Anda di halaman 1dari 9

REKTIFIKASI CARRIER

I.

Tujuan Percobaan
Setelah melakukan percobaan ini mahasiswa diharapkan mampu :
1. Menjelaskan pengertian kurva baku dan Rektifikasi Carrier
2. Membuat campuran biner untuk kurva baku
3. Menggambarkan kurva baku
4. Melaksanakan praktikum untuk memperolah data yang diperlukan
5. Menentukan komposisi produk
6. Menghitung untuk menentukan jumlah produk

II.

Alat dan Bahan yang Digunakan


Alat yang digunakan :
1. Tabung reaksi
2. Gelas ukur
3. Pipet ukur
4. Bola karet
5. Pipet tetes
6. Rak tabung reaksi
7. Refraktometer
8. Gelas kimia
9. Botol obat
10. Seperangkat alat rektifikasi

Bahan yang digunakan :


1. Aquadest
2. Minyak Cengkeh
3. Air deionisasi

III.

Dasar Teori
Pada teknologi distilasi, carrier gas distillation sering digunakan untuk memisahkan
komponen komponen dengan titik didih tinggi. Operasi ini merupakan metoda pemisahan
suatu komponen dari campurannya pada kondisi standard dan temperature paling rendah dari
titik didih campuran tersebut. Contohnya komponen yang tak terlarut dalam air, dengan titik
didih yang sangat tinggi bisa dipisahkan pada temperature di bawah 100 oC dengan menggunakan
uap sebagai carrier.
1. Essential Oil
Masalah bau bauan tergantung pada essential oil. Bau baun juga diperluakn oleh
industry parfum, detergen dan bath salt. Sumber essential oil sangat luas, antara lain
herbs (tumbuhan bumbu), leaves, wood, blossoms, fruits and vegetables. Pada skala
industry, essential oil diperoleh dengan cara carrier distillation. Kolom rektifikasi sebagai
alat pemisahan dari komponen komponen yang berbeda dengan essential oil, disuling/
dibersihkan dalam proses.
2. Dasar dasar Carrier Distilation
Distilasi Carrier adalah suatu metoda distilasi dimana sifat titik didih dai campuran cair,
di pengaruhi oleh penambahan auxiliary gas yang ada pada alat. Jika dua campuran
menaikkan titik didih campuran yang tidak saling melarut pada seluruh rentang
konsentrasi. Tekanan parsial dari fasa gas sama dengan tekanan jenuh pada titik didh
campuran. Titik didih campuran lenih rendah dari titik didih komponen murini pada
tekanan operasi. Dampakm dari ketidak larutan dari dua cairan adalah rendahnya titik
didih.
Rektifikasi adalah memisahkan suatu komponen yang mudah menguap dari suatu
campuran dengan cara penguapan dan kondensasi berulang-ulang dengan perpindahan massa
tetap panas melalui refluks yang terkendali dan di kondensasi dan kondensat ditampung. Pada
rektifikasi uap naik sedapat mungkin dikontakkan dengan baik dengan cairan mengalir kembali
(refluk) dalam arah yang berlawanan. Pada saat kontak terjadi perpindahan massa dana panas.
Komponen yang mudah menguap yang terdapat dalam uap akan mengembun dalam cairan yang
mengalir balik selanjutnya bersama cairan menuju kebawah.

Komponen mudah menguap yang terdapat dalam cairan akan menguap dan selanjutnya
bersama uap naik keatas. Dengan cara ini konsentrasi komponen mudah menguap dan yang
terdapat didalam uap akan meningkatkan dari bawah ke atas dan konsentrasi komponen sukar
menguap yang terdapat dalam cairan yang mengalir kebawah akan meningkatkan dari atas
kebawah. Akibatnya akan diperoleh pemisahan lebih banyak dari pada destilasi sederhana.
Dengan rektifikasi campuran cairan dapat dipisahkan menjadi komponen-komponen yang praktis
murni. Dengan cara ini dibutuhkan peralatan yang kompleks. Dan memerlukan panas yang lebih
banyak (karena cairan yang di uapkan di alirkan kembali sebagian kedalam alat penguap dalam
bentuk refluks sehingga cairan harus diuapkan berulang kali/recycle).

Rektifikasi Normal :
1.

Penguapan komponen-komponen cairan yang lebih mudah menguap didalam alat penguap

2.

Perpindahan massa dan panas dalam kolom rektifikasi

3.

Kondensasi uap yang keluar dari ujung atas kolom di dalam kondensor

4.

Membagi aliran kondensasat menjadi cairan yang mengalir kembali ke kolom dan destilat yang
akan di ambil.

5.

Pendinginan lanjut dalam sebuah alat pendingin dari destilat yang akan di ambil

6.

Penampung destilat dalam sebuah bejana

7.

Pengeluaran residu

8.

Pendingin lanjut dari residu yang di keluarkan

9.

Penampung residu dalam bejana


Perbedaan Destilasi dan Rektifikasi :
Destilasi : kondensasinya terjadi 1x dan pemisahan komponen yang lebih mudah menguap.
Rektifikasi : kondensasinya berulang-ulang dan pemisahan komponen yang lebih mudah dan
sulit menguap.
Persamaan Destilasi dan Rektifikasi :
Pemisahan komponen berupa cairan, pemisahan dengan cara penguapan dan destilatnya berupa
cairan.
Kerugian Rektifikasi :
1, Rektifikasi waktu yang dibutuhkan lama
2, peralatannya yang dibutuhkan lebih kompleks
3, pemanasan lebih besar sehingga biaya yang diperlukan lebih banyak
4, selalu butuh banyak pemanasan pada tiap tahapnya

Untuk memulai proses rektifikasi kolom di isi dengan cairan campuran yang akan
dipisahkan dididihkan dalam alat penguap. Uap yang timbul di embunkan secara sempurna
dalam kondensor dan semua kondesat yang terbentuk di kembalikan ke dalam kolom. Setelah
menjadi kesetimbangan antara refluks, uap yang naik dan muatan cairan(hole up pada setiuap
cairan di antara benda pengisi/didalam benda jajal/packing). Setelah itu barulah cairan yang
diperoleh (produk atas) dalam kondensoer mencapai kemurnian yang optimal, dan pengambilan
destilat sudah dapat di mulai, pengambilan destilasi dilakukan sebelum kesetimbangan diperoleh,
yaitu segera setelah dilakukan sebelum kesetimbangan diperoleh, yaitu segera setelah derajat
kemurnian yang diharapkan tercapai (ditentukan dengan analisis/pengukur temperatur dalam
kolom).
Perbandingan antara kuantitas kondensat yang di kembalikan kekolom (kuantitas
refluks) persatuan Waktu disebut perbandingan refluk dan merupakan besaran penting dalam
rektifikasi. Untuk memperoleh pemisahan yang baik maka di tetapkan perbandingan minimum.
Pada perbandingan refluks yang relatif kecil, yaitu banyak sedikit lebih besar dari pada
perbandingan refluks minimum, biaya pemanasan relatif murah. Namun kolom-kolomnya
memerlukan lebih banyak perlengkapan dan menjadi lebih mahal.
Dengan perbndingan refluks yang relatif besar, biaya pemasaran jadi lebih tinggi tetapi
biaya instalasinya lebih murah, semakin kecil perbandingan refluks, semakin besar jumlah tahap
pemisahan teoretis yang diperlukan.jumlah tahap teoretis ini disebut juga jumlah pelat teoretis.
Pelat teoretis yang di maksud disini bekuanlah pelat yang sesungguhnya melainkan
bagian rektifikasi . bagian ini terjadi suatu kesetimbangan yang sempurna (dalam hubungannya
dengan perpindahan massa dan panas) antara uap yang naik dan cairan yang mengalir dibalik
kebawah.
Yang dimaksud dengan pelat praktis adalah pelat kolom yang sesungguhnya/tinggi
unggul jejak yang sesuai. Derajat pemisahan pada pelat praktis selalu lebih kecil dari pada pelat
teoretis. Ukuran derajat pemisahan dapat berupa perbandingan pengayaan (enrichement retio)
yaitu perbandingan antara derajat pemisahan yang sesungguhnya dicapai dan yang di
mungkinkan secara teoretis dari suatu pelat (biasanya antara 0,7 dan 0,9).
Jenis-jenis rektifikasi berdasarkan pada :
1.

Kuantitas

2.

Komposisi

3.

Jenis campuran yang akan di pisahkan

4.

Persyartan yang berhubungan dengan kemurnian produk

Macam-macam proses rektifikasi berdasarkan prosesnya :


1.

Rektifikasi kontinu dan tak kontinu

2.

Rektifikasi normal dan macam

3.

Rektifikasi dengan bahan penolong (rektifikasi aerotrop, rektifikasi ektraktif)


Pada rektifikasi tersebut dilaksanakan pada dua proses yang berbeda :

1.

Perbandingan refluks dipertahankan konstan.


Hal ini memang hanya memerlukan kerja pengoperasian atau pengendalian yang lebih sedikit
namun komposisi didalam labu dan kolom berubah. Dengan demikian komposisi produk atas
juga teru berubah, sehingga destilat sering harus ditampung dalam fraksi yang berbeda-beda.

2.

Komposisi destilat dipertahankan konstan


Tetapi karena fraksi zat yang lebih mudah menguap didalam labu dan kolom menurun terus,
komposisi destilat yang konstan hanya mungkin dicapai bila perbandingan refluks dinaikan terus.
Jika perbandingan refluks tidak lagi ekonomis dan konsentrasi terlalu tinggi sehingga merugikan
rektifikasi harus dihentikan. Kemudian residu harus dikeluarkan langsung dari alat penguap labu.

IV.

Prosedur Kerja
Prosedur percobaan dilaksanakan sebagai berikut

1. Mengisi bejana leher 4 (four neck flash) dengan sampel 500 g, dan menambahkan air deionisasi
sampai menutupi seluruh sampel.
2. Menghidupkan Steam Generator dengan air deionisasi kira kira 1500 ml, menjaga jangan
sampai selang telfon tercelup dengan steam generator.
3. Menghidupkan cooler, atau temperature cooler pada 20 oC.
4. Menyalakan computer dan CASSY board.
5. Memanggil program CASSY dengan double klik pada icon CASSY LAB pada desktop
computer.
6. Mengaktifkan CASSY dengan menekan tombol F5 atau mengklik icon TOOL pada program
CASSY.
7. Membuka program REKTIFICATION dengan menekan tombol F3 atau icon.
8. CASSY akan membaca temperature T1 (B22), T2(B21), T3(A22), T4(A21), T5(B12),
T6(B11), T7(A12), T8(A11).
9. Menyalakan pemanas pada Steam generator, awalnya mengatur pada skala 10. Untuk proses
selanjutnya bila larutan sudah mendidih, skala dapat menurunkan dan mengatur pada skala 4.
Isopad pada steam generator deprogram pada switch S2 untuk bekerja selama 3 jam (pada
program S2 = t > 0 dan t < 3:00:00)
10. Menyalakan pemanas pada bejana leher 4 pada skala 5 . Isopad pada pemanas diprogram pada
switch S1 untuk bekerja selama 3 jam ( pada program S1 = t > 0 dan t < 3:00:00 ).
11. Menyetart percobaan dengan menekan tombol F9 atau icon clock sekaligus mencatat perubahan
suhu selama proses.
12. Mengamati proses rectification pada semua kolom fraksionasi.
13. Mengambil hasil rektifikasi dengan menggunakan syringe pada kepala tutup merah
14. Mengrelay R1 akan mengatur membuka menutup magnet selenoida. Magnet akan otomatis
membuka bila memasukkan parameter 0 ke R1 atau dapat membuka/ menutup secara manual
dengan menggerakkkan magnet ke atas/ ke bawah.
15. Rektifikasi dianggap selesai bila tidak ada perubahan gas dan cair pada semua kolom rektifikasi
dan menghasilkan murni dapat mengambil pada labu 500 ml.
16. Menyimpan hasil percobaan dengan menekan tombol F2 atau icon dengan menggunakan nama
file yang berbeda.
17. Mengeprint hasil percobaan.

18. Mematikan pemanas bila percobaan sudah selesai, lalu menjauhkan pemanas dari bejana.
19. Mematikan cooler setelah 15 menit pemanas dimatikan, dan seluruh peralatan.
20. Mematikan seluruh peralatan.

VII.

Analisa percobaan
Setelah melakukan percobaan ini yaitu mengenai rektifikasi carrier dapat dianalisa bahwa

rektifikasi carrier adalah suatu proses pemisahan suatu komponen dari suatu campuran yang
mudah menguap berdasarkan titik didihnya. Bahan yang digunakan dalam percobaan ini adalah
minyak cengkeh dan air deoinisasi. Pada prinsipnya rektifikasi carrier sama seperti distilasi
hanya saja pada rektifikasi carrier ini menggunakan kolom bertingkat, panas keluar dari refluks
dan kondensasi ditampung.
Pada pratikum kali ini menggunakan program CASSY LAB, dimana CASSY LAB
merupakan suatu program yang dihubungkan dengan alat rektifikasi carrier. Sehingga program
ini dapat mengontrol dan mencatat suhu pada saat prosesnya berlangsung. Sebelum mendapatkan
kurva kesetimbangan, terlebih dahulu membuat kurva baku yaitu fraksi volume etanol terhadap
indeks bias. Dimana, dari masing-masing campuran yang dibuat indeks biasnya diukur dengan
menggunakan refraktometer. Dimana, indeks bias itu sendiri merupakan percepatan cahaya
dalam zat tersebut.
Dari hasil percobaan dan kurva baku dapat dilihat bahwa indeks bias berbanding lurus
dengan fraksi minyak cengkeh. Semakin besar indeks bias dari campuran maka semakin besar
pula fraksi mol cengkehnya.
Kurva bagian atas grafik menunjukkan bahan berada dalam fasa uap sedangkan diruang
bagian bawah menunjukkan bahwa berada dalam fasa cair dan diantara kedua kuva tersebut,
bahan berada dalam fasa campuran.

VIII.

Kesimpulan
Dari percobaan yang dilakukan dapat disimpulkan bahwa:

1. Rektifikasi carrier adalah proses pemisahan suatu komponen dari suatu campuran yang mudah
menguap. Panas keluar dari refluks dan kondensat di samping.
2. Prinsip kerja dari rektifikasi carrier sama seperti distilasi, hanya saja pada rektifikasi carrier
menggunakan kolom bertingkat.
3. Indeks bias adalah perbandingan kecepatan cahaya dalam hampa udara terhadap kecepatan
cahaya dalam zat tersebut.
4. Fasa kesetimbangan adalah suatu keadaan dimana suatu zat memiliki komposisi yang pasti pada
kedua fasanya pada suhu dan tekanan tertentu.

5. Semakin besar % volume minyak cengkeh, maka semakain besar nilai indeks bias dan fraksi
molnya.
6. Dari hasil percobaan indeks biasnya sebanding dengan fraksi minyak cengkeh, semakin besar
indeks bias dari campuran maka semakin besar pula fraksi mol minyak cengkehnya.

IX.

DAFTAR PUSTAKA
..............Jobsheet. 2014. Petunjuk Praktikum Hidrokarbon. Politeknik Negeri Sriwijaya
Palembang