digunakan, tanpa tulangan, untuk membangun rudal
masuk kembali hidung kerucut dan besar nozel roket padat. [8] Hal ini tidak seperti bubuk campuran
serpih dan lilin di lead pensil atau pelumas.
Karbon pirolitik dapat terbakar di udara ketika reaksi dikatalisis oleh [rujukan?] Contoh Infamous
termasuk kecelakaan di Windscale dan Chernobyl-baik reaktor grafit. Radikal hidroksil (misalnya, dari
air). Beberapa insinyur bersikeras bahwa karbon pirolitik tidak dapat terbakar di udara, dan
mengutip studi rekayasa karbon pirolitik kepadatan tinggi di mana air dikeluarkan dari tes. Namun,
semua reaktor pebble-bed yang didinginkan oleh gas inert untuk mencegah kebakaran. Semua
desain kerikil juga memiliki setidaknya satu lapisan silikon karbida yang berfungsi sebagai istirahat
api serta segel.
Para fissionables juga oksida stabil atau karbida uranium, plutonium atau thorium yang memiliki titik
leleh lebih tinggi dari logam. Oksida-oksida tidak dapat membakar oksigen, tetapi memiliki beberapa
potensi untuk bereaksi melalui difusi dengan grafit pada suhu yang cukup tinggi, karbida mungkin
membakar oksigen tetapi tidak dapat bereaksi dengan grafit. Bahan fisi adalah tentang ukuran
sebutir pasir, sehingga mereka terlalu berat untuk ditambah dalam asap kebakaran.
Lapisan grafit pirolitik berpori tepat di sebelah fisi keramik menyerap gas radioaktif (kebanyakan
xenon) dipancarkan ketika unsur-unsur berat berpisah. Sebagian besar produk reaksi tetap logam,
dan reoxidize. [Rujukan?] Sebuah manfaat sekunder adalah bahwa produk fisi gas tetap dalam
reaktor untuk menyumbangkan tenaga mereka. Rendahnya kepadatan lapisan grafit dikelilingi oleh
lapisan berpori yang lebih tinggi-density grafit pirolitik. Ini adalah penahanan mekanik lain. Lapisan
luar dari setiap bibit dikelilingi oleh silikon karbida. Silikon karbida adalah tidak keropos, mekanis
yang kuat, sangat keras, dan juga tidak dapat membakar. Namun, pada suhu lebih dari 1300 C itu
mulai memecah di udara, sebagai percobaan menunjukkan. Sebuah kelemahan dari SiC adalah
kemampuan retensi miskin untuk produk fisi logam tertentu, misalnya Ag, Cs dan Ru, pada suhu
operasi yang tinggi. Dengan demikian, Dia-suhu maksimum 750 C yang direkomendasikan untuk
bahan bakar saat ini, yang namun tidak termasuk aplikasi sebagai generasi hidrogen dengan
memisahkan air.
Reaktor tidur kerikil tidak memiliki tekanan penahan penahanan (alasan biaya). US-NRC telah
mengumumkan bahwa kehadiran penahanan penuh seperti pada semua jenis lain dari reaktor akan
memfasilitasi PBR lisensi. [9] Banyak pihak menganggap bahwa limbah radioaktif berkerikil cukup
stabil yang dapat dengan aman dibuang penyimpanan geologi sehingga menggunakan bahan bakar

kerikil hanya bisa diangkut ke pembuangan. [rujukan?]


Produksi bahan bakar
Kebanyakan pihak setuju (2002) Jerman bakar-kerikil rilis sekitar tiga lipat (1000 kali) kurang gas
radioaktif dari setara US [10] [11] Semua kernel yang diendapkan dari sol-gel,, dikeringkan kemudian
dicuci itu. Dan dikalsinasi. Kernel AS menggunakan uranium karbida, sementara Jerman (AVR) kernel
menggunakan uranium dioksida.
Pengendapan grafit pirolitik adalah dengan campuran argon, propylene dan asetilena dalam coater
fluidized-bed pada sekitar 1275 C. Dengan fluidized bed bergerak gas naik melalui tempat tidur
partikel, "mengambang" mereka melawan gravitasi. The high-density karbon pirolitik menggunakan
propylene kurang dari gas karbon berpori-menyerap. Partikel Jerman diproduksi dalam proses yang
berkesinambungan, dari bahan-bahan ultra-murni pada suhu tinggi dan konsentrasi. Pelapis AS
diproduksi dalam proses batch. Meskipun lapisan karbon Jerman lebih berpori, mereka juga lebih
isotropik (sifat yang sama dalam segala arah), dan menolak retak lebih baik daripada padat pelapis
AS. [Rujukan?]
The silikon karbida lapisan diendapkan dari campuran hidrogen dan methyltrichlorosilane. Sekali
lagi, proses Jerman kontinu, sementara proses AS berorientasi batch. Semakin berpori karbon
pirolitik Jerman benar-benar menyebabkan ikatan kuat dengan mantel silikon karbida. Proses
pelapisan cepat Jerman menyebabkan lebih kecil, biji-bijian equiaxial di silikon karbida. Oleh karena
itu, mungkin keduanya kurang berpori dan kurang rapuh. [Rujukan?] Beberapa bahan bakar
eksperimental berencana untuk mengganti silikon karbida dengan zirkonium karbida untuk berjalan
pada suhu yang lebih tinggi dengan titik leleh SiC 2300 dan ZRC 3552 tetapi piroforik, berarti ada
perlindungan pembakaran .
Kritik dari desain reaktor
Kritik yang paling umum dari reaktor tidur kerikil adalah bahwa membungkus bahan bakar dalam
grafit mudah terbakar menimbulkan bahaya. Ketika luka bakar grafit, bahan bakar bisa berpotensi
terbawa dalam asap dari api. Sejak pembakaran grafit membutuhkan oksigen, kernel bahan bakar
yang dilapisi dengan lapisan silikon karbida, dan bejana reaksi yang dibersihkan dari oksigen.
Sementara silikon karbida kuat dalam abrasi dan kompresi aplikasi, tidak memiliki kekuatan yang
sama terhadap ekspansi dan gaya geser. Beberapa produk fisi seperti xenon-133 memiliki absorbansi
terbatas karbon, dan beberapa kernel bahan bakar gas bisa mengumpulkan cukup untuk pecah
karbida lapisan silikon. [Rujukan?] Bahkan kerikil retak tidak akan membakar tanpa oksigen, tapi
kerikil bahan bakar mungkin tidak dirotasi keluar dan diperiksa selama berbulan-bulan,
meninggalkan jendela kerentanan.
Beberapa desain untuk reaktor tidur kerikil kekurangan bangunan penahanan, berpotensi membuat
reaktor tersebut lebih rentan terhadap serangan dari luar dan memungkinkan bahan radioaktif
menyebar dalam kasus ledakan. Namun, penekanan saat ini pada keselamatan reaktor berarti
bahwa setiap desain baru kemungkinan akan memiliki struktur penahanan beton bertulang yang
kuat. [12] Juga, ledakan apapun akan kemungkinan besar disebabkan oleh faktor eksternal, seperti
desain tidak menderita dari ledakan uap -kerentanan beberapa reaktor air-cooled.
Karena bahan bakar yang terkandung dalam kerikil grafit, volume limbah radioaktif yang jauh lebih
besar, tetapi berisi tentang radioaktivitas sama ketika diukur dalam becquerels per kilowatt-jam.
Limbah cenderung kurang berbahaya dan sederhana untuk menangani [rujukan?]. Undang-undang
AS saat mengharuskan semua limbah yang akan aman terkandung, sehingga reaktor tidur kerikil
akan meningkatkan masalah penyimpanan yang ada. Cacat dalam produksi kerikil juga dapat
menyebabkan masalah. Limbah radioaktif harus baik disimpan dengan aman selama banyak generasi

manusia, biasanya di sebuah repositori geologi dalam, diolah, ditransmutasikan dalam jenis reaktor
yang berbeda, atau dibuang oleh beberapa metode alternatif lain yang masih harus dibuat. Kerikil
grafit lebih sulit untuk memproses ulang karena konstruksi mereka, [rujukan?] Yang tidak benar
bahan bakar dari jenis lain reaktor. Para pendukung [siapa?] Menunjukkan bahwa ini adalah plus,
karena sulit untuk kembali menggunakan kerikil tidur limbah reaktor untuk senjata nuklir.
Kritik juga sering menunjukkan kecelakaan di Jerman pada tahun 1986, yang melibatkan kerikil
macet rusak oleh operator reaktor ketika mereka berusaha untuk mengusir itu dari tabung
pengumpan (lihat THTR-300 bagian). Kecelakaan ini dirilis radiasi ke daerah sekitarnya, dan mungkin
merupakan salah satu alasan penutupan program penelitian oleh pemerintah Jerman Barat.
Pada tahun 2008, sebuah laporan [13] [14] tentang aspek keselamatan reaktor AVR di Jerman dan
beberapa fitur umum reaktor tidur kerikil telah menarik perhatian. Klaim yang diperebutkan. [15]
Poin-poin utama diskusi adalah
Tidak ada kemungkinan untuk menempatkan peralatan pengukuran standar di tempat tidur inti
kerikil, yaitu kerikil tidur = kotak hitam
Kontaminasi sirkuit pendingin dengan produk fisi logam (Sr-90, Cs-137) karena kemampuan retensi
cukup kerikil bahan bakar untuk produk fisi logam. Bahkan elemen bahan bakar modern tidak cukup
mempertahankan strontium dan cesium.
suhu yang tidak tepat dalam inti (lebih dari 200 C di atas nilai-nilai dihitung)
perlunya tekanan mempertahankan penahanan
masalah yang belum terselesaikan dengan formasi debu dengan kerikil gesekan (perbuatan debu
sebagai pembawa produk fisi mobile)
Rainer Moormann, penulis laporan itu, permintaan untuk alasan keamanan batasan rata-rata suhu
Helium panas sampai 800 C dikurangi ketidakpastian suhu inti (yang saat ini sekitar 200 C).
Reaktor tidur kerikil memiliki keuntungan lebih dari reaktor tradisional bahwa gas tidak larut
kontaminan atau menyerap neutron seperti air tidak, jadi inti memiliki kurang di jalan cairan
radioaktif. Namun, kerikil menghasilkan partikel grafit yang dapat meniup melalui loop pendingin
dan akan menyerap produk fisi jika produk fisi melarikan diri partikel TRISO.