Anda di halaman 1dari 9

BAB II

SKENARIO ROLE PLAY

Perawat puskesmas 1 : Rinawati


Perawat puskesmas 2 : Puput Angraeni
Perawat puskesmas 3 : Sari Dewi Intan K
Perawat puskesmas 4 : Rizka H Hayu Nafiah
Perawat pusksemas 5 : Nurmala
Perawat pusksemas 6 : Nor Ella Dayani
Perawat puskesmas 7 : Noor Afifah
Dokter Puskesmas

: Rizka H Hayu Nafiah

Doker RS

: Sari Dewi Intan K

Perawat RS

: Noor Afifah

Ketua RT

: Merryta H

Klien

: Lola Illona Elfani K

HIV/AIDS

Di kelurahan Bunga mekar kecamatan Bunga Bakung ada seorang gadis remaja berumur
18 tahun yang baru putus cinta. Dahulu ketika mereka berpacaran sering melakukan sex bebas
dan pesta narkoba dirumah lola. Lola tinggal sendiri dirumahnya karena orang tuanya sudah
lama bercerai dari Lola berusia 15 tahun. Ayahnya seorang pejabat yang sangat sibuk sehingga
jarang pulang ke rumah sedangkan ibunya menikah lagi dan tinggal diluar pulau. Pada suatu hari
Lola mengeluhkan flu, pilek dan diare lebih dari 1 minggu. Karena merasa sudah tidak nyaman
dengan kondisi sakitnya Lola kemudian berobat ke puskesmas.

(di puskesmas Bunga Bakung)


Lola

: permisi sus..

Ns. Ella

: iya mba, ada yang bisa saya bantu?

Lola

: saya mau berobat sus.

Ns.Ella

: sebelumnya sudah pernah berobat disini mba?

Lola

: belum pernah

Ns. Ella

: kalau begitu isi formulir ini dulu ya mba.

Lola

: oh..iya sus..

(beberapa saat kemudian)


Lola

: ini sus sudah saya isi

Ns. Ella

: iya mba silahkan duduk di ruang tunggu dulu, nanti akan dipanggil lagi dengan
perawat disana

Ns. Afifah

: mba lola illona. Silahkan masuk

Lola

: iya sus.

Dokter Rizka

: keluhannya apa mba?

Lola

: saya flu,pilek dan diare dok

Dokter Rizka

: sudah berapa lama mba?

Lola

: sudah seminggu lebih dok

Doketr Rizka

: kalau begitu mba tes laboratorium dulu ya untuk memastikan diagnosanya


nanti.

Lola

: oh..iya dok

Dokter Rizka

: ners Afifah tolong antarkan mbanya ke laboratorium untuk dilakaukan tes.

Afifah

: iya dok, mari mba ikuti saya

*beberapa jam kemudian


Afifah

: mba, ini hasil labnya sudah keluar. Hasilnya mba terinfeksi e.coli jdi nanti mba
akan di berikan antibiotic dan obat lainnya dari dokter.

Lola

: oh..iya sus terima kasih.

Seminggu kemudian Lola datang lagi ke puskesmas dengan keluhan yang sama. Sehingga Lola
di rujuk ke Rumah Sakit Bunga Harum untuk pemeriksaan lebih lanjut.

(Di Rumah Sakit Bunga Harum, registrasi)

Lola

: Mbak, saya di kasih rujukan dari Puskesmas Bunga Bakung.

Ns Afifah

: Oh iya, bisa saya lihat suratnya.


Silahkan tunggu giliran dulu ya mba, nanti saya panggil lagi.

(Di ruang tunggu)

Ns Afifah

: Lola Ilona.

Lola

: Iya..

Ns Afifah

: silahkan mbak lola masuk, akan di periksa darahnya.

Lola

: baik sus

(Lola pun melakukan tes darah, beberapa saat kemmudian hasil lab pun keluar)

Ns Afifah

: mba lola illona

Lola

: iya

Ns Afifah

: ini hasil labnya sudah keluar mari saya antar mbanya untuk menemui dokter.

(Lola membawa hasil tersebut ke ruang dokter.)


(Di ruang dokter)

Dokter Sari

: Iya silahkan duduk mba. Ada keluhan apa?

Lola

: Saya di rujuk dari puskesmas Bunga Bakung di minta cek darah di rumah sakit
ini.

Dokter Sari

: Oh iya, mana hasil labnya?

Lola

: Ini dok.

Dokter Sari

: Hemm..Jadi begini mba Lola. Hasil lab ini menunjukkan bahwa mba Lola
terinfeksi HIV AIDS.

Lola

: *kaget*

Dokter Sari

: Untuk HIV AIDS ini mba belum ada obat yang spesifik. Kami hanya bisa
mengobati gejala-gejala yang muncul saja. Saya harap mbak juga menjaga

tubuh mbak agar tidak terserang penyakit yang lain agar tidak sampai terjadi
komplikasi.

(saat dirumah)

Lola

: menangis, menyangkal dan tidak terima dengan vonis dari dokter.

Karena dari data dari puskesmas bahwa di kelurahan Bunga Mekar ada warganya yang
terinfeksi HIV AIDS dan dari data tersebut perawat komunitas mengobservasi lingkungan
tersebut untuk mengetahui pola perilaku warga sehingga bisa terjadinya penularan HIV AIDS.
Dan beberapa perawat komunitas mengunjungi rumah ketua RT dimana Lola tinggal.

Ns Rina

: selamat pagi.. *mengetukpintu

Merry

: selamat pagi, cari siapa ya?

Ns Rina

: ini benar rumah ketua RT disini bu?

Merry

: iya benar, dan saya sendiri ketua RTnya, ada apa ya mba? Mari-mari silahkan
masuk dulu.

Ns Rina

: iya bu terima kasih.


Jadi begini bu kami perawat dari puskesmas Bunga Bakung dan saya perawat
rina bu, dan ini teman-teman saya perawat rizka dan sari.

(perawat rizka dan sari berjabat tangan dengan bu RT)

Merry

: oh iya..iya.. kalau boleh tahu tujuan kesini ada apa ya mba?

Ns Rizka

: jadi begini bu, tujuan kami kesini untuk mengobservasi pola perilaku warga
disini bu. Karena dari data yang kami dapat bahwa ada warga sekitar yang
terkena virus HIV AIDS bu.

Ns Sari

: jadi kami kesini mau tahu bu apakah penyebab dari warga yang terkena HIV
AIDS tersebut, dan apakah ini berhubungan dengan pola perilaku remaja di
daerah ini.

Merry

: oh..begitu mba.. anak remaja-remaja disini memang suka mba ngumpulngumpul sama temannya saat malam hari, tapi warga disini kurang tahu apa
yang mereka lakukan.

Ns Rizka

: biasanya dimana bu tempat ngumpul-ngumpulnya?

Merry

: ada di rumah besar di ujung jalan sini *sambilmenunjuk. Itu rumahnya seorang
pejabat tetapi hanya ditinggali oleh anaknya sendirian.

Ns Rina

: terus teman-temannya sering nginap dirumah tersebut atau pulangnya malam


bu?

Merry

: ada beberapa yang nginap mba dan ada juga temannya yang pulang tapi
biasanya subuh. Biasanya terdengar musik yang keras dari rumah mungkin
mereka berpesta biasanya yang datang itu laki laki dan wanita.

Ns Sari

: apa ibu pernah lanngsung melihat ketempat tersebut bu?

Merry

: ga pernah mba, ga berani saya, soalnya yang punya rumah itu anak pejabat
daerah sini.

Ns Sari

: bu misalnya nanti kami mau wawancara langsung ke rumah mba lola tersebut
apakah bisa bu? Jadi kami sekalian minta izin untuk mewawancarai warga ibu.

Merry

: oh iya..iya.. mba tidak apa-apa. Kapan mau kesana mba biar saya anterin ke
rumah tersebut.

Ns Rizka

: nanti bu akan kami kabari lagi, dan saya bisa mnta no telepon ibu?

Merry

: 0857********

Ns Rina

: mungkin itu saja bu, kalau begitu kami pamit dulu ya bu. Nanti bu akan kami
kabari lagi, dan mungkin nati teman kami/ perawat puskesmas yang lain yang
akan mewawancarai kelompok itu.

Merry

: iya mbaaa.. *senyum *berjabat tangan pamitan

(di puskesmas Bunga Bakung perawar-perawat komunitas berdiskusi dari hasil wawancara dari
ketua RT di kelurahan Bunga Mekar)

Ns Rina

: selamat pagi semuanya..jadi siang hari ini kita akan membahas tentang
pengkajian yang sudah didapat kemarin hari untuk mengobservasi pola perilaku
warga sekitar kecamatan Bunga Bakung. Jadi Untuk penjelasan lebih lanjut

tentang hasil pengkajian akan dijelaskan oleh perwat rizka dan sari. Silahkan
perawat rizka.
Ns Rizka

: terima kasih ners Ipong, jadi kemarin dari hasil wawancara dari ketua RT di
kecamatan Bunga Bakung di dapatkan bahwa disana ada sekelompok remaja
yang sering kumpul-kumpul di rumah besar dan biasanya sering pulang subuh
dan bahkan ada yang menginap.Dan kebetulan pemilik rumah tersebut adalah
mba lola yang diagnose positif HIV AIDS.

Ns Sari

: dan menurut laporan warga sekitar klien selain pesta atau kumpul kumpul
dengan teman sekitar, dulu mba lola sering membawa pacarnya kerumah dan
tinggal bersama dengan pacarnya. Tapi sudah beberapa minggu ini pacar lola
tidak terlihat dirumah lola.

Ns Puput

: jadi apakah sudah dilakukan wawancara kepada klien itu?

Ns Sari

: belum sempat kami lakukan, kami hanya melakukan wawancara dengan ketua
RT setempat, tapi kami sebelumnya sudah meminta izin pada beliau untuk
dilakukan wawancara kepada klien..

Ns Mala

: kira-kira kapan kita lakukan wawancara terhadap klien?

Ns Rizka

: mungkin secepatnya, tapi berhubung kami ber3 dikirim untuk mengatasi kasuh
filariasis di kelurahan Bunga Plastik selama berminggu minggu, jadi bagaimana
kalau kalian berdua saja yang melakukan wawancara.

Ns Puput

: bisa saja kalau begitu..mungkin saya, dan ners mala besok kami akan
melakukan wawancaranya.

Ns Rina

: kalau begitu karena sudah kita jelaskan tentang hasil pengkajian kemarin dan
kita sudah melakukan pembagian tugasnya jadi saya tutup diskusi kita hari ini,
dan terima kasih atas kerjasamanya.

Keesesokan harinya ners puput dan ners mala diantar oleh ketua RT mengunjungi ke
rumah klien Lola untuk mewawancarai. Sesampainya di rumah tersebut ners Mala dan ners
Puput langsung melalukan wawancara.

Ns Puput

: selamat pagi mba, perkenalkan saya ners puput dan ini teman saya ners
mala. Jadi tujuan kami datang kesini mau berbincang-bincang kepada
mba.

Lola

: tentang apa?

Ns Mala

: maaf mba ya kalau kata-kata kami ada yang menyinggung perasaan mba,
jadi kemarin dari data di puskemas didapatkan dari hasil tes di rumah sakit
bahwa mba Lola positif HIV AIDS.

Ns Puput

: jadi mba tujuan kami kesini untuk membantu mba dalam permasalahn
ini. Dimana kami membantu dalam memberikan informasi tentang HIV
AIDS.

Lola

: oh..iya mba boleh saja, tapi bisa mba dirahasiakan kalau saya terkena
HIV AIDS. Saya malu dengan warga sekitar.

Ns Puput

: iya mba, tenang pasti kami rahasiakan. Mba kalau boleh kami tahu
apakah benar pacar mba sebelumnya tinggal disini bersama mba dan juga
sering dirumah mba ini dijadikan tempat kumpul kumpul?

Lola

: iya mba.

Ns Mala

: apakah mba, pacar mba dan teman teman mba menggunakan obat-obatan
terlarang?

Lola

: apa itu ada hubungannya mba dengan HIV?

Ns Puput

: iya ada mba, contohnya dari jarum suntik yang bergantian itu bisa
menularkan virus HIV tersebut.

Lola

:hmmm..iya mba kami berdua menggunakan obat-obatan terlarang. Tapi


mba sekali lagi tolong rahasiakan tentang ini

Ns Mala

: iya mba tenang saja, dari hasil informasi yang kami dapat akan kami
rahasiakan. Dan apakah mba sering menggunakan jarum suntik itu secara
begantian?

Lola

: iya,saya sering bergantian menggunakan jarumnya dengan teman-teman


saya dan pacar saya juga.

Ns Puput

: apakah mba tahu mengenai resiko atau bahaya dari perilaku tersebut?

Lola

: saya tidak tau mba,

Ns Puput

: mba pernah melakukan pemeriksaan darah sebelumnya?

Lola

: belum periksa. Dan teman-teman juga masih belum periksa.

Ns Mala

: apakah mba lola dengan pacarnya pernah melakukan seks bebas?

Lola

: iya mba *menunduk malu

Ns Puput

: oh gitu ya mba.
Terus setelah tahu mba terkena HIV AIDS, apa yang mba rasakan
sekarang?

Lola

: Saya takut mbak, saya takut mati. Saya dengar-dengar katanya penyakit
ini bisa mematikan ya mbak?

Ns Mala

: Iya mba, tapi kalau ditangani dengan baik, paling tidak bisa
meminimalisisr tingkat keparahannya.
Maka dari itu mbak, tujuan kami ke sini untuk meminta kerjasama mbak
supaya kita bisa mencegah penularan penyakit ini.Bagaimana?

Lola

: Oh iya mbak.

Ns Puput

: Oh iya baiklah kalau begitu. Kami mau pamit dulu, nanti kami akan
datang lagi untuk membahas masalah ini lebih lanjut ya mbak.

Lola

: Iya mbak, makasih banyak.

(2 minggu kemudian, setelah melakukan pengkajian dan advokasi pada tokoh masyarakat, lurah
dan keluarga daripada remaja. Kemudian para perawat komunitas berdiskusi untuk menentukan
strategi perubahan perilaku terhadap klien lola )

Ns Mala

: Selamat pagi semuanya. Pada pagi hari ini kita akan berdisusi tentang
strategi perubahan perilaku pada klien lola dan kelompoknya. Jadi hasil
wawancara kami kepada mereka akan di sampaikan oleh Ners puput.

Ns Puput

: Baiklah, terimakasih atas kesempatannya. Dari hasil pengkajian kami


minggu lalu, didapatkan bahwa klien lola dan mantan pacarnya ternyata
mempunyai kelompok yang sama-sama menggunakan narkoba dan dia
mengaku bahwa dia pernah secara bersama-sama menggunakan jarum
suntik.

Kemudian ternyata klien lola ini mengaku pernah berhubungan sex


dengan mantan pacarnya. Dan teman-teman dalam kelompoknya juga
senang bergonta-ganti pasangan.
Ns Rina

: Apakah teman-teman kelompoknya itu juga terinfeksi HIV AIDS?

Ns Mala

: Kata klien lola dia tida tahu apakah teman-temannya ada juga yang
terinfeksi HIV AIDS, karena teman-temannya belum ada yang tes darah.

Ns Rizka

: Apakah mereka mengetahui tujuan kita melakukan wawancara kemarin?

Ns puput

: Iya sudah kami sampaikan, dan mereka bersedia untuk bekerja sama
dengan kita. Dan sepertinya pengetahuan mereka tentang HIV masih
kurang, karena pada saat wawancara mereka tidak mengetahui bahwa
menggunakan jarum suntik secara bersama-sama itu bisa menularkan
HIV.

Ns Sari

: Kalau begitu strategi yang cocok untu kita terapkan kita berikan penkes
saja, karena dari hasil tadi sudah diketahui mereka kurang pengetahuan.

Ns Rina

: Oh iya, betul..betul. Jadi kita bagi tugas sekarang saja ya.


Untuk rizka dan sari hubungi klien untuk menyesuaikan waktu yang tepat
untu melakukan penkes dan siapkan perencanaan penkesnya.
Untuk puput dan mala tolong siapkan materi penkesnya, dan bikin leaflet
untuk medianya.

Semua perawat

: Baik ners Rina.

Rina

: Kalau begitu, mungkin kita cukupkan sampai di sini saja, jangan lupa
tugas nya dilaksanakan. Terima kasih.

* TAMAT*