Anda di halaman 1dari 120

PEKERJAAN :

PENGAWASAN PEMBANGUNAN GEDUNG DIKLAT


RS. JIWA GRHASIA D.I. YOGYAKARTA

LOKASI :
RUMAH SAKIT GRHASIA
JL. KALIURANG KM 17 YOGYAKARTA

TAHUN ANGGARAN :
2013

PT. ADJISAKA KONSULTAN TEKNIK


Jl. Kutilang 12 Demangan Baru Yogyakarta (0274)585845,
e-mail
mail : adjisakakonsultanteknik@Gmail.com

Nomor
:
Lampiran :

055/AS/VII/2013
1 bendel

Yogyakarta, 06 Juli 2013

Kepada Yth.
Panitia Pengadaan Pembangunan Gedung Diklat
Rumah Sakit Jiwa Grhasia
di Jalan Kaliurang Km. 17 Yogyakarta
Perihal : Penawaran Administrasi dan Teknis untuk pekerjaan Pengawasan Pembangunan Gedung Diklat
RS. Grhasia Yogyakarta
Sehubungan dengan Undangan Pengambilan
Pengambil
Dokumen Pemilihan Nomor 027/2878 tanggal 05 Juni 2013
dan setelah kami pelajari dengan saksama Dokumen Pemilihan, Berita Acara Pemberian Penjelasan [dan
Adendum Dokumen Pemilihan],, dengan ini kami mengajukan penawaran Administrasi dan Teknis untuk
pekerjaan Pengawasan Pembangunan Gedung Diklat RS. Grhasia Yogyakarta
Penawaran Administrasi dan Teknis ini sudah memperhatikan ketentuan dan persyaratan yang tercantum
dalam Dokumen Pemilihan untuk melaksanakan pekerjaan tersebut di atas.
Penawaran ini berlaku 45 (empat puluh lima) hari kalender sejak batas akhir pemasukan Dokumen
Penawaran sampai dengan tanggal penandatanganan kontrak
kontrak.
Sesuai dengan persyaratan Dokumen Pemilihan, bersama Surat Penawaran Administrasi dan Teknis ini
kami lampirkan :
1) [Surat Perjanjian Kemitraan/Kerja Sama Operasi, apabila ada]
2) Dokumen penawaran teknis, terdiri dari :
a. Data Pengalaman Perusahaan, terdiri dari :
1) Data Organisasi Perusahaan;
2) Daftar Pengalaman Kerja Sejenis 10 (sepuluh) tahun terakhir;
3) Uraian Pengalaman Kerja Sejenis 10 (sepuluh) tahun terakhir;
b. Pendekatan dan Metodologi, terdiri dari:
1) Tanggapan dan saran terhadap Kerangka Acuan Kerja;
2) Uraian pendekatan, metodologi, dan program kerja;
3) Jadwal pelaksanaan pekerjaan;
4) Komposisi tim dan
an penugasan;
5) Jadwal penugasan tenaga ahli;
c. Kualifikasi Tenaga Ahli, terdiri dari:
1) Daftar Riwayat Hidup personil yang diusulkan;
2) Surat pernyataan kesediaan untuk ditugaskan dari personil yang diusulkan;
d. [Dokumen lain yang dipersyaratkan]
Dengan disampaikannya Surat Penawaran ini, maka kami menyatakan sanggup dan akan tunduk pada
semua ketentuan yang tercantum dalam Dokumen Pemilihan.
Dengan disampaikannya Surat Penawaran ini, maka kami menyatakan sanggup dan akan tunduk pada
semua ketentuan
an yang tercantum dalam Dokumen Pemilihan.
PT. ADJISAKA
KONSULTAN TEKNIK

Bagiyo Susanto, ST.


Direktur Utama

PEKERJAAN :
PENGAWASAN PEMBANGUNAN GEDUNG DIKLAT
RS. JIWA GRHASIA D.I. YOGYAKARTA

LOKASI :
RUMAH SAKIT GRHASIA
JL. KALIURANG KM 17 YOGYAKARTA

TAHUN ANGGARAN :
2013

PT. ADJISAKA KONSULTAN TEKNIK


Jl. Kutilang 12 Demangan Baru Yogyakarta (0274)585845,
e-mail
mail : adjisakakonsultanteknik@Gmail.com

Nomor
:
Lampiran :

056/AS/VII/2013
1 bendel

Yogyakarta, 06 Juli 2013

Kepada Yth.
Panitia Pengadaan Pembangunan Gedung Diklat
Rumah Sakit Jiwa Grhasia
di Jalan Kaliurang Km. 17 Yogyakarta
Perihal : Penawaran Biaya untuk pekerjaan Pengawasan Pembangunan Gedung Diklat RS. Grhasia
Yogyakarta
Sehubungan dengan Undangan Pembukaan Dokumen Penawaran Sampul II Nomor 027/2878 tanggal 05 Juni
2013 dan setelah kami pelajari dengan saksama Dokumen Pemilihan, Berita Acara Pemberian Penjelasan
[dan Adendum Dokumen Pemilihan],
Pemilihan], serta menunjuk Surat Penawaran Administrasi dan Teknis kami
nomor 055/AS/VII/2013 tanggal 06 Juli 2013 perihal Penawaran Administrasi dan Teknis Pekerjaan
Pengawasan Pembangunan Gedung Diklat RS. Grhasia Yogyakarta,
Yogyakarta dengan ini kami mengajukan
Penawaran Biaya untuk pekerjaan Pengawasan Pembangunan Gedung Diklat RS. Grhasia Yogyakarta
sebesar Rp 145.447.000,00 (Seratus empat puluh lima juta empat ratus empat puluh tujuh ribu rupiah)
Penawaran Biaya ini sudah memperhatikan ketentuan dan persyaratan yang tercantum dalam Dokumen
Pemilihan untuk melaksanakan pekerjaan tersebut di atas. Jangka waktu pelaksanaan pekerjaan selama
135 (seratus tiga puluh lima) hari kalender.
Penawaran ini berlaku selama 45 (empat puluh) lima hari kalender sejak batas akhir pemasukan Dokumen
Penawaran sampai dengan tanggal penandatangan kontrak
Sesuai dengan
n persyaratan Dokumen Pemilihan, bersama Surat Penawaran Biaya ini kami lampirkan :
1. Rekapitulasi Penawaran Biaya
2. Rincian Biaya Langsung Personil ((remuneration)
3. Rincian Biaya Langsung Non-Personil
Personil (direct
(
reimburseable cost)
4. [Dokumen lain yang dipersyaratkan]
Dengan disampaikannya Surat Penawaran ini, maka kami menyatakan sanggup dan akan tunduk pada
semua ketentuan yang tercantum dalam Dokumen Pemilihan.
PT. ADJISAKA
KONSULTAN TEKNIK

Bagiyo Susanto, ST.


Direktur Utama

REKAPITULASI PENAWARAN BIAYA

NO

I
II

URAIAN

TOTAL HARGA

BIAYA LANGSUNG PERSONIL


BIAYA LANGSUNG NON PERSONIL
Sub total
PPN 10%
Total
Dibulatkan

Rp
Rp

121.500.000,00
10.725.000,00

Rp
Rp
Rp
Rp

132.225.000,00
13.222.500,00
145.447.500,00
145.447.000,00

TERBILANG : SERATUS EMPAT PULUH LIMA JUTA EMPAT RATUS EMPAT PULUH TUJUH RIBU RUPIAH
Yogyakarta, 06 Juli 2013
PT. ADJISAKA

KONSULTAN TEKNIK

Bagiyo Susanto, ST
Direktur Utama

RINCIAN BIAYA LANGSUNG PERSONIL

No

Nama Personil

Posisi

Harga
Satuan

Orang Bulan

JUMLAH

TENAGA AHLI
1
2
3
4

Ir. Bambang M.
Ir. Afrianto Sofyan, MT
Ir. Subiantoro, MT.
Drs. Agus Basukisti, MT.

1
2
3

Rusyono Yuliarto, ST.


Bambang Suryo, ST.
Arief Setyawan, SE.

Ketua Tim
Ahli Arsitektur
Ahli Struktur
Ahli Mekanikal/Elektrikal

Rp
Rp
Rp
Rp

5.500.000,00
5.000.000,00
5.000.000,00
5.000.000,00

4,50
3,00
3,00
3,00

Rp
Rp
Rp
Rp

24.750.000,00
15.000.000,00
15.000.000,00
15.000.000,00

Koordinator Pengawas
Pengawas Lapangan
Staf Administrasi

Rp
Rp
Rp

4.500.000,00
4.500.000,00
2.500.000,00

4,50
4,50
4,50

Rp
Rp
Rp

20.250.000,00
20.250.000,00
11.250.000,00

TENAGA PENDUKUNG

Rp 121.500.000,00

RINCIAN BIAYA LANGSUNG NON PERSONIL

No

Uraian

1 Alat Kantor Habis Pakai


1.1. Kertas HVS A4
1.2. Tinta Printer
2 Biaya Komunikasi
3 Biaya sewa komputer
4 Biaya sewa printer
5 Biaya Transportasi
4.1. Sewa Kendaraan roda 4
4.2. Sewa Kendaraan roda 2
6 Biaya Laporan
5.2. Laporan Mingguan
5.3. Laporan Bulanan
5.4. Laporan Akhir

Volume &
Satuan

5,0
3,0
1,0
4,5
4,5

rim
botol
ls
bln
bln

Harga Satuan
(Rp)

Jumlah
(Rp)

Rp
Rp
Rp
Rp
Rp

25.000,00
45.000,00
1.750.000,00
500.000,00
750.000,00

Rp
Rp
Rp
Rp
Rp

125.000,00
135.000,00
1.750.000,00
2.250.000,00
3.375.000,00

4,5 bln
4,5 bln

Rp
Rp

150.000,00
30.000,00

Rp
Rp

675.000,00
135.000,00

54,0 buku
14,0 buku
3,0 buku

Rp
Rp
Rp

25.000,00
45.000,00
100.000,00

Rp
Rp
Rp

1.350.000,00
630.000,00
300.000,00

Rp

10.725.000,00

PEKERJAAN :
PENGAWASAN PEMBANGUNAN GEDUNG DIKLAT
RS. JIWA GRHASIA D.I. YOGYAKARTA

LOKASI :
RUMAH SAKIT GRHASIA
JL. KALIURANG KM 17 YOGYAKARTA

TAHUN ANGGARAN :
2013

PT. ADJISAKA KONSULTAN TEKNIK


Jl. Kutilang 12 Demangan Baru Yogyakarta (0274)585845,
e-mail
mail : adjisakakonsultanteknik@Gmail.com

Usulan Teknis Pengawasan Pembangunan


Gedung Diklat RS. Jiwa Grhasia Yogyakarta

1. LATAR BELAKANG

Untuk Kegiatan Pendukung Pelayanan Kesehatan Sub Kegiatan Pendukung Pelayanan


Sarpras Aparatur maka diadakan Pembangunan Gedung Diklat RS Jiwa Grhasia DIY
sehingga untuk mewujudkan setiap bangunan gedung pemerintah harus diwujudkan
dengan

sebaik-baiknya,

bangunannya,

andal

sehingga

dan

dapat

mampu
sebagai

memenuhi
teladan

secara

optimal

fungsi

bagi lingkungannya, serta

berkontribusi positif bagi perkembangan arsitektur pada umumnya serta memenuhi


criteria teknis bangunan yang layak dari segi mutu,biaya, dan kriteria administrasi
bagi bangunan gedung pemerintah, untuk membantu pengguna barang / jasa dalam
proses pengawasan

pada pelaksanaan pembangunan di instansi tersebut, maka

dibutuhkan Konsultan Pengawas yang pengadaanya melalui proses pemilihan yang


telah diatur dalam perundangan yang berlaku sehingga proses pekerjaan dapat
mencapai sasaran kegiatan pembangunan.
PT. ADJISAKA KONSULTAN TEKNIK sebagai Konsultan Pengawas akan melaksanakan
Pengendalian dan Pengawasan Pelaksanaan Pembangunan Gedung Diklat RS Grhasia
Yogyakarta

sesuai

dengan

KAK

yang

telah

dipersiapkan

untuk

menunjang

terlaksananya Pekerjaan dengan baik dan optimal.


2. LOKASI KEGIATAN

Lokasi kerja dari Konsultan Pengawas adalah di RS. Jiwa Grhasia Jl. Kaliurang km 17
Yogyakarta
3. PENGALAMAN MANAJERIAL
Untuk mengantisipasi tuntutan pasar dan tingkat persaingan sehingga kepuasan pengguna jasa
dapat terpenuhi, PT. Adjisaka Konsultan Teknik sebagai Perusahaan Swasta Nasional yang

Usulan Teknis Pengawasan Pembangunan


Gedung Diklat RS. Jiwa Grhasia Yogyakarta

bergerak pada jasa konsultansi berusaha untuk

menerapkan manajemen mutu secara

bertahap untuk menjaga kelangsungan perusahaan agar tetap survive untuk itu manajemen
PT. Adjisaka Konsultan Teknik selalu menjaga pemakaian sumber daya yang dimiliki secara
efektif dan efisien yang meliputi : Sumber Daya Manusia (Man ), Uang (Money), Material
(Materials), Peralatan (Machines), Metoda/Teknologi (Methods), Jaringan yang dimiliki dan
Informasi Teknologi.
Penerapan manajemen mutu terpadu secara bertahap terdiri dari beberapa penerapan di
antaranya:
1. Penerapan sistem dengan:
-

Spesifikasi berdasarkan aturan yang berlaku sesuai dengan undang-undang dan


persyaratan teknis

Standar menyesuaikan dengan standar mutu dari manajemen mengarah kepada


pelaksanaan Total Quality Manajemen

Konsistensi dengan secara terus menerus melakukan perbaikan terhadap out put yang
belum memenuhi spesifikasi dan standar yang berlaku

Improvement dengan menjamin mutu secara terpadu sehingga kualitas pekerjaan


dapat terjamin

Sertifikasi yang berlaku bagi tenaga ahli dengan Sertifikat Keterangan Keahlian dan
Surat Keterangan Tenaga Terampil untuk tenaga pendukung

2. Sumber daya manusia yang dimiliki mempunyai komitmen, kesadaran, tanggung jawab
dan keterlibatan
3. Sistem manajemen yang mengacu kebijakan mutu sesuai dengan standar yang berlaku,
penentuan rencana kedepan dan dilakuan penjadwalan, ambil bagian secara fisik selalu
melakukan pengawasan untuk kemajuan yang terus menerus secara tertib, teratur dan
stabil sehingga menghasilkan:
a. Keuletan dalam bertanggung jawab terhadap pekerjaan
b. Kualitas dan efisien
c. Memperkecil resiko
d. Sasaran manajemen dapat tercapai

Usulan Teknis Pengawasan Pembangunan


Gedung Diklat RS. Jiwa Grhasia Yogyakarta

4. STRUKTUR ORGANISASI PERUSAHAAN

Direktur Utama

Komisaris

Bagiyo Susanto, ST

Siti Julaikah

Direktur

Rusyono Yuliarto, ST

Kabag. Perencanaan

Kabag Pengawasan

Kabag. Umum

Ir. Arief Budiarto

Ir. Bambang M.

Drs. Tri Hari Mulyono

Staf Ahli Sipil, Staf


Ahli Geodesi
& Staf Teknik

Staf Ahli Arsitek


& Staf Teknik

Ir. Subiantoro, MT
Ir. Tri Haryo Sugoro
Ir. Bambang M.
Ir. Sudjoko
Ir. Djoko Pitono
Bambang S, ST
Koko Sri H., ST
Dwijono F., ST.
Heri Partono, ST.

Ir. Bambang R., MT


Ir. Winarno
Ir. Hadi Udjianto
Ir. Arief Budiarto
Liga Bhuay P., ST.
Prono Danto, ST.
Katrin Depari, ST.
Agus Sunaryo, ST.
Nur Wijayadi, ST.

Staf Ahli Mek./Elek.


& Plumbing

Drs. Agus Basukesti,MT.


Ir. Henrey D., M.Eng

Ir. Nurfi Ahmadi


Agung Mahendro, ST

Staf Keuangan,
Administrasi &
Logistik

Arief Setyawan, SE
Rusdiyono F., SE
Sri Purwati
M. W. Syamsu

Usulan Teknis Pengawasan Pembangunan


Gedung Diklat RS. Jiwa Grhasia Yogyakarta

5. LEGALITAS PERUSAHAAN
5.1. Data Administrasi
1. Nama

2. Status

3. Alamat

PT. ADJISAKA KONSULTAN TEKNIK


Pusat

Cabang

Jl. Kutilang 12 Demangan Baru, Caturtunggal,


Depok, Sleman Yogyakarta

No. Telepon

(0274) 585845

No. Fax.

(0274) 585845

E-Mail

adjisakakonsultanteknik@gmail.com

No. Telepon

No. Fax

E-Mail

4. Alamat Kantor Pusat

5.2. Ijin Usaha


No. IUJK

1-001030-1204-3-00249,

tanggal 24 Juni 2007 1-

001030-1204-3-00250 tanggal 24 Juni 2007


Masa berlaku ijin usaha

13 Juli 2013

Instansi pemberi ijin usaha

Dinas Permukiman, Prasarana Wilayah dan


Perhubungan

5.3. Landasan Hukum Pendirian Badan Usaha


1. Akta Pendirian PT
a. Nomor Akta

06

b. Tanggal

05 Juli 2000

c. Nama Notaris

RM. Soerjanto Partaningrat, SH

a. Nomor Akta

03

b. Tanggal

09 Agustus 2008

c. Nama Notaris

Muhammad Zainil Hakim, SH

2. Akta Perubahan Terakhir

5.4. Komisaris (untuk PT)


No
1.

Nama
Siti Julaikah

No. KTP

Jabatan dalam
Perusahaan

3404075906700004

Komisaris

Usulan Teknis Pengawasan Pembangunan


Gedung Diklat RS. Jiwa Grhasia Yogyakarta
5.5. Direksi / Pengurus Perusahaan
No

Nama

No. KTP

Jabatan dalam
Perusahaan

1.

Bagiyo Susanto, ST

3404070406520008

Direktur Utama

2.

Rusyono Yuliarto, ST

3404072007700003

Direktur

5.6. Susunan Kepemilikan Saham (untuk PT)


No

Nama

No. KTP

Alamat
Jl. Kutilang 12 Demangan
Baru Yogyakarta
Jl. Kutilang 12 Demangan
Baru Yogyakarta
Lojajar Indah D-69,
Sinduadi, Sleman

Siti Julaikah

3404075906700004

Bagiyo Susanto, ST

3404070406520008

Ir. Bambang Muchdiatmoko

3404121404530001

5.7. Pajak
1. Nomor Pokok Wajib Pajak

01.254.507.5-542.000

2. Bukti Pelunasan Pajak Tahun Terakhir


Nomor / tanggal

(Terlampir)

3. Laporan Bulanan PPH/PPN tiga bulan


Nomor / tanggal

(Terlampir)

4. Surat Keterangan Fiskal (sebagai pengganti huruf b dan c)


Nomor / tanggal

(Terlampir)

Prosentase
Saham
2%
88 %
10 %

Usulan Teknis Pengawasan Pembangunan


Gedung Diklat RS. Jiwa Grhasia Yogyakarta

Usulan Teknis Pengawasan Pembangunan


Gedung Diklat RS. Jiwa Grhasia Yogyakarta

Bidang Pengawasan
No

Nama Paket Pekerjaan

1.

Pengawasan
Pembangunan Gedung
Pelayanan BBTKL PP
Tahap I

2.

3.

4.

5.

6.

7.

Pengawasan
Pembangunan Gedung
Lanjutan (Rehabilitasi
Sedang / Berat)
Kantor
Pekerjaan Pengawasan
Belanja Modal Gedung
dan Bangunan Berupa
Gedung HIMA FIS
Universitas Negeri
Yogyakarta

Pekerjaan
Pengawasan
Pembangunan
Prasarana Lingkungan
ISI Yogyakarta
Pengawasan
Pembangunan TPST UGM
1 paket
Pengawasan
Pembangunan Klinik
Lingkungan Mitigasi
Bencana Fakultas
Geografi Universitas
Gadjah Mada
Pengawas Konstruksi
Pembangunan Gedung
Perpustakaan

Bidang /Sub
Bidang
Pekerjaan

31001

31001

31001

31001

31001

31001

31001

Pemberi Tugas / Pengguna Jasa


Lokasi /
Sumber Dana

Kontrak

Tgl. Selesai menurut


Nilai
(Rp)

Kontrak

KR.02.01/VIII.
3/52/2012,
tanggal 06 Juli
2012

90.640.000,00

17/12/2012

BA Serah
Terima
17/12/2012

Jalan Kyai Mojo


No. 70
Yogyakarta

027/569 tgl 14
Agustus 2012

43.395.000,00

26/12/2012

26/12/2012

Saliman, M.Pd.

Kompleks
Karangmalang
Yogyakarta

29a/SPK/UN34.1
4/LK/2012
tanggal 06
September 2012

27.000.000,00

15/12/2012

15/12/2012

Jl. Parangtritis
km. 6,5 Bantul
D.I.Yogyakarta

Dra.
Kusminiastuti

Jl. Parangtritis
km. 6,5 Bantul
D.I.Yogyakarta

4840/K.14.11.
1/LK/2012 tgl.
18/09/2012

90.000.000,00

15/12/2012

15/12/2012

Kalitirto,
Berbah, Sleman
/ APBN

Kusumastuti Sri
Winahyu, ST

Jl. Kenari 1
Yogyakarta

76.890.000,00

14/10/2011

14/10/2011

Kampus UGM,
Sekip,
Yogyakarta /
APBN

Edy Yunarto,
SH., M.Pd

Kampus UGM,
Sekip, Yogyakarta
/ APBN

KU
08.08/CL/PPLPDIY/175 PU tgl.
27 Mei 2011
6/PPKGEOGRAFI/DIPAAPBN-P/2011
tanggal 26
Oktober 2011

238.590.000,00

31/12/2011

31/12/2011

Jl. Tentara
Rakyat Mataram
No. 29 Yk /
APBN

Hendarto
Budiyono, S.MI.,
MM.

Jl. Tentara Rakyat


Mataram No. 29 Yk
/ APBN

144.485.000,00

25/12/2011

25/12/2011

Nama

Alamat / Tel.

No/Tanggal

Jalan Wiyoro
Lor No 21
Baturetno
Banguntapan
Bantul
Jalan Kyai
Mojo No. 70
Yogyakarta

Dian Trikoriati,
ST,SKM, MPH.

Jalan Wiyoro Lor


No 21 Baturetno
Banguntapan
Bantul

Drs. Bambang
Budi Sulistiya,
MM.

Kompleks
Karangmalang
Yogyakarta

011/2835,
tanggal 12
September 2011

Usulan Teknis Pengawasan Pembangunan


Gedung Diklat RS. Jiwa Grhasia Yogyakarta

Bidang Pengawasan
No

Nama Paket Pekerjaan

8.

Pengawasan Konstruksi
Bangunan Gedung
Sekolah Wilayah UPT
Yandik Kec. Gamping
Pengawasan Konstruksi
Bangunan Gedung
Sekolah Wilayah UPT
Yandik Kec. Ngemplak
Pengawasan Rehabilitasi
Berat / Sedang
Puskesmas Pembantu
Sindumartani Ngemplak

9.

10.

11.

12.

13.

14.

Pengawasan
Pembangunan Gedung
Sarana Pendidikan dan
Infrastruktur UIN Sunan
Kalijaga Yogyakarta
Pengawasan
Pembangunan Gedung
Kuliah Tahap II (Kampus
Baru) Akademi Teknologi
Kulit Yogyakarta
Pengawasan Lanjutan
Pembangunan Gedung
Kantor Pelayanan Pajak
Pratama Wonosari
Pengawasan
Pembangunan Gedung
Rawat Jalan, Ruangan
Operasi, Ruangan
Bersalin, dan Penunjang
Medis (Pembangunan
Tahap I) Panti Rahayu
Gunung Kidul

Bidang /Sub
Bidang
Pekerjaan

Pemberi Tugas / Pengguna Jasa

Kontrak

Lokasi /
Sumber Dana
Jl. Parasamya
Beran Tridadi

Nama

Alamat / Tel.

No/Tanggal

Sungkana S.ST.,
M.Eng.

Jl. Parasamya
Beran Tridadi

Jl. Parasamya
Beran Tridadi

Sungkana S.ST.,
M.Eng.

Jl. Parasamya
Beran Tridadi

Dr. Joko
Hastaryo, M.Kes.

31001

Sindumartani,
Ngemplak,
Sleman

Drs. H. Yusuf
Khusaini, M.A.

31001

Jl. Marsda
Adisucipto
Yogyakarta

Dinas Kesehatan
Pemkab Sleman
Jl. Roro Jonggrang
6 Beran, Tridadi,
Sleman
Jl. Marsda
Adisucipto
Yogyakarta

08/DiporaSLM/Was/Gampi
ng/2010 tgl. 29
Oktober 2010
08/DiporaSLM/Was/Ngem
plak/2010 tgl.
29 Oktober 2010
027/3163A, tgl.
11 Oktober 2010

Jl. Ring Road


Selatan, Glugo,
Panggungharjo,
Sewon, Bantul

Nuraini Indrati,
B.Sc. S.Pd.

Jl. Wonosari
Yogyakarta

Suparmo

Kelor,
Karangmojo,
Gunungkidul,
Prov. D.I.Y

T. Tani
Handoko, Ph.D.

31001

31001

31001

31001

31001

Tgl. Selesai menurut

Nilai
(Rp)
20.210.000,00

29/12/2010

BA Serah
Terima
29/12/2010

9.509.000,00

29/10/2010

29/10/2010

5.126.000,00

18/12/2010

18/12/2010

UIN.2/BU/KS.01
.02/2917.a/201
0 tanggal 18
Oktober 2010

92.015.000,00

20/12/2010

20/12/2010

Jl. Ring Road


Selatan, Glugo,
Panggungharjo,
Sewon, Bantul

123/SK/SJIND.6.7/8/2010,
tgl. 27 Agustus
2010

87.026.000,00

30/12/2010

30/12/2010

Jl. Ring Road Utara


No. 10
Maguwoharjo
Depok Sleman
Yogyakarta
Yayasan Panti
Rapih Yogyakarta

SPK27/WPJ.23/KP.0
3/2010, tanggal
15 September
2010
112/YPR/B/VII/
2010, tanggal 14
Juli 2010

95.541.000,00

15/12/2010

20/12/2010

105.000.000,00

14/07/2010

14/11/2010

Kontrak

Usulan Teknis Pengawasan Pembangunan


Gedung Diklat RS. Jiwa Grhasia Yogyakarta

Bidang Pengawasan
No

Nama Paket Pekerjaan

15.

Pengawasan
Pembangunan Gedung
Kantor Kantor Pelayanan
Pajak Daerah Provinsi
DIY di Kabupaten Sleman
Pengawasan Teknis
Perluasan /
Pembangunan Puskesmas
Panjatan I, Perluasan
/Pembangunan
Puskesmas Galur I,
Relokasi Puskesmas
Kalibawang,
Pembangunan Rumah
Dinas Dokter dan
Paramedis Puskesmas
Panjatan II
Pengawasan
Pembangunan Gedung
Kantor Pelayanan Pajak
Pratama Wonosari

16.

17.

Bidang /Sub
Bidang
Pekerjaan
31001

Pemberi Tugas / Pengguna Jasa


Lokasi /
Sumber Dana
Maguwoharjo
Depok
Kabupaten
Sleman Provinsi
DIY
Tersebar di
Kabupaten
Kulon Progo
(Sumb
(Sumber Dana
APBD)

31001

Tgl. Selesai menurut

Nilai
(Rp)
100.000.000,00

15/12/2010

BA Serah
Terima
15/12/2010

23/K/KONS.AWA
S./DAKKES/II/2009,
tanggal 23
Februari 2009

79.500.000,00

05/10/2009

05/10/2009

SPK.192/WPJ.23
/KP.03/2009,
tanggal 16 Juni
2009

256.575.000,0

31/12/2009

05/10/2009

Nama

Alamat / Tel.

No/Tanggal

R. Agus
Supriyanto, SH.
M.Hum

Maguwoharjo
Depok Kabupaten
Sleman Provinsi
DIY

027/5291/E/VII/
2010 tanggal 30
Juli 2010

Achmad Syukur,
SKM, M.Kes.

Dinas Kesehatan
Kabupaten Kulon
Progo
Jl. Suparman No. 1
Wates, Kulon
Progo, Telp. 0274773011 Kode Pos :
55611

Kustituante
Harris

Jl. Ringroad Utara


No. 10,
Maguwoharjo,
Depok, Sleman

31001

Wonosari
Gunungkidul
(Sumber Dana
APBN)

Kontrak

Kontrak

Usulan Teknis Pengawasan Pembangunan


Gedung Diklat RS. Jiwa Grhasia Yogyakarta

Bidang Pengawasan

No

Nama Paket Pekerjaan

18.

Pengawasan Teknis
Rehabilitasi /
Pembangunan
Puskesmas, Puskesmas
Pembantu dan
Pembangunan
Poskesdes, Kegiatan
Dana Alokasi Khusus
(DAK) Bidang Kesehatan
Lanjutan Kabupaten
Kulon Progo
Pengawasan
Pembangunan /
Pemugaran MPN Sri
Sultan Hamengkubuwono
I, MPN Sultan Agung
Anyokro Kusumo, MPN
Sri Susuhunan
Pakubuwono VI, MPN
Jend. TNI KGPH.
Djatikusumo, MPN Sri
Sultan Hamengkubuwono
IX dan Rehabilitasi
Komponen di Luar
Komplek MPN Imogiri
Pengawasan Rehabilitasi
Gedung Balai Besar
Kulit, Karet dan Plastik

19.

20.

21.

Pengawasan
Pembangunan Gedung
Pendidikan Berupa
Pembangunan Gedung
Kantor dan Pendidikan
LPMP Yogyakarta

Bidang /Sub
Bidang
Pekerjaan

31001

Pemberi Tugas / Pengguna Jasa


Lokasi / Sumber
Dana
Tersebar di
Kabupaten
Kulon Progo
(Sumber Dana
APBD)

Kontrak

Tgl. Selesai menurut

Nilai
(Rp)
56.119.000,00

25/09/2008

BA Serah
Terima
25/09/2008

381E/K2KS/VII/
2008, Tgl. 14
Juli 2008

59.950.000,00

14/11/2008

14/11/2008

Jl. Sokonandi No. 9


Yogyakarta

1109/Bd/BBKKP
/IV/2007,
tanggal 20 April
2007

180.262.000,00

20/08/2007

--

Jl. BPG Raya


Tirtomartani
Kalasan Sleman,
D.I. Yogyakarta

2453/F31/KU/2
007 tanggal 28
Mei 2007

155.468.000,00

08/08/2007

Nama

Alamat / Tel.

No/Tanggal

Wilis Prasetyo,
SKM

Jl. Suparman No. 1


Wates, Kulon Progo

068/SP3/K/DAKKES/KP/V/2008,
tanggal 24 Mei
2008

MPN Imogiri,
Kabupaten
Bantul, Provinsi
D.I. Yogyakarta
(Sumber Dana
APBN)

Drs. Muchsis
Malik

Jl. Salemba Raya


28 Jakarta pusat

Jl. Sokonandi
No. 9
Yogyakarta
(Sumber Dana
APBN)
Jl. BPG Raya
Tirtomartani
Kalasan Sleman,
D.I. Yogyakarta
(Sumber Dana
APBN)

Hardono, SH.

Drs. Joko Saroso

Kontrak

31001

31001

31001

Usulan Teknis Pengawasan Pembangunan


Gedung Diklat RS. Jiwa Grhasia Yogyakarta

Bidang Pengawasan

No

Nama Paket Pekerjaan

22.

Pengawasan Teknis
Kegiatan Pengadaan
Puskesmas Wates,
Temon I, Galur II,
Gedung Operasi RSUD
dan Rehabilitasi Tempat
Pendaftaran Pelayanan
Pasien RSUD Wates.
Dana Infrastruktur Jalan
dan lainnya Bidang
Kesehatan Kabupaten
Kulon Progo

23.

24.

25.

26.

Pengawasan
Pembangunan Gasebo
Ruang Sidang Dekorasi
P4TK Seni dan Budaya
Yogyakarta
Pengawasan Kegiatan
Restorasi Gempa DIPA
2007 Paket C UGM
Yogyakarta
Pengawasan Lanjutan
Pembangunan Sarana
Praktik Olah Tubuh
P4TK Seni dan Budaya
Yogyakarta
Pengawasan
Pembangunan Gedung
Baru Sekolah Dasar di
SD Kotagede 01, SD
Kotagede 03

Bidang /Sub
Bidang
Pekerjaan

Pemberi Tugas / Pengguna Jasa


Lokasi / Sumber
Dana
Kabupaten
Kulon Progo
(Sumb
(Sumber Dana
APBD)

Kontrak
Nilai
(Rp)
134.750.000,00

Tgl. Selesai menurut


Kontrak

BA Serah
Terima
-

Nama

Alamat / Tel.

No/Tanggal

Achmad Syukur,
SKM

Dinas Kesehatan
Kab. Kulonprogo

038/SP3/K/INFR
AKES/KP/IX/2007
tanggal 05
September 2007

Klidon,
Sukoharjo,
Ngaglik,
Sleman
(Sumber Dana
APBN)
Bulaksumur
Yogyakarta
(Sumber Dana
APBN)

Drs. Taufan
Agus Hanafi

Klidon,
Sukoharjo,
Ngaglik, Sleman

902A/F.15.5/P
S/2007 tanggal
28 Juni 2007

10.450.000,00

01/09/200
7

Jawadi, ST.

Bulaksumur
Yogyakarta

80.334.000,00

29/12/200
7

Klidon,
Sukoharjo,
Ngaglik,
Sleman
(Sumber Dana
APBN)
Kotagede
Yogyakarta
(Sumber Dana
APBN)

Drs. Taufan
Agus Hanafi

Klidon,
Sukoharjo,
Ngaglik, Sleman

35/PPK/DIPARG/2007
tanggal 12
November
2007
663.A/F.15.5/
PS/2007
tanggal 25 Mei
2007

16.700.000,00

01/09/200
7

Ir. M. Natsir
Basuki

Jl. Bumijo 5
Yogyakarta

39.000.000,00

28/12/2007

31001

31001

31001

31001

31001

602.12/B/013/
3/YK/06, tgl.
25 September
2006

Usulan Teknis Pengawasan Pembangunan


Gedung Diklat RS. Jiwa Grhasia Yogyakarta

Bidang Pengawasan
Bidang /Sub
Bidang
Pekerjaan

No

Nama Paket Pekerjaan

27.

Pengawasan Remodelling
Ruang Belajar

31001

Pengawasan Penataan
Sarana Olah Tubuh

31001

28.
29.

30.

31.

32.

33.

34.

Pengawasan
Pembangunan Pasar Ikan
Higienis di Yogyakarta
Pembangunan Lt. 3
Gedung Jurusan Teknik
Perminyakan UPN
Veteran Yogyakarta
Pengawasan
Pembangunan Gedung
Kampus Babarsari UPN
Veteran Yogyakarta
Tahap IV

Pengawasan
Konstruksi Gedung
Radioterapi RSUD
Prof. Dr. Margono
Soekardjo Purwokerto
Pengawasan
Pembangunan Gedung
Kampus Babarsari UPN
Veteran Yogyakarta
Tahap I
Pengawasan
Pembangunan Gedung
Parkir RSUP Dr.
Sardjito Yogyakarta 4
Lantai

31001

31001

31001

31001

31001

31001

Pemberi Tugas / Pengguna Jasa

Kontrak

Lokasi

Nama

Alamat / Tel.

No/Tanggal

Ngaglik, Sleman
(Sumber Dana
APBN)
Ngaglik, Sleman
(Sumber Dana
APBN)
Giwangan,
Umbulharjo,
Yogyakarta
(Sumber D
Dana
APBD)
Kampus UPN
Veteran
Yogyakarta

Drs. Sardi

Klidon, Sukoharjo,
Ngaglik, Sleman

Drs. Sardi

Klidon, Sukoharjo,
Ngaglik, Sleman

Ir. Giri Subowo

Dinas Tata Kota


dan Bangunan Kota
Yogyakarta

Sugirwadi
Prayoga, SE,MM

Kampus UPN
Veteran
CondongCatur,
Yogyakarta
Kampus UPN
Veteran
CondongCatur,
Yogyakarta

893B/F15.5/PS/
2006, tgl. 14
Juli 2006
893A/F15.5/PS/
2006, tgl. 14
Juli 2006
003.1/2 15 02 3
6 01 02
2/KONTRAK/VI/
2004, tgl. 12
Juni 2004
25/KNT/PFTM/XII/2003
tgl. 04
Desember 2003
156/KNT/PFSP/VII/03,
tanggal 10-07-03

Tgl. Selesai menurut

Nilai
(Rp)
18.000.000,00

Kontrak
14/10/06

BA Serah
Terima
-

13.000.000,00

01/10/06

55.500.000,

01-12-2004

01-12-2004

34.000.000,00

04 April
2004

04 April
2004

106.250.000

09-12-03

79/AS/XII/2
003

Kampus UPN
Veteran
Babarsari,
Yogyakarta

Sugirwadi
Prayoga, SE,MM

Jl. Dr.
Gumberg 1
Purwokerto

Dr. Hartanto,
M.Med.Sc.

Jl. Dr. Gumberg


1 Purwokerto

027/2725/200
3, tgl.
06/05/2003

39.700.000,00

06-07-03

Kampus UPN
Veteran
Babarsari,
Yogyakarta

Sugirwadi
Prayoga,
SE,MM

Kampus UPN
Veteran
CondongCatur,
Yogyakarta

25/KNT/PFSP/I/02,
tanggal 30-0102

98.250.000

30-05-02

Jl. Kesehatan,
Sekip
Yogyakarta

Drs. Chamdani
Tauchid, MM

Jl. Kesehatan,
Sekip Yogyakarta

PL.00.07.9525
tg.l 24-08-02

30-12-02

PL.00.07.2
315

17.425.000,0

Usulan Teknis Pengawasan Pembangunan


Gedung Diklat RS. Jiwa Grhasia Yogyakarta

Bidang Pengawasan
Pemberi Tugas / Pengguna Jasa
No

Nama Paket Pekerjaan

35.

Pengawasan
Pembangunan Gedung
Dekanat FTM-UPN
Veteran Yogyakarta
Tahap 2
Pengawasan
Pembangunan Gedung
Dekanat FTM-UPN
Veteran Yogyakarta
Tahap 1
Pengawasan
Pembangunan Gedung
Jurusan Sosial
Ekonomi Pertanian
Tahap 2
Pengawasan
Pengembangan
Perumahan dan
Penyehatan
Lingkungan
Permukiman (Dana
Pendapatan Asli
Daerah)

36.

37.

38.

Bidang /Sub
Bidang
Pekerjaan

31001

31001

31001

31001

Lokasi

Nama

Alamat / Tel.

Kampus UPN
Veteran
CondongCatur,
Yogyakarta

Sugirwadi
Prayoga,
SE,MM

Kampus UPN
Veteran
CondongCatur,
Yogyakarta

Kampus UPN
Veteran
CondongCatur,
Yogyakarta

Sugirwadi
Prayoga,
SE,MM

Kampus UPN
Veteran
CondongCatur,
Yogyakarta

Kampus UPN
Veteran
CondongCatur
Yogyakarta

Sugirwadi
Prayoga,
SE,MM

Kampus UPN
Veteran
CondongCatur,
Yogyakarta

Jl. Bumijo 5
Yogyakarta

Paijo, BE

Jl. Bumijo 5
Yogyakarta

Kontrak
No/Tanggal

Tgl. Selesai menurut


Nilai
(Rp)

Kontrak

BA Serah
Terima

51/KNT/PFTM/562002
tgl 12-06-02

61.934.080,00

12-09-02

402/AS/IX
/2002

24/KNT/PFTM/I/2002
tgl 07-01-02

43.000.000,0

07-03-01

402/AS/III
/2001

49/KNT/PFP/X/2001,
tgl. 10-10-01

39.800.000,0

10-01-02

51/AS/I
/2002

602.I3/53, tgl.
24-11-2001

39.474.000,00

Usulan Teknis Pengawasan Pembangunan


Gedung Diklat RS. Jiwa Grhasia Yogyakarta

Bidang Manajemen Konstruksi


No
1.

Pengguna Jasa
/ Sumber
Dana
Armunanta Dwi
Handaka, S.Pd.,
M.Hum

Nama Paket Pekerjaan

Lingkup
Layanan

Manajemen Kontruksi Pembangunan


Lanjutan Blok Sel Type 7 Lapas Klas II A
Yogyakarta

Manajemen
Konstruksi

2.

Astri Paramita,
ST./APBN

Jasa Konsultansi Manajemen Konstruksi (MK)


Pembangunan Rumah Susun Sederhana Sewa
(Rusunawa) Lokasi Sleman

Manajemen
Konstruksi

3.

Santosa Heru
Irianto, Bc.IP, SH,
MH / APBN

Manajemen Konstruksi Pembangunan Gedung


Khusus, Sub Bidang Pembangunan Lanjutan Blok
Sel Type 7 Lapas Klas II A Yogyakarta

Manajemen
Konstruksi

4.

Ir. Eka Arnawati,


MT. MTP/APBN

Manajemen Konstruksi (MK) Pembangunan Taman


Pintar

Manajemen
Konstruksi

5.

Drs. Rudy Djoko


Sumitro,
Bc.IP.SH/APBN

Manajemen Konstruksi Pembangunan Gedung


Khusus pada Rumah Tahanan Negara Bantul

Manajemen
Konstruksi

Santosa Heru
Irianto, Bc.IP, SH,
MH

Manajemen Konstruksi Pembangunan Gedung


Kantor, Pembangunan Gedung Khusus,
Pembangunan Prasarana dan Sarana Lingkungan
Gedung Lapas Klas II A Wirogunan Yogyakarta
Manajemen Konstruksi Pembangunan Gedung
Kantor dan Sarana dan Prasarana Gedung
Kejaksaan Tinggi D.I. Yogyakarta seluas 8.456 m2

Manajemen
Konstruksi
Manajemen
Konstruksi

6.

Sri Harijati P., SH.


MM./Kejaksaan
Tinggi Prop.
D.I.Y./APBN

7.

Dr. Alida
Lisnawati, M.Kes. /
RSUP Dr. Sardjito
Yk./APBN

Manajemen Konstruksi Pembangunan Gedung


Rawat Jalan Blok III Tahap I RSUP Dr. Sardjito
Yogyakarta

Manajemen
Konstruksi

8.

Drs. B. Sukamto
Harto, Bc.IP./
Rumah Tahanan
Bantul / APBN

Manajemen Konstruksi Rehabilitasi Gedung


Kantor, Blok Wanita, Blok Pria, Gereja, Gudang,
Gedung Serbaguna, Poliklinik, Aula, Mushola dan
Barak, Rumah Tahanan Negara Bantul

Manajemen
Konstruksi

Periode
Peb. 2012
s.d.
Nov. 2012
Juli 2012
s.d.
Des. 2012
Sept. 2010
s.d.
Des. 2010
April 2009
s.d.
Des. 2009
Mei 2009
s.d.
Nov. 2009
Juni 2009
s.d.
Des. 2009
Mei 2008
s.d.
Desember
2008
Oktober
2008
s.d.
Desember
2008
Mei 2008
s.d.
Desember
2008

Orang
bulan
(OB)
85

Nilai
Kontrak
(Rp)

No. & Tgl. SPK

143.590.000,00

W22.PAS.a.PL.02.01319 tanggal 28
Pebruari 2012

105

298.545.500,00

KU.08.08/PPPSI/466/VII/2012
tanggal 25 Juli 2012

95

67.210.000,00

W22.PAS.a.PL.02.01989 tanggal 03
September 2010

106

92.763.000,00

03/SPK/MKTP/IV/2009, tanggal
15 April 2009

105

75.570.000,00

W22.PASg.PL.02.01852, tanggal 13 Mei


2009

112

205.865.000,00

W22.PAS.a.PL.02.01775a tanggal 22 Juni


2009

117

197.000.000,00

23/05/2008, tgl. 26
Mei 2008

95

175.395.000,00

PL.00.07.17495,
Tgl. 10 Oktober 2008

100

126.225.000,00

W22.Eg.PL.02.10426 tanggal 14 Mei


2008

Mitra
Kerja

Usulan Teknis Pengawasan Pembangunan


Gedung Diklat RS. Jiwa Grhasia Yogyakarta

Bidang Manajemen Konstruksi


No
9.

10.

11.

Pengguna Jasa
/ Sumber
Dana
H. Jauhar
Fardin, Bc.IP,
SH, MH /
Lembaga
Pemasyarakatan
Klas IIA
Yogyakarta
Sri Harijati P., SH.
MM./Kejaksaan
Tinggi Prop.
D.I.Y./APBN
Ir. Eka Arnawati,
MT. MTP / BPBD
Kota Yogyakarta /
APBN

Nama Paket Pekerjaan

Lingkup
Layanan

Periode

Orang
bulan
(OB)
102

Nilai
Kontrak
(Rp)
224.290.000,00

Manajemen Konstruksi Pembangunan


Prasarana dan Sarana Lingkungan Gedun
luas 670 m2 dan Rehabilitasi Bangunan
Gedung Negara seluas 2.117 m2 Lapas
Klas II A Yogyakarta

Manajemen
Konstruksi

Mei 2008
s.d.
Desember
2008

Manajemen Konstruksi Pembangunan


Gedung Kantor Kejaksaan Tinggi D.I.
Yogyakarta seluas 8.456 m2

Manajemen
Konstruksi

116

Manajemen Konstruksi Rehabilitasi


Puskesmas Kotagede II

Manajemen
Konstruksi

Maret 2007
s.d.
Desember
2007
Agustus
2007
s.d.
Desember
2007

No. & Tgl. SPK

Mitra
Kerja

W22.Ea.PL.02.01-634 tanggal 13
Mei 2008

513.460.000,00

26/03/2007, tgl. 5 Maret 2007

18

40.040.000,00

028/KONT.MK/Pusk.KGII/VIII/07,
tgl. 03 Agustus 2007

12.

Ir. Eka Arnawati,


MT. MTP / BPBD
Kota Yogyakarta /
APBN

Manajemen Konstruksi Infrastructure Content


Information And Communication Technology
(ICT)

Manajemen
Konstruksi

Desember
2006
s.d.
Desember
2006

12,75

15.771.000,0

011/KONT.MK/ICT/TP/XII
/2006, Tgl. 29 Desember 2006

13.

Ir. Eka Arnawati,


MT. MTP / BPBD
Kota Yogyakarta /
APBN

Manajemen Konstruksi EksteriorInterior,


Interior,
Mekanikal Elektrikal Dan Perbaikan Pasca
Gempa, Gedung Oval Lantai I dan Lantai II
Kegiatan Pembangunan Taman Pintar Kota
Yogyakarta

Manajemen
Konstruksi

November
2006
s.d.
Desember
2006

12,90

15.620.000,00

005/KONT.MK/P6/TP/XI/2006
Tgl. 23 November 2006

Manajemen Konstruksi Rehabilitasi Pasca


Gempa Gedung DPRD Kota Yogyakarta

Manajemen
Konstruksi

Oktober
2006
s.d.
Desember
2006

35

83.105.000,00

001/DPRD/KontrakMK/X/2006.
Tgl. 02 Oktober 2006

14. Ir. Wijayanto /


BPBD Kota
Yogyakarta /
APBN

Usulan Teknis Pengawasan Pembangunan


Gedung Diklat RS. Jiwa Grhasia Yogyakarta

Bidang Manajemen Konstruksi


No

Pengguna
Jasa /
Sumber
Dana

15.

Ir. Eka
Arnawati, MT.
MTP / Dinas
Tata Kota
Yogyakarta /
APBN

16.

Dr. Stephani
Maria
Nainggilan,
M.Kes./RSUP
Dr. Sardjito
Yogyakarta /
APBN
Ir. Eka
Arnawati, MT.
MTP / Dinas
Tata Kota
Yogyakarta /
APBN
Dr. Stephani
Maria
Nainggilan,
M.Kes./RSUP
Dr. Sardjito
Yogyakarta /
APBN
Ir. Wijayanto /
Dinas Tata Kota
Yogyakarta /
APBN & APBD

17.

18.

19.

Nama Paket Pekerjaan

Lingkup
Layanan

Periode

Orang
bulan
(OB)

No. & Tgl. SPK


Nilai Kontrak
(Rp)

Mitra
Kerja

Manajemen Konstruksi
Konstruksi Finishing Interior dan
Eksterior Gedung Kotak Lantai 1,
Struktur Lantai 2, sebagian
Struktur Lantai 3 dan Bangunan
Penunjang Lainnya, Kegiatan
Pembangunan Taman Pintar
Kota Yogyakarta
Manajemen Konstruksi
Pembangunan Gedung Parkir
dan Diklat Tahap IV RS. Dr.
Sardjito Yogyakarta

Manajemen
Konstruksi

Oktober
2006 s.d.
Desember
2006

25

94.000.000,00

011/Kont.MK/TP-KTK/X/2006
011/Kont.MK/TP
Tgl. 16
Oktober 2006

Manajemen
Konstruksi

Agustus
2005 s.d.
Pebruari
2006

33,8

175.000.000,00

PL.00.07.9359
Tgl. 01 Agustus 2006

PT.
Kerta
Gana

Manajemen Konstruksi
Pembangunan Ruang Kotak
lantai 1 seluas 2300 m3

Manajemen
Konstruksi

Agustus
2005 s.d.
Pebruari
2006

20

92.750.000,00

005/Kont.MK/TPKTK/VIII/2005, tgl. 31
Agustus 2006

Manajemen Konstruksi
Pembangunan Gedung Parkir
dan Diklat Tahap III

Manajemen
Konstruksi

April 2004
s.d.
Desember
2004

33,8

222.000.000,00

PL.00.07.4448, tgl. 19 April 2004

PT.
Kerta
Gana

Manajemen Konstruksi
Pembangunan Gedung DPRD
Kota Yogyakarta

Manajemen
Konstruksi

Pebruari
2004
s.d.
April 2004

20

149.000.000,00

002/SPK/MK-DPRD/II/2004, tgl. 11
002/SPK/MK
Pebruari 2004

Usulan Teknis Pengawasan Pembangunan


Gedung Diklat RS. Jiwa Grhasia Yogyakarta

Bidang Manajemen Konstruksi


No
20.

21.

Pengguna
Jasa /
Sumber
Dana
Ir. Wijayanto /
Dinas Tata Kota
Yogyakarta /
APBN & APBD
Dr. Stephani
Maria
Nainggilan,
M.Kes./RSUP
Dr. Sardjito
Yogyakarta /
APBN

Nama Paket Pekerjaan


Manajemen Konstruksi
Pembangunan Gedung Utama
dan Antara Gedung DPRD Kota
Yogyakarta
Manajemen Konstruksi
Pembangunan Gedung Parkir
dan Gedung Diklat Tahap 2

Lingkup
Layanan
Manajemen
Konstruksi

Manajemen
Konstruksi

Periode
Juli 2003
s.d.
Desember
2003
Juli 2003
s.d.
Desember
2003

Orang
bulan
(OB)

No. & Tgl. SPK


Nilai Kontrak
(Rp)

18

134.902.000,00

20

203.242.000

Mitra
Kerja
016/KONTRAK.MK.Utm/215023601102/
VII/ 2003, tgl. 28-07-2003

PL.00.07.8044 tanggal 14-07-2003


PL.00.07.8044-1,

PT.
KERTA
GANA

Usulan Teknis Pengawasan Pembangunan


Gedung Diklat RS. Jiwa Grhasia Yogyakarta

Usulan Teknis Pengawasan Pembangunan


Gedung Diklat RS. Jiwa Grhasia Yogyakarta

URAIAN PENGALAMAN KERJA SEJENIS


KURUN WAKTU 10 TAHUN TERAKHIR
Bidang Pengawasan
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.

Pengguna Jasa
Lokasi
Nilai Kontrak
Nomor Kontrak
Periode
Nama Perusahaan Utama
Jumlah Tenaga Ahli
Perusahaan Mitra Kerja
a.

PT. Adjisaka

:
:
:
:
:
:
:
:

Dian Trikoriati, ST,SKM, MPH.


Jalan Wiyoro Lor No 21 Baturetno Banguntapan Bantul
Rp 90.640.000,00
KR.02.01/VIII.3/52/2012, tanggal 06 Juli 2012
06 Juli 2012 2012 s.d. 26 Desember 2012
PT. Adjisaka Konsultan Teknik
Tenaga Ahli Indonesia 19 OB
Asing
Indonesia
-

OB

15

OB

b.

OB

OB

c.

OB

OB

d.

OB

OB

Tenaga Ahli Tetap yang terlibat :


Posisi

Keahlian

Jumlah orang

1.

Team Leader

Ahli Sipil

2.

Ahli Struktur

Ahli Sipil

3.

Ahli Arsitektur

Ahli Arsitektur

4.

Ahli M/E

Ahli Elektrikal

Uraian Pekerjaan :
1. Pengawasan Pembangunan Gedung Pelayanan BBTKL PP Tahap I
2. Persiapan Pengawasan
3. Shop Drawing Dan Izin Mulai Pelaksanaan Pekerjaan : Sebelum pekerjaan dimulai, Konsultan Pengawas
meminta kepada Kontraktor untuk membuat gambar kerja (Shop Drawing) pekerjaan yang akan
laksanakan
4. Pelaksanaan Pengawasan di Lapangan : Kegiatan Pengawasan dilakukan oleh tenaga pengawas dan
dikoordinir oleh seorang koordinator pengawasan
5. Pengendalian bahan / material : Agar dicapai kelancaran pekerjaan dalam artian jalannya
pelaksanaan pekerjaan dapat berkesinambungan, perlu dibuat jadwal kedatangan bahan / material
yang akan digunakan
6. Pengendalian Penggunaan Tenaga Kerja : Penggunaan tenaga kerja yang menyangkut jenis dan
jumlah yang digunakan, disesuaikan dengan macam pekerjaan dan volume yang akan dilaksanakan
7. Pengendalian Peralatan Kerja : Pengendalian peralatan kerja dimaksudkan untuk penunjang
kelancaran dan efektifitas pekerjaan Tugas Konsultan Pengawas dalam hal penyediaan peralatan
kerja yaitu memberi masukan kepada Kontraktor mengenai jenis dan jumlah peralatan kerja

Usulan Teknis Pengawasan Pembangunan


Gedung Diklat RS. Jiwa Grhasia Yogyakarta

URAIAN PENGALAMAN KERJA SEJENIS


KURUN WAKTU 10 TAHUN TERAKHIR
Bidang Pengawasan
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.

Pengguna Jasa
Lokasi
Nilai Kontrak
Nomor Kontrak
Periode
Nama Perusahaan Utama
Jumlah Tenaga Ahli
Perusahaan Mitra Kerja
a.

PT. Adjisaka

:
:
:
:
:
:
:
:

Drs. Bambang Budi Sulistiya, MM.


Jalan Kyai Mojo No. 70 Yogyakarta
Rp 43.395.000,00
027/569 tgl 14 Agustus 2012
14 Agustus 2012 s.d. 26 Desember 2012
PT. Adjisaka Konsultan Teknik
Tenaga Ahli Indonesia 8 OB
Asing
Indonesia
-

OB

15

OB

b.

OB

OB

c.

OB

OB

d.

OB

OB

Tenaga Ahli Tetap yang terlibat :


Posisi

Keahlian

Jumlah orang

1.

Team Leader

Ahli Sipil

2.

Ahli Struktur

Ahli Sipil

3.

Ahli Arsitektur

Ahli Arsitektur

4.

Ahli M/E

Ahli Elektrikal

Uraian Pekerjaan :
1. Pengawasan Pembangunan Gedung Lanjutan (Rehabilitasi Sedang / Berat) Kantor
2. Persiapan Pengawasan
3. Shop Drawing Dan Izin Mulai Pelaksanaan Pekerjaan : Sebelum pekerjaan dimulai, Konsultan Pengawas
meminta kepada Kontraktor untuk membuat gambar kerja (Shop Drawing) pekerjaan yang akan
laksanakan
4. Pelaksanaan Pengawasan di Lapangan : Kegiatan Pengawasan dilakukan oleh tenaga pengawas dan
dikoordinir oleh seorang koordinator pengawasan
5. Pengendalian bahan / material : Agar dicapai kelancaran pekerjaan dalam artian jalannya
pelaksanaan pekerjaan dapat berkesinambungan, perlu dibuat jadwal kedatangan bahan / material
yang akan digunakan
6. Pengendalian Penggunaan Tenaga Kerja : Penggunaan tenaga kerja yang menyangkut jenis dan
jumlah yang digunakan, disesuaikan dengan macam pekerjaan dan volume yang akan dilaksanakan
7. Pengendalian Peralatan Kerja : Pengendalian peralatan kerja dimaksudkan untuk penunjang
kelancaran dan efektifitas pekerjaan Tugas Konsultan Pengawas dalam hal penyediaan peralatan
kerja yaitu memberi masukan kepada Kontraktor mengenai jenis dan jumlah peralatan kerja

Usulan Teknis Pengawasan Pembangunan


Gedung Diklat RS. Jiwa Grhasia Yogyakarta

URAIAN PENGALAMAN KERJA SEJENIS


KURUN WAKTU 10 TAHUN TERAKHIR
Bidang Pengawasan
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.

Pengguna Jasa
Lokasi
Nilai Kontrak
Nomor Kontrak
Periode
Nama Perusahaan Utama
Jumlah Tenaga Ahli
Perusahaan Mitra Kerja
a.

PT. Adjisaka

:
:
:
:
:
:
:
:

Saliman, M.Pd.
Kompleks UNY Karangmalang Yogyakarta
27.000.000,00
29a/SPK/UN34.14/LK/2012 tanggal 06 September 2012

06 September 2012 s.d. 15 Desember 2012


PT. Adjisaka Konsultan Teknik
Tenaga Ahli Indonesia 8 OB
Asing
Indonesia
-

OB

15

OB

b.

OB

OB

c.

OB

OB

d.

OB

OB

Tenaga Ahli Tetap yang terlibat :


Posisi

Keahlian

Jumlah orang

1.

Team Leader

Ahli Sipil

2.

Ahli Struktur

Ahli Sipil

3.

Ahli Arsitektur

Ahli Arsitektur

4.

Ahli M/E

Ahli Elektrikal

Uraian Pekerjaan :
1. Pekerjaan Pengawasan Belanja Modal Gedung dan Bangunan Berupa Gedung HIMA FIS Universitas Negeri
Yogyakarta

2. Persiapan Pengawasan
3. Shop Drawing Dan Izin Mulai Pelaksanaan Pekerjaan : Sebelum pekerjaan dimulai, Konsultan Pengawas
meminta kepada Kontraktor untuk membuat gambar kerja (Shop Drawing) pekerjaan yang akan
laksanakan
4. Pelaksanaan Pengawasan di Lapangan : Kegiatan Pengawasan dilakukan oleh tenaga pengawas dan
dikoordinir oleh seorang koordinator pengawasan
5. Pengendalian bahan / material : Agar dicapai kelancaran pekerjaan dalam artian jalannya
pelaksanaan pekerjaan dapat berkesinambungan, perlu dibuat jadwal kedatangan bahan / material
yang akan digunakan
6. Pengendalian Penggunaan Tenaga Kerja : Penggunaan tenaga kerja yang menyangkut jenis dan
jumlah yang digunakan, disesuaikan dengan macam pekerjaan dan volume yang akan dilaksanakan
7. Pengendalian Peralatan Kerja : Pengendalian peralatan kerja dimaksudkan untuk penunjang
kelancaran dan efektifitas pekerjaan Tugas Konsultan Pengawas dalam hal penyediaan peralatan
kerja yaitu memberi masukan kepada Kontraktor mengenai jenis dan jumlah peralatan kerja

Usulan Teknis Pengawasan Pembangunan


Gedung Diklat RS. Jiwa Grhasia Yogyakarta

URAIAN PENGALAMAN KERJA SEJENIS


KURUN WAKTU 10 TAHUN TERAKHIR
Bidang Pengawasan
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.

Pengguna Jasa
Lokasi
Nilai Kontrak
Nomor Kontrak
Periode
Nama Perusahaan Utama
Jumlah Tenaga Ahli
Perusahaan Mitra Kerja
a.

PT. Adjisaka

:
:
:
:
:
:
:
:

Dra. Kusminiastuti / ISI Yogyakarta


Jl. Parangtritis km. 6,5 Bantul D.I.Yogyakarta
Rp 90.000.000,00
4840/K.14.11.1/LK/2012 tgl. 18/09/2012
18 September 2012 s.d. 15 Desember 2012
PT. Adjisaka Konsultan Teknik
Tenaga Ahli Indonesia 17 OB
Asing
Indonesia
-

OB

15

OB

b.

OB

OB

c.

OB

OB

d.

OB

OB

Tenaga Ahli Tetap yang terlibat :


Posisi

Keahlian

Jumlah orang

1.

Team Leader

Ahli Sipil

2.

Ahli Struktur

Ahli Sipil

3.

Ahli Arsitektur

Ahli Arsitektur

4.

Ahli M/E

Ahli Elektrikal

Uraian Pekerjaan :
1. Pekerjaan Pengawasan Pembangunan Prasarana Lingkungan ISI Yogyakarta
2. Persiapan Pengawasan
3. Shop Drawing Dan Izin Mulai Pelaksanaan Pekerjaan : Sebelum pekerjaan dimulai, Konsultan Pengawas
meminta kepada Kontraktor untuk membuat gambar kerja (Shop Drawing) pekerjaan yang akan
laksanakan
4. Pelaksanaan Pengawasan di Lapangan : Kegiatan Pengawasan dilakukan oleh tenaga pengawas dan
dikoordinir oleh seorang koordinator pengawasan
5. Pengendalian bahan / material : Agar dicapai kelancaran pekerjaan dalam artian jalannya
pelaksanaan pekerjaan dapat berkesinambungan, perlu dibuat jadwal kedatangan bahan / material
yang akan digunakan
6. Pengendalian Penggunaan Tenaga Kerja : Penggunaan tenaga kerja yang menyangkut jenis dan
jumlah yang digunakan, disesuaikan dengan macam pekerjaan dan volume yang akan dilaksanakan
7. Pengendalian Peralatan Kerja : Pengendalian peralatan kerja dimaksudkan untuk penunjang
kelancaran dan efektifitas pekerjaan Tugas Konsultan Pengawas dalam hal penyediaan peralatan
kerja yaitu memberi masukan kepada Kontraktor mengenai jenis dan jumlah peralatan kerja

Usulan Teknis Pengawasan Pembangunan


Gedung Diklat RS. Jiwa Grhasia Yogyakarta

URAIAN PENGALAMAN KERJA SEJENIS


KURUN WAKTU 10 TAHUN TERAKHIR
Bidang Pengawasan
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.

Pengguna Jasa
Lokasi
Nilai Kontrak
Nomor Kontrak
Periode
Nama Perusahaan Utama
Jumlah Tenaga Ahli
Perusahaan Mitra Kerja
a.

PT. Adjisaka

:
:
:
:
:
:
:
:

Kusumastuti Sri Winahyu, ST / Dinas PU Kab. Sleman

Kalitirto, Berbah, Sleman


Rp 76.890.000,00
KU 08.08/CL/PPLP-DIY/175 PU tgl. 27 Mei 2011

27 Mei 2011 s.d. 14 Oktober 2011


PT. Adjisaka Konsultan Teknik
Tenaga Ahli Indonesia 17 OB
Asing
Indonesia
-

OB

15

OB

b.

OB

OB

c.

OB

OB

d.

OB

OB

Tenaga Ahli Tetap yang terlibat :


Posisi

Keahlian

Jumlah orang

1.

Team Leader

Ahli Sipil

2.

Ahli Struktur

Ahli Sipil

3.

Ahli Arsitektur

Ahli Arsitektur

4.

Ahli M/E

Ahli Elektrikal

Uraian Pekerjaan :
1. Pengawasan Pembangunan TPST UGM 1 paket
2. Persiapan Pengawasan
3. Shop Drawing Dan Izin Mulai Pelaksanaan Pekerjaan : Sebelum pekerjaan dimulai, Konsultan Pengawas
meminta kepada Kontraktor untuk membuat gambar kerja (Shop Drawing) pekerjaan yang akan
laksanakan
4. Pelaksanaan Pengawasan di Lapangan : Kegiatan Pengawasan dilakukan oleh tenaga pengawas dan
dikoordinir oleh seorang koordinator pengawasan
5. Pengendalian bahan / material : Agar dicapai kelancaran pekerjaan dalam artian jalannya
pelaksanaan pekerjaan dapat berkesinambungan, perlu dibuat jadwal kedatangan bahan / material
yang akan digunakan
6. Pengendalian Penggunaan Tenaga Kerja : Penggunaan tenaga kerja yang menyangkut jenis dan
jumlah yang digunakan, disesuaikan dengan macam pekerjaan dan volume yang akan dilaksanakan
7. Pengendalian Peralatan Kerja : Pengendalian peralatan kerja dimaksudkan untuk penunjang
kelancaran dan efektifitas pekerjaan Tugas Konsultan Pengawas dalam hal penyediaan peralatan
kerja yaitu memberi masukan kepada Kontraktor mengenai jenis dan jumlah peralatan kerja

Usulan Teknis Pengawasan Pembangunan


Gedung Diklat RS. Jiwa Grhasia Yogyakarta
URAIAN PENGALAMAN KERJA SEJENIS

KURUN WAKTU 10 TAHUN TERAKHIR


Bidang Pengawasan
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.

Pengguna Jasa
Lokasi
Nilai Kontrak
Nomor Kontrak
Periode
Nama Perusahaan Utama
Jumlah Tenaga Ahli
Perusahaan Mitra Kerja
a.

PT. Adjisaka

:
:
:
:
:
:
:
:

Edy Yunarto, SH., M.Pd

Kampus UGM Sekip Bulaksumur Yogyakarta


Rp 238.590.000,00
6/PPK-GEOGRAFI/DIPA-APBN-P/2011 tanggal 26 Oktober 2011

26 Oktober 2011 s.d. 31 Desember 2011


PT. Adjisaka Konsultan Teknik
Tenaga Ahli Indonesia 21 OB
Asing
Indonesia
-

OB

21

OB

b.

OB

OB

c.

OB

OB

d.

OB

OB

Tenaga Ahli Tetap yang terlibat :


Posisi

Keahlian

Jumlah orang

1.

Team Leader

Ahli Sipil

2.

Ahli Struktur

Ahli Sipil

3.

Ahli Arsitektur

Ahli Arsitektur

4.

Ahli M/E

Ahli Elektrikal

Uraian Pekerjaan :
1. Pengawasan Pembangunan Klinik Lingkungan Mitigasi Bencana Fakultas Geografi Universitas Gadjah Mada
2. Persiapan Pengawasan
3. Shop Drawing Dan Izin Mulai Pelaksanaan Pekerjaan : Sebelum pekerjaan dimulai, Konsultan Pengawas
meminta kepada Kontraktor untuk membuat gambar kerja (Shop Drawing) pekerjaan yang akan
laksanakan
4. Pelaksanaan Pengawasan di Lapangan : Kegiatan Pengawasan dilakukan oleh tenaga pengawas dan
dikoordinir oleh seorang koordinator pengawasan
5. Pengendalian bahan / material : Agar dicapai kelancaran pekerjaan dalam artian jalannya
pelaksanaan pekerjaan dapat berkesinambungan, perlu dibuat jadwal kedatangan bahan / material
yang akan digunakan
6. Pengendalian Penggunaan Tenaga Kerja : Penggunaan tenaga kerja yang menyangkut jenis dan
jumlah yang digunakan, disesuaikan dengan macam pekerjaan dan volume yang akan dilaksanakan
7. Pengendalian Peralatan Kerja : Pengendalian peralatan kerja dimaksudkan untuk penunjang
kelancaran dan efektifitas pekerjaan Tugas Konsultan Pengawas dalam hal penyediaan peralatan
kerja yaitu memberi masukan kepada Kontraktor mengenai jenis dan jumlah peralatan kerja

Usulan Teknis Pengawasan Pembangunan


Gedung Diklat RS. Jiwa Grhasia Yogyakarta

URAIAN PENGALAMAN KERJA SEJENIS


KURUN WAKTU 10 TAHUN TERAKHIR
Bidang Pengawasan
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.

Pengguna Jasa
Lokasi
Nilai Kontrak
Nomor Kontrak
Periode
Nama Perusahaan Utama
Jumlah Tenaga Ahli
Perusahaan Mitra Kerja
a.

PT. Adjisaka

:
:
:
:
:
:
:
:

Hendarto Budiyono, S.MI., MM./Badan Perpustakaan dan Arsip Daerah

Karangjambe Banguntapan Bantul


Rp 144.485.000,00
011/2835, tanggal 12 September 2011

12 September 2011 s.d. 29 Desember 2011


PT. Adjisaka Konsultan Teknik
Tenaga Ahli Indonesia 13 OB
Asing
Indonesia
-

OB

13

OB

b.

OB

OB

c.

OB

OB

d.

OB

OB

Tenaga Ahli Tetap yang terlibat :


Posisi

Keahlian

Jumlah orang

1.

Team Leader

Ahli Sipil

2.

Ahli Struktur

Ahli Sipil

3.

Ahli Arsitektur

Ahli Arsitektur

4.

Ahli M/E

Ahli Elektrikal

Uraian Pekerjaan :
1. Pengawas Konstruksi Pembangunan Gedung Perpustakaan
2. Persiapan Pengawasan
3. Shop Drawing Dan Izin Mulai Pelaksanaan Pekerjaan : Sebelum pekerjaan dimulai, Konsultan
Pengawas meminta kepada Kontraktor untuk membuat gambar kerja (Shop Drawing) pekerjaan
yang akan laksanakan
4. Pelaksanaan Pengawasan di Lapangan : Kegiatan Pengawasan dilakukan oleh tenaga pengawas dan
dikoordinir oleh seorang koordinator pengawasan
5. Pengendalian bahan / material : Agar dicapai kelancaran pekerjaan dalam artian jalannya
pelaksanaan pekerjaan dapat berkesinambungan, perlu dibuat jadwal kedatangan bahan /
material yang akan digunakan
6. Pengendalian Penggunaan Tenaga Kerja : Penggunaan tenaga kerja yang menyangkut jenis dan
jumlah yang digunakan, disesuaikan dengan macam pekerjaan dan volume yang akan
dilaksanakan
7. Pengendalian Peralatan Kerja : Pengendalian peralatan kerja dimaksudkan untuk penunjang
kelancaran dan efektifitas pekerjaan Tugas Konsultan Pengawas dalam hal penyediaan peralatan
kerja yaitu memberi masukan kepada Kontraktor mengenai jenis dan jumlah peralatan kerja

Usulan Teknis Pengawasan Pembangunan


Gedung Diklat RS. Jiwa Grhasia Yogyakarta

URAIAN PENGALAMAN KERJA SEJENIS


KURUN WAKTU 10 TAHUN TERAKHIR
Bidang Pengawasan
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.

Pengguna Jasa
Lokasi
Nilai Kontrak
Nomor Kontrak
Periode
Nama Perusahaan Utama
Jumlah Tenaga Ahli
Perusahaan Mitra Kerja
a.

PT. Adjisaka

:
:
:
:
:
:
:
:

T. Hani Handoko, Ph.D. / Ketua Yayasan Panti Rapih


Kelor, Karangmojo, Gunungkidul, DIY.
Rp 105.000.000,00
112/YPR/B/VII/2010, tgl. 14 Juli 2010
14 Juli 2010 s.d. 14 Desember 2010
PT. Adjisaka Konsultan Teknik
Tenaga Ahli Indonesia 17 OB
Asing
Indonesia
-

OB

17

OB

b.

OB

OB

c.

OB

OB

d.

OB

OB

Tenaga Ahli Tetap yang terlibat :


Posisi

Keahlian

Jumlah orang

1.

Team Leader

Ahli Sipil

2.

Ahli Struktur

Ahli Sipil

3.

Ahli Arsitektur

Ahli Arsitektur

4.

Ahli M/E

Ahli Elektrikal

Uraian Pekerjaan :
1. Pembangunan Klinik Rawat Inap Panti Rahayu
2. Persiapan Pengawasan
3. Shop Drawing Dan Izin Mulai Pelaksanaan Pekerjaan : Sebelum pekerjaan dimulai, Konsultan Pengawas
meminta kepada Kontraktor untuk membuat gambar kerja (Shop Drawing) pekerjaan yang akan
laksanakan
4. Pelaksanaan Pengawasan di Lapangan : Kegiatan Pengawasan dilakukan oleh tenaga pengawas dan
dikoordinir oleh seorang koordinator pengawasan
5. Pengendalian bahan / material : Agar dicapai kelancaran pekerjaan dalam artian jalannya
pelaksanaan pekerjaan dapat berkesinambungan, perlu dibuat jadwal kedatangan bahan / material
yang akan digunakan
6. Pengendalian Penggunaan Tenaga Kerja : Penggunaan tenaga kerja yang menyangkut jenis dan
jumlah yang digunakan, disesuaikan dengan macam pekerjaan dan volume yang akan dilaksanakan
7. Pengendalian Peralatan Kerja : Pengendalian peralatan kerja dimaksudkan untuk penunjang
kelancaran dan efektifitas pekerjaan Tugas Konsultan Pengawas dalam hal penyediaan peralatan
kerja yaitu memberi masukan kepada Kontraktor mengenai jenis dan jumlah peralatan kerja

Usulan Teknis Pengawasan Pembangunan


Gedung Diklat RS. Jiwa Grhasia Yogyakarta

URAIAN PENGALAMAN KERJA SEJENIS


KURUN WAKTU 10 TAHUN TERAKHIR
Bidang Pengawasan
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.

Pengguna Jasa
Lokasi
Nilai Kontrak
Nomor Kontrak
Periode
Nama Perusahaan Utama
Jumlah Tenaga Ahli
Perusahaan Mitra Kerja
a.

PT. Adjisaka

:
:
:
:
:
:
:
:

Sungkana S.ST., M.Eng.


Jl. Parasamya Beran Tridadi
Rp 20.210.000,00
08/Dipora-SLM/Was/Gamping/2010 tgl. 29 Oktober 2010
29 Oktober 2010 s.d. 01 Desember 2010
PT. Adjisaka Konsultan Teknik
Tenaga Ahli Indonesia 17 OB
Asing
Indonesia
-

OB

17

OB

b.

OB

OB

c.

OB

OB

d.

OB

OB

Tenaga Ahli Tetap yang terlibat :


Posisi

Keahlian

Jumlah orang

1.

Team Leader

Ahli Sipil

2.

Ahli Struktur

Ahli Sipil

3.

Ahli Arsitektur

Ahli Arsitektur

4.

Ahli M/E

Ahli Elektrikal

Uraian Pekerjaan :
1. Pengawasan Konstruksi Bangunan Gedung Sekolah Wilayah UPT Yandik Kec. Gamping
2. Persiapan Pengawasan
3. Shop Drawing Dan Izin Mulai Pelaksanaan Pekerjaan : Sebelum pekerjaan dimulai, Konsultan Pengawas
meminta kepada Kontraktor untuk membuat gambar kerja (Shop Drawing) pekerjaan yang akan
laksanakan
4. Pelaksanaan Pengawasan di Lapangan : Kegiatan Pengawasan dilakukan oleh tenaga pengawas dan
dikoordinir oleh seorang koordinator pengawasan
5. Pengendalian bahan / material : Agar dicapai kelancaran pekerjaan dalam artian jalannya
pelaksanaan pekerjaan dapat berkesinambungan, perlu dibuat jadwal kedatangan bahan / material
yang akan digunakan
6. Pengendalian Penggunaan Tenaga Kerja : Penggunaan tenaga kerja yang menyangkut jenis dan
jumlah yang digunakan, disesuaikan dengan macam pekerjaan dan volume yang akan dilaksanakan
7. Pengendalian Peralatan Kerja : Pengendalian peralatan kerja dimaksudkan untuk penunjang
kelancaran dan efektifitas pekerjaan Tugas Konsultan Pengawas dalam hal penyediaan peralatan
kerja yaitu memberi masukan kepada Kontraktor mengenai jenis dan jumlah peralatan kerja

Usulan Teknis Pengawasan Pembangunan


Gedung Diklat RS. Jiwa Grhasia Yogyakarta

URAIAN PENGALAMAN KERJA SEJENIS


KURUN WAKTU 10 TAHUN TERAKHIR
Bidang Pengawasan
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.

Pengguna Jasa
Lokasi
Nilai Kontrak
Nomor Kontrak
Periode
Nama Perusahaan Utama
Jumlah Tenaga Ahli
Perusahaan Mitra Kerja

:
:
:
:
:
:
:
:

Sungkana S.ST., M.Eng.


Jl. Parasamya Beran Tridadi
Rp 9.509.000,00
08/Dipora-SLM/Was/Ngemplak/2010 tgl. 29 Oktober 2010
29 Oktober 2010 s.d. 01 Desember 2010
PT. Adjisaka Konsultan Teknik
Tenaga Ahli Indonesia 16 OB
Asing

a.

PT. Adjisaka

Indonesia
-

OB

16

OB

b.

OB

OB

c.

OB

OB

d.

OB

OB

Tenaga Ahli Tetap yang terlibat :


Posisi

Keahlian

Jumlah orang

1.

Team Leader

Ahli Sipil

2.

Ahli Struktur

Ahli Sipil

3.

Ahli Arsitektur

Ahli Arsitektur

4.

Ahli M/E

Ahli Elektrikal

Uraian Pekerjaan :
1. Pengawasan Konstruksi Bangunan Gedung Sekolah Wilayah UPT Yandik Kec. Ngemplak
2. Persiapan Pengawasan
3. Shop Drawing Dan Izin Mulai Pelaksanaan Pekerjaan : Sebelum pekerjaan dimulai, Konsultan Pengawas
meminta kepada Kontraktor untuk membuat gambar kerja (Shop Drawing) pekerjaan yang akan
laksanakan
4. Pelaksanaan Pengawasan di Lapangan : Kegiatan Pengawasan dilakukan oleh tenaga pengawas dan
dikoordinir oleh seorang koordinator pengawasan
5. Pengendalian bahan / material : Agar dicapai kelancaran pekerjaan dalam artian jalannya
pelaksanaan pekerjaan dapat berkesinambungan, perlu dibuat jadwal kedatangan bahan / material
yang akan digunakan
6. Pengendalian Penggunaan Tenaga Kerja : Penggunaan tenaga kerja yang menyangkut jenis dan
jumlah yang digunakan, disesuaikan dengan macam pekerjaan dan volume yang akan dilaksanakan
7. Pengendalian Peralatan Kerja : Pengendalian peralatan kerja dimaksudkan untuk penunjang
kelancaran dan efektifitas pekerjaan Tugas Konsultan Pengawas dalam hal penyediaan peralatan
kerja yaitu memberi masukan kepada Kontraktor mengenai jenis dan jumlah peralatan kerja

Usulan Teknis Pengawasan Pembangunan


Gedung Diklat RS. Jiwa Grhasia Yogyakarta

URAIAN PENGALAMAN KERJA SEJENIS


KURUN WAKTU 10 TAHUN TERAKHIR
Bidang Pengawasan
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.

Pengguna Jasa
Lokasi
Nilai Kontrak
Nomor Kontrak
Periode
Nama Perusahaan Utama
Jumlah Tenaga Ahli
Perusahaan Mitra Kerja

:
:
:
:
:
:
:
:

Dr. Joko Hastaryo, M.Kes.


Jl. Roro Jonggrang 6 Beran, Tridadi, Sleman
Rp 5.126.000,00
027/3163A, tgl. 11 Oktober 2010
11 Oktober 2010 s.d. 18 Deswember 2011
PT. Adjisaka Konsultan Teknik
Tenaga Ahli Indonesia 15 OB
Asing

a.

PT. Adjisaka

Indonesia
-

OB

15

OB

b.

OB

OB

c.

OB

OB

d.

OB

OB

Tenaga Ahli Tetap yang terlibat :


Posisi

Keahlian

Jumlah orang

1.

Team Leader

Ahli Sipil

2.

Ahli Struktur

Ahli Sipil

3.

Ahli Arsitektur

Ahli Arsitektur

4.

Ahli M/E

Ahli Elektrikal

Uraian Pekerjaan :
1. Pengawasan Rehabilitasi Berat / Sedang Puskesmas Pembantu Sindumartani Ngemplak
2. Persiapan Pengawasan
3. Shop Drawing Dan Izin Mulai Pelaksanaan Pekerjaan : Sebelum pekerjaan dimulai, Konsultan Pengawas
meminta kepada Kontraktor untuk membuat gambar kerja (Shop Drawing) pekerjaan yang akan
laksanakan
4. Pelaksanaan Pengawasan di Lapangan : Kegiatan Pengawasan dilakukan oleh tenaga pengawas dan
dikoordinir oleh seorang koordinator pengawasan
5. Pengendalian bahan / material : Agar dicapai kelancaran pekerjaan dalam artian jalannya
pelaksanaan pekerjaan dapat berkesinambungan, perlu dibuat jadwal kedatangan bahan / material
yang akan digunakan
6. Pengendalian Penggunaan Tenaga Kerja : Penggunaan tenaga kerja yang menyangkut jenis dan
jumlah yang digunakan, disesuaikan dengan macam pekerjaan dan volume yang akan dilaksanakan
7. Pengendalian Peralatan Kerja : Pengendalian peralatan kerja dimaksudkan untuk penunjang
kelancaran dan efektifitas pekerjaan Tugas Konsultan Pengawas dalam hal penyediaan peralatan
kerja yaitu memberi masukan kepada Kontraktor mengenai jenis dan jumlah peralatan kerja

Usulan Teknis Pengawasan Pembangunan


Gedung Diklat RS. Jiwa Grhasia Yogyakarta

URAIAN PENGALAMAN KERJA SEJENIS


KURUN WAKTU 10 TAHUN TERAKHIR
Bidang Pengawasan
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.

Pengguna Jasa
Lokasi
Nilai Kontrak
Nomor Kontrak
Periode
Nama Perusahaan Utama
Jumlah Tenaga Ahli
Perusahaan Mitra Kerja

:
:
:
:
:
:
:
:

Drs. H. Yusuf Khusaini, M.A.


Jl. Marsda Adisucipto Yogyakarta
Rp 92.015.000,00
UIN.2/BU/KS.01.02/2917.a/2010 tanggal 18 Oktober 2010
18 Oktober 2010 s.d. 20 Desember 2010
PT. Adjisaka Konsultan Teknik
Tenaga Ahli Indonesia 23 OB
Asing

a.

PT. Adjisaka

Indonesia
-

OB

23

OB

b.

OB

OB

c.

OB

OB

d.

OB

OB

Tenaga Ahli Tetap yang terlibat :


Posisi

Keahlian

Jumlah orang

1.

Site Manager

Ahli Sipil

2.

Ahli Struktur

Ahli Sipil

3.

Ahli Arsitektur

Ahli Arsitektur

4.

Ahli M/E

Ahli Elektrikal

Uraian Pekerjaan :
1. Pengawasan Pembangunan Gedung Sarana Pendidikan dan Infrastruktur UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta
2. Persiapan Pengawasan
3. Shop Drawing Dan Izin Mulai Pelaksanaan Pekerjaan : Sebelum pekerjaan dimulai, Konsultan Pengawas
meminta kepada Kontraktor untuk membuat gambar kerja (Shop Drawing) pekerjaan yang akan
laksanakan
4. Pelaksanaan Pengawasan di Lapangan : Kegiatan Pengawasan dilakukan oleh tenaga pengawas dan
dikoordinir oleh seorang koordinator pengawasan
5. Pengendalian bahan / material : Agar dicapai kelancaran pekerjaan dalam artian jalannya
pelaksanaan pekerjaan dapat berkesinambungan, perlu dibuat jadwal kedatangan bahan / material
yang akan digunakan
6. Pengendalian Penggunaan Tenaga Kerja : Penggunaan tenaga kerja yang menyangkut jenis dan
jumlah yang digunakan, disesuaikan dengan macam pekerjaan dan volume yang akan dilaksanakan
7. Pengendalian Peralatan Kerja : Pengendalian peralatan kerja dimaksudkan untuk penunjang
kelancaran dan efektifitas pekerjaan Tugas Konsultan Pengawas dalam hal penyediaan peralatan
kerja yaitu memberi masukan kepada Kontraktor mengenai jenis dan jumlah peralatan kerja

Usulan Teknis Pengawasan Pembangunan


Gedung Diklat RS. Jiwa Grhasia Yogyakarta

URAIAN PENGALAMAN KERJA SEJENIS


KURUN WAKTU 10 TAHUN TERAKHIR
Bidang Pengawasan
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.

Pengguna Jasa
Lokasi
Nilai Kontrak
Nomor Kontrak
Periode
Nama Perusahaan Utama
Jumlah Tenaga Ahli
Perusahaan Mitra Kerja

:
:
:
:
:
:
:
:

Nuraini Indrati, B.Sc. S.Pd.


Jl. Ring Road Selatan, Glugo, Panggungharjo, Sewon, Bantul
Rp 87.026.000,00
123/SK/SJ-IND.6.7/8/2010, tgl. 27 Agustus 2010
27 Agustus 2010 s.d. 30 Desember 2010
PT. Adjisaka Konsultan Teknik
Tenaga Ahli Indonesia 22 OB
Asing

a.

PT. Adjisaka

Indonesia
-

OB

22

OB

b.

OB

OB

c.

OB

OB

d.

OB

OB

Tenaga Ahli Tetap yang terlibat :


Posisi

Keahlian

Jumlah orang

1.

Site Manager

Ahli Sipil

2.

Ahli Struktur

Ahli Sipil

3.

Ahli Arsitektur

Ahli Arsitektur

4.

Ahli M/E

Ahli Elektrikal

Uraian Pekerjaan :
1. Pengawasan Pembangunan Gedung Kuliah Tahap II (Kampus Baru) Akademi Teknologi Kulit Yogyakarta
2. Persiapan Pengawasan
3. Shop Drawing Dan Izin Mulai Pelaksanaan Pekerjaan : Sebelum pekerjaan dimulai, Konsultan Pengawas
meminta kepada Kontraktor untuk membuat gambar kerja (Shop Drawing) pekerjaan yang akan
laksanakan
4. Pelaksanaan Pengawasan di Lapangan : Kegiatan Pengawasan dilakukan oleh tenaga pengawas dan
dikoordinir oleh seorang koordinator pengawasan
5. Pengendalian bahan / material : Agar dicapai kelancaran pekerjaan dalam artian jalannya
pelaksanaan pekerjaan dapat berkesinambungan, perlu dibuat jadwal kedatangan bahan / material
yang akan digunakan
6. Pengendalian Penggunaan Tenaga Kerja : Penggunaan tenaga kerja yang menyangkut jenis dan
jumlah yang digunakan, disesuaikan dengan macam pekerjaan dan volume yang akan dilaksanakan
7. Pengendalian Peralatan Kerja : Pengendalian peralatan kerja dimaksudkan untuk penunjang
kelancaran dan efektifitas pekerjaan Tugas Konsultan Pengawas dalam hal penyediaan peralatan
kerja yaitu memberi masukan kepada Kontraktor mengenai jenis dan jumlah peralatan kerja

Usulan Teknis Pengawasan Pembangunan


Gedung Diklat RS. Jiwa Grhasia Yogyakarta

URAIAN PENGALAMAN KERJA SEJENIS


KURUN WAKTU 10 TAHUN TERAKHIR
Bidang Pengawasan
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.

Pengguna Jasa
Lokasi
Nilai Kontrak
Nomor Kontrak
Periode
Nama Perusahaan Utama
Jumlah Tenaga Ahli
Perusahaan Mitra Kerja

:
:
:
:
:
:
:
:

Suparmo
Jl. Ring Road Utara No. 10 Maguwoharjo Depok Sleman
Rp 95.541.000,00
SPK-27/WPJ.23/KP.03/2010, tanggal 15 September 2010
15 September 2010 s.d. 20 Desember 2010
PT. Adjisaka Konsultan Teknik
Tenaga Ahli Indonesia 25 OB
Asing

a.

PT. Adjisaka

Indonesia
-

OB

25

OB

b.

OB

OB

c.

OB

OB

d.

OB

OB

Tenaga Ahli Tetap yang terlibat :


Posisi

Keahlian

Jumlah orang

1.

Team Leader

Ahli Sipil

2.

Ahli Struktur

Ahli Sipil

3.

Ahli Arsitektur

Ahli Arsitektur

4.

Ahli M/E

Ahli Elektrikal

Uraian Pekerjaan :
1. Pengawasan Lanjutan Pembangunan Gedung Kantor Pelayanan Pajak Pratama Wonosari
2. Persiapan Pengawasan
3. Shop Drawing Dan Izin Mulai Pelaksanaan Pekerjaan : Sebelum pekerjaan dimulai, Konsultan Pengawas
meminta kepada Kontraktor untuk membuat gambar kerja (Shop Drawing) pekerjaan yang akan
laksanakan
4. Pelaksanaan Pengawasan di Lapangan : Kegiatan Pengawasan dilakukan oleh tenaga pengawas dan
dikoordinir oleh seorang koordinator pengawasan
5. Pengendalian bahan / material : Agar dicapai kelancaran pekerjaan dalam artian jalannya
pelaksanaan pekerjaan dapat berkesinambungan, perlu dibuat jadwal kedatangan bahan / material
yang akan digunakan
6. Pengendalian Penggunaan Tenaga Kerja : Penggunaan tenaga kerja yang menyangkut jenis dan
jumlah yang digunakan, disesuaikan dengan macam pekerjaan dan volume yang akan dilaksanakan
7. Pengendalian Peralatan Kerja : Pengendalian peralatan kerja dimaksudkan untuk penunjang
kelancaran dan efektifitas pekerjaan Tugas Konsultan Pengawas dalam hal penyediaan peralatan
kerja yaitu memberi masukan kepada Kontraktor mengenai jenis dan jumlah peralatan kerja

Usulan Teknis Pengawasan Pembangunan


Gedung Diklat RS. Jiwa Grhasia Yogyakarta

URAIAN PENGALAMAN KERJA SEJENIS


KURUN WAKTU 10 TAHUN TERAKHIR
Bidang Pengawasan
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.

Pengguna Jasa
Lokasi
Nilai Kontrak
Nomor Kontrak
Periode
Nama Perusahaan Utama
Jumlah Tenaga Ahli
Perusahaan Mitra Kerja
a.

PT. Adjisaka

:
:
:
:
:
:
:
:

R. Agus Supriyanto, SH. M.Hum


Maguwoharjo Depok Kabupaten Sleman Provinsi DIY
Rp 100.000.000,00
027/5291/E/VII/2010 tanggal 30 Juli 2010
30 Juli 2010 s.d. 15 Desember 2010
PT. Adjisaka Konsultan Teknik
Tenaga Ahli Indonesia 20 OB
Asing
Indonesia
-

OB

20

OB

b.

OB

OB

c.

OB

OB

d.

OB

OB

Tenaga Ahli Tetap yang terlibat :


Posisi

Keahlian

Jumlah orang

1.

Team Leader

Ahli Sipil

2.

Ahli Struktur

Ahli Sipil

3.

Ahli Arsitektur

Ahli Arsitektur

4.

Ahli M/E

Ahli Elektrikal

Uraian Pekerjaan :
1. Pengawasan Pembangunan Gedung Kantor Kantor Pelayanan Pajak Daerah Provinsi DIY di Kabupaten
Sleman
2. Persiapan Pengawasan
3. Shop Drawing Dan Izin Mulai Pelaksanaan Pekerjaan : Sebelum pekerjaan dimulai, Konsultan Pengawas
meminta kepada Kontraktor untuk membuat gambar kerja (Shop Drawing) pekerjaan yang akan
laksanakan
4. Pelaksanaan Pengawasan di Lapangan : Kegiatan Pengawasan dilakukan oleh tenaga pengawas dan
dikoordinir oleh seorang koordinator pengawasan
5. Pengendalian bahan / material : Agar dicapai kelancaran pekerjaan dalam artian jalannya
pelaksanaan pekerjaan dapat berkesinambungan, perlu dibuat jadwal kedatangan bahan / material
yang akan digunakan
6. Pengendalian Penggunaan Tenaga Kerja : Penggunaan tenaga kerja yang menyangkut jenis dan
jumlah yang digunakan, disesuaikan dengan macam pekerjaan dan volume yang akan dilaksanakan
7. Pengendalian Peralatan Kerja : Pengendalian peralatan kerja dimaksudkan untuk penunjang
kelancaran dan efektifitas pekerjaan Tugas Konsultan Pengawas dalam hal penyediaan peralatan
kerja yaitu memberi masukan kepada Kontraktor mengenai jenis dan jumlah peralatan kerja

Usulan Teknis Pengawasan Pembangunan


Gedung Diklat RS. Jiwa Grhasia Yogyakarta

URAIAN PENGALAMAN KERJA SEJENIS


KURUN WAKTU 10 TAHUN TERAKHIR
Bidang Pengawasan
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.

Pengguna Jasa
Lokasi
Nilai Kontrak
Nomor Kontrak
Periode
Nama Perusahaan Utama
Jumlah Tenaga Ahli
Perusahaan Mitra Kerja

:
:
:
:
:
:
:
:

Achmad Syukur, SKM, M.Kes.


Tersebar se Kabupaten Kulon Progo
Rp 79.500.000,00
23/K/KONS.AWAS./DAK-KES/II/2009, tanggal 23 Februari 2009

23 Pebruari 2009 s.d. 23 Agustus 2009


PT. Adjisaka Konsultan Teknik
Tenaga Ahli Indonesia 20 OB
Asing

a.

PT. Adjisaka

Indonesia
-

OB

20

OB

b.

OB

OB

c.

OB

OB

d.

OB

OB

Tenaga Ahli Tetap yang terlibat :


Posisi

Keahlian

Jumlah orang

1.

Team Leader

Ahli Sipil

2.

Ahli Struktur

Ahli Sipil

3.

Ahli Arsitektur

Ahli Arsitektur

4.

Ahli M/E

Ahli Elektrikal

Uraian Pekerjaan :
1. Pengawasan Pengawasan Teknis Perluasan / Pembangunan Puskesmas Panjatan I, Perluasan
/Pembangunan Puskesmas Galur I, Relokasi Puskesmas Kalibawang, Pembangunan Rumah Dinas Dokter
dan Paramedis Puskesmas Panjatan II
2. Persiapan Pengawasan
3. Shop Drawing Dan Izin Mulai Pelaksanaan Pekerjaan : Sebelum pekerjaan dimulai, Konsultan Pengawas
meminta kepada Kontraktor untuk membuat gambar kerja (Shop Drawing) pekerjaan yang akan
laksanakan
4. Pelaksanaan Pengawasan di Lapangan : Kegiatan Pengawasan dilakukan oleh tenaga pengawas dan
dikoordinir oleh seorang koordinator pengawasan
5. Pengendalian bahan / material : Agar dicapai kelancaran pekerjaan dalam artian jalannya
pelaksanaan pekerjaan dapat berkesinambungan, perlu dibuat jadwal kedatangan bahan / material
yang akan digunakan
6. Pengendalian Penggunaan Tenaga Kerja : Penggunaan tenaga kerja yang menyangkut jenis dan
jumlah yang digunakan, disesuaikan dengan macam pekerjaan dan volume yang akan dilaksanakan
7. Pengendalian Peralatan Kerja : Pengendalian peralatan kerja dimaksudkan untuk penunjang
kelancaran dan efektifitas pekerjaan Tugas Konsultan Pengawas dalam hal penyediaan peralatan
kerja yaitu memberi masukan kepada Kontraktor mengenai jenis dan jumlah peralatan kerja

Usulan Teknis Pengawasan Pembangunan


Gedung Diklat RS. Jiwa Grhasia Yogyakarta

URAIAN PENGALAMAN KERJA SEJENIS


KURUN WAKTU 10 TAHUN TERAKHIR
Bidang Pengawasan
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.

Pengguna Jasa
Lokasi
Nilai Kontrak
Nomor Kontrak
Periode
Nama Perusahaan Utama
Jumlah Tenaga Ahli
Perusahaan Mitra Kerja

:
:
:
:
:
:
:
:

Kustituante Harris
Wonosari Gunungkidul
Rp 256.575.000,0
SPK.192/WPJ.23/KP.03/2009, tanggal 16 Juni 2009
16 Juni 2009 s.d. 31 Desember 2009
PT. Adjisaka Konsultan Teknik
Tenaga Ahli Indonesia 20 OB
Asing

a.

PT. Adjisaka

Indonesia
-

OB

20

OB

b.

OB

OB

c.

OB

OB

d.

OB

OB

Tenaga Ahli Tetap yang terlibat :


Posisi

Keahlian

Jumlah orang

1.

Team Leader

Ahli Sipil

2.

Ahli Struktur

Ahli Sipil

3.

Ahli Arsitektur

Ahli Arsitektur

4.

Ahli M/E

Ahli Elektrikal

Uraian Pekerjaan :
1. Pengawasan Pembangunan Gedung Kantor Pelayanan Pajak Pratama Wonosari
2. Persiapan Pengawasan
3. Shop Drawing Dan Izin Mulai Pelaksanaan Pekerjaan : Sebelum pekerjaan dimulai, Konsultan pengawas
meminta kepada Kontraktor untuk membuat gambar kerja (Shop Drawing) pekerjaan yang akan
laksanakan
4. Pelaksanaan Pengawasan di Lapangan : Kegiatan Pengawasan dilakukan oleh tenaga pengawas dan
dikoordinir oleh seorang koordinator pengawasan
5. Pengendalian bahan / material : Agar dicapai kelancaran pekerjaan dalam artian jalannya
pelaksanaan pekerjaan dapat berkesinambungan, perlu dibuat jadwal kedatangan bahan / material
yang akan digunakan
6. Pengendalian Penggunaan Tenaga Kerja : Penggunaan tenaga kerja yang menyangkut jenis dan
jumlah yang digunakan, disesuaikan dengan macam pekerjaan dan volume yang akan dilaksanakan
7. Pengendalian Peralatan Kerja : Pengendalian peralatan kerja dimaksudkan untuk penunjang
kelancaran dan efektifitas pekerjaan Tugas Konsultan pengawas dalam hal penyediaan peralatan
kerja yaitu memberi masukan kepada Kontraktor mengenai jenis dan jumlah peralatan kerja

Usulan Teknis Pengawasan Pembangunan


Gedung Diklat RS. Jiwa Grhasia Yogyakarta

URAIAN PENGALAMAN KERJA SEJENIS


KURUN WAKTU 10 TAHUN TERAKHIR
Bidang Pengawasan
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.

Pengguna Jasa
Lokasi
Nilai Kontrak
Nomor Kontrak
Periode
Nama Perusahaan Utama
Jumlah Tenaga Ahli
Perusahaan Mitra Kerja
a.

PT. Adjisaka

:
:
:
:
:
:
:
:

Ir. Arief Purwanto


Klidon, Sukoharjo, Ngaglik, Sleman

Rp 11.000.000,00
486.B/F13.3.1/PS/2009, tgl. 03 Maret 2009

03 Maret 2009 s.d.21 Juli 2009


PT. Adjisaka Konsultan Teknik
Tenaga Ahli Indonesia 7 OB
Asing

Indonesia

OB

OB

b.

OB

OB

c.

OB

OB

d.

OB

OB

Tenaga Ahli Tetap yang terlibat :


Posisi

Keahlian

Jumlah orang

1.

Team Leader

Ahli Sipil

2.

Ahli Struktur

Ahli Sipil

3.

Ahli Arsitektur

Ahli Arsitektur

Uraian Pekerjaan :
1. Pengawasan Rehabilitasi Gedung Sarana Olah Tubuh P4TK Seni dan Budaya
2. Persiapan Pengawasan
3. Shop Drawing Dan Izin Mulai Pelaksanaan Pekerjaan : Sebelum pekerjaan dimulai, Konsultan pengawas
meminta kepada Kontraktor untuk membuat gambar kerja (Shop Drawing) pekerjaan yang akan
laksanakan
4. Pelaksanaan Pengawasan di Lapangan : Kegiatan Pengawasan dilakukan oleh tenaga pengawas dan
dikoordinir oleh seorang koordinator pengawasan
5. Pengendalian bahan / material : Agar dicapai kelancaran pekerjaan dalam artian jalannya
pelaksanaan pekerjaan dapat berkesinambungan, perlu dibuat jadwal kedatangan bahan / material
yang akan digunakan
6. Pengendalian Penggunaan Tenaga Kerja : Penggunaan tenaga kerja yang menyangkut jenis dan
jumlah yang digunakan, disesuaikan dengan macam pekerjaan dan volume yang akan dilaksanakan
7. Pengendalian Peralatan Kerja : Pengendalian peralatan kerja dimaksudkan untuk penunjang
kelancaran dan efektifitas pekerjaan Tugas Konsultan pengawas dalam hal penyediaan peralatan
kerja yaitu memberi masukan kepada Kontraktor mengenai jenis dan jumlah peralatan kerja

Usulan Teknis Pengawasan Pembangunan


Gedung Diklat RS. Jiwa Grhasia Yogyakarta

URAIAN PENGALAMAN KERJA SEJENIS


KURUN WAKTU 10 TAHUN TERAKHIR
Bidang Pengawasan
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.

Pengguna Jasa
Lokasi
Nilai Kontrak
Nomor Kontrak
Periode
Nama Perusahaan Utama
Jumlah Tenaga Ahli
Perusahaan Mitra Kerja
a.

PT. Adjisaka

:
:
:
:
:
:
:
:

Wilis Prasetyo, SKM

Kabupaten Kulonprogo
Rp 56.119.000,00
068/SP3/K/DAK-KES/KP/V/2008, tanggal 24 Mei 2008

24 Mei 2008 s.d. 30 Desember 2008


PT. Adjisaka Konsultan Teknik
Tenaga Ahli Indonesia 12 OB
Asing
Indonesia
-

OB

12

OB

b.

OB

OB

c.

OB

OB

d.

OB

OB

Tenaga Ahli Tetap yang terlibat :


Posisi

Keahlian

Jumlah orang

1.

Team Leader

Ahli Sipil

2.

Ahli Struktur

Ahli Sipil

3.

Ahli Arsitektur

Ahli Arsitektur

4.

Ahli M/E

Ahli Elektrikal

Uraian Pekerjaan :
1. Pengawasan Teknis Rehabilitasi / Pembangunan Puskesmas, Puskesmas Pembantu dan Pembangunan Poskesdes,
Kegiatan Dana Alokasi Khusus (DAK) Bidang Kesehatan Lanjutan Kabupaten Kulon Progo

2. Persiapan Pengawasan
3. Shop Drawing Dan Izin Mulai Pelaksanaan Pekerjaan : Sebelum pekerjaan dimulai, Konsultan pengawas
meminta kepada Kontraktor untuk membuat gambar kerja (Shop Drawing) pekerjaan yang akan
laksanakan
4. Pelaksanaan Pengawasan di Lapangan : Kegiatan Pengawasan dilakukan oleh tenaga pengawas dan
dikoordinir oleh seorang koordinator pengawasan
5. Pengendalian bahan / material : Agar dicapai kelancaran pekerjaan dalam artian jalannya
pelaksanaan pekerjaan dapat berkesinambungan, perlu dibuat jadwal kedatangan bahan / material
yang akan digunakan
6. Pengendalian Penggunaan Tenaga Kerja : Penggunaan tenaga kerja yang menyangkut jenis dan
jumlah yang digunakan, disesuaikan dengan macam pekerjaan dan volume yang akan dilaksanakan
7. Pengendalian Peralatan Kerja : Pengendalian peralatan kerja dimaksudkan untuk penunjang
kelancaran dan efektifitas pekerjaan Tugas Konsultan pengawas dalam hal penyediaan peralatan
kerja yaitu memberi masukan kepada Kontraktor mengenai jenis dan jumlah peralatan kerja

Usulan Teknis Pengawasan Pembangunan


Gedung Diklat RS. Jiwa Grhasia Yogyakarta

URAIAN PENGALAMAN KERJA SEJENIS


KURUN WAKTU 10 TAHUN TERAKHIR
Bidang Pengawasan
1.
2.

Pengguna Jasa
Lokasi

: Drs. Muchsis Malik


: MPN Imogiri, Kabupaten Bantul, Provinsi D.I. Yogyakarta (Sumber
Dana APBN)

3.
4.
5.
6.
7.
8.

Nilai Kontrak
Nomor Kontrak
Periode
Nama Perusahaan Utama
Jumlah Tenaga Ahli
Perusahaan Mitra Kerja

:
:
:
:
:
:

a.

PT. Adjisaka

Rp 59.950.000,00
381E/K2KS/VII/2008, Tgl. 14 Juli 2008
14 Juli 2008 s.d. 02 Desember 2008
PT. Adjisaka Konsultan Teknik
Tenaga Ahli Indonesia 6,33 OB
Asing
Indonesia
-

OB

6,33

OB

b.

OB

OB

c.

OB

OB

d.

OB

OB

Tenaga Ahli Tetap yang terlibat :


Posisi
1.

Koordinator Pengawas

2.

Ahli Struktur

3.

Ahli Arsitektur

Keahlian

Jumlah orang

Ahli Sipil

1
1

Ahli Arsitektur

Uraian Pekerjaan :
1. Pengawasan Pembangunan / Pemugaran MPN Sri Sultan Hamengkubuwono I, MPN Sultan Agung Anyokro Kusumo,
MPN Sri Susuhunan Pakubuwono VI, MPN Jend. TNI KGPH. Djatikusumo, MPN Sri Sultan Hamengkubuwono IX dan
Rehabilitasi Komponen di Luar Komplek MPN Imogiri

2. Persiapan Pengawasan
3. Shop Drawing Dan Izin Mulai Pelaksanaan Pekerjaan : Sebelum pekerjaan dimulai, Konsultan pengawas
meminta kepada Kontraktor untuk membuat gambar kerja (Shop Drawing) pekerjaan yang akan
laksanakan
4. Pelaksanaan Pengawasan di Lapangan : Kegiatan Pengawasan dilakukan oleh tenaga pengawas dan
dikoordinir oleh seorang koordinator pengawasan
5. Pengendalian bahan / material : Agar dicapai kelancaran pekerjaan dalam artian jalannya
pelaksanaan pekerjaan dapat berkesinambungan, perlu dibuat jadwal kedatangan bahan / material
yang akan digunakan
6. Pengendalian Penggunaan Tenaga Kerja : Penggunaan tenaga kerja yang menyangkut jenis dan
jumlah yang digunakan, disesuaikan dengan macam pekerjaan dan volume yang akan dilaksanakan
7. Pengendalian Peralatan Kerja : Pengendalian peralatan kerja dimaksudkan untuk penunjang
kelancaran dan efektifitas pekerjaan Tugas Konsultan pengawas dalam hal penyediaan peralatan
kerja yaitu memberi masukan kepada Kontraktor mengenai jenis dan jumlah peralatan kerja

Usulan Teknis Pengawasan Pembangunan


Gedung Diklat RS. Jiwa Grhasia Yogyakarta

URAIAN PENGALAMAN KERJA SEJENIS


KURUN WAKTU 10 TAHUN TERAKHIR
Bidang Pengawasan
1.
2.

Pengguna Jasa
Lokasi

: Drs. Muchsis Malik


: MPN Imogiri, Kabupaten Bantul, Provinsi D.I. Yogyakarta (Sumber
Dana APBN)

3.
4.
5.
6.
7.
8.

Nilai Kontrak
Nomor Kontrak
Periode
Nama Perusahaan Utama
Jumlah Tenaga Ahli
Perusahaan Mitra Kerja

:
:
:
:
:
:

a.

PT. Adjisaka

Rp 59.950.000,00
381E/K2KS/VII/2008, Tgl. 14 Juli 2008
14 Juli 2008 s.d. 02 Desember 2008
PT. Adjisaka Konsultan Teknik
Tenaga Ahli Indonesia 6,33 OB
Asing
Indonesia
-

OB

6,33

OB

b.

OB

OB

c.

OB

OB

d.

OB

OB

Tenaga Ahli Tetap yang terlibat :


Posisi

Keahlian

Jumlah orang

1.

Site Manager

Ahli Sipil

2.

Ahli Struktur

Ahli Sipil

3.

Ahli Arsitektur

Ahli Arsitektur

Uraian Pekerjaan :
1. Pengawasan Pembangunan / Pemugaran MPN Sri Sultan Hamengkubuwono I, MPN Sultan Agung Anyokro Kusumo,
MPN Sri Susuhunan Pakubuwono VI, MPN Jend. TNI KGPH. Djatikusumo, MPN Sri Sultan Hamengkubuwono IX dan
Rehabilitasi Komponen di Luar Komplek MPN Imogiri

2. Persiapan Pengawasan
3. Shop Drawing Dan Izin Mulai Pelaksanaan Pekerjaan : Sebelum pekerjaan dimulai, Konsultan pengawas
meminta kepada Kontraktor untuk membuat gambar kerja (Shop Drawing) pekerjaan yang akan
laksanakan
4. Pelaksanaan Pengawasan di Lapangan : Kegiatan Pengawasan dilakukan oleh tenaga pengawas dan
dikoordinir oleh seorang koordinator pengawasan
5. Pengendalian bahan / material : Agar dicapai kelancaran pekerjaan dalam artian jalannya
pelaksanaan pekerjaan dapat berkesinambungan, perlu dibuat jadwal kedatangan bahan / material
yang akan digunakan
6. Pengendalian Penggunaan Tenaga Kerja : Penggunaan tenaga kerja yang menyangkut jenis dan
jumlah yang digunakan, disesuaikan dengan macam pekerjaan dan volume yang akan dilaksanakan
7. Pengendalian Peralatan Kerja : Pengendalian peralatan kerja dimaksudkan untuk penunjang
kelancaran dan efektifitas pekerjaan Tugas Konsultan pengawas dalam hal penyediaan peralatan
kerja yaitu memberi masukan kepada Kontraktor mengenai jenis dan jumlah peralatan kerja

Usulan Teknis Pengawasan Pembangunan


Gedung Diklat RS. Jiwa Grhasia Yogyakarta

URAIAN PENGALAMAN KERJA SEJENIS


KURUN WAKTU 10 TAHUN TERAKHIR
Bidang Pengawasan
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.

Pengguna Jasa
Lokasi
Nilai Kontrak
Nomor Kontrak
Periode
Nama Perusahaan Utama
Jumlah Tenaga Ahli
Perusahaan Mitra Kerja
a.

PT. Adjisaka

:
:
:
:
:
:
:
:

Diskimpraswil Prop. D.I. Yogyakarta


Kotagede Yogyakarta
Rp 39.000.000,00
602.12/B/013/3/YK/06, tgl. 25 September 2006
25 September 2006 s.d. 04 Maret 2007
PT. Adjisaka Konsultan Teknik
Tenaga Ahli Indonesia 6,33 OB
Asing
Indonesia
-

OB

6,33

OB

b.

OB

OB

c.

OB

OB

d.

OB

OB

Tenaga Ahli Tetap yang terlibat :


Posisi

Keahlian

Jumlah orang

1.

Team Leader

Ahli Sipil

2.

Ahli Struktur

Ahli Sipil

3.

Ahli Arsitektur

Ahli Arsitektur

4.

Ahli M/E

Ahli Elektrikal

Uraian Pekerjaan :
1. Pengawasan Pembangunan Gedung Baru Sekolah Dasar di SD. Kotagede 1, SD. Kotagede 03 Yogyakarta
2. Persiapan Pengawasan
3. Shop Drawing Dan Izin Mulai Pelaksanaan Pekerjaan : Sebelum pekerjaan dimulai, Konsultan pengawas
meminta kepada Kontraktor untuk membuat gambar kerja (Shop Drawing) pekerjaan yang akan
laksanakan
4. Pelaksanaan Pengawasan di Lapangan : Kegiatan Pengawasan dilakukan oleh tenaga pengawas dan
dikoordinir oleh seorang koordinator pengawasan
5. Pengendalian bahan / material : Agar dicapai kelancaran pekerjaan dalam artian jalannya
pelaksanaan pekerjaan dapat berkesinambungan, perlu dibuat jadwal kedatangan bahan / material
yang akan digunakan
6. Pengendalian Penggunaan Tenaga Kerja : Penggunaan tenaga kerja yang menyangkut jenis dan
jumlah yang digunakan, disesuaikan dengan macam pekerjaan dan volume yang akan dilaksanakan
7. Pengendalian Peralatan Kerja : Pengendalian peralatan kerja dimaksudkan untuk penunjang
kelancaran dan efektifitas pekerjaan Tugas Konsultan pengawas dalam hal penyediaan peralatan
kerja yaitu memberi masukan kepada Kontraktor mengenai jenis dan jumlah peralatan kerja

Usulan Teknis Pengawasan Pembangunan


Gedung Diklat RS. Jiwa Grhasia Yogyakarta

URAIAN PENGALAMAN KERJA SEJENIS


KURUN WAKTU 10 TAHUN TERAKHIR
Bidang Pengawasan
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.

Pengguna Jasa
Lokasi
Nilai Kontrak
Nomor Kontrak
Periode
Nama Perusahaan Utama
Jumlah Tenaga Ahli
Perusahaan Mitra Kerja
a.

PT. Adjisaka

:
:
:
:
:
:
:
:

Dinas Tata Kota dan Bangunan Kota Yogyakarta.


Giwangan Umbulharjo Yogyakarta
Rp 55.500.000,00
003.1/215023601022/Kontrak/VI/2004, tgl.12 Juni 2004
12 Juni 2004 s.d. 01 Desember 2004
PT. Adjisaka Konsultan Teknik
Tenaga Ahli Indonesia 8,4 OB
Asing
Indonesia
-

OB

8,4

OB

b.

OB

OB

c.

OB

OB

d.

OB

OB

Tenaga Ahli Tetap yang terlibat :


Posisi

Keahlian

Jumlah orang

1.

Manager Proyek

Ahli Sipil

2.

Site Manager

Ahli Sipil

3.

Ahli Arsitektur

Ahli Arsitektur

4.

Ahli M / E

Ahli Mekanikal dan Elektrikal

1
1

Uraian Pekerjaan :
1. Pengawasan Pembangunan Pasar Ikan Higienis di Yogyakarta
2. Persiapan Pengawasan
3. Shop Drawing Dan Izin Mulai Pelaksanaan Pekerjaan : Sebelum pekerjaan dimulai, Konsultan pengawas
meminta kepada Kontraktor untuk membuat gambar kerja (Shop Drawing) pekerjaan yang akan
laksanakan
4. Pelaksanaan Pengawasan di Lapangan : Kegiatan Pengawasan dilakukan oleh tenaga pengawas dan
dikoordinir oleh seorang koordinator pengawasan
5. Pengendalian bahan / material : Agar dicapai kelancaran pekerjaan dalam artian jalannya
pelaksanaan pekerjaan dapat berkesinambungan, perlu dibuat jadwal kedatangan bahan / material
yang akan digunakan
6. Pengendalian Penggunaan Tenaga Kerja : Penggunaan tenaga kerja yang menyangkut jenis dan
jumlah yang digunakan, disesuaikan dengan macam pekerjaan dan volume yang akan dilaksanakan
7. Pengendalian Peralatan Kerja : Pengendalian peralatan kerja dimaksudkan untuk penunjang
kelancaran dan efektifitas pekerjaan Tugas Konsultan pengawas dalam hal penyediaan peralatan
kerja yaitu memberi masukan kepada Kontraktor mengenai jenis dan jumlah peralatan kerja

Usulan Teknis Pengawasan Pembangunan


Gedung Diklat RS. Jiwa Grhasia Yogyakarta

URAIAN PENGALAMAN KERJA SEJENIS


KURUN WAKTU 10 TAHUN TERAKHIR
Bidang Pengawasan
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.

Pengguna Jasa
Lokasi
Nilai Kontrak
Nomor Kontrak
Periode
Nama Perusahaan Utama
Jumlah Tenaga Ahli
Perusahaan Mitra Kerja
a.

PT. Adjisaka

:
:
:
:
:
:
:
:

Pemimpin Proyek UPN Veteran Yogyakarta


Kampus UPN Veteran CondongCatur, Yogyakarta
Rp 34.000.000,00
25/KNT/P-FTM/XII/2003 tgl. 04 Desember 2003
04 Desember 2003 s.d. 04 April 2004
PT. Adjisaka Konsultan Teknik
Tenaga Ahli Indonesia 10 OB
Asing
Indonesia
-

OB

10

OB

b.

OB

OB

c.

OB

OB

d.

OB

OB

Tenaga Ahli Tetap yang terlibat :


Posisi

Keahlian

Jumlah orang

1.

Manager Proyek

Ahli Sipil

2.

Site Manager

Ahli Sipil

3.

Ahli Arsitektur

Ahli Arsitektur

4.

Ahli M / E

Ahli Mekanikal dan Elektrikal

1
1

Uraian Pekerjaan :
1. Pengawasan Pembangunan Lt. 3 Gedung Jurusan Teknik Perminyakan UPN Veteran Yogyakarta
2. Persiapan Pengawasan
3. Shop Drawing Dan Izin Mulai Pelaksanaan Pekerjaan : Sebelum pekerjaan dimulai, Konsultan pengawas
meminta kepada Kontraktor untuk membuat gambar kerja (Shop Drawing) pekerjaan yang akan
laksanakan
4. Pelaksanaan Pengawasan di Lapangan : Kegiatan Pengawasan dilakukan oleh tenaga pengawas dan
dikoordinir oleh seorang koordinator pengawasan
5. Pengendalian bahan / material : Agar dicapai kelancaran pekerjaan dalam artian jalannya
pelaksanaan pekerjaan dapat berkesinambungan, perlu dibuat jadwal kedatangan bahan / material
yang akan digunakan
6. Pengendalian Penggunaan Tenaga Kerja : Penggunaan tenaga kerja yang menyangkut jenis dan
jumlah yang digunakan, disesuaikan dengan macam pekerjaan dan volume yang akan dilaksanakan
7. Pengendalian Peralatan Kerja : Pengendalian peralatan kerja dimaksudkan untuk penunjang
kelancaran dan efektifitas pekerjaan Tugas Konsultan pengawas dalam hal penyediaan peralatan
kerja yaitu memberi masukan kepada Kontraktor mengenai jenis dan jumlah peralatan kerja

Usulan Teknis Pengawasan Pembangunan


Gedung Diklat RS. Jiwa Grhasia Yogyakarta

URAIAN PENGALAMAN KERJA SEJENIS


KURUN WAKTU 10 TAHUN TERAKHIR
Bidang Pengawasan
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.

Pengguna Jasa
Lokasi
Nilai Kontrak
Nomor Kontrak
Periode
Nama Perusahaan Utama
Jumlah Tenaga Ahli
Perusahaan Mitra Kerja
a.

PT. Adjisaka

:
:
:
:
:
:
:
:

Pemimpin Proyek UPN Veteran Yogyakarta


Kampus UPN Veteran CondongCatur, Yogyakarta
Rp 106.250.000,00
156/KNT/P-FSP/VII/03, tgl. 10 Juli 2003
10 Juli 2003 s.d. 09 Desember 2003
PT. Adjisaka Konsultan Teknik
Tenaga Ahli Indonesia 9 OB
Asing
Indonesia
-

OB

OB

b.

OB

OB

c.

OB

OB

d.

OB

OB

Tenaga Ahli Tetap yang terlibat :


Posisi

Keahlian

Jumlah orang

1.

Manager Proyek

Ahli Sipil

2.

Site Manager

Ahli Sipil

3.

Ahli Struktur

Ahli Struktur

4.

Ahli Arsitektur

Ahli Arsitektur

5.

Ahli M / E

Ahli Mekanikal dan Elektrikal

Uraian Pekerjaan :
1. Pengawasan Pembangunan Gedung Kampus Babarsari UPN Veteran Yogyakarta Tahap IV
2. Persiapan Pengawasan
3. Shop Drawing Dan Izin Mulai Pelaksanaan Pekerjaan : Sebelum pekerjaan dimulai, Konsultan pengawas
meminta kepada Kontraktor untuk membuat gambar kerja (Shop Drawing) pekerjaan yang akan
laksanakan
4. Pelaksanaan Pengawasan di Lapangan : Kegiatan Pengawasan dilakukan oleh tenaga pengawas dan
dikoordinir oleh seorang koordinator pengawasan
5. Pengendalian bahan / material : Agar dicapai kelancaran pekerjaan dalam artian jalannya
pelaksanaan pekerjaan dapat berkesinambungan, perlu dibuat jadwal kedatangan bahan / material
yang akan digunakan
6. Pengendalian Penggunaan Tenaga Kerja : Penggunaan tenaga kerja yang menyangkut jenis dan
jumlah yang digunakan, disesuaikan dengan macam pekerjaan dan volume yang akan dilaksanakan
7. Pengendalian Peralatan Kerja : Pengendalian peralatan kerja dimaksudkan untuk penunjang
kelancaran dan efektifitas pekerjaan Tugas Konsultan pengawas dalam hal penyediaan peralatan
kerja yaitu memberi masukan kepada Kontraktor mengenai jenis dan jumlah peralatan kerja

Usulan Teknis Pengawasan Pembangunan


Gedung Diklat RS. Jiwa Grhasia Yogyakarta

URAIAN PENGALAMAN KERJA SEJENIS


KURUN WAKTU 10 TAHUN TERAKHIR
Bidang Pengawasan
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.

Pengguna Jasa
Lokasi
Nilai Kontrak
Nomor Kontrak
Periode
Nama Perusahaan Utama
Jumlah Tenaga Ahli
Perusahaan Mitra Kerja
a.

PT. Adjisaka

:
:
:
:
:
:
:
:

RSUD Prof. Margono Soekardjo Purwokerto


Jl. Dr. Gumberg 1 Purwokerto
Rp 39.700.000,00
027/2725/2003, tgl. 06 Mei 2003
06 Mei 2003 s.d. 06 Juli 2003
PT. Adjisaka Konsultan Teknik
Tenaga Ahli Indonesia 9 OB
Asing
Indonesia
-

OB

OB

b.

OB

OB

c.

OB

OB

d.

OB

OB

Tenaga Ahli Tetap yang terlibat :


Posisi

Keahlian

Jumlah orang

1.

Manager Proyek

Ahli Sipil

2.

Site Manager

Ahli Sipil

3.

Ahli Arsitektur

Ahli Arsitektur

4.

Ahli M / E

Ahli Mekanikal dan Elektrikal

Uraian Pekerjaan :
1. Pengawasan Konstruksi Gedung Radioterapi RSUD Prof. Dr. Margono Soekardjo Purwokerto
2. Persiapan Pengawasan
3. Shop Drawing Dan Izin Mulai Pelaksanaan Pekerjaan : Sebelum pekerjaan dimulai, Konsultan pengawas
meminta kepada Kontraktor untuk membuat gambar kerja (Shop Drawing) pekerjaan yang akan
laksanakan
4. Pelaksanaan Pengawasan di Lapangan : Kegiatan Pengawasan dilakukan oleh tenaga pengawas dan
dikoordinir oleh seorang koordinator pengawasan
5. Pengendalian bahan / material : Agar dicapai kelancaran pekerjaan dalam artian jalannya
pelaksanaan pekerjaan dapat berkesinambungan, perlu dibuat jadwal kedatangan bahan / material
yang akan digunakan
6. Pengendalian Penggunaan Tenaga Kerja : Penggunaan tenaga kerja yang menyangkut jenis dan
jumlah yang digunakan, disesuaikan dengan macam pekerjaan dan volume yang akan dilaksanakan
7. Pengendalian Peralatan Kerja : Pengendalian peralatan kerja dimaksudkan untuk penunjang
kelancaran dan efektifitas pekerjaan Tugas Konsultan pengawas dalam hal penyediaan peralatan
kerja yaitu memberi masukan kepada Kontraktor mengenai jenis dan jumlah peralatan kerja

Usulan Teknis Pengawasan Pembangunan


Gedung Diklat RS. Jiwa Grhasia Yogyakarta

URAIAN PENGALAMAN KERJA SEJENIS


KURUN WAKTU 10 TAHUN TERAKHIR
Bidang Pengawasan
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.

Pengguna Jasa
Lokasi
Nilai Kontrak
Nomor Kontrak
Periode
Nama Perusahaan Utama
Jumlah Tenaga Ahli
Perusahaan Mitra Kerja
a.

PT. Adjisaka

:
:
:
:
:
:
:
:

Pemimpin Proyek UPN Veteran Yogyakarta


Kampus UPN Veteran CondongCatur, Yogyakarta
Rp 98.250.000,00
25/KNT/P-FSP/I/02, tgl. 30 Januari 2002
30 Januari 2002 s.d. 30 Mei 2002
PT. Adjisaka Konsultan Teknik
Tenaga Ahli Indonesia 11 OB
Asing
Indonesia
-

OB

11

OB

b.

OB

OB

c.

OB

OB

d.

OB

OB

Tenaga Ahli Tetap yang terlibat :


Posisi

Keahlian

Jumlah orang

1.

Manager Proyek

Ahli Sipil

2.

Site Manager

Ahli Sipil

3.

Ahli Arsitektur

Ahli Arsitektur

4.

Ahli M / E

Ahli Mekanikal dan Elektrikal

Uraian Pekerjaan :
1. Pengawasan Pembangunan Gedung Kampus UPN Veteran Yogyakarta Tahap I
2. Persiapan Pengawasan
3. Shop Drawing Dan Izin Mulai Pelaksanaan Pekerjaan : Sebelum pekerjaan dimulai, Konsultan pengawas
meminta kepada Kontraktor untuk membuat gambar kerja (Shop Drawing) pekerjaan yang akan
laksanakan
4. Pelaksanaan Pengawasan di Lapangan : Kegiatan Pengawasan dilakukan oleh tenaga pengawas dan
dikoordinir oleh seorang koordinator pengawasan
5. Pengendalian bahan / material : Agar dicapai kelancaran pekerjaan dalam artian jalannya
pelaksanaan pekerjaan dapat berkesinambungan, perlu dibuat jadwal kedatangan bahan / material
yang akan digunakan
6. Pengendalian Penggunaan Tenaga Kerja : Penggunaan tenaga kerja yang menyangkut jenis dan
jumlah yang digunakan, disesuaikan dengan macam pekerjaan dan volume yang akan dilaksanakan
7. Pengendalian Peralatan Kerja : Pengendalian peralatan kerja dimaksudkan untuk penunjang
kelancaran dan efektifitas pekerjaan Tugas Konsultan pengawas dalam hal penyediaan peralatan
kerja yaitu memberi masukan kepada Kontraktor mengenai jenis dan jumlah peralatan kerja

Usulan Teknis Pengawasan Pembangunan


Gedung Diklat RS. Jiwa Grhasia Yogyakarta

URAIAN PENGALAMAN KERJA SEJENIS


KURUN WAKTU 10 TAHUN TERAKHIR
Bidang Pengawasan
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.

Pengguna Jasa
Lokasi
Nilai Kontrak
Nomor Kontrak
Periode
Nama Perusahaan Utama
Jumlah Tenaga Ahli
Perusahaan Mitra Kerja
a.

PT. Adjisaka

:
:
:
:
:
:
:
:

Pemimpin Proyek RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta


Jl. Kesehatan 1 Sekip Yogyakarta
Rp 17.425.000,00
PL.00.07.9525, tgl. 24 Agustus 2002
24 Agustus 2002 s.d. 30 Desember 2002
PT. Adjisaka Konsultan Teknik
Tenaga Ahli Indonesia 4 OB
Asing
Indonesia
-

OB

OB

b.

OB

OB

c.

OB

OB

d.

OB

OB

Tenaga Ahli Tetap yang terlibat :


Posisi

Keahlian

Jumlah orang

1.

Koordinator Pengawas

Ahli Sipil

2.

Ahli Sipil

Ahli Sipil

3.

Ahli Arsitek

Ahli Arsitektur

4.

Ahli M/E

Ahli Arsitektur

Uraian Pekerjaan :
1. Pengawasan Pembangunan Gedung Parkir RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta
2. Persiapan Pengawasan
3. Shop Drawing Dan Izin Mulai Pelaksanaan Pekerjaan : Sebelum pekerjaan dimulai, Konsultan pengawas
meminta kepada Kontraktor untuk membuat gambar kerja (Shop Drawing) pekerjaan yang akan
laksanakan
4. Pelaksanaan Pengawasan di Lapangan : Kegiatan Pengawasan dilakukan oleh tenaga pengawas dan
dikoordinir oleh seorang koordinator pengawasan
5. Pengendalian bahan / material : Agar dicapai kelancaran pekerjaan dalam artian jalannya
pelaksanaan pekerjaan dapat berkesinambungan, perlu dibuat jadwal kedatangan bahan / material
yang akan digunakan
6. Pengendalian Penggunaan Tenaga Kerja : Penggunaan tenaga kerja yang menyangkut jenis dan
jumlah yang digunakan, disesuaikan dengan macam pekerjaan dan volume yang akan dilaksanakan
7. Pengendalian Peralatan Kerja : Pengendalian peralatan kerja dimaksudkan untuk penunjang
kelancaran dan efektifitas pekerjaan Tugas Konsultan pengawas dalam hal penyediaan peralatan
kerja yaitu memberi masukan kepada Kontraktor mengenai jenis dan jumlah peralatan kerja

Usulan Teknis Pengawasan Pembangunan


Gedung Diklat RS. Jiwa Grhasia Yogyakarta

URAIAN PENGALAMAN KERJA SEJENIS


KURUN WAKTU 10 TAHUN TERAKHIR
Bidang Pengawasan
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.

Pengguna Jasa
Lokasi
Nilai Kontrak
Nomor Kontrak
Periode
Nama Perusahaan Utama
Jumlah Tenaga Ahli
Perusahaan Mitra Kerja
a.

PT. Adjisaka

:
:
:
:
:
:
:
:

Pemimpin Proyek UPN Veteran Yogyakarta


Kampus UPN Veteran CondongCatur, Yogyakarta
Rp 61.934.080,00
51/KNT/P-FTM/562002, tgl. 12 Juni 2002
12 Juni 2002 s.d. 12 September 2002
PT. Adjisaka Konsultan Teknik
Tenaga Ahli Indonesia 7 OB
Asing
Indonesia
-

OB

OB

b.

OB

OB

c.

OB

OB

d.

OB

OB

Tenaga Ahli Tetap yang terlibat :


Posisi
1.

Site Manager

2.

Ahli Sipil

3.

Ahli Arsitektur

4.

Ahli M/E

Keahlian

Jumlah orang

Ahli Sipil

Ahli Struktur

Ahli Arsitektur

Ahli Mekanikal / Elektrikal

Uraian Pekerjaan :
1. Pengawasan Pembangunan Gedung Dekanat FTM UPN Veteran Yogyakarta
2. Persiapan Pengawasan
3. Shop Drawing Dan Izin Mulai Pelaksanaan Pekerjaan : Sebelum pekerjaan dimulai, Konsultan pengawas
meminta kepada Kontraktor untuk membuat gambar kerja (Shop Drawing) pekerjaan yang akan
laksanakan
4. Pelaksanaan Pengawasan di Lapangan : Kegiatan Pengawasan dilakukan oleh tenaga pengawas dan
dikoordinir oleh seorang koordinator pengawasan
5. Pengendalian bahan / material : Agar dicapai kelancaran pekerjaan dalam artian jalannya
pelaksanaan pekerjaan dapat berkesinambungan, perlu dibuat jadwal kedatangan bahan / material
yang akan digunakan
6. Pengendalian Penggunaan Tenaga Kerja : Penggunaan tenaga kerja yang menyangkut jenis dan
jumlah yang digunakan, disesuaikan dengan macam pekerjaan dan volume yang akan dilaksanakan
7. Pengendalian Peralatan Kerja : Pengendalian peralatan kerja dimaksudkan untuk penunjang
kelancaran dan efektifitas pekerjaan Tugas Konsultan pengawas dalam hal penyediaan peralatan
kerja yaitu memberi masukan kepada Kontraktor mengenai jenis dan jumlah peralatan kerja

Usulan Teknis Pengawasan Pembangunan


Gedung Diklat RS. Jiwa Grhasia Yogyakarta

URAIAN PENGALAMAN KERJA SEJENIS


KURUN WAKTU 10 TAHUN TERAKHIR
Bidang Pengawasan
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.

Pengguna Jasa
Lokasi
Nilai Kontrak
Nomor Kontrak
Periode
Nama Perusahaan Utama
Jumlah Tenaga Ahli
Perusahaan Mitra Kerja
a.

PT. Adjisaka

:
:
:
:
:
:
:
:

Pemimpin Proyek UPN Veteran Yogyakarta


Kampus UPN Veteran CondongCatur, Yogyakarta
Rp 43.000.000,00
24/KNT/P-FTM/2002, tgl. 07 Januari 2002
07 Januari 2002 s.d. 23 Juli 2002
PT. Adjisaka Konsultan Teknik
Tenaga Ahli Indonesia 7 OB
Asing
Indonesia
-

OB

OB

b.

OB

OB

c.

OB

OB

d.

OB

OB

Tenaga Ahli Tetap yang terlibat :


Posisi
1.

Site Manager

2.

Ahli Sipil

3.

Ahli Arsitektur

4.

Ahli M/E

Keahlian

Jumlah orang

Ahli Sipil

Ahli Struktur

Ahli Arsitektur

Ahli Mekanikal / Elektrikal

Uraian Pekerjaan :
1. Pengawasan Pembangunan Gedung Dekanat FTM UPN Veteran Yogyakarta Tahap 1
2. Persiapan Pengawasan
3. Shop Drawing Dan Izin Mulai Pelaksanaan Pekerjaan : Sebelum pekerjaan dimulai, Konsultan pengawas
meminta kepada Kontraktor untuk membuat gambar kerja (Shop Drawing) pekerjaan yang akan
laksanakan
4. Pelaksanaan Pengawasan di Lapangan : Kegiatan Pengawasan dilakukan oleh tenaga pengawas dan
dikoordinir oleh seorang koordinator pengawasan
5. Pengendalian bahan / material : Agar dicapai kelancaran pekerjaan dalam artian jalannya
pelaksanaan pekerjaan dapat berkesinambungan, perlu dibuat jadwal kedatangan bahan / material
yang akan digunakan
6. Pengendalian Penggunaan Tenaga Kerja : Penggunaan tenaga kerja yang menyangkut jenis dan
jumlah yang digunakan, disesuaikan dengan macam pekerjaan dan volume yang akan dilaksanakan
7. Pengendalian Peralatan Kerja : Pengendalian peralatan kerja dimaksudkan untuk penunjang
kelancaran dan efektifitas pekerjaan Tugas Konsultan pengawas dalam hal penyediaan peralatan
kerja yaitu memberi masukan kepada Kontraktor mengenai jenis dan jumlah peralatan kerja

Usulan Teknis Pengawasan Pembangunan


Gedung Diklat RS. Jiwa Grhasia Yogyakarta

URAIAN PENGALAMAN KERJA SEJENIS


KURUN WAKTU 10 TAHUN TERAKHIR
Bidang Pengawasan
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.

Pengguna Jasa
Lokasi
Nilai Kontrak
Nomor Kontrak
Periode
Nama Perusahaan Utama
Jumlah Tenaga Ahli
Perusahaan Mitra Kerja
a.

PT. Adjisaka

:
:
:
:
:
:
:
:

Pemimpin Proyek UPN Veteran Yogyakarta


Kampus UPN Veteran CondongCatur, Yogyakarta
Rp 43.000.000,00
49/KNT/P-FTM/2002, tgl. 10 Oktober 2002
10 Oktober 2002 s.d. 10 Januari 2003
PT. Adjisaka Konsultan Teknik
Tenaga Ahli Indonesia 6,5 OB
Asing
Indonesia
-

OB

6,5

OB

b.

OB

OB

c.

OB

OB

d.

OB

OB

Tenaga Ahli Tetap yang terlibat :


Posisi
1.

Site Manager

2.

Ahli Sipil

3.

Ahli Arsitektur

4.

Ahli M/E

Keahlian

Jumlah orang

Ahli Sipil

Ahli Struktur

Ahli Arsitektur

Ahli Mekanikal / Elektrikal

Uraian Pekerjaan :
1. Pengawasan Pembangunan Gedung Dekanat FTM UPN Veteran Yogyakarta Tahap 2
2. Persiapan Pengawasan
3. Shop Drawing Dan Izin Mulai Pelaksanaan Pekerjaan : Sebelum pekerjaan dimulai, Konsultan pengawas
meminta kepada Kontraktor untuk membuat gambar kerja (Shop Drawing) pekerjaan yang akan
laksanakan
4. Pelaksanaan Pengawasan di Lapangan : Kegiatan Pengawasan dilakukan oleh tenaga pengawas dan
dikoordinir oleh seorang koordinator pengawasan
5. Pengendalian bahan / material : Agar dicapai kelancaran pekerjaan dalam artian jalannya
pelaksanaan pekerjaan dapat berkesinambungan, perlu dibuat jadwal kedatangan bahan / material
yang akan digunakan
6. Pengendalian Penggunaan Tenaga Kerja : Penggunaan tenaga kerja yang menyangkut jenis dan
jumlah yang digunakan, disesuaikan dengan macam pekerjaan dan volume yang akan dilaksanakan
7. Pengendalian Peralatan Kerja : Pengendalian peralatan kerja dimaksudkan untuk penunjang
kelancaran dan efektifitas pekerjaan Tugas Konsultan pengawas dalam hal penyediaan peralatan
kerja yaitu memberi masukan kepada Kontraktor mengenai jenis dan jumlah peralatan kerja

Usulan Teknis Pengawasan Pembangunan


Gedung Diklat RS. Jiwa Grhasia Yogyakarta

URAIAN PENGALAMAN KERJA SEJENIS


KURUN WAKTU 10 TAHUN TERAKHIR
Bidang Pengawasan
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.

Pengguna Jasa
Lokasi
Nilai Kontrak
Nomor Kontrak
Periode
Nama Perusahaan Utama
Jumlah Tenaga Ahli
Perusahaan Mitra Kerja
a.

PT. Adjisaka

:
:
:
:
:
:
:
:

Diskimpraswil Prop. D.I. Yogyakarta


Jl. Bumijo 5 Yogyakarta
Rp 39.474.000,00
602/I3/53, tgl. 24 November 2001
24 November 2001 s.d. 30 Desember 2001
PT. Adjisaka Konsultan Teknik
Tenaga Ahli Indonesia 4 OB
Asing
Indonesia
-

OB

OB

b.

OB

OB

c.

OB

OB

d.

OB

OB

Tenaga Ahli Tetap yang terlibat :


Posisi
1.

Koordinator Pengawas

2.

Ahli Arsitektur

Keahlian

Jumlah orang

Ahli Sipil

Ahli Tata Lingkungan

Uraian Pekerjaan :
1. Pengawasan Pengembangan Perumahan dan Penyehatan Lingkungan Permukiman (Dana Pendapatan
Asli Daerah)
2. Persiapan Pengawasan
3. Shop Drawing Dan Izin Mulai Pelaksanaan Pekerjaan : Sebelum pekerjaan dimulai, Konsultan pengawas
meminta kepada Kontraktor untuk membuat gambar kerja (Shop Drawing) pekerjaan yang akan
laksanakan
4. Pelaksanaan Pengawasan di Lapangan : Kegiatan Pengawasan dilakukan oleh tenaga pengawas dan
dikoordinir oleh seorang koordinator pengawasan
5. Pengendalian bahan / material : Agar dicapai kelancaran pekerjaan dalam artian jalannya
pelaksanaan pekerjaan dapat berkesinambungan, perlu dibuat jadwal kedatangan bahan / material
yang akan digunakan
6. Pengendalian Penggunaan Tenaga Kerja : Penggunaan tenaga kerja yang menyangkut jenis dan
jumlah yang digunakan, disesuaikan dengan macam pekerjaan dan volume yang akan dilaksanakan
7. Pengendalian Peralatan Kerja : Pengendalian peralatan kerja dimaksudkan untuk penunjang
kelancaran dan efektifitas pekerjaan Tugas Konsultan pengawas dalam hal penyediaan peralatan
kerja yaitu memberi masukan kepada Kontraktor mengenai jenis dan jumlah peralatan kerja

Usulan Teknis Pengawasan Pembangunan


Gedung Diklat RS. Jiwa Grhasia Yogyakarta

URAIAN PENGALAMAN KERJA SEJENIS


KURUN WAKTU 10 TAHUN TERAKHIR
Bidang Pengawasan
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.

Pengguna Jasa
Lokasi
Nilai Kontrak
Nomor Kontrak
Periode
Nama Perusahaan Utama
Jumlah Tenaga Ahli
Perusahaan Mitra Kerja
a.

PT. Adjisaka

:
:
:
:
:
:
:
:

Pemimpin Proyek RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta


Jl. Kesehatan 1 Yogyakarta
Rp 49.300.000,00
PL.00.07.8316 tgl. 24 Juli 2000
24 Juli 2000 s.d. 16 November 2000
PT. Adjisaka Konsultan Teknik
Tenaga Ahli Indonesia 8,9 OB
Asing
Indonesia
-

OB

8,9

OB

b.

OB

OB

c.

OB

OB

d.

OB

OB

Tenaga Ahli Tetap yang terlibat :


Posisi

Keahlian

Jumlah orang

Ahli Sipil

Ahli Struktur

1.

Manager Proyek

2.

Ahli Sipil

3.

Ahli Arsitektur

Ahli Arsitektur / Tata Lingkungan

4.

Ahli Elektrikal

Ahli Elektrikal

5.

Ahli Mekanikal

Ahli Plumbing

Uraian Pekerjaan :
1. Pengawasan Pembangunan dan Renovasi Instalasi Kedokteran Forensik RSUP Dr. Sardjito
2. Persiapan Pengawasan
3. Shop Drawing Dan Izin Mulai Pelaksanaan Pekerjaan : Sebelum pekerjaan dimulai, Konsultan pengawas
meminta kepada Kontraktor untuk membuat gambar kerja (Shop Drawing) pekerjaan yang akan
laksanakan
4. Pelaksanaan Pengawasan di Lapangan : Kegiatan Pengawasan dilakukan oleh tenaga pengawas dan
dikoordinir oleh seorang koordinator pengawasan
5. Pengendalian bahan / material : Agar dicapai kelancaran pekerjaan dalam artian jalannya
pelaksanaan pekerjaan dapat berkesinambungan, perlu dibuat jadwal kedatangan bahan / material
yang akan digunakan
6. Pengendalian Penggunaan Tenaga Kerja : Penggunaan tenaga kerja yang menyangkut jenis dan
jumlah yang digunakan, disesuaikan dengan macam pekerjaan dan volume yang akan dilaksanakan
7. Pengendalian Peralatan Kerja : Pengendalian peralatan kerja dimaksudkan untuk penunjang
kelancaran dan efektifitas pekerjaan Tugas Konsultan pengawas dalam hal penyediaan peralatan
kerja yaitu memberi masukan kepada Kontraktor mengenai jenis dan jumlah peralatan kerja

Usulan Teknis Pengawasan Pembangunan


Gedung Diklat RS. Jiwa Grhasia Yogyakarta

URAIAN PENGALAMAN KERJA SEJENIS


KURUN WAKTU 10 TAHUN TERAKHIR
Bidang Pengawasan
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.

Pengguna Jasa
Lokasi
Nilai Kontrak
Nomor Kontrak
Periode
Nama Perusahaan Utama
Jumlah Tenaga Ahli
Perusahaan Mitra Kerja
a.

PT. Adjisaka

:
:
:
:
:
:
:
:

Pemimpin Proyek Taman Budaya Shopping Center


Jl. Cendana Yogyakarta
Rp 52.589.000,00
46a/OPFK.DIY/LL.VI/2000, tgl. 30 Juni 2000
30 Juni 2000 s.d. 07 Oktober 2000
PT. Adjisaka Konsultan Teknik
Tenaga Ahli Indonesia 8,3 OB
Asing
Indonesia
-

OB

8,3

OB

b.

OB

OB

c.

OB

OB

d.

OB

OB

Tenaga Ahli Tetap yang terlibat :


Posisi

Keahlian

Jumlah orang

Sipil / Konstruktor

Pengawas Lapangan

Sipil

Pengawas Lapangan

Elektrikal

Pengawas Lapangan

Mekanikal / Mesin

Site Manager

Uraian Pekerjaan :
1. Pengawasan Restorasi Gedung Taman Budaya Yogyakarta Tahap II
2. Persiapan Pengawasan
3. Shop Drawing Dan Izin Mulai Pelaksanaan Pekerjaan : Sebelum pekerjaan dimulai, Konsultan pengawas
meminta kepada Kontraktor untuk membuat gambar kerja (Shop Drawing) pekerjaan yang akan
laksanakan
4. Pelaksanaan Pengawasan di Lapangan : Kegiatan Pengawasan dilakukan oleh tenaga pengawas dan
dikoordinir oleh seorang koordinator pengawasan
5. Pengendalian bahan / material : Agar dicapai kelancaran pekerjaan dalam artian jalannya
pelaksanaan pekerjaan dapat berkesinambungan, perlu dibuat jadwal kedatangan bahan / material
yang akan digunakan
6. Pengendalian Penggunaan Tenaga Kerja : Penggunaan tenaga kerja yang menyangkut jenis dan
jumlah yang digunakan, disesuaikan dengan macam pekerjaan dan volume yang akan dilaksanakan
7. Pengendalian Peralatan Kerja : Pengendalian peralatan kerja dimaksudkan untuk penunjang
kelancaran dan efektifitas pekerjaan Tugas Konsultan pengawas dalam hal penyediaan peralatan kerja
yaitu memberi masukan kepada Kontraktor mengenai jenis dan jumlah peralatan kerja

Usulan Teknis Pengawasan Pembangunan


Gedung Diklat RS. Jiwa Grhasia Yogyakarta

URAIAN PENGALAMAN KERJA SEJENIS


KURUN WAKTU 10 TAHUN TERAKHIR
Bidang Pengawasan
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.

Pengguna Jasa
Lokasi
Nilai Kontrak
Nomor Kontrak
Periode
Nama Perusahaan Utama
Jumlah Tenaga Ahli
Perusahaan Mitra Kerja
a.

CV. Adjisaka

:
:
:
:
:
:
:
:

Pemimpin Proyek Taman Budaya Shopping Center


Jl. Cendana Yogyakarta
Rp 52.589.000,00
46a/OPFK.DIY/LL.VI/2000, tgl. 30 Juni 2000
30 Juni 2000 s.d. 07 Oktober 2000
CV. Adjisaka
Tenaga Ahli Indonesia 8,3 OB
Asing
Indonesia
-

OB

8,3

OB

b.

OB

OB

c.

OB

OB

d.

OB

OB

Tenaga Ahli Tetap yang terlibat :


Posisi

Keahlian

Jumlah orang

Sipil / Konstruktor

Pengawas Lapangan

Sipil

Pengawas Lapangan

Elektrikal

Pengawas Lapangan

Mekanikal / Mesin

Site Manager

Uraian Pekerjaan :
1. Pengawasan Restorasi Gedung Taman Budaya Yogyakarta Tahap II
2. Persiapan Pengawasan
3. Shop Drawing Dan Izin Mulai Pelaksanaan Pekerjaan : Sebelum pekerjaan dimulai, Konsultan pengawas
meminta kepada Kontraktor untuk membuat gambar kerja (Shop Drawing) pekerjaan yang akan
laksanakan
4. Pelaksanaan Pengawasan di Lapangan : Kegiatan Pengawasan dilakukan oleh tenaga pengawas dan
dikoordinir oleh seorang koordinator pengawasan
5. Pengendalian bahan / material : Agar dicapai kelancaran pekerjaan dalam artian jalannya
pelaksanaan pekerjaan dapat berkesinambungan, perlu dibuat jadwal kedatangan bahan / material
yang akan digunakan
6. Pengendalian Penggunaan Tenaga Kerja : Penggunaan tenaga kerja yang menyangkut jenis dan
jumlah yang digunakan, disesuaikan dengan macam pekerjaan dan volume yang akan dilaksanakan
7. Pengendalian Peralatan Kerja : Pengendalian peralatan kerja dimaksudkan untuk penunjang
kelancaran dan efektifitas pekerjaan Tugas Konsultan pengawas dalam hal penyediaan peralatan kerja
yaitu memberi masukan kepada Kontraktor mengenai jenis dan jumlah peralatan kerja

Usulan Teknis Pengawasan Pembangunan


Gedung Diklat RS. Jiwa Grhasia Yogyakarta

URAIAN PENGALAMAN KERJA SEJENIS


KURUN WAKTU 10 TAHUN TERAKHIR
Bidang Pengawasan
1. Pengguna Jasa
2. Lokasi
3. Nilai Kontrak
4. Nomor Kontrak
5. Periode
6. Nama Perusahaan Utama
7. Jumlah Tenaga Ahli
Perusahaan Mitra Kerja

:
:
:
:
:
:
:
:

Pemimpin Proyek UPN Veteran Yogyakarta


Kampus UPN Veteran CondongCatur, Yogyakarta
Rp 73.327.000,00
036 A/KNT/P-FE/II/1999, tanggal 17 Pebruari 1999
17 Pebruari 1999 s.d. 03 Oktober 1999
CV. Adjisaka
Tenaga Ahli Indonesia 11 OB
Asing

a.

CV. Adjisaka

Indonesia
-

OB

11

OB

b.

OB

OB

c.

OB

OB

d.

OB

OB

Tenaga Ahli Tetap yang terlibat :


Posisi

Keahlian

Jumlah orang

Sipil / Konstruktor

Pengawas Lapangan

Sipil

Pengawas Lapangan

Elektrikal

Pengawas Lapangan

Mekanikal / Mesin

Koord. Pengawas

Uraian Pekerjaan :
1. Pengawasan Pembangunan Gedung Jurusan Akuntansi Fakultas Ekonomi UPN Veteran Yogyakarta
Tahap I
2. Persiapan Pengawasan
3. Shop Drawing Dan Izin Mulai Pelaksanaan Pekerjaan : Sebelum pekerjaan dimulai, Konsultan pengawas
meminta kepada Kontraktor untuk membuat gambar kerja (Shop Drawing) pekerjaan yang akan
laksanakan
4. Pelaksanaan Pengawasan di Lapangan : Kegiatan Pengawasan dilakukan oleh tenaga pengawas dan
dikoordinir oleh seorang koordinator pengawasan
5. Pengendalian bahan / material : Agar dicapai kelancaran pekerjaan dalam artian jalannya
pelaksanaan pekerjaan dapat berkesinambungan, perlu dibuat jadwal kedatangan bahan / material
yang akan digunakan
6. Pengendalian Penggunaan Tenaga Kerja : Penggunaan tenaga kerja yang menyangkut jenis dan
jumlah yang digunakan, disesuaikan dengan macam pekerjaan dan volume yang akan dilaksanakan
7. Pengendalian Peralatan Kerja : Pengendalian peralatan kerja dimaksudkan untuk penunjang
kelancaran dan efektifitas pekerjaan Tugas Konsultan pengawas dalam hal penyediaan peralatan kerja
yaitu memberi masukan kepada Kontraktor mengenai jenis dan jumlah peralatan kerja

Usulan Teknis Pengawasan Pembangunan


Gedung Diklat RS. Jiwa Grhasia Yogyakarta

URAIAN PENGALAMAN KERJA SEJENIS


KURUN WAKTU 10 TAHUN TERAKHIR
Bidang Pengawasan
1. Pengguna Jasa
2. Lokasi
3. Nilai Kontrak
4. Nomor Kontrak
5. Periode
6. Nama Perusahaan Utama
7. Jumlah Tenaga Ahli
Perusahaan Mitra Kerja

:
:
:
:
:
:
:
:

Pemimpin Proyek UGM Yogyakarta


Sekip, Bulaksumur, Yogyakarta
Rp 67.500.000,00
UGM-PLT/195/BA/III/99, tgl. 17 Maret 1999
17 Maret 1999 s.d. 23 Juni 1999
CV. Adjisaka
Tenaga Ahli Indonesia 7 OB
Asing

a.

CV. Adjisaka

Indonesia
-

OB

OB

b.

OB

OB

c.

OB

OB

d.

OB

OB

Tenaga Ahli Tetap yang terlibat :


Posisi

Keahlian

Jumlah orang

Team Leader

Ahli Sipil

Ahli Struktur

Ahli Sipil

Ahli Arsitektur

Ahli Arsitektur

Ahli M/E

Ahli Elektrikal

Uraian Pekerjaan :
1. Pengawasan Pembangunan Gedung MIPA Yogyakarta
2. Persiapan Pengawasan
3. Shop Drawing Dan Izin Mulai Pelaksanaan Pekerjaan : Sebelum pekerjaan dimulai, Konsultan pengawas
meminta kepada Kontraktor untuk membuat gambar kerja (Shop Drawing) pekerjaan yang akan
laksanakan
4. Pelaksanaan Pengawasan di Lapangan : Kegiatan Pengawasan dilakukan oleh tenaga pengawas dan
dikoordinir oleh seorang koordinator pengawasan
5. Pengendalian bahan / material : Agar dicapai kelancaran pekerjaan dalam artian jalannya
pelaksanaan pekerjaan dapat berkesinambungan, perlu dibuat jadwal kedatangan bahan / material
yang akan digunakan
6. Pengendalian Penggunaan Tenaga Kerja : Penggunaan tenaga kerja yang menyangkut jenis dan
jumlah yang digunakan, disesuaikan dengan macam pekerjaan dan volume yang akan dilaksanakan
7. Pengendalian Peralatan Kerja : Pengendalian peralatan kerja dimaksudkan untuk penunjang
kelancaran dan efektifitas pekerjaan Tugas Konsultan pengawas dalam hal penyediaan peralatan kerja
yaitu memberi masukan kepada Kontraktor mengenai jenis dan jumlah peralatan kerja

Usulan Teknis Pengawasan Pembangunan


Gedung Diklat RS. Jiwa Grhasia Yogyakarta

URAIAN PENGALAMAN KERJA SEJENIS


KURUN WAKTU 10 TAHUN TERAKHIR
Bidang Pengawasan
1. Pengguna Jasa
2. Lokasi
3. Nilai Kontrak
4. Nomor Kontrak
5. Periode
6. Nama Perusahaan Utama
7. Jumlah Tenaga Ahli
Perusahaan Mitra Kerja

:
:
:
:
:
:
:
:

Pemimpin Proyek RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta


JL. Kesehatan 1, Sekip, Yogyakarta
Rp 43.211.000,00
PL.00.07-8760, tgl. 10 November 1998
10 November 1998 s.d. 02 Maret 1999
CV. Adjisaka
Tenaga Ahli Indonesia 10,5 OB
Asing

a.

CV. Adjisaka

Indonesia
-

OB

10,5

OB

b.

OB

OB

c.

OB

OB

d.

OB

OB

Tenaga Ahli Tetap yang terlibat :


Posisi

Keahlian

Jumlah orang

Ahli Sipil

Site Manager

Ahli Arsitektur

Ahli Arsitek

Ahli Sipil

Ahli Struktur

Ahli Elektrikal

Ahli Elektrikal

Ahli Mekanikal

Ahli Plumbing

Uraian Pekerjaan :
1. Pengawasan Pembangunan Gedung MIPA Yogyakarta
2. Persiapan Pengawasan
3. Shop Drawing Dan Izin Mulai Pelaksanaan Pekerjaan : Sebelum pekerjaan dimulai, Konsultan pengawas
meminta kepada Kontraktor untuk membuat gambar kerja (Shop Drawing) pekerjaan yang akan
laksanakan
4. Pelaksanaan Pengawasan di Lapangan : Kegiatan Pengawasan dilakukan oleh tenaga pengawas dan
dikoordinir oleh seorang koordinator pengawasan
5. Pengendalian bahan / material : Agar dicapai kelancaran pekerjaan dalam artian jalannya
pelaksanaan pekerjaan dapat berkesinambungan, perlu dibuat jadwal kedatangan bahan / material
yang akan digunakan
6. Pengendalian Penggunaan Tenaga Kerja : Penggunaan tenaga kerja yang menyangkut jenis dan
jumlah yang digunakan, disesuaikan dengan macam pekerjaan dan volume yang akan dilaksanakan
7. Pengendalian Peralatan Kerja : Pengendalian peralatan kerja dimaksudkan untuk penunjang
kelancaran dan efektifitas pekerjaan Tugas Konsultan pengawas dalam hal penyediaan peralatan kerja
yaitu memberi masukan kepada Kontraktor mengenai jenis dan jumlah peralatan kerja

Usulan Teknis Pengawasan Pembangunan


Gedung Diklat RS. Jiwa Grhasia Yogyakarta

A. TANGGAPAN DAN SARAN TERHADAP KERANGKA ACUAN KERJA

Setelah membaca dan menelaah Kerangka Acuan Kerja Pekerjaan Pengawasan Pelaksanaan
Pembangunan Gedung Diklat RS Grhasia Yogyakarta konsultan memberikan tanggapantanggapan sebagai berikut :
A.1. Tanggapan Terhadap Latar Belakang
Konsultan telah mengetahui sepenuhnya mengenai latar belakang Pekerjaan Pekerjaan

Pengawasan Pelaksanaan Pembangunan Gedung Diklat RS Grhasia Yogyakartaa


A.2. Tanggapan Terhadap Maksud dan Tujuan Pekerjaan
Maksud dan tujuan pekerjaan Pekerjaan Pengawasan

Pelaksanaan Pembangunan

Gedung Diklat RS Grhasia Yogyakarta menurut hemat konsultan sudah cukup tepat dan
strategis, yaitu Agar pelaksanaan pencapaian target mutu, waktu dan pembiayaan
pembangunan bisa berjalan dengan baik, sehingga hasil pembangunan yang dihasilkan
nanti semakin berharga serta memiliki kinerja yang baik.
A.3. Tanggapan Terhadap Sasaran
Ketiga point Sasaran pekerjaan Pekerjaan Pengawasan

Pelaksanaan Pembangunan

Gedung Diklat RS Grhasia Yogyakarta ini menurut konsultan sudah cukup tepat guna
sesuai dengan maksud dan tujuannya.
A.4. Tanggapan Terhadap Tugas, Tanggung jawab dan Program Kerja Konsultan Manajemen
Konstruksi
Konsultan telah mengetahui sepenuhnya mengenai Tugas, Tanggung jawab dan Pogram
Kerja Konsultan Pengawas dalam Pekerjaan Pembangunan Gedung Diklat RS Grhasia

Yogyakarta dan akan melaksanakan seoptimal mungkin.

Usulan Teknis Pengawasan Pembangunan


Gedung Diklat RS. Jiwa Grhasia Yogyakarta

A.5. Tanggapan Terhadap Ruang Lingkup Proyek


Ruang

lingkup

Penyusunan

Pekerjaan

Pekerjaan

Pengawasan

Pelaksanaan

Pembangunan Gedung Diklat RS Grhasia Yogyakarta sebagaimana diarahkan dalam KAK


sudah cukup jelas dan lengkap. Ruang lingkup pekerjaan terdiri dari :
Lingkup Pekerjaan

: Kegiatan

Pekerjaan

Pengawasan

Pelaksanaan

Pembangunan Gedung Diklat RS Grhasia Yogyakarta yang


meliputi pengendalian waktu, biaya, pencapaian sasaran fisik
(kuantitas dan kualitas), dan tertib administrasi dalam

Pekerjaan

Pengawasan

Pelaksanaan

Pembangunan

Gedung Diklat RS Grhasia Yogyakarta pada

tahap

pelaksanaan konstruksi sampai dengan masa pemeliharaan.


Tahap Lingkup Tugas

: Kegiatan

Pekerjaan

Pengawasan

Pelaksanaan

Pembangunan Gedung Diklat RS Grhasia Yogyakarta yang


memiliki spesifikasi umum sebagai berikut :
-

Struktur beton bertulang

Pekerjaan pasangan

Pekerjaan rangka atap dan plafond

Instalasi air (bersih dan kotor)

Pekerjaan mekanikal dan elektrikal

Konsultan pada intinya akan berupaya melaksanakan seluruh lingkup

yang

diisyaratkan. Penjabaran pelaksanaan lingkup kegiatan akan diuraikan lebih rinci


dalam Bab berikutnya, yaitu Apresiasi Inovasi, pendekatan Masalah dan Metodologi.
A.6. Tanggapan Terhadap Pendekatan dan Metodologi

Konsultan telah mengetahui sepenuhnya mengenai kebutuhan wawasan yang luas


terhadap pendekatan dan metodologi pelaksanaan sebagai pendukung utama dalam
Pekerjaan Pengawasan Pelaksanaan Pembangunan Gedung Diklat RS Grhasia
Yogyakarta

Usulan Teknis Pengawasan Pembangunan


Gedung Diklat RS. Jiwa Grhasia Yogyakarta

A.7.

Tanggapan Terhadap Waktu Pelaksanaan

Jangka waktu pelaksanaan kegiatan Pengawasan Pelaksanaan Pembangunan Gedung


Diklat RS Grhasia Yogyakarta selama

135 hari kalender sejak penandatanganan

Surat Perintah Mulai Kerja (SPMK) pekerjaan fisik oleh Kuasa Pengguna Anggaran
sampai dengan masa pemeliharaan. Konsultan akan membuat rencana kerja yang
terkoordinasikan dengan baik dan akan mengerahkan kemampuan yang dimiliki agar
dalam pelaksanaan nantinya tepat waktu dan tepat sasaran.
A.8.

Tanggapan Terhadap Tenaga Ahli Yang Diperlukan

Untuk melaksanakan

Pekerjaan Pengawasan Pelaksanaan Pembangunan Gedung

Diklat RS Grhasia Yogyakartaa, jenis keahlian kualifikasi dan jumlah tenaga ahli
yang disebutkan KAK akan disediakan sebaik mungkin. Konsultan memberikan
komposisi tim ahli yang telah berpengalaman luas di proyek-proyek baik proyek
pemerintah maupun swasta, terutama ahli-ahli yang banyak terlibat dalam
Pekerjaan Pengawasan Pelaksanaan Pembangunan Gedung Diklat RS Grhasia
Yogyakartaa. Rincian tenaga ahli ini dapat dilihat pada bab Tenaga Ahli dan
Tanggung jawabnya.
Untuk mendukung kerja tim ahli ini diperlukan tim pendukung yang dapat
akomodatif terhadap berbagai tugas yang dibebankan. Oleh karena itu tim
pendukung ini juga akan melibatkan tenaga - tenaga pendukung yang telah
berpengalaman.
A.9. Tanggapan Terhadap Lokasi Pekerjaan
Konsultan telah mengetahui bahwa Kegiatan jasa konsultasi Pengawasan Pelaksanaan

Pembangunan Gedung Diklat RS Grhasia Yogyakarta Teknis sedang/berat Gedung


Kantor (Perkantoran Pemerintah Daerah) Kabupaten Kulon Progo ini harus
dilaksanakan di wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia tepatnya di Komplek
Perkantoran Pemda Kulon Progo dengan mengenali karakteristik kawasan secara fisik dan
ataupun secara non fisik sesuai dengan yang terdapat dalam KAK.
A.10. Tanggapan Terhadap Keluaran
Konsultan telah mengetahui keluaran pada tahap pelaksanaan pekerjaan

Pengawasan

Pelaksanaan Pembangunan Gedung Diklat RS Grhasia Yogyakarta yang harus


dihasilkan sesuai dengan KAK.

Usulan Teknis Pengawasan Pembangunan


Gedung Diklat RS. Jiwa Grhasia Yogyakarta

A.11. Tanggapan Terhadap Laporan


Konsultan telah mengetahui jenis jenis laporan yang harus dihasilkan selama pelaksanaan
pekerjaan Pengawasan Pelaksanaan Pembangunan Gedung Diklat RS Grhasia

Yogyakarta sesuai dengan KAK.

Usulan Teknis Pengawasan Pembangunan


Gedung Diklat RS. Jiwa Grhasia Yogyakarta

B. TANGGAPAN DAN SARAN TERHADAP PERSONIL / FASILITAS PENDUKUNG DARI PPK

Tanggapan perihal penyediaan peralatan/ material/ personil/ fasilitas pendukung oleh


PPK meliputi:
1. Konsultan memahami maksud KAK sebagai arahan dalam mewujudkan pengawasan
pembangunan

berdasarkan

sasaran

kegiatan

yang

harus

dipenuhi

sehingga

mendapatkan hasil ekonomis, berkualitas dan berfungsi secara optimal


2. Penyediaan peralatan maupun material oleh PPK yang masuk dalam usulan biaya
dalam mendukung pelaksanaan pekerjaan pengawasani sudah sesuai dengan
kebutuhan seperti untuk penyelesaian administrasi dan teknis di lapangan
3. Jumlah Personil maupun disiplin ilmu untuk tenaga ahli dan tenaga pendukung sudah
sesuai dengan kebutuhan personil pengawasan
4. Data dan fasilitas penunjang sudah bisa dijadikan modal untuk melaksanakan
kegiatan pengawasan
kesehatan

kerja

(K3)

dari aspek
yang

biaya, mutu, waktu dan keselamatan dan

dilakukan

personil

konsultan

mengevaluasi pekerjaan yang dilakukan oleh pemborong


5. Pelaporan sudah sesuai dengan keluaran yang tepat sasaran

pengawas

dalam

Usulan Teknis Pengawasan Pembangunan


Gedung Diklat RS. Jiwa Grhasia Yogyakarta

1. UMUM
Metodologi

pelaksanaan

layanan

Jasa

Konsultansi

Pekerjaan

Pengawasan Pelaksanaan

Pembangunan Gedung Diklat RS Grhasia Yogyakartaa, mengacu pada pemahaman dan


apresiasi konsultan terhadap Kerangka Acuan Kerja (KAK) dan Berita Acara Penjelasan Pekerjaan
(Aanwijzing) untuk paket pekerjaan tersebut di atas. Orientasi pokok dalam penyusunan
metodologi ini adalah tercapainya maksud dan tujuan dari pelaksanaan pekerjaan pengawasan
dalam pengendalian dan pengawasan teknik bangunan gedung secara memuaskan.
Metodologi ini disusun berdasarkan beberapa pendekatan yaitu pendekatan umum, pendekatan
teknis dan administrasi serta pendekatan professional. Pendekatan-pendekatan tersebut akan
menjadi kerangka dasar dari penyusunan program kerja secara terperinci khususnya yang
berhubungan dengan teknik pelaksanaan Pengawasan pekerjaan di lapangan.
2. KOORDINASI DENGAN INSTANSI TERKAIT
Koordinasi dengan instansi terkait atau lembaga yang terkait di semua tingkatan merupakan hal
yang sangat penting untuk dilakukan, agar implementasi dan pelaksanaan pekerjaan Pengawasan
di lapangan dapat berjalan secara lancar tanpa ada benturan dan kesalah pahaman yang
diakibatkan kurangnya koordinasi dan informasi dari pihak - pihak yang terkait.
Pihak - pihak yang terkait yang dimaksud bukan hanya dari pihak Proyek, namun juga instansi instansi terkait lainnya. Prasarana sebelum pelaksanaan pekerjaan Pengawasan dilaksanakan perlu
adanya koordinasi dan pemberian informasi baik secara formal maupun secara non formal. Hal ini
perlu ditekankan khususnya kepada personil - personil yang akan melakukan pengendalian dan
pengawasan langsung pada setiap harinya di lapangan.
Agar pelaksanaan kerja dapat berjalan lancar sesuai dengan harapan, konsultan Pengawas akan
membina dan menjalin kerjasama yang baik dengan Konsultan lain di lingkungan Kampus STMM

MMTC Yogyakarta serta dengan instansi - instansi pemerintah yang terkait.

Usulan Teknis Pengawasan Pembangunan


Gedung Diklat RS. Jiwa Grhasia Yogyakarta

3. PENDEKATAN TEKNIS DAN ADMINISTRASI


Pendekatan teknis dan administrasi yang dimaksud adalah pendekatan terhadap semua aspek
teknis dan administrasi yang akan dihadapi dalam pelaksanaan pekerjaan Pengawasan di
lapangan. Pendekatan ini akan menunjukkan pemahaman konsultan mengenai aspek teknis dan
administrasi yang terkait dengan pelaksanaan pekerjaan Pengawasan di lapangan.
a. Pendekatan Secara Teknis
Prinsip-prinsip keteknikan yang akan diaplikasikan dalam pelaksanaan pekerjaan pengawasan
ini adalah pedoman - pedoman teknik yang biasa dipakai di lingkungan Dinas Permukiman dan
Prasarana Wilayah. Pedoman yang dimaksud adalah semua produk yang diterbitkan oleh Dinas
Permukiman dan Prasarana Wilayah yang relevan dengan item pekerjaan - pekerjaan yang
akan dilaksanakan di lapangan yang tentunya akan mengacu pada dokumen kontrak termasuk
pada lingkup pekerjaan Pengawasan Pelaksanaan Pembangunan Gedung Diklat RS

Grhasia Yogyakarta . Prinsip keteknikan dalam hal pengendalian dan pengawasan


pelaksanaan pekerjaan yang akan diaplikasikan, pada dasarnya merupakan alat Bantu agar
pengelolaan pembangunan dapat menghasilkan out put seperti yang diharapkan. Alat Bantu
tersebut adalah sarana dan bukan tujuan yang akan dicapai, dan hasil pelaksanaan prinsip prinsip tersebut sangat tergantung kepada komitmen para pelaksana di lapangan untuk
melaksanakannya.
Ukuran dasar keberhasilan suatu rehabilitasi adalah menyangkut mutu, sehingga aplikasi
keteknikan dapat dikatakan sebagai Quality Assurance bahwa sarana dan prasarana yang
dibangun akan dapat dimanfaatkan oleh masyarakat sesuai dengan fungsinya dan dalam waktu
pemanfaatan yang sesuai dengan umur rencana.
b. Pendekatan Administrasi
Administrasi pelaksanaan pekerjaan Pengawasan merupakan bagian penting yang tidak boleh
diabaikan. Bagian ini merupakan catatan penting mengenai jalannya pelaksanaan program,
mulai dari tahap awal pengendalian dan pengawasan pekerjaan, sampai dengan masa
pemeliharaan pekerjaan. Administrasi pelaksanaan program secara umum terdiri dari
administrasi teknik, keuangan dan pelaporan.
Dalam pelaksanaan di lapangan konsultan akan menerapkan prinsip -prinsip administrasi
sebagai berikut :

Menggunakan format - format standar yang sudah ada dan sudah biasa dipakai di
lingkungan Dinas Permukiman dan Prasarana Wilayah

Menggunakan format sederhana namun informatif (semua informasi penting yang


dibutuhkan dapat tercatat), sehingga mudah dipahami oleh para pelaksana di lapangan
maupun oleh penerima laporan.

Usulan Teknis Pengawasan Pembangunan


Gedung Diklat RS. Jiwa Grhasia Yogyakarta

Sistem pelaporan yang jelas dan berjenjang serta tidak overlapping

4. PENDEKATAN PROFESSIONAL

Secara umum tugas konsultan Pekerjaan Pengawasan Pelaksanaan Pembangunan Gedung


Diklat RS Grhasia Yogyakarta dapat dikelompokkan menjadi 2 (dua) bagian yaitu :
1. Tugas - tugas yang bersifat Assistance Concept
Dalam hal ini konsultan Pengawas bertindak sebagai pemberi saran dan bantuan teknis,
administrasi

dan

manajerial

kepada

Pejabat

Pembuat

Komitmen

yaitu

Pekerjaan

Pengawasan Pelaksanaan Pembangunan Gedung Diklat RS Grhasia Yogyakartaa. Dalam


konsep ini konsultan tidak berwenang memutuskan suatu kebijakan atau suatu langkah
konkret, karena hal tersebut menjadi tugas dan tanggung jawab dari instansi terkait.
2. Tugas - tugas yang bersifat Task Concept
Dalam hal ini konsultan bertindak untuk melaksanakan suatu kegiatan, baik lingkup organisasi
konsultan sendiri, maupun dalam lingkup secara keseluruhan. Dalam konsep ini konsultan
berwenang mengambil keputusan dan menentukan kebijakan dimana keputusan yang diambil
oleh konsultan bersifat mengikat terhadap pihak lain yang terkait (misal : kontraktor).
Konsultan bertanggung jawab sepenuhnya terhadap semua implikasi yang mungkin terjadi
sebagai akibat dari keputusan yang diambil.
Dalam Pendekatan Profesional perlu kiranya ditekankan mengenai Prinsip dasar yang harus
dipahami dalam pelaksanaan pekerjaan Pengawasan, yang meliputi hal - hal sebagai berikut :
a. Pengendalian Pelaksanaan Kegiatan
Konsultan akan melakukan kegiatan pengendalian dalam lingkup kerja secara cepat,
tepat, praktis dan efisien. Kegiatan pengendalian ini meliputi sasaran, target dan
keberhasilan pelaksanaan pekerjaan.
b. Pengaturan Tata Kerja Personil
Konsultan akan membentuk suatu organisasi intern konsultan maupun pembentukan
organisasi proyek secara keseluruhan agar dapat berjalan secara efektif dan efisien.
Pengaturan tata kerja atau organisasi yang kurang baik akan menyebabkan kegiatan
berjalan tanpa arah dan terget.
c. Pemeriksaan Kegiatan Kerja
Pemeriksaan kegiatan kerja akan dilakukan dengan memeriksa :
Penetapan langkah (apa, dimana, dan bagaimana ?)
Pengaturan waktu (kapan ?)
Penugasan (siapa ?)

Usulan Teknis Pengawasan Pembangunan


Gedung Diklat RS. Jiwa Grhasia Yogyakarta

Tahap lanjutan (atau penyelesaian dengan segera).


5.

METODOLOGI PELAKSANAAN PEKERJAAN

Metodologi pelaksanaan pekerjaan yang diajukan ini merupakan penjabaran secara lebih
konkrit terhadap bidang kerja jasa konsultansi Pengawas. Metode ini meliputi
pembahasan

mengenai

prosedur

umum

Pekerjaan

Pengawasan

Pelaksanaan

Pembangunan Gedung Diklat RS Grhasia Yogyakarta secara keseluruhan, maupun


prosedur pelaksanaan kegiatan dari bagian - bagian pekerjaan, termasuk didalamnya
uraian sistem informasi dan pelaporan yang akan dilaksanakan.
a. Pengetahuan Tentang Dokumen Kontrak
Dalam setiap kegiatan proyek perlu direncanakan dan dilaksanakan dengan sistem
pengawasan/pengendalian yang teratur, agar hasil akhir yang dicapai dapat memuaskan,
baik dari segi kualitas maupun kuantitas dari proyek itu dan memenuhi sasaran dan
persyaratan yang telah ditetapkan.

Pada umumnya dan sudah menjadi suatu keharusan

sebelum pelaksanaan pekerjaan dimulai antara pemilik proyek dengan pelaksana pekerjaan
perlu dibuat suatu Dokumen Kontrak Kerja, dokumen kontrak ini merupakan acuan dan
pedoman untuk melaksanakan pekerjaan di lapangan. Dengan demikian perlu kiranya
personil - personil Pengawasan menguasai hal - hal yang berhubungan dengan manajemen
proyek, yang salah satu diantaranya adalah penguasaan Dokumen Kontrak tersebut.
Dokumen Kontrak Fisik merupakan dokumen yang harus dikuasai oleh personil konsultan
Pengawas. Biasanya dokumen kontrak berisi :
Instruksi Kepada Peserta Pelelangan
Syarat - syarat Umum
Spesifikasi Teknik
Gambar Rencana Proyek
Surat Penawaran Kontraktor beserta lampiran - lampirannya.
Addendum Kontrak, jika ada.
Di dalam pengendalian dan pengawasan di lapangan nantinya Konsultan Pengawas akan
selalu berpedoman pada Dokumen Kontrak yang telah dibuat dan disepakati antara Kuasa
Pengguna Anggaran, dengan pihak - pihak yang terkait, kecuali kalau ada perintah
perubahan (Contract Change Order) atau Addendum yang dikeluarkan oleh Kuasa Pengguna
Anggaran.

Usulan Teknis Pengawasan Pembangunan


Gedung Diklat RS. Jiwa Grhasia Yogyakarta

b. Program Pengendalian dan pengawasan pekerjaan


Program Pengendalian dan Pengawasan dalam Pengawasan harus dilaksanakan secara ketat
dan terus - menerus sepanjang waktu kontrak, dimana masing - masing periode mempunyai
tahapan/langkah sendiri - sendiri dan berkesinambungan antara kegiatan yang satu dengan
kegiatan yang lainnya.
Konsultan diwajibkan untuk kerja penuh waktu dalam pemberian saran kepada Kuasa
Pengguna Anggaran pada Pekerjaan Pengawasan Pelaksanaan Pembangunan Gedung

Diklat RS Grhasia Yogyakarta yang masuk dalam paket pekerjaan proyek dan pelaksanaan
kontrak - kontrak. Konsultan akan menentukan dengan jelas dan spesifik, luas dan dalam
cakupan kerja Pengawasan dalam penugasan ini, dan akan mengkonfirmasikan tingkat
pelayanan dan/atau masukan dari staf yang disyaratkan untuk kepastian cukupnya
pengawasan dan pemeriksaan.
a) Masa Mobilisasi
Pada periode Mobilisasi ini disamping Konsultan akan melakukan mobilisasi personil personilnya yang akan terlibat dalam pekerjaan Pengawasan, Konsultan juga sudah harus
mulai mengadakan checking, pengendalian dan pengawasan terhadap :
Schedule mobilisasi Kontraktor.
Realisasi Mobilisasi Peralatan, Personil serta Kantor (direksikeet) Kontraktor.
Realisasi pemenuhan spesifikasi atas fasilitas untuk Team Supervisi (jika ada).
Schedule Pekerjaan yang diajukan Kontraktor, diarahkan agar efektif, dituangkan
dalam Kurva S, sehingga Konsultan akan mudah mengawasi atas kemajuan
pekerjaan Kontraktor.
Review terhadap design yang ada, serta alternatif design bila dipandang perlu.
Pembuatan Shop Drawing (terutama penampang memanjang dan melintang dulu).
Mulai meneliti bahan - bahan yang akan dipakai, menurut spesifikasi yang ada.
Penyiapan blangko - blangko (form) yang akan dipergunakan selama masa kontrak,
termasuk diantaranya blanko pengujian, blangko perhitungan volume, blangko
laporan, serta blangko sertifikat bulanan (MC) atau sertifikat eskalasi bulanan
(Price Escalation Certificate) jika ada.
Dalam masa mobilisasi inilah Konsultan Pengawas

benar - benar harus dapat

mengarahkan dan memberi bimbingan kepada kontraktor agar semuanya dapat selesai
dalam jangka waktu mobilisasi tersebut.

Usulan Teknis Pengawasan Pembangunan


Gedung Diklat RS. Jiwa Grhasia Yogyakarta

Penekanan dalam pembuatan schedule pekerjaan yang diajukan Kontraktor, harus


diteliti betul serta diperiksa kemungkinan - kemungkinan dalam penerapan urutan
pekerjaan apakah sudah sesuai dengan tahapan serta sesuai dengan kondisi dan
keadaan di lapangan. Yang jelas di dalam pembuatan schedule ini harus
memperhatikan "hari efektif " yang ada didalam jangka waktu pelaksanaan serta
harus mengingat batas waktu yang harus diselesaikan.
b) Masa Pelaksanaan Pekerjaan Fisik
Pada masa pelaksanaan pekerjaan fisik ada beberapa pokok pengendalian dan
pengawasan yang dapat dibagi dalam kategori sebagai berikut :
A. Pengendalian dan Pengawasan Kualitas (Mutu) Pekerjaan :
Dalam pengendalian dan pengawasan kualitas ini Konsultan harus benar - benar
ketat, mengingat bahwa intensitas penyimpangan dalam hal mutu di pandang saat
ini masih cukup tinggi. Pengendalian mutu yang dimaksud adalah untuk
mendapatkan hasil pelaksanaan pekerjaan fisik yang awet, tahan lama dan dapat
dipergunakan/dimanfaatkan oleh masyarakat sesuai dengan usia/umur pelayanan.
Pencapaian mutu hasil pelaksanaan yang optimal akan ditempuh melalui
pengendalian mutu bahan/material dan metode/cara pelaksanaan pekerjaan.
Kegiatan pengendalian mutu direalisasikan melalui kegiatan kontrol kualitas,
sesuai dengan setiap tahapan dalam pelaksanaan pekerjaan.
Hal - hal

yang perlu dicermati terutama adalah kualitas pada pekerjaan

utama. Agar diperoleh kualitas yang baik, perlu adanya cheking bahan/material,
dalam hal ini kontraktor mengajukan contoh bahan dengan "request sheet" yang
memuat asal bahan, komposisi bahan, hasil test mutu, ukuran type, spesifikasi,
sertifikat dan sifat - sifatnya.
Dari hasil penelitian bahan, konsultan supervisi membuat rekomendasi atas
bahan - bahan yang dipakai harus sesuai contoh yang disetujui, dan bahan yang
tidak sesuai dengan ketentuan akan ditolak oleh Konsultan Pengawas, bahan yang
ditolak harus dikeluarkan dari lokasi proyek.
Inspeksi secara terus menerus merupakan salah satu alat dari pengendalian
kualitas, disamping dokumentasi. Serta memberikan pengarahan pada para
pekerja agar sesuai dengan rencana dan spesifikasi, sebagai upaya untuk
mencegah terjadinya penyimpangan.

Usulan Teknis Pengawasan Pembangunan


Gedung Diklat RS. Jiwa Grhasia Yogyakarta

B. Pengendalian dan Pengawasan Kuantitas :


Dalam pengendalian dan pengawasan kuantitas pekerjaan ini tugas utama ada
pada Surveyor dan Pengawas lapangan. Harus dipahami betul masalah aturan dan
cara pembayaran yang ada di dalam Spesifikasi, mana yang dapat dibayar dan
mana yang tidak dan harus mengacu pada dokumen kontrak dan Addendum
kontrak (bila ada).
C. Pengendalian Biaya/Anggaran :
Pengendalian Biaya/Anggaran yang ada sangat erat hubungannya dengan
pengendalian kwantitas. Karena pada umumnya kontrak - kontrak sekarang
menggunakan sistem Harga Satuan, maka pengendalian kwantitas juga akan
merupakan pengendalian anggaran.
D. Pengendalian Waktu
Pengendalian

pelaksanaan

pekerjaan

dilakukan

untuk

menjamin

agar

pelaksanaan pekerjaan dapat selesai sesuai dengan waktu yang direncanakan.


Dengan demikian pelaksanaan pekerjaan fisik di lapangan harus selalu terkontrol.
Pengendalian waktu akan dilakukan melalui analisa terhadap performance
pelaksanaan proyek, dimana untuk proyek ini dapat menggunakan indikator
SPI (Schedule Performance Index) dan CPI (Cost Performance Index).
SPI adalah perbandingan antara realisasi fisik yang telah dikerjakan dengan
rencana (schedule) yang ada pada periode yang sama. Sedangkan CPI adalah
perbandingan antara dana yang telah dibayarkan dengan dana/biaya yang
tersedia (kontrak).
Secara umum SPI dan CPI dapat diklasifikasikan ke dalam 3 (tiga) kriteria, yaitu :

SPI / CPI =

1,

Proyek dikatakan tepat waktu.

SPI / CPI >

1,

Proyek dikatakan cepat

SPI / CPI <

1,

Proyek dikatakan terlambat.

E. Contract Change Order (Perintah Perubahan Kontrak) dan Addendum


Apabila selama jangka waktu pelaksanaan ini terdapat hal - hal yang tidak
sama (dalam hal volume atau biaya dimana jumlah akhir tidak melebihi harga
kontrak) harus ada perintah perubahan dari owner.

Usulan Teknis Pengawasan Pembangunan


Gedung Diklat RS. Jiwa Grhasia Yogyakarta

Kalau perubahan itu bersifat mendasar, termasuk perubahan Spesifikasi Teknis


serta Anggaran yang melebihi Harga Kontrak harus dibuat Addendum.

F. Pembuatan Monthly Certificate/Price Escalation Certification


Di dalam kontrak - kontrak saat ini biasanya pembayaran dilaksanakan secara
bulanan. Setiap akhir bulan Konsultan Pengawas Konstruksi bertugas memeriksa
dan

menyiapkan

pembayaran

yang

dapat

dilakukan

untuk

bulan

yang

bersangkutan.
Sertifikat Pembayaran Bulanan ini atau MC ini harus dilengkapi dengan Back Up
data yang lengkap. Konsultan Pengawas bertanggung jawab atas kebenaran dari
Back Up Data tersebut.
Dalam Back Up Data harus jelas ditulis untuk lokasi dan pekerjaan apa volume volume yang dibayarkan pada bulan tersebut.
Seandainya di dalam kontrak di sebutkan bahwa selama jangka waktu kontrak,
Kontraktor akan mendapatkan eskalasi harga, maka Konsultan juga selain Monthly
Certificate harus menyiapkan Price Escalation (PEC). Eskalasi harga didasarkan
pada index harga yang dikeluarkan oleh BPS (Biro Pusat Statistik).
Perlu diperhatikan betul - betul cara pembuatan dari Price Escalation
Certificate ini biasanya aturannya tercantum dalam Buku 3 Syarat -syarat Umum.
Bagian dari Proses Penyusunan Sertifikat Pembayaran Bulanan Kontraktor ini
lebih jelasnya disajikan seperti pada Gambar di bawah ini
Penyusunan Sertifikat Bulanan Kontraktor.

Bagan Proses

Usulan Teknis Pengawasan Pembangunan


Gedung Diklat RS. Jiwa Grhasia Yogyakarta

Hasil Opname terhadap Pekerjaan


Yang telah lengkap

Kontraktor mengajukan data - data


Pendukung sertifikat bulanan

Pengawas lapangan
Memeriksa pengajuan tersebut

Penyusunan Draft Sertifikat bulanan


Oleh Kontraktor berdasarkan data
Yang telah diperiksa oleh Pengawas

Site Engineer memeriksa dan


Menyetujui Draft sertifikat

Draft sertifikat dikembalikan ke


Kontraktor untuk dikonfirmasikan
Dan penyiapan pengajuan lengkap
Jumlah salinannya dan tanda tangan

Site Engineer mengechek dan


menandatangani, diteruskan
Pemimipin Proyek

Pemimpin Proyek Menerima


Dan menyetujui, kemudian di proses
Untuk pembayarannya

Bagan Proses Penyusunan Sertifikat Bulanan Kontraktor

Usulan Teknis Pengawasan Pembangunan


Gedung Diklat RS. Jiwa Grhasia Yogyakarta

3. Masa Akhir Pelaksanaan


Pada Akhir Pelaksanaan ada beberapa kegiatan yang akan dilakukan, yaitu :
Penyiapan As Built Drawing
Pada akhir masa pelaksanaan Kontraktor diwajibkan membuat As Built
Drawing. Gambar ini akan merupakan dasar pembayaran terakhir. Tanggung jawab
Konsultan adalah memeriksa kebenaran dari As Built Drawing tersebut.
Supaya pada saat akhir pekerjaan kontraktor tidak terlalu banyak, kontraktor
dapat menyiapkan gambar terlaksana ini sedikit demi sedikit
selesainya

item - item

seiring

dengan

pekerjaan di lapangan (item pekerjaan yang telah selesai

dikerjakan/dipasang).
Gambar terlaksana ini merupakan gambar kenyataan di lapangan yang
dikerjakan oleh Kontraktor, dimana gambar ini akan
masa

sangat bermanfaat untuk

ke depan, untuk masa pemeliharaan konstruksi, juga diperlukan jika nantinya

akan diadakan overlay (pelapisan ulang), rehabilitasi bangunan/konstruksi kembali.


Pembuatan Final Certifikat/Price Escalation Certificate
Setelah pembuatan As Built Drawing , harus dibuat Final Certificate (Sertifikat
Akhir), demikian juga Final Escalation Certificate (jika ada).
Karena setelah sertifikat akhir ini tidak ada lagi pembayaran. Konsultan Pengawas
harus hati - hati dan harus teliti dalam memeriksa dan menyiapkannya. Semua
hitungan, ukuran, lokasi, aturan pembayaran mulai dari MC 1 (Monthly Certificate
1) sampai terakhir/ dihitung ulang.
Demikian juga halnya dengan Final Price Escalation Certificate (jika ada)
Claim
Selama mulai periode kontrak mungkin terjadi claim atau tuntutan dari pihak
Kontraktor maupun pihak luar, dalam hal ini konsultan pengawas harus selalu
mendasarkan jawabannya berpedoman dan mengacu pada Dokumen Kontrak yang ada.
Semaksimal mungkin Konsultan harus mengamankan Pemilik dari segala macam
claim/tuntutan yang timbul.
Provisional Hand Over (Serah Terima Sementara) dan Final Hand Over (Serah
Terima Terakhir)
Biasanya dalam Buku 3 Syarat - syarat umum disebutkan bahwa apabila pekerjaan
sudah mencapai 97 % (dengan syarat pekerjaan utama selesai 100 %). Kontraktor dapat
mengadakan Serah Terima Sementara.

Usulan Teknis Pengawasan Pembangunan


Gedung Diklat RS. Jiwa Grhasia Yogyakarta

Konsultan Pengawas berkewajiban menyiapkan semua data yang perlu untuk


pelaksanaan Serah Terima ini.
Kegiatan ini meliputi :
Penyiapan daftar kerusakan/ kekurangan dari pekerjaan yang dilaksanakan
kontraktor.
Penyiapan buku informasi bagi Panitia Serah Terima ini yang berisi data proyek,
status pembayaran dan progress serta data quality.
Ikut didalam anggota Tim Teknis yang akan menjadi petunjuk didalam pelaksanaan
pemeriksaan Serah Terima.
Menyiapkan semua pekerjaan administrasi yang berkaitan dengan kegiatan Serah
Terima.
Menyiapkan Berita Acara Serah Terima Sementara dan memberi pertimbangan
kepada Penanggung Jawab Kegiatan

dalam

menyetujui jangka waktu perbaikan

(grace period) yang diajukan kontraktor.


Setelah jangka waktu perbaikan berakhir diadakan lagi pemeriksaan kedua yang
merupakan bagian dari proses Professional Hand Over (PHO). Kalau hasil pemeriksaan
memenuhi Spesifikasi dan syarat, baru dikeluarkan Berita Acara Serah Terima. Untuk
serah terima akhir (FHO) yang dilaksanakan setelah Masa Pemeliharaan habis secara
prosedur sama dengan pelaksanaan Professional Hand Over.

2. URAIAN KAJIAN DAN PENDEKATAN PENGAWASAN


Uraian kajian dan pendekatan pengawasan sesuai dengan tugas konsultan pengawas
adalah menyelaraskan antara biaya proyek yang optimal, mutu pekerjaan yang baik/berkualitas,
dan waktu pelaksanaan yang tepat. Ketiga nya adalah 3 elemen yang saling mempengaruhi,
seperti tertera pada gambar I.1

Usulan Teknis Pengawasan Pembangunan


Gedung Diklat RS. Jiwa Grhasia Yogyakarta

Spesifikasi pekerjaan:

1. STRUKTUR BETON BERTULANG


Dalam rangka pengendalian desain struktur yang telah didesain oleh konsultan perencana,
konsultan Pengawas memberikan apresiasi perlu adanya acuan yang obyektif, sehingga dalam
desain (perencanaan struktur) dapat menghasilkan keluaran yang optimal. Seperti diketahui
biaya fisik (pekerjaan struktur) cukup besar pengaruhnya terhadap biaya konstruksi.
Untuk bangunan berlantai banyak, konsep pengendalian dan pengawasan khususnya dalam
estimasi beban gempa yang terjadi sangat penting. Karena kesalahan dalam konsep
pengawasan gempa akan berpengaruh terhadap beban gempa yang bekerja pada joint balok
kolom. Dan selanjutnya bisa terjadi over maupun under Estimate Earth Quake Loads, keadaan
ini sangat merugikan pihak owner.
Melalui usulan teknis ini, Konsultan Pengawas menyampaikan beberapa kajian, usulan-usulan
yang konstruktif yang didasarkan pada kaidah atau peraturan-peraturan yang berlaku. Dengan
demikian Pekerjaan Pembangunan gedung RSKP Respira ini dapat berjalan dengan baik.
Secara garis besar, perancangan struktur dibagi menjadi dua hal pokok yaitu :
a. Perancangan sub structure (struktur bawah), yaitu bagian bangunan yang berada dibawah
permukaan tanah yang berfungsi meneruskan beban bangunan diatasnya ketanah dasar.
b. Perancangan upper structure (struktur atas) yaitu bagian bangunan diatas permukaan
tanah, yang berfungsi sebagai pemikul beban kerja atap dan lantai bangunan.
Secara umum, keduanya harus merupakan kesatuan yang kokoh dan utuh, sehingga mampu
mengantisipasi perilaku struktur oleh beban-beban yang bekerja pada struktur tersebut.
Dalam perancangan struktur ini, digunakan sebagai berikut:
a. Peraturan Pembebanan Indonesia Untuk Gedung (PPIG),1983
b. Peraturan Perencanaan Tahan Gempa Indonesia Untuk Gedung (PPTGIUG),1981.
c. Peraturan Perencanaan Bangunan Baja Indonesia Untuk Gedung (PPBBIG),1983.
d. SNI 1726 tahun 2002
e. Peraturan Konstruksi Indonesia (PKKI). 1961.
f. Peraturan Umum Bahan Bangunan (PUBB), 1983.
g. Hasil soil test berikut analisisnya.
h. Peraturan/ketentuan lain yang terkait dengan pekerjaan perancangan struktur.
Untuk menetapkan sistem yang sesuai, perlu inventarisasi permasalahan yang ada, yang
mungkin berpengaruh baik secara langsung maupun tidak langsung terhadap sistem terpilih.
Berdasarkan rencana induk dan site engineering permasalahan yang dipandang berpengaruh
pada penentuan sistem struktur ialah :
a. Tata letak bangunan yang direncanakan.
b. System hubungan bangunan baru dengan bangunan lama.
c. Rencana tahapan pelaksanaan masing-masing massa bangunan.

Usulan Teknis Pengawasan Pembangunan


Gedung Diklat RS. Jiwa Grhasia Yogyakarta

d. Konsep arsitektur tiap-tiap massa bangunan.


e. Rencana utilitas.
Beberapa pekerjaan struktur beton yang perlu diperhatikan dengan seksama adalah :
-

Kepastian pemilihan sub kontraktor yang akan menyediakan adukan beton. Selalu
dipertimbangkan track record dari sub kontraktor tersebut

Kepastian tentang mixed design dari campuran beton untuk mendapatkan compressive
strength yang diinginkan

Koordinasi dan monitoring dalam mekanisme pengujian compressive strength beton

Pengendalian acuan beton melalui pembuatan shop drawing acuan beton

Kebenaran dimensi besi tulangan

- Pengawasan saat pencoran beton, agar beton yang dihasilkan tidak berongga
1. STRUKTUR BAWAH (SUB STRUCTURE)
Struktur bawah harus sesuai dengan karakteristik tanah dan hasil soil test yang sudah
diklarifikasi dengan kondisi site development. Pekerjaan yang berhubungan dengan struktur
bawah selalu berdekatan dengan tanah.
a. Deep foundation
Perlu diadakan survei sederhana di area rencana Pembangunan untuk mendapat beberapa
data antara lain :
Kedalaman muka air tanah terhadap muka tanah
Kedalaman tanah stabil berada di bawah muka tanah
Dengan hasil survey tersebut, diperkirakan fondasi yang cocok mungkin dengan deep
foundation (fondasi dalam). Alternatif pertama untuk fondasi dalam tentunya adalah
driven pile (tiang pancang), karena keuntungan tiang pancang adalah :
Kualitas terjamin karena dibuat di pabrik dengan pengawasan yang sangat ketat
Pada saat driving (pemancangan) dapat ditentukan beban yang mampu dipikul oleh pile
tersebut.
b. Kelongsoran Tanah Akibat Galian Cutting
Di dalam pengendalian dan pengawasan terhadap pelaksanaan pekerjaan cutting (galian),
perlu diperhatikan faktor-faktor yang diperkirakan akan mengganggu bahkan menggagalkan
pekerjaan tersebut. Aspek yang penting untuk dicermati menurut perkiraan adalah:
- longsoran tanah akibat aktivitas di sekitar lokasi proyek (lalu-lintas kendaraan dan
sebagainya) dan beban-beban yang timbul selama masa konstruksi
- berkurangnya potensi daya-dukung fondasi bangunan di sekitar basement tersebut
akibat penggalian tanah, yang mungkin dapat menyebabkan miringnya bangunan yang
sangat dekat dengan lokasi proyek
- longsoran tanah akibat jenis tanah (khususnya jika jenis tanah cenderung bersifat pasir)

Usulan Teknis Pengawasan Pembangunan


Gedung Diklat RS. Jiwa Grhasia Yogyakarta

Perkiraan-perkiraan tersebut berdasarkan teori daya-dukung tanah menurut Terzaghi


sebagai berikut

Gambar I.5. Daya dukung tanah menurut Terzaghi


Dari teori tersebut, apabila persoalan galian tanah ini tidak dipersiapkan secara teliti,
sangat dimungkinkan kejadian-kejadian seperti yang ditunjukkan di dalam Gambar I.6

(a). Kondisi sebelum penggalian tanah


(b). longsor akibat penggalian tanah
Gambar I.6. Longsor akibat kehilangan sebagian potensi daya-dukung tanah
Dari Gambar I.6 dapat dilihat terjadinya longsoran tanah oleh penurunan daya dukung tanah
(kehilangan sebagian potensi daya-dukung tanah akibat penggalian tanah). Akibat longsoran ini akan
terjadi gangguan tehadap proses konstruksi.

Usulan Teknis Pengawasan Pembangunan


Gedung Diklat RS. Jiwa Grhasia Yogyakarta

Selain itu, apabila tedapat bangunan-bangunan di sekitar lokasi penggalian yang fondasinya berada
di atas atau sedikit di bawah dasar penggalian potensial mengalami hal yang sama. Jika tanah yang
digali adalah pasir atau lebih bersifat pasir, berarti sudut longsor akan lebih besar dibandingkan
dengan tanah lempung atau yang bersifat lempung. Untuk jenis tanah yang memiliki sudut longsor
besar ini (tanah dengan sudut gesek internal relatif besar) hampir tidak dimungkinkan penggalian
vertikal, sebab probabilitas kelongsoran tanah sangat besar (Gambar I.7).

garis galian sebelum terjadi


longsor
garis longsor tanah jenis pasir
(tanah dengan sudut gesek
internal relatif besar)

Gambar I.7. Longsoran pada tanah dengan sudut gesek internal relatif besar
c. Dinding Penahan Longsoran Tanah (Retaining Wall)
Dari analisis longsoran di atas, perlu kajian lebih mendalam tentang kemungkinan
penggunaan dinding penahan longsoran (retaining wall) untuk menghindari keruntuhan
atau kelongsoran tanah akibat galian. Penggunaan dinding ini akan menjadi sangat penting
khususnya apabila terjadi hujan selama pelaksanaannya. Selain itu, dinding ini juga
berfungsi sebagai pelindung bangunan di sekitarnya dan/atau peralatan/pekerja konstruksi
dari longsoran akibat galian. Berdasarkan kondisi site, penggunaan dinding penahan
longsoran yang paling memungkinkan dengan menggunakan gravity wall (pasangan batu)
atau Cantilever wall (beton bertulang).

2. PEKERJAAN PASANGAN
Beberapa pemahaman dan aktifitas bidang arsitektur adalah :
a. Pemahaman Karakteristik Kawasan
Dalam hal ini terkait dengan kemampuan Konsultan Pengawas untuk melihat dan mengenal
potensi kawasan serta karakteristik nilai-nilai arsitektur bangunan yang membentuk
image bagi kawasan lokasi Pembangunan tersebut.
Demikian halnya dengan keberadaan sebuah desain arsitektur akan mudah dikenali ketika
mampu menampilkan image yang terbentuk oleh melalui perwujudan bangunan dan
ataupun ruang arsitektur yang diciptakan. Pembangunan Gedung ini sebagai ruang komunal
harus mampu menampilkan citra diri sebagai wadah space yang akomodatif terhadap
aktivitas yang diwadahinya serta dapat menampilkan image

sebagai bangunan

Usulan Teknis Pengawasan Pembangunan


Gedung Diklat RS. Jiwa Grhasia Yogyakarta

pendidikan. Ini bertujuan agar tercipta ruang dan atau bangunan arsitektur yang
mengenal para pelaku yang diwadahinya, sehingga para pelaku kegiatan nantinya tidak
merasa terasingkan.
b. Pemahaman Karakteristik Pelaku Kegiatan
Bangunan arsitektur akan memenuhi keidealan desain ketika mampu menterjemahkan
karakteristik pelaku kegiatan kedalam perwujudan bangunan dan ataupun ruang-ruang
arsitektur. Hal ini dapat dilakukan dengan memahami karakteristik aktivitas pelaku yang
akan diwadahinya.
c. Pamahaman Karakteristik sirkulasi Internal maupun eksternal (terkait dengan Manajemen
sirkulasi proyek dengan sirkulasi transportasi kawasan)
Kenyamanan dan kelancaran pelaksanaan suatu pekerjaan fisik sangat dipengaruhi oleh
adanya sebuah sistem pola sirkulasi yang optimal secara internal maupun eksternal yang
saling berkaitan diantara keduanya. Optimal dalam artian terciptanya sistem manajemen
sirkulasi tansportasi, material dan ataupun human resourses

yang baik tanpa adanya

crouded yang dapat menyebabkan terganggunya kelancaran pekerjaan dan ataupun


kelancaran sirkulasi eksternal. Berawal dari sinilah dituntut kemampuan bagi Konsultan
Pengawas dalam menguasai existing lapangan yang tercakup didalamnya pola sirkulasi
internal maupun eksternal.
Pola sirkulasi eksternal yang harus dapat dikendalikan adalah pemilihan dan pengaturan
sirkulasi keluar masuknya material maupun tenaga kerja dengan pemilihan main entrance
dan ataupun service entrance yang sedapatmungkin tidak menimbulkan crouded dengan
pola sirkulasi eksternal (sirkulasi transportasi lalu lintas). Dengan demikian diharapkan tidak
akan mengganggu kelancaran arus lalu lintas transportasi kendaraan dan ataupun aktivitas
lainnya.
Hal yang menjadi acuan pertimbangan pemahaman site development untuk kemudian akan
diketahui zone-zone area bebas yang dapat dimanfaatkan sebagai dropping area serta zonezone yang memungkinkan untuk dijadikan bagian dari area pengaturan pola sirkulasi.
Kemampuan Konsultan Pengawas dalam memahami site development akan menjadi titik
acuan pula dalam memberikan masukan dalam menentukan pola sirkulasi internal yang
mencakup penentuan dropping area dan pengaturan keluar masuk kendaraan terkait dengan
kelancaran pola sirkulasi eksternal.
d. Pemahaman Konsep zonifikasi
Zonifikasi dalam Pembangunan Gedung ini sangat terkait dengan jenis dan karakteristik dari
aktivitas yang terjadi pada tiap-tiap ruangan ataupun pola aktivitas secara menyeluruh
dalam suatu wadah bentuk arsitektur.

Usulan Teknis Pengawasan Pembangunan


Gedung Diklat RS. Jiwa Grhasia Yogyakarta

Dalam kapasitasnya sebagai Konsultan Pengawas merupakan suatu keharusan memahami


zonifikasi tiap-tiap massa bangunan dan ataupun zonifikasi ruang-ruang dari pekerjaan fisik
yang dikerjakan oleh kontraktor pelakana. Hal ini diawali dengan pemahaman terhadap
pola aktivitas pelaku kegiatan yang terdiri dari pola kegiatan pegawai serta pola interaksi
antara pegawai ketika melayani keperluan masyarakat, serta pemahaman konsultan
Pengawas terhadap pola sirkulasi yang terbentuk dari perilaku aktivitas tersebut.
Zonifikasi dalam Pengendalian dan Pengawasan Pembangunan Gedung ini dapat dibagi
menjadi beberapa zoning, yaitu :
-

Zoning Kegiatan Publik


Merupakan zoning untuk kelompok kegiatan yang menjadi tempat interaksi langsung
antara pimpinan dengan pihak intern staff . Zoning ini biasanya diletakkan di area dekat
dan atau berhubungan langsung dengan entrance utama.

Zoning Kegiatan Semipublik


Merupakan zoning bagi kegiatan yang lebih memerlukan tingkat keprivasian lebih ketika
terjadi interaksi antara para staf dalam menyelesaikan permasalahan-permasalahan
khusus yang harus diselesaikan dengan pihak intern.

Zoning Kegiatan Privat


Merupakan zoning yang diperuntukkan bagi aktivitas-aktivitas yang memerlukan tingkat
privasi lebih bagi kepentingan kantor.. Biasanya terletak pada area yang relatif tertutup
bagi akses sirkulasi publik namun tetap dapat diakses bagi pelaku kegiatan intern
gedung.

Dari adanya pemahaman Konsultan Pengawas terhadap konsep zonifikasi ruangan akan
memberikan kerangka acuan dalam menentukan penggunaan material serta pemenuhan
terhadap syarat-syarat kenyamanan ruangan yang sesuai dengan pola aktivitas yang
diwadahinya.
e. Konsep Fisika bangunan (pencahayaan dan penghawaan) sehingga akan memenuhi
persyaratan kenyamanan dalam melakukan aktivitas kegiatan perkantoran
Syarat sebuah desain arsitektur memenuhi standar kenyamanan adalah terpenuhinya
kenyamanan pencahayaan dan penghawaan secara alami maupun buatan. Demikian halnya
dengan menciptakan desain sebagai wadah kegiatan perkantoran sebagai wadah kegiatan
publik, diperlukan pula adanya pengawasan secara intens terhadap konsep fisika
bangunannya yang meliputi konsep pencahayaan dan penghawaan.
Dalam desain sebuah gedung pencahayaan menjadi sesuatu yang sangat urgen, terlebih
dengan pemaksimalan pemamfaatan pencahayaan alami agar mampu mendukung aktivitas
yang sedang dilakukan, karena aktivitas ini lebih sering dilakukan pada siang hari. Dengan
demikian pengawasan terhadap pemberian perlubangan-perlubangan sebagai area masuknya
cahaya matahari perlu mendapatkan perhatian yang serius agar jumlah sinar matahari yang
masuk kedalam ruangan mampu mencukupi intensitas penerangan yang diperlukan untuk

Usulan Teknis Pengawasan Pembangunan


Gedung Diklat RS. Jiwa Grhasia Yogyakarta

melakukan kegiatan transaksi jual beli. Walaupun pada ruang-ruang tertentu tetap harus
memerlukan pencahayaan buatan meskipun disiang hari tetapi perlu dikendalikan agar tidak
menjadikan penambahan nilai cost yang berlebihan.
Kenyamanan dari sebuah ruangan ataupun bangunan sangat tergantung pada keberhasilan
dalam menciptakan desain system penghawaan udara didalamnya. Pembangunan Gedung ini
sebagai ruang komunitas perkantoran yang cukup tinggi intensitas penggunaannya sangat
memerlukan penciptaan system sirkulasi udara alami yang secara maksimal mampu
mendukung aktivitas tersebut. Untuk memenuhinya dilakukan dengan menciptakan desain
yang lebih banyak menggunakan area bukaan wall opening.
Selain itu, perlu diperhatikan pula pengawasan terhadap penataan tiap-tiap massa
bangunan dan ataupun penciptaan desain penataan ruang yang mampu menciptakan pola
sirkulasi silang, sehingga memungkinkan udara dapat

dialirkan keseluruh tiap-tiap

ruangannya yang telah didesain oleh perencana.


Sebuah desain wadah arsitektur dapat memenuhi standar kenyamanan bagi pelaku
didalamnya ketika nilai-nilai pencahayaan dan penghawaan dapat terpenuhi secara optimal
dalam batasan sesuai dengan intensitas dan pola aktivitas yang dilakukan oleh pengguna-

3. INSTALASI AIR (BERSIH DAN KOTOR)


Pekerjaan sistem air bersih
Test pipa
Untuk mengetahui kebocoran dan kekuatan sambungan, lakukan test tekan selama 24
jam terus menerus dengan kekuatan tekan 6 kg/cm2. Amati dan catat besaran tekanan
yang terjadi untuk setiap jamnya.

Usulan Teknis Pengawasan Pembangunan


Gedung Diklat RS. Jiwa Grhasia Yogyakarta

Test pompa, meliputi :


Test debit air
Ukur jarak hisap dan tekan yang ada di lapangan
Tentukan total head yang sebenarnya
Amati dan catat debit air yang dihasilkan oleh pompa tersebut selama kurun waktu
tertentu.
Konversikan data hasil pengukuran tersebut ke dalam cfm, cfh, cmm atau cmh.
Bandingkan hasil yang didapat dengan karakteristik pompa tersebut (lihat brosure).
Buat catatan jika terjadi penyimpangan yang cukup signifikan untuk dimintakan
perbaikan atau penggantian pompa.

Operation test.
Tes kerja sistem meliputi :

Starting test : DOL atau Star-Delta. Amati dan catat swiching time performancenya

Test kendali pompa meliputi :

Alternate sistem.
Sistem kerja pompa dirancang untuk bekerja secara bergantian (alternate): Cek,
apakah sesuai dengan yang diharapkan ?

Keamanan sistem.
Test koordinasi kerja antara pompa dengan water level control untuk berbagai
macam kondisi

Lakukan simulasi untuk keadaan water level control tidak bekerja.


Dalam hal ini dikondisikan bahwa pompa bekerja sementara air yang dihisap tidak
ada. Dalam kondisi ini seharusnya sistem overload relay harus bekerja dan
mengamankan motor pompa.
Test sistem kontrol pompa

Usulan Teknis Pengawasan Pembangunan


Gedung Diklat RS. Jiwa Grhasia Yogyakarta

Pekerjaan Plumbing

Test dilakukan sebelum pipa cabang disambung ke pipa vertikal (pipa induk).

Lakukan test rendam untuk mengetahui kebocoran pada jaringan pipa air kotor
maupun pada pipa tinja selama 2x24 jam secara terus menerus. Cek dan catat
level permukaan air setiap jangka periode satu jam
Pekerjaan Hydrant dan Splinkler

Test tekan instalasi dan jaringan pipa.


o Test tekan dilakukan dengan tekanan 16 kg/cm2 selama 2x24 jam berturutturut

Test fungsi hydrant. Test fungsi meliputi :


o Test Jockey Pump
o Test Electrical Pump
o Test Generator Pump
o Test Urutan Kerja Pompa
o Test kemampuan hydrant di setiap titik hydrant pilar dan hydrant box di tiap
lantai.

Test fungsi splinkler meliputi :


o Test fungsi koordinasi flow switch dengan FACP
o Test fungsi Alarm Gong
o Test fungsi splinkler head (diambil dua titik perlantai secara acak)
o Test fungsi koordinasi splinkler dengan Jockey pump

Sistem Instalasi Air Bersih


Sistem air bersih yang dominan berada di dalam bangunan/gedung adalah jaringan
instalasi pemipaannya. Dengan merujuk pada faktor kesehatan, kebersihan, kemudahan
dalam melaksanakan instalasi serta life time system instalasi, konsultan pengawas akan
mengusulkan dan memberikan pertimbangan serta rekomendasi pemakaian pipa instalasi air
bersih dari jenis Polypropylene. Adapun factor teknis dan ekonomis yang dijadikan dasar
pertimbangan adalah sebagai berikut :

Usulan Teknis Pengawasan Pembangunan


Gedung Diklat RS. Jiwa Grhasia Yogyakarta

Karakteristik Produk Polypropylene Type PP-R 80 (Polypropylene Random-Copolymer)


-

Umur minimal 50 tahun (bergaransi) pada suhu 700C tekaan 10 Bar

Maksimum temperatur 950C (test laboratorium 1100C)

Tahan terhadap korosi

Tahan terhadap pH (pH 1 s/d 11)

Bacteriologically Neutral

Neutral taste

Tidak ada deposit kerak (thermal elasticity)

Konduktivitas panas rendah (untuk pemakaian air panas)

Suara aliran kecil

Cukup ringan dengan density = 0,895 kg/dm3

Low thermal expansion power

Fitting anti bocor, karena di moulding bersama


Beberapa Kasus yang sering terjadi dalam pekerjaan plumbing yang memerlukan
perhatian diantaranya adalah sebagai berikut :

korosi pada jaringan air bersih dengan menggunakan sistem konvensional (bahan pipa
baja galvanis)

korosi pada jaringan air panas dengan menggunakan sistem konvensional (bahan pipa

tembaga)

Usulan Teknis Pengawasan Pembangunan


Gedung Diklat RS. Jiwa Grhasia Yogyakarta

Adapun rekomendasi sebagai alternatif antisipasi penyelesaian permasalahan kondisi di atas


diantaranya dengan menggunakan pipa jenis polypropilene.

jenis ini selain memberikan

jaminan kualitas serta life time minimal 50 tahun, juga memberikan jaminan kesehatan dan
kebersihan karena tidak terpengaruh korosi

Usulan Teknis Pengawasan Pembangunan


Gedung Diklat RS. Jiwa Grhasia Yogyakarta

4. PEKERJAAN ELEKTRIKAL
Pendekatan yang dilakukan dalam penyusunan usulan teknik ini pertama kali melalui
pendalaman dan pemahaman terhadap karakteristik bangunan/ruang yang terkait
dengan kebutuhan instalasi mekanikal/elektrikal serta utilitas yang berada di
dalamnya. Sehingga aspek pemenuhan kebutuhan daya listrik, pemenuhan kebutuhan
sanitasi dan kebersihan serta kenyamanan dapat dicapai. Adapun tanggung jawab
sebagai Konsultan Pengawas dalam melakukan kontrol terhadap pelaksanaan
pekerjaan Mekanikal elektrikal adalah dengan melakukan pengawasan pada tahapantahapan pekerjaan.
Pada tahap pelaksanaan, Konsultan Pengawas melakukan pengendalian administrasi
dan pengendalian teknis. Dalam hal pengendalian ini diantaranya yang harus
dilakukan terutama yang berkaitan dengan pekerjaan Mekanikal/Elektrikal adalah
sebagai berikut :
a. Ketepatan Konstruksi dan Koordinasi Sistem Dalam Pelaksanaan
Untuk mencapai ketepatan dalam konstruksi serta koordinasi antara pekerjaan
yang satu dengan lainnya dilakukan melalui:
- Pembuatan gambar kerja (Shop Drawing) yang dibuat dan diusulkan oleh
kontraktor sebelum pekerjaan yang dimaksud dikerjakan. Shop drawing hanya
dibuat untuk posisi-posisi yang dipandang sulit untuk dikerjakan dan tidak
tergambar secara detil di dalam dokumen perencanaan
- Sebelum ada persetujuan dari pihak Konsultan Pengawas maka pekerjaan
tersebut tidak boleh dikerjakan.

Usulan Teknis Pengawasan Pembangunan


Gedung Diklat RS. Jiwa Grhasia Yogyakarta

- Setiap tahapan pekerjaan harus didahului oleh pembuatan surat ijin memulai
pekerjaan
b. Pencapaian Kualitas Material/Equipment sesuai yang diinginkan Rencana Kerja dan
Syarat.

Untuk mencapai kualitas sesuai dengan yang direncanakan, kontraktor diwajibkan untuk
mengajukan persetujuan material terlebih dahulu, baik berupa material ataupun brosur. Jika
diperlukan, untuk memberikan keyakinan atas kualitas bahan atau equipment yang diusulkan,
dapat dilakukan melalui peninjauan (victory visit) ke work shop pembuat/pabrikan.
c. Pencapaian keselamatan Kerja
Pencapaian Kesehatan dan Keselamatan Kerja dapat diupayakan melalui pemenuhan
segala aspek yang ditentukan oleh undang-undang dan peraturan tentang K3
d. Menghindari kegagalan operasional system
Dalam pekerjaan mekanikal/elektrikal, terjadinya kegagalan operasional system lebih
banyak disebabkan oleh human error dari pada disebabkan oleh peralatannya/materialnya
itu sendiri. Penyebab utamanya adalah ketidak telitian dan sembarangan

di dalam

melaksanakan pekerjaan, misal penyambungan kabel hanya diputar saja dan tidak
diberikan isolasi serta perlindungan yang cukup. Kejadian ini dilakukan dengan melakukan

Usulan Teknis Pengawasan Pembangunan


Gedung Diklat RS. Jiwa Grhasia Yogyakarta

pengendalian dan pengawasan/inspeksi secara terus menerus di setiap tahapan


pekerjaan.
e. Pencapaian Unjuk Kerja
Pada saat pelaksanaan sering terjadi harus dilakukan penyesuaian-penyesuaian dengan
kondisi lapangan dan tempat yang sebenarnya. Atau pada saat pengangkutan/transportasi
terjadi hentakan-hentakan yang tidak sengaja sehingga mengakibatkan adanya pergeseran
atau perubahan karakteristik peralatan sehingga dapat menimbulkan peralatan tidak
dapat bekerja secara optimal seperti yang direncanakan. Untuk mendapatkan unjuk kerja
yang baik harus dilakukan test. Dari data hasil tes inilah dapat dilakukan optimalisasi
dengan melaksanakan setting ulang atau perbaikan seperlunya. Dengan demikian
diharapkan ada jaminan bahwa system akan bekerja secara optimal seperti yang
direncanakan
f.Tahapan Pencermatan/Persiapan dan Testing (Commissioning andTesting)
Tujuan dari pencermatan/persiapan (lebih dikenal dengan istilah commissioning) dan
pengujian secara umum adalah untuk tercapainya jaminan keamanan, keselamatan dan
kenyamanan para pengguna dan lingkungan yang berada disekitarnya serta terjaminnya
kerja system sesuai dengan yang direncanakan. Secara spesifik bertujuan sebagai berikut:
1) Menjamin terpasangnya instalasi

secara cukup dan aman dalam menunjang

terselenggaranya kegiatan dalam gedung sesuai dengan fungsinya


2) Menjamin terwujudnya keamanan bangunan gedung dan penghuninya dari adanya
kejadian yang tidak diinginkan
3)

Menjamin kehandalan system yang dipasang

4)

Menjamin mudahnya dilakukan perawatan

5)

Menjamin life time peralatan, minimum sesuai dengan yang direkomendasikan oleh
pabrik pembuat

6) Menjamin beroperasinya system sehingga dapat menunjang terselenggaranya kegiatan


di dalam gedung sesuai dengan fungsinya secara optimal.
Semua pelaksanaan instalasi dan peralatan (baik electrical maupun mechanical) harus
diuji sehingga mencapai hasil baik dan bekerja sempurna sesuai dengan standar dan
persyaratan yang diacu dalam pekerjaan ini seperti termaktub pada RKS Mechanical
Electrical tentang Standard dan Referensi atau sesuai dengan standard pabrik. Bilamana
diperlukan, bahan-bahan instalasi atau peralatan dapat diminta oleh Direksi Proyek untuk
diuji di laboratorium atas tanggungan biaya kontraktor.

Usulan Teknis Pengawasan Pembangunan


Gedung Diklat RS. Jiwa Grhasia Yogyakarta
JENIS PEKERJAN

3. COMMISSIONING DAN
TESTING

ALAT YANG DIGUNAKAN


SKEDUL
PELAKSANAAN

METODA KERJA
PENANGGUNG JAWAB
PERSONAL YANG TERLIBAT

SIAPKAN FORM
COMMISIONING DAN
TESTING
TAHAPAN
COMMISIONING
CEK SISTEM INSTALASI
DENGAN SEKSAMA

PERBAIKI

TIDAK
SUDAH TERPASANG
DENGAN BAIK
?
YA

TAHAPAN
TESTING

TESTING

TIDAK
SESUAI RKS
?
YA

BERITA ACARA
PENERIMAAN

Setiap bagian instalasi pengkabelan harus diuji sehingga dicapai baik, sesuai dengan PUIL
2000. Untuk bagian-bagian yang akan tertutup instalasinya, harus diuji sebelum dan
sesudah bagian tersebut ditutup.
1) Panel Listrik

Sebelum dilakukan pekerjaan pembuatan panel, maka kontraktor diwajibkan untuk


menyampaikan shop drawing baik ukuran panel, tebal plat, lay out equipment
maupun one line diagram lengkap dengan daftar dan volume equipment yang akan
digunakan

Sebelum dilakukan pembuatan panel kontraktor diwajibkan untuk menunjukan


kualitas panel yang pernah dibuat, baik itu di workshop pembuat panel ataupun
diprojek lain yang pernah dikerjakan untuk mendapatkan persetujuan kualitas
yang dikehendaki.

Sebelum panel-panel dikirimkan ke lokasi projek, kontraktor wajib melaporkan ke


direksi proyek untuk dilakukan pengecekan akhir (victory visit). Hal ini dilakukan
untuk mencegah terjadinya kesalahan, dan jika terjadi kesalahan, maka perbaikan
harus dilakukan di work shop.

Usulan Teknis Pengawasan Pembangunan


Gedung Diklat RS. Jiwa Grhasia Yogyakarta

Terutama panel induk (LVMDP dan SDP) yang bekerja secara otomatis, harus
dilakukan test unjuk kerja di workshop.

Cek peralatan yang digunakan baik Merk dan keasliannya, kemampuan hantar arus,
breaking capacity, rangkaian kontrolnya dan ukuran busbar

2) Kabel daya, instalasi listrik dan sistem pembumian: Insulation test.


Lakukan pengukuran tahanan isolasi kabel yang meliputi tahanan penghantar phasanetral, tahanan penghantar phasa-ground, tahanan penghantar antar phasa. Tahanan
isolasi minimum adalah seperti berikut :
Tegangan sirkit

Tegangan uji

Resistan isolasi

nominal (volt)

arus searah (volt)

(mega Ohm)

50 V (ac); 120 V (dc)

250

0.25

Sampai dengan 500 V

500

0.5

Di atas 500 V

1000

1.0

Walaupun tahanan isolasi tersebut telah memenuhi syarat minimum, namun pada
proyek ini dikehendaki tahanan isolasi di atas harus mencapai tak terhingga, atau
dapat dianggap besarnya tak terhingga. Dalam satu kelompok rangkaian instalasi yang
menuju ke panel, tahanan isolasinya haruslah seimbang antara bagian satu dengan
lainnya. Jika ada nilai yang perbedaannya cukup mencolok dibandingkan dengan yang
lain, maka instalasi tersebut harus dicek dan diperbaiki sehingga mendapatkan
tahanan isolasi yang seimbang dengan lainnya.

3) Visual test
- Melakukan pengecekan aplikasi warna kabel serta luas penampang kabel pada
instalasi yang dikerjakan.
- Polaritas penyambungan kabel atau hubungan fase, harus benar dan semuanya
terpasang dengan kuat
- Melakukan pengecekan pada sistem penyambungan kabel instalasi beserta
kelengkapannya.
4) Grounding test.
Besar tahanan pembumian tidak boleh melebihi seperti berikut ini:
Tabel III.1. Nilai Tahanan Isolasi Minimum

Usulan Teknis Pengawasan Pembangunan


Gedung Diklat RS. Jiwa Grhasia Yogyakarta

Tahanan pembumian

Jenis Instalasi

Maksimum (Ohm)

Penyalur Petir

Pentanahan Peralatan

Listrik
Telekomunikasi/elektroni

0,5

k
5) Pekerjaan Sistem Peringatan Dini
- Lakukan pengetesan dan pengecekan tahanan isolasi pengkabelannya.
- Lakukan test sistem secara simulasi
- Lakukan pengetesan langsung dengan menggunakan asap (untuk smoke detector)
dan dengan menggunakan panas (untuk ROR dan Fix Temperature Detector)
- Lakukan pengetesan terhadap fungsi break glass manual station, telephone, fungsi
flow switch (dari sistem splinkler) dan lain-lain yang terhubung secara terintegrasi
dengan Sistem Peringatan Dini
6) Pekerjaan Sound System, Telephone System
- Lakukan pengetesan dan pengecekan tahanan isolasi pengkabelannya sesuai dengan
persyaratan minimal yang harus dipenuhi seperti tercantum pada tabel III.1.
- Lakukan pengetesan

terhadap semua fitur yang dikehendaki RKS, atau sesuai

dengan sistem yang bersangkutan seperti diterangkan oleh pabrik pembuat unit
sistem tersebut

Usulan Teknis Pengawasan Pembangunan


Gedung Diklat RS. Jiwa Grhasia Yogyakarta

B. PROGRAM KERJA
Melihat penjelasan pada uraian di atas dapat disampaikan bahwa pengawas yang mengerti teknis
dan administrasi sangat diperlukan dalam pekerjaan pengawasan di lapangan. Team work
pengawas harus memahami lingkup dan wewenang pekerjaan yang harus ditangani dan
dikendalikan, untuk hal tersebut maka diperlukan suatu prosedur pengawasan di lapangan yang
baku integrated dan mudah dipahami oleh personil yang terlibat di lapangan.
Berikut ini adalah bagan skematis mengenai prosedur pelaksanaan manajemen pengawasan, pada
masa pelaksanaan di lapangan :
1. Skema prosedur pekerjaan persiapan dan penugasan
2. Skema pekerjaan persiapan pelaksanaan
3. Skema prosedur manajemen pengawasan
4. Skema penegasan gambar kerja
5. Skema persetujuan material
6. Skema laporan harian dan mingguan
7. Skema surat instruksi Konsultan Pengawas
8. Skema pengesahan gambar kerja
9. Skema pengajuan pembayaran angsuran / termijn
10. Skema perubahan pekerjaan
11. Skema pengesahan as built drawing

Untuk memperjelas prosedur kerja dan prosedur pengawasan yang disampaikan dalam flow chart
skematis tersebut di atas, maka akan diuraikan satu persatu secara ringkas dan jelas, disampaikan
di bawah ini :

Usulan Teknis Pengawasan Pembangunan


Gedung Diklat RS. Jiwa Grhasia Yogyakarta

1. Skema prosedur pekerjaan persiapan dan penugasan


Prosedur ini menggambarkan pekerjaan persiapan dan penugasan awal dari team work
Konsultan Pengawas yang menangani pekerjaan di lapangan, secara lebih jelasnya dapat
dilihat pada flow chart di bawah ini :

Usulan Teknis Pengawasan Pembangunan


Gedung Diklat RS. Jiwa Grhasia Yogyakarta

2. Skema pekerjaan persiapan pelaksanaan


Prosedur pekerjaan persiapan pelaksanaan perlu dibuat, agar pelaku dan pelaksana proyek
dapat memahami dengan baik, permasalahan dan persyaratan apa yang harus dilakukan dalam
pekerjaan persiapan pelaksanaan. Diharapkan dengan adanya tata cara atau prosedur yang
jelas maka pekerjaan di lapangan bisa berjalan dengan lancar dan terkontrol.
E

Melaksanakan Rapat Koordinasi

Pengajuan Shop drawing

Perbaikan
Persetujuan
Tidak
Ya
Pelaksanaan Pekerjaan

Melaksanakan Rapat Lapangan

Perbaikan

Persetujuan
hasil rapat
Tidak
Ya

Pengawasan
Penyelesaian Pekerjaan

OUTPUT :
- Risalah
- Menerapkan rencana mutu
kontrak / quality assurance
- Pengurusan IMB
- Penerbitan ijin mulai kerja
- Penerbitan site and over
- Penetapan struktur organisasi
kerja
- Persetujuan mobilisasi alat
- Penyusunan laporan mingguan
dan bulanan
- Ijin pelaksanaan bagian-bagian
kerja
- Pemeriksaan atau penelitian
shop drawing
- Justifikasi perubahan-perubahan
- Ceklist hasil pekerjaan
- Proses perintah perubahan
- Perhitungan volume pekerjaan
pelaksanaan terpasang
- Membantu / memeriksa
pembayaran termijn
- Melakukan monitoring
pelaksanaan pekerjaan

Usulan Teknis Pengawasan Pembangunan


Gedung Diklat RS. Jiwa Grhasia Yogyakarta

3. Skema prosedur manajemen pengawasan


Prosedur manajemen pengawasan disampaikan dengan tujuan personil dalam team work
pengawasan di lapangan, dapat memahami dan melaksanakan tugas masing-masing secara
lebih jelas dan komprehensif.

Usulan Teknis Pengawasan Pembangunan


Gedung Diklat RS. Jiwa Grhasia Yogyakarta

4. Prosedur dalam tahap penegasan gambar kerja


Prosedur pengawasan dalam tahap penegasan gambar kerja disampaikan dengan tujuan
personil dalam team work pengawasan di lapangan, dapat memahami dan melaksanaka
pedoman gambar kerja sebagai
ebagai acuan pelaksanaan secara lebih jelas dan komprehensif.
Pejabat Pembuat
Komitmen

PTP

Konsultan Pengawas

Konsultan Perencana

Kontraktor

Usulan Teknis Pengawasan Pembangunan


Gedung Diklat RS. Jiwa Grhasia Yogyakarta

5. Skema persetujuan material


Prosedur pengawasan dalam tahap persetujuan material disampaikan dengan tujuan personil
dalam team work pengawasan di lapangan, dapat memahami dan melaksanakan pedoman dan
prosedur persetujuan material sebagai acual pelaksanaan secara lebih jelas dan komprehensif.

Usulan Teknis Pengawasan Pembangunan


Gedung Diklat RS. Jiwa Grhasia Yogyakarta

6. Skema laporan harian dan mingguan


Prosedur pengawasan dalam tahap persetujuan material disampaikan dengan tujuan personil
dalam team work pengawasan di lapangan, dapat memahami dan melaksanakan pedoman dan
prosedur persetujuan material sebagai acual pelaksanaan secara lebih jelas dan komprehensif.
Pejabat Pembuat
Komitmen

PTP

Konsultan Pengawas

Konsultan Perencana

Kontraktor

Usulan Teknis Pengawasan Pembangunan


Gedung Diklat RS. Jiwa Grhasia Yogyakarta

7. Skema surat instruksi Konsultan Pengawas


Prosedur pengawasan dalam tahap pembuatan surat instruksi disampaikan dengan tujuan
personil dalam team work pengawasan di lapangan, dapat memahami dan melaksanakan
pedoman dan prosedur dalam membuat surat instruksi, memo lapangan sebagai acuan
pelaksanaan secara lebih jelas dan komprehensif.

Usulan Teknis Pengawasan Pembangunan


Gedung Diklat RS. Jiwa Grhasia Yogyakarta

8. Skema pengesahan gambar kerja


Prosedur pengawasan dalam tahap pengesahan tata cara gambar kerja disampaikan dengan
tujuan personil dalam team work pengawasan di lapangan, dapat memahami dan
melaksanakan pedoman dan prosedur dalam pengesahan gambar kerja, sebagai acuan
pelaksanaan secara lebih jelas dan komprehensif.
Pejabat Pembuat
Komitmen

PTP

Konsultan Pengawas

Konsultan Perencana

Kontraktor

Usulan Teknis Pengawasan Pembangunan


Gedung Diklat RS. Jiwa Grhasia Yogyakarta

9. Skema pengajuan pembayaran angsuran / termijn


Prosedur pengawasan dalam tata cara pengajuan pembayaran angsuran / termijn disampaikan
dengan tujuan personil dalam team work pengawasan di lapangan, dapat memahami dan
melaksanakan pedoman dan prosedur dalam tata cara pengajuan pembayaran angsuran /
termijn sebagai acuan pelaksanaan secara lebih jelas dan komprehensif.

Usulan Teknis Pengawasan Pembangunan


Gedung Diklat RS. Jiwa Grhasia Yogyakarta

10. Skema perubahan pekerjaan


Prosedur pengawasan dalam tata cara perubahan pekerjaan disampaikan dengan tujuan
personil dalam team work pengawasan di lapangan, dapat memahami dan melaksanakan
pedoman dan prosedur tata cara perubahan pekerjaan, sebagai acuan pelaksanaan secara
lebih jelas dan komprehensif.
Pejabat Pembuat
Komitmen

PTP

Konsultan Pengawas

Konsultan Perencana

Kontraktor

Usulan Teknis Pengawasan Pembangunan


Gedung Diklat RS. Jiwa Grhasia Yogyakarta

11.

Skema pengesahan as built drawing


Prosedur pengawasan dalam tata cara pengesahan gambar as built drawing disampaikan
dengan tujuan personil dalam team work pengawasan di lapangan, dapat memahami dan
melaksanakan pedoman dan prosedur tata cara pengesahan gambar as built drawing yang
sesuai dengan persyaratan, sebagai acuan pelaksanaan secara lebih jelas dan komprehensif.

Pejabat Pembuat
Komitmen

PTP

Konsultan Pengawas

Konsultan Perencana

Kontraktor

Penyiapan As
Built Drawing

Periksa

Tidak

Persetujuan

Persetujuan

Persetujuan

Persetujuan

Persetujuan

Cetak /
Pengadaan

Penyerahan
As Built
Drawing

Copy

Usulan Teknis Pengawasan Pembangunan


Gedung Diklat RS. Jiwa Grhasia Yogyakarta

C. ORGANISASI DAN PERSONIL


Team Leader

Ir. Bambang M.

Ahli Arsitek

Ahli Sipil

Ahli M/E

Ir. Afrianto Sofyan , MT.

Ir. Subiantoro , MT.

Drs. Agus Basukisti , MT.

Koord. Pengawas

Rusyono Yuliarto , ST

Pengawas Lapangan

Staf Administrasi

Bambang Suryo , ST.

Arief Setyawan , SE.

Usulan Teknis Pengawasan Pembangunan


Gedung Diklat RS. Jiwa Grhasia Yogyakarta

Nama Personil
Ir. Bambang M.

Perusahaan
PT. Adjisaka Konsultan
Teknik

Tenaga Ahli
Lokal/Asing
Lokal

Lingkup
Keahlian
Sipil

Posisi
Diusulkan
Team Leader

Ir. Subiantoro, MT.

PT. Adjisaka Konsultan


Teknik

Lokal

Sipil

Ahli
Sipil/Struktur

Uraian
Pekerjaan
Mempunyai visi dan misi sesuai dengan
sasaran kegiatan
Menyelesaikan permasalahan terhadap
semua unsur yang terkait dalam
pembangunan
Bertanggung jawab penuh dalam
kegiatan extern dan intern konsultan
Pengawas
Mengadakan koordinasi terhadap semua
unsur yang terkait dalam pembangunan
Mengadakan pencekan struktur hasil
perencanaan
Memberikan masukan pemecahan
masalah struktur
Memberikan saran pada bidang struktur
agar hasil pelaksanaan sesuai dengan
hasil perencanaan
Mengadakan pemahaman gambar yang
bersifat struktur dengan Pengawas
lapangan, sehingga bila ada masalah
dapat segera diatasi
Memecahkan masalah struktur yang ada
kemudian diusulkan kepada Pengelola
Teknis Proyek

OB
4,5

Usulan Teknis Pengawasan Pembangunan


Gedung Diklat RS. Jiwa Grhasia Yogyakarta
Nama Personil
Ir. Afrianto Sofyan, MT.

Perusahaan
PT. Adjisaka Konsultan
Teknik

Tenaga Ahli
Lokal/Asing
Lokal

Lingkup
Keahlian
Arsitektur

Posisi
Diusulkan
Ahli Arsitek

Drs. Agus Basukisti, MT.

PT. Adjisaka Konsultan


Teknik

Lokal

Teknik
Elektro

Ahli Mekanikal
& Elektrikal

Uraian
Pekerjaan
Mereview hasil perencanaan
Memberikan masukan dalam bidang
arsitektur kepada konsultan perencana
Memberikan konsep alternatif
perencanaan
Menyusun konsep pemecahan masalah
Memberikan saran pada bidang
arsitektur agar hasil pelaksanaan sesuai
dengan hasil perencanaan
Mengadakan pemahaman gambar yang
bersifat arsitektur dengan Pengawas
Pengaw
lapangan.
Memecahkan masalah asitektur yang ada
kemudian diusulkan kepada Pengelola
Proyek
Meneliti rencana / sistem jaringan
instalasi elektrikal bagian demi bagian
maupun secara keseluruhan
Mengadakan pemahaman dan check
gambar instalasi, alat
alat-alat, serta
kualitas bahan yang digunakan bersama
pengawas lapangan
Memeriksa shop drawing elektrikal
Meneliti rencana / sistem jaringan
instalasi Elektrikal bagian demi bagian
maupun secara keseluruhan
Mengadakan pemahaman dan check
gambar instalasi, alat
alat-alat, serta
kualitas bahan yang digunakan bersama
pengawas lapangan
Memeriksa shop drawing elektrikal

OB
3

Usulan Teknis Pengawasan Pembangunan


Gedung Diklat RS. Jiwa Grhasia Yogyakarta
Nama Personil
Rusyono Yuliarto, ST.

Perusahaan
PT. Adjisaka Konsultan
Teknik

Tenaga Ahli
Lokal/Asing
Lokal

Lingkup
Keahlian
Sipil

Posisi
Diusulkan
Koordinator
Pengawas

Bambang Suryo, ST.

PT. Adjisaka Konsultan


Teknik

Lokal

Sipil

Pengawas
Lapangan

Arief Setyawan, SE

PT. Adjisaka Konsultan


Teknik

Lokal

Ekonomi

Administrasi
dan Keuangan

Uraian
Pekerjaan
Mengkoordinir tim pengawas lapangan
Memberikan masukan kepada kontraktor
Bertanggung jawab mengenai jalannya
pekerjaan pengawasan dan personilnya
Memecahkan masalah yang timbul di
lapangan sehingga tidak mengganggu
schedule pelaksanaan yang ditetapkan
Memberi persetujuan untuk setiap
usulan yang diajukan kontraktor setelah
dilakukan penelitian
Memberikan
petunjuk
pelaksanaan
pekerjaan kepada kontraktor mengenai
struktur
Mengarahkan
jalannya
pelaksanaan
pekerjaan langsung di lapangan sehingga
pekerjaan dapat berkesinambungan
berkesinam
Membuat
konsep
laporan
harian,
mingguan dan bulanan
Mengawasi dan mencheck penggunaan
alat-alat
alat dan material yang digunakan
Menyelenggarakan kegiatan administrasi
di lapangan
Membuat dokumen
dokumen-dokumen yang
diperlukan guna kelancaran pekerjaan di
lapangan
Bertanggung jawab mengatur keuangan
yang menyangkut kegiatan proyek

OB
4,5

4,5

4,5

Usulan Teknis Pengawasan Pembangunan


Gedung Diklat RS. Jiwa Grhasia Yogyakarta

Usulan Teknis Pengawasan Pembangunan


Gedung Diklat RS. Jiwa Grhasia Yogyakarta

JADWAL PELAKSANAAN PEKERJAAN


No.
I

Kegiatan

Bulan ke :
3

Keterangan

4,5

Tahap Pra Pelaksanaan

II

1 Pembentukan Organisasi Kerja

maksimal 7 hari setelah SPMK

2 Tata cara pengaturan pelaksanaan pekerjaan

maksimal 7 hari setelah SPMK

3 Jadwal pelaksanaan pekerjaan

maksimal 7 hari setelah SPMK

4 Jadwal pengadaan bahan, mobilisasi peralatan & personil

maksimal 7 hari setelah SPMK

5 Penyusunan rencana dan pelaksanaan pemeriksaan lapangan

maksimal 7 hari setelah SPMK

6 Pendekatan ke masyarakat dan pemda setempat

maksimal 7 hari setelah SPMK

7 Penyusunan program mutu proyek

maksimal 7 hari setelah SPMK

Tahap Pelaksanaan
1 Persiapan pengawasan

maksimal 7 hari setelah SPMK

2 Shop drawing dan ijin mulai pelaksanaan pekerjaan

setiap hari

3 Pelaksanaan pengawasan di lapangan

setiap hari

4 Pengendalian bahan/material

setiap kali bahan/material didatangkan

5 Pengendalian penggunaan tenaga kerja

setiap hari

6 Pengendalian peralatan kerja

setiap hari

7 Pengendalian terhadap keselamatan dan kesehatan kerja

setiap hari

8 Pengendalian kualitas pekerjaan

setiap hari

9 Pengendalian mutu waktu pelaksanaan

setiap hari

10 Pengendalian biaya

setiap hari

11 Rapat berkala

minimal 2 minggu sekali

12 Pelaporan
- Laporan Pendahuluan

Awal Bulan

- Laporan Mingguan

Setiap Minggu

- Laporan Bulanan

Setiap Awal Bulan

- Laporan Akhir

Laporan setelah serah terima I

Usulan Teknis Pengawasan Pembangunan


Gedung Diklat RS. Jiwa Grhasia Yogyakarta

JADWAL PENUGASAN TENAGA AHLI

No.

Nama

Jabatan

Masukan Personil (dalam bentuk diagram balok)


Bulan II
Bulan III
Bulan IV

Bulan I
1

10

11

12

13

14

15

OB

Bulan V
16

17

18

19

Ketua Tim

4,5

2 Ir. Subiantoro, MT.

Ahli Struktur

3,0

3 Ir. Afrianto Sofyan, MT.

Ahli Arsitek

3,0

4 Drs. Agus Basukisti, MT.

Ahli M & E

2,0

1 Ir. Bambang M.

Keterangan
= Masukan penuh waktu
= Masukan paruh waktu

Usulan Teknis Pengawasan Pembangunan


Gedung Diklat RS. Jiwa Grhasia Yogyakarta

JADWAL PENUGASAN TENAGA PENDUKUNG

No.

Nama

Jabatan

Masukan Personil (dalam bentuk diagram balok)


Bulan II
Bulan III
Bulan IV

Bulan I
1

10

11

12

13

14

15

OB

Bulan V
16

17

18

19

1 Rusyono Yuliarto, ST.

Koordinator Pengawas

4,5

2 Bambang Suryo, ST.

Pengawas Lapangan

4,5

3 Arief Setyawan, SE.

Administrasi

4,5

Keterangan
= Masukan penuh waktu
= Masukan paruh waktu

Usulan Teknis Pengawasan Pembangunan


Gedung Diklat RS. Jiwa Grhasia Yogyakarta

Usulan Teknis Pengawasan Pembangunan


Gedung Diklat RS. Jiwa Grhasia Yogyakarta

NO
Nama Barang
1
2

Ruang Kantor / Studio


Peralatan kantor

Peralatan laborat.

Peralatan khusus

Kendaraan

JENIS BARANG / PERALATAN


Merk
Type
Kayu jati
Yunika
Chitos
Olympic
jati
Wearness/Compaq
Kodak
Canon
Canon
Brother
Canon
Hewlet Pacard
Mutoh, Sannex

Imudex
Imudex

Toyota Kijang
Toyota Avanza
Legenda
Astrea Grand
Grand Impresa
Supra X

Nomor
Mesin
-

KAPASITAS
SEKARANG
Kantor
kursi tamu
filling kabinet
kursi stainles
meja kerja
almari arsip
Komputer
Kamera digital
Printer
LCD Proyektor
Facsimile
Mesin fotocopy
Plotter
kursi tamu
meja gambar
kursi putar
rapido graf
meja kerja / Kursi
rolmeter/3 m
rolmeter/25m
sketmat
waterpass
theodolith
mobil
mobil
sepeda motor
sepeda motor
sepeda motor
sepeda motor

TAHUN
PEMBUATAN

KONDISI
SEKARANG

BAIK
baik
baik
baik
baik
baik
baik
baik
baik
baik
baik
baik
baik
baik
baik
baik
baik
baik
baik
baik
baik
baik
baik
baik
baik
baik
baik
baik
baik

JUMLAH
BARANG
70 M2
1 set
2 bh
6 bh
6 bh
1 bh
5 bh
1 bh
3 bh
1 bh
1 bh
1 bh
2 bh
1 set
4 bh
2 bh
8 set
8 bh
3 bh
1 bh
2 bh
1 bh
1 bh
1 bh
1 bh
1 bh
1 bh
1 bh
1 bh

KETERANGAN
pemilik / sewa
sewa
milik sendiri
milik sendiri
milik sendiri
milik sendiri
milik sendiri
milik sendiri
milik sendiri
milik sendiri
Milik sendiri
Milik sendiri
Sewa
Sewa
milik sendiri
milik sendiri
milik sendiri
milik sendiri
milik sendiri
milik sendiri
milik sendiri
milik sendiri
Milik sendiri
Sewa
milik sendiri
milik sendiri
milik sendiri
milik sendiri
milik sendiri
Milik sendiri

Usulan Teknis Pengawasan Pembangunan


Gedung Diklat RS. Jiwa Grhasia Yogyakarta