Anda di halaman 1dari 6

LAPORAN MINGGUAN

PRAKTIKUM KIMIA DASAR


PEMURNIAN

Nama
NRP
Kelompok
Meja
Tanggal Percobaan
Asisten

Oleh:
: Nugraheni Wahyu Permatasari
: 133020112
:E
: 4 (Empat)
: 23 November 2013
: Aldia Januaresti Atmanagara

LABORATORIUM KIMIA DASAR


JURUSAN TEKNOLOGI PANGAN
FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS PASUNDAN
BANDUNG
2013

PEMURNIAN
Nugraheni Wahyu Permatasari
133020112
Jurusan Teknologi Pangan, Fakultas Teknik, Universitas Pasundan
ABSTRAK
Pemurnian adalah suatu proses memurnikan suatu campuran untuk mendapatkan zat-zat murni. Tujuan dari percobaan ini
adalah untuk memisahkan campuran zat agar mendapatkan zat-zat murni dengan membandingkan filtrat dan sentrat, juga dapat
memisahkan kembali suatu zat dari campuran cair dan padat agar diperoleh suatu keadaan yang murni. Prinsip dari percobaan ini
adalah berdasarkan ukuran partikel dari campuran zat cair dengan zat padat dengan berbagai cara. Filtrasi adalah proses
pemurnian senyawa berdasarkan ukuran partikel. Sentrifugasi adalah proses pemurnian berdasarkan berat jenis. Rekristalisasi
adalah proses pengkristalan kembali dengan cara pemanasan dan pendinginan. Hasil yang didapatkan adalah kita dapat
mengetahui bahwa filtrasi lebih bening dari sentrifugasi, pada rekristalisasi NaCl warna yang didapatkan adalah putih dan berbentuk
kotak sedangkan pada CuSO4 warna yang didapatkan adalah Kristal biru dan berbentuk jarum-jarum dan pada ekstraksi fase artas
berwarna bening dan fase bawah berwarna ungu.
Key words : Pemurnian, filtrasi, sentrifugasi, rekristalisasi.

PENDAHULUAN

Metode Percobaan

Pemurnian adalah suatu proses memurnikan suatu


campuran untuk mendapatkan zat-zat murni. Jarang
ditemukannya suatu reaksi organik yang dapat
memberikan hasil yang murni, yaitu senyawa yang
antara lain adalah hasil sampingan bahan baku yang
tidak larut atau ikut bereaksi yang berfungsi sebagai
pelarut dan katalisator dalam suatu reaksi untuk
menghasilkan senyawa yang dimaksud maka
diperlukan pemisahan dan pemurnian.
Tujuan dari percobaan ini adalah untuk
memisahkan campuran zat agar mendapatkan zat-zat
murni dengan membandingkan filtrat dan sentrat, juga
dapat memisahkan kembali suatu zat dari campuran
cair dan padat agar diperoleh suatu keadaan yang
murni.
Prinsip dari percobaan ini adalah berdasarkan
ukuran partikel dari campuran zat cair dengan zat
padat dengan berbagai cara. Filtrasi adalah proses
pemurnian senyawa berdasarkan ukuran partikel.
Sentrifugasi adalah proses pemurnian berdasarkan
berat jenis. Rekristalisasi adalah proses pengkristalan
kembali dengan cara pemanasan dan pendinginan.

METODOLOGI
Bahan dan Alat yang Digunakan
Bahan yang digunakan pada percobaan ini adalah
CaO, aquadest, NaCl, CuSO4, yodium, dan CHCL3.
Alat yang digunakan dalam percobaan ini adalah gelas
kimia, tabung sentrifuge, corong, kertas saring, alat
sentrifuge, cawan penguap, kaki tiga, kawat kasa,
bunsen, batang pengaduk, tabung reaksi dan pipet.

Gambar 6. Metode Percobaan Filtrasi dan Sentrifugasi

Gambar 7. Metode Percobaan Rekristalisasi Percobaan Ekstraksi

Gambar 8. Metode Percobaan Ekstraksi

HASIL PENGAMATAN DAN PEMBAHASAN


Hasil Pengamatan
Tabel 10. Hasil Pengamatan Filtrasi dan Sentrifugasi
Filtrasi
Sentrufugasi
Warna
setelah
filtrate
corong
ditutupi
saring

bening
CaO di
melalui
yang
kertas

Endapan
putih
CaO setelah di
dekantasi

Larutan
dipindahkan ke
tabung
reaksi,
dan
hasilnya
larutan menjadi
keruh
(Sumber : Nugraheni Wahyu Permatasari, 133020112,
Meja 4, Kelompok E)
Tabel 11. Hasil Pengamatan Rekristalisasi
Rekristalisasi
1. NaCl
Warna
: putih
Bentuk
: kotak
Gambar
:

2. CuSO4
Warna
Bentuk
Gambar

: kristal biru
: jarum-jarum
:

(Sumber : Nugraheni Wahyu Permatasari, 133020112,


Meja 4, Kelompok E)
Tabel 12. Hasil Pengamatan Ekstraksi
Ekstraksi

Fase atas
Fase bawah

: bening
: ungu

(Sumber : Nugraheni Wahyu Permatasari, 133020112,


Meja 4, Kelompok E)

Pembahasan
Berdasarkan hasil pengamatan dari percobaan
filtrasi dan sentrifugasi yang dilakukan, dapat diketahui
bahwa larutan filtrasi lebih bening dari larutan
sentrifugasi.
Faktor kesalahan yang terjadi dalam percobaan
filtrasi dan sentrifugasi yaitu saat pengambilan larutan
yang terdapat dalam tabung sentrifuge, praktikan
biasanya tidak langsung memisahkan larutan tersebut
tetapi langsung menyimpang tabung sentrifuge tersebut
ke rak tabung reaksi sehingga endapan bisa kembali
naik atau tercampur dengan larutan. Bisa juga saat
pengambilan tabung sentrifuge dari alat sentrifuge
praktikan tidak memiringkan tabung tersebut sehingga
endapannya ikut tercampur kembali dengan larutan.
Filtrasi adalah pembersihan partikel padat dari
suatu fluida dengan melewatkannya pada medium
penyaringan, atau septum, yang di atasnya padatan
akan terendapkan. Sentrifugasi adalah proses yang
memanfaatkan gaya sentrifugal untuk sedimentasi
campuran dengan menggunakan mesin sentrifuga
atau pemusing.
Perbedaan filtrasi dan sentrifugasi terdapat pada
prinsipnya, yaitu apabila filtrasi, pemurnian senyawa
berdasarkan ukuran partikel sedangkan sentrifugasi
pemurnian berdasarkan berat jenis.
Dari hasil percobaan yang dilakukan dapat
diketahui bahwa larutan filtrasi lebih bening dari pada
larutan sentrifugasi, karena saat pengambilan larutan
CaO dari tabung sentrifuge ada endapan yang ikut
terbawa sehingga mengakibatkan larutan menjadi
keruh.
Aplikasi dibidang pangan dalam percobaan filtrasi
dan sentrifugasi adalah pemisahan air pada ekstraksi
minyak.
Berdasarkan hasil pengamatan dari percobaan
rekristalisasi yang dilakukan, dapat diketahui bentuk
dari NaCl adalah kotak dan berwarna putih, sedangkan
CuSO4 berbentuk jarum-jarum dan berwarna kristal
biru.
Faktor kesalahan yang terjadi dalam percobaan
rekristalisasi adalah saat pemanasan CuSO4 praktikan
biasanya kurang memperhatinyan nyala api sehingga
hasilnya kurang maksimal, selain itu bila tidak teliti
praktikan bisa salah memasukan air yang seharusnya
aquadest sehingga hasilnya tidak terjadi pengkristalan.
Kristalisasi adalah proses pembentukan Kristal
padat dari suatu larutan induk yang homogen.
Rekristalisasi adalah proses pemisahan bahan padat
yang berbentuk kristalin. Perbedaan kristalisasi dan
rekristalisasi yaitu apabila kristalisasi berfungsi untuk

membentuk kristal sedangkan rekristalisasi berfungsi


untuk pemisahan bahan padat yang berbentuk kristal.
Aplikasi dibidang pangan dalam percobaan
rekristalisasi adalah pembuatan garam dapur dari air
laut dan pembuatan gula putih dari tebu.
Berdasarkan hasil pengamatan dari percobaan
ekstraksi dapat diketahui fase atas berwarna bening
dan fase bawaberwarna ungu.
Faktor kesalahan yang terjadi dalam percobaan
ekstraksi yaitu saat melarutkan yodium, praktikan
biasanya tidak memperhatikan dengan benar bahwa
yodium tersebut sudah terlaru apa belum dan juga saat
memisahkan larutan yang tercampur yodium biasanya
ada yodium yang terbawa ke tabung reaksi yang baru
sehingga menyebabkan hasilnya tidak akurat.
Pelarut nonpolar merupakan senyawa yang memilki
konstanta dielektrik yang rendah dan tidak larut dalam
air. Contoh pelarut non polar adalah benzena (C6H6),
karbon tetraklorida (CCl4) dan dietil eter
(CH3CH2OCH2CH3).
Aplikasi dibidang pangan pembuatan ester untuk
buah-buahan dalam sirup.

KESIMPULAN
Berdasarkan hasil pengamatan percobaan
pemurnian ada 4 aspek yang diuji yaitu, filtrasi,
sentrifugasi, rekristalisasi dan ekstraksi. Hasil dari
filtrasi yaitu warna bening setelah CaO di fitltrat, hasil
sentrifugasi yaitu warnanya menjadi keruh, hasil
rekristalisasi NaCl berwarna putih dan berbentuk kotak,
rekristalisasi CuSO4 berwarna kristal biru dan
berbentuk jarum-jarum dan hasil dari ekstraksi adalah
fase atas berwarna bening dan fase bawah berwarna
ungu.

DAFTAR PUSTAKA
Anonim.
2013.
Filtrasi.
http://id.wikipedia.org
/wiki/Filtrasi.
Accessed: 23 Nov 2013.
Anonim. 2013. Sentrifugasi. http://id.wikipedia.org/
wiki/Sentrifugasi.
Accessed: 23 Nov 2013
Anonim. 2013. Pelarut. http://ardydii.wordpress.com/
2013/03/13/pelarut/.
Accessed: 23 Nov 2013.
Brady, E. James. (1999), Kimia Universitas Asas dan
Struktur, Binapura Aksara : Jakarta.

Sutrisno, E.T. dan Nurminabari, I.S.2010.Penuntun


Praktikum Kimia Dasar. Universitas Pasundan :
Bandung.