Anda di halaman 1dari 25

MAKALAH MIKROBIOLOGI

Fotosintesis

Disusun Oleh:
Arief Nur Setyawan
NIM. 11030234023

UNIVERSITAS NEGERI SURABAYA


FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
JURUSAN KIMIA
2014

KATA PENGANTAR
Puji

syukur

penulis

ucapkan

kehadirat

Allah

SWT

yang

telah

melimpahkan rahmat dan karunia-Nya, sehingga penulis dapat menyelesaikan


makalah mikrobiologi dengan judul Fotosintesis pada waktu yang tepat. Salawat
beserta salam penulis sampaikan kepada Nabi Muhammad SAW. Makalah ini
disusun sebagai salah satu tugas mata kuliah toksikologi, Jurusan Kimia, Fakultas
MIPA, Universitas Negeri Surabaya. Pada kesempatan ini penulis menyampaikan
terima kasih kepada berbagai pihak yang telah membantu dan memberikan dukungan
selama kuliah toksikologi ini:
1.

Dr. Nuniek Herdyastuti, M.Si selaku

dosen

pengampu mata kuliah

mikrobiologi yang telah banyak memberikan arahan, bimbingan dan dukungan


selama penyusunan makalah.
2.

Teman-teman mahasiswa yang memprogram mata kuliah mikrobiologi yang


selalu memberikan informasi terkait pembagian materi pembuatan makalaha dan
jadwal pengumpulan.
Penulis menyadari masih banyak terdapat kekurangan, dalam maklah ini,

oleh karena itu penulis mengharapkan saran dan kritik yang membangun. Semoga
makalah ini dapat bermanfaat bagi pihak-pihak yang membutuhkan.

Surabaya, Oktober 2014

Penulis

ii

DAFTAR ISI
HALAMAN JUDUL .........................................................................................................

KATA PENGANTAR .......................................................................................................

ii

DAFTAR ISI ......................................................................................................................

iii

BAB I : PENDAHULUAN ................................................................................................

A. Latar Belakang ..........................................................................................................

B. Rumusan Masalah ....................................................................................................

C. Tujuan .......................................................................................................................

D. Manfaat .....................................................................................................................

BAB II : ISI ........................................................................................................................

A. Sejarah Penemuan Fotosintesis ................................................................................

B. Pengertian Fotosintesis ..............................................................................................

C. Proses Fotosintesis ....................................................................................................

D. Kloroplas dan Fotosintesis ....................................................................................... 12


E. Faktor yang Mempengaruhi Fotosinteis ................................................................... 16
F. Pembuktian Fotosintesis ........................................................................................... 18
BAB III : PENUTUP ......................................................................................................... 20
A. Kesimpulan ............................................................................................................... 20
B. Saran ......................................................................................................................... 21
DAFTAR PUSTAKA ........................................................................................................ 22

iii

BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Banyak sekali hal yang terjadi dan yang terdapat di dalam daun, baik dari zat-zat
ataupun sel-sel yang beraktifitas didalamnya. Akan tetapi disaat orang-orang
membicarakan masalah daun orang selalu cenderung berfikiran mengarah ke proses
fotosintesis. Hal ini terjadi karena fotosintesis hanya terjadi di daun. Dengen
menggunakan gas dari lingkungan disekitar mineral dan berbagai zat dari tanah
kemudian dengan bantuan cahaya matahari fotosintesis pun terjadi di daun. Dan
dengan aktifitas fotosintesis inilah keseimabangan dan ketergantungan lingkungan
terjadi. Karena pada saat melakukan fotosintesis tumbuhan bukan hanya saja bisa
menghasilkan makanan akan tetapi bisa mengahasilkan juga oksigen yang sangat
dibutuhkan oleh seluruh mahluk di muka bumi ini tanpa terkecuali.
Perkembangan fotosintesis diawali oleh percobaan seorang dokter berasal dari
Finlandia, Jan Van Helmont pada tahun 1600-anyang mengungkapkan bahwa air
berperan dalam pertumbuhan tumbuhan. Kemudian di tahun 1727, Stephen Hales
(ahli botani Inggris) berhipotesis bahwa pasti ada faktor lain selain air yang
berperan. Ia mengemukakan bahwa sebagian makanan tumbuhan berasal dari
atmosfer dan cahaya yang terlibat dalam proses tertentu. Akan tetapi saat itu belum
diketahui bahwa udara dan mengandung gas-gas tertentu.
Pada tahun 1771, Joseph Priestley, seorang ahli kimia dan pendeta
berkebangsaan Inggris, menemukan bahwa ketika ia menutup sebuahlilin menyala
dengan sebuah toples terbalik, nyalanya akan mati sebelum lilinnya habis
terbakar. Ia kemudian menemukan bila ia meletakkan tikus dalam toples terbalik
bersama lilin, tikus itu akan mati lemas. Dari kedua percobaan itu, Priestley
menyimpulkan bahwa nyala lilin telah "merusak" udara dalam toples itu dan
menyebabkan matinya tikus. Ia kemudian menunjukkan bahwa udara yang telah
dirusak oleh lilin tersebut dapat dipulihkan oleh tumbuhan. Ia juga menunjukkan
bahwa tikus dapat tetap hidup dalam toples tertutup asalkan di dalamnya juga
terdapat tumbuhan.

Pada tahun 1778, Jan Ingenhousz, dokter kerajaan Austria menyatakan bahwa
cahaya matahari juga berpengaruh dalam memulihkan udara yang rusak, ia juga
menyatakan bahwa apabila pada malam hari tumbuhan dapat merusak udara pula.
Akhirnya di tahun 1782, Jean Senebier, seorang pastor Perancis, menunjukkan
bahwa udara yang dipulihkan dan merusak itu adalah karbon dioksida yang
diserap oleh tumbuhan dalam fotosintesis. Tidak lama kemudian, Theodore de
Saussure berhasil menunjukkan hubungan antara hipotesis Stephen Hale dengan
percobaan-percobaan "pemulihan" udara. Ia menemukan bahwa peningkatan massa
tumbuhan bukan hanya karena penyerapan karbon dioksida, tetapi juga oleh
pemberian air. Melalui serangkaian eksperimen inilah akhirnya para ahli berhasil
menggambarkan persamaan umum dari fotosintesis yang menghasilkan makanan
(seperti glukosa).
Oleh karena itu proses fotosintesis sangatlah penting bagi kelangsungan semua
mahluk hidup di dunia. Sebagaimana yang telah dibuktikan oleh beberapa ilmuwan,
bahwasanya tumbuhan dapat mengurangi kerusakan atau pencemaran udara
(melalui proses fotosintesisnya).
Dalam melakaukan fotosintesis di dalam daun terdapat zat yang disebut plastida,
yang terdiri dari kloroplas,amilopas, leukoplas dan kromoplas. Kloroplas adalah
plastida yang mengandung klorofil, amiloplas adalah plastida yang mengandung
amilum, leukoplas adalah plastida yang tidak mengandung pigmen warna,
Kromoplas adalah plastida yang mengandung pigmen Merah. Dari keempat macam
plastida ini yang paling berperan dalam proses fotosintesis adalah kloroplas, karena
kloroplas mengandung klorofil atau zat hijau. Selain itu di dalam kloroplas ini
terjadinya fase terang dan fase gelap dalam fotosintesis. Kloroplas ini hampir
terdapat pada seluruh tumbuhan dan pada tumbuhan tingkat tinggi pada umumnya
berbentuk cakram.

B. Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang diatas maka rumusan masalaah dari penulisan makalah
ini adalah :
1. Bagaimana proses berlangsungnya fotosintesis?
2. Bagaimana hubungan antara kloroplas dan fotosintesis?
3. Bagaimana struktur kloroplas?
4. Faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi fotosintesis?
2

C. Tujuan
Adapun tujuan dari penulisan makalah ini adalah :
1. Untuk mengetahui proses berlangsungnya fotosintesis
2. Untuk mengetahui hubungan antara fotosintesis dan kloroplas
3. Untuk mengetahui struktuk kloroplas
4. Untuk Mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi fotosintesis

D. Manfaat
Manfaat yang diharapkan dari penulisan makalah ini adalah Untuk bisa memberikan
informasi tentang pentingnya kloroplas dalam proses fotosintesis dan tumbuhan
hijau dan bagaimana proses fotosintesis itu berlangsung. Selain itu juga bisa menjadi
acuan para pembaca untuk di kaji selanjutnya

BAB II
ISI

A. Sejarah Penemuan Fotosintesis


Pada awalnya, orang menganggap bahwa akar memakan tanah, seperti yang
dikemukakan oleh Aristoteles. Tumbuhan hijau memperoleh zat-zat makanan dari
dalam tanah, yaitu yang berasal dari perombakan atau penguraian organisme yang telah
mati. Penguraian organisme mati menjadi bahan yang dapat diserap oleh akar tumbuhan
hijau dilakukan oleh mikroorganisme.
Konsep fotosintesis dimulai pada abad ke-17 ketika Jan Van Helmont menyatakan
bahwa pertumbuhan dari tumbuhan disebabkan karena adanya air dan bukan
disebabkan oleh tanah.
Pada tahun 1772, Joseph Priestley, seorang ahli kimia dan pendeta berkebangsaan
Inggris,

melakukan

penelitian

dan

menemukan

bahwa

ketika

ia

menutup

sebuah lilin menyala dengan sebuah toples terbalik, nyalanya akan mati sebelum
lilinnya habis terbakar. Ia kemudian menemukan bila ia meletakkan tikus dalam toples
terbalik bersama lilin, tikus itu akan mati lemas. Dari kedua percobaan itu, Priestley
menyimpulkan bahwa nyala lilin telah "merusak" udara di dalam toples itu dan
telah menyebabkan matinya tikus. Ia kemudian menunjukkan bahwa udara yang telah
dirusak oleh lilin tersebut dapat dipulihkan oleh tumbuhan. Ia juga menunjukkan
bahwa tikus dapat tetap hidup dalam toples tertutup asalkan di dalamnya juga terdapat
tumbuhan. Selanjutnya, kita mengetahui bahwa tumbuhan menggunakan karbon
dioksida yang dikeluarkan oleh hewan dan manusia, sedangkan hewan dan manusia
menyerap oksigen yang dihasilkan oleh tumbuhan. Pada tahun 1778, Jan Ingenhousz,
dokter kerajaan Austria, mengulangi eksperimen Priestley. Ia memperlihatkan bahwa
cahaya matahari juga berpengaruh pada tumbuhan sehingga dapat "memulihkan" udara
yang "rusak". Ia juga menemukan bahwa tumbuhan juga 'mengotori udara' pada
keadaan gelap sehingga ia lalu menyarankan agar tumbuhan dikeluarkan dari rumah
pada

malam

hari

untuk

mencegah

kemungkinan

dapat

meracuni

penghuninya. Ingenhousz membuktikan bahwa pada proses fotosintesis dilepaskan gas


4

oksigen. Hal ini dibuktikan dengan percobaan menggunakan tanaman air yaitu Hydrilla
verticillata di bawah corong terbalik. Jika tanaman tersebut kena cahaya, timbulah
gelembung-gelembung udara yang akhirnya mengumpul di dasar tabung reaksi.
Pada tahun 1782, Jean Senebier menyebutkan bahwa gas yang dibutuhkan oleh
tumbuhan untuk fotosintesis adalah karbon dioksida yang merupakan sumber karbon
bagi tumbuhan hijau. Pada tahun 1842, Julius Robert Mayer menyatakan bahwa energi
cahaya matahari yang diserap oleh tumbuhan hijau selanjutnya diubah menjadi energi
kimia.
Pada tahun 1860, Julius Von Sachs membuktikan bahwa pada fotosintesis akan
terbentuk karbohidrat atau amillum. Pada tahun 1905, Frederick Blackman menunjukan
bahwa pada proses fotosintesis terjadi reaksi gelap yang tidak membutuhkan cahaya.
Pada tahun 1937, Robert Hill berhasil mengikuti kegiatan kloroplas yang telah
dipisahkan dari sel hidup. Kloroplas itu jika disinari mampu menghasilan oksigen.

B. Pengertian Fotosintesis
Arti fotosintesis adalah proses penyusunan atau pembentukan dengan
menggunakan energi cahaya atau foton. Sumber energi cahaya alami adalah matahari
yang memiliki spektrum cahaya infra merah (tidak kelihatan), merah, jingga, kuning,
hijau, biru, nila, ungu dan ultra ungu (tidak kelihatan). Yang digunakan dalam proses
fetosintesis adalah spektrum cahaya tampak, dari ungu sampai merah, infra merah dan
ultra ungu tidak digunakan dalam fotosintesis.
Dalam fotosintesis, dihasilkan karbohidrat dan oksigen, oksigen sebagai hasil
sampingan dari fotosintesis, volumenya dapat diukur, oleh sebab itu untuk mengetahui
tingkat produksi fotosintesis adalah dengan mengatur volume oksigen yang dikeluarkan
dari tubuh tumbuhan.
Fotosintesis merupakan sintesis yang memerlukan cahaya (fotos = cahaya; sintesis
= penyusunan atau membuat bahan kimia). Fotosintesis adalah peristiwa pembentukan
karbohidrat dari karbondioksida dan air dengan bantuan energi cahaya matahari. Secara
sederhana, reaksi fotosintesis yang melibatkan berbagai enzim dapat dituliskan sebagai
berikut:
6H2O + 6CO2 + cahaya C6H12O6 (glukosa) + 6O2
Fotosintesis terjadi pada berbagai jenis bakteri dan ganggang, dan di daun dan
kadang-kadang batang tanaman hijau. Sel-sel daun tumbuhan mengandung organel
yang disebut kloroplas yang benar-benar melaksanakan proses fotosintesis. Tidak ada
5

struktur lain dalam sel tanaman dapat melakukan fotosintesis. Fotosintesis terjadi dalam
tiga tahap: (1) menangkap energi dari sinar matahari; (2) menggunakan energi untuk
membuat ATP dan mengurangi daya dalam bentuk senyawa yang disebut NADPH; dan
(3) menggunakan ATP dan NADPH untuk kekuatan sintesis molekul organik dari CO2
di udara (fiksasi karbon).
Dua tahap pertama berlangsung dengan adanya cahaya dan biasa disebut dengan
reaksi terang. Tahap ketiga, pembentukan molekul organik dari CO2 atmosfer, disebut
Siklus Calvin. Selama ATP dan NADPH tersedia, siklus Calvin dapat terjadi tanpa
adanya cahaya.

C. Proses Fotosintesis
Pada fotosintesis terjadi dua macam reaksi yaitu reaksi terang dan reaksi gelap.
Reaksi terang merupakan reaksi yang memerlukan cahaya, setelah reaksi pertama
berlangsung segera disusul oleh reaksi kedua yaitu reaksi gelap, merupakan reaksi yang
tidak membutuhkan cahaya.

1) Reaksi Terang
Reaksi terang terjadi di dalam membran tilakoid, tepatnya pada kloroplas.
Reaksi terang terjadi pada grana (tunggal: granum), sedangkan reaksi gelap terjadi di
dalam stroma. Unit pengumpul cahaya pada membran tilakoid disebut fotosistem.
Ada dua macam fotosistem yang terdapat di membran tilakoid yaitu fotosistem I dan
fotosistem II. Reaksi terang terjadi ketika fotosistem I dan fotosistem II terkena
cahaya matahari.
Dalam reaksi terang, terjadi konversi energi cahaya menjadi energi kimia dan
menghasilkan oksigen (O2). Reaksi terang adalah proses untuk menghasilkan ATP
dan reduksi NADPH2. Reaksi ini memerlukan molekul air dan cahaya matahari.
Proses diawali dengan penangkapan foton oleh pigmen sebagai antena. Pada reaksi
terang energy cahaya matahari difiksasi oleh daun untuk mengaktifkan klorofil,
sehingga klorofil mampu memberikan electron. Dimana electron dalam klorofil ini
mampu menguraikan menguraikan molekul air (H2O) menjadi ion (H+) dan (OH-).
Elektron dari sitokrom b6-f kompleks akan diterima oleh fotosistem I.
Fotosistem ini menyerap energi cahaya terpisah dari PS II, tapi mengandung
kompleks inti terpisahkan, yang menerima elektron yang berasal dari H2O melalui
kompleks inti PS II lebih dahulu. Sebagai sistem yang bergantung pada cahaya, PS I
6

berfungsi mengoksidasi plastosianin tereduksi dan memindahkan elektron ke protein


Fe-S larut yang disebut feredoksin. Reaksi keseluruhan pada PS I adalah :
Cahaya + 4PC(Cu+) + 4Fd(Fe3+) 4PC(Cu2+) + 4Fd(Fe2+)
Selanjutnya elektron dari feredoksin digunakan dalam tahap akhir pengangkutan
elektron untuk mereduksi NADP+ dan membentuk NADPH. Reaksi ini dikatalisis
dalam stroma oleh enzim feredoksin-NADP+ reduktase. Reaksinya adalah :
4Fd (Fe2+) + 2NADP+ + 2H+ 4Fd (Fe3+) + 2NADPH
Ion H+ yang telah dipompa ke dalam membran tilakoid akan masuk ke dalam
ATP sintase. ATP sintase akan menggandengkan pembentukan ATP dengan
pengangkutan elektron dan H+ melintasi membran tilakoid. Masuknya H+ pada ATP
sintase akan membuat ATP sintase bekerja mengubah ADP dan fosfat anorganik (Pi)
menjadi ATP. Reaksi keseluruhan yang terjadi pada reaksi terang adalah sebagai
berikut :
Sinar + ADP + Pi + NADP+ + 2H2O ATP + NADPH + 3H+ + O2.
Sedangkan dalam reaksi gelap terjadi seri reaksi siklik yang membentuk gula
dari bahan dasar CO2 dan energi (ATP dan NADPH). Energi yang digunakan dalam
reaksi gelap ini diperoleh dari reaksi terang.
Proses penyerapan energi cahaya yang mengakibatkan lepasnya electron
berenergi tinggi dari klorofil a, selanjutnya disalurkan dan ditangkap oleh akseptor
electron. Perjalanan electron ini terbagi menjadi dua, yaitu:

a) Fosforilasi Siklik
Perjalanan ini berlangsung di fotosistem I, di fotosistem I terdapat klorofil a
yang peka terhadap panjang gelombang 700 nm sehingga disebut p700. Cahaya
mengenai klorofil akan menyebabkan klorofil teraktifasi sehingga melepaskan
elektronnya. Elektron yang dilepaskan oleh klorofil ini akan ditransfer dari satu
enzim ke enzim yang lain, dan sebagian dari energinya akan diserap oleh ADP
untuk mengikat phospat sehingga terbentuk ATP.

Gambar 1.1. Fosforilasi Siklik (Pratama, 2013)

b) Fosforilasi Nonsiklik
Fotosistem I yang terkena cahaya matahari akan melepaskan elektronnya
yang kemudian elektron ini akan segera mengikuti rantai transfer elektron.
Sebagian energi yang ada pada reaksi transfer electron ini digunakan untuk
membentuk ATP dari ADP. Bersamaan dengan peristiwa ini terjadi penguraian

Gambar 1.2. Fosforilasi Non-Siklik (Pratama, 2013)

molekul air menjadi O2, ion hidrogen dan elektron, NADP akan mengambil
elektron yang berasal dari fotosistem I untuk mengikat ion hidrogen sehingga
terbentuk NADPH. Fotosistem I yang telah kehilangan elektronnya akan segera
menyedot elektron dari fotosistem II (p680) yang terkena cahaya. Fotosistem II
yang kekurangan elektron akan segera mengambil elektron yang dihasilkan oleh
penguraian air. ATP dan NADPH yang dihasilkan pada reaksi terang ini akan
dimanfaatkan untuk membentuk glukosa pada reaksi gelap, sedangkan O 2 yang
dihasilkan akan segera dikeluarkan sebagai hasil samping fotosintesis.

2) Reaksi Gelap
Jalur metabolisme reaksi pembentukan glukosa dari CO2 disebut daur Calvin.
Dalam penambahan CO2 terjadi beberapa tahap reaksi, yaitu:
1. Tahap I
6 molekul CO2 dari udara bereaksi dengan 6 molekul ribulosa 1,5 difosfat,
dikatalisis oleh enzim ribulosa difosfat karboksilase menghasilkan 12 molekul 3
fosfogliserat.
2. Tahap II
12 Molekul 3 fosfogliserat dikatalisis oleh enzim fosfogliserat kinase dan
gliseraldehida fosfat dehidrogenase akan terbentuk 12 molekul gliseraldehida 3
fosfat dengan bantuan 12 ATP dan 12 NADPH.
3. Tahap III
12 gliseraldehida 3 fosfat akan diubah menjadi 3 molekul fruktosa-6-fosfat untuk
selanjutnya fruktosa 6 fosfat diubah menjadi glukosa. Persamaan reaksi secara
keseluruhan adalah sebagai berikut:
6CO2 + 18ATP + 12NADPH + 12H+ + 12H2O Glukosa + 18Pi + 18ADP +
12NADP+

Gambar 1.3. Reaksi Gelap (Pratama, 2013)

Secara garis besar hubungan antara reaksi terang dengan reaksi gelap adalah energi
matahari yang ditangkap oleh fotosistem I dan II dalam fasa terang cahaya diubah
menjadi energi kimia NADPH dan ATP. Tiga macam reaksi sintesis yang sudah
diidentifikasi pada tumbuhan adalah C3,C4 dan CAM.

1. Daur C4
Daur C4 disebut juga jalur metabolisme Hatch-Slack, yaitu jalur metabolisme
penambatan CO2 yang pada tahap reaksi pertamanya melibatkan pembentukan asam
dikarboksinat beratom karbon empat, yaitu oksaloasetat, malat, dan asam aspartat.

10

Daur C4 ini terjadi pada tumbuhan golongan C, seperti jagung, rumput-rumputan,


dan tumbuhan padang pasir.

Gambar 1.4. Siklus Daur C4 (Mustamad, Suwarno, 2009)

Keterangan :
E1 = karbonik antidrase
E2 = fosfoenolpiruvat karboksilase
E3 = transaminase
E4 = piruvat dikinase
E5 =E6 = malat dehidrogenase

2. Daur C3
Daur C3terjadi pada tanaman polong-polongan, gandum, padi. Daur ini diawali
dengan fiksasi CO2, yaitu menggabungkan CO2 dengan sebuah molekul akseptor
karbon. Tetapi dalam daur ini CO2 difiksasi ke gula berkarbon lima, yaitu ribulosa
bifosfat (RuBP) oleh enzim karboksilase RuBP (rubisko). Molekul berkarbon 6 yang
terbentuk tidak stabil dan segera terpisah menjadi 2 molekul fosfogliserat (PGA).
Molekul PGA merupakan karbohidrat stabil berkarbon tiga yang pertama kali
terbentuk sehingga cara tersebut dinamakan daur C3.
RuBP + CO2

rubisko

2PGA.

11

3. CAM
CAM (Crassulacean Acid Metabolism) merupakan mekanisme yang paling
sedikit terjadi di antara ketiga daur (C3, C4, CAM). Daur ini terjadi pada tanaman
nanas, kaktus, bunga lili, agave, dan beberapa jenis anggrek.
Secara biokimia, daur CAM identik dengan daur C4, kecuali tidak adanya
pemisahan reaksi sintesis antara mesofil dengan berkas sel seludang. Bahkan, semua
reaksi dipisahkan oleh waktu, suatu faktor yang sangat penting bagi kelangsungan
hidup tanaman CAM pada lingkungan yang kering.

D. Kloroplas dan Fotosintesis


Fotosintesis hanya berlangsung pada sel yang memiliki pigmen fotosintetik. Di
dalam daun terdapat jaringan pagar dan jaringan bunga karang, pada keduanya
mengandung kloroplast yang mengandung klorofil/pigmen hijau yang merupakan salah
satu pigmen fotosintetik yang mampu menyerap energi cahaya matahari.

Gambar 1.5. Letak Kloroplas dalam daun (Zakaria, 2013)

Koroplas atau Chloroplast adalah plastid yang mengandung klorofil. Di dalam


kloroplas berlangsung fase terang dan fase gelap dari fotosintesis tumbuhan. Kloroplas
terdapat pada hampir seluruh tumbuhan, tetapi tidak umum dalam semua sel. Bila ada,
maka tiap sel dapat memiliki satu sampai banyak plastid. Pada tumbuhan tingkat tinggi
umumnya berbentuk cakram (kira-kira 2 x 5 mm, kadang-kadang lebih besar), tersusun
dalam lapisan tunggal dalam sitoplasma tetapi bentuk dan posisinya berubah-ubah
12

sesuai dengan intensitas cahaya. Pada ganggang, bentuknya dapat seperti mangkuk,
spiral, bintang menyerupai jaring, seringkali disertaipirenoid.
Kloroplas

matang

pada

beberapa

ganggang, biofita dan likopoda dapat

memperbanyak diri dengan pembelahan. Kesinambungan kloroplas terjadi melalui


pertumbuhan dan pembelahan proplastid di daerah meristem. Secara khas kloroplas
dewasa mencakup dua membran luar yang menyalkuti stroma homogen, di sinilah
berlangsung reaksi-reaksi fase gelap. Dalam stroma tertanam sejumlah grana, masingmasing terdiri atas setumpuk tilakoid yang berupa gelembung bermembran, pipih dan
diskoid (seperti cakram). Membran tilakoid menyimpan pigmen-pigmen fotosintesis
dan sistem transpor elektron yang terlibat dalam fase fotosintesis yang bergantung
pada cahaya. Grana biasanya terkait dengan lamela intergrana yang bebas pigmen.
Prokariota yang berfotosintesis tidak mempunyai kloroplas, tilakoid yang banyak
itu terletak bebas dalam sitoplasma dan memiliki susunan yang beragam dengan bentuk
yang beragam pula. Kloroplas mengandung DNA lingkar dan mesin sistesis protein,
termasuk ribosom dari tipe prokariotik.

a) Struktur Kloroplas
Kloroplas adalah plastida yang berwarna hijau, umumnya berbentuk lensa,
terdapat dalam sel tumbuhan lumut (Bryophyta), paku-pakuan (Pterydophyta) dan
tumbuhan berbiji (Spermatophyta). Garis tengah lensa tersebut 2-6 milimikron,
sedangkan tebalnya 0,5-1,0 milimikron. Kloroplas terdapat pada hampir seluruh
tumbuhan, tetapi tidak umum dalam semua sel. Bila ada, maka tiap sel dapat
memiliki satu sampai banyak plastida . Plastida adalah organel bermembran
rangkap yang bentuk dan fungsinya bermacam-macam. Proplastida merupakan
prekursor berbagai macam plastida dalam jaringan tanaman, tergantung pada
macam jaringan dan macam lingkungan

yang berpengaruh, proplastida

berdiferensiasi menjadi plastida yang berbeda.

13

Pengamatan dengan mikroskop cahaya, dengan pembesaran yang paling kuat,


kloroplast terlihat berbentuk butir. Pada tumbuhan tingkat tinggi umumnya plastida
berbentuk cakram (kira-kira 2 x 5 mm, kadang-kadang lebih besar), tersusun dalam
lapisan tunggal dalam sitoplasma tetapi bentuk dan posisinya berubah-ubah sesuai
dengan intensitas cahaya. Pada ganggang, bentuknya dapat seperti mangkuk, spiral,
bintang menyerupai jaring, seringkali disertai pirenoid. Kloroplas matang pada
beberapa ganggang, bryophyta dan lycopodium dapat memperbanyak diri dengan
pembelahan. Kesinambungan kloroplas terjadi

melalui

pertumbuhan dan

pembelahan proplastid di daerah meristem. Bentuk kloroplast yang beraneka ragam


ditemukan pada alga. Kloroplast bernbentuk pita spiral ditemukan pada Spirogyra,

Gambar 1.6. Struktur Kloroplas (Mustamad, 2010)

sedangkan yang berbentuk jala ditemukan pada Cladophora, sedangkan kloroplast


berbentuk pita ditemukan padaZygnema.
Kloroplas dijumpai terutama pada bagian daun yang disebut mesofil, yang
sering disebut pula daging daun. Kloroplas juga dijumpai di bagian-bagian lain,
bahkan juga pada batang dan ranting yang berwarna hijau. Hal ini disebabkan
karena dalam kloroplas terdapat pigmen yang berwarna hijau disebut klorofil.
Pigmen ini dapat menyerap energi cahaya. Klorofil terdapat pada membran tilakoid
14

dan perubahan energi cahaya menjadi energi kimia berlangsung dalam tilakoid,
sedangkan pembentukan glukosa sebagai produk akhir fotosintesis berlangsung di
stroma. Disamping klorofil a (pigmen berwarna hijau) dikenal pula klorofil b yang
mempunyai struktur mirip klorofil a, yaitu pigmen yang berwarna kuning sampai
jingga yang disebut karoten.
Seperti halnya mitokondria, kloroplas dikelilingi oleh membran luar dan
membran dalam. Seperti membran luar pada mitokondria, membran luar kloroplas
juga mengandung porin yang menyebabkan membran ini permeable terhadap
molekul dengan ukuran 10.000 dalton. Sebaliknya membran dalam relatif lebih
impermeabel. Membran dalam menutupi daerah yang berisi cairan yang disebut
stroma yang mengandung enzim untuk reaksi terang pada proses fotosintesis.
Stroma juga mengandung DNA dan ribosom. Pelipatan membran dalam
membentuk struktur seperti tumpukan piringan yang saling berhubungan yang
disebut tilakoid yang tersusun membentuk grana. Membran tilakoid yang
mengelilingi ruang interior tilakoid yang berisi cairan mengandung klorofil dan
pigmen fotosintesis lain serta rantai transport elektron. Reaksi terang dari
fotosintesis terjadi di tilakoid. Membran luar kloroplas menutupi ruang
intermembran antara membran dalam dan membran luar kloroplas. Seperti pada
matriks mitokondria, stroma kloroplas mengandung molekul DNA sirkuler dan
ribosom. Diperkirakan pula terdapat sekitar 60 macam polipeptida pada membran
tilakoid. Setengah diantaranya dikode oleh DNA kloroplas. Sebagian besar protein
dalam kloroplas dikode oleh gen nuklear, dihasilkan di sitoplasma dan selanjutnya
dikirim ke kloroplas.

b) Genom Kloroplas
Kloroplas pada tanaman tingkat tinggi merupakan evolusi dari bakteri
fotosintetik menjadi organel sel tanaman. Genom kloroplas terdiri dari 121 024
pasang nukleotida serta mempunyai inverted repeats (2 kopi) yang mengandung
gen-gen rRNA (16S dan 23S rRNAs) untuk pembentukan ribosom. Genom
kloroplas mempunyai subunit yang besar yaitu penyandi ribulosa biphosphate
carboxylase. Protein yang terlibat di dalam kloroplas sebanyak 60 protein. 2/3nya
diekspresikan oleh gen yang terdapat di inti sel sementara 1/3nya diekspresikan
dari genom kloroplas.

15

c) Faktor Faktor Pembentuk Kloroplas


Faktor-faktor yang berpengaruh terhadap pembentukan kloroplas antara lain :
1.

Faktor Pembawaan (Gen)


Pembentukan klorofil dibawakan oleh gen tertentu di dalam kromosom.

2.

Cahaya
Terlalu banyak sinar berpengaruh buruk kepada klorofil. Larutan yang
dihadapkan kepada sinar kuat tampak berkurang hijaunya. Hal ini juag dapat
kita lihat pada daun-daun yang terus terkena kena sinar langsung warna
mereka menjadi hijau kekuning-kuningan.

3.

Karbohidrat
Dengan tiada pemberian gula, daun-daun tersebut tak mampu menghasilkan
klorofil, meskipun faktor-faktor lain cukup

4.

Unsur N, Mg, Fe dan unsur lainnya


Unsur N, Mg dan Fe merupakan unsur-unsur pembentuk dan katalis dalam
sintesis klorofil. Besi yang menjadi bahan pembentuk klorofil merupakan
suatu condition sinc qua non (kehausan). Kekurangan akan salah satu dari zatzat

tersebut

mengakibatkan

klorosis

kepada

tumbuhan.

Unsur-unsur

pembentuk klorofil lainnya, dianataranya Mn, Cu, Zn, meskipun hanya di


dalam jumlah yang sedikit sekali, membantu pembentukan klorofil. Dengan
tiada unsur-unsur itu, tanaman akan mengalami klorosis juga.
5.

Air
Air merupakan faktor keharusan pula, kekurangan air mengakibatkan
desintegrasi dari klorofil seperti terjadi pada rumput dan pohon-pohonan di
musim kering.

6.

Temperatur
Temperatur yang membantuk dalam membentuk klorofil antara 3o-48oC
merupakan suatu kondisi yang baik untuk pembentukan klorofil pada
kebanyakan tanaman, akan tetapi yang paling baik ialah antara 26o-30oC

.
E. Faktor yang Mempengaruhi Fotosintesis
Ada banyak faktor yang mempengaruhi proses fotosintesis. Akan tetapi pada
pembahasaan ini faktor-faktor tersebut digolongkan menjadi dua golongan yaitu faktor
eksternal dan faktor internal.

16

1. Faktor eksternal
Faktor eksternal adalah faktor proses fotosintesis yang berasal dari luar
tumbuhan. Faktor-faktor ini biasa terdapat di udara, di dalam tanah dan dari
sepektrum cahaya dan suhu. Semua faktor ini biasanya diperoleh menggunakan akar
dan daun. Adapun yang termasuk Faktor-faktor eksternal tersebut adalah sebagai
berikut:
Karbondioksida (CO2) diambil dari udara.
Air (H2O) diambil dari dalam tanah.
Energy matahari dimana dari energi matahari yang dimanfaatkan sebagai proses
fotosintesis adalah spectrum cahayanya.
Suhu, pada umumnya fotosintesis dapat berlangsung pada suhu 5oC 42C. pada
suhu 35C kecepatan proses fotosintesis mencapai pada klimaks dan pada suhu di
atas 40C kecepatan fotosintesis menurun.

2. Faktor internal
Faktor internal adalah faktor yang mempengaruhi proses fotosintesis yang
berasal dari dalam tumbuhan tersebut. Faktor internal berupa zat-zat organic dan
jaringan dalam tumbuhan. Adapun yang termasuk faktor-faktor internal adalah
sebagai berikut:
a) Pigmen, Fotosintesis hanya berlangsung pada sel yang memiliki pigmen
fotosintetik. Di dalam daun terdapat jaringan pagar dan jaringan bunga karang,
pada keduanya mengandung kloroplast yang mengandung klorofil / pigmen hijau
yang merupakan salah satu pigmen fotosintetik yang mampu menyerap energi
cahaya matahari.
b) Enzim, berfungsi sebagai katalisator pada saat melakukan proses fotosintesis.
Berdasarkan peranannya dalam membantu reaksi kimia anabolisme enzim dapat
dikelompokkan menjadi dua, yaitu:
Enzim yang berkaitan dengan fungsi oksidasi reduksi
Enzim ini mengatalisis reaksi pemindahan hidrogen dari suatu substrat
menuju ke substrat yang lain. Contoh: sitokrom, nikotinamid adenin
dinukleotida pospat (NAD), flavin mononukleotida (FMN), ferodoksin,
ketoglutarat dehidrogenase, suksinat dehidrogenase.
Enzim yang tidak terkait dengan reaksi oksidasi reduksi.

17

Enzim ini akan mengatalis reaksi pengubahan substrat menjadi bentuk yang
lain tanpa diikuti dengan pelepasan hidrogen. Contoh: enzim karboksilase,
fumarase, akonitase.

F. Pembuktian Fotosintesis
Untuk membuktikan adanya molekul-molekul yang dibutuhkan dan yang
dihasilkan dalam peristiwa fotosintesis dapat dilakukan dengan percobaan sebagai
berikut.

1. Percobaan Sachs
Membuktikan bahwa pada fotosintesis akan dihasilkan zat tepung. Adapun
percobaan yang dilakukan Sachs untuk membuktikan fotosintesis adalah:
a) Daun yang sudah beberapa saat terkena cahaya matahari dipetik.
b) Daun dimasukkan pada air yang mendidih.
c) Kemudian daun dimasukkan pada alkohol panas.
d) Setelah itu ditetesi dengan larutan iodium (lugol).
Hasilnya daun akan berwarna biru tua. Hal ini membuktikan bahwa setelah
terbentuk glukosa hasil fotosintesis segera diubah menjadi zat tepung.

2. Percobaan Engelmann
Membuktikan bahwa dalam fotosintesis diperlukan cahaya dan klorofil. Dari
hasil pengamatan di bawah mikroskop terhadap Spirogyra dan bakteri termo,
ternyata bila dijatuhkan seberkas cahaya yang mengenai kloroplas Spirogyra, maka
tampak bakteri termo berkerumun pada daerah yang berkloroplas yang terkena
cahaya tersebut. Namun bila seberkas cahaya tidak mengenai kloroplas, maka tidak
banyak ditemukan bakteri termo.

3. Percobaan Ingenhouse
Membuktikan bahwa pada fotosintesis menghasilkan O2. adapun percobaan
yang dilakukan Igenhouz untuk membuktikan proses fotosintesis adalah:
a) Beberapa batang tanaman Hydrilla verticillata dimasukkan ke dalam corong.
b) Corong ditempatkan ke dalam beker glass yang berisi air dalam keadaan terbalik
(air harus penuh) dan dikaitkan dengan kawat penyangga.
c) Pipa ditutup dengan tabung reaksi yang berisi air secara terbalik.
18

d) Perangkat percobaan ditempatkan di tempat yang terkena sinar matahari


langsung.
Hasilnya pada tabung reaksi terdapat gelembung-gelembung air. Untuk
membuktikan apakah gas yang muncul itu O2 dapat diuji dengan memasukkan lidi
yang membara. Apabila terbentuk nyala api, maka gas yang muncul tersebut O2.

4. Percobaan Van Helmont


Membuktikan bahwa fotosintesis menghasilkan air. adapun percobaan yang
dilakukan van Helmont untuk membuktikan proses fotosintesis adalah:
a) Van Helmont menempatkan 200 pon tanah yang telah dikeringkan di dalam pot
besar.
b) Tanah tersebut disiram dengan air dan di dalamnya ditanam pucuk tanaman
willow seberat 5 pon.
c) Pot dimasukkan ke dalam tanah dan menutupi tepinya dengan plat besi yang
berlubang-lubang.
d) Selama 5 tahun Van Helmont menyirami tanamannya dengan air hujan atau air
suling.
e) Pohon dicabut dan ditimbang ternyata beratnya menjadi 164 pon 3 ons (berat ini
tidak termasuk berat daun yang berguguran + 5 tahun).
f)

Tanah dikeringkan lagi dan ditimbang, ternyata beratnya hanya berkurang 2 ons
dari berat semula.

g) Kesimpulan : penambahan berat pohon willow itu hanya berasal dari air.

19

BAB III
PENUTUP

A. Kesimpulan
Kesimpulan yang dapat diambil dari penulisan makalah ini adalah :
1. Pada fotosintesis terjadi dua macam reaksi yaitu reaksi terang dan reaksi gelap.
Reaksi terang merupakan reaksi yang memerlukan cahaya, setelah reaksi
pertama berlangsung segera disusul oleh reaksi kedua yaitu reaksi gelap,
merupakan reaksi yang tidak membutuhkan cahaya.
2. Reaksi terang terjadi di dalam membran tilakoid, tepatnya pada kloroplas. Reaksi
terang terjadi pada grana (tunggal: granum), sedangkan reaksi gelap terjadi di
dalam stroma. Unit pengumpul cahaya pada membran tilakoid disebut
fotosistem. Ada dua macam fotosistem yang terdapat di membran tilakoid yaitu
fotosistem I dan fotosistem II. Reaksi terang terjadi ketika fotosistem I dan
fotosistem II terkena cahaya matahari.
3. Reaksi gelap terjadi dengan jalur metabolisme reaksi pembentukan glukosa dari
CO2 disebut daur Calvin. Dalam penambahan CO2 terjadi beberapa tahap reaksi,
yaitu:
a) Tahap I
6 molekul CO2 dari udara bereaksi dengan 6 molekul ribulosa 1,5 difosfat,
dikatalisis oleh enzim ribulosa difosfat karboksilase menghasilkan 12
molekul 3 fosfogliserat.
b) Tahap II
12 Molekul 3 fosfogliserat dikatalisis oleh enzim fosfogliserat kinase dan
gliseraldehida fosfat dehidrogenase akan terbentuk 12 molekul gliseraldehida
3 fosfat dengan bantuan 12 ATP dan 12 NADPH.
c) Tahap III
12 gliseraldehida 3 fosfat akan diubah menjadi 3 molekul fruktosa-6-fosfat
untuk selanjutnya fruktosa 6 fosfat diubah menjadi glukosa. Persamaan
reaksi secara keseluruhan adalah sebagai berikut:
6CO2 + 18ATP + 12NADPH + 12H+ + 12H2O Glukosa + 18Pi + 18ADP
+ 12NADP+
20

4. Klorofil sangat berhubungan dan berpengaruh terhadap berlangungnya


fotosintesis karena fotosintesis hanya berlangsung pada sel yang memiliki
pigmen fotosintetik dan di dalam daun terdapat jaringan pagar dan jaringan
bunga karang, pada keduanya mengandung kloroplast yang mengandung
klorofil/pigmen hijau yang merupakan salah satu pigmen fotosintetik yang
mampu menyerap energi cahaya matahari.
5. Struktur kloroplas seperti yang ada digambar dibawah ini :

Gambar 1.6. Struktur Kloroplas (Mustamad, 2010)

6. Faktor faktor yang mempengaruhi fotosintesis diantaranya :


a) Faktor eksternal : Karbondioksida (CO2) diambil dari udara., Air (H2O)
diambil dari dalam tanah, Energy matahari dimana dari energi matahari yang
dimanfaatkan sebagai proses fotosintesis adalah spectrum cahayanya dan
suhu
b) Faktor internal : pigmen dan enzim

B. Saran
Saran penulis adalah : pengkajian materi fotosintesis perlu diperdalam karena
fotosintesis merupakan bagian penting dalam hidup manusia.
21

DAFTAR PUSTAKA

Adnan dan Nasaruddin. 2009. Kloroplas dan Fotosintesis.


https://www.scribd.com/document_downloads/direct/20537338?extension=pdf&ft=14
14414208&lt=1414417818&user_id=193807373&uahk=/AJt858JSFmwmd4bV6hmE
WYyb3U (diunduh pada 27 Oktober 2014)
Mustamad, Muhamad Nurdin. 2010. Fotosintesis dan Kloroplas. Kendari : Fakultas
Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Haluoleo.
https://www.scribd.com/document_downloads/direct/38577804?extension=doc&ft=14
14298896&lt=1414302506&user_id=193807373&uahk=VvGphum8fw4L7/24tjlzReE
vods (diunduh pada 26 Oktober 2014)
Nelson, David L. dan Cox, Michaal M.. 2001. Lehninger : Principles of Biochemistry
Fourth Edition.
http://www.irb.hr/users/precali/Znanost.o.Moru/Biokemija/Literatura/Lehninger%20P
rinciples%20of%20Biochemistry,%20Fourth%20Edition%20%20David%20L.%20Nelson,%20Michael%20M.%20Cox.pdf (diunduh pada 25
Oktober 2014)
Pratama, Zakaria. 2013. Metabolisme II (Katabolisme dan Anabolisme).
http://pratamafistum.blogspot.com/2013/09/metabolisme-ii-katabolisme-dan.html
(diakses pada 26 Oktober 2014)
Wikipedia. 2014. Fotosintesis. http://id.wikipedia.org/wiki/Fotosintesis (diakses pada 25
Oktober 2014)

22