Anda di halaman 1dari 17

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN

MATA PELAJARAN JARINGAN NIRKABEL UNTUK SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN


KELAS XI SEMESTER 1

Oleh
Johan Iriawan Akbar
NIM 110533430608

UNIVERSITAS NEGERI MALANG


FAKULTAS TEKNIK
JURUSAN TEKNIK ELEKTRO
S1 PENDIDIKAN TEKNIK INFORMATIKA
Oktober 2014

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN

Satuan Pendidikan

SMK Negeri 1 Udanawu

Jurusan

Teknik Komputer dan Jaringan

Mata Pelajaran

Jaringan Nirkabel / Wireless

Kode Mata Pelajaran

PK 20

Kelas / Semester

XI / 1

Alokasi Waktu

4 X 45 Menit

Kompetensi Inti
1. Menghargai dan menghayati ajaran agama yang dianutnya
2. Menghargai dan menghayati perilaku jujur, disiplin, tanggung jawab, peduli
(toleransi, gotong royong), santun, percaya diri, dalam berinteraksi secara efektif
dengan lingkungan sosial dan alam dalam jangkauan pergaulan dan keberadaannya
3. Memahami pengetahuan (faktual, konseptual, dan prosedural)berdasarkan rasa ingin
tahunya tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya terkait fenomena dan
kejadian tampak mata
4. Mencoba, mengolah, dan menyaji dalam ranah konkret (menggunakan, mengurai,
merangkai, memodifikasi, dan membuat) sesuai dengan yang dipelajari di sekolah dan
sumber lain yang sama dalam sudut pandang/teori

Kompetensi Dasar
1.1 Menghargai ajaran agama dalam berfikir dan bertingkah laku dengan memperhatikan
aspek sosial, budaya, ekonomi dan politik dalam kehidupan bermasyarakat.
1.2 Berperilaku sopan, santun, saling menghargai sesama dalam hal berinteraksi sosial
dan berkomunikasi di lingkungan.
2.1 Memahami jenis-jenis teknologi jaringan nirkabel
2.2 Memahami karakteristik perangkat jaringan nirkabel
2.3 Menerapkan instalasi perangkat jaringan nirkabel
2.4 Menganalisis rancangan instalasi jaringan nirkabel

Indikator Pencapaian Kompetensi


1. Memahami jenis-jenis teknologi jaringan nirkabel beserta perangkat jaringan nirkabel.
2. Merencanakan kebutuhan perangkat jaringan nirkabel dalam mendesain jaringan
Wireless Local Area Network (WLAN).
3. Membuat desain dan topologi untuk instalasi jaringan nirkabel yang akan dibuat.

Tujuan Pembelajaran
Melalui kegiatan pengamatan, diskusi, dan praktek siswa dapat:
1. Dapat memahami jenis-jenis teknologi jaringan nirkabel dan perangkat jaringan
nirkabel.
2. Dapat merencanakan kebutuhan perangkat jaringan nirkabel dalam mendesain jaringan
nirkabel.
3. Dapat membuat desain dan topologi untuk instalasi jaringan nirkabel.

Materi Pembelajaran

WLAN (Wireless Local Area Network)


Jaringan lokal tanpa kabel atau WLAN adalah suatu jaringan area lokal tanpa kabel
dimana media transmisinya menggunakan frekuensi radio (RF) dan infrared (IR), untuk
memberi sebuah koneksi jaringan ke seluruh pengguna dalam area disekitarnya. Area
jangkauannya dapat berjarak dari ruangan kelas ke seluruh kampus atau dari kantor ke
kantor yang lain dan berlainan gedung. Peranti yang umumnya digunakan untuk jaringan
WLAN termasuk di dalamnya adalah PC, Laptop, PDA, telepon seluler, dan lain
sebagainya.
Teknologi WLAN ini memiliki kegunaan yang sangat banyak. Contohnya, pengguna
mobile bisa menggunakan telepon seluler mereka untuk mengakses e-mail. Sementara itu
para pelancong dengan laptopnya bisa terhubung ke internet ketika mereka sedang di
bandara, kafe, kereta api dan tempat publik lainnya.
Spesifikasi yang digunakan dalam WLAN adalah 802.11 dari IEEE dimana ini juga
sering disebut dengan WiFi (Wireless Fidelity) standar yang berhubungan dengan
kecepatan akses data. Ada beberapa jenis spesifikasi dari 802,11 yaitu 802.11b, 802.11g,
802.11a, dan 802.11n.

Institute of Electrical and Electronics Engineers (IEEE)


Institute of Electrical and Electronics Engineers (IEEE) adalah pembuat kunci yang baku
untuk kebanyakan berbagai hal berhubungan dengan teknologi informasi di Amerika
Serikat. IEEE menciptakan standard nya di dalam hukum yang diciptakan oleh FCC.
Pokok-Pokok IEEE banyak teknologi baku seperti Public Key Cryptography (IEEE
1363), Firewire (IEEE 1394), Ethernet (IEEE 802.3), dan Wireless Lan (IEEE 802.11).
Itu menjadi bagian dari misi dari IEEE untuk dikembangkan standard untuk operasi LAN
wireless di dalam kerangka dari peraturan dan aturan FCC itu. Berikut adalah empat
standard IEEE yang utama untuk Lan wireless yang adalah salah satu digunakan atau di
format draft.

IEEE 802.11
Standard 802.11 adalah standard yang pertama gambarkan pengoperasian Wireless LAN.
Standard ini yang dimasukkan semua teknologi transmisi yang yang tersedia yang
mencakup Direct Sequence Spread Spectrum (DSSS), Hopping Spread Spectrum
frekwensi (FHSS), dan inframerah.

Standard IEEE 802.11 menguraikan sistem DSSS yang beroperasi pada 1 Mbps dan 2
Mbps saja. Jika suatu sistem DSSS beroperasi pada daftar biaya pengiriman barangbarang data yang lain juga, seperti 1 Mbps, 2 Mbps, dan 11 Mbps, kemudian dapat tetap
suatu sistem 802.11-compliant. Jika, bagaimanapun, sistem sedang beroperasi
bagaimanapun juga selain dari 1 atau 2 Mbps, kemudian sistem adalah 802.11-compliant
oleh karena kemampuannya mempekerjakan pada 1 & 2 Mbps. Itu bukanlah yang
beroperasi dalam suatu gaya 802.11-compliant dan tidak bisa diharapkan untuk
berkomunikasi dengan alat 802.11-compliant yang
lain.
IEEE 802.11 adalah salah satu dari dua standard yang menguraikan pengoperasian
frekwensi yang meloncat sistem LAN wireless. Jika suatu pengurus LAN wireless
menghadapi suatu frekwensi yang meloncat sistem, kemudian kemungkinan untuk salah
satu suatu sistem atau 802.11-compliant OpenAir yang memenuhi (yang dibahas di

bawah). Standart 802.11 menguraikan penggunaan dari sistem FHSS pada 1 dan 2 Mbps.
Ada sistem FHSS banyak orang di pasar yang meluas kemampuan ini dengan
menawarkan gaya kepemilikan yang
beroperasi pada 3-10 Mbps, hanya sebagai dari DSSS, jika sistem sedang beroperasi pada
kecepatan selain dari aku & 2 Mbps, itu tidak bisa diharapkan untuk secara otomatis
berkomunikasi dengan alat 802.11-compliant yang lain.

802.11 produk memenuhi beroperasi dengan keras di 2.4 regu GHz ISM antara 2.4000
dan 2.4835 GHz. Inframerah, juga yang dicakup oleh 802.11, adalah light-based
technology dan tidak jatuh masuk ke 2.4 regu GHz ISM.

Wireless mempunyai standart khusus dimana di kelompokkan sebagai berikut ini :


IEEE 802.11 original standart wireless LAN yang mengatakan rate transfer data yang
terlambat dalam RF dan teknologi transmisi light-based
IEEE 802.11 b menjelaskan beberapa transfer data yang lebih cepat dan batasan ruang
dari teknologi transmisi. Standart ini juga diperlebar dengan dipromosikannya Wi-Fi

TM

oleh WECA (Wireless Ethernet Compatibility Alliance)


IEEE 802.11 a menjelaskan beberapa transfer data yang lebih cepat (tapi kekurangan
tidak kompatibel dengan sebelumnya) yaitu IEEE 802.11 b dan menggunakan frekuensi 5
GHz UNII
IEEE 802.11 g draft yang paling banyak digunakan berdasarkan standart 802.11 yang
menjelaskan rate transfer data secepat 802.11 a dan membuat kompatibilitas dengan
802.11 b dan membuat upgrade menjadi tidak mahal.
IEEE 802.11 n generasi terbaru berdasarkan standart 802.11 yang menjelaskan rate
transfer data lebih cepat 802.11 a,b,g karena kecepatan sampai 100 Mb bahkan bisa lebih
dan terkompabilitas dengan perangkat yang sebelumnya.

Wireless Personal Area Networks (WPANs)

Teknologi WPAN membolehkan pengguna untuk membangun suatu jaringan nirkabel (ad
hoc) bagi peranti sederhana, seperti PDA, telepon seluler atau laptop. Ini bisa digunakan
dalam ruang operasi personal (personal operating space atau POS). Sebuah POS adalah

suatu ruang yang ada disekitar orang, dan bisa mencapai jarak sekitar 10 meter. Saat ini,
dua teknologi kunci dari WPAN ini adalah Bluetooth dan cahaya infra merah.
Bluetooth merupakan teknologi pengganti kabel yang menggunakan gelombang radio
untuk mentransmisikan data sampai dengan jarak sekitar 30 feet. Data Bluetooth dapat
ditransmisikan melewati tembok, saku ataupun tas. Teknologi Bluetooth ini digerakkan
oleh suatu badan yang bernama Bluetooth Special Interest Group (SIG), yang mana
mempublikasikan spesifikasi Bluetooth versi 1.0 pada tahun 1999. Cara alternatif lainnya,
untuk menghubungkan peranti dalam jarak sangat dekat (1 meter atau kurang), maka user
bisa menggunakan cahaya infra merah.
Untuk menstandarisasi pembangunan dari teknologi WPAN, IEEE telah membangun
kelompok kerja 802.15 bagi WPAN. Kelompok kerja ini membuat standar WPAN, yang
berbasis pada spesifikasi Bluetooth versi 1.0. Tujuan utama dari standarisasi ini adalah
untuk mengurangi kompleksitas, konsumsi daya yang rendah, interoperabilitas dan bisa
hidup berdampingan dengan jaringan 802.11.

Wireless Wide Area Networks (WWANs)

Teknologi WWAN memungkinkan pengguna untuk membangun koneksi nirkabel


melalui jaringan publik maupun privat. Koneksi ini dapat dibuat mencakup suatu daerah
yang sangat luas, seperti kota atau negara, melalui penggunaan beberapa antena atau juga
sistem satelit yang diselenggarakan oleh penyelenggara jasa telekomunikasinya.
Teknologi WWAN saat ini dikenal dengan sistem 2G (second generation). Inti dari sistem
2G ini termasuk di dalamnya Global System for Mobile Communications (GSM),
Cellular Digital Packet Data (CDPD) dan juga Code Division Multiple Access (CDMA).
Berbagai usaha sedang dilakukan untuk transisi dari 2G ke teknologi 3G (third
generation) yang akan segera menjadi standar global dan memiliki fitur roaming yang
global juga. Itu juga secara aktif dalam mempromosikan pembuatan standar global bagi
teknologi 3G.

Komponen Wireless LAN


Access Point (AP)
Pada WLAN, alat untuk mentransmisikan data disebut dengan Access Point dan
terhubung dengan jaringan LAN melalui kabel. Fungsi dari AP adalah mengirim dan

menerima data, sebagai buffer data antara WLAN dengan Wired LAN, mengkonversi
sinyal frekuensi radio (RF) menjadi sinyal digital yang akan disalukan melalui kabel atau
disalurkan keperangkat WLAN yang lain dengan dikonversi ulang menjadi sinyal
frekuensi radio.
Satu AP dapat melayani sejumlah user sampai 30 user. Karena dengan semakin
banyaknya user yang terhubung ke AP maka kecepatan yang diperoleh tiap user juga
akan semakin berkurang. Ini beberapa contoh produk AP dari beberapa vendor.

Mode Access Point


Accesss point berkomunikasi dengan wireless clientnya, dengan jaringan kabel dan
dengan accesss point lainnya. Ada 3 macam model pada accesss point yang akan
dikonfigurasikan:

Root Mode

Repeater Mode

Bridge Mode

Extension Point
Untuk mengatasi berbagai problem khusus dalam topologi jaringan, designer dapat
menambahkan extension point untuk memperluas cakupan jaringan. Extension point
hanya berfungsi layaknya repeater untuk client di tempat yang lebih jauh. Syarat agar
antara akses point bisa berkomunikasi satu dengan yang lain, yaitu setting channel di
masing-masing AP harus sama. Selain itu SSID (Service Set Identifier) yang digunakan
juga harus sama. Dalam praktek dilapangan biasanya untuk aplikasi extension point
hendaknya dilakukan dengan menggunakan merk AP yang sama.

Topologi Jaringan Wireless


Ada beberapa Teknik nirkabel internet berbasis Wireless atau Wireless LAN (WLAN)
bertumpu pada konsep yang ditentukan oleh standart IEEE 802.11 (tepatnya IEEE
802.11b). terlepas dari jenis PHY (lapisan fisik)yang dipilih, IEEE 802.11 mendukung 3
(tiga) topologi dasar untuk WLAN, yaitu :

Independent Basic Service Set (IBSS)


Konfigurasi IBSS dikenal sebagi konfigurasi independen atau jaringan ad-hoc. Secara
logika, konfigurasi IBSS meirip dengan jaringan office peer-to-perr di mana tidak ada
satu titik (node) yang berfungsi sebagai server. Dalam WLAN jenis IBSS sejumlah node
nirkabel akan berkomunikasi secara langsung satu dangan lainnya secara ad-hoc, peer-topeer. Jenis

IBSS

ini

dikenal

juga

dengan

nama ad-hoc

network, biasanya

diimplementasikan di perkantoran, ruang di dalam hotel, lapangan terbang, dan lainnya.


Biasanya IBSS menghubungkan jaringan dalam ruang yang terbatas dan tidak
disambungkan ke jaringan komputer atau jaringan Internet yang lebih besar.

Basic Service Set (BSS)


BSS yang terdiri dari satu buah access point ke jaringan kabel atau internet. Jenis ini
dikenal juga sebagai manage network di jaringan WLAN, acces point (AP) bertindak
sebagai server logicaldisebuah sel atau kanal WLAN. Komunikasi antara dua node A dan
B dalam jaringan BSS biasanya dari A ke AP kemudian AP akan mengulang data yang
dikirim ke B.

Extended Service Set (ESS)


ESS terdiri dari beberapa BSS yang saling overlap (masing-masing mempunyai access
point). AP dihubungkan satu sama lain menggunakan distribution system (DS), biasanya
berupa ethernet LAN atau teknik lainnya. Konfigurasi ini merupakan konfigurasi standart
yang biasa digunakan warnet dalam membangun jaringan Internetnya. Biasanya pada AP
dipasang perangkat lunak router ataubridge yang akan menghubungkan jaringan nirkabel
LAN dengan LAN berbasis kabel.

Instalasi Jaringan Wireless (Terlampir)

Metode Pembelajaran
1. Pendekatan
: Scientfic Aproach
2. Model Pembelajaran : Cooperative Learning dan Praktikum
Kegiatan Pembelajaran
Pertemuan Pertama
KEGIATAN
Pendahuluan

DESKRIPSI KEGIATAN

Guru mengucapkan salam, memimpin doa,


dan melakukan kegiatan presensi.
Guru mencari tingkat pengetahuan siswa
dengan bertanya apakah siswa masih ingat
dengan jaringan kabel di mata pelajaran
sebelumnya.
Guru memberikan motivasi kepada siswa
dengan cara memberi manfaat dan
keuntungan jaringan nirkabel di bandingkan
jaringan kabel.
Guru menjelaskan secara ringkas ruang
lingkup materi yang akan dipelajari.

ALOKASI
WAKTU
15 Menit

Inti

Guru memberikan penjelasan tentang

150 Menit

teknologi jaringan nirkabel.


Guru memberikan penjelasan tentang
standarisasi teknologi wireless (IEEE)
Guru memberikan penjelesan kedetailan
standarisasi IEEE beserta spectrum dan
kecepatan.
Guru memberikan gambaran jaringan nirkabel
dan penggunaannya.
Guru memberikan waktu kepada siswa untuk
melakukan tanya jawab terhadap materi yang
di sampaikan.
Guru memberikan praktikum yang di berikan
kepada siswa
Guru memberi kesempatan kepada siswa untuk

Penutup

15 Menit

menyimpulkan apa yang sudah dipelajari.


Guru melakukan refleksi terhadap
pembelajaran yang sudah dilakukan.
Salam dan doa penutup.

Pertemuan Kedua
KEGIATAN
Pendahuluan

DESKRIPSI KEGIATAN

Guru mengucapkan salam, memimpin doa,


dan melakukan kegiatan presensi.
Guru melakukan review terhadap pertemuan
yang sebelumnya.
Guru menjelaskan secara ringkas ruang
lingkup materi yang akan dipelajari.

ALOKASI
WAKTU
15 Menit

Inti

Guru memberikan penjelasan tentang

150 Menit

karakteristik perangkat jaringan nirkabel jika


di bandingkan dengan perangkat jaringan
kabel.
Guru memberikan contoh karakteristik
perangkat jaringan nirkabel .
Guru mendemokan perangkat jaringan
wireless atau menunjukkan perangkat AP ke
siswa sebagai pengenal
Guru memberikan waktu kepada siswa untuk
melakukan tanya jawab terhadap materi yang
di sampaikan.
Guru memberi kesempatan kepada siswa untuk

Penutup

15 Menit

menyimpulkan apa yang sudah dipelajari.


Guru melakukan refleksi terhadap
pembelajaran yang sudah dilakukan.
Salam dan doa penutup.

Pertemuan Ketiga
KEGIATAN
Pendahuluan

DESKRIPSI KEGIATAN

Guru mengucapkan salam, memimpin doa,


dan melakukan kegiatan presensi.
Guru melakukan review terhadap pertemuan
yang sebelumnya.
Guru menjelaskan secara ringkas ruang
lingkup materi yang akan dipelajari.
Guru mengarahkan siswa untuk membuat
kelompok untuk berdiskusi

ALOKASI
WAKTU
15 Menit

Inti

Guru memberikan penjelasan tentang

150 Menit

rancangan jaringan nirkabel.


Guru memberikan contoh skema jaringan
nirkabel.
Guru memberikan waktu kepada siswa untuk
melakukan instalasi jaringan wireless
Guru memberikan waktu kepada siswa untuk
melakukan tanya jawab terhadap materi yang
di sampaikan.
Masing-masing kelompok mempresentasikan
hasil diskusi
Penutup

Guru memberikan kesimpulan dari hasil

25 Menit

diskusi.
Guru melakukan refleksi terhadap
pembelajaran yang sudah dilakukan.
Salam dan doa penutup.

Alat dan Sumber Belajar


1. Alat:
LCD, White Board, Laptop/PC
2. Media:
Slide Power Point (PPT),Media Gambar, Internet
3. Sumber:
Buku Jaringan Wireless Di Dunia Berkembang, karangan Onno W. Purbo
Penilaian Proses dan Hasil Belajar
1. Instrumen Berbasis Proyek (Terlampir)
2. Tugas Berbasis Proyek (Terlampir)
Sumber/ Referensi
Buku pegangan Kurikulum 2013

Blitar, 22 Oktober 2014

Mengetahui
Kepala SMKN 1 Udanawu

Drs. Hartoyo, MM., M.Pd


NIP. 19570101 198203 1 029

Guru Mata Pelajaran

.
NIP.

Catatan Kepala Sekolah


.....................................................................................................................................................
.....................................................................................................................................................
.....................................................................................................................................................
.....................................................................................................................................................
.....................................................................................................................................................
.....................................................................................................................................................
.....................................................................................................................................................
.....................................................................................................................................................
..................................................................

LAMPIRAN 1 : INSTRUMEN

LEMBAR PENGAMATAN OBSERVASI DAN KINERJA PRAKTIKUM


MATA PELAJARAN
KELAS/PROGRAM
KOMPETENSI

No

Nama Siswa

Keterangan pengisian skor


4. Sangat tinggi
3. Tinggi
2. Cukup tinggi
1. Kurang

: JARINGAN NIRKABEL / WIRELESS


: XI / TKJ
:

Aktivita
s
(1)

Observasi
Tanggu
ngjawab
(2)

Kerjasa
ma
(3)

Kinerja Presentasi
Peran
Tampila
Isi
serta
n
(4)
(5)
(6)

Jml
Skor

Nilai

LAMPIRAN 2 : TUGAS BERBASIS PROYEK

TUGAS PROYEK
Mata Pelajaran

: Jaringan Nirkabel (Wireless)

Jenjang

: SMK

Kelas/Semester

: XI / I

Kompetensi Dasar

: Membuat skema jaringan WLAN dan penggunaan alat berdasarkan

kebutuhan

Indikator :
1. Menerapkan konsep jaringan WLAN.
2. Membuat skema atau topologi sederhana jaringan WLAN.
3. Menerapkan subnetting pada topologi yang di buat.
Tugas Proyek :

Tugas dikerjakan secara kelompok

Buat dalam bentuk softcopy :


a. Menggunakan aplikasi Word processing.
b. Membuat rincian perangkat jaringan dalam bentuk tabel.

Buat Laporan: diketik pada kertas A4, 1 spasi, lengkapi dengan dasar teori, printscreen
(gambar perangkat) dan penjelasan (fungsionalitas perangkat).

Waktu pengerjaan 1 minggu

Tugas dikumpulkan dan dipresentasikan pada tanggal 29 Oktober 2014

LAMPIRAN 3 : TUGAS PROYEK


1. Sebutkan langkah demi langkah cara konfigurasi access point (AP) Pico Station2 pada
Tab Wireless dan Tab Network

2. Bagaimana cara merubah username dan password atau hak akses login pada
PicoStation2

JAWABAN LAMPIRAN 3
1. Terlampir pada materi
2. Caranya masuk Tab System, lalu ubah pada form Administrative Account
Isi Administrator Username
= ubnt (karena hak akses administrator)
Isi Current Password
= ubnt (maksudnya current ini password lama)
Isi New Password
= terserah (password baru)
Isi Verify New Password
= terserah (mengulang password baru)