Anda di halaman 1dari 35

LAPORAN PRAKTIKUM

MEKANIKA TANAH

BAB I
KADAR AIR (WATER CONTENT)

I.1. TUJUAN
Menentukan water content (Wc) dari suatu contoh tanah asli dari lapangan.

I.2. ALAT-ALAT YANG DIGUNAKAN


- Tiga buah cawan aluminium
- Contoh tanah dalam keadaan asli
- Oven listrik
- Timbangan dengan ketelitian 0,01 gram

I.3. DASAR TEORI


Water content (kadar air) adalah perbandingan antara berat air yang
terkandung dalam tanah dengan berat tanah kering yang dinyatakan dalam persen
(%).
Rumus :

Wc =

Ww
x 100%
Ws

Dalam percobaan ini dipakai rumus :


Wc =

W 2 W3
x 100%
W3 W1

Keterangan :
W1 = berat cawan kosong
W2 = berat cawan + tanah basah
W3 = berat cawan + tanah kering

I.4. JALANNYA PERCOBAAN


-

Menimbang masing-masing cawan yang telah dibersihkan, beratnya


(W1).

Contoh tanah dimasukkan ke dalam cawan dan ditimbang beratnya (W2).

Cawan yang berisi tanah tersebut dimasukkan ke dalam oven dengan


temperatur 105C-110C dan dikeringkan selama 24 jam / 1 hari.

Mengeluarkan cawan dan tanah yang telah dikeringkan tersebut dari


dalam oven dan dibiarkan hingga dingin, kemudian ditimbang beratnya.
(W3).
Kadar air (Wc) dihitung dengan rumus :
Wc =

Ww
x 100%
Ws

I.5. DATA DAN PERHITUNGAN

No.
Cawan
18
83

Berat
Cawan
(W1) gr
7.3
5.3

Berat Cawan +
Tnh Basah
(W2) gr
54.3
38.7

Berat Cawan +
Tnh Kering
(W3) gr
42.7
30.3

Berat
Berat tanah
air
Kering
(Ww) gr
(Ws) gr
11.6
35.4
8.4
25
Wc rata-rata

WC
%
32.77
33.60
33.18

Contoh perhitungan untuk cawan V:


Ww = W2 W3

Ws = W3 W1

= 54,3 gr 42,7 gr

= 42,7 gr 7,3 gr

= 11,6 gr

= 35,4 gr

Wc =

11,6
Ww
x 100% =
x100% = 32,77 %
35,4
Ws

Wc rata-rata =

32,27% 33,60%
= 33,18 %
2

I.6. KESIMPULAN
a. Dari hasil percobaan diatas, didapat Wc dari contoh tanah tersebut adalah
33,18 %.
b. Berikut adalah jenis tanah berdasar water contentnya:
Jenis Tanah

Water Content

Pasir seragam, tidak padat

32

Pasir seragam, padat

19

Pasir berbutiran campuran, tidak padat

25

Pasir berbutiran campuran, padat

16

Lempung lunak sedikit organik

70

Lempung lunak sangat organik

110

c. Berdasarkan nilai Wc sebesar 33,18% tersebut, menunjukkan bahwa


contoh tanah tersebut merupakan pasir seragam, tidak padat.
d. Nilai water content tergantung dari kadar air dalam contoh tanah tersebut.
e. Water content didefinisikan sebagai perbandingan antara berat air dan
berat butiran padat dari volume tanah yang diselidiki

BAB II
BERAT JENIS (GS)

II.1. TUJUAN
Menentukan berat jenis (specific gravity) butiran dari suatu contoh tanah.

II.2. ALAT-ALAT YANG DIGUNAKAN


- Piknometer
- Contoh tanah
- Oven listrik
- Lumpang dan alu
- Air suling
- Timbangan dengan ketelitian 0,01 gram
- Ayakan

II.3. DASAR TEORI


Specific Gravity adalah berat spesifik butiran padat yang didefinisikan
sebagai perbandingan antara unit weight padat (s) dengan unit weight air (w).
Rumus :
Gs (Specific Gravity) =

s
w

Dalam percobaan ini dipakai rumus :


Gs =

(W2 W1 )
(W4 W1 ) (W3 W2 )

Keterangan :
W1 = berat piknometer kosong
W2 = berat piknometer + tanah kering
W3 = berat piknometer + tanah kering + air
W4 = berat piknometer + air
Berat jenis (Gs) dihitung dengan rumus:
Gs =

Ws
Ww

dimana : Ws = W2 - W1
Ww = Ws + W4 - W3

II.4. JALANNYA PERCOBAAN


-

Mengeringkan contoh tanah di dalam oven selama 1 jam.

Menumbuk dan mengayak contoh tanah kering.

Menimbang piknometer kering (W1).

Mengisi piknometer dengan tanah yang telah dikeringkan, kemudian


menimbang berat piknometer tersebut (W2).

Mengisi piknometer berisi tanah tersebut dengan airsecukupnya dan


diusahakan tanah bercampur dengan air, kemudian memasukkan
piknometer ke dalam

oven selama 15 menit

dengan tujuan

menghilangkan gelembung udara yang ada pada campuran tanah dan air
dalam piknometer.
-

Setelah 15 menit, mengeluarkan piknometer dari oven dan menunggu


hingga kering. Kemudian mengisi piknometer dengan air hingga penuh
sampai garis batas tabung piknometer dan dibiarkan agar mengendap 24
jam (1 hari).

Menimbang berat piknometer dengan keadaan tidak ada udara


(diusahakan) (W3).

Membersihkan piknometer, kemudian mengisi piknometer dengan air


suling hingga penuh sampai garis batas pada tabung piknometer (tidak
boleh ada gelembung udara), kemudian menimbang beratnya. (W4).

II.5. DATA DAN PERHITUNGAN

Berat
Pikno
(W1) gr
99,5
101

Berat pikno +
Tnh Kering
(W2) gr
136,3
103

Berat Tanah
Kering
(Ws) gr
36,8
19,3

Berat Pikno+
Berat Pikno
Tanah + Air
+ Air
(W3) gr
(W4) gr
371
348,2
361,7
349,3
GS rata-rata

GS

2,63
1,86
2,25

Contoh perhitungan untuk piknometer dengan berat 99,5 gram :


(W2 W1 )
(W4 W1 ) (W3 W2 )
(136 ,3 99 ,5)
=
(348 ,2 99 ,5) (371 136 ,3)
36,8
=
14
= 2,63

Gs =

Gsrata-rata =

2,63 2,25
2

= 2,25

II.6. Kesimpulan
a. Spesific gravity rata-rata yang diperoleh dari percobaan di atas adalah
2,25
JENIS TANAH
Kerikil
Pasir
Lanau tak Oranik
Lempung Organik
Lempung tak Organik
Humus
Gambut

BERAT JENIS
2.65 2.68
2.65 2.68
2.62 2.68
2.58 2.65
2.68 2.75
1.37 -
1.25 1.80

b. Berdasarkan tabel jenis tanah, angka GS nya mendekati jenis tanah


Lempung organik.
c. Adapun ketidaktepatan hasil percobaan dengan rentang GS jenis tanah
dikarenakan kesalahan-kesalahan saat percobaan, antara lain pembacaan
yang kurang tepat, pengeringan yang kurang sempurna, timbangan yang
kurang presisi.

BAB III
LIQUID LIMIT

III.1. TUJUAN
Untuk menentukan nilai kadar air dimana tanah berada pada batas antara
cair dan plastis.

III.2. ALAT-ALAT YANG DIGUNAKAN


-

Alat Casagrande dan Grooving Tool

Timbangan dalam ketelitian 0,01 gram

Sampel tanah

Bak pengaduk / mangkuk dan spatula

Cawan

Oven

III.3. DASAR TEORI


Menurut definisi, batas cair (liquid limit) adalah kadar air pada batas antara
cair dan plastis (yaitu batas atas dari daerah plastis). Sebelum melakukan suatu
percobaan hendaknya mengetahui lebih dulu tentang batas-batas Atterberg. Dari
sini dibayangkan suatu contoh tanah berbutir halus (lempung/lanau) yang telah
dicampur air, sehingga mencapai keadaan cair. Jika campuran ini kemudian
menjadi kering sedikit demi sedikit, maka tanah ini melalui keadaan tertentu dari
keadaan cair sampai keadaan beku. Dalam hal ini pegeringan dilaksanakan
dengan memanaskan tanah dalam oven. Penentuan batas-batas Atterberg
ditujukan hanya pada bagian tanah berbutir halus, yaitu yang melalui saringan
nomor 40.
Liquit limit dihitung dengan rumus empiris :
N
WL = WN x
25

0 ,121

III.4. JALANNYA PERCOBAAN


-

Memberi air sedikit demi sedikit pada contoh tanah sambil


mengaduknya sampai rata.

Mencampur tanah tadi dan meletakkannya di atas mangkuk pada alat


Casagrande. Meratakan tanah di dalam mangkuk tersebut dengan
kedalaman 1 cm, kemudian mencoletnya pada bagian tengah (coletan
harus tegak lurus permukaan mangkuk) dan alur bekas coletan harus
jelas.

Memutar alat Casagrande dengan kecepatan dua putaran per detik dan
menghitung jumlah pukulan, dimana alur menutup (kira-kira 1,27 cm
atau setengah inchi).

Melakukan percobaan tersebut beberapa kali, sedikitnya 2 kali dengan


jumlah pukulan di atas 25 pukulan dan dua kali dengan jumlah pukulan
di bawah 25 pukulan.

Bila alur menutup dibawah atau sebelum 20 pukulan, berarti terlalu cair
sehingga harus mengulangnya dengan menambah tanah lagi. Bila alur
menutup di atas atau sesudah 30 pukulan, berarti tanah terlalu padat atau
keras sehingga perlu mengulangnya dengan memberi air secukupnya.

Mengambil contoh tanah yang memenuhi syarat dan memasukkannya ke


dalam cawan yang sebelumnya sudah ditimbang beratnya a gram, maka
beratnya sekarang menjadi b gram.

Memasukkan cawan yang telah diisi contoh tanah ke dalam oven


dengan temperatur 110C selama 24 jam.

Setelah 24 jam, menimbang cawan dengan tanah kering beratnya c gram.

Menentukan kadar air dari contoh tanah tersebut.

Menggambarkan hasil percobaan ini pada grafik skala semi log dengan
koordinat jumlah pukulan sebagai absis dan water content (kadar air)
sebagai ordinatnya.

Kadar air pada pukulan ke-25 merupakan batas cair dari contoh tanah
tersebut.

III.5. Data dan Perhitungan


No.
Cawa
n
2
D2

Berat
Cawan
(gram)
6
5.9

Brt
Cawan +
Tnh
Basah
(gram)
30
25.5

Brt Cawan
+
Tnh
Kering
(gram)
17.4
14.7

Berat
Tanah

Berat
Air
(gram)
12.6
10.8

WN

Kering
(gram)
11.4
8.8
Rata-rata

(%)
110.53
122.73
116.63

Jumlah
Pukula
n (N)
(buah)
27
25

WL
(%)
111.56
122.73
117.14

Contoh perhitungan untuk cawan 2:


Ww = W2 W3

Ws = W3 W1

= 30 gr 17,4 gr

= 17,4 gr 6 gr

= 12,6 gr

= 11,4 gr

WN =

N
WL = WN x (
25

Ww
x 100%
Ws

0 ,121

26
= 100% x
25
= 111.56%

12 ,6
x 100%
11,4
= 110,53 %

0 ,121

111,56% 122,73%
2
= 117,14 %

WL rata-rata =

Grafik Liquid Limit


124.00
122.00

WL(%)

120.00
118.00
116.00
114.00
y = -5.583x + 262.3

112.00
110.00
24.5

25

25.5

26

26.5

27

27.5

Jumlah Pukulan (N)

III.6. Kesimpulan
a. Dari tabel diperoleh WL rata-rata = 117,14%.

10

BAB IV
PLASTIC LIMIT

IV.1 TUJUAN
Untuk menentukan kadar air contoh tanah pada saat perpindahan dari
bentuk plastis ke bentuk semi padat.

IV.2 ALAT YANG DIGUNAKAN

Sampel tanah.

Spatula.

Plat kaca.

Cawan.

Timbangan.

Oven.

IV.3 DASAR TEORI


Batas plastis didefinisikan sebagai kadar air yang dinyatakan dalam persen
(%), dimana tanah apabila digulung-gulung sampai dengan diameter 1/8
inci (3 mm) menjadi retak-retak. Batas plastis merupakan batas terendah
dari tingkat keplastisan suatu tanah. Cara pengujiannya adalah dengan
menggulung-gulung massa tanah berukuran 3 mm berbentuk silinder
dengan telapak tangan diatas kaca datar. Hubungan plastis limit dengan
liquid limit dinyatakan dengan rumus :
PI = WL - WP
Plastic Index (PI) adalah perbedaan antara batas cair dan plastis suatu
tanah. PI pasir kecil sekali, hal ini berarti bila ditambah air sedikit akan
mencair.
LI = Wc - WP
PI
Harga LI ( Liquid Index ) pada umumnya antara 0 1 tapi ada
kemungkinan :

11

LI > 1, berarti tanah lunak sekali.

LI < 0, berarti tanah dalam keadaan kering hingga retak.

LI mendekati 0, berarti tanah dalam keadaan keras.

LI mendekati 1, berarti tanah dalam keadaan cair.

IV.4 JALANNYA PERCOBAAN


1. Contoh tanah diberi air sedikit demi sedikit dan diaduk sampai

rata.

2. Kemudian digulung-gulung di atas plat kaca datar sehingga berbentuk


silinder berukuran diameter kira-kira 3 mm, dimana gulungan tersebut
mulai retak-retak.
3. Jika pada saat mencapai diameter 3 mm contoh tanah masih belum retakretak, maka water contentnya dikurangi sampai pada saat tersebut
contoh tanah retak - retak.
4. Kemudian contoh tanah tersebut diletakkan dalam cawan sebanyak 2
atau 3 buah kemudian dimasukkan dalam oven supaya kering.
5. Percobaan dilakukan sebanyak 2 kali untuk perbandingan. Silinder tanah
diukur water contentnya, inilah yang menyatakan batas plastisnya.

IV.5 DATA DAN PERHITUNGAN

No.

Berat

Cawan

Cawan
(gram)
9.2
5.9

X
M3

Brt
Cawan +
Tanah
Basah
(gram)
12.2
8.6

Brt
Cawan +
Tanah
Kering
(gram)
11.3
7.9

Berat

Berat
Tanah

Air
Kering
(gram) (gram)
0.9
2.1
0.7
2
WP rata-rata

WP

No.

Berat

(%)

Cawan

Cawan
(gram)

42.86
35.00
38.93

X
M3

9.2
5.9

Contoh perhitungan untuk cawan X:


WP = 0,9 / 11.3 x 100% = 42,86 %
WP rata-rata = (42,86+35) / 2 = 38,93 %

12

PI

= WL WP ( WL diperoleh dari percobaan liquid limit)


= 117,14 38,93
= 78,21 %

LI

= ( WN rata-rata WP rata-rata ) / PI
= (116,63 38,93) / 78,21
= 0,99

IV.6. KESIMPULAN
a. Dari percobaan di atas didapat besar WP rata-rata = 38,93.
b. Dari hasil percobaan water content, liquid limit, dan plastis limit ini kita
dapat menentukan index plastisitas (PI) dan index cair (LI) :
- PI (Plasticity Index) = WL WP = 78,21 %
- LI ( Liquitidy Index ) = (WC WP rata-rata) / PI = 0,99 %

TABEL HARGA-HARGA BATAS ATTENBERG


Mineral
Montmorillonite
Nontronite
Illite
Kaolnite
Halloysite terhidrasi
Halloysite terhidrasi
Attapulgite
Chlorite
Allophane

Batas Plastis
50 - 100
19 - 27
35 - 60
25 - 40
47 - 60
30 - 45
100 - 120
36 - 40
130 - 140

c. Dari tabel diatas dengan batas plastis ( WP rata-rata = 38,93 % )


d. Dapat disimpulkan bahwa tanah tersebut mengandung mineral chlorite

13

PI

Sifat

Macam tanah

Kohesi

Non Plastis

Pasir

Non Kohesif

<7

Plastisitas rendah

Lanau

Kohesif sebagian

7-17

Plastisitas sedang

Lempung berlanau

Kohesif

>17

Plastisitas tinggi

Lempung

Kohesif

Dengan mengetahui nilai PI tanah tersebut, maka menurut tabel diatas,


tanah tersebut termasuk jenis tanah lanau dengan sifat tanah berplastisitas rendah
dan kohesif sebagian.

14

BAB V
ANALISA AYAKAN

V.1. TUJUAN
- Untuk mengetahui gradasi butiran tanah.
- Untuk mengetahui klasifikasi tanah.

V.2. ALAT ALAT YANG DIGUNAKAN


- Satu set ayakan + penggetar
- Sikat pembersih
- Timbangan (ketelitian 0.1 gram)

V.3. DASAR TEORI


Untuk menentukan ukuran butiran tanah dapat dilakukan dengan dua cara
yaitu:
a.

Analisa ayakan

b.

Analisa hydrometer

Analisa ayakan adalah cara menentuakn ukuran butiran tanah dengan


mengayak dan menggetarkan contoh tanah melalui satu set ayakan, dimana
diameter ayakan tersebut makin ke bawah makin kecil secara berurutan.

V.4. JALANNYA PERCOBAAN


1. Berat masing-masing ayakan ditimbang.
2. Ayakan disusun sedemikian rupa sehingga ayakan dengan diameter
terbesar

berada paling atas dan diameter yang lebih kecil pada bagian

bawah.
3. Contoh tanah dimasukkan dan digetarkan dengan mesin penggetar kirakira menit.
4. Berat masing-masing ayakan + tanah yang tertahan ditimbang.

15

5. Dari grafik analisa ayakan tersebut dapat diketahui jenis tanah dan
gradasinya.

V.5. DATA PENGAMATAN DAN PERHITUNGAN

% Lolos Kumulatif

No.
Ayaka
n
4
8
16
30
50
100
200
Dasar
Total

Diamete
r

Berat
Kosong

Berat
Ayakan+tanah

Berat
Tinggal

%
Tinggal

(mm)
4.750
2.360
1.000
0.600
0.300
0.150
0.075
0.000

(gr)
428.600
425.500
409.500
401.700
390.400
390.700
392.200
452.600

(gr)
693.000
533.300
542.300
635.400
725.000
638.300
540.700
495.000

(gr)
264.400
107.800
132.800
233.700
334.600
247.600
148.500
42.400
1511.800

17.489
7.131
8.784
15.458
22.133
16.378
9.823
2.805
100.000

90
80
70
60
50
40
30
20
10
0
10.000

1.000

0.100

% Lolos
Kumulati
f
82.511
75.380
66.596
51.138
29.005
12.627
2.805
0.000
0.000

0.010

Diameter (mm)

Grafik 5.1. Grafik hubungan antara diameter butiran (cm dalam skala log) dan
%lolos kumulatif

16

Contoh perhitungan :

No. ayakan = 4
Diameter = 4.75 mm
Berat ayakan = 428,7 gram
Berat ayakan + berat tertinggal = 693 gram
Berat tertinggal = 264,4 gram
% tinggal kumulatif = ( 264,4/658,9 ) x 100 % = 17,489 %
% lolos kumulatif = 100 % - 17,489 % = 82,511 %
Dari data-data dan grafik percobaan karakterisitik didapat :
D60 = 0,08
D30 = 0.2
D10 = 0.15

Coeficient of Uniformity :
Cu = D60 / D10 = 0,533
Coeficient of Curvature :
Cc = ( D30 )2 / ( D60 x D10 ) = 7,5

V.6. KESIMPULAN
Berdasarkan klasifikasi jenis tanah menurut The Unified Soil
Clasification System

(ASTM D 2487 ) After USAWES ( 1967 ) , maka

contoh tanah ayakan tersebut termasuk golongan pasir karena lebih dari
50% kurva tersebut ( 82,511 % ) lolos dari ayakan no 4 dan terletak pada
diameter butiran antara 0.075 mm sampai 5 mm.
Apabila dilihat dari besar Cu dan Cc maka tanah ini termasuk tanah
yang bergradasi buruk dan memiliki keseragaman yang baik karena nilai Cc
tidak berada diantara 1 dan 3, dan nilai Cu lebih dari 6. Jadi tanah ini
termasuk jenis SW ( Well graded sand, pasir gradasi baik, pasir berkerikil,
sedikit atau tidak mengandung butiran halus ).

17

BAB VI
DIRECT SHEAR TEST

VI.1. TUJUAN
Untuk menetahui :
- Sudut geser dalam ( )
- Kohesi ( c )

VI.2. ALAT-ALAT YANG DIPERGUNAKAN


- Mesin geser
- Proving Ring 12188
- Beban (load) = 5 kg, 10 kg, 15 kg
- Cetakan
- Stop Watch
- Trimmer

VI.3. JALANNYA PERCOBAAN


1. Menyiapkan contoh tanah untuk 3 kali percobaan dan untuk tiap
percobaan contoh tanah tsb harus mempunyai kepadatan yang sama.
2. Contoh tanah dimasukkan ke dalam shear box.
3. Beban vertikal/normal load dan gaya geser dikerjakan (blok + bagian
diatas sample beratnya 4.67 kg).
4. Bagian atas dan bagian bawah dipisahkan dengan sekrup pemisah.
5. Untuk contoh tanah yang jenuh, tempatnya diisi air dan batu pori harus
dibasahi dulu sebelum dipasang.
6. Pembacaan dilakukan tiap selang waktu 15 detik pada dua menit
pertama, selanjutnya pembacaan dilakukan tiap selang waktu 30 detik
sampai tanah tersebut runtuh.
7. Test tersebut diulangi lagi dengan beban vertikal yang berbeda (5 kg, 10
kg, 15 kg).

18

VI.4. DATA PENGAMATAN DAN PERHITUNGAN

Direct Shear Stress I :


Berat Container

= 109,2 gram

Berat Container + tanah

= 227,5 gram

Berat tanah

= 118.2 gram

Kecepatan pembebanan

= 0.002 cm/detik

Normal Load

= 5 + 4.67 = 9.67 kg

Load = 5 kg
Time
(sec)
0
15
30
45
60
75
90
105
120
150
180
210
240
270
300
330
360
390

Horz.
Disp
H
(cm)
0
0.3
0.6
0.9
1.2
1.5
1.8
2.1
2.4
3
3.6
4.2
4.8
5.4
6
6.6
7.2
7.8

Strain

Corr Area

(%)
0
0.05
0.1
0.15
0.2
0.25
0.3
0.35
0.4
0.5
0.6
0.7
0.8
0.9
1
1.1
1.2
1.3

A'(cm )
36
35.82
35.64
35.46
35.28
35.1
34.92
34.74
34.56
34.2
33.84
33.48
33.12
32.76
32.4
32.04
31.68
31.32

Load
Ring
Dial
Reading
0
8
7
9.5
10.9
11
12
12.9
13.1
14.9
16
16.5
16.5
16.7
18
18
18.1
19

Horz.
Shear
Force
(P)(kg)
0.0000
3.2786
2.8688
3.8934
4.4671
4.5081
4.9180
5.2868
5.3688
6.1065
6.5573
6.7622
6.7622
6.8442
7.3769
7.3769
7.4179
7.7868

Shear
Stress

Normal
Stress

(kg/cm )
0.2686
0.2700
0.2713
0.2727
0.2741
0.2755
0.2769
0.2784
0.2798
0.2827
0.2858
0.2888
0.2920
0.2952
0.2985
0.3018
0.3052
0.309

(kg/cm )
0.0000
0.0915
0.0805
0.1098
0.1266
0.1284
0.1408
0.1522
0.1553
0.1786
0.1938
0.2020
0.2042
0.2089
0.2277
0.2302
0.2342
0.2486

19

Direct Shear Stress II :


Berat Container

= 109,2 gram

Berat Container + tanah

= 211,7 gram

Berat tanah

= 102,4 gram

Kecepatan pembebanan

= 0.002 cm/detik

Normal Load

= 10 + 4.67 = 14.67 kg

Load = 10 kg

Time
(sec)
0
15
30
45
60
75
90
105
120
150
180
210
240
270
300
330
360
390

Horz.
Disp
H
(cm)
0
0.3
0.6
0.9
1.2
1.5
1.8
2.1
2.4
3
3.6
4.2
4.8
5.4
6
6.6
7.2
7.8

Strain

Corr Area

(%)
0
0.05
0.1
0.15
0.2
0.25
0.3
0.35
0.4
0.5
0.6
0.7
0.8
0.9
1
1.1
1.2
1.3

A'(cm )
36
35.82
35.64
35.46
35.28
35.1
34.92
34.74
34.56
34.2
33.84
33.48
33.12
32.76
32.4
32.04
31.68
31.32

Load
Ring
Dial
Reading
0
3
8
11
12.5
14
15.5
15.5
16
17
17
18
19
20
21
21
21.3
21.5

Horz.
Shear
Force
(P)(kg)
0.0000
1.2295
3.2786
4.5081
5.1229
5.7376
6.3524
6.3524
6.5573
6.9671
6.9671
7.3769
7.7868
8.1966
8.6064
8.6064
8.7294
8.8113

Shear
Stress

Normal
Stress

(kg/cm )
0.4075
0.4095
0.4116
0.4137
0.4158
0.4179
0.4201
0.4223
0.4245
0.4289
0.4335
0.4382
0.4429
0.4478
0.4528
0.4579
0.4631
0.4684

(kg/cm )
0.0000
0.0343
0.0920
0.1271
0.1452
0.1635
0.1819
0.1829
0.1897
0.2037
0.2059
0.2203
0.2351
0.2502
0.2656
0.2686
0.2755
0.2813

20

Direct Shear Stress III :


Berat Container

= 109,2 gram

Berat Container + tanah

= 195,1 gram

Berat tanah

= 85,8 gram

Kecepatan pembebanan

= 0.002 cm/detik

Normal Load

= 15 + 4.67 = 19.67 kg

Load = 15 kg
Time
(s)
0
15
30
45
60
75
90
105
120
150
180
210
240
270
300
330
390

Horz.
Disp
<H
(cm)
0
0.3
0.6
0.9
1.2
1.5
1.8
2.1
2.4
3
3.6
4.2
4.8
5.4
6
6.6
7.8

Strain

Corr Area

%
0
0.05
0.1
0.15
0.2
0.25
0.3
0.35
0.4
0.5
0.6
0.7
0.8
0.9
1
1.1
1.3

(cm )
36
35.82
35.64
35.46
35.28
35.1
34.92
34.74
34.56
34.2
33.84
33.48
33.12
32.76
32.4
32.04
31.32

Load
Ring
Dial
Reading
0
11
15
15.5
20
20.5
22
23.1
23.3
26
28
29
30.5
31
32
33.5
34.7

Horz. Shear

Shear
Stress

Normal
Stress

Force (kg)
0.0000
4.5081
6.1475
6.3524
8.1966
8.4015
9.0163
9.4671
9.5490
10.6556
11.4752
11.8851
12.4998
12.7047
13.1146
13.7293
14.2211

(kg/cm )
0.0000
0.1259
0.1725
0.1791
0.2323
0.2394
0.2582
0.2725
0.2763
0.3116
0.3391
0.3550
0.3774
0.3878
0.4048
0.4285
0.4541

(kg/cm )
0.5464
0.5491
0.5519
0.5547
0.5575
0.5604
0.5633
0.5662
0.5692
0.5751
0.5813
0.5875
0.5939
0.6004
0.6071
0.6139
0.6280

21

Contoh perhitungan ( beban = 5 kg )

Berat container = 109,2 gram


Berat container + tanah = 227,5 gram
Berat tanah = 118,2 gram
Normal Load = 5 + 4.67 = 9.67 kg
Kecepatan pembebanan = 0,002 cm / detik
Time ( T ) = 15 detik
Horizontal displacement = ( H ) = T x 0,002 = 15 x 0,02 = 0,03 cm
Unit strain = H / H = 0,03 / 6 = 0,005
Horizontal Shear Force = 8 x 0,40983 = 3,2786 kg
Shear Stress =HSF / Corr Area = 3,2786/ 35,82 = 0,0915 kg/cm2
Normal Stress = Normal Load/Corr Area= 9.67/35.82 = 0.2686 kg/cm2

1.2000

Shear Stress (kg/cm2)

1.0000
0.8000
Beban 15kg
0.6000

Beban 10kg
Beban 5kg

0.4000
0.2000
0.0000
0

0.1 0.2 0.3Unit0.4


0.6 0.8
Strain

1.2

Grafik 6.1. Grafik hubungan antara regangan (strain) dan tegangan geser tanah
(shear stress) untuk beban 5, 10, dan 15 kg

22

Shear Stress (kg/cm2)

Hubungan Shear Stress dan Normal


Stress
0.5
y = 0.644x + 0.026

0.4
0.3
0.2
0.1
0
0

0.1

0.2

0.3
Normal Stress

0.4

0.5

0.6

0.7

(kg/cm2)

Grafik 6.2. Grafik hubungan antara tegangan normal dan tegangan geser tanah

VI.5. KESIMPULAN

Dari grafik hubungan horizontal strain dan shear stress serta normal stress
dan shear stress, maka dapat diperoleh :
a. harga c (kohesi) pada percobaan = 0,026 kg/cm2
b. harga (sudut geser dalam) pada percobaan =
arc tangen 0,644 = 32,780

23

BAB VII
TRIAXIAL TEST

VII.1. TUJUAN
Untuk menentukan kohesi ( c ) dan sudut geser dalam ( ).
VII.2. ALAT-ALAT YANG DIPERGUNAKAN
- Mesin penekan (Compression machine)
- Kecepatan penekanan teratur (Strain controlled)
- Dilengkapi dengan cincin uji (Proving ring)
- Pompa
- Tabung air/udara
- Sel Triaxial
- Tabung pembentuk contoh tanah
- Trimer untuk membentuk contoh tanah yang kohesif
- Membran dan kertas filter
- Karet pengikat membran
- Batu pori
VII.3. JALANNYA PERCOBAAN
1. Dengan alat khusus dan trimmer, contoh tanah dipotong hingga
berbentuk silinder dan mempunyai diameter tertentu ( H = 7.6 cm dan D
= 3.8 cm).
2. Contoh tanah tersebut dimasukkan kedalam tabung pembentuk contoh
tanah yang sebelumnya telah dilapisi di dalamnya dengan membran dan
bagian luarnya terdapat karet penghisap (memasukkannya perlahanlahan agar kepadatannya tidak berubah).
3. Contoh tanah kemudian diletakkan diatas pedestal, membran diikatkan
pada pedestal dan karet gelang dan tabung pembentuk contoh tanah
dilepaskan.
4. Sel Triaxial dipasang dan proving ring diatur letaknya

24

5. Setelah siap air bebas udara dialirkan ke dalam sel triaxial dan diberikan
tekanan 3 dengan perantaraan Self Compensating Mercury Controle.
6. Dicek apakah ada kebocoran pada membran karet/tidak.
7. Bila tidak ada kebocoran maka tekanan vertikal diberikan pada contoh
tanah dengan menggunakan compression machine. Gaya tekan ini diukur
melalui dial yang terdapat pada proving ring.
8. Pembacaan penurunan dilakukan pada dial penurunan.
9. Pembacaan dan pencatatan gaya tekan pada proving ring dilakukan tiap
0.5 mm atau 50 skala proving ring.
10. Pembacaan dihentikan apabila dial penurunan menunjukan penurunan
secara tiba-tiba (tanah mulai runtuh) dan dicatat besarnya beban axial.

Catatan :
Percobaan diatas termasuk Unconsolidated Undrained Test (UU Test),
yaitu:
-

kran pembuangan selalu dalam keadaan tertutup.

Percobaan dilakukan segera setelah beban diberikan dan


diberikan hampir bersamaan

VII.5. DATA PENGAMATAN DAN PERHITUNGAN


Triaxial Test I
Diameter sampel

= 3,80 cm

Tinggi sampel

= 7,60 cm

Luas Permukaan

= 11,34 cm

= 0,25 kg/cm2

25

Deform
Dial

Load
Dial

Load
P

Unit
Strain

Area Corr
Factor

Corr
Area

Deviator
Stress

(kg)

()

A (cm2)

(kg/cm2)

50

1.0

0.2809

0.0066

0.9934

11.4161

0.0246

100

3.0

0.8427

0.0132

0.9868

11.4922

0.0733

150

4.0

1.1236

0.0197

0.9803

11.5693

0.0971

200

6.0

1.6853

0.0263

0.9737

11.6475

0.1447

250

6.5

1.8258

0.0329

0.9671

11.7267

0.1557

300

7.0

1.9662

0.0395

0.9605

11.8071

0.1665

350

7.5

2.1067

0.0461

0.9539

11.8885

0.1772

400

7.5

2.1067

0.0526

0.9474

11.9711

0.1760

450

7.5

2.1067

0.0592

0.9408

12.0548

0.1748

Maximum Deviator Stress

= 0,1772 kg/cm2

Maximum Vertical Stress

= 0,1772 + 3
= 0,1772 + 0,25 = 0,4272 kg/cm2

26

Triaxial Test II
Diameter sample
Tinggi sample

= 3,80 cm
= 7,60 cm

Luas Permukaan = 11,34 cm

= 0,5 kg/cm2

Deform
Dial

Load
Dial

Load
P

Unit
Strain

Area Corr
Factor

Corr
Area

Deviator
Stress

(kg)

()

A (cm2)

(kg/cm2)

50

6.0

1.6853

0.0066

0.9934

11.4161

0.1476

100

7.0

1.9662

0.0132

0.9868

11.4922

0.1711

150

9.0

2.5280

0.0197

0.9803

11.5693

0.2185

200

11.0

3.0898

0.0263

0.9737

11.6475

0.2653

250

13.0

3.6516

0.0329

0.9671

11.7267

0.3114

300

15.0

4.2134

0.0395

0.9605

11.8071

0.3568

350

16.5

4.6347

0.0461

0.9539

11.8885

0.3898

400

18.0

5.0560

0.0526

0.9474

11.9711

0.4224

450

18.0

5.0560

0.0592

0.9408

12.0548

0.4194

500

18.0

5.0560

0.0658

0.9342

12.1397

0.4165

Maximum Deviator Stress

= 0,4224 kg/cm2

Maximum Vertical Strees

= 0,4224 + 3
= 0,4224 + 0.5 = 0,9224 kg/cm2

27

Deviator Stress (kg/cm2)

Grafik Hubungan Deviator Stress dan Unit


Strain
0.5000
0.4000
0.3000
0.2000
0.1000
0.0000
0.0000

0.0100

0.0200

0.0300

0.0400

0.0500

0.0600

0.0700

Unit Strain

0.3

19

0.2

0.1

0.1

0.2

0.3

0.4

0.5

17.7200

0.6

0.7

0.8

0.9

1.0

42.2400

Deviator Stress (Kg/cm2)

Contoh perhitungan ( 3 = 0,3 kg/cm2 ) :


Deform dial = 50
Diameter sampel = 3.8 cm
Tinggi sampel ( Lo ) = 7.6 cm
Luas penampang ( A ) = 11.34 cm2
Load dial = 6
Load ( P) = 6 x 0.28089 = 1,68534 kg
Perpendekan ( L ) = 50 / 1000 = 0.05 cm
Unit Strain () = L / Lo = 0.05 / 7.6 = 0.0066

28

Area Corr Factor = 1 - = 1 0.0066 = 0.9934


Corr Area ( A) = A / (1- ) = 11.34 / 0.9934 = 11.4161 cm2
Deviator Stress = P / A = 1,68534 / 11.4161 = 0,1476 kg/cm2

VII.6. KESIMPULAN

Dari percobaan diatas maka dapat diperoleh :


- Sudut geser dalam () = 19
- Besar kohesi (c)

= 0 kg/cm2

29

BAB VIII
UNCONFINED COMPRESSION TEST

VIII.1. TUJUAN
Untuk mempermudah perhitungan kekokohan tanah liat dan menentukan
kohesi (c).

VIII.2. ALAT-ALAT YANG DIPERGUNAKAN


- Compression Machine (Mesin penekan)
- Trimmer
- Batu pori
- Triaxial Test

VIII.3. DASAR TEORI


Pengujian ini merupakan pengujian kekuatan geser yang sering
digunakan dan cocok untuk jenis tanah liat. Pada pengujian ini tanah liat
tidak diberikan tekanan lateral ( 3 = 0 ). Kondisi-kondisi tegangan
tersebut dapat disajikan dalam bentuk lingkaran mohr atau titik tegangan
pada setiap tahap pengujian khususnya pada keadaan runtuh, dan dapat
digambarkan sebuah garis selubung keruntuhan dan parameterparameter kekuatan geser tanah tersebut dapat digunakan.

VIII.4. JALANNYA PERCOBAAN


1. Sample tanah dipersiapkan.
2. Sample tanah dipotong dengan trimmer sehingga berbentu silinder
dengan diameter D = 3.8 cm dan tinggi H = 7.6 cm (syarat H/D < = 2).
3. Setelah berbentuk contoh tanah tersebut, sample tanah diletakkan pada
compression machine.
4. Kemudian diberikan beban axial, yaitu dengan menghidupkan mesin
penetrasi

30

5. Pembacaan dan pencatatan dilakukan terhadap manometer yang


menunjukan penurunan dan besarnya beban axial.
6. Pembacaan dilakukan pada dial penurunan tiap 50 skala proving ring
(0.5 mm)
7. Pembacaan dihentikan jika skala penurunan menunjukkan penurunan
secara tiba-tiba, tanah mulai runtuh dan dicatat besarnya beban axial.
8. Bila tidak terjadi penurunan maka pembacaan dihentikan hanya sampai
20 % deformasi dari tinggi totalnya karena tanah tersebut bersifat
plastis.
VIII.5. DATA PENGAMATAN DAN PERHITUNGAN
3 = 0 kg/cm2.

Deform Load
Dial
Dial

Load
P

Perpendekan
L (cm)

(kg)

Unit
Strain

Area
Corr
Factor

Corr
Area

Deviator
Stress

()

A (cm2)

(kg/cm2)

50

6.00

1.68534

0.05

0.006578947 0.993421 11.41610657

0.147628265

100

15.50

4.353795

0.1

0.013157895 0.986842 11.48653989

0.379034508

150

22.00

6.17958

0.15

0.019736842 0.980263 11.56363139

0.534397871

200

27.00

7.58403

0.2

0.026315789 0.973684 11.64176468

0.651450206

250

30.00

8.4267

0.25

0.032894737 0.967105 11.72096101

0.718942755

300

32.50

9.128925

0.3

0.039473684 0.960526 11.80124224

0.773556276

350

33.80

9.494082

0.35

0.046052632 0.953947

11.8826308

0.798988218

400

35.00

9.83115

0.4

0.052631579 0.947368 11.96514976

0.821648721

450

35.50

9.971595

0.45

0.059210526 0.940789 12.04882285

0.827599104

500

35.50

9.971595

0.5

0.065789474 0.934211 12.13366145

0.821812529

550

30.50

8.567145

0.55

0.072368421 0.934211 12.13366145

0.706064285

Contoh perhitungan :
Tinggi sampel = 7,6 cm
Diameter sampel = 3,8 cm
Luas sampel = 11,34 cm2
Deform dial = 50
Load dial = 6

31

Load P

= 6 x 0,28089 = 1,68534 kg

L = 50 x 0,001

= 0,05 cm

Unit Strain ()

= L / Lo = 0,05 / 7,6 = 0,0066

Area Corr Factor

= 1 = 1 0,0066 = 0,9934

Corr Area ( A )

= A / 0,993421 = 11,341 / 0,993421 = 11,4161 cm2

Deviator Stress

= P / A = 1,68534 / 11,4161 = 0,14762 kg/cm2

Maximum Deviator Stress = 0.827599104 (kg/cm2)


GRAFIK UNCONFINED COMPRESSION TEST

Deviator Stress (kg/cm2)

1.2

0.8

0.4

0
0

0.01

0.02

0.03

0.04

0.05

0.06

0.07

0.08

Unit Strain

Grafik 8.1. Grafik yang menunjukkan hubungan antara regangan (strain) dan
deviator stress tanah

0.41379

0.82759
Deviator Stress (Kg/cm2)

32

VIII.6. KESIMPULAN
Dari grafik hasil percobaan, maka dapat diperoleh:
1. Sudut geser ( ) = 00
2. Kohesi ( c )

= deviator max / 2
= 0.827599104 / 2 = 0,41379 kg/cm2

33

34