Anda di halaman 1dari 9

JAWABAN PERTANYAAN

1. Terangkan teori asam-basa dan perkembangannya secara singkat? Darimana Anda tahu
suatu senyawa bersifat asam atau basa, jelaskan! Apa perbedaan Asam dan Basa menurut
Lewis? Terangkan dan berikan contoh untuk masing-masing!
Jawab:
Perkembangan teori asam basa

Tahun 1800 Antonie Lavoisier dan kimiawan Prancis lainnya berkeyakinan


bahwa semua asam mengandung oksigen.

Tahun 1810 Humphry Davy dan kimiawan Inggris berkeyakinan bahwa


semua asam mengandung hydrogen.

Tahun 1884 Svante Arrhenius yang mengemukakan teori ionisasi asam


basanya.

Tahun 1923
-

Johannes Nicolaus Bronstod dan Martin Lowry mendefinisikan protonik


asam basa.

Lewis menjelaskan reaksi asam basa sebagai proses transfer pasangan


electron.

Indikator pengidentifikasi larutan asam basa

Indikator warna (kertas lakmus)


Merah untuk asam dan biru untuk basa

Gambar 3. Indikator Lakmus

Indikator warna alami Mahkota bunga, wortel, daun, kunyit.


Contoh : Sianidin memberikan warna merah pada ganja (asam) dan biru pada
bunga jagung (basa).

Gambar 4. Indikator warna alami


5

Larutan Indikator asam basa

Tabel 3.Larutan Indikator

Indikator kertas

Gambar 5. Indikator kertas


Perbedaan asam dan basa menurut Lewis :
a. Asam adalah senyawa yang dapat menerima pasangan electron dari senyawa
lain sehingga membentuk ikatan kovalen koordinat.
b. Basa adalah senyawa yang dapat member pasangan electron.
Reaksi asam basa menurut Lewis :

Gambar 6. Reaksi asam basa menurut Lewis


6

2. Teori Brownstead-Lowry dapat digunakan untuk menerangkan teori asam-basa pada


pelarut bukan air. Tentukan senyawa berikut yang mana asam dan basa menurut
Brownstead-Lowry dalam pelarut asam asetat untuk (a) C2H3O2;(b) H2O;(c)HC2H3O2 dan
(d)HClO4-?
Jawab:
a. CH3COOH

Asam

CH3COO
Basa

b. CH3COOH

Asam

H2O
Basa

c. CH3COOH

CH3COOH
Basa

Asam

d. CH3COOH

Basa

CH3COO-

Asam Konjugat

CH3COO-

CH3COOH+
Basa Konjugat

Basa Konjugat

CH3COOH2+ +
Asam Konjugat

HClO4

CH3COOH2+ +

Asam

Asam Konjugat

H3O+
Asam Konjugat

CH3COOBasa Konjugat

ClO4 Basa Konjugat

3. Terangkan mengenai ionisasi, disosiasi, hidrolisis, tetapan ionisasi, asam poliprotik, pH,
pOH, Ka, Kb, Kw, pKa, dan pKb! Bagaimana pula cara menghitung pH larutan berair
dimana terjadi hidrolisis?
Jawab:
a. Ionisasi

: proses fisik mengubah atom atau molekul menjadi ion dengan

menambahkan atau mengurangi partikel bermuatan seperti elektron atau lainnya.


b. Disosiasi merupakan saat suatu asam HA larut dalam air, sebagian asam tersebut
terurai (terdisosiasi) membentuk ion hidronium dan basa konjugasinya.
HA(aq) + H2O(l) H3O+(aq) + A(aq)
c. Derajat disosiasi : perbandingan antara jumlah mol yang terurai dengan jumlah
mol mula-mula.
d. Hidrolisis merupakan reaksi kimia yang memecah molekul air (H2O) menjadi
kation hidrogen (H+) dan anion hidroksida (OH) melalui suatu proses kimia.

e. Tetapan Ionisasi asam dinyatakan dengan Ka, sedangkan tetapan ionisasi basa
dinyatakan dengan Kb
f. Asam diprotik : asam yang setiap molekulnya dapat menghasilkan 2 ion H+
Asam Tripotik : asam yang setiap molekulnya dapat menghasilkan 3 ion H
g. Konsep pH

asam
poliprotik

: bilangan yang menyatakan jumlah ion hidrogen (H+) dan

jumlah ion hidroksil (OH -) dalam suatu zat.


Dalam bentuk matematis pH dapat dinyatakan sebagai persamaan berikut :
pH = -log [H+]

pOH = -log [OH-]

h. Berdasarkan definisi tersebut, pH dan pOH untuk air pada 25C dapat dihitung
sebagai berikut.

i.

pH

= log [H+]

= log (1,0 107)

=7

pOH

= log [OH-] = log (1,0 107)

=7

Prosedur yang sama juga diterapkan untuk menghitung tetapan ionisasi air, yaitu
pKw.
Kw

= [H+] [OH] = 1,0 1014

pKw

= pH + pOH = 14

pH
j.

= 14 pOH dan pOH = 14 pH

Kekuatan asam ditentukan oleh kemampuan menghasilkan ion H +. Semakin


banyak ion H+ yang dihasilkan, semakin kuat sifat asamnya. Begitu juga dengan
kekuatan basa, sangat ditentukan oleh kemampuan menghasilkan ion OH -.
Semakin banyak ion OH- yang dihasilkan, semakin kuat sifat basanya. Jumlah ion
H+ atau ion OH- yang dihasilkan ditentukan oleh nilai derajat ionisani ().
Semakin besar Ka semakin kuat asam, semakin besar Kb semakin kuat basa.
Contoh larutan garam yang bersifat asam adalah NH4Cl, NH4Br, Al2(SO4)3.
Contoh reaksi hidrolisis :
NH4+(aq) +H2O(l) NH4OH(aq) + H+(aq)
Reaksi hidrolisis merupakan reaksi kesetimbangan. Meskipun hanya
sedikit dari garam yang mengalami reaksi hidrolisis, tapi cukup untuk mengubah
pH larutan. Tetapan kesetimbangan dari reaksi hidrolisis disebut tetapan hidrolisis
dan dilambangkan dengan Kh.
Kh= [NH4OH][H+] /[NH4+]

H2O diabaikan karena H2O adalah konstan. NH4OH selalu sama dengan [H+]
sehingga Kh = KW/Kb

Maka Untuk hidrolisis garam yang bersifat asam berlaku hubungan:

4. Dapatkah suatu larutan dengan pH = 8 dibuat dengan cara melarutkan HCl dalam air?
jelaskan!
Jawab:
Hal tersebut tidak mungkin karena ada beberapa alasan, diantaranya adalah :
a. Saat air bereaksi dengan suatu asam kuat, air tersebut dapat bersifat sebagai
basa dalam reaksi tersebut. Namun untuk mencapai pH larutan asam sangatlah
tidak mungkin karena HCl merupakan larutan asam kuat jika ditambahkan
dengan air yang bersifat netral tidak dapat menaikan nilai pH.
b. Peristiwa yang terjadi dalam reaksi tersebut hanyalah proses pelarutan
molekul HCl dalam air sehingga teruai menjadi ion H3O+ yang membawa sifat
asam dimana pHnya tentu kurang dari 7.
HCl(s)+H2O(l) H3O+ (aq)+ Cl- (aq)
c. ion H3O+ merupakan asam kuat yang berada di dalam larutan berair.
5. Tentukan sifat asam atau basa untuk senyawa-senyawa yang disunakan untuk pembuatan
sabun di atas, terangkan? Bagaimana menentukan kekuatan asam dan basa suatu
senyawa?
Jawab:
Sabun dibuat dengan menggunakan NaOH, KOH, dan NH4OH.
-

NaOH dan KOH memiliki pH antara 9,0 10,8

NH4OH memiliki pH antara 8,0 - 9,5


Karena pH dari senyawa-senyawa tersebut > 7, maka senyawa-senyawa

tersebut memiliki sifat basa.


Menentukan kekuatan asam-basa :

Indikator
Indikator memberikan kisaran atau trayek perubahan pH. Contohnya
adalah kertas lakmus (berwarna merah dalam larutan asam dengan kisaran pH <

4,7, dan biru untuk larutan basa dengan kisaran pH > 8,3). Pada kisaran pH 4,7
8,3, kertas lakmus mengalami perubahan warna dari merah, merh ungu, ungu,
biru ungu, biru. Batasan pH di mana terjadi perubahan warna indikator diebut
trayek perubahan warna.

Indikator universal
Indikator universal (larutan dan kertas) adalah gabungan dari beberapa
jenis indikator. Setiap komponen indikator universal akan memberikan warna
tertentu yang terkait dengan nilai pH terntentu
-

Indikator universal dalam bentuk larutan


Penentuan pH larutan dilakukan dengan penambahan larutan
indikator universal dan mengamati perubahan warna yang terjadi.

Indikator universal dalam bentuk kertas


Penggunaan kertas indikator universal dlakukan dengan meneteskan
larutan yang pH nya akkan diukur. Variasi warna pada kerta indikator yang
dihasilkan lalu dibandingkan dengan suatu kode warna untuk menentukan
pH larutan.

pH meter
Adalah suatu sel elektrokimia yang memberikan nilai pH dengan ketelitian
tinggi. pH meter memiliki suatu elektrode yang sensitif terhadap konsentrasi ion
H+ dalam larutan. Sebelum digunakan, elektrode tersebut harus dikalibrasi
dengan cara dicelupkan ke dalam larutan standar yang pH nya sudah diketahui.

6. Bagaimana menentukan pH dai sabun yang terbentuk dari alkali kuat (NaOH, KOH)
dengan nilai pH antara 9,0-10,8 sedangkan sabun yang terbuat dari alkali lemah
(NH4OH) mempunyai nilai pH 0,8-9,5. Jelaskan pendapat saudara mengapa keduanya
memilki pH yang berbeda!
Jawab:
Jika basa kuat atau alkali cara mencari pH nya dengan log OH akan lebih
besar nilainya karena drajat ionisasinya 1. Sedangkan pada basa lemah drajat
disosiasinya () kurang dari satu sehingga ketika mencari konsentrasi dai basa lemah
tersebut

sehingga menghasilkan pH lebih kecil, selain itu karena drajai

ionisasi asam lemah kurang dari satu hal tersebut menyebabkan ion OH- yang terlarut
ke dalam air tidak 100%.

10

7. Apa yang anda tahu tentang air sadah? Bagaimana sabun yang sesuai untuk daerah yang
memunyai air sadah,jelaskan! Bagaimana mengatasi masalah yang disebabkan oleh
garam-garam yang tak larut dalam air sehingga dalam penggunaannya tidak merugikan
konsumen?
Jawab

:
Air sadah adalah air yang memiliki kadar mineral yang tinggi. Selain ion

kalsium dan magnesium, penyebab kesadahan juga bisa merupakan ion logam lain
maupun garam-garam bikarbonat dan sulfat. Air sadah menyebabkan pipa tersumbat
serta sabun tidak berbuih jika menggunakan air sadah.
Cara mengubah sabun yang sesuai untuk air sadah adalah dengan melunakan
air sabun dengan menyuling atau dengan mengubah sabun dengan diterjen sintetik.
Kelemahan sabun alami ini adalah menghasilkan endapan bila digunakan
dalam kondisi air sadah. Air sadah yang mengandung Ca2+, Mg2+ dan Fe2+, akan
membentuk garam garam yang tidak larut dengan sabun.

Kelemahan ini mendorong para ahli kimia mengembangkan sabun atau


deterjen sintetik sekitar tahun 1930. Deterjen pertama kali dibuat adalah
alkilbenzensulfonat rantai bercabang. Garam garam kalsium, magnesium dan besi
dari senyawa ini larut dalam air.

Deterjen sintetik ini tidak terurai secara biodegradasi oleh alam, sehingga
meninngggalkan polusi busa di permukaan sungai dan danau. Pada tahun 1960,
ditemukan deterjen baru yang dapat terurai secara biologis,

yaitu

alkana sulfonat rantai lurus.

8. Tuliskan reaksi pembuatan sabun! Sebutkan fungsi masing-masing senyawa tersebut!


Aditif yang ditambahkan dalam pembuatan sabun, selanjutnya disesuaikan fungsinya,
jelaskan dan berikan contohnya!
11

Jawab:
Reaksi pembuatan sabun (disebut juga reaksi penyabunan atau saponifikasi)
dilakukan dengan mereaksikan trigliserida dengan alkali (NaOH atau KOH) yang
akan menghasilkan sabun dan gliserol. Reaksi saponifikasi dapat dituliskan sebagai
berikut:
C3H5(OOCR)3 + 3NaOH C3H5(OH)3 + 3NaOOCR

Gambar 7. Reaksi saponifikasi


Lemak dan alkali digunakan sebagai bahan baku dalam pembuatan sabun
(NaOH dalam pembuatan sabun keras, dan KOH dalam pembuatan sabun cair karena
mudah larut dalam air). Sabun merupakan produk akhir yang dijadikan tujuan. Gliserol
merupakan hasil sampingan yang diperoleh dari proses separasi dengan produk akhir
sabun yang dapat diolah menjadi bahan makanan, obat-obatan dan kosmetik.
Dalam pembuatan sabun, diperlukan bahan pendukung untuk menyempurnakan
proses saponifikasi, sehingga sabun dapat menjadi produk yang siap diedarkan di
pasaran. Bahan-bahan tersebut antara lain:
a.

NaCl
NaCl digunakan untuk memisahkan produk akhir sabun dan gliserol.
Sabun akan mengendap di dalam air garam, sedangkan gliserol tidak mengendap
karena kelarutannya tinggi.

b. Bahan Aditif
Bahan aditif merupakan bahan-bahan yang ditambahkan ke dalam sabun
untuk disesuaikan dengan fungsi penggunaannya. Bahan aditif tersebut antara
lain:

Builders (bahan penguat)


Digunakan untuk melunakkan air sadah dengan cara mengikat mineral
yang terlarut pada air, sehingga bahan lain yang berfungsi mengikat lemak dan
membasahi permukaan dapat berkonsentrasi pada fungsi utamanya. Contoh
12

senyawa builder merupakan senyawa-senyawa kompleks fosfat, natrium sitrat,


natium karbonat, natrium silikat atau zeolit.

Fillers Inert (bahan pengisi)


Berfungsi untuk mengisi seluruh campuran bahan baku (memperbanyak
atau memperbesar volume) dan untuk tujuan ekonomis. Contoh bahan pengisi
antara lain sodium sulfat, tetra sodium pyrophosphate, dan sodium sitrat
(berwarna putih, berbentuk bubuk, dan mudah larut dalam air).

Pewarna
Berfungsi memberikan warna pada sabun agar menarik di pasaran.

Parfum
Parfum sangat berpengaruh dalam pemasaran dan daya tarik
konsumen. Contoh parfum dalam proses saponifikasi antara lain bouquct
deep water,alpine, dan spring flower.

Selain itu, bahan bahan lainnya yang ditambahkan dalam sabun kesehatan dan
kecantikan antara lain :
o Sabun kesehatan
TCC (Trichloro Carbanilide), Hypo allergenic blend, untuk membersihkan
lemak dan jerawat, Asam salisilat sebagai fungisida, Sulfur, untuk mencegah dan
mengobati penyakit kulit.
o Sabun kecantikan
Parfum, Vitamin E untuk mencegah penuaan dini, Pelembab, Hidroquinon
untuk memutihkan dan mencerahkan kulit.

13

Anda mungkin juga menyukai