Anda di halaman 1dari 10

Arsitektur Renaissance

ARSITEKTUR RENAISSANCE
Oleh :
I Putu Dedi Yasa, Komang Agus Ginarta & I Wayan Surya Nugraha

rsitektur Renaissance adalah arsitektur periode antara awal abad ke 15 sampai


abad 17, kata "renaisans" berasal dari bahasa Perancis renaissance yang
artinya adalah "Lahir Kembali" atau "Kelahiran Kembali". Yang dimaksudkan
adalah kelahiran kembali budaya klasik terutama budaya Yunani kuno dan

budaya Romawi kuno. Desain arsitektur bangunan di abad Renaisans sangat dipengaruhi
kuat oleh kebudayaan Yunani dan Roma. Arsitekturnya cenderung mengkombinasikan
antara bentuk-bentuk simetris, kubah-kubah, dan tiang-tiang yang besar yang sangat kental
dengan arsitektur Yunani. Namun, yang membedakan arsitektur abad Renaisans dengan
arsitektur Roma atau Yunani kuno ini adalah bahwa keselurahan konsep tersebut dihadirkan
dalam tampilan yang baru yang lebih menonjolkan karakter dari arsitektur modern.
Gaya ini pertama kali dikembangkan di Florence, dengan Filippo Brunelleschi sebagai
salah satu inovatornya. Pada umumnya arsitektur bangunan masa Renaissance memiliki
fungsi keagamaan seperti gereja dan kapel (peninggalan dan melanjutkan bangunan masa
Medieval), bangunan-bangunan istana, pusat pemerintahan dan rumah-rumah kediaman
pendeta atau saudagar (yang merupakan anggota masyarakat yang terhormat). Gaya
Renaisans dengan cepat menyebar ke kota di Italia lainnya dan lalu ke Perancis, Jerman,
Rusia, Inggris dan tempat lainnya.

Gambar : Fasade depan Duomo Florence, Italy

Gambar : Interior Gereja Duomo Florence, Italy

Arsitektur Renaissance
Karakteristik Arsitektur Renaissance
Arsitektur

Renaisans

(yang

berjaya

dalam

abad

1517

M)

secara

umum

memperlihatkan sejumlah ciri khas arsitektur. Ciri khas tersebut antara lain :
1. Munculnya kembali langgam-langgam Yunani dan Romawi seperti bentuk tiang langgam
Tuscan, Dorik, Ionik, Corinthian dan sebagainya

(meskipun pada perkembangan

selanjutnya penggunaan langgam tersebut mulai berkurang).

2. Bentuk denahnya sangat terikat oleh bagian-bagian yang sistematik, yaitu bentuk
simetris, jelas dan teratur dengan teknik konstruksi yang bersahaja (kalau dibandingkan
dengan masa sekarang, masa abad 20 khususnya). Di satu pihak, ketaatan pada dalildalil ini mencerminkan perlakuan yang diberlakukan pada arsitektur yakni, arsitektur
ditangani dengan menggunakan daya nalar atau pikiran yang rasional.

Arsitektur Renaissance
3. Terjalin kesatuan gerak dalam berarsitektur, yakni kesatuan gerak nalar dan gerak rasa.
Di masa ini pula arsitektur Yunani dan Romawi ditafsir kembali (reinterpretation) dengan
menggunakan nalar (dimatematikkan) dengan tetap mempertahankan rupa-pokok
Yunani (pedimen dan pilar/kolom yang menandai konstruksi balok dipikul tiang) serta
Romawi (bangun dan konstruksi busur, yakni konstruksi bagi hadirnya lubangan pada
konstruksi dinding pemikul).

Gambar : Gereja St. Pauls Cathedral, London

Gambar : Hotel The Queens Houses, London

Arsitektur Renaissance
Tinjauan Pada Objek Gereja Basilika Santo Petrus, Vatikan, Italia
Basilika Santo Petrus (bahasa Italia:
San Pietro in Vaticano) adalah sebuah
basilika utama Katolik di Kota Vatikan.
Bangunan ini merupakan gereja terbesar
yang pernah dibangun (dia meliputi area
23.000 m dan memiliki kapasitas lebih dari
60.000 jemaat) dan salah satu situs tersuci
dalam umat kristiani. Gereja Santo Petrus
merupakan gereja terbesar dan terindah di
dunia yang didirikan di atas makam Rasul
Petrus. Setiap orang yang datang ke tempat ini pasti terkagum-kagum akan keindahan serta
kemegahan dari Basilika ini. Konstruksi basilika ini dimulai pada tahun 1506 dan rampung
pada tahun 1626.
Bentuk Dasar Bangunan
Bentuk gereja ini pada awalnya mengambil
bentuk

bangunan

basilika

Romawi.

Basilika

adalah bangunan yang biasa dipakai untuk


pengadilan

atau

perniagaan

oleh

bangsa

Romawi. Bentuk basilika inilah kemudian ditiru


umat Nasrani sebagai bangunan gereja, setelah
Kaisar
terhadap

Konstantin

memberikan

perkembangan

agama

kebebasan
Kristen

di

Romawi. Kaisar Konstantin yang menjadi Kaisar


Romawi pada 313 Masehi kemudian merombak
bangunan Santo Petrus di Kota Roma. Yang ditiru
dari arsitektur bangunan basilika untuk gereja
adalah susunan ruangnya, seperti ruang tengah,
barisan

tiang-tiangnya,

tempat

memasukkan

cahaya dan peninggian lantai. Di dalam bentuk


gereja basilika juga dibuat atrium, berupa ruang
terbuka di dalam gedung yang banyak dibuat
Gambar : Denah Basilika St. Petrus, Roma

pada rumah-rumah kaum bangsawan Roma.

Arsitektur Renaissance
Kesimetrisannya

terlihat

pada

denah

Gereja

Basilika

Santo

Petrus

dengan

memperlihatkan kesamaan bentuk, susunan kolom-kolom dan gaya desain pada setiap sisi
bangunannya. Bentuk dasar yang digunakan pada interior gereja ini adalah bentuk persegi
dan setengah lingkaran dengan garis lurus yang teratur bentuknya serta menerapkan garis
lengkung pada exterior bangunan.
Fasade
Arsitek-arsitek Zaman renaissance nampaknya lebih menyukai bentuk rancangan
melebar seperti istana, dibandingkan dengan bentuk vertikal dalam gaya Gothic. Sebab,
Zaman renaissance banyak memperhatikan antroposentris, sifat humanis, individualis,
kehidupan dipandang secara optimis, penuh percaya diri, sehingga para arsitek pun
menghadapi kehidupan ini dengan penuh kegairahan. Karena itulah ukuran-ukuran Gereja
Santo Petrus ini semuanya menjadi serba raksasa. Lebar tampak depannya saja menjadi
117 meter, tinggi 50 meter, luas bangunan sekitar 21.000 meter persegi dan tinggi kubahnya
melebihi 130 meter. Dibangun dari batu travertine, dengan kolom besar yang berurutan
(Corinthian columns) dan terdapat tiga belas patung yang terdapat dibagian atas bangunan,
patung Kristus diapit oleh sebelas patung para Rasul dan Yohanes Pembaptis. Terdapat
sebuah kalimat pada fasade Gereja ini yang berbunyi :
IN HONOREM PRINCIPIS APOST PAVLVS V BVRGHESIVS ROMANVS PONT MAX AN
MDCXII PONT VII
(Untuk menghormati Pangeran Rasul, Paul V Borghese, Seorang Roman, Sri Paus, pada
tahun 1612, yang ketujuh pada masa kepausannya)

Gambar : Fasade Basilika St. Petrus, Roma


Sumber : http://en.wikipedia.org/wiki/St._Peter's_Basilica

Arsitektur Renaissance
Estetika
Perkembangan teori arsitektur yang dipakai para arsitek pada masa Renaissance
percaya bahwa bangunan mereka harus menjadi satu bagian dari suatu tata aturan yang
lebih tinggi. Mereka kembali pada sistem proporsi matematis Yunani sehingga timbul
pengertian arsitektur adalah matematika yang diterjemahkan dalam satuan-satuan ruang.
Pengembangan teori-teori Renaissance banyak mengacu pada falsafah yang dibuat oleh
Plato, Pythagoras dan Aristoteles. Gabungan dari beberapa teori terdahulu dengan teori
Vitruvius

menghasilkan

teori

Proporsi

pada

Renaissance

yang

mengutamakan

KEHARMONISAN.

1. Titik

Focal Point

Titik yang menjadi focal point di


dalam bangunan terletak pada area
persembahyangan,

tempat

tersebut

dinamakan cathedra Petri atau "tahta


Santo Petrus" yang saat ini digunakan
Bangunan Basilika
sebagai
St. Petrus, Roma

tempat

bagi

pemimpin

peribadatan umat kristiani.


Pada exterior terdapat landmark
yang

digunakan

kawasan

sebagai

dari Gereja

penanda

Basilika

St.

Petrus.

Landmark

Exterior

Landmark

ini

dinamakan

St.

Peter's Square obelisk yang terdapat


Gambar : Denah Basilika St. Petrus, Roma

di St. Peter's Square dibangun dengan


granit merah setinggi 25,5 m, dan
terdapat salib pada bagian puncaknya
sehingga tingginya mencapai 41 m.

Arsitektur Renaissance
2. Garis

Gambar : Fasade Basilika St. Petrus, Roma


Sumber : http://en.wikipedia.org/wiki/St._Peter's_Basilica

Gambar : Corinthian Columns


Sumber :
http://en.wikipedia.org/wiki/St._
Peter's_Basilica

Gereja Basilika Santo Petrus menerapkan garis lurus horizontal dan vertical dengan
garis lurus secara vertical yang lebih dominan, ini terlihat dari susunan kolom-kolom besar
yang menghiasi fasade gereja yang megah ini. Penerapan garis-garis horisontal terlihat
karena gereja ini memiliki lebar 117 m. Penerapan garis lengkung pada fasade depan
terlihat pada bagian kubah dan hiasan yang menghiasi bangunan ini.

3. Bidang
Fasade dengan bentuk-bentuk pilar dan garis-garis horisontal pada bidang datar yang
luas, sedangkan pada interior bidang lengkung terlihat pada bagian gereja yang memiliki
atap berbentuk kubah dengan ornament yang banyak menghiasi interiornya yang megah.

Gambar : Penerapan bidang datar pada fasade


Basilika St. Petrus
Gambar : Penerapan bidang lengkung pada interior
Basilika St. Petrus

Arsitektur Renaissance
Tiang dan kepala-kepala tiang basilica diambil dari gaya tiang tipe Iona dan Korinthia
Romawi. Di atas tiang-tiang dipasang balok-balok lurus gaya Yunani (architrave) dengan
langit-langit yang menerapkan bidang lengkung. Di bagian atas jendela-jendelanya dibuat
melengkung karena pada masa itu belum dikenal kaca, sehingga sebagai penutup jendela
dipakai papan pualam yang diukir dan tembus/transparan (ajour).

4. Warna
Gereja Basilika Santo Petrus,
pada fasade bangunan yang dihiasi
oleh

kolom-kolom

besar

yang

terbuat dari batu travertine sehingga


menghasilkan warna yang terang
dan cenderung pucat dan terdiri
atas 1 warna saja (monochrome).
Pada interior juga tidak jauh
berbeda dengan exterior bangunan
yang memiliki 1 warna yang berasal
Gambar : Interior Basilika St. Petrus

dari material yang digunakan dalam


pembangunannya.

5. Proporsi
Proporsi Michelangelo yang
rumit pada rancangan gereja
St.

Petrus

adalah

suatu

bangunan diukur secara vertikal


dengan perbandingan 3 : 2 : 1.
Garis

bentuk

bangunan

merupakan segitiga samasisi


yang

merupakan

geometris

yang

bentuk

benar-benar

simetri pada fasade gereja ini.


Gambar : Fasade Basilika St. Petrus, Roma
Sumber : http://en.wikipedia.org/wiki/St._Peter's_Basilica

Arsitektur Renaissance
Pada interior gereja ini memiliki interior dengan skala monumental yang terdapat banyak
ornament menghiasi bagian interior gereja ini, umumya melambangkan karakter- karakter
atau penginterpretasian alam dan sosok manusia, flora, fauna serta pemandangan alam.

Gambar : Interior Basilika St. Petrus, Roma


Sumber : http://en.wikipedia.org/wiki/St._Peter's_Basilica

Gambar : Interior Basilika St. Petrus, Roma


Sumber :
http://en.wikipedia.org/wiki/St._Peter's_Basilica

6. Texture
Pada fasade terlihat banyak tekstur yang dapat terlihat,
baik itu dari texture material yang digunakan dan texture
yang dibuat sedemikian rupa, seperti texture pada kolomkolom besar yang terlihat pada exterior dan interior gereja ini.
Kolom besar tersebut terbuat dari batu Travertine, batu ini
berpenampilan berserat dengan warna cokelat dan krem. Hal
ini membuat texture yang dimiliki bangunan ini cenderung
kasar

dengan

ukiran

(stucco)

yang

obyeknya

penginterpretasian alam, sosok dan perilaku dari fauna dan


manusia.
Gambar : Corinthian Columns

Gambar : Interior Basilika St. Petrus, Roma


Sumber : http://en.wikipedia.org/wiki/St._Peter's_Basilica

Arsitektur Renaissance
Pada interior material yang digunakan pada lantai gereja St. Petrus menggunakan
marmer sehingga memiliki texture yang halus, pada dinding terlihat kolom-kolom besar yang
menjadi struktur utama bangunan ini, material yang digunakan sama dengan exterior,
sehingga memiliki texture yang berserat dan kasar. Di bagian atas jendela-jendelanya dibuat
melengkung karena pada masa itu belum dikenal kaca, sehingga sebagai penutup jendela
dipakai papan pualam yang diukir dan tembus/transparan (ajour).

Kesimpulan
Arsitektur bangunan masa Renaissance memiliki fungsi keagamaan seperti gereja dan
kapel (peninggalan dan melanjutkan bangunan masa Medieval), bangunan-bangunan
istana, pusat pemerintahan dan rumah-rumah kediaman pendeta atau saudagar (yang
merupakan anggota masyarakat yang terhormat).
Penerapan konsep simetri yang kuat, pada bentuk dasar, fasade dan ruang dalam
bangunan. Mayoritas pemakaian bahan bangunan/material dari marmer pada interior dan
warna bangunan yang cenderung monochrome atau satu warna. Pada fasad bangunan
terdapat deretan kolom-kolom besar yang dihiasi elemen dekoratif bergaya romawi dan
menerapkan garis-garis horisontal dan elemen-elemen pada bidang datar.
Daftar Bacaan
http://alexnova-alex.blogspot.com/2011/06/teori-arsitektur-renaissance.html
http://www.arsiteka.com/2008/11/arsitektur-renaissance.html
http://architecturoby.blogspot.com/2010/01/arsitektur-renaissance.html
http://id.wikipedia.org/wiki/Basilika_Santo_Petrus
http://ilmupengetahuan.org/arsitektur-basilika-santo-petrus/

10