Anda di halaman 1dari 16

PENDUGAAN ZONA ALTERASI SEBARAN EMAS

MENGGUNAKAN METODE CSAMT


DIAJUKAN KEPADA
PT. ANEKA TAMBANG GEOMIN
JAKARTA

I.

PENDAHULUAN
Sesuai dengan kurikulum yang ada di Program Studi Teknik Geofisika

Fakultas Teknologi Mineral UPN Veteran Yogyakarta TA. 2012/2013 setiap


mahasiswa dalam mencapai gelar kesarjanaan program pendidikan Strata 1 (S1)
sebelum melakukan Tugas Akhir harus melaksanakan kerja praktek yang topiknya
sesuai dengan teori yang didapat dalam bangku kuliah serta aplikasinya di lapangan
kerja.
Interaksi antara perguruan tinggi dalam hal ini Universitas Pembangunan
Nasional Veteran Yogyakarta khususnya mahasiswa dengan perusahaan dapat
bermanfaat bagi kedua belah
metode

serta

perkembangan

pihak. Mahasiswa dapat mengetahui strategi dan


teknologi

yang

digunakan

pada

perusahaan

pertambangan khususnya PT. ANEKA TAMBANG GEOMIN JAKARTA,


sedangkan pihak perusahaan dapat pula mengetahui konsep dan pemikiran yang telah
diterapkan dan dipelajari oleh mahasiswa dibangku kuliah untuk kelancaran kegiatan
perusahaan pertambangan dimasa akan datang.

II.

LATAR BELAKANG
Metode Controlled Source Audiofrequency Magneto Tellurics (CSAMT)

merupakan suatu metode yang diusulkan pertama kali dengan tujuan untuk
memecahkan masalah sinyal yang terjadi pada metode elektromagnetik lainnya yang

menggunakan sumber alami. Yang mampu digunakan untuk dapat memetakan pola
resistivitas struktur bawah permukaan pada eksplorasi mineral.Untuk itu pada metode
CSAMT menggunakan sumber buatan sehingga dapat menyelesaikan permasalahan
yang terjadi pada metode elektromagnetik lainnya yang menggunakan sumber alami.
Kelebihan lain yang ada pada metode CSAMT adalah diperoleh kualitas data yang
baik dengan sinyal yang kuat, kemampuan resolusi lateral yang baik, mempunyai
sinyal yang koheren sehingga mempermudah dalam pemrosesan data untuk
memisahkan sinyal noise, kedalaman penetrasi cukup dalam hingga kedalaman 2 3
km, serta biaya yang relatif ekonomis (murah) dan hanya memerlukan waktu yang
cukup singkat.
Metode Controlled Source Audiofrequency Magneto Tellurics (CSAMT)
terbukti sukses dalam pengembangan Lapangan Geothermal. Dengan keunggulan
metode CSAMT yang dapat memetakan Pola resistivitas dan konduktivitas struktur
bawah permukaan, maka dapat diketahui batas-batas dari reservoar geothermal.
Keunggulan ini juga berlaku pada proses eksplorasi mineral yang memiliki nilai
anomali resistivitas sehingga metode CSAMT juga terbukti berhasil dalam proses
eksplorasi mineral.
III. TUJUAN
1. Dapat memahami dan mempraktekan teknik eksplorasi dan pengolahan
data metode elektromagnetik CSAMT .
2. Dapat melakukan korelasi dan melakukan interpretasi berdasarkan pada
data CSAMT dengan data geologi.
3. Mendapatkan wawasan dan pengalaman kerja untuk bekal terjun ke
lapangan kerja nantinya.

IV.

TOPIK KERJA PRAKTEK


Topik kerja praktek diharapkan sesuai dengan bidang yang ditekuni yang telah

diperoleh di bangku kuliah yaitu:


1. PENDUGAAN ZONA ALTERASI SEBARAN EMAS
MENGGUNAKAN METODE CSAMT.
2. Atau dapat menyesuaikan dengan alternatif topik yang diajukan oleh PT
Aneka Tambang Jakarta dengan mempertimbangkan efektifitas, efisiensi
dan ketersediaan data-data yang ada di PT. Aneka Tambang Geomin
Jakarta .
V.

LOKASI KERJA PRAKTEK


Lokasi kerja praktek direncanakan akan dilaksanakan di perusahaan :
PT. ANEKA TAMBANG GEOMIN JAKARTA.

VI.

DASAR TEORI

1. Metode CSAMT
Metode Controlled Source Audiofrequency Magnetotelluric (CSAMT)
menggunakan sumber medan elektromagnetik (EM) buatan pada interval frekuensi
audio (0.1 Hz - 10 kHz) untuk meningkatkan signal to noise ratio (S/N). Umumnya
sumber medan EM buatan tersebut berupa arus listrik yang cukup kuat (~10 Ampere)
yang diinjeksikan ke dalam bumi dalam bentuk dipol. Metode CSAMT pada dasarnya
sama dengan metode natural-source magnetotellurics (MT) dan metode audiofrequency magnetotellurics (AMT). Perbedaan yang mendasar dari metode ini adalah
penggunaan sumber buatan pada CSAMT yang diletakkan pada jarak tertentu.
Sumber ini menghasilkan sinyal stabil yang menghasilkan keakuratan yang lebih
tinggi serta biaya eksplorasi yang lebih ekonomis jika dibandingkan dengan
menggunakan sumber alami pada panjang gelombang yang sama. Hanya saja pada
jarak sumber medan primer (transmitter) dengan penerima (receiver) yang berhingga

(Near-Field) menyebabkan asumsi gelombang bidang tidak berlaku karena bidang


gelombang yang merambat tidak tegak lurus dengan arah perambatannya. Peristiwa
ini menyebabkan pemodelan dan interpretasi data CSAMT relatif lebih sulit dari pada
data MT .[2] Karena pada metode MT asumsi gelombang bidang berlaku sehingga
dapat

mempermudah

dalam

perhitungan

matematika

maupun

kepentingan

interpretasi. Gelombang bidang atau gelombang datar merupakan gelombang yang


bidang gelombangnya berupa bidang datar yang merambat tegak lurus dengan arah
perambatan.

2. Prinsip Dasar Metode CSAMT


CSAMT adalah salah satu metode geofisika sounding dengan frequencydomain electromagnetik yang digunakan untuk mendapatkan peta resistivitas 2
Dimensi di bawah permukaan. Metode ini menggunakan dipol listrik yang
ditanamkan atau loop horizontal sebagai sumber energi. Medan listrik dan medan
magnet yang tegak lurus kemudian diukur, idealnya pada zona gelombang bidang
yang berada pada jarak jauh dari sumber seperti yang digambarkan pada Gambar 1.
Nilai resistivitas semu didapat dengan membandingkan besar medan listrik
horizontal dan medan magnet yang tegak lurus. Sudut beda fase antara medan listrik
dan medan magnet menunjukkan impedansi bumi. Pada umumnya pengukuran
dilakukan pada rentang frekuensi 0,1Hz hingga 10kHz.

Gambar VI.1. Pengukuran CSAMT


3. Persamaan Maxwell
Medan elektromagnetik dapat digolongkan menjadi 4 parameter medan, yaitu:
E = Intensitas Medan Listrik (V/m)
D = Rapat Fluks Medan Listrik (C/m2)
B = Intensitas Medan Magnet (A/m)
H = Rapat Fluks Medan Magnet (Wb/m2)
Keempat medan tersebut memenuhi Persamaan Maxwell, yang merupakan
persamaan umum yang dapat mendeskripsikan sifat gelombang elektromagnetik.
Persamaan Maxwell terdiri atas:
ur
ur ur
B
E
t

( Hukum Faraday)

(1)

ur
uu
v ur D
H J
t

(Hukum Ampere)

(2)

ur uv
D

(Hukum Coulomb)

(3)

ur uv
B 0

(Hukum Kekontinyuan Fluks)

(4)

Hukum Faraday menyatakan bahwa perubahan medan magnet terhadap waktu


menginduksi adanya medan listrik. Begitu pula yang terjadi pada Hukum Ampere,

bahwa medan magnet tidak hanya terjadi karena adanya sumber berupa arus listrik,
akan tetapi dapat juga disebabkan oleh medan listrik yang berubah terhadap waktu
sehingga menginduksi adanya medan magnet. Hukum Coulomb menyatakan bahwa
medan listrik disebabkan oleh adanya muatan listrik sebagai sumbernya. Sedangkan
Hukum kekontinyuan fluks menyatakan bahwa tidak ada medan listrik monopol.
Besarnya nilai medan listrik dan medan magnet induksi bergantung pada nilai

intrinsik batuan berupa (permitivitas),

(permeabilitas) dan (konduktifitas) yang

dihubungkan dengan persamaan 5-7


ur
ur
D E
ur
uu
r
B H
u
r
ur
J E

(Hukum Ohm)

(5)
(6)
(7)

Persamaan 5 menyatakan bahwa besarnya rapat fluks medan listrik tergantung


pada permitivitas bahan dielektrik yang diinduksi dan besarnya medan listrik yang
menginduksi. Persamaan 6 juga menyatakan bahwa besarnya fluks medan magnet
tergantung pada permeabilitas bahan dielektrik yang diinduksi serta besarnya medan
magnet yang menginduksi. Persamaan 7 (Hukum Ohm) menyatakan bahwa rapat arus
listrik bergantung pada nilai konduktivitas bahan yang terinduksi oleh besarnya
medan listrik.
4. Skin Depth & Effective Depth Penetration
Medan elektromagnetik akan teratenuasi ketika melewati lapisan konduktif,
jarak maksimum yang dapat dicapai oleh medan elektromagnetik saat menembus
lapisan konduktif ini dinamakan Skin Depth. Nilai skin depth dipengaruhi oleh
resistivitas bahan dan frekuensi yang digunakan. Hubungan ini dapat ditulis sesuai
dengan persamaan 8.

503

(8)

Effective Depth Penetration (D) adalah kedalaman yang dapat dicapai saat
dilakukan survei CSAMT. Nilai D ini dapat ditulis sesuai dengan persamaan 9. [2]

D 356

(9)

5. Cagniard Resistivity
Data yang didapat pada pengukuran dengan menggunakan Metode CSAMT
adalah berupa Medan Listrik dan Medan Magnet. Untuk mendapatkan nilai
resistivitas batuan, kita dapat menggunakan persamaan Cagniard Resistivity yang
ditunjukkan pada persamaan 10. [2]

1 Ex

5 f Hy

(10)

6. Karakteristik Data CSAMT


Persamaan medan EM akibat dipol listrik pada medium homogen telah
dikemukakan diantaranya oleh Kaufman & Keller (1983). Pada daerah far field
dimana jarak transmitter - receiver (r) jauh lebih besar dari pada skin depth (=(o)1

(/f)1/2) maka berlaku asumsi gelombang bidang. Dimana bidang gelombang

menjalar dengan arah yang tegak lurus dengan arah rambatannya. Pada kondisi
tersebut, komponen horisontal medan listrik (E) dan medan magnet (H) akibat suatu
dipol sepanjang dl dengan arus I dan konduktivitas medium dalam sistem koordinat
silinder (r, f) adalah sebagai berikut :

Dimana =2f dengan f adalah frekuensi (dalam Hertz) dan o = 4 x 10-7


H/m

adalah

permeabilitas

ruang

hampa.

Impedansi

didefinisikan

sebagai

perbandingan antara komponen medan listrik dan medan magnet yang saling
ortogonal, sehingga diperoleh :

Pada kondisi far field impedansi merupakan fungsi dari tahanan-jenis


medium (=1/) dan frekuensi sehingga impedansi mengandung informasi mengenai
distribusi tahanan-jenis sebagai fungsi kedalaman. Umumnya penerima terletak tegak
lurus terhadap orientasi sumber sehingga arah tangensial dan radial identik dengan
arah sumbu x dan sumbu y dalam sistem koordinat kartesian. Persamaan tahanan jenis
semu far field dapat dituliskan sebagai berikut :

Dimana Ex dalam mV / km dan Hy dalam nanoTesla (nT). Koefisien Kf


digunakan untuk memperhitungkan faktor pendekatan dalam persamaan medan EM
pada kondisi far field. Berdasarkan studi empirik, kondisi far field pada
umumnya dipenuhi jika r > 3 , sedangkan kondisi near field terjadi jika r <<
yaitu pada frekuensi rendah atau jarak transmitter - receiver tidak terlalu jauh.[5]
Komponen horisontal medan EM near field pada medium homogen dinyatakan
sebagai berikut :

Sehingga impedansi medium homogen pada kondisi near field adalah :

Impedansi near field merupakan fungsi dari tahanan-jenis medium dan jarak
transmitter - receiver yang mengindikasikan tidak adanya efek sumber akibat jarak
transmitter - receiver yang berhingga. Sebagaimana pada persamaan (14), persamaan
tahanan-jenis semu untuk near field dapat dituliskan sebagai berikut :

Dimana faktor 2 pada persamaan (18) sudah dimasukkan ke dalam koefisien


Kn .

7. Tensor, Vector & Scalar CSAMT


Pengukuran CSAMT dapat menggunakan beberapa konfigurasi, antara lain:
Tensor CSAMTSeparated Sources, Tensor CSAMTCoincident Sources, Partial
Tensor CSAMTSeparated Sources, Vector CSAMT, Scalar CSAMT dan Scalar
CSAET. Konfigurasi tersebut dapat divisualisasikan seperti pada Gambar 2.
Konfigurasi Scalar CSAMT sering digunakan saat eksplorasi yang dikarenakan lebih
cepat dan tidak membutuhkan banyak alat sehingga biaya eksplorasi lebih murah. [2]

Gambar VI.2. Beberapa Konfigurasi Metode CSAMT


8. Resistivitas Mineral
Material yang terdapat di bumi memiliki nilai konduktivitas yang berbedabeda (Gambar 3). Konduktivitas suatu batuan umumnya bergantung pada
interkoneksi dari struktur bantuan penyusunnya dan kandungan mineral atau fluida
pada interkoneksi tersebut. Tabel 1 menunjukkan nilai resistivitas beberapa materi. [4]

Gambar VI.3. Konduktivitas elektrik dari batuan di bumi.


Tabel 1. Daftar nilai resistivitas beberapa materi

VII. METODOLOGI PENELITIAN


1.

Pengumpulan Data

Data-data yang diperlukan dalam kerja praktek ini adalah :


a. Data-data Literatur.
b. Jurnal, Makalah dan Laporan (Penelitian) terdahulu.
c. Data rekaman CSAMT.
d. Data geologi.

e. Data data lain yang terkait dengan studi Elektromagnetik.


2. Tahapan Penelitian

Mulai
Akuisisi Data

Transfer data
Apparent Resistivitas
frekuensi
Editing & Smoothing

Inverse Model

Model Konseptual
Geologi

Misfit Kecil
Tidak
cocok

cocok
Penampang 2D
Resistivitas

Interpretasi
Selesai
Gambar VII.1 Diagram alir tahapan penelitian
Penjelasan sistematika penelitian yang akan dilakukan antara lain:

a. Studi pustaka
Melakukan studi pustaka dari literatur, makalah dan laporan dari
penulis-penulis terdahulu mengenai tahapan dan cara pengolahan (processing)
data CSAMT. Sebagai langkah awal untuk pendalaman materi sebelum
melakukan pengolahan data secara langsung di lapangan.
b. Pengambilan data
Merupakan tahapan akuisisi data yang diperlukan dalam pelaksanaan
penelitian berupa data yang telah diperoleh dari tahapan akuisisi di lapangan.
c. Processing dan analisis data
Melakukan pengolahan data dan analisis data terhadap data-data yang
telah dikumpulkan untuk mencapai tahapan penelitian yang telah disusun dan
direncanakan sehingga dapat mencapai tujuan dari penelitian tersebut yang
sesuai dengan tema yang diangkat.

VIII. WAKTU PENELITIAN

Setelah disesuaikan dengan jadwal akademik,waktu pelaksanaan Kerja


Praktek ini direncanakan selama 4 minggu sedangkan jadwal kegiatan (meliputi
waktu, hari dan tanggal) akuisisi, pengolahan data dan interpretasi disesuaikan
dengan kesepakatan dan ketentuan dari PT. ANEKA TAMBANG GEOMIN JAKARTA.

Kegiatan

Ke 1

Minggu
Ke 2
Ke 3

Ke 4

Studi Pustaka
Pengumpulan Data
Processing dan Analisa Data
Interpretasi Data dan Diskusi
Presentasi dan Evaluasi

IX.

ALAT , FASILITAS DAN AKOMODASI


Untuk mendukung kegiatan penelitian maka dibutuhkan beberapa alat

pendukung
yang diantaranya:
1. Data data penelitian
2. Seperangkat Komputer (PC)
3. Literatur yang berkait dengan penelitian
4. Peralatan yang menunjang penelitian
Fasilitas:
1. Akses ke perpustakaan
2. Akses ke internet
3. Akses untuk penggandaan data
Akomodasi :

Adanya beberapa pertimbangan antara lain jarak yang begitu jauh


antara daerah asal mahasiswa peneliti dengan daerah penelitian dan waktu
penelitian yang relatif lama, maka dibutuhkan beberapa fasilitas yang
menunjang dan memperlancar penelitian antaralain: akomodasi dan konsumsi
untuk mahasiswa selama waktu penelitian. Pemberian tunjangan intensif
selama penelitian di PT. ANEKA TAMBANG GEOMIN - JAKARTA
sangat diperlukan, selain akomodasi dan konsumsi. Ketentuan mengenai
pemberangkatan dan kedatangan mahasiswa peneliti lebih lanjut diatur oleh
pihak perusahaan PT. ANEKA TAMBANG GEOMIN - JAKARTA.
X.

LAPORAN
Semua hasil pengolahan data selama Kerja Praktek akan disusun dalam

bentuk laporan tertulis yang akan dilaporkan kepada PT. ANEKA TAMBANG
GEOMIN - JAKARTA dan kemudian diberikan pengesahan sebagai bukti telah
menempuh mata kuliah wajib kerja praktek sebanyak 2 sks.
XI.

KONTRIBUSI PENELITIAN
Kesempatan yang diberikan kepada mahasiswa dalam melakukan Kerja

Praktek di dunia industri ekplorasi energi dan sumberdaya mineral dan geoservis akan
dapat membuka wawasan akademisi khususnya mahasiswa yang bersangkutan pada
bidang teknologi geofisika yang dipakai untuk eksplorasi energi dan sumberdaya
mineral secara langsung. Selain itu juga diharapkan hasil penelitian ini dapat
dimanfaatkan oleh perusahaan untuk pengembangan lokasi-lokasi produksi sehingga
dapat menambah hasil produksi dan mengurangi resiko geologi.
XII.

PEMBIMBING
Untuk pembimbing dilapangan diharapkan dapat disediakan oleh perusahaan

sedangkan untuk pembimbing di kampus dari salah satu staf pengajar pada jurusan
Teknik Geofisika Universitas Pembangunan Nasional Veteran Yogyakarta.
XIII. PENUTUP

Kesempatan yang diberikan kepada mahasiswa untuk melaksanakan Kerja


Praktek di perusahaan akan lebih mengenalkan dan mendekatkan mahasiswa pada
lingkungan kerja yang sebenarnya sehingga keterkaitan antara lembaga Perguruan
Tinggi dengan kebutuhan kerja akan semakin cepat dalam proses penyesuaian
mahasiswa dalam menghadapi pekerjaan dalam industri kerja pertambangan nantinya.
Kesempatan yang diberikan oleh perusahaan dalam hal ini PT. ANEKA TAMBANG
GEOMIN - JAKARTA kepada mahasiswa tentunya akan dimanfaatkan sebaik
mungkin dan mahasiswa akan berusaha menyelesaikan dan memberikan laporan
penelitian dengan sebaik mungkin.
Semoga akan terjalin kerja sama yang baik dan menguntungkan antara
lembaga Perguruan Tinggi Universitas Pembangunan Nasional Veteran Yogyakarta
dengan pihak perusahaan yaitu PT. ANEKA TAMBANG GEOMIN - JAKARTA
dalam mempersiapkan sumber daya manusia yang berkualitas yaitu mahasiswa yang
lebih kompeten dalam industri pertambangan.

Anda mungkin juga menyukai