Anda di halaman 1dari 11

Pelajar Sebagai Duta Keselamatan Berlalu

Lintas

Disusun Oleh:
Wahyu Dwi Mangundiharjo
SMA Negeri 2 Mataram

Kata Pengantar
Puji syukur saya panjatkan atas kehadiran Tuhan Yang Maha Esa atas
segala kuasa atas segala rahmat dan limpahannya,serta kemudahankemudahan yang diberikan dalam pembuatan karya tulis ini. Saya
berharap karya tulis yang saya susun ini bisa dipergunakan sebagai
refrensi atau acuan tentang keselamatan berlalu lintas di jalan raya.
Harapan saya atas di susunya makalah ini agar bisa berguna
menambah pengalaman serta pengetahuan pembaca tentang
pentingnya keselamatan berlalu lintas, serta tata cara maupun aturan
berlalu lintas yang baik.
Karya tulis ini saya akui mungkin sangat kurang karena pengalaman
saya dalam hal ini masih sangat kurang. Maka dari itu, saya harapkan
pembaca untuk memberi masukan serta saran-saran yang bisa
membangun saya maupun pelajar dalam menjadi duta/pelopor
keselamatan berkendara.
Mataram, 18 September 2014

Wahyu Dwi Mangundiharjo

BAB I
Pendahuluan
Pelajar merupakan aset bangsa yang sangat berharga, karena
mereka adalah generasi-generasi pemimpin negara ini di masa depan
nanti. Pelajar saat ini semakin kritis dan cerdas sehingga banyak
pelatihan dan pencarian duta untuk mencapai suatu tujuan yang
diperuntukan untuk para pelajar untuk siap menghadapi era
globalisasi saat ini.
Pelajar di saat ini tidak jauh dengan teknologi,yang lebih
spesifiknya kendaraan. Para pelajar biasanya adalah pengguna
kendaraan yang paling aktif serta paling banyak juga sebagai korban
kecelakaan berkendara itu sendiri.
Keselamatan berkendara saat ini bagi sebagian pelajar di nomor
duakan, karena mereka lebih mementingkan gaya serta tren masa kini
daripada keselamatan diri mereka sendiri.
Kecelakaan lalu lintas merupakan penyebab kematian terbesar
di dunia selain karena wabah penyakit dan perang. Selain itu,
kecelakaan lalu lintas ini di negara berkembang banyak di dominasi
oleh kendaraan bermotor khususnya sepeda motor. Serta kendaraan
roda empat atau mobil juga menyumbang angka kematian tapi tidak
sebanyak sepeda motor.
Akhir kata, semoga setiap pembaca terutama para pelajar yang
akan menjadi duta keselamatan berkendara untuk lebih menggalakkan
upaya pencegahan. Saya harap karya tulis ini mampu membuka mata
para pembaca tentang pentingnya korban kecelakaan lalu lintas yang
banyak melibatkan pelajar yang merupakan calon-calon pemimpin
masa depan.

Permasalahan
Berdasarkan pendahuluan di atas maka timbul masalah:
1. Mengapa kesadaran pelajar akan keselamatan berlalu lintas
kurang?
2. Apa yang dapat dilakukan duta atau pelopor keselamatan
berkendara dalam mensikapi masalah ini?
3. Apa usaha pemerintah maupun instansi terkait dalam
menanggulangi hal ini?
4. Apakah solusi untuk permasalah ini?
5. Bagaimana cara menekan angka kecelakaan yang sudah
mewabah ini?
6. Apakah penting edukasi tentang lalu lintas sejak dini?

Tujuan
1.
2.
3.

Mampu menyusun strategi untuk mencegah kecelakaan dan


menanggulangi bila sudah terjadi
Mengtahui dampak dari kecelakaan
Memberikan informasi dampak-dampak kecelakaan

Sistematika Bacaan:

Pendahuluan
Permasalahan
Tujuan
Sistematika Bacaan
Pembahasan
Upaya Pencegahan Kecelakaan Lalu Lintas
Upaya Pemerintah Dalam Mencanangkan Keselamatan
Berlalu Lintas
Pelajar Sebagai Duta Keselamatan Berkendara

BAB II
PEMBAHASAN
Upaya Pencegahan Kecelakaan Lalu Lintas
Lalu lintas adalah sarana bergerak dari satu tempat ke tempat yang
lain, dewasa ini tingkat kecelakaan lalu lintas dari tahun ke tahu
semakin meningkat. Seperti pada setiap harinya 2 hingga 3 korban
meninggal akibat kecelakaan lalu lintas ini.
Sesuai dengan Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 Tentang
Lalu Lintas dan Angkutan Jalan, telah dijelaskan berbagai upaya
pencegahan kecelakaan berlalu lintas yang kian tinggi saat ini.
Dilakukanlah berbagai tindakan demi keselamatan berlalu lintas.
Berbagai macam upaya dilakakukan pemerintah yaitu, mencakup
upaya pembinaan, pencegahan, pengaturan, serta penegakan hukum.
Upaya pembinaan dilakukan melalui peningkatan intensitas
pendidikan berlalu lintas, serta penyuluhan hukum dan pembinaan
sumber daya manusia.Upaya pencegahan dilakukan melalui
peningkatan pengawasan kelaikan jalan, serta sarana dan prasarana
jalan. Tidak luput juga kelaikan kendaraan, termasuk pengawasan di
bidang lalu lintas dan angkutan jalan. Dimana hal tersebut harus
dilaksanakan lebih intensif. Upaya pengaturan meliputi manajemen
dan rekayasa lalu lintas, serta modernisasi sarana dan prasarana lalu
lintas. Upaya penegakan hukum juga dilaksanakan lebih efektif,
melalui perumusan ketentuan hukum yang lebih jelas serta penerapan
sanksi yang lebih tegas.
Untuk menjamin terwujudnya penyelenggaraan lalu lintas dan
angkutan jalan yang memenuhi standar keselamatan dan keamanan,
Undang-Undang ini mengatur persyaratan teknis dan uji berkala
kendaraan bermotor. Setiap jenis kendaraan bermotor yang berpotensi
menyebabkan kecelakaan lalu lintas, serta menimbulkan pencemaran
lingkungan wajib dilakukan uji berkala.

Undang-Undang ini menjelaskan bahwa dalam menangani


masalah kecelakaan lalu lintas, pencegahan dilakukan melalui
partisipasi berbagai unsur. Meliputi pemangku kepentingan,
pemberdayaan masyarakat, penegakan hukum dan kemitraan global.
Pencegahan kecelakaan lalu lintas dilakukan dengan pola penahapan,
yaitu program jangka pendek, jangka menengah dan jangka panjang.
Selain itu ada penyusunan program pencegahan kecelakaaan
Upaya Pemerintah Upaya Pemerintah Dalam Mencanangkan
Keselamatan Berlalu Lintas
Program-program pemerintah dalam berusaha menekan
angka kecelakaan lalu lintas memang bagi kurang begitu
maksimal. Berikut adalah Rencana Umum Nasional
Keselamatan (RUNK):

Program penggunaan sabuk pengaman


Program penggunaan kaca spion lengkap
Program light on
Program patuhi batas kecepatan
Program berkendara kurangi kecepatan saat mendekati
perempatan, didahuli oleh kendaraan lain, tempat
keramaian
Program penggunaan lampu kendaraan lengkap
Program pemberlakuan kanalisasi
Program patuh dan disiplin berlalu lintas
Program patuh terhadap rambu/marka & peraturan lalu
lintas

Saat ini pemerintah Pemerintah bekerja sama dengan dunia


usaha dan masyarakat terus berupaya mensinergikan segala bentuk
perencanaan dan pelaksanaan dalam meminimalisasikan kerugian
ekonomi sosial akibat kecelakaan. Menurut data Asian Development
Bank (ADB) tahun 2004 menjelaskan bahwa salah satu kelemahan

dari penyelenggaraan keselamatan jalan di Indonesia adalah buruknya


koordinasi dan manajemen.
Atas dasar itu, Kementrian PU membuat kebijakan dari sisi
infrastruktur jalan yaitu mengurangi resiko keparahan korban akibat
infrastruktur, menerapkan prasarana jalan yang memenuhi self
explanding and self enforcing, menerapkan prasarana jalan yang
memenuhi prinsip forgiving road yakni jangan sampai kelalaian
seseorang mengakibatkan fatalitas orang lain, meningkatkan standar
prasarana dan sarana jalan menuju jalan yang berkeselamatan, serta
mematangkan standar prasarana jaringan jalan yang berkeselamatan.
Selain itu pihak dari P.T Jasa Raharja melakukan upaya
preventif kecelakaan yang meliputi kegiatan mudik gratis bersama
Jasa Raharja yang ditujukan kepada pengendara sepeda motor,
kegiatan pos terpadu dan pos kesehatan. Di mana petugas Jasa
Raharja turut berpartisipasi di posko tingkat nasional angkutan
lebaran terpadu Kementerian Perhubungan. Kegiatan Pos kesehatan
cuma-cuma sebanyak 210 pos yang tersebar di seluruh Indonesia
ditempatkan di terminal bus, stasiun kereta api, pelabuhan serta jalur
mudik lainnya.
Pelajar Sebagai Duta Keselamatan Berkendara
Duta adalah orang yang menyebarkan atau mengajak orang
disektarnya untuk bersama dia mencapai tujuan. Guna duta di sini
adalah untuk mengajarkan sejak dini tentang pentingnya edukasi
lalu lintas. Hal ini akan mengakibatkan kesadaran sejak dini yang
akan menekan angka kecelakaan untuk tahun yang akan datang.
Memang hasilnya tidak cepat. Duta-duta ini harus benar-benar
mengtahui dasar tentang lalu lintas agar mereka mampu
memulainya dari lingkungan terdekat mereka.

BAB III
Metode Pengumpulan Data
Prosedur Pengumpulan Data
Data-data di peroleh dengan cara mendengarkan pemaparan para
intruktur dari berbagai instansi terkait yang memberikan materi
tentang lalu lintas,pengalaman pribadi,serta browsing internet.
Studi litera
Penulisan karya tulis ilmiah ini berawal dari studi literatur yang
membahas tentang bidang yang berhubungan dengan tujuan di
tulisnya karya ilmiah ini. Studi literature ini di dapatkan melalui
prosedur penelusuran kajian pustaka meliputi:
1. Pengumpulan data dan informasi melalui perputakaan dan internet,
berupa buku-buku majalah lalu lintas dan informasi peraturan lalu
lintas.
2. Memilih data dan informasi di lokasi penelitian yang sesuai dengan
judul karya tulis.
3. Mengelolah data yang di peroleh.
4. Merangkum data dan informasi tersebut menjadi satu kesatuan.
5. Membuat suatu kesimpulan atas data dan informasi yang telah di
peroleh.
Pokok bahasan yang diambil dari studi literature meliputi:
1. Pencegahan Kecelakaan lalu lintas
2. Solusi terhadap kecelakaan
3. Peran duta pelajar dalam mencanangkan keselamatan berkendara
3.2. Metode perancangan
1. Mendengarkan
2. Pendapat sendiri

BAB IV
PENUTUP
Kesimpulan
Kecelakaan lalu lintas, itu sebenarnya sangat bergantung pada
masing-masing individu itu sendiri, tapi kebanyaka individu atau para
pelajar kurang mau memamtuhi peraturan dan tata tertib yang telah di
buat oleh pihak kepolisian maupun pihak terkait.
Pelajar di sini akan sangat berperan untuk mengingatkan teman
sebayanya, tentang bagaimana pentingnya keselamatan berlalu lintas
untuk diri mereka sendiri terlebih dahulu lalu kepada orang banyak.
Intinya kita harus memulai dari para generasi muda, karena
mereka lah elemen-elemen bangsa yang sangat berharga dan paling
kritis dalam segala hal.

Saran
Bagi para pembaca, saran saya adalah jangan kita menutup mata
terhadap masalah ini. Ini bukan tanggung jawab pemerintah atau para
pelajar melainkan tanggung jawab kita bersama sebagai suatu
kesatuan.

DAFTAR PUSTAKA
-Instruktur dari Kepolisian,Jasa Raharja, dan Dishub
-melalui google.co.id
- melalu berkas- berkas yang diberikan
- Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009
-Undang-Undang Nomor 33 & 34 Tahun 1964