Anda di halaman 1dari 16

Kandidiasis Kutis

Disusun oleh :
Olivia Ekaputri
11.2012.127

Pembimbing :
Dr. Hendra Wong, Dipl.Derm

Kepaniteraan Klinik Ilmu Kesehatan Kulit dan Kelamin


RS FMC Panti Sosial Bina Insan Bangun Daya
FK UKRIDA
2014

Bab I
Pendahuluan

Infeksi Candida pertama kali di dapatkan di dalam mulut sebagai thrush yang dilaporkan oleh
Francois Valleix (1836). Dan kemudian pada tahun 1923 jamur penyebab thrush ditemuan
dan diberi nama sebagai Kandida. Kebanyakan infeksi jamur yang patogen disebabkan oleh
species candida yang umumnya mempengaruhi manusia. Masalah yang timbul pada mukosa
dan candidiasis sistemik mencerminkan peningkatan resiko pasien terjangkit candida, yang
seharusnya jaringan normal biasanya resisten terhadap invasi candida.
Peningkatan prevalensi kelainan lokal dan sistemik yang pada dasarnya berhubungan dengan
system imun pasien.Infeksi candida menghasilkan kelainan spectrum luas, mulai dari
kelainan superficial mucocutaneous sampai invasif. Penanganan yang serius terhadap
candidiasis invasive yang mengancam nyawa masih sangat terhambat oleh keterlambatan
diagnosis dan kurangnya metode diagnostik yang handal yang memungkinkan deteksi baik
fungemia dan invasive jaringan oleh species candida.1
Kandidosis sendiri adalah suatu penyakit jamur, yang bersifat akut atau subakut dan
disebabkan oleh spesies Candida, biasanya oleh spesies Candida albicans dan dapat engenai
mulut, vagina, kulit, kuku, bronki, atau paru, kadang-kadang dapat menyebabkan spetikemia,
endokarditis, atau meningitis.
Sebagian besar infeksi mucocutaneous tidak menyebabkan kematian, namun pada pasien
dengan immunodeficiency yang diakibatkan oleh infeksi HIV, dapat menyebabkan infeksi
yang refrakter terhadap terapi anti jamur dan akhirnya menyebabkan kematian.Candidemia
dan Disseminated Candidiasis angka kematian terkait infeksi ini belum membaik beberapa
tahun terakhir dan tetap di kisaran 30-40%.Candidiasis sistemik lebih banyak menyebabkan
kematian di banding mikosis lainnya.Peneliti melaporkan dampak ekonomi berperan besar
terhadap infeksi sistemik candidiasis.Tidak ada perbedaan predisposisi jenis kelamin pada
koloni candida. Umur yang ekstrim terjadi pada neonates, bayi dengan berat badan
rendahdan usia> 65 tahun.1
Peningkatan signifikan infeksi candida yang terjadi akhir-akhir ini. Khususnya pasien yang
dirawat di rumah sakit dimana tingkat infeksi aliran darah karena candida spp.telah

2|Page

meningkat hampir 500% selama decade 1980an. Peningkatan ini disrtai dengan
peningkatatan kematian berlebih yang signifikan dan semakin lama dirawat di rumah sakit.
Hal ini terus berlanjut ke tahun 1990an di amerika serikat dimana candida spp. Keempat yang
tersering patogen di aliran darah, terhitung 8% dari infeksi aliran darah yang didapat di
semua rumah sakit.2
Candida albicans adalah saprofit yang berkoloni pada mukosa seperti mulut, traktus
gastrointestinal, dan vagina.Merupakan jamur yang berbentuk oval dengan diameter 2-6
um.Dan dapat hidup dalam 2 bentuk yakni bentuk hifa dan bentuk yeast. Jumlah koloni
sangat menentukan derajat penyakit, akan tetapi dilaporkan bahwa frekuensi terjadinya di
mulut 18 %, vagina 15 %, dan mungkin dalam feses 19 %. Tapi kejadian tersebut
dipengaruhi beberapa faktor seperti rumah sakit dan kemoterapi.
Jamur ragi termasuk spesies kandida yang merupakan flora komensal normal pada manusia
dapat ditemukan pula pada saluran gastrointestinal (mulut sampai anus).Pada vagina sekitar
13 % kebanyakan Candida albicans dan Candida glabrata. Isolasi spesies kandida komensal
oral berkisar pada 30 60 % ditemukan pada orang dewasa sehat.
Di Jerman ditemukan penyebab yang berbeda-beda pada diaper dermatitis pada 46 laki-laki
dan perempuan. Pada 38 pasien menunjukkan penyebab yang spesifik, 63 % dengan
kandidiasis, 16 % dengan dermatitis iritan, 11 % dengan ekzema, dan 11 % dengan psoriasis.
Dari pasien tersebut, 37 orang diterapi dan 73 % dirawat setelah 8 minggu setelah terapi.
Di Jepang, dilaporkan bahwa kutaneus kandidiasis terdapat pada 755 (1 %) dari 72.660
pasien yang keluar dari rumah sakit. Intertrigo (347 kasus) merupakan manifestasi klinis
kandidiasis paling sering, erosi interdigitalis terjadi pada 103 kasus, diaper kandidiasis
tercatat 102 kasus.
Mortalitas jangka pendek Candidiasis pada pasien immunocompetentsebanding dengan
fungemia yang berhubungan dengan kematian pada pasien immunosuppressed. infeksi yang
tersering oleh candida albicans 37%, candida glabrata 31%, candida parapsilosis 17%,
candida tropicalis 7%, candida krusei 6%, candida lusitaniae 1%. Kematian sering
disebabkan oleh candida glabrata 60%, candida tropicalis 75%, candida albicans 44%.

3|Page

Bab II
Tinjauan Pustaka
Definisi
Kandidosis kutis adalah suatu infeksi jamur pada kulit yang disebabkan oleh jamur genus
Candida. Kandidosis terbagi menjadi 3 macam yakni kandidosis superficialalis kandidosis
kronik atau dalam dan sistemik. Nama lain kandidosis kutis adalah superficial kandidosis
atau infeksi kulit-jamur; infeksi kulit-ragi. Berdasarkan letak gambaran klinisnya terbagi
menjadi kandidosis terlokalisasi dan generalisata.4,5
Predileksi Candida albicans pada daerah lembab atau adanya faktor predisposisi yang
mendukung, misalnya pada daerah lipatan kulit, orang yang memiliki daya tahun tubuh yang
menurun.Dan organisme ini menyukai daerah yang hangat dan lembab seperti selangkangan,
vagina.4,5
Etiologi
Yang tersering sebagai penyebab adalah Candida albicans. Spesies patogenik yang lainnya
adalah C. tropicalis C. parapsilosis, C. guilliermondii C. krusei, C. pseudotropicalis, C.
lusitaneae.5,6
Patofisiologi
Candida albicans bentuk yeast-like fungi dan beberapa spesies kandida yang lain memiliki
kemampuan menginfeksi kulit, membran mukosa, dan organ dalam tubuh. Organisme
tersebut hidup sebagai flora normal di mulut, traktus vagina, dan usus. Mereka berkembang
biak melalui ragi yang berbetuk oval.7
Kehamilan, kontrasepsi oral, antibiotik, diabetes, kulit yang lembab, pengobatan steroid
topikal, endokrinopati yang menetap, dan faktor yang berkaitan dengan penurunan imunitas
seluler menyediakan kesempatan ragi menjadi patogenik dan memproduksi spora yang
banyak pseudohifa atau hifa yang utuh dengan dinding septa.7
Ragi hanya menginfeksi lapisan terluar dari epitel membran mukosa dan kulit (stratum
korneum). Lesi pertama berupa pustul yang isinya memotong secara horizontal di bawah
stratum korneum dan yang lebih dalam lagi.Secara klinis ditemukan lesi merah, halus,

4|Page

permukaan mengkilap, cigarette paper-like, bersisik, dan bercak yang berbatas tegas.
Membran mukosa mulut dan traktus vagina yang terinfeksi terkumpul sebagai sisik dan sel
inflamasi yang dapat berkembang menjadi curdy material.7
Kebanyakan spesies kandida memiliki faktor virulensi termasuk faktor protease.kelemahan
faktor virulensi tersebut adalah kurang patogenik. Kemampuan bentuk yeast untuk melekat
pada dasar epitel merupakan tahapan paling penting untuk memproduksi hifa dan jaringan
penetrasi. Penghilangan bakteri dari kulit, mulut, dan traktus gastrointestinal dengan flora
endogen akan menyebabkan penghambatan mikroflora endogen, kebutuhan lingkungan yang
berkurang dan kompetisi zat makanan menjadi tanda dari pertumbuhan kandida.8
Jumlah infeksi kandida meningkat secara dramatis pada beberapa tahun terakhir,
mencerminkan peningkatan jumlah pasien yang immunocompromised.Secara spesifik,
tampak makin bertambahnya umur semakin pula terjadi peningkatan angka kesakitan dan
kematian. Meskpun infeksi kandidiasis superfisial dipercaya termasuk ringan, akan tetapi
menyebabkan kematian pada populasi lanjut usia. Candida albicans juga dapat menyerang
kulit dengan folikel rambut yang aktif atau istirahat.8
Infeksi kandida diperburuk oleh pemakaian antibiotik, perawatan diri yang jelek, dan
penurunan aliran saliva, dan segala hal yang berkaitan dengan umur. Dan pengobatan dengan
agen sitotoksik (methotrexate, cyclophosphamide) untuk kondisi rematik dan dermatologik
atau kemoterapi agresif untuk keganasan pada pasien usia lanjut memberikan resiko yang
tinggi.
Patologi kutaneus superfisial dicirikan dengan pustul subkorneal.Organisme ini jarang
tampak dalam pustul tetapi dapat dilihat pada pewarnaan stratum korneum dengan PAS
(Periodic Acid-Schiff). Histologi granuloma kandidal menunjukkan tanda papillomatous dan
hyperkeratosis dan kulit yang menebal berisi infiltrat limfosit, granulosit, plasma sel, dan sel
giant multinuklear.4
Faktor Risiko
1.

Bayi, wanita hamil, dan usia lanjut

2.

Hambatan pada permukaan epitel; karena gigi palsu, pakaian

3.

Gangguan fungsi imun


a. Primer; penyakit kronik granulomatosa
5|Page

b. Sekunder; leukemia, terapi kortikosteroid


4.

Kemoterapi
a. Imunosupresif
b. Antibiotik

5.

Penyakit endokrin; diabetes mellitus

6.

Karsinoma

7.

Miscellaneous; kerusakan pada lipatan kuku.9

Gejala Klinis
Manifestasi klinis yang muncul dapat berupa gatal yang mungkin sangat hebat. Terdapat lesi
kulit yang kemerahan atau terjadi peradangan, semakin meluas, makula atau papul, mungkin
terdapat lesi satelit (lesi yang lebih kecil yang kemudian menjadi lebih besar). Lesi
terlokalisasi di daerah lipatan kulit, genital, bokong, di bawah payudara, atau di daerah kulit
yang lain. Infeksi folikel rambut (folikulitis) mungkin seperti pimple like appearance.10
Klasifikasi
1. Kandidosis Kutis Lokalisata
a. Kandidiasis Intertriginosa
Lesi yang terjadi pada daerah lipatan kulit ketiak, lipat paha, intergluteal, lipat payudara,
antara jari tangan atau kaki, glands penis, dan umbilikus.Berupa bercak yang berbatas
tegas, bersisik, basah, eritematosa dan pustul. Lesi tersebut dikelilingi oleh satelit berupa
vesikel-vesikel dan pustul-pustul kecil atau bula yang bila pecah meninggalkan daerah
yang erosif, dengan pinggir yang kasar dan berkembang seperti lesi primer.
Pada orang yang obesitas dan banyak mencuci, jamur ini menyerang daerah interdigital
tangan maupun kaki.Terjadi daerah erosi, maserasi dan fisura berwarna keputihan di
tengahnya.Disini juga terjadi lesi-lesi satelit di sekelilingnya. Kondisi ini menimbulkan
rasa tidak nyaman dan kadang bisa menimbulkan nyeri. Kandidosis intertriginosa yang
6|Page

terjadi pada sela jari tangan maupun kaki dapat diikuti dengan paronikia dan
onikomikosis pada tangan atau kaki yang sama.6,11
b. Kandidiasis Perianal
Kandidosis perianal adalah infeksi oleh Candida pada kulit genital, perianal yang banyak
ditemukan pada bayi, sering disebut juga sebagai kandidosis popok, diaper rash, diaper
dermatitis. Hal ini terjadi karena popok yang basah oleh air kencing tidak segera diganti,
sehingga menyebabkan iritasi kulit genital dan sekitar anus. Penyakit ini juga sering
diderita oleh neonatus sebagai gejala sisa dermatitis oral dan perianal.6
Popok yang basah akan tampak seperti area intertriginosa buatan, merupakan tempat
predisposisi untuk infeksi ragi. Lesi yang tampak berupa dasar merah dan pustule satelit.
Kadang sering dijumpai pula gejala pruritus ani. 6 Biasanya kandidosis perianal ini dapat
menyebabkan bayi tersebut menjadi irritable, tidak nyaman ketika berkemih, defekasi dan
ketika menganti popok. Sering ditemukan lesi eritema, edema dengan papul dan
pustus.Terdapat juga erosi, collarette- like scaling pada tepi lesi.
Dermtitis popok sering diobati dengan kombinasi steroid krim dan lotion yang
mengandung antibiotic.Walaupun obat ini mungkin berisi klotrimazol yang merupakan
obat anti jamur, mungkin konsentrasinya tidak cukup untuk mengendalikan infeksi jamur
yang terjadi.Komponen kortison dapat mengubah gambaran klinis dan memperpanjang
penyakit.Bentuk nodular granulomatosis kandidosis di daerah popok, muncul sebagai
kusam, eritem, dan nodul dengan bentuk yang tidak teratur, kadang-kadang dasar yang
eritem merupakan reaksi biasa untuk organisme Candida atau infeksi Candida yang
disebabkan oleh steroid.Meskipun infeksi dermatofit jarang terjadi di daerah popok, tetapi
kasus ini sering ditemukan. Setiap upaya harus dilakukan untuk mengidentifikasi
organism dan mengobati infeksi dengan tepat.10
2. Kandidosis Kutis Generalisata
Lesi terdapat pada glabrous skin, biasanya juga di lipat payudara, intergluteal, dan umbilikus.
Sering disertai glositis, stomatitis, dan paronikia. Lesi berupa ekzematoid, dengan vesikelvesikel dan pustul-pustul. Penyakit ini sering terdapat pada bayi, mungkin karena ibunya
menderita kandidiasis vagina atau mungkin karena gangguan imunologik sehingga daya
tahan tubuh bayi tersebut rendah.6
7|Page

Pada bayi baru lahir yang menderita kandidosis kutis generalisata, dengan vesikulopustul di
atas eritem muncul pada saat bayi baru lahir atau beberapa jam setelah lahir. Lesi pertama
kali muncul di muka, leher dan menyebar ke seluruh tubuh dalam waktu 24 jam.11
3. Paronikia dan Onikomikosis
Paronikia dan onikomikosis adalah peradangan kuku dan bantalan kuku.Paronikia dapat
bersifat akut dan kronis. Paronikia akut disebabkan oleh bakteri, sedangkan paronikia kronis
disebabkan oleh Candida sebagai pathogen tunggal atau ditemukan bersamaan bersama
dengan bakteri lain seperti Proteus atau Pseudomonas sp.11
Ini merupakan proses peradangan kronis pada lipatan kuku proksimal dan matriks kuku.8 Hal
ini terutama terjadi pada orang- orang yang tangannya sering terendam dalam air 6 seperti pada
ibu rumah tangga, pegawai bar atau rumah makan, penggemar tanaman, dan pegawai ikan.
Pemakaian alat pencuci piring mekanis yang semakin meluas mungkin berhubungan dengan
penurunan insidensi kelainan ini.
Gambaran klinis berupa eritema pada lipatan kuku proksimal (boilstering),12 pembengkakan
tidak bernanah, kuku menjadi tebal, mengeras dan berlekuk-lekuk, kadang-kadang berwarna
kecoklatan, tidak rapuh, tetap berkilat, tidak terdapat sisa jaringan di bawah kuku seperti pada
tinea unguium, dan hilangnya kutikula. Hal ini sering berhubungan dengan terjadinya distrofi
kuku. Candida albicans mempunyai peran patogenik, tetapi bakteri mungkin juga ikut
menyertainya. Tidak adanya kutikula memungkinkan masuknya bahan-bahan iritan seperti
detergen ke daerah di bawah kukuku proksimal, dan hal ini turut menyebabkan proses
peradangan.
Kondisi ini cukup berbeda dengan paronikia bacterial akut, yang timbul cepat, rasa sakit yang
hebat, dan banyak nanah hijau. Penekanan pada lipatan kuku yang bengakak pada paronikia
kronis bias mengeluarkan butiran-butiran kecil nanah yang berbentuk seperti krim susu dari
bawah lipatan kuku, tetapi hanya itu saja yang terjadi.
4. Kandidosis Granulomatosa
Kelainan ini jarang dijumpai.HOUSER dan ROTHMAN melaporkan bahwa penyakit ini
sering menyerang anak-anak, lesi berupa papul kemerahan tertutup krusta tebal berwarna
8|Page

kuning kecoklatan dan melekat erat pada dasarnya. Krusta ini dapat menimbul seperti tanduk
sepanjang 2 cm, lokalisasinya sering terdapat di muka, kepala, kuku, badan, tungkai, dan
faring.6

Pemeriksaan Penunjang
Pertama, diagnosis ditegakkan berdasarkan pada penampakan kulit, terutama jika ada faktor
resiko yang menyertai. Dan dilakukan kerokan kulit untuk dapat melihat bentuk jamur yang
mendukung candida.
Bahan-bahan klinis yang dapat digunakan untuk dilakukan pemeriksaan adalah kerokan kulit,
urin, bersihan sputum dan bronkus, cairan serebrospinal, cairan pleura dan darah, dan biopsi
jaringan dari organ-organ visceral.
Pemeriksaan penunjang yang dapat dilakukan antara lain :
1. Pemeriksaan langsung
Merupakan cara paling mudah dan metode yang paling efektif untuk mendiagnosis, tapi
tidak cukup untuk menyingkirkan bukti klinis yang lain.13 Pemeriksaan dengan kerokan
kulit dengan penambahan KOH 10%6,8akan memperlihatkan elemen candida berupa sel
ragi, balastospora6, peudohifa atau hifa bersepta. Pemeriksaan langsung tidak dapat
menetukan identifikasi etiologi secara spesifik dan kurang sensitive dibandingkan
dengan biakan.Hasil negative tidak selalu bukan disebabkan oleh Candida. Pemeriksaan
langsung mempunyai nilai sensitifitas dan spesifisitas sebesar 89,4% dan 83,90%.
Pewarnaan gram juga dapat digunakan dan akan memberikan hasil yang sama dengan
yang diperlihatkan pada pemeriksaan KOH 10%.
2. Pemeriksaan Biakan
Biakan merupakan pemeriksaan paling sensitive untuk mendiagnosis infeksi Candida.
Sabouraud Dextrose Agar (SDA)merupakan media standar yang banyak digunakan
untuk pemeriksaan jamur.Media ini mengandung 10 gr pepton, 40 gr glukosa, dan 10 gr
agar, serta ditambahkan 1000 ml air. Penambahan antibiotika pada SDA digunakan untuk
mencegah pertumbuhan bakteri. Biakan diinkubasi pada suhu kamar yaitu 25-27 0 C dan
9|Page

diamati secara berkala untuk melihat pertumbuhan koloni.6Koloni berwarna putih sampai
kecoklatan, basah, atau mukoid dengan permukaan halus dan dapat berkerut. Hasil
biakan dianggap negative bila tidak ditemukan pertumbuhan koloni dalam waktu empat
pekan.
3. Identifikasi Spesies
Meskipun gambaran klinis sulit dibedakan penentuan etiologi spesisik Candida sampai
ke tingkat spesies berguna untuk menentukan terapi dan prognosis. Adapun cara
mengidentifikasi Candida sp.dapat dilakukan dengan cara tradisional dan komersil.
a. Germ Tube Test
Germ tube test merupakan cara yang digunakan untuk menentukan indentifikasi
spesies C. albicans.Pemeriksaan ini menggunakan media yang mengandung serum
dan diinkubasi pada suhu 370 C selama 2 jam. Bila terdapat pertumbuhan germ tube
atau sprout mycelium,berarti spesies tersebut adalah C. albicans.Pertumbuhan Germ
tube dikenal sebagai Fenomena Reynols-Braude.
b. Penilaian Klamidospora
Penilaian Klamidospora menggunakan media commeal agar dengan Tween
890.Morfologi koloni Candida sp. dibedakan berdasarkan susunan blastospora dan
gambaran morfologi pseudohifa.Umumnya hanya C. albicans yang menghasilkan
klamidiospora.
c. Uji Asimilasi dan Fermentasi
Identifikasi Candida sp. dapat juga dilakukan berdasarkan kemampuan ragi untuk
mengasimilasi dan fermentasi karbohidrat yang berbeda utuk setiap spesies.Candida
albicans dapat mengasimilasi dan memfermentasi glukosa, galaktosa, maltose, dan
sukrosa.
d. CHROM agar candida
CHROM agar kandida merupakan cara komersil media biakan selektif untuk
mengidentifikasi Candida sp. Koloni C. albicans, C. tropicalis, C. glabrata, dan C.
10 | P a g e

krusei dapat dibedakan berdasarkan morfologi koloni dan warna yang ditimbulkan
oleh masing-masing koloni. Media ini mengandung 10 gr pepton, 20 gr glukosa, 0,5
gr kloramfenikol, 15 gr agar dan 2 gr chromogenic mix. Chromogenic mix
merupakan bahan yang menyebabkan perubahan warna koloni pada Candida sp.
4. Serologi
Macam-macam prosedur pemeriksaan serologi direncanakan untuk mendeteksi adanya
antibodi Candida yang berkisar pada tes immunodifusi yang lebih sensitive seperti
counterimmunoelectrophoresis(CIE), enzyme-linked immunosorbent assay(ELISA), and
radioimmunoassay (RIA).Produksi empat atau lebih garis precipitin dengan tes CIE telah
menunjukkan diagnosis kandidiasis pada pasien yang terpredisposisi.
5. Pemeriksaan histologi
Didapatkan bahwa spesimen biopsi kulit dengan pewarna periodic acid-schiff (PAS)
menampakkan hifa tak bersepta. Hifa tak bersepta yang menunjukkan kandidiasis
kutaneus berbeda dengan tinea.

6. Uji sensitifitas secara cepat dan tepat berdasarkan PCR dari DNA dapat juga digunakan
untuk mengidentifikasi patogenitas candida dalam jaringan.

Diagnosis Banding
Kandidiosis Kutis lokalisata : -

Eritrasma lesi di lipatan, lebih merah, batas tegas,


kering, tidak ada satelit, sinar wood positif.
-

Kandidiosis Kuku

Dermatitis Intertriginosa
Dermatofitosis (tinea)

: Tinea Unguium.

11 | P a g e

Tatalaksana
Penatalaksanaan terpenting adalah menghindari atau menghilangkan faktor predisposisi.
Salah satunya dengan cara selalu mempertahankan agar daerah tubuh yang lembab selalu
kering.
Terapi topical:
Larutan ungu gentian: -0,5 % untuk selaput lendir
- 1-2% untuk kulit
dioleskan sehari 2 kali selama 3 hari.
Nistatin dapat diberikan berupa krim, salep, emulsi.
Golongan azol

krim atau bedakmikonazol 2%

bedak, larutan dan krim klotrimazol 1%

krim tiokonazol1%

krim bufonazol1%

krim isokonazol1%

krim siklopiroksolamin 1%

Antimikotik topikal lain yang berspektrum luas.

Terapi sistemik:
Nistatin tablet
untuk menghilangkan infeksi lokal dalam saluran cerna, obat ini tidak diserap oleh
usus.
Amfoterisin B
Diberikan intravena untuk kandidiasis sistemik.
Kotrimazol

12 | P a g e

Pada kandidiasis vaginalis dapat diberikan kotrimazol 500mg per vaginam dosis
tunggal, sistemik dapat diberikan ketokonazol 2x200 mg dosis tunggal atau dengan
flukonazol 150 mg dosis tunggal.
Itrakonazol
diberikanpada kandidiasis vulvovaginalis.Dosis untuk orang dewasa 2x100 mg
sehari, selama 3 hari.
Terapi Non Medika Mentosa
1. Mandi 2x/hari
2. Tidak menggaruk area yang gatal
3. Tidak meminum obat atau mengoles obat sembarangan tanpa resep dokter
4. Menjaga sanitasi terutama kebersihan tubuh
5. Menggunakan pakaian dan pakaian dalam dari bahan yang menyerap keringat seperti
katun. Mengganti pakaian setiap hari, pakaian dalam 2x/hari
6. Tidak memakai handuk ataupun pakaian dalam bersama
7. Menjaga daerah-daerah seperti lipatan paha, lipatan payudara, sela-sela jari kaki tetap
kering
Komplikasi
Adapun komplikasi kutaneus kandidiasis yang bisa terjadi, antara lain:
1. Rekurens atau infeksi berulang kandida pada kulit
2. Infeksi pada kuku yang mungkin berubah menjadi bentuk yang aneh dan mungkin
menginfeksi daerah di sekitar kuku
Disseminated candidiasis yang mungkin terjadi pada tubuh yang immunocompromised.
Prognosis
Prognosis kutaneus kandidiasis umumnya baik, bergantung pada berat ringanya faktor
predisposisi. Biasanya dapat diobati tetapi sekali-kali sulit dihilangkan. Infeksi berulang
merupakan hal yang umum terjadi.

13 | P a g e

Bab III
Kesimpulan
Kandidiasis merupakan penyakit yang disebabkan oleh infeksi jamur jenis Candida. Jamur
Candida yang sering menyerang manusia adalah Candida albicans.Jamur ini merupakan flora
normal kulit, dapat menjadi patogen tergantung pada kondisi tertentu sesuai factor resiko
terjadinya kandidiasis. Infeksi jamur ini dapat mengenai pasien yang immunocompromise
dan immunocompetent dengan perbandingan 50 : 50, infeksi banyak terdapat pada Negara
kita yakni Indonesia, hal ini dikarenakan daerah Indonesia yang beriklim tropis, sehingga
memungkinkan jamur untuk bertumbuh dan berkembang biak. Candida dapat menyerang
manusia pada daerah selaput lender atau mukosa, pada daerah kulit, dan juga sistemik.
Kandidosis kutis adalah suatu infeksi jamur pada kulit yang disebabkan oleh jamur genus
Candida. Kandidosis kutis dibagi menjadi kadidosis intertriginosa, kandidosis perianal,
kandidosis kutis generalisata, paronikia dan onikomikosis dan kandidosis granulomatosa.
Untuk pengobatannya dapat diberikan pengobatan topical menggunakan nistatin dan krim
imidazole. Dan juga diberikan bedak mikonazol sebagai untuk pencegahan. Prognosis dapat
membaik apabila faktor predisposisi dapat dihilangkan atau dikurangi.Dan pasien
menggunakan obat sesuai dengan anjuran yang semestinya.

14 | P a g e

Daftar Pustaka
1. Hidalgo A Jose. Cunca a burke. Candidiasis. 2013 (internet) (cited : 2014 March 1)
available from http://emedicine.medscape.com/article/213853-overview#5
2. MA Pfaller. Epidemiology of candidiasis. 1995. J Hosp Infect (internet) (2014 March 1)
available from : www.ncbi.nlm.nih.gov/m/pubmed/7560969/
3. Sadar a, et all. The Predictor of Outcome in Immunocompetent With Hematogenous
Candidiasis. Int J Infect. 2004 (internet) (cited : 2014 March 1) available from :
http://www.ncbi.gov/m/pubmed/15109594/
4. Wolff, Klauss. Candidiasis. Dalam : Fitzpatrick. Dermatology in General Medicine. Ed
7th. New york. McGraw Hill Company. 2007. p: 1822
5. Kuswadji. Kandidosis. Dalam : Djuanda A., Hamzah M., Aishah S., Ilmu Penyakit Kulit
dan Kelamin. Edisi IV, Balai Penerbit Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia,
Jakarta, 2006. Pp:103-6
6. Weller. R, Hunter. J, Savin. J, Dahl. M. Fungal Infection. Dalam: Clinical Dermatology.
Fourth edition. UK. Blackwell Publishing. 2008: 252-254.
7. Sehgal. V. N. Candidosis. Dalam: The Textbook of Clinical Dermatology. Forth edition.
New Delhi. Jaypee Brother Medical Publisher. 2006: 59-62.
8. Anaissie, Elias J. Clinical Mycology. United State of America. Churchill Livingstone.
2003. p.461-2
9. Hall, John C. Sauer's Manual of Skin Diseases 8th edition. Canada. Lippincott Williams
& Wilkins Publishers. 2000.
10. www.medlineplus.com : Smith, D. Scott. Cutaneous Candidiasis. [online]. 2006 [cited
2008 Juni 18] : [screens]. Available from : URL:http://www.medlineplus.com
11. Habif, T. P, eds. Clinical Dermatology: A Color Guide to Diagnosis and Therapy 4th
edition. Pennsylvania. Mosby, inc. 2004. p. 440-450
15 | P a g e

16 | P a g e