Anda di halaman 1dari 10

OPTIMALISASI PELATIHAN VCD FUNGSI RESKRIM Daftar Pustaka

GUNA MENINGKATKAN PROSES PENYIDIKAN 1.Analisa SWOT


2.Audit Internal
DALAM RANGKA TERWUJUDNYA PROFESIONALISME POLRI
BAB I
PENDAHULUAN
1.

3.Manajemen
pengawasan
4.UU No.2/2002
5.

Latar belakang
Profesionalisme Polri dalam bidang penegakan hukum sangat dipengaruhi
oleh proses penyidikan yang dilakukan oleh penyidik Polri. Untuk mewujudkan

profesionalisme tersebut maka perlu dilakukan upaya untuk meningkatkan proses


penyidikan guna memperoleh hasil penyidikan yang profesional, berkeadilan dan
dapat memberikan kepastian hukum.
Guna meningkatkan proses penyidikan maka langkah yang harus dilakukan
adalah dengan melaksanakan pelatihan fungsi reskrim secara optimal baik ditingkat
Polres maupun Polsek. Tujuan yang hendak dicapai dalam pelatihan adalah untuk
meningkatkan kualitas atau profesionalisme penyidik dalam melakukan proses
penyidikan sehingga proses penyidikan menjadi meningkat sesuai dengan harapan
masyarakat.
Untuk mengoptimalkan penyelenggaraan pelatihan VCD fungsi Reskrim maka
diperlukan upaya untuk meningkatkan kualitas tenaga pelatih serta penerapan fungsi
manajemen pelatihan guna memperoleh hasil yang berkualitas, proses penyidikan
2.

yang meningkat serta terwujudnya profesionalisme Polri dibidang penegakan hukum.


Pokok permasalahan
Pokok permasalahan dalam pembahasan ini adalah pelatihan VCD fungsi

3.

Reskrim guna meningkatkan proses penyidikan belum dilaksanakan secara optimal.


Pokok-pokok persoalan
a.
Tenaga pelatih yang bertugas memberikan pelatihan masih kurang profesional
b.

4.

atau belum berkualitas.


Pelatihan VCD fungsi Reskrim belum dilaksanakan secara optimal karena

belum menerapkan fungsi manajemen pelatihan.


Ruang lingkup
Ruang lingkup pembahasan NKP ini adalah optimalisasi pelatihan VCD fungsi
Reskrim guna meningkatkan proses penyidikan di Polres Buleleng Polda Bali.
BAB II
KAJIAN KEPUSTAKAAN

1.

Freddy Rangkuti, Analisis SWOT teknik membedah Kasus Bisnis, menerangkan


bahwa analisa SWOT yaitu identifikasi berbagai faktor secara sistematis untuk
merumuskan suatu strategi yang didasarkan pada pemberdayaan kekuatan (strengths),
peluang (Opportunitas), kelemahan (Weaknesses) dan ancaman (threats).

2.

George R. Terry, manajemen adalah sebagai suatu proses yang membedakan atas
perencanaan, pengorganisasian, penggerakan pelaksanaan dan pengawasan dengan
memanfaatkan baik ilmu maupun seni agar dapat menyelesaikan tujuan yang telah
ditetapkan sebelumnya.

BAB III
KONDISI PELAKSANAAN PELATIHAN SAAT INI
1.

Data-data
Tabel 01.Data kejadian dan penyelesaian perkara
NO
1
2

TAHUN
2008
2009

Sumber: Bagops Res Buleleng, 7


Mei 2010

NO
1
2
.

LAPOR
1.491
1.033

SELESAI
1.108
726

PROSENTASE
74,3%
70,2%

Tabel 02.Data tenaga pelatih

TAHUN

JUMLAH

JUR

KURSUS

2008
2009

PELATIH
2
4

SERSE
2
4

INSTRUKTUR
-

SEMINAR
1
2

Sumber: Bagmin Res Buleleng, 7


Mei 2010

Tabel 03.Pelatihan VCD fungsi Reskrim

NO
1
2

TAHUN
2008
2009

JADWAL
48
48

TERLAKSANA PROSENTASE
12
2,5%
23
4,79%
2

2.

3.

Sumber: Bagmin Res Buleleng, 7


Mei 2010

Tenaga pelatih
a.
Skiil
1)
Pendidikan kejuruan yaitu reserse
2)
Pelatihan / kursus:
a)
Kursus Instruktur belum pernah
b)
Seminar hanya 2 orang yaitu seminar lingkungan hidup
b.
Sikap & perilaku
1)
Kedisiplinan personil cukup bagus
2)
Kepatuhan dan ketaatan kepada dinas cukup bagus
3)
Kreatifitas dan inovasi cukup bagus
c.
Knowledge
1)
Pengetahuan tentang KUHAP cukup bagus
2)
Pengetahuan tentang KUHP cukup bagus
3)
Pengetahuan tentang perundang-undangan kurang.
Pelaksanaan pelatihan
a.
Perencanaan
1)
Penetapan sasaran pelatihan belum sesuai dengan target.
2)
Penyusunan jadwal pelatihan sudah ada.
3)
Rencana penunjukan tenaga pelatih sudah ada
4)
Perencanaan kebutuhan dan anggaran sudah ada.
b.
Pengorganisasian
1)
Metode pelatihan sudah ada.
2)
Penunjukan personil pengawas sudah ada.
3)
Peralatan yang digunakan belum mendukung pelaksanaan tugas.
4)
Anggaran yang digunakan untuk pelatihan belum ada.
c.
Pelaksanaan
1)
Melakukan pelatihan sesuai dengan perencanaan.
2)
Mendukung anggaran pelatihan.
3)
Mendukung peralatan yang digunakan.
4)
Membuat dokumentasi pelatihan.
5)
Melakukan supervisi pelatihan.
6)
Membuat laporan hasil pelatihan.
d.
Pengendalian dan pengawasan
Pimpinan belum melakukan pengendalian dan pengawasan terhadap
pelaksanaan pelatihan VCD fungsi Reskrim guna memastikan bahwa pelatihan
berjalan sesuai dengan jadwal yang telah dibuat serta untuk mengetahui
hambatan-hambatan yang dialami oleh tenaga pelatih dalam pelatihan.

BAB IV
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI
1.

Intern
3

a.

b.

2.

Kekuatan
1)
Pelatih sudah memiliki kejuruan reserse
2)
Pelatih sudah ada yang pernah mengikuti seminar
3)
Pengetahuan tentang KUHAP dan KUHP sudah cukup bagus
4)
Laporan hasil pelatihan sudah dibuat
5)
Perencanaan latihan sudah dibuat
6)
Kep Kapolri tentang pelatihan VCD fungsi
7)
Transparansi penyidikan melalui SP2HP
Kelemahan
1)
Dokumentasi belum ada
2)
Pelatih belum pernah mengikuti kursus instruktur
3)
Peralatan pendukung pelatihan belum memadai
4)
Supervisi pimpinan belum ada
5)
Pengendalian latihan belum ada
6)
Laporan hasil hanya sebagai formalitas.

Ekstern
a.
Peluang
1)
Undangan seminar dari LSM secara gratis untuk penyidik Reskrim.
2)
Acara pertemuan CJS (criminal justice system) yang rutin
b.

dilaksanakan setiap bulan.


Kendala
1)
Di Buleleng banyak libur lokal atau fakultatif sehingga pelatihan
2)

sering tidak terlaksana.


Banyaknya kegiatan agama/adat di Buleleng menyebabkan anggota

3)

banyak yang tidak dapat mengikuti pelatihan.


Tingkat kriminalitas kabupaten Buleleng adalah nomor 2 (dua)
dipropinsi Bali sehingga menuntut penyidik untuk lebih meningkatkan

kinerjanya dalam melakukan penyidikan.


BAB V
KONDISI PELAKSANAAN PELATIHAN YANG DIHARAPKAN
1.

Tenaga pelatih
a.
Skiil
1)
Tenaga pelatih minimal harus memiliki pendidikan kejuruan reserse
2)
Tenaga pelatih harus memiliki kursus instruktur (dapat
diselenggarakan di Polda) sehingga dapat memberikan pelatihan
3)
b.

c.

dengan metode yang efektif, efisien dan berdayaguna.


Tenaga pelatih harus sering mengikuti seminar yang berhubungan

dengan penegakan hukum.


Sikap & perilaku
1)
Kedisiplinan personil agar ditingkatkan
2)
Kepatuhan dan ketaatan kepada dinas agar ditingkatkan
3)
Kreatifitas dan inovasi agar ditingkatkan
Knowledge
1)
Tenaga pelatih harus memiliki pengetahuan tentang KUHAP.
4

2)
3)

Tenaga pelatih harus memiliki pengetahuan tentang KUHP


Tenaga pelatih harus memiliki pengetahuan tentang perundangundangan yang berhubungan dengan penegakan hukum.

2.

Pelaksanaan pelatihan
Untuk menghasilkan kualitas penyidikan yang meningkat maka dalam
pelatihan VCD fungsi Reskrim perlu menerapkan manajemen pelatihan sebagai
berikut:
a.
Perencanaan
1)
Penetapan sasaran yang sesuai target.
2)
Penyusunan jadwal pelatihan.
3)
Penunjukan tenaga pelatih yang memiliki kemampuan
4)
Perencanaan kebutuhan dan anggaran pelatihan.
b.
Pengorganisasian
1)
Membuat metode pelatihan.
2)
Penunjukan personil sesuai bidangnya.
3)
Peralatan yang digunakan belum mendukung pelatihan.
4)
Anggaran yang digunakan untuk pelatihan.
c.
Pelaksanaan
1)
Personil Reskrim dapat mengikuti pelatihan secara bergantian.
2)
Mendukung anggaran yang diperlukan dalam pelatihan.
3)
Metode yang digunakan dalam pelatihan tepat guna dan dapat

d.

4)

dimengerti oleh peserta pelatihan.


Sarana dan prasarana yang dibutuhkan dapat terpenuhi sehingga tidak

5)

menghambat pelaksanaan pelatihan.


Pimpinan melaksanakan supervisi pelatihan serta membuat laporan

hasil pelatihan sebagai bentuk pertanggungjawaban.


Pengendalian dan pengawasan
1)
Kapolres melakukan pengendalian dan pengawasan pelatihan
2)
Adanya supervisi yang dilakukan oleh Kabag Diklat Polda dan
3)

Pembina fungsi Reskrim Polda (Dir Reskrim)


Adanya penilaian terhadap peserta pelatihan.

BAB VI
UPAYA PEMECAHAN MASALAH
Untuk mengoptimalkan pelaksanaan pelatihan VCD fungsi Reskrim maka Kapolres
harus meningkatkan kualitas tenaga pelatih serta memahami dan mempedomani Kep Kapolri
tentang pelatihan VCD fungsi kemudian menjabarkan dalam fungsi manajemen pelatihan
guna meningkatkan kualitas proses penyidikan.
1.
Tenaga pelatih
a.
Skill
1)
Kejuruan Reserse
Kejuruan reserse merupakan modal dasar bagi seorang tenaga
pelatih dalam memberikan materi reserse sehingga personil yang
ditunjuk menjadi pelatih harus memiliki kejuruan reserse. Untuk
meningkatkan kualitas pelatih maka tenaga pelatih selain memiliki
2)

kejuruan dasar juga harus diusulkan untuk pendidikan lanjutan reserse.


Kursus/training instruktur
Kapolres mengusulkan agar tenaga pelatih yang dilibatkan
dalam pelatihan fungsi dapat memiliki sertifikat instruktur. Kursus atau
training instruktur merupakan pelatihan skill tentang cara memberikan
instruksi atau materi kepada orang lain. Setelah selesai melaksanakan
training ini maka diharapkan tenaga pelatih dapat memberikan materi
pelatihan kepada anggota Reskrim sesuai dengan metode yang

3)

dipelajarinya.
Seminar
Untuk menambah wawasan tentang perkembangan ilmu yang
terkait dengan tugas Polri maka tenaga pelatih harus memiliki banyak
bekal pengetahuan dengan cara mengikuti seminar-seminar sehingga

b.

c.

banyak referensi yang diperoleh.


Sikap & perilaku
1)
Memupuk kedisiplinan tenaga pelatih agar selalu konsisten dalam
2)
3)

melaksanaan jadwal pelatihan dengan tepat waktu.


Memberikan motivasi guna meningkatkan kinerja tenaga pelatih.
Memberikan pembinaan mental dan rohani personil agar selalu bekerja

4)

dengan prinsip ibadah dan keikhlasan


Memupuk kreativitas dan inovasi agar dapat mencari metode yang

tepat dalam pelatihan.


Knowledge
6

1)

Melakukan kajian terhadap ketentuan-ketentuan tentang acara pidana


sehinga dalam proses penyidikan tidak melanggar aturan yang

2)

berpotensi pra peradilan.


Melakukan kajian terhadap penerapan pasal-pasal dalam penyidikan
guna memperoleh hasil penyidikan yang maksimal dan dapat

3)

dilanjutkan kepada proses penuntutan oleh jaksa.


Memperbanyak referensi perundang-undangan yang berhubungan
dengan penegakan hukum guna menambah pengetahuan tenaga pelatih
tentang penegakan hukum.

2.

Pelaksanaan pelatihan
a.
Perencanaan
Langkah awal yang dilakukan dalam mengoptimalkan pelaksanaan
pelatihan VCD fungsi reskrim adalah sebagai berikut:
1)
Membuat perencanaan tenaga pelatih yang akan digunakan serta
personil yang akan dilibatkan sebagai peserta pelatihan. Sumber daya
manusia pelatih/ Instruktur ditentukan melalui pemilihan personil
terbaik dan memiliki keahlian dibidang reserse untuk dijadikan sebagai
pelatih/ instruktur bagi anggota lainnya.

Penentuannya didasarkan

kepada kualifikasi dikjur, penilaian, dedikasi, integritas, loyalitas serta


2)

penguasaan teknis dan taktis dibidang reserse.


Merencanakan anggaran yang digunakan baik untuk konsumsi, honor
maupun pengadaan maupun pemeliharaan/perawatan peralatan yang
digunakan dalam mendukung pelaksanaan pelatihan secara selektif dan

3)

prioritas.
Merencanakan metode yang dipakai dalam pelaksanaan pelatihan
antara lain:
a)
Penyajian materi secara teori/ceramah
b)
Memberikan studi kasus kepada peserta untuk mengasah

4)

kemampuan menganalisa kasus.


c)
Memberikan materi praktek lapangan
d)
Merencanakan materi interogasi dan pemberkasan.
Merencanakan kebutuhan peralatan maupun sarana yang akan dipakai

5)

dalam pelatihan.
Menyusun
jadwal pelatihan dengan memperhatikan kalender
kamtibmas

sehingga

jadwal

dilaksanakan dengan tepat waktu.

yang

telah

direncanakan

dapat

6)

Melakukan sosialisasi kepada Kabagmin, Kasat reskrim dan para


Kapolsek untuk membahas perencanaan yang telah dibuat guna

b.

c.

memperoleh saran dan masukan.


Pengorganisasian
1)
Membuat surat perintah terhadap personil yang dilibatkan dalam
pelatihan.
2)
Melengkapi administrasi yang berhubungan dengan anggaran.
3)
Menentukan metode yang digunakan dalam pelatihan.
4)
Mengorganisir/menentukan peralatan yang digunakan dalam pelatihan.
Pelaksanaan
1)
Personil peserta pelatihan
a)

Pembagian personil peserta latihan yaitu sepertiga kekuatan


mengikuti

latihan

sedangkan

dua

pertiga

kekuatan

b)

melaksanakan kegiatan operasional.


Melibatkan personil Reskrim dari Polsek dan Polres yang

c)

ditunjuk oleh Kapolsek dan Kasat Reskrim.


Mengatur penunjukan personil peserta pelatihan agar seluruh
anggota Reskrim dapat mengikuti pelatihan secara bergantian.

2)

Anggaran pelatihan.
a)

Mencairkan

anggaran

pelatihan

sesuai

dengan

rencana

b)

kebutuhan yang telah dibuat secara selektif dan prioritas.


Apabila anggaran pelatihan tidak mencukupi maka dicarikan

c)

solusi dengan mengunakan anggaran dukungan umum.


Membuat pertanggungjawaban keuangan (perwabku) terhadap
anggaran yang telah digunakan.

3)

4)

Metode pelatihan
a)
Memberikan materi dikelas maupun dilapangan
b)
Memberikan materi berupa ceramah/teori tentang teknik
c)

penyidikan
Melakukan studi kasus terhadap kasus-kasus yang belum

d)

terselesaikan.
Melakukan praktek olah TKP baik pengambilan foto, penyitaan

e)

dan penyegelan barang bukti serta teknik mencari barang bukti.


Melakukan praktek teknik-teknik interogasi yang tidak

melanggar HAM.
f)
Melakukan praktek pemeriksaan dan pemberkasan.
Material (sarana dan prasarana) yang digunakan.
a)
Laptop, LCD dan proyektor sebagai alat bantu dalam
pemaparan materi pelatihan.
8

b)

Ruangan kelas maupun tempat simulasi pelaksanaan praktek

c)
d)

lapangan.
Alat pengeras suara untuk membantu pemberi materi.
Peralatan yang digunakan dalam olah TKP baik foto, pita garis
polisi, alat penyegel dan pembungkus barang bukti, alat

e)

d.

pengambil sidik jari serta alat pengukur jarak.


Bahan-bahan pengajaran yang berhubungan dengan materi

pelatihan.
f)
Sarana angkut personil
Pengendalian dan pengawasan
1)
Kapolres melakukan pengendalian

dan

pengawasan

terhadap

pelaksanaan pelatihan VCD fungsi reskrim dimaksudkan agar


pelatihan berjalan sesuai dengan jadwal yang telah dibuat serta untuk
mengetahui hambatan-hambatan yang dialami oleh tenaga pelatih
2)

dalam pelatihan.
Kapolres memberdayakan Kasat reskrim dan Kabagmin untuk
membantu

melakukan

pengawasan

terhadap

terselenggaranya

3)

pelatihan sesuai dengan jadwal.


Membuat laporan hasil pelaksanaan

4)

pertanggungjawaban kegiatan.
Membuat penilaian terhadap peserta pelatihan melalui tes baik teori

latihan

sebagai

bentuk

maupun praktek yang dapat digunakan dalam pembinaan karier


e.

anggota baik kepangkatan maupun jabatan.


Analisa dan evaluasi
Kapolres melakukan analisa dan evaluasi terhadap pelaksanaan
pelatihan maupun hasil yang dicapai sebagai berikut:
1)
Mengevaluasi terhadap tenaga pelatih yang
2)

berperan

dalam

pelaksanaan pelatihan.
Menganalisa jalannya pelatihan serta memberikan solusi terhadap
kendala atau permasalahan yang dijumpai dalam pelaksanaan pelatihan

3)

guna meningkatkan kualitas pelatihan.


Mengkaji pengaruh atau manfaat yang diperoleh dari pelaksanaan

4)

pelatihan.
Menganalisa dan evaluasi terhadap metode atau cara dalam penyajian

5)

materi pelatihan guna meningkatkan hasil yang ingin dicapai.


Membuat rekomendasi kepada satuan yang lebih tinggi sebagai upaya
meningkatkan kualitas tenaga pelatih, pelaksanaan pelatihan serta
penyidik yang mengikuti pelatihan.
9

BAB VII
PENUTUP
1.

Kesimpulan
a.
Tenaga pelatih belum memiliki kualitas yang mampu memberikan pelatihan
kepada peserta pelatihan VCD fungsi Reskrim dikarenakan skill dan
knowledge mereka masih kurang sehingga pelaksanaan pelatihan tidak
berjalan lancar.
b.

Pelatihan VCD fungsi Reskrim di Polres saat ini berjalan tidak sesuai dengan
yang diharapkan oleh Polda maupun Mabes Polri dikarenakan tidak adanya
penerapan fungsi manajemen dalam pelaksanaan pelatihan dan laporan yang
dibuat hanya sebagai bentuk formalitas, sehingga menyebabkan kualitas
penyidik belum meningkat.

2.

Rekomendasi
a.
Untuk meningkatkan kualitas tenaga pelatih maka direkomendasikan kepada
Polda agar melakukan kursus atau training terlebih dahulu kepada calon-calon
tenaga pelatih ditingkat Polres sehingga diharapkan setelah training mereka
memiliki sertifikat instruktur serta mampu memberikan pelatihan secara
b.

optimal.
Untuk mengontrol terselenggaranya pelaksanaan pelatihan VCD fungsi
Reskrim ditingkat Polres maka diperlukan sidak (inspeksi mendadak) yang
dilakukan oleh pejabat Polda baik Kabag Diklat atau pembina fungsi
Reskrim(Dir Reskrim) sehingga jadwal yang telah dibuat oleh masing-masing
Polres dapat dikontrol pelaksanaannya.

10