Anda di halaman 1dari 16

MAKALAH GENERATOR DC

Anggota :
SulistyoNurhidayat (03021181320066)
WahonoRasid (03021281320022)

UniversitasSriwijaya
FakultasTeknik
2014

BAB 1
PENDAHULUAN

A. LatarBelakang
Dalam dunia kelistrikan, kita mengenal suatu alat yang di sebut motor listrikdan
generator listrik. Secara sederhana, generator listrik berfungsi untuk mengubah
energimekanikmenjadienergilistriksedangkan

motor

listrik

berfungsiuntukmengubahenergilistrikmenjadienergimekanik.
keduafungsidarimasing-masingalattersebutterdapathubungan.

Dari
Sebuah

generator

akanbekerjadengan di bantu motor listrikuntukmenggerakkan generator tersebut.


Namunpadaskalabesar, seperti di PLTA generator akandibantuturbinuntukmenggerakkan
generator

tersebut.

Dari

fungsi

tersebutmenjadikanalatinisangatdiperlukandalamkehidupansehari-hari.

generator
Generator

sendiriadaduamacamyaitu generator arussearah (DC) dan generator arusbolak-balik (AC).


Perbedaanmendasardarikedua generator iniadalahpadasumbertegangan yang dihasilkan.
Padakarakteristikberbebansebuah

generator

DC

menunjukkanbagaimanahubunganantarategangan terminal danarusmedan ketika generator


dibebani. Bila generator dibebanimakaakanmengalirarusbeban. Pada generator DC
penguatan

shunt

penurunantegangan

terminal

menerusdibebani,

akansemakinbesarbilaterus-

danarusmedan Ifpadamesinikutturun.

Inimenyebabkanflukspadamesinturunsehingganilai Ea turun

yang

menyebabkanpenurunantegangan terminal lebihbesar. Sedangkanpada generator DC


penguatanbebasTegangan
terminal Vt akanberkurangakibatefekdemagnetisasidarireaksijangkar.
Penguranganinidapat di atasidenganpeningkatanarusmedan yang sesuai. Tegangan
terminal Vt akanlebihkecildaripada

GGL

yang

dibangkitkan,

sebesarIa.Ra,

Penurunanteganganinidapatdengansuatusegitiga

yang

disebutsegitigaportier,

dimana Ra adalahresistansirangkaianjangkar.

sisinyasebanding Ia.

yang

karena Iakonstanmakasegitigainikonstandalambatas-

batasbelumjenuh. Menurunnyategangan terminal iniakanmenyebabkanarusmedan turun,


dan Ea jugaakanmengalamipenurunan.
Dalamkehidupansehari-hari,

semakinbanyakperalatanelektronika

yang

menggunakanlistriksebagaisumberutama.
Apabilaterjadilistrikpadamdalamseharisaja,makasebagianaktivitasmanusiaakanterhambat.
Olehkarenaitu,

dalammakalahinisayamencobauntukmenjelaskanseputar

listrikyaitu generator arussearah (DC).

B. TujuanPenulisan
Adapuntujuanpenulisanmakalahini :
1. UntukmemenuhitugasdarimatakuliahTeknikTenagaLisstrikdan
2. MenjelaskanPengnertian generator arussearah (DC)

3. Jenis-Jenis Generator DC
4. Apikasi generator arussearah (DC)
5. Mengetahuiprinsipkerjadari generator arussearah (DC)

C. RumusanMasalah
1. Apapengertiandari generator arussearah (DC) ?
2. Apasajajenis-jenisdari generator arussearah (DC) ?
3. Apasajabentukpengaplikasian generator arussearah (DC) ?
4. Bagamanaprinsipkerja generator arussearah (DC) ?
5. Apa komponen dari generator arus searah (DC) ?
6. Apa kelebihan dan kekurangan generator arus searah (DC) ?

generator

BAB II
PEMBAHASAN

Generator merupakan salah satu aspek pendukung dalam sistem tenaga dan merupakan
salah satu aspek penting di dalam pengkonversian energy elektromekanik; yaitu konversi
energi dari bentuk mekanik ke listrik dan dari bentuk listrik ke mekanik. Generator dapat
digolongkan ke dalam sistem pembangkit dimana sistem ini berperan untuk mengubah bentuk
energi mekanik menjadi energi listrik. Suatu mesin listrik (baik generator ataupun motor)
akan berfungsi bila memiliki, yaitu:
a. Kumparan medan, untuk menghasilkan medan magnet.
b. Kumparan jangkar, untuk mengimbaskan ggl pada konduktor konduktor
yang terletak pada alur alur jangkar.
c. Celah udara, yang memungkinkan berputarnya jangkar dalam medan magnet.
Pada mesin arus searah, kumparan medan yang berbentuk kutub sepatu merupakan
stator (bagian yang tidak berputar), dan kumparan jangkar merupakan rotor (bagian yang
berputar). Bila kumparan jangkar berputar dalam medan magnet akan dibangkitkan tegangan
(ggl) yang berubah ubah arah setiap setengah putaran, sehingga merupakan tegangan bolak
balik.

e = Emax sin t
Untuk memperoleh tegangan searah diperlukan alat penyearah yang disebut komutator
dan sikat.
A. Pengertiankerjaarussearah (DC)
Generator

DC

adalahSebuahperangkatmesinlistrikdinamis

mengubahenergimekanismenjadienergilistrik.

Menghasilkanarus

Generator

yang

DC

hanyamemilikisatucincin

DC

yang
arussearah.

terbelahditengahnyasehingga

di

namakankomutator. Generator DC terdiriduabagian, yaitu stator, yaitu Generator DC


terdiriduabagian, yaitu stator, yaitubagianmesin DC yang diam, danbagian rotor,
yaitubagianmesin DC yang berputar. Bagian stator terdiridari: rangka motor, belitan
stator, sikatarang, bearing dan terminal box. Sedangkanbagian rotor terdiridari: komutator,
belitan rotor, kipas rotor danporos rotor.
1. ROTOR :bagian Generator DC yang berputar

Poros

Inti

Komutator

Kumparan/Lilitan

2. STATOR :bagian Generator DC yang diam

Kerangka

KutubUtamadanBelitan

Kutub Bantu danBelitan

BantalandanSikat

3. CelahUdara :ruanganantara Stator dan Rotor

GAMBAR 2.1 Generator Sederhana DC

B. Jenis-Jenis Generator DC
Sepertitelahdisebutkandiawal, bahwa generator DC
berdasarkandarirangkaianbelitan magnet ataupenguateksitasinyaterhadapjangkar (anker)
dibagimenjadi 3 jenis, yaitu:
1. Generator penguatterpisah
Pada generator penguatterpisah, belitaneksitasi (penguateksitasi)
tidakterhubungmenjadisatudengan rotor. Terdapatduajenis generator penguatterpisah,
yaitu:
1. Penguatelektromagnetik (Gambar 2.2.1)
2. Magnet permanent / magnet tetap(Gambar 2.2.2)

GAMBAR 2.2.1 Generator PenguatTerpisah

Energilistrik yang
dihasilkanolehpenguatelektromagnetdapatdiaturmelaluipengaturanteganganeksitasi.
Pengaturandapatdilakukansecaraelektronikataumagnetik. Generator
inibekerjadengancatudaya DC dariluar yang dimasukkanmelaluibelitan F1-F2.
Penguatdengan magnet permanenmenghasilkantegangan output generator yang
konstandari terminal rotor A1-A2. Karakteristiktegangan V
relatifkonstandanteganganakanmenurunsedikitketikaarusbeban I
dinaikkanmendekatiharganominalnya.

Gambar 2.2.2Karakteristik Generator PenguatTerpisah


Gambar 9 menunjukkan:
a) karakteristik generator penguatterpisahsaateksitasipenuh (Ie 100%)
dansaateksitasisetengahpenuh (Ie 50%). Ieadalaharuseksitasi, I
adalaharusbeban.Tegangan output generator
akansedikitturunjikaarusbebansemakinbesar.
b) Kerugianteganganakibatreaksijangkar.
c) Perurunanteganganakibatresistansijangkardanreaksijangkar,
selanjutnyamengakibatkanturunnyapasokanaruspenguatkemedan magnet,
sehinggateganganinduksimenjadikecil.

2. Generator Shunt
Pada generator shunt, penguateksitasi E1-E2 terhubungparaleldengan rotor
(A1-A2). Teganganawal generator diperolehdari magnet sisa yang terdapatpadamedan
magnetstator. Rotor berputardalammedan magnet yang lemah, dihasilkantegangan
yang akanmemperkuatmedan magnet stator, sampaidicapaitegangannominalnya.
Pengaturanaruseksitasi yang melewatibelitan shunt E1-E2 diaturolehtahanangeser.
Makin besararuseksitasi shunt, makinbesarmedanpenguat shunt yang dihasilkan,
dantegangan terminal meningkatsampaimencapaitegangannominalnya. Diagram
rangkaian generator shunt dapatdilihatpadaGambar 10.

GAMBAR 2.2.3 Diagram Rangkaian Generator Shunt


Jika
generator
shunt
tidakmendapatkanaruseksitasi,
makasisamegnetisasitidakakanada,
ataujikabelitaneksitasisalahsambungataujikaarahputaranterbalik, atau rotor
terhubung-singkat,
makatidakakanadateganganatauenergilistrik
yang
dihasilkanoleh generator tersebut.

GAMBAR 2.2.4Karakteristik Generator Shunt.

Generator shunt mempunyaikarakteristiksepertiditunjukkanpadaGambar 2.2.4


Tegangan output akanturunlebihbanyakuntukkenaikanarusbeban yang sama,
dibandingkandengantegangan output pada generator penguatterpisah.
Sebagaisumbertegangan, karakteristikdari generator penguatterpisahdan
generator
shunt
tentukurangbaik,
karenaseharusnyasebuah
generator
mempunyaitegangan output yang konstan, namunhalinidapatdiperbaikipada generator
kompon
3. Generator Kompon
Generator komponmempunyaiduapenguateksitasipadaintikutubutama yang
sama. Satupenguateksitasimerupakanpenguat shunt,
danlainnyamerupakanpenguatseri. Diagram rangkaian generator
komponditunjukkanpadaGambar 12. Pengaturmedan magnet (D1-D2) terletak di
depanbelitan shunt.

GAMBAR 2.2.5 Diagram Rangkaian Generator Kompon.

Gambar 2.2.6Karakteristik Generator


karakteristik generator kompon. Tegangan output
terlihatkonstandenganpertambahanarusbeban,
baikpadaaruseksitasipenuhmaupuneksitasi
50%.
inidisebabkanolehadanyapenguatanlilitanseri,

generator
Hal
yang

cenderungnaiktegangannyajikaarusbebanbertambahbesar.
Jadiinimerupakankompensasidari
generator
shunt,
cenderungtegangannyaakanturunjikaarusbebannyanaik.

yang

C. Pengaplikasian Generator DC
1. Alternator mobil merupakan salah satu aplikasi dari generator dc. Sistem pengisian
pada kendaraan mempunyai 3 rangkaian komponen penting yaitu : Aki, Alternator dan
Regulator. Alternator sendiri terdiri dari komponenkomponen seperti gabungan kutub
magnet yang dinamakan rotor, yang didalamnya terdapat kumparan kawat magnet
yang

dinamakan

stator.

Alternator

mulai

berfungsi

untuk

menghasilkan

listrik/pembangkit listrik ketika mesin dihidupkan untuk disalurkan ke aki dengan


mengkonversi / mengubah tegangan AC menjadi tegangan DC. Sedangkan regulator
punya fungsi sebagai alat pengatur dan pembatas voltase yang terdiri dari sebuah
rangkaian dioda yang dinamakan rectifier serta dua kipas dalam (internal Fan) untuk
menghasilkan sirkulasi udara. Model alternator untuk setiap jenis mobil itu berbedabeda, tapi kebanyakan alternator mempunyai regulator yang berada didalamnya ( IC
built In), namun untuk tipe yang lama mempunyai regulator diluar. Tidak seperti
model yang lama, tipe yang punya IC bulit in ini dapat dengan mudah diperbaiki
dengan membuka tutup bagian atasnya. Tipe lainnya adalah model pulley alternator
yang diikat/dikencangkan ke bagian sumbu rotor. Alternator dengan tipe ini tidak
mempunyai kipas luar yang menjadi bagian dari pulley-nya namun sudah mempunyai
2 kipas dalam untuk sirkulasi udara pendingin, tidak seperti jenis alternator lama yang
menggunakan kipas luar untuk pendinginan. Antara Aki dengan Alternator Besaran
daya yang terdapat alternator beragam, mulai dari yang paling kecil yang mempunyai
daya 35 A hingga yang terbesar yang beredar dipasaran yaitu 220A. Karena berfungsi
sebagai pembangkit daya listrik ke aki, apabila ada penambahan perangkat atau
aksesoris mobil yang membutuhkan beban listrik yang besar / banyak, cukup dengan
mengganti alternatornya bukan aki.Karena bila memperbesar daya listrik di aki tapi
penyaluran tenaganya lebih kecil, maka aki akan tetap tekor. Jadi makin besar beban
listrik yang dipakai, makin besar juga daya dari alternator yang harus dipergunakan.
Dinamo sepeda merupakan generator kecil yang dapat menghasilkan arus listrik yang
kecil pula. pada Dinamo sepeda prinsip kerjanya yaitu energi gerak di ubah menjadi
energi listrik .Dinamo sepeda ini hanya menyalakan lampu depan dan belakang

terangnnya lampu di tentukan oleh cepatnya roda berputar yang mengakibatkan di


namo juga cepat dan arus listrik juga akn besar pula .

2.

Dinamo sepeda intinya adalah sebuah magnet yang dapat berputar dan sebuah
kumparan tetap.bila roda sepeda di putar dan pada dinamo akan memutar sehingga
roda akan memutar magnet biasanya dinamo dapat menghasilakan tegangangan 6
sampai 12 Volt.jadi dengan adanya dinamo pada sepeda dapat memudahkan kita bila
menggunakan sepeda bila malam hari.

3. Las listrik merupakan aplikasi dari generator dc. Las listrik adalah teknik
menyambung dua bagian logam memanfaatkan tenaga panas yang diperoleh dari
sumber tenaga listrik AC maupun DC dengan tambahan logam pengisi. Sumber tenaga
panas mencairkan sebagian logam induk dan logam pengisi. Sumber tenaga panas
mencairkan sebagian logam induk dan logsm pengisi sehingga diperoleh sambungan
permanen yang sulit dipisahkan. Pekerjaan las listrik memiliki resiko bahaya

kecelakaan cukup besar yang dapat diminimalkan dengan alat keselamatan kerja.
Mesin yang wajib tersedia adalah mesin las untuk menyambung dua permukaan baja.
Alat las harus tersedia karena fungsinya yang tidak bias digantikan oleh alat yang
umum tersedia di perdesaan. Alat las sebaiknya dari jenis las busur listrik yang dapat
menggunakan listrik dari PLTMH. Las karbit (oxyacetylene) tidak dianjurkan untuk
desa terpencil karena akan mengalami kesulitan dalam transportasi tabung oksigen.
D. Komponen-komponen Penyusun generator DC
a. Piringan tutup
Piringan tutup pada ujung-ujung rumah sebagai dudukan bantalan-bantalan
sebagai tempat berputarnya armatur. Bantalan yang terpasang pada plat penutup untuk
menahan beban torsi dari sabuk penggerak. Tutup bagian belakang mempunyai lubang
pelumasan untuk memasukan oli pelumas.Sikat arang dipasang pada tutup bagian
belakang.
b. Pul kumparan medan / sepatu-sepatu kutub
Pul kumparan medan yang biasa disebut sepatu-sepatu kutub dikonstruksi dari
besituang. Pada bagian dalam dibentuk cekung untuk menyesuaikan bentuk kontur
bulat dari armatur dan mengurangi haambatan magnetik dari jarak udara. Ujungujungnya diperpanjang sebagai dudukan kumparan medan. Kutub-kutub magnet
dipasangkan dengan baut pada rumah generator.
d. Kumparan medan
Kumparan medan digulung dengan kawat yang berukuran kecil; dengan
tahanan relatif besar. Kumparan medan digulung dengan bentuk yang sesuai, diisolasi
dan dibentuk yang sesuai dengan kontur rumah dan digulung pada kutub-kutub
magnet.
e.

Armatur/Anker
Armatur/Anker dinamo dikonstruksi dari plat-plat yang disusun berlapis-lapis
yang disatukan dalam satu poros dan mempunyai alur-alur sebagai tempat kumparan.
Kumparan dapat digulung langsung pada alur-alur membentuk gulungan/kumparan
armatur/anker.

f.

Komutator
Komutator terdiri dari segmen-segmen dari tembaga, dibentuk irisan memanjang
searah dengan poros, masing-masing diisolasi satu dengan yang lainnya dan dengan
poros diisolasi oleh mika atau phenolic resin. Komutator dipres pada poros anker.
Kumparan anker dihubungkan ke komutator untuk membentuk hubungan/rangkaian
kontinyu. Komutator berfungsi untuk menyearahkan arus induksi bolak-balik dalam
kumparan anker menjadi arus searah untuk digunakan ke beban kelistrikan kendaraan.

g. Rumah sikat dan arang sikat


Sikat arang digunakan untuk menghubungkan hubungan antara armatur/anker
dengan rangkaian luar. Sikat arang dapat bergesek dengan baik dengan komutator
dengan bantuan pegas dan rumah sikat. Hubungan antara sikat-sikat arang dan
rangkaian luar adalah dengan kabel tembaga fleksibel.
h. Kipas pendingin
Kipas pendingin terletak di bagian depan dan menyatu dengan puli penggerak
mengalirkan udara pendingin ke dalam generator.
E. Prinsip kerja generator DC
Teori yang mendasari terbentuknya GGL induksi pada generator ialah Percobaan
Faraday. Percobaan Faraday membuktikan bahwa pada sebuah kumparan akan
dibangkitkan GGL Induksi apabila jumlah garis gaya yang diliputi oleh kumparan
berubah-ubah.
Ada 3 hal pok ok terkait dengan GGL Induksi ini, yaitu :
1. Adanya flux magnet yang dihasilkan oleh kutub-kutub magnet.
2. Adanya kawat penghantar yang merupakan tempat terbentuknya EMF.
3. Adanya perubahan flux magnet yang melewati kawat penghantar listrik.

Pada gambar tersebut, dengan memutar rotor ( penghantar ) maka pada penghantar
akan timbul EMF.

Kumparan ABCD terletak dalam medan magnet sedemikian rupa sehingga sisi AB dan C-D terletak tegak lurus pada arah fluks magnet.

Kumparan ABCD diputar dengan kecepatan sudut yang tetap terhadap sumbu
putarnya yang sejajar dengan sisi A-B dan C-D.

GGL induksi yang terbentuk pada sisi A-B dan sisi C-D besarnya sesuai dengan
perubahan fluks magnet yang dipotong kumparan ABCD tiap detik sebesar :

Prinsip kerja generator (dinamo) DC sama dengan generator AC. Namun, pada
generator DC arah arus induksinya tidak berubah. Hal ini disebabkan cincin yang
digunakan

pada

generator

DC

berupa

cincin

belah

(komutator).

Pembangkitan tegangan induksi oleh sebuah generator diperoleh melalui dua cara:
Dengan menggunakan cincin-seret, menghasilkan tegangan induksi bolak-balik.
Dengan

menggunakan

komutator,

menghasilkan

tegangan

DC.

Proses pembangkitan tegangan tegangan induksi tersebut dapat dilihat pada Gambar 2
dan Gambar 3.

Gambar 2. Pembangkitan Tegangan Induksi.

Jika rotor diputar dalam pengaruh medan magnet, maka akan terjadi perpotongan medan
magnet oleh lilitan kawat pada rotor. Hal ini akan menimbulkan tegangan induksi.
Tegangan induksi terbesar terjadi saat rotor menempati posisi seperti Gambar 2 (a) dan
(c). Pada posisi ini terjadi perpotongan medan magnet secara maksimum oleh penghantar.
Sedangkan posisi jangkar pada Gambar 2.(b), akan menghasilkan tegangan induksi nol.
Hal ini karena tidak adanya perpotongan medan magnet dengan penghantar pada jangkar
atau rotor. Daerah medan ini disebut daerah netral.

Gambar 3. Tegangan Rotor yang dihasilkan melalui cincin-seret dan komutator


Jika ujung belitan rotor dihubungkan dengan slip-ring berupa dua cincin (disebut juga
dengan cincin seret), seperti ditunjukkan Gambar 3.(1), maka dihasilkan listrik AC (arus
bolak-balik) berbentuk sinusoidal. Bila ujung belitan rotor dihubungkan dengan komutator
satu cincin Gambar 3.(2) dengan dua belahan, maka dihasilkan listrik DC dengan dua
gelombang positip.
Rotor dari generator DC akan menghasilkan tegangan induksi bolak-balik.
Sebuah

komutator berfungsi sebagai penyearah tegangan AC.

Besarnya tegangan yang dihasilkan oleh sebuah generator DC, sebanding dengan
banyaknya putaran dan besarnya arus eksitasi (arus penguat medan).
F. kelebihan dan kekurangan generator arus searah (DC)
Kelebihan dan Kekurangan Generator DC
Kekurangan:
a.
Konstruksinya rumit Setiap segmen dihubungkan oleh kawat atau kabel,
karena jumlah segmen pada komutator jumlahnya sangat banyak maka kawat atau
kabel yang dibutuhkan juga banyak sehingga ini menjadi salah satu kekurangan dari
komutator . Karena konstruksinya yang rumit dan membutuhkan kawat atau kabel
yang banyak, generator DC menjadi mahal harganya.
b.
Selain itu, akibat komutator mempunyai segmen-segmen yang banyak dengan
jarak yang relatif dekat, ketika komutator berputar dengan kecepatan yang tingi akan
menghasilkan suara yang bising.
c.
Dan akibat jarak yang dekat antar tiap segmen, kapasitas tegangannya juga
rendah (max 5MW) karena dikhawatirkan akan terjadi peloncatan bunga api listrik.
d.
Kelemahan berikutnya pada komutator adalah komutator yang sedang berputar
harus dihubungkan dengan brush (yang terdiri dari material Carbon) guna untuk
menyalurkan arus DC ke rotor generator DC. Hal ini mengakibatkan maintenance
yang dilakukan harus lebih sering, karena brush akan mengalami "Aus" yang
mengakibatkan adanya serpihan-serpihan karbon pada komutator.

Keunggulan:
a.
mempunyai Torsi awal yang besar, sehingga banyak digunakan sebagai
starter motor

BAB III
PENUTUP
KESIMPULAN
A. generator adalah mesin listrik yang mengubah daya mekanis menjadi daya
listrik. Mesin listrik dapat berupa generator dan motor.
B. Prinsip kerja dari generator arus searah berdasarkan hukum Induksi Farraday
adalah jika sepotong kawat terletak di antara kutub-kutub magnet, kemudian
kawat tersebut digerakkan, maka di ujung kawat ini timbul gaya gerak listrik
(GGL) karena induksi.
C.