Anda di halaman 1dari 38

BAB I

PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Pada zaman modern saat ini, rokok bukanlah benda asing lagi.
Bagi mereka yang hidup di kota maupun di desa umumnya mereka sudah
mengenal benda yang bernama rokok. Bahkan oleh sebagian orang,
rokok sudah menjadi kebutuhan hidup yang tidak bisa ditinggalkan
begitu saja dalam kehidupan sehari-hari. Tanpa alasan yang jelas
seseorang akan merokok, baik setelah makan, setelah minum kopi atau
teh, bahkan sambil bekerja pun sering kali diselingi dengan merokok.
Rokok sudah menjadi budaya manusia. Perilaku merokok adalah tingkah
laku seseorang yang dimulai dengan membakar sebatang rokok yang
terdiri dari bahan baku kertas, tembakau, cengkeh dan saus dimana
terkandung nikotin dan tar kemudian menghisap asap yang berasal dari
pembakaran rokok tersebut kemudian masuk ke dalam paru-paru. 1
World Health Organization (WHO-1985) menyatakan bahwa
merokok adalah Penyebab gangguan kesehatan dan kematian sebelum
waktunya, yang bisa dihindarkan.2

Konsumsi rokok merupakan salah satu penyebab gangguan


kesehatan yang berkembang sangat cepat di dunia. Laporan WHO tahun
2004 menyebutkan angka kematian akibat merokok sudah mendekati 5
juta kasus per tahunnya. WHO memprediksi bahwa pada tahun 2020

penyakit yang berkaitan dengan tembakau akan menjadi masalah


kesehatan utama di dunia yang menyebabkan 9,4 juta kematian setiap
tahun, dan separuhnya terjadi di Asia. Kematian di Asia akibat masalah
tembakau akan meningkat hampir 4 kali lipat dari lipat dari 1,1 juta
(tahun 1990) menjadi 4,2 juta (tahun 2020). 3

Setiap tahun tercatat 4,9 juta kasus kematian akibat rokok di


dunia, dan 70% dari jumlah itu terjadi di negara berkembang. Indonesia
menduduki urutan kelima dari 10 negara dengan konsumsi rokok
tertinggi dan terbesar di dunia. Perokok Indonesia menghabiskan 182
miliar batang rokok per tahunnya. Total perokok aktif di Indonesia
mencapai 70% dari total penduduk atau 141,44 juta orang dan 57%
rumah tangga Indonesia mempunyai sedikitnya satu orang perokok.
Diperkirakan 97% penduduk Indonesia terpapar asap rokok secara tetap
di sekitar rumah mereka. Hasil Survei Sosial Ekonomi Nasional
(Susenas) tahun 2004 menunjukkan bahwa 64% perokok mulai merokok
sebelum usia 19 tahun, dari jumlah itu 28% merokok tiap hari, dan 84%
menghabiskan 1-12 batang sehari. 4

Perilaku merokok adalah aktivitas individu yang berhubungan


dengan perilaku merokok yang diukur melalui intensitas merokok, waktu
merokok dan fungsinya pada kehidupan sehari-hari. 5

Hampir 90% perokok tetap memulai aktivitas merokok pada usia


di bawah 18 tahun. Dengan kata lain, jika anak-anak atau remaja tidak
mencoba merokok dan menjadi perokok tetap serta kemudian kecanduan
rokok maka industri rokok takkan memiliki jumlah perokok dewasa yang
secara legal mampu menghidupi bisnis mereka. Remaja merupakan pasar
yang potensial dan penting bagi industri rokok. 6

Ada banyak faktor yang menyebabkan tingginya angka mulai


merokok di usia muda. Sifat ingin mencoba-coba, ingin tahu, pengaruh
orang tua, keluarga, teman sebaya adalah beberapa penyebab anak-anak
merokok. Teori Precede yang dikemukakan oleh Lawrence Green
mengatakan bahwa perilaku seseorang dipengaruhi oleh dua faktor yaitu
faktor perilaku (behavioural causes) dan faktor di luar perilaku (non
behavioral causes). Selanjutnya perilaku itu sendiri ditentukan atau
terbentuk dari 3 faktor yaitu faktor predisposisi (pengetahuan, sikap,
kepercayaan, keyakinan, nilai-nilai dan sebagainya), faktor pemungkin
(tersedia atau tidak tersedianya fasilitas atau sarana kesehatan), dan
faktor penguat (sikap atau perilaku petugas kesehatan). 7
Merokok memiliki dampak yang buruk terhadap kesehatan.
Dampak yang ditemukan menyebabkan penyakit kardiovaskuler (seperti
jantung koroner, stroke, aneurisma arterosklerosis aorta, arteroklerosis
pembuluh darah perifer), penyakit kanker (seperti kanker paru, mulut,
tenggorokan, pankreas, ginjal dan lambung), keadaan alergi dan
3

penurunan daya tahan tubuh, diabetes melitus, perubahan genetik,


gangguan kromosom, menghambat perbaikan DNA yang rusak serta
mengganggu

sistem

menghubungkan

enzimetik. Akhir-akhir ini

kebiasaan

merokok

dengan

para ahli

katarak

mata

juga
dan

osteoporosis. Pada tahun 2005, biaya kesehatan yang dikeluarkan


Indonesia karena terkait dengan tembakau mencapai 18,1 milyar US
Dolar atau 5,1 kali lipat pendapat negara dari cukai tembakau pada tahun
yang sama. 1
Betapapun berbagai hasil penelitian mengungkap akan bahaya
rokok untuk kesehatan, tapi juga tampaknya para perokok seakan tidak
perduli akan hasil penelitian tersebut. Satu dari 3 orang dewasa di dunia
merokok (> 1.1 miliar), dan 80% hidup di negara- negara berpendapatan
bawah dan menengah. Menghisap rokok atau merokok merupakan
kebiasaan yang dapat ditemukan diberbagai kalangan dan wilayah. Data
WHO menunjukkan bahwa seluruh jumlah perokok yang ada di dunia
sebanyak 30% adalah kaum remaja. Remaja mengkonsumsi rokok
dikarenakan berbagai faktor, salah satunya adalah adanya keinginan
meningkatkan kepercayaan diri. 1

Jumlah perokok aktif di Indonesia dari tahun ke tahun semakin


meningkatdari 22,5% pada tahun 1990-an menjadi 60% dari jumlah
penduduk pada tahun2009 dan menduduki peringkat kelima terbesar di
dunia.Data dari World Health Organization (WHO) tahun 2007, rokok
4

merupakan penyebab utama kematian di dunia .Rokok adalah penyebab


dari 1 dari 10 kematian pada orang dewasa di seluruh dunia. Di seluruh
dunia diperkirakan terdapat 1,26 milyar perokok, lebih dari 200 juta di
antaranya adalah perempuan. Di seluruh dunia, kebiasaan merokok
menyebabkan kematian pada 2,5 juta orang setahunnya , artinya satu
kematian setiap 13 detik. Salah satu dari masalah merokok adalah umur
usia mulainya merokok semakin muda. Setiap harinya sekitar 80-100 ribu
remaja di dunia menjadi pecandu dan ketagihan rokok. 8
Merokok mengganggu kesehatan. Namun, banyak orang yang
memiliki kebiasaan merokok. Kebiasaan merokok itu sendiri merupakan
sesuatu kebiasaan yang aneh, sebab meskipun diketahui berbahaya
namun setiap tahun jumlah perokok aktif tiap tahunnya semakin
bertambah. Perilaku merokok nampaknya telah menjadi pemandangan
sehari-hari, hampir di berbagai aktivitas sehari-hari. Berbagai macam
cara dilakukan untuk mensosialisasikan mengenai dampak yang
ditimbulkan oleh rokok, baik pada perokok aktif maupun perokok pasif,
namun nampaknya masih belum bisa memberikan kontribusi yang
maksimal terhadap pengurangan perilaku merokok. Untuk itu perlu
dilakukan penelitian tentang faktor-faktor yang berhubungan dengan
perilaku merokok di Fakultas Kedokteran Universitas Muslim Indonesia.

1.2 Rumusan Masalah


Bagaimana gambaran perilaku merokok dan faktor-faktor
yang mempengaruhi perilaku merokok pada mahasiswa di Fakultas
Kedokteran Universitas Muslim Indonesia.

1.3 Tujuan Penelitian


1.3.1 Tujuan Umum
Diketahuinya perilaku merokok dan faktor-faktor yang
mempengaruhi perilaku merokok pada mahasiswa di Fakultas
Kedokteran Universitas Muslim Indonesia.

1.3.2 Tujuan Khusus


1.

Untuk mendapatkan pemahaman mengenai faktor faktor


yang mempengaruhi perilaku merokok pada mahasiswa di
Fakultas Kedokteran Universitas Muslim Indonesia.

2.

Untuk memperoleh informasi tentang alasan pertama kali


merokok pada mahasiswa di Fakultas Kedokteran Universitas
Muslim Indonesia.

1.4 Manfaat Penelitian


1. Memberi masukan bagi pengembangan ilmu pengetahuan yang
menyangkut perilaku manusia khususnya faktor faktor penyebab
perilaku merokok pada mahasiswa di Fakultas Kedokteran
Universitas Muslim Indonesia.
2. Sebagai bahan masukan kepada masyarakat dan pihak-pihak yang
berkepentingan akan bahaya dan dampak-dampak negative merokok
pada masyarakat khususnya pada mahasiswa dan menumbuhkan
kesadaran kepada masyarakat terhadap bahaya merokok.
3. Menambah pengetahuan penulis tentang perilaku dan bahaya
merokok di kalangan masyarakat khususnya mahasiswa.
4. Mengurangi dan bahkan lebih jauh lagi menghentikan kebiasaan
merokok terhadap masyarakat pada umumnya dan mahasiswa pada
khususnya.

BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

A. TINJAUAN HASIL PENELITIAN


2.1 Rokok
Rokok adalah benda beracun yang member efek santai dan
sugesti merasa lebih jantan. Di balik kegunaan atau manfaat rokok
yang secuil itu terkandung bahaya yang sangat besar bagi orang yang
merokok maupun orang di sekitar perokok yang bukan perokok.
Perokok menurut WHO adalah mereka yang merokok setiap hari
untuk jangka waktu minimal 6 bulan selama hidupnya dan masih
merokok pada saat survey dilakukan. 9
Kebiasaan menghisap tembakau telah dikenal sejak lama di
muka bumi ini.Kaum Indian di Amerika Utara sejak dulu dikenal
menggunakan pipa perdamaian, hanya saja mereka menghisap pipa
hanya pada kesempatan khusus, bukan dilakukan setiap hari seperti
orang biasa merokok sekarang ini. Kebiasaan menghisap tembakau ini
kemudian terus berkembang luas, khususnya setelah berkembangnya
industri modern rokok di awal abad ini. Pada akhir dekade 1980-an
diperkirakan ada lebih dari satu miliar penduduk dunia yang merokok
dan mereka menghabiskan lebih dari lima triliun batang rokok per
tahun. 10

Rokok dibedakan menjadi beberapa jenis. Pembedaan ini


didasarkan atas bahan pembungkus rokok, bahan baku, atau isi rokok,
proses pembuatan rokok, dan penggunaan filter pada rokok. 11
Rokok berdasarkan bahan pembungkus, terdiri dari : 11
1. Klobot : Rokok yang bahan pembungkusnya berupa daun jagung.
2. Kawung : Rokok yang bahan pembungkusnya berupa daun aren.
3. Sigaret : Rokok yang bahan pembungkusnya berupa kertas.
4. Cerutu : Rokok yang bahan pembungkusnya berupa daun
tembakau.

Rokok berdasarkan bahan baku atau isi, terdiri dari : 11


1. Rokok Putih : Rokok yang bahan baku atau isinya hanya daun
tembakau yang diberi saus untuk mendapatkan efek rasa dan
aroma tertentu.
2. Rokok Kretek : Rokok yang bahan baku atau isinya hanya daun
tembakau dan cengkeh yang diberi saus untuk mendapatkan efek
rasa dan aroma tertentu.
3. Rokok Klembak : Rokok yang bahan baku atau isinya hanya daun
tembakau, cengkeh, dan kemenyan yang diberi saus untuk
mendapatkan efek rasa dan aroma tertentu.

Rokok berdasarkan proses pembutannya, terdiri dari : 11


9

1. Sigaret Kretek Tangan (SKT) : rokok yang proses pembuatannya


dengan cara digiling atau dilinting dengan menggunakan tangan
dan atau alan sederhana.
2. Sigaret Kretek Mesin (SKM) : rokok yang proses pembuatannya
menggunakan mesin. Sederhananya, material rokok di masukkan
ke dalam mesin pembuat rokok. Keluaran yang di hasilkan mesin
pembuat rokok berupa rokok batangan.

Rokok berdasarkan penggunaan filter, terdiri dari : 11


1. Rokok Filter (RF) : rokok yang pada bagian pangkalnya terdapat
gabus.
2. Rokok Non Filter (RNF) : rokok yang pada bagian pangkalnya
tidak terdapat gabus.

2.2 Kandungan Rokok

10

Rokok pada dasarnya merupakan pabrik bahan kimia. Sekali


satu batang rokok dibakar maka ia akan mengaluarkan sekitar 4000
bahan kimia seperti nikotin, gas karbon monoksida, nitrogen oksida,
hydrogen cyanide, ammonia, acrolein, acetilen, benzaldehyde,
urethane, benzene, methanol, coumarin, 4-ethylcatechol, ortocresol,
perylene, dll. Secara umum bahan-bahan ini dapat dibagi menjadi dua
golongan besar yaitu komponen gas dan komponen padat atau
partikel. Bahan utama rokok terdiri dari tiga zat, yaitu nikotin, tar, dan
karbon monoksida (CO). Bila kita berada dalam ruangan berasap
rokok cukup lama, maka ketiga zat beracun tersebut akan masuk ke
paru-paru kita. 12
Tembakau berisi zat nikotin yang sangat adiktif (membuat
orang ketagihan). Nikotin merupakan salah satu jenis obat perangsang
yang dapat merusak jantung dan sirkulasi darah dengan adanya
penyempitan

pembuluh

darah,

peningkatan

denyut

jantung,

pengerasan pembuluh darah, dan penggumpalan darah. Akibat yang


paling buruk dari nikotin adalah membuat pemakainya kecanduan. 1
Tar mengandung bahan kimia beracun yang mengakibatkan
kerusakan sel paru-paru dan menyebabkan kanker. Partikel tar dalam
asap rokok akan mengendap dalam lendir yang berada dalam waktu
lama di saluran napas. Rangsangan terus menerus (kronis) dari tar
terhadap dinding saluran pernapasan akan mengubah bentuk sel paru-

11

paru dimulai dengan pra kanker yang lambat laun menjadi kanker
paru-paru. 1
Karbon monoksida merupakan gas beracun yang dapat
mengakibatkan berkurangnya kemampuan darah membawa oksigen.
Gas CO yang dihisap menurunkan kapasitas sel darah merah untuk
mengangkut oksigen, sehingga sel-sel tubuh akan mati. Di tubuh
perokok, tempat untuk oksigen diduduki oleh CO, karena kemampuan
darah 200 kali lebih besar untuk mengikat CO ketimbang oksigen.
Akibatnya otak, jantung dan organ-organ vital tubuh lainnya akan
kekurangan oksigen. 1
Tar mengandung sekurang-kurangnya 43 bahan kimia yang
diketahui menjadi penyebab kanker (karsinogen). Bahan seperti
benzopyrene yaitu sejenis policyclic aromatic hydrocarbon (PAH)
telah lama disahkan sebagai agen yang menimbulkan proses kejadian
kanker.

Nikotin,

seperti

ganja,

heroin,

amfetamin

dan

kokain,

berpengaruh di dalam otak dan mempunyai kesan kepada sistem


mesolimbik yang menjadi puncak utama penagihan. Sindrom
ketagihan terhadap nikotin yang ditunjukkan dengan gejala gian,

12

tolerans dan tarikan. Seseorang yang kehabisan rokok kadang kala


berkelakuan seperti mengalami gangguan akal dan dalam keadaan
yang amat tertekan sekali. Oleh karena itu terlalu sukar untuk
seseorang

yang

telah

terjerat

dengan

ketagihan

merokok,

meninggalkan perilaku itu untuk selamanya.

Nikotin turut menjadi penyebab utama risiko serangan penyakit


jantung dan strok. Hampir satu perempat penderita penyakit jantung
adalah hasil dari perilaku merokok. Di Indonesia, sakit jantung
merupakan menyebab utama kematian sementara strok adalah
pembunuh yang keempat. Karbon Monoksida pula adalah gas beracun
yang biasanya dikeluarkan oleh kendaraan. Gas ini megurangi
pengikatan oksigen di dalam darah hingga menjadi berkurang dan
akhirnya boleh menyebabkan kematian disebabkan karena karbon
monoksida di dalam badan melebihi 60%.
Apabila racun rokok itu memasuki tubuh manusia, akan
membawa

kerusakkan

pada

setiap

organ

disepanjang

yang

dilewatinya, yaitu bermula dari hidung, mulut, tukak, saluran


pernafasan, paru-paru, saluran darah, jantung, organ pembiakan, dan
saluran lainnya.
2.3 Batasan Merokok

13

Batasan perilaku merokok, yaitu sebagai berikut : 13


a.

Perokok ialah seseorang yang merokok sedikitnya satu batang/hari


selama sekurang - kurangnya enam bulan.

b.

Bekas perokok ialah seseorang yang pernah merokok sedikinya


satu batang/hari selama sekurang kurangnya enam bulan. Namun
sekarang tidak lagi merokok.

c.

Bukan perokok ialah seseorang yang tidak pernah merokok


sebanyak satu batang/hariselama enam bulan.
Menurut batasan yang dikemukakan oleh Guidelines for the

Conduct of Tobacco Smoking Surveys of the General Population, yaitu:


13

a. Perokok tiap hari adalah seseorang yang merokok tiap hari pada saat
survey berlangsung.
b.

Perokok kadang kadang adalah seseorang yang meroko tidak tiap


hari selama survey berlangsung.

c.

Mantan perokok adalah seseorang yang pernah merokok selama


paling sedikit 6 bulan setiap hari dan sejak 3 bulan yang lalu atau
lebih sudah berhenti merokok.

d. Bukan perokok adalah seseorang yang tidak pernah merokok pada


waktu survey berlangsung atau pernah merokok 3 bulan yang lalu
atau lebih, tetapi tidak setiap hari.

Tipe perilaku merokok, yaitu:13


14

1.

Tipe perokok yang dipengaruhi oleh perasaan positif. Dengan


merokok seseorang merasakan penambahan rasa yang positif.
Dapat ditambahkan ada tiga sub tipe ini :
a. Pleasure reaction, perilaku merokok hanya untuk menambah
atau meningkatkan kenikmatan yang sudah didapat, misalnya
merokok setelah minum kopi atau makan.
b. Stimulation to pick them up. Perilaku merokok hanya dilakukan
sekedarnya untuk menyenangkan perasaan.
c. Pleasure of handling the cigarette. Kenikmatan yang diperoleh
dengan memagang rokok. Sangat spesifik pada perokok pipa.
Perokok pipa akan menghabiskan waktu untuk mengisi pipa
dengan tembakau sedangkan untuk menghisapnya hanya
dibutuhkan waktu bebrapa menit saja. Atau perokok lebih
senang berlama-lama untu memainkan rokoknya dengan jarijarinya lama sebelum ia nyalakan dengan api.

2.

Perilaku merokok yang dipengaruhi oleh perasaan negatif. Banyak


orang yang menggunakan rokok untuk mengurangi perasaan
negatif, misalnya bila ia marah, cemas, gelisah, rokok dianggap
sebagai penyelamat. Mereka menggunakan rokok bila perasaan
tidak enak terjadi, sehingga terhindar dari perasaan yang lebih
tidak enak.

15

3. Perilaku merokok yang adiktif. Oleh Green disebut sebagai


psychological Addiction. Mereka yang sudah adiksi, akan
menambah dosis rokok yang digunakan setiap saat setelah efek dari
rokok yang dihisapnya berkurang. Mereka umumnya akan pergi
keluar rumah membeli rokok, walau tengah malam sekalipun,
karena ia khawatir kalau rokok tidak tersedia setiap saat ia
menginginkannya.
4. Perilaku merokok yang sudah menjadi kebiasaan. Mereka
menggunakan

rokok

sama

sekali

bukan

karena

untuk

mengendalikan perasaan mereka, tetapi karena benar-benar sudah


menjadi kebiasaannya rutin. Dapat dikatakan pada orang-orang tipe
ini merokok sudah merupakan suatu perilaku yang bersifat
otomatis, seringkali tanpa dipikirkan dan tanpa disadari. Ia
menghidupkan api rokoknya bila rokok yang terdahulu telah benarbenar habis.

Tipe-tipe perokok berdasarkan jumlah rokok, yaitu:13

1. Perokok sangat berat adalah bila mengkonsumsi rokok lebih dari 31


batang perhari dan selang merokoknya lima menit setelah bangun
pagi.

16

2. Perokok berat merokok sekitar 21-30 batang sehari dengan selang


waktu sejak bangun pagi berkisar antara 6 - 30 menit.
3. Perokok sedang menghabiskan rokok 11 21 batang dengan selang
waktu 31-60 menit setelah bangun pagi.
4.

Perokok ringan menghabiskan rokok sekitar 10 batang dengan


selang waktu 60 menit dari bangun pagi.
Tipe perokok, yaitu :13

1.

Perokok ringan, merokok 1-10 batang sehari.

2.

Perokok sedang, merokok 11-20 batang sehari.

3.

Perokok berat, merokok lebih dari 24 batang sehari.

2.4 Bahaya Bahaya Merokok


Rokok adalah benda beracun yang memberi efek santai dan
sugesti merasa lebih jantan. Di balik kegunaan atau manfaat rokok
yang secuil itu terkandung bahaya yang sangat besar bagi orang yang
merokok maupun orang di sekitar perokok yang bukan perokok.14
Asap yang dihembuskan pada saat merokok dibedakan atas: 1
A.Asap utama (main stream smoke)
B. Asap samping (side stream smoke)

17

Asap utama merupakan bagian asap tembakau yang dihirup


langsung oleh perokok, sedangkan asap samping merupakan asap
tembakau yang disebabkan oleh udara bebas dan dapat dihirup oleh
orang lain yang berada di ruangan yang sama, dikenal sebagai
perokok pasif. 14
Asap rokok mengandung 4.000 zat kimia, termasuk arsenik,
aseton, butan, karbon monoksida, dan sianida. Asap rokok yang
dihirup oleh perokok maupun perokok pasif akan mengandung 43 zat
yang diketahui menyebabkan kanker. Itu sebabnya bagi perokok pasif
bisa mendapat dampak negatif yang lebih mengerikan jika asap rokok
dihirup mereka.12

Efek rokok di antaranya adalah :13


1. Asap rokok mengandung kurang lebih 4000 bahan kimia yang 200
diantaranya beracun dan 43 jenis lainnya dapat menyebabkan
kanker bagi tubuh. Beberapa zat yang sangat berbahaya yaitu tar,
nikotin, karbon monoksida, dsb.
2. Asap rokok yang baru mati di asbak mengandung tiga kali lipat
bahan pemicu kanker di udara dan 50 kali mengandung bahan
pengeiritasi mata dan pernapasan. Semakin pendek rokok semakin
tinggi kadar racun yang siap melayang ke udara. Suatu tempat yang

18

dipenuhi polusi asap rokok adalah tempat yang lebih berbahaya


daripada polusi di jalanan raya yang macet.
3. Seseorang yang mencoba merokok biasanya akan ketagihan karena
rokok bersifat candu yang sulit dilepaskan dalam kondisi apapun.
Seorang perokok berat akan memilih merokok daripada makan jika
uang yang dimilikinya terbatas.
4. Harga rokok yang mahal akan sangat memberatkan orang yang
tergolong miskin, sehingga dana kesejahteraan dan kesehatan
keluarganya sering dialihkan untuk membeli rokok. Rokok dengan
merk terkenal biasanya dimiliki oleh perusahaan rokok asing yang
berasal dari luar negeri, sehingga uang yang dibelanjakan perokok
sebagaian akan lari ke luar negeri yang mengurangi devisa negara.
Pabrik rokok yang mempekerjakan banyak buruh tidak akan
mampu meningkatkan taraf hidup pegawainya, sehingga apabila
pabrik rokok ditutup para buruh dapat dipekerjakan di tempat usaha
lain yang lebih kreatif dan mendatangkan devisa.

5. Sebagian perokok biasanya akan mengajak orang lain yang belum


merokok untuk merokok agar merasakan penderitaan yang sama
dengannya, yaitu terjebak dalam ketagihan asap rokok yang jahat.
Sebagian perokok juga ada yang secara sengaja merokok di

19

tempat umum agar asap rokok yang dihembuskan dapat terhirup


orang lain, sehingga orang lain akan terkena penyakit kanker.
6. Kegiatan yang merusak tubuh adalah perbuatan dosa, sehingga
rokok dapat dikategorikan sebagai benda atau barang haram yang
harus dihindari dan dijauhi sejauh mungkin. Ulama atau ahli
agama yang merokok mungkin akan memiliki persepsi yang
berbeda dalam hal ini.
Merokok menimbulkan banyak penyakit. Sekilas saja, tembakau
dan rokok dituduh dapat menyebabkan banyak penyakit. Namun
secara garis besar ada beberapa pengaruh utama yang sudah sering
diselidiki dan punya bukti tak terbantahkan yang akan dijelaskan,
yaitu :14

Penyakit Jantung
Rokok

juga

merupakan

salah

satu

penyebab

utama

seranganjantung. Kematian seorang perokok akibat penyakit jantung


lebih banyak dibanding kematian akibat kanker paru-paru. Bahkan
rokok rendah tar atau rendah nikotin tidak akan mengurangi risiko
penyakit

jantung.

Karena

beberapa

dari

rokok-rokok

yang

menggunakan filter meningkatkan jumlah karbon monoksida yang


dihirup, yang membuat rokok tersebut bahkan lebih buruk untuk
jantung daripada rokok yang tidak menggunakan tanpa filter.

20

Nikotin yang dikandung dalam sebatang rokok bisa membuat


jantung Anda berdebar lebih cepat dan meningkatkan kebutuhan tubuh
Anda akan oksigen. Asap rokok juga mengandung karbon monoksida
yang beracun. Zat beracun ini berjalan menuju aliran darah dan
sebenarnya menghalangi aliran oksigen ke jantung dan ke organ-organ
penting lainnya. Nikotin dapat mempersempit pembuluh darah
sehingga lebih memperlambat lagi aliran oksigen. Itu sebabnya para
perokok memiliki risiko terkena penyakit jantung yang sangat tinggi.

Kanker Paru-Paru
Asap rokok dari tembakau mengandung banyak zat kimia

penyebab kanker. Asap yang diisap mengandung berbagai zat kimia


yang dapat merusakparu- paru. Zat ini dapat memicu terjadinya
kanker khususnya pada paru-paru. Kanker paru-paru merupakan
kanker yang paling umum yang diakibatkan oleh merokok.
Penyebaran kanker paru-paru dalam tubuh terjadi secara senyap
hingga menjadi stadium yang lebih tinggi. Dalam banyak kasus,
kanker paru-paru membunuh dengan cepat.

Emfisema
Perokok berat yang sudah bertahun-tahun akan mengalami

emfisema. Emfisema merupakan penyakit yang secara bertahap akan


membuat

paru-paru

kehilangan

elastisitasnya.

Jika

paru-paru

21

kehilangan keelastikannya, maka akan sulit untuk mengeluarkan udara


kotor. Tanda-tandanya adalah mulai mengalami kesulitan bernapas
pada pagi dan malam hari. Lalu mudah terengah-engah. Tanda lainnya
adalah sering mengalami flu berat, disertai dengan batuk yang berat,
dan mungkin dengan bronkhitis kronis. Batuknya sering kali tidak
berhenti dan menjadi kronis.
Lebih Cepat Tua
Hasil penelitian terhadap para perokok menunjukkan bahwa
wajah para perokok pria maupun wanita lebih cepat keriput
dibandingkan mereka yang tidak merokok. Proses penuaan dini
tersebut meningkat sesuai dengan kebiasaan dan jumlah batang rokok
yang dihisap. Penelitian tersebut menunjukkan bahwa para perokok
berat memiliki keriput pada kulit hampir lima kali lipat dibandingkan
orang yang tidak merokok. Bahkan proses penuaan dini sudah dimulai
bagi para remaja yang merokok seperti kulit keriput, gigi menguning,
dan nafas tak sedap.

Kerusakan Tubuh
Dampak negatif merokok tidak hanya membahayakan paru-

paru, jantung, dan saluran pernapasan. Kebiasaan merokok menurut


penelitian bisa merusak jaringan tubuh lainnya. Belasan penyakit yang
22

berkaitan dengan penggunaan tembakau bahkan mencakup pneumonia


(radang paru-paru), penyakit gusi, leukemia, katarak, kanker ginjal,
kanker serviks, dan sakit pada pankreas. Penyebabnya karena racun
dari asap rokok menyebar ke mana-mana melalui aliran darah.
Merokok dapat mengakibatkan penyakit di hampir setiap organ tubuh.

2.5

Faktor-Faktor

Yang

Berhubungan

Dengan

Perilaku

Merokok
Kecanduan rokok atau bisa disebut kecanduan nikotin yang
terdapat dalam rokok, memiliki banyak faktor penyebab. Jika anda
memiliki keinginan untuk menghentikan kebiasaan merokok, anda
perlu mengetahui apa saja faktor-faktor penyebab kecanduan rokok. 14

Berdasarkan hasil survey, faktor-faktor penyebab kecanduan


rokok meliputi : 14

Faktor Sosial

23

Faktor terbesar dari kebiasaan merokok dipengaruhi oleh


faktor sosial atau lingkungan, dimana karakter seseorang banyak
dibentuk oleh lingkungan sekitar,

baik dari keluarga, tetangga,

ataupun teman pergaulannya. Bersosialisasi merupakan cara utama


pada anak-anak dan remaja untuk mencari jati diri mereka. Dengan
melihat apa yang dilakukan orang lain dan kadang kala mencoba
untuk meniru apa yang dilakukan orang lain. Hal itu merupakan suatu
proses yang terjadi pada remaja untuk mencari jati diri dan belajar
menjalani hidup bersosial. Namun sangat disayangkan, tidak hanya
kebiasaan-kebiasaan yang baik saja yang ditiru melainkan juga
kebiasaan-kebiasaan buruk, termasuk kebiasaan merokok.
Jika seseorang yang bukan perokok, hidup atau berkerja
bersama dengan seorang perokok, secara otomatis salah satunya akan
terpengaruh. Mungkin yang bukan perokok mulai mencoba merokok,
mungkin juga sebaliknya yang perokok mengurangi konsumsi rokok.
Baik disadari maupun tidak disadari, adaptasi tersebut dilakukan
untuk berusaha menyesuaikan diri dengan lingkungan dan berusaha
untuk diterima di lingkungan sosial-nya.

Pengaruh iklan
Melihat iklan

di media

massa

dan elektronik

yang

menampilkan gambaran bahwa perokok adalah lambing kejantanan


atau glamour, membuat remaja sering kali terpicu untuk mengikuti

24

perilaku seperti yang ada dalam iklan tersebut. (Mari Juniarti, Buletin
RSKO, tahun IX, 1991).

Nikotin Digunakan Sebagai Pengobatan

Nikotin memiliki efek penenang pada perasaan gugup. Pada


saat yang sama memiliki beberapa efekanti- depresif, setidaknya
dalam jangka pendek, dan itu membuat seseorang merasa lebih
nyaman. Seseorang menderita kegugupan atau gejaladepresi mungkin
merasa bahwa merokok membantu dia melawan gejala mentalnya.
Namun,

secara

bertahap

akan

ada

kebutuhan

untuk

terus

meningkatkan dosisnikotin yang lebih tinggi untuk memberikan efek


yang lebih baik lagi, dan jika ada kekurangannikotin di dalam tubuh,
saraf atau perasaan depresif akan muncul lebih besar daripada
sebelumnya.
Untuk memperoleh kepuasan ini, dengan kebutuhan untuk
terus meningkatkan dosis yang lebih tinggi untuk mendapatkan efek
yang lebih baik merupakan alasan utama untuk kebiasaan merokok.
Anda harus mempertimbangkan apakah inianti- depresif atau efek
penenang yang menjadi alasan anda untuk merokok. Maka anda harus
mencoba untuk mencari cara lain untuk mencapai efek yang sama.
Aktif dalam kegiatan olahraga atau kegiatan di luar ruangan bisa
mengurangi perasaan depresif anda. Jika perasaan depresi lebih serius,
25

beberapa perawatan yang tepat sangat diperlukan, dan seorang


psikolog atau jika perlu psikiater adalah orang yang tepat membantu
anda. Jangan memberikan pengobatan sendiri, bisa-bisa anda
terjerumus pada narkoba.

B. TINJAUAN TEORI DAN KONSEP


2.1

Dasar Pemikiran Variabel Yang Diteliti

26

Dampak dari kebiasaan merokok sangat besar bagi kesehatan,


namun meski demikian banyak orang tetap saja masih memilih untuk
mengkonsumsinya padahal rokok merupakan sesuatu yang pada
prinsipnya dapat dicegah. Walaupun sebagian besar masyarakat
mengetahui dampak yang ditimbulkannya, namun para populasi
perokok terus saja meningkat tiap tahunnya. Tidak hanya di kalangan
orang tua, namun para remaja bahkan anak-anak pun sudah ikut
menikmatinya. Realitanya sekarang ini para remaja pun, utamanya
Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Muslim Indonesia tetap
saja mempertahankan kebiasaan tersebut padahal seharusnya mereka
yang menjadi promoter dalam upaya membiasakan dan menjalankan
hidup

sehat.

Perilaku

merokok

nampaknya

telah

menjadi

pemandangan sehari-hari, hampir di berbagai aktivitas sehari-hari.


Berbagai macam cara dilakukan untuk mensosialisasikan mengenai
dampak yang ditimbulkan oleh rokok, baik pada perokok aktif
maupun perokok pasif, namun nampaknya masih belum bisa
memberikan kontribusi yang maksimal terhadap pengurangan perilaku
merokok. Untuk itu perlu dilakukan penelitian tentang faktor
penyebab mahasiswa di Fakultas Kedokteran Universitas Muslim
Indonesia tersebut malakukan perilaku merokok dalam kehidupannya.
Penelitian ini khusus mengetahui hubungan antara sosial,
pengaruh iklan dan nikotin sebagai pengobatan dengan terjadinya
perilaku merokok. Masing-masing variable diuraikan sebagai berikut :
27

1. Sosial
Faktor terbesar dari kebiasaan merokok dipengaruhi oleh
faktor sosial atau lingkungan, dimana karakter seseorang banyak
dibentuk oleh lingkungan sekitar, baik dari keluarga, tetangga, teman
pergaulannya dan gaya hidup. Bersosialisasi merupakan cara utama
pada anak-anak dan remaja untuk mencari jati diri mereka. Dengan
melihat apa yang dilakukan orang lain dan kadang kala mencoba
untuk meniru apa yang dilakukan orang lain. Hal itu merupakan suatu
proses yang terjadi pada remaja untuk mencari jati diri dan belajar
menjalani hidup bersosial. Namun sangat disayangkan, tidak hanya
kebiasaan-kebiasaan yang baik saja yang ditiru melainkan juga
kebiasaan-kebiasaan buruk, termasuk kebiasaan merokok.

2. Pengaruh iklan
Melihat

iklan

di

media

massa

dan

elektronik

yang

menampilkan gambaran bahwa perokok adalah lambing kejantanan


atau glamour, membuat remaja sering kali terpicu untuk mengikuti
perilaku seperti yang ada dalam iklan tersebut. (Mari Juniarti, Buletin
RSKO, tahun IX, 1991).

3. Faktor Kepribadian
Orang mencoba untuk merokok karena alas an ingin tahu atau
ingin melepaskan diri dari rasa sakit fisik atau jiwa, membebaskan diri
28

dari kebosanan. Namun satu sifat kepribadian yang bersifat prediktif


pada pengguna obat-obatan (termasuk rokok) ialah konformitas sosial.
Orang-orang yang memiliki skor tinggi pada berbagai tes konformitas
sosial lebih mudah menjadi pengguna dibandingkan dengan mereka
yang memiliki skor rendah.

2.2 Pola Pikir Variabel Yang Diteliti

Variabel Independen
29

Faktor Predisposisi:
- Pengetahuan
- Jenis kelamin
- Sikap
- Umur

Variabel Dependen

Faktor pemungkin:
- Ketersediaan rokok di
lingkungan sekitar mahasiswa
- Keterjangkauan mahasiswa
terhadap rokok

Perilaku
Merokok

Faktor penguat:
- Keluarga
- Teman sebaya
- Kribadian
- Iklan rokok

Skema Pola Pikir Variabel Penelitian

Keterangan :
: variable yang diteliti
: variable yang tidak diteliti

BAB III
METODOLOGI PENELITIAN

30

3.1

Jenis Penelitian
Desain penelitian yang dilakukan adalah bersifat deskriptif
dengan menggunakan metode survei untuk mendapatkan informasi
tentang faktor faktor penyebab perilaku merokok pada mahasiswa
Fakultas kedokteran Universitas muslim Indonesia Tahun 2011.

3.2 Tempat dan Waktu Penelitian


3.2.1 Tempat Penelitian
Penelitian

ini

akan

dilakukan

di

Fakultas

Kedokteran Universitas Muslim Indonesia.


3.2.1 Waktu Penelitian
Penganbilan sampel penelitian akan dimulai dari
tanggal ......-........ Juni 2011.
3.3 Populasi dan Sampel
3.3.1 Populasi
Populasi penelitian ini adalah mahasiswa Fakultas
Kedokteran Universita Muslim Indonesia yaitu angkatan
2007,2008 dan 2009 yang totalnya adalah...............orang.
3.3.2 Sampel
Sampel dalam penelitian ini adalah mahasiswa
Fakultas Kedokteran Universita Muslim Indonesia.
3.3.3 Besarnya Sampel
Perkiraan besar sampel diperoleh dengan menggunakan rumus :
n=

N
31

1 + N (d2)
Keterangan :
N : Besar Populasi
n : Besar Sampel
d : Tingkat kepercayaan/ ketepatan yang diinginkan (0,1)
n=

...............
1 + ...........(0.12)

n = ................orang
3.3.4 Kriteria Seleksi
3.3.4.1 Kriteria Inklusi
Semua

mahasiswa

di

Fakultas

Kedokteran

Universitas Muslim Indonesia yang bersedia untuk


dijadikan sebagai sampel penelitian.
3.3.4.1 Kriteria Eksklusi
Semua

mahasiswa

di

Fakultas

Kedokteran

Universitas Muslim Indonesia yang bersedia untuk


dijadikan sebagai sampel penelitian namun tidak mengisi
kuesioner dengan lengkap.
3.3.5 Teknik Sampling
Tehnik

sampling

yang

digunakan

adalah

Stratified

Proporsional Random Sampling yakni sampel dipilih untuk


32

angkatan yang di tentukan, dan hasilnya dapat di gabungkan


menjadi satu sampel.
3.4 Pengumpulan Data
3.4.1 Data Primer
Data

primer

diperoleh

dengan

menggunakan

kuesioner dalam bentuk pertanyaan.


3.4.2 Data Sekunder
Data sekunder diperoleh dari bagian akademik
untuk mendapatkan data mengenai jumlah siswa yang
masih aktif di Fakultas Kedokteran Universitas Muslim
Indonesia.
3.5

Definisi Operasional
1.

Perokok
Perokok adalah orang yang suka mengisap rokok minimal
batang dalam sehari dengan batasan waktu minimal 6
bulan terakhir dan masih merokok pada saat dilakukan
survey.
Alat ukur : kuesioner
Cara Ukur : dengan mencatat jawaban dari kuesioner yang
diajukan.
Hasil ukur :
1. Ya : jika responden adalah seorang perokok
2. Tidak : jika responden bukan seorang perokok

33

2.

Alasan Pertama Kali Merokok (kepribadian)


Alasan merokok pertama kali adalah Penyebab awal yang
mendorong seseorang untuk merokok
Alat ukur : kuesioner
Cara Ukur : dengan mencatat jawaban dari kuesioner yang
diajukan.
Hasil ukur :
1. Coba coba
2. Diajak teman
3. Mencoba pengalaman baru
4. Mengatasi stress
5. Supaya kelihatan lebih jantan
6. Lain lain............

3.

Lingkungan Keluarga
Lingkungan keluarga adalah identifikasi anggota keluarga
yang serumah dengan responden yang merokok.
Alat ukur : kuesioner
Cara Ukur : dengan mencatat jawaban dari kuesioner yang
diajukan.

Hasil ukur :
1. Ayah / Ibu
2. Kakak / Adik
34

3. Paman / Bibi
4. Lainnya...............

4.

Teman Sebaya
Teman sebaya adalah perilaku
sebaya/kelompok bergaul yang akrab.

merokok

teman

Alat ukur : kuesioner


Cara Ukur : dengan mencatat jawaban dari kuesioner yang
diajukan
Hasil ukur :
1. Ya : ada teman yang merokok
2. Tidak : tidak ada teman yang merokok
5.

Iklan Rokok
Pengaruh iklan adalah Pemajanan dengan alat komunikasi
massa televisi yang bermuatan iklan rokok yang
dibaca,dilihat dan didengar oleh responden.
Alat ukur : kuesioner
Cara Ukur : dengan mencatat jawaban dari kuesioner yang
diajukan
Hasil ukur :
1. Ya : terpapar
2. Tidak : tidak terpapar

3.6 Analisis Data

35

Analisis data dilakukan dengan menganasis variable yang


ada secara deskriptif dengan menghitung distribusi frekuensinya.
3.7 Pengolahan dan Penyajian Data
3.7.1 Pengolahan Data
Data yang diolah menggunakan computer dengan memakai
program Microsoft Word dan Microsoft Excel.
3.7.2 Penyajian Data
Data yang telah diolah dan dianalisis akan disajikan dalam
bentuk table distribusi dan frekuensi desertai narasi.
3.8 Etika Penelitian
1.

Sebelum melakukan penelitian, maka sebelumnya akan meminta


izin kepada instansi terkait dalam hal ini Dekan Fakultas
Kedokteran Universitas Muslim Indonesia.

2.

Setiap subjek penelitian akan mendapatkan penjelasan secara lisan,


setelah subjek bersedia secara lisan, maka diberikan kuesioner
untuk selanjutnya di isi.

3.

Setiap informasi yang diberikan subjek akan di rahasiakan.

36

37

38