Anda di halaman 1dari 66

UNIVERSITAS SUMATERA UTARA FAKULTAS EKONOMI MEDAN

SKRIPSI

PENGARUH MANAJEMEN MODAL KERJA TERHADAP PROFITABILITAS PADA HOTEL INTERNASIONAL SIBAYAK BERASTAGI

OLEH : NAMA NIM DEPARTEMEN : RELANI NOVERITA SIANTURI : 020503044 : AKUNTANSI
OLEH :
NAMA
NIM
DEPARTEMEN
: RELANI NOVERITA SIANTURI
: 020503044
: AKUNTANSI
: RELANI NOVERITA SIANTURI : 020503044 : AKUNTANSI Guna Memenuhi Salah Satu Syarat untuk Memperoleh Gelar

Guna Memenuhi Salah Satu Syarat untuk Memperoleh Gelar Sarjana Ekonomi

2008

Relani Noverita Sianturi : Pengaruh Manajemen Modal Kerja Terhadap Profitabilitas Pada Hotel Internasional Sibayak Berastagi, 2008. USU Repository © 2009

PERNYATAAN

Dengan ini saya menyatakan bahwa skripsi yang berjudul:

“Pengaruh Manajemen Modal Kerja terhadap Profitabilitas pada Hotel

Internasional Sibayak Berastagi”

Adalah benar hasil karya sendiri dan judul dimaksud belum pernah dimuat,

hasil karya sendiri dan judul dimaksud belum pernah dimuat, dipublikasikan atau diteliti oleh mahasiswa lain dalam

dipublikasikan atau diteliti oleh mahasiswa lain dalam konteks penulisan skripsi

level Program Reguler S1 Departemen Akuntansi Fakultas Ekonomi Universitas

Sumatera Utara.

Semua sumber data informasi yang diperoleh, telah dinyatakan dengan jelas,

benar apa adanya. Dan bila kemudian hari pernyataan ini tidak benar saya

bersedia menerima sanksi yang ditetapkan oleh Universitas.

Medan, 3 Juni 2008 Yang Membuat Pernyataan

Relani Noverita Sianturi NIM: 020503044

Relani Noverita Sianturi : Pengaruh Manajemen Modal Kerja Terhadap Profitabilitas Pada Hotel Internasional Sibayak Berastagi, 2008. USU Repository © 2009

KATA PENGANTAR

Puji dan syukur penulis panjatkan ke hadirat Tuhan Yang Maha Kuasa, untuk

setiap kasih, penyertaan dan kebaikanNya yang memampukan penulis untuk

menyelesaikan skripsi ini.

Skripsi ini disusun untuk memenuhi salah satu persyaratan guna memperoleh

untuk memenuhi salah satu persyaratan guna memperoleh Penulis menyadari bahwa skripsi ini masih jauh dari

Penulis menyadari bahwa skripsi ini masih jauh dari kesempurnaan, baik dari

gelar Sarjana Ekonomi pada Fakultas Ekonomi Universitas Sumatera Utara

Medan.

segi isi maupun penulisannya. Oleh karena itu, dengan segala kerendahan hati,

penulis menerima setiap kritik dan saran yang membangun dari semua pihak demi

kesempurnaan skripsi ini.

Dalam penulisan skripsi ini penulis mendapat banyak bimbingan, bantuan,

serta dukungan doa dari berbagai pihak. Untuk itu dalam kesempatan ini penulis

ingin mengucapkan terima kasih kepada:

1. Bapak Drs. Jhon Tafbu Ritonga, M.Ec., selaku Dekan Fakultas Ekonomi

Universitas Sumatera Utara.

2. Bapak Drs. Arifin Akhmad, M.Si., Ak., selaku Ketua Departemen Akuntansi

dan Bapak Fahmi Natigor Nasution, SE, M.Acc. Ak., selaku Sekretaris

Departemen Akuntansi Fakultas Ekonomi Universitas Sumatera Utara.

3. Ibu Dra. Nurzaimah, MM, Ak., selaku Dosen Pembimbing yang telah banyak

membantu

dan

memberikan

pengarahan

kepada

penulis

penyusunan dan penyelesaian skripsi ini.

dalam

proses

Relani Noverita Sianturi : Pengaruh Manajemen Modal Kerja Terhadap Profitabilitas Pada Hotel Internasional Sibayak Berastagi, 2008. USU Repository © 2009

4.

Bapak Drs. Abikusno Dharsuky, MM, Ak., selaku Dosen Pembanding/Penguji

I dan Ibu Dra. Naleni Indra, MM, Ak., selaku Dosen Pembanding/Penguji II.

5. Bapak Drs. Zainal A.T. Silangit, Ak. selaku Dosen Wali dan seluruh staf

pengajar serta seluruh staf administrasi dan perpustakaan Fakultas Ekonomi

Universitas Sumatera Utara.

6. Bapak Pimpinan dan seluruh staf Hotel Internasional Sibayak Berastagi,

serta keponakan-keponakan saya Tashya dan Hani,
serta
keponakan-keponakan
saya
Tashya
dan
Hani,

terutama Ibu Hidayati dan Bapak Ricko yang telah banyak membantu penulis

terutama dalam penyediaan data.

7. Yang terkasih kedua orangtua saya M.T. Sianturi dan E. br. Munthe, untuk

semua kasih sayang, pengertian, perhatian dan dukungan serta doa-doanya

bagi penulis. Juga buat abang Hotma, Tamen, kakak Selly, Rusti, dan eda

atas

semua

Lastri

dukungan, penghiburan dan perhatiannya.

8. Teman-teman KTB (Bang Roland, Ervina, Yenny), adik-adik kelompok kecil

YANG LIU (Delvi, Siskha, Tika, Fani) yang selalu mendukung dan memberi

banyak bantuan dalam berbagai wujud.

9. Teman-teman di departemen akuntansi stambuk ’02 Sri, Bona, Eva, Yanti,

Desy, Ellys, Ana. Juga teman-teman dari departemen dan stambuk lain

K’Jimel,

K’Susan Sinaga,

K’Beatrix,

Eva Nirwana,

Honey,

Bernadetha,

Korry, Nita, Roy, Bono, Fanny, Ekha, Nova, Juni dan lain-lain yang tidak

dapat penulis sebutkan satu persatu.

Relani Noverita Sianturi : Pengaruh Manajemen Modal Kerja Terhadap Profitabilitas Pada Hotel Internasional Sibayak Berastagi, 2008. USU Repository © 2009

10.

Saudara-saudara di KMK UP Fakultas Ekonomi, yang telah menjadi keluarga

dan lingkungan tempatku bertumbuh. Tuhan kiranya yang membalas setiap

kebaikan yang telah kalian berikan bagiku.

11. Seluruh teman di tempat tinggalku, Terompet 3, Terompet 11 dan Terompet

52, serta teman-teman lain yang jauh dariku namun tetap mengingatku dan

mendukungku.

yang jauh dariku namun tetap mengingatku dan mendukungku. 12. Untuk semua pihak yang telah membantu, yang

12. Untuk semua pihak yang telah membantu, yang tidak dapat saya sebutkan satu

persatu.

Medan, 3 Juni 2008 Penulis

Relani Noverita Sianturi NIM: 020503044

Relani Noverita Sianturi : Pengaruh Manajemen Modal Kerja Terhadap Profitabilitas Pada Hotel Internasional Sibayak Berastagi, 2008. USU Repository © 2009

ABSTRAK

Modal kerja merupakan hal yang sangat penting bagi perusahaan dalam menjalankan bisnisnya. Manajemen modal kerja adalah salah satu faktor yang berpengaruh terhadap profitabilitas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana dan seberapa besar pengaruh manajemen modal kerja yang meliputi rasio lancar, rasio cepat, dan rasio perputaran modal kerja terhadap profitabilitas (ROI) perusahaan. Selain itu, penelitian ini diharapkan dapat memberikan sumbangan pemikiran bagi pihak manajemen yang berkaitan dengan modal kerja, dan juga sebagai referensi bagi penelitian selanjutnya yang berkaitan.

referensi bagi penelitian selanjutnya yang berkaitan. Jenis penelitian ini berbentuk asosiatif kuantitatif dengan

Jenis penelitian ini berbentuk asosiatif kuantitatif dengan teknik analisis menggunakan model regresi berganda. Model regresi berganda digunakan untuk mengetahui bagaimana pengaruh variabel-variabel bebas yaitu rasio lancar, rasio cepat, dan rasio perputaran modal kerja terhadap variabel terikat yaitu ROI. Pengerjaan model regresi berganda ini dilakukan dengan bantuan aplikasi komputer program SPSS 12. Data yang dianalisis adalah neraca dan laporan laba rugi per bulan Hotel Internasional Sibayak Berastagi kurun waktu 2004-2006, sehingga jumlah sampel adalah 36 bulan.

Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa variabel rasio lancar, rasio cepat, dan rasio perputaran modal kerja memiliki hubungan yang searah dengan ROI, namun tidak memiliki pengaruh yang kuat terhadap ROI. Nilai R Square sebesar 0,034 berarti variabel-variabel bebas hanya mampu memberikan penjelasan/pengaruh sebesar 3,4 % terhadap variabel terikat.

Kata Kunci: rasio lancar, rasio cepat, rasio perputaran modal kerja, ROI

Relani Noverita Sianturi : Pengaruh Manajemen Modal Kerja Terhadap Profitabilitas Pada Hotel Internasional Sibayak Berastagi, 2008. USU Repository © 2009

ABSTRACT

Working capital is an important thing for the company to run its business. Working capital management is one factor that can influence the profitability. This research aims to know how and how big is the influence of working capital management include current ratio, quick ratio, and working capital turnover ratio towards profitability (ROI) of the company. Besides, hope this research can give contribution for managements that related with working capital, and can be the reference for next research.

The type of this research is comparative associative and the analytical technic is using multiple regression model. Multiple regression model is used to find how is the influence of the independent variables include current ratio, quick ratio, and working capital turnover ratio towards ROI as dependent variable. This multiple regression model is run with SPSS 12 program computer application. The analyzed datas are monthly Balance Sheets and Income Statements of Sibayak Berastagi International Hotel from 2004-2006, so there are 36 months as the samples.

Hotel from 2004-2006, so there are 36 months as the samples. The results of this research

The results of this research is that current ratio, quick ratio, and working capital turnover ratio have current relation with ROI, but don’t have strong influence towards ROI. The R Square value is 0.034 means the independent variables can influence the dependent variable for only 3.4 %.

Key words: current ratio, quick ratio, working capital turnover ratio, ROI

Relani Noverita Sianturi : Pengaruh Manajemen Modal Kerja Terhadap Profitabilitas Pada Hotel Internasional Sibayak Berastagi, 2008. USU Repository © 2009

DAFTAR ISI

Halaman

PERNYATAAN…………………………………………………………………

i

KATA PENGANTAR……………………………………………………………ii

ABSTRAK ……………………………………………………………………

v

ABSTRACT

…………………………………………………………………….vi

PENDAHULUAN A. B. C. D.
PENDAHULUAN
A.
B.
C.
D.

DAFTAR ISI…………………………………………………………………….vii

x

DAFTAR TABEL……………………………………………………………

DAFTAR GAMBAR…………………………………………………………….xi

xii

DAFTAR LAMPIRAN………………………………………………………

BAB I

Latar Belakang Masalah……………………………………….1

4

Batasan dan Perumusan Masalah……………………………

Tujuan dan Manfaat Penelitian……………………………… 5

Kerangka Konseptual dan Hipotesis………………………… 6

BAB II

TINJAUAN PUSTAKA

A. Laporan Keuangan…………………………………………….7

1. Pengertian Laporan Keuangan………………………

7

2. Tujuan Laporan Keuangan…………………………….8

3. Jenis-jenis Laporan Keuangan………………………

8

B. Modal Kerja………………………………………………….18

Relani Noverita Sianturi : Pengaruh Manajemen Modal Kerja Terhadap Profitabilitas Pada Hotel Internasional Sibayak Berastagi, 2008. USU Repository © 2009

1.

Pengertian Modal Kerja……………………………

18

2. Jenis-jenis Modal Kerja………………………………22

3. Sumber Modal Kerja…………………………………23

C. Manajemen Modal Kerja……………………………………

24

D. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Jumlah Modal Kerja……31

E. Profitabilitas Perusahaan…………………………………… 33

F. Pengaruh Manajemen Modal Kerja METODE PENELITIAN A. B. C. D. Teknik Analisis dan Evaluasi
F. Pengaruh Manajemen Modal Kerja
METODE PENELITIAN
A.
B.
C.
D.
Teknik Analisis dan Evaluasi …
E.
HASIL PENELITIAN

terhadap Profitabilitas Perusahaan…………………………

34

BAB III

Jenis Penelitian……………………………………………….36

Jenis dan Sumber Data……………………………………….36

36

37

38

Teknik Pengumpulan Data…………………………………

…………………………

Jadwal dan Lokasi Penelitian………………………………

BAB IV

A. Data Penelitian……………………………………………….39

1. Sejarah Singkat Perusahaan………………………….39

2. Struktur Organisasi Perusahaan……………………

41

3. Laporan Keuangan Perusahaan………………………42

B. Hasil Analisis Penelitian…………………………………… 49

Relani Noverita Sianturi : Pengaruh Manajemen Modal Kerja Terhadap Profitabilitas Pada Hotel Internasional Sibayak Berastagi, 2008. USU Repository © 2009

BAB V

KESIMPULAN DAN SARAN

A. Kesimpulan………………………………………………… 59

B. Saran………………………………………………………….61

DAFTAR PUSTAKA

LAMPIRAN

DAFTAR PUSTAKA LAMPIRAN Relani Noverita Sianturi : Pengaruh Manajemen Modal Kerja

Relani Noverita Sianturi : Pengaruh Manajemen Modal Kerja Terhadap Profitabilitas Pada Hotel Internasional Sibayak Berastagi, 2008. USU Repository © 2009

DAFTAR TABEL

Nomor

Tabel 1.1

Judul Perbandingan antara rasio modal kerja dengan kemampuan memperoleh laba Hotel Internasional Sibayak Berastagi Contoh neraca PT ABC Contoh neraca PT XYZ Ringkasan Neraca PT Indah Alam Lestari tahun 2004 Ringkasan Laporan Laba Rugi PT Indah Alam Lestari tahun 2004 Ringkasan Neraca PT Indah Alam Lestari tahun 2005 Ringkasan Laporan Laba Rugi PT Indah Alam Lestari tahun 2005 Ringkasan Neraca PT Indah Alam Lestari tahun 2006 Ringkasan Laporan Laba Rugi PT Indah Alam Lestari tahun 2006 Descriptive Statistics Pedoman untuk memberikan interpretasi koefisien korelasi Correlations Variables Entered/Removed Model Summary Tabel ANOVA Coefficients

Halaman

3

21

21

43

44

45

46

47

48

49

50

51

53

54

55

56

Tabel 2.1

Tabel 2.2

43 44 45 46 47 48 49 50 51 53 54 55 56 Tabel 2.1 Tabel

Tabel 4.1a

Tabel 4.1b

Tabel 4.2a

Tabel 4.2b

Tabel 4.3a

Tabel 4.3b

Tabel 4.4

Tabel 4.5

Tabel 4.6

Tabel 4.7

Tabel 4.8

Tabel 4.9

Tabel 4.10

Relani Noverita Sianturi : Pengaruh Manajemen Modal Kerja Terhadap Profitabilitas Pada Hotel Internasional Sibayak Berastagi, 2008. USU Repository © 2009

DAFTAR GAMBAR

Gambar

Judul

Halaman

Gambar 1.1

Kerangka Konseptual 6

Judul Halaman Gambar 1.1 Kerangka Konseptual 6 Relani Noverita Sianturi : Pengaruh Manajemen Modal Kerja

Relani Noverita Sianturi : Pengaruh Manajemen Modal Kerja Terhadap Profitabilitas Pada Hotel Internasional Sibayak Berastagi, 2008. USU Repository © 2009

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah

Umumnya

setiap

perusahaan

bertujuan

untuk

memperoleh

keuntungan

(profit). Selanjutnya tujuan ini dikembangkan yaitu untuk perkembangan dan

hidup perusahaan. Dalam rangka pencapaian
hidup
perusahaan.
Dalam
rangka
pencapaian

kelangsungan

tujuan

tersebut,

perusahaan biasanya melakukan aktivitas/operasi. Dengan melakukan aktivitas

tersebut diharapkan perusahaan akan mendapatkan keuntungan yang digunakan

untuk kelangsungan hidup dan pengembangan kegiatan operasional perusahaan.

Dalam melakukan aktivitasnya, perusahaan membutuhkan dana untuk operasi

sehari-hari. Dana yang diperlukan tersebut dapat berupa uang kas atau setara kas

yang akan digunakan sebagai modal kerja. Modal kerja ini dapat digunakan untuk

membelanjai operasi sehari-hari misalnya untuk membeli bahan baku untuk

memproduksi barang yang kemudian akan dijual. Selain itu juga untuk biaya-

biaya lain yang dikeluarkan sampai produk tersebut terjual sehingga menimbulkan

pendapatan demi memperoleh keuntungan.

Modal kerja sangat penting bagi perusahaan. Oleh karena itu modal kerja ini

perlu dijaga sehingga dapat menjamin kontinuitas perusahaan. Pengelolaan modal

kerja mencakup kebijakan modal kerja. Modal kerja yang dikelola dengan baik

diharapkan akan menghasilkan keuntungan yang maksimal. Untuk mengelola

modal kerja dibutuhkan analisis untuk mengetahui posisi modal kerja yang tepat

demi menghasilkan keuntungan yang maksimal.

Relani Noverita Sianturi : Pengaruh Manajemen Modal Kerja Terhadap Profitabilitas Pada Hotel Internasional Sibayak Berastagi, 2008. USU Repository © 2009

Ada beberapa rasio yang dapat digunakan untuk mengukur manajemen modal

kerja. Dalam penelitian terdahulu yang dilakukan oleh Kamel (2004), rasio yang

digunakan

adalah

rasio

pembelanjaan

modal

kerja,

perubahan

rasio

lancar,

perubahan tingkat perputaran modal kerja, dan perubahan rasio jumlah aktiva

lancar terhadap aktiva tetap. Melalui pengujian hipotesis secara individual dengan

sistem uji statistik dari penelitian tersebut ditemukan bahwa tingkat perputaran

dengan penelitian yang dilakukan oleh Sinaga
dengan
penelitian
yang
dilakukan
oleh
Sinaga

modal kerja mempunyai pengaruh signifikan terhadap kemampuan perusahaan

untuk memperoleh laba.

Berbeda

(2006),

yang

menggunakan rasio receivable turnover, working capital turnover, dan current

ratio. Diantara rasio-rasio tersebut, hasil penelitian menunjukkan, hanya rasio

working capital turnover dan receivables turnover yang memiliki hubungan yang

positif dan signifikan terhadap kemampuan memperoleh laba perusahaan.

Hotel Internasional Sibayak Berastagi merupakan Hotel Resort dengan status

hotel berbintang 4 yang terletak di Dataran Tinggi Karo dan berada di bawah

naungan PT Indah Alam Lestari yang berpusat di Medan. Hotel ini memiliki

banyak fasilitas untuk kenyamanan tamu dengan kegiatan utama yaitu pengadaan

fasilitas akomodasi, food and beverage, serta bagian-bagian operasi lainnya

seperti hiburan, rekreasi, olahraga, ruang pertemuan dan beberapa fasilitas lain.

Dalam kegiatan tersebut perusahaan membutuhkan modal kerja untuk membiayai

operasi sehari-hari, yang hasilnya diharapkan akan memberi keuntungan.

Modal

kerja

yang

digunakan

sebaiknya

disesuaikan

dengan

kebutuhan

perusahaan tersebut. Jumlah modal kerja harus mencukupi untuk operasional

Relani Noverita Sianturi : Pengaruh Manajemen Modal Kerja Terhadap Profitabilitas Pada Hotel Internasional Sibayak Berastagi, 2008. USU Repository © 2009

perusahaan sehingga tidak mengalami kesulitan keuangan selama operasinya.

Pengelolaan modal kerja akan berpengaruh pada kegiatan operasional perusahaan.

Kegiatan operasional ini akan berpengaruh pada pendapatan yang akan diperoleh

perusahaan. Pendapatan tersebut akan dikurangkan dengan beban pokok penjualan

dan beban operasional atau beban lainnya sampai diperoleh laba atau rugi. Jadi

dengan kata lain, pengelolaan modal kerja ini berpengaruh pada kemampuan

menghasilkan keuntungan (profitabilitas). Hal inilah Tabel 1.1 Perbandingan antara rasio modal kerja dengan kemampuan
menghasilkan keuntungan (profitabilitas). Hal inilah
Tabel 1.1
Perbandingan antara rasio modal kerja dengan kemampuan memperoleh
laba Hotel Internasional Sibayak Berastagi
Periode
Keterangan
X
X
X
Y
1
2
3
Des 2004
73,84%
59,165%
-1,0099%
-0,00325%
Des 2005
83,888%
64,46%
-1,6046%
-1,6999%
Des 2006
150,74%
134,935%
0,4729%
-2,726%
Sumber: Laporan Keuangan Hotel Internasional Sibayak Berastagi, diolah

perusahaan untuk

yang

menjadi alasan perlunya menganalisis pengaruh manajemen modal kerja terhadap

kemampuan perusahaan memperoleh keuntungan (profitabilitas).

Berdasarkan tabel di atas dapat dilihat bahwa pada priode Desember 2004-

2005

current ratio dan quick ratio mengalami kenaikan. Pada periode yang sama

rasio profitabilitas (ROI) juga mengalami kenaikan. Pada periode Desember 2005-

2006

current

ratio

dan

quick

ratio

mengalami

kenaikan

sementara

ROI

mengalami penurunan. Pergerakan yang sama juga dialami oleh rasio perputaran

modal kerja (working capital turnover) dimana pada periode Desember 2004-

2005 rasio ini mengalami kenaikan, sedangkan pada periode Desember 2005-2006

rasio ini mengalami penurunan.

Relani Noverita Sianturi : Pengaruh Manajemen Modal Kerja Terhadap Profitabilitas Pada Hotel Internasional Sibayak Berastagi, 2008. USU Repository © 2009

Dengan melihat hubungan rasio-rasio modal kerja yang mencakup current

ratio,

quick

ratio,

dan

working

capital

turnover

terhadap

kemampuan

memperoleh laba perusahaan (ROI) pada Hotel Internasional Sibayak Berastagi

maka penulis tertarik untuk meneliti bagaimana pengaruh manajemen modal kerja

terhadap profitabilitas dalam skripsi yang

berjudul “Pengaruh Manajemen

Modal

Kerja

terhadap

Profitabilitas

pada

Hotel

Internasional

Sibayak

Batasan Masalah mencakup rasio lancar, rasio cepat, perputaran piutang,
Batasan Masalah
mencakup
rasio
lancar,
rasio
cepat,
perputaran
piutang,

Berastagi.”

B.

Batasan dan Perumusan Masalah

1.

Berdasarkan uraian pada latar belakang masalah sebelumnya, dapat diketahui

bahwa ada beberapa rasio yang dapat digunakan dalam manajemen modal kerja

yaitu

perputaran

persediaan, tingkat tersedianya uang kas untuk membelanjai operasi perusahaan,

perputaran modal kerja, dan perputaran aktiva lancar. Namun karena keterbatasan

waktu, tenaga dan dana maka penulis membatasi variabel independen (rasio) yang

digunakan yaitu: rasio lancar, rasio cepat, dan perputaran modal kerja. Sedangkan

untuk variabel terikat dibatasi pada kemampuan memperoleh laba yang diukur

melalui return on investment (ROI).

2. Perumusan Masalah

Berdasarkan uraian pada latar belakang dan batasan masalah sebelumnya

maka penulis membuat

perumusan masalah “Bagaimana pengaruh variabel-

Relani Noverita Sianturi : Pengaruh Manajemen Modal Kerja Terhadap Profitabilitas Pada Hotel Internasional Sibayak Berastagi, 2008. USU Repository © 2009

variabel:

rasio

lancar,

rasio

cepat,

dan

perputaran

modal

kerja

terhadap

profitabilitas pada Hotel Internasional Sibayak Berastagi”.

C. Tujuan dan Manfaat Penelitian

Adapun yang menjadi tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui besarnya

pengaruh manajemen modal kerja terhadap profitabilitas.

manajemen modal kerja terhadap profitabilitas. modal kerja. Diharapkan dapat menjadi referensi bagi pihak-pihak
manajemen modal kerja terhadap profitabilitas.
modal kerja.
Diharapkan
dapat
menjadi
referensi
bagi
pihak-pihak
melakukan penelitian yang sejenis.

Manfaat penelitian ini adalah:

1.

Bagi penulis, menambah pengetahuan yang berkaitan dengan pengaruh

2.

Bagi perusahaan, diharapkan dapat memberikan sumbangan pemikiran

untuk bahan pertimbangan bagi pihak manajemen yang berkaitan dengan

3.

yang

akan

Relani Noverita Sianturi : Pengaruh Manajemen Modal Kerja Terhadap Profitabilitas Pada Hotel Internasional Sibayak Berastagi, 2008. USU Repository © 2009

D.

Kerangka Konseptual dan Hipotesis

1.

Kerangka Konseptual

Hotel Internasional Sibayak Berastagi Harta Lancar Hutang Lancar
Hotel Internasional Sibayak Berastagi
Harta Lancar
Hutang Lancar
Modal kerja:  Rasio lancar  Rasio cepat  Perputaran modal kerja Profitabilitas Gambar 1.1
Modal kerja:
 Rasio lancar
 Rasio cepat
 Perputaran modal kerja
Profitabilitas
Gambar 1.1 Kerangka konseptual
Hipotesis
Variabel independen
Variabel
independen
Variabel dependen
Variabel
dependen

2.

Hipotesis yang dikemukakan berdasarkan perumusan masalah adalah: rasio lancar, rasio cepat, dan perputaran modal kerja mempunyai pengaruh positif dan signifikan terhadap profitabilitas (ROI) perusahaan Hotel Internasional Sibayak Berastagi.

Relani Noverita Sianturi : Pengaruh Manajemen Modal Kerja Terhadap Profitabilitas Pada Hotel Internasional Sibayak Berastagi, 2008. USU Repository © 2009

BAB II

TINJAUAN PUSTAKA

A. Laporan Keuangan

1. Pengertian Laporan Keuangan

Setiap perusahaan memiliki laporan keuangan yang berisi informasi tentang

akuntansi yang digunakan sebagai alat komunikasi yang menggunakan laporan keuangan
akuntansi
yang
digunakan
sebagai
alat
komunikasi
yang
menggunakan
laporan
keuangan

posisi keuangan perusahaan tersebut pada saat tertentu, kinerja dan perubahan

dalam posisi keuangan perusahaan tersebut yang dimanfaatkan oleh para pemakai

laporan keuangan untuk memberi penilaian dan mengambil keputusan yang

berhubungan dengan perusahaan. Sundjaja dan Barlian (2002: 68) menyebutkan

bahwa “laporan keuangan adalah suatu laporan yang menggambarkan hasil dari

proses

antar

data

keuangan/aktivitas perusahaan dengan pihak-pihak yang berkepentingan dengan

data-data/aktivitas tersebut”. Dengan melihat laporan keuangan perusahaan, maka

dapat diketahui bagaimana keadaan perusahaan tersebut.

Pihak-pihak

biasanya

dapat

diklasifikasikan menjadi dua yaitu pihak internal dan pihak eksternal. Pihak

internal merupakan pihak pengambil keputusan yang secara langsung berpengaruh

terhadap kegiatan internal perusahaan. Sementara pihak eksternal merupakan

pihak pengambil keputusan yang tidak secara langsung berpengaruh terhadap

kegiatan internal perusahaan, tetapi berkaitan dengan hubungan mereka dengan

perusahaan.

Relani Noverita Sianturi : Pengaruh Manajemen Modal Kerja Terhadap Profitabilitas Pada Hotel Internasional Sibayak Berastagi, 2008. USU Repository © 2009

2.

Tujuan Laporan Keuangan

Laporan

keuangan

disusun

untuk

menggambarkan

posisi

keuangan

perusahaan,

kinerja,

dan

perubahan

posisi

keuangan

perusahaan.

Penyajian

laporan keuangan oleh perusahaan dimaksudkan untuk memberikan informasi

kuantitatif tentang perusahaan pada suatu periode bagi berbagai pihak, dimana

masing-masing

pihak

mempunyai kepentingan

terhadap perusahaan tersebut.

aset; kewajiban; ekuitas;
aset;
kewajiban;
ekuitas;

Karena adanya kepentingan yang berbeda-beda terhadap perusahaan dari masing-

masing pihak tersebut, maka laporan keuangan harus disusun sedemikian rupa

agar dapat memenuhi kebutuhan dari berbagai pihak yang bersangkutan.

Ikatan Akuntan Indonesia dalam Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan

(PSAK) No.1 (2007: 1.2) menyebutkan bahwa:

Tujuan laporan keuangan untuk tujuan umum adalah memberikan

informasi tentang posisi keuangan, kinerja, dan arus kas perusahaan yang bermanfaat bagi sebagian besar kalangan pengguna laporan dalam rangka membuat keputusan-keputusan ekonomi serta menunjukan pertanggung jawaban (stewardship) manajemen atas penggunaan sumber-sumber daya yang dipercayakan kepada mereka. Dalam rangka mencapai tujuan tersebut, suatu laporan keuangan menyajikan informasi mengenai perusahaan yang meliputi:

(a)

(b)

(c)

(d)

(e) arus kas.

pendapatan dan beban termasuk keuntungan dan kerugian; dan

3. Jenis-Jenis Laporan Keuangan

Laporan keuangan yang lengkap terdiri atas komponen-komponen sebagai

berikut:

Relani Noverita Sianturi : Pengaruh Manajemen Modal Kerja Terhadap Profitabilitas Pada Hotel Internasional Sibayak Berastagi, 2008. USU Repository © 2009

a.

Neraca

Laporan ini merupakan laporan yang memberikan informasi tentang posisi

keuangan perusahaan berupa keseimbangan antara aktiva dan kewajiban serta

modal yang menjadi sumber kekayaan perusahaan tersebut pada saat tertentu.

Neraca menurut Djarwanto (2004: 20) adalah ”suatu laporan yang sistematis

tentang aktiva (assets), utang (liabilities), dan modal sendiri (owner’s equity) dari

saat tertentu biasanya per 31 Desember setiap tahun.
saat
tertentu
biasanya
per
31
Desember
setiap
tahun.

suatu perusahaan pada tanggal tertentu”. Purba (2002: 36) mengemukakan bahwa

”neraca menggambarkan posisi keuangan (financial position) sebuah perusahaan

pada

juga

Neraca

menggambarkan total investasi (total investment) dan total pembelanjaan (total

financing) pada saat tertentu”. Dimana total investasi itu disebut aktiva (assets)

yang letaknya pada sisi kiri dan total pembelanjaan itu disebut pasiva (liabilities

and equity) pada sisi kanan.

Sundjaja dan Barlian (2002: 69) menyebutkan bahwa ”neraca (balance sheet)

adalah laporan mengenai aktiva, hutang dan modal dari perusahaan pada suatu

saat tertentu”. Sementara menurut Stice dan Skousen (2004: 136) yang dikutip

dari Statement of Financial Accounting Concepts (SFAC) aktiva merupakan

”kemungkinan manfaat ekonomi di masa yang akan datang yang diperoleh atau

dikendalikan oleh entitas tertentu sebagai hasil dari transaksi atau kejadian di

masa lalu”.

Dari beberapa pengertian neraca tersebut di atas, dapat diketahui bahwa

neraca terdiri dari tiga bagian pokok yaitu sebagai berikut:

Relani Noverita Sianturi : Pengaruh Manajemen Modal Kerja Terhadap Profitabilitas Pada Hotel Internasional Sibayak Berastagi, 2008. USU Repository © 2009

1.

Aktiva

Aktiva (aset) adalah sumber ekonomi yang dimiliki atau dikendalikan oleh

suatu perusahaan. Aktiva disebut juga sebagai harta yang dimiliki perusahaan

yang berperan dalam operasi perusahaan. Menurut Djarwanto (2004: 20) ”aktiva

merupakan bentuk dari penanaman modal perusahaan.” Dimana aktiva ini dapat

berupa kekayaan atau hak atas kekayaan atau jasa yang dimiliki perusahaan

lainnya yang dapat
lainnya yang
dapat

tersebut. Djarwanto juga menjelaskan bahwa ”harta kekayaan tersebut harus

dinyatakan secara jelas, diukur dalam satuan uang, dan diurutkan berdasarkan

lamanya waktu atau kecepatannya berubah kembali menjadi uang kas”.

Secara garis besar, aktiva dapat dikelompokkan menjadi dua bagian yaitu

aktiva lancar dan aktiva tidak lancar. Menurut Purba (2002: 37) aktiva lancar

adalah ”kas atau yang dapat diubah menjadi dalam waktu kurang dari tahun”. Hal

ini juga berarti aktiva mempunyai perputaran kurang dari satu tahun. Sementara

Djarwanto (2004: 25) mengemukakan bahwa ”aktiva lancar mencakup uang kas,

direalisir

aktiva lainnya, atau sumber

diharapkan dapat

menjadi uang kas, atau dijual, atau dikonsumir selama jangka waktu yang normal

(biasanya satu tahun)”.

Ikatan Akuntan Indonesia (2007: 1.7) mengemukakan bahwa suatu aktiva

(aset) diklasifikasikan sebagai aktiva lancar jika aktiva itu:

a) Diperkirakan akan direalisasi atau dimiliki untuk dijual atau digunakan dalam jangka waktu siklus operasi normal perusahaan; atau

b) Dimiliki untuk diperdagangkan atau untuk tujuan jangka pendek dan diharapkan akan direalisasi dalam jangka waktu 12 (dua belas) bulan dari tanggal neraca; atau

c) Berupa kas atau setara kas yang penggunaannya tidak dibatasi.

Relani Noverita Sianturi : Pengaruh Manajemen Modal Kerja Terhadap Profitabilitas Pada Hotel Internasional Sibayak Berastagi, 2008. USU Repository © 2009

Aktiva yang tidak termasuk dalam kategori tersebut diklasifikasikan sebagai

aktiva tidak lancar. Purba (2002: 39) mendefinisikan bahwa aktiva tidak lancar

(aktiva tetap) adalah ”aktiva yang berumur lebih dari satu tahun buku. Aktiva ini

merupakan aktiva jangka panjang”. Purba juga menjelaskan karakteristik dari

aktiva tetap yaitu sebagai berikut:

a. Berumur lebih dari satu tahun

b.

Nilai bukunya (book value) terus berkurang melalui penyusutan (depreciation)

Memiliki nilai sisa Aktiva yang menghasilkan. Kewajiban
Memiliki nilai sisa
Aktiva yang menghasilkan.
Kewajiban

c.

d.

2.

Kewajiban atau disebut juga hutang menunjukkan sumber modal yang berasal

dari kreditur. Dimana pihak perusahaan wajib memenuhi tagihan yang berasal dari

pihak kreditur tersebut dalam jangka waktu tertentu. Hutang adalah kewajiban

perusahaan untuk membayar kas, pemindahan aset lain atau memberikan jasa-jasa

kepada orang lain. Djarwanto (2004: 34) mendefinisikan kewajiban atau hutang

adalah ”kewajiban perusahaan kepada pihak lain untuk membayar sejumlah uang

atau menyerahkan barang atau jasa pada tanggal tertentu”. Berdasarkan jangka

waktu pengembalian atau pelunasannya, Djarwanto mengelompokkan hutang

menjadi hutang jangka pendek (current liabilities) dan hutang jangka panjang

(noncurrent liabilities).

Stice dan Skousen (2004: 136) seperti yang dikutip dari SFAC mendefinisikan

bahwa kewajiban merupakan ”kemungkinan pengorbanan manfaat ekonomi di

masa depan

yang

timbul dari kewajiban

sekarang

dari suatu

entitas untuk

mengalihkan aktiva atau menyediakan jasa kepada entitas lain pada masa yang

Relani Noverita Sianturi : Pengaruh Manajemen Modal Kerja Terhadap Profitabilitas Pada Hotel Internasional Sibayak Berastagi, 2008. USU Repository © 2009

akan datang sebagai hasil dari transaksi atau kejadian di masa lalu”. Stice dan

Skousen mengelompokkan kewajiban sebagai kewajiban lancar (kewajiban jangka

pendek) dan kewajiban tidak

lancar (kewajiban jangka panjang). Stice dan

Skousen juga memberikan definisi dari kewajiban lancar (2004: 142) sebagai

”kewajiban yang diharapkan akan dibayar dengan menggunakan aktiva lancar

atau

dengan

menciptakan

kewajiban

jangka

pendek

lain”.

Kewajiban

atau hutang jangka pendek menurut Djarwanto Sedangkan hutang jangka panjang adalah ”kewajiban
atau
hutang
jangka
pendek
menurut
Djarwanto
Sedangkan
hutang
jangka
panjang
adalah
”kewajiban

diklasifikasikan sebagai lancar jika suatu kewajiban diharapkan dapat dibayar

dalam waktu dua belas bulan. Sementara kewajiban yang tidak diharapkan akan

dibayar dalam waktu dua belas bulan (atau dalam satu siklus operasi yang

melebihi dua belas bulan) diklasifikasikan sebagai kewajiban tidak lancar (2004:

144).

(2004:

34)

Kewajiban

merupakan ”kewajiban perusahaan kepada pihak lain yang harus dipenuhi dalan

jangka waktu yang normal, umumnya satu tahun atau kurang semenjak neraca

disusun, atau utang yang jatuh temponya masuk siklus akuntansi yang sedang

perusahaan

berjalan”.

kepada pihak lain yang harus dipenuhi dalam jangka waktu melebihi satu tahun

(2004: 36)”.

Ikatan Akuntan Indonesia (2007: 1.8) mengemukakan bahwa suatu kewajiban

diklasifikasikan sebagai kewajiban jangka pendek atau kewajiban lancar jika:

a. Diperkirakan akan diselesaikan dalam jangka waktu siklus normal operasi

perusahaan; atau

b. Jatuh tempo dalam jangka waktu dua belas bulan dari tanggal neraca.

Relani Noverita Sianturi : Pengaruh Manajemen Modal Kerja Terhadap Profitabilitas Pada Hotel Internasional Sibayak Berastagi, 2008. USU Repository © 2009

Semua kewajiban lainnya harus diklasifikasikan sebagai kewajiban jangka

panjang.

3. Ekuitas Pemilik

Ekuitas

pemilik atau modal sendiri merupakan dana yang bersumber dari

pemilik perusahaan. Stice dan Skousen (2004: 136) mengemukakan definisi

entitas setelah dikurangi kewajiban-kewajibannya. Contributed Capital (modal kontribusi) atau
entitas
setelah
dikurangi
kewajiban-kewajibannya.
Contributed
Capital
(modal
kontribusi)
atau

ekuitas pemilik yang dikutip dari SFAC yaitu ”sisa kepemilikan atas aktiva dari

suatu

sebuah

Dalam

perusahaan, modal mencerminkan bagian kepemilikan”.

Metode untuk melaporkan ekuitas pemilik bervariasi sesuai dengan bentuk

usahanya. Pada perusahaan perseorangan, ekuitas pemilik biasanya disajikan pada

sebuah akun modal tunggal yang

merupakan hasil akumulasi dari investasi

pemilik, penarikan oleh pemilik, dan laba atau rugi masa lalu. Pada perusahaan

persekutuan, akun modal dibentuk untuk masing-masing sekutu (partner). Pada

perusahaan perseroan, modal atau ekuitas dibagi dalam:

a.

paid-in-capital

(modal

disetor) yaitu ekuitas yang berasal dari investasi pemegang saham.

b.

Retained Earnings (saldo laba atau laba ditahan) yaitu ekuitas yang berasal

dari laba.

b.

Laporan Laba Rugi

Setiap jangka waktu tertentu, perusahaan perlu memperhitungkan hasil usaha

perusahaannya yang dituangkan dalam suatu laporan laba rugi. Besarnya laba atau

Relani Noverita Sianturi : Pengaruh Manajemen Modal Kerja Terhadap Profitabilitas Pada Hotel Internasional Sibayak Berastagi, 2008. USU Repository © 2009

rugi

yang

diperoleh

perusahaan

dapat

diketahui dari

hasil

membandingkan

penghasilan dan biaya selama jangka waktu tertentu.

Laporan laba rugi merupakan laporan yang menandingkan antara pendapatan

dan beban. Dari hasil penandingan tersebut akan didapatkan kelebihan dari salah

satu sisi. Jika terjadi kelebihan dari sisi pendapatan dibandingkan beban, maka

kelebihan tersebut dinamakan laba bersih (net income/net profit). Sementara jika

suatu perusahaan selama periode tertentu”.
suatu
perusahaan
selama
periode
tertentu”.

Purba

terjadi kelebihan dari sisi beban dibandingkan dengan pendapatan,maka kelebihan

tersebut dinamakan rugi bersih (net loss). Penandingan antara pendapatan dengan

beban tersebut dilakukan dalam satu periode akuntansi.

Informasi mengenai kinerja terutama disajikan dalam laporan laba rugi.

Menurut Sundjaja dan Barlian (2002: 69)

”laporan laba rugi (income statement)

adalah laporan mengenai penghasilan (revenue), biaya (expense), laba/rugi yang

(2002:48)

diperoleh

mengemukakan bahwa laporan laba rugi ”menggambarkan jumlah penerimaan,

biaya dan laba yang dapat direalisasi sebuah perusahaan selama satu periode

tertentu biasanya dalam satu tahun”.

Laporan laba rugi disajikan sedemikian rupa yang menonjolkan berbagai

unsur kinerja keuangan yang diperlukan bagi penyajian yang wajar. Menurut IAI

(2007: 1.10) laporan laba rugi minimal mencakup pos-pos sebagai berikut:

a) pendapatan;

b) laba rugi usaha;

c) beban pinjaman;

d) bagian dari laba atau rugi perusahaan afiliasi dan asosiasi yang diperlakukan menggunakan metode ekuitas;

e) beban pajak;

f) laba atau rugi dari aktivitas normal perusahaan;

g) pos luar biasa;

Relani Noverita Sianturi : Pengaruh Manajemen Modal Kerja Terhadap Profitabilitas Pada Hotel Internasional Sibayak Berastagi, 2008. USU Repository © 2009

h) hak minoritas; dan

i) laba atau rugi bersih untuk periode berjalan.

Djarwanto (2004: 47) menyebutkan bahwa ”data laporan laba-rugi dapat

disajikan dalam bentuk rekening (account form)

atau dalam bentuk laporan

(report form) ”. Dalam bentuk rekening, biaya-biaya dan kerugian dikelompokkan

di sebelah kiri, sedangkan penghasilan-penghasilan ditempatkan di sebelah kanan,

bersih. Sedangkan dengan bentuk multiple-step, Stice
bersih.
Sedangkan
dengan
bentuk
multiple-step,
Stice

sementara saldonya menunjukkan laba atau rugi. Dalam bentuk laporan, data

penghasilan dan biaya tersebut disusun secara vertikal. Dalam bentuk laporan,

terdapat lagi dua bentuk penyusunan laporan laba-rugi yaitu langkah tunggal

(single step) dan langkah bertahap (multiple step).

Menurut Stice dan Skousen (2004: 236-237) ”dalam bentuk single-step,

semua pendapatan dan keuntungan yang termasuk unsur operasi ditempatkan pada

bagian awal laporan laba rugi, diikuti dengan seluruh beban dan kerugian yang

termasuk kategori operasi”. Selisih antara total pendapatan dan keuntungan

dengan total beban dan kerugian akan menghasilkan laba operasi dimana jika

tidak ada pos tidak biasa dan luar biasa, maka selisih tersebut merupakan laba

(rugi)

Skousen

dan

menyebutkan bahwa ”laporan laba rugi dibagi menjadi bagian terpisah, dan

berbagai subtotal yang dilaporkan menunjukkan perbedaan tingkat profitabilitas”.

c. Laporan Perubahan Ekuitas

Laporan perubahan ekuitas merupakan laporan yang memberikan informasi

perubahan ekuitas pemilik dalam jangka waktu tertentu. Laporan perubahan

ekuitas akan menghasilkan perhitungan modal pemilik yang ada pada perusahaan

Relani Noverita Sianturi : Pengaruh Manajemen Modal Kerja Terhadap Profitabilitas Pada Hotel Internasional Sibayak Berastagi, 2008. USU Repository © 2009

pada periode tertentu. Untuk mengetahui perubahan besarnya modal atau ekuitas

selama suatu periode akuntansi perlu disusun laporan perubahan ekuitas ini. Di

dalam laporan perubahan ekuitas disajikan ikhtisar perubahan yang terjadi dalam

ekuitas yang merupakan perubahan total dari modal selama satu periode termasuk

laba atau rugi.

d. Laporan Arus Kas

Dapat segera ditukar dengan kas ketika diperlukan perubahan nilai akibat perubahan tingkat suku bunga.
Dapat segera ditukar dengan kas ketika diperlukan
perubahan nilai akibat perubahan tingkat suku bunga.

Laporan arus kas merupakan laporan yang memberikan informasi tentang arus

perputaran kas. Laporan arus kas (statement of cash flow) menurut Stice dan

Skousen (2004: 319) ”menjelaskan perubahan pada kas atau setara kas (cash

equivalent) dalam periode tertentu”. Yang dimaksud dengan setara kas adalah

investasi jangka pendek yang amat likuid yang bisa segera ditukar dengan kas.

Dengan mengutip dari SFAC, Stice dan Skousen menyebutkan bahwa untuk dapat

dikatakan setara kas, maka suatu unsur haruslah:

1.

2.

Sangat dekat dengan masa jatuh temponya sehingga kecil risiko terjadinya

Laporan arus kas menunjukkan jumlah kas masuk (penerimaan kas) dan

jumlah kas keluar (pengeluaran kas) dalam suatu periode tertentu. Dari laporan

arus kas akan terlihat kenaikan atau penurunan bersih kas perusahaan di akhir

periode. Dalam laporan arus kas, penerimaan dan pengeluaran kas diklasifikasikan

menjadi tiga bagian utama yaitu:

1. Aktivitas operasi

Relani Noverita Sianturi : Pengaruh Manajemen Modal Kerja Terhadap Profitabilitas Pada Hotel Internasional Sibayak Berastagi, 2008. USU Repository © 2009

Yang termasuk dalam aktivitas operasi menurut Stice dan Skousen (2004:

320) adalah transaksi-transaksi dan kejadian-kejadian yang akan menentukan laba

bersih.

Arus

kas

masuk

yang

utama

bagi

kebanyakan

bisnis

berasal

dari

penerimaan kas dari penjualan barang atau pemberian jasa. Penerimaan kas

lainnya dapat berasal dari bunga, dividen, dan pos-pos lainnya yang serupa.

Sedangkan arus kas keluar yang terutama adalah pembayaran untuk pembelian

Aktivitas investasi Aktivitas ini juga termasuk pembelian dan Aktivitas pendanaan
Aktivitas investasi
Aktivitas
ini
juga
termasuk
pembelian
dan
Aktivitas pendanaan

penjualan

persediaan, gaji, pajak, sewa, dan beban-beban yang sejenis.

2.

Arus kas terutama dalam aktivitas investasi adalah pembelian dan penjualan

tanah, bangunan, peralatan, dan aktiva lainnya yang tidak dibeli untuk dijual

instrumen

kembali.

keuangan yang tidak ditujukan untuk diperdagangkan. Aktivitas-aktivitas tersebut

dapat terjadi secara rutin sehingga menghasilkan penerimaan dan pengeluaran kas

namun tidak berhubungan secara langsung dengan aktivitas operasi bisnis.

3.

Yang termasuk dalam aktivitas pendanaan adalah transaksi dan kejadian

dimana kas diperoleh dari dan dibayarkan kembali kepada para pemilik dan para

kreditor. Misalnya, kas yang diperoleh dari suatu pinjaman, kas yang dihasilkan

dari penerbitan saham, dan lain sebagainya.

e. Catatan atas Laporan Keuangan

Laporan keuangan dasar tidak memberikan semua informasi yang diinginkan

para pemakainya. Karena itu, diperlukan informasi tambahan berupa catatan atas

laporan keuangan. Melalui catatan atas laporan keuangan, para pemakai laporan

Relani Noverita Sianturi : Pengaruh Manajemen Modal Kerja Terhadap Profitabilitas Pada Hotel Internasional Sibayak Berastagi, 2008. USU Repository © 2009

keuangan dapat mengetahui prosedur yang digunakan dalam pembuatan laporan

yaitu menyangkut masalah kebijakan dan praktik akuntansi pada perusahaan.

Selain itu juga dapat diketahui rincian dari jumlah tertentu yang dicantumkan pada

laporan keuangan.

B. Modal Kerja

Kelangsungan hidup perusahaan sangat tergantung Harahap (2006:288) “modal kerja ini merupakan
Kelangsungan
hidup
perusahaan
sangat
tergantung
Harahap
(2006:288)
“modal
kerja
ini
merupakan

1. Pengertian Modal Kerja

Setiap perusahaan membutuhkan modal kerja dalam menjalankan aktivitasnya

pada

modal

sehari-hari.

kerjanya. Modal kerja yang cukup memungkinkan perusahaan untuk beroperasi

dalam rangka pencapaian laba yang ditargetkan. Modal kerja juga harus dijaga

agar tidak timbul masalah selama perusahaan menjalankan aktivitasnya. Modal

kerja tidak boleh terlalu besar atau terlalu kecil.

Modal kerja dapat diartikan sebagai aktiva lancar dikurangi hutang lancar.

tentang

Menurut

ukuran

keamanan dari kepentingan kreditur jangka pendek”. Harahap juga memberikan

pengertian bahwa “modal kerja bisa juga dianggap sebagai dana yang tersedia

untuk diinvestasikan dalam aktiva tidak lancar atau untuk membayar utang tidak

lancar”. Kenaikan modal kerja dapat diakibatkan oleh oleh penurunan atau

penjualan aktiva tidak lancar atau adanya kenaikan utang jangka panjang dan

modal. Sebaliknya, penurunan modal kerja dapat diakibatkan adanya kenaikan

aktiva tidak lancar atau penurunan utang jangka panjang dan modal.

Relani Noverita Sianturi : Pengaruh Manajemen Modal Kerja Terhadap Profitabilitas Pada Hotel Internasional Sibayak Berastagi, 2008. USU Repository © 2009

Purba (2002: 125) menyebutkan bahwa “modal kerja adalah sama dengan

aktiva lancar (current assets)”. Dimana “aktiva lancar adalah aktiva yang terdiri

dari kas dan aktiva lain yang dapat diubah menjadi kas dalam waktu kurang dari

satu tahun”. Sementara modal kerja netto (net working capital) adalah “selisih

aktiva lancar dengan hutang lancar (current liabilities). Hutang lancar adalah

hutang atau kewajiban yang harus dibayar atau dilunasi dalam waktu kurang dari

Sehubungan dengan kedua pengertian tersebut Konsep kuantitatif Konsep kualitatif Konsep fungsional
Sehubungan
dengan
kedua
pengertian
tersebut
Konsep kuantitatif
Konsep kualitatif
Konsep fungsional

satu tahun”.

Menurut Syahyunan (2004:37) “modal kerja mengandung dua pengertian,

yaitu gross working capital yang merupakan keseluruhan dari aktiva lancar, dan

net working capital yang merupakan selisih antara aktiva lancar dikurangi hutang

Syahyunan

lancar”.

mengemukakan beberapa konsep yaitu:

a.

b.

c.

Sementara Sundjaja dan Barlian (2002:155)

mendefinisikan modal kerja

sebagai “aktiva lancar yang mewakili bagian dari investasi yang berputar dari satu

bentuk ke bentuk lainnya dalam melaksanakan suatu usaha”. Dengan kata lain

modal

kerja

diartikan

sebagai

“kas/bank,

surat-surat

diuangkan (misal giro, cek, deposito), piutang dagang

berharga

yang

mudah

dan persediaan yang

tingkat perputarannya tidak melebihi satu tahun atau jangka waktu operasi normal

perusahaan.”

Relani Noverita Sianturi : Pengaruh Manajemen Modal Kerja Terhadap Profitabilitas Pada Hotel Internasional Sibayak Berastagi, 2008. USU Repository © 2009

Secara lebih sederhana, modal kerja bersih adalah selisih antara aktiva lancar

dengan pasiva lancar perusahaan. Dari pengertian tersebut, Sundjaja dan Barlian

menjelaskan bahwa modal kerja bersih dapat bernilai positif ataupun negatif.

a. Modal kerja bersih perusahaan dikatakan positif jika aktiva lancar melebihi pasiva lancar, dimana umumnya
a.
Modal
kerja
bersih
perusahaan
dikatakan
positif
jika
aktiva
lancar
melebihi pasiva lancar, dimana umumnya modal kerja bersih adalah
bagian aktiva lancar yang dibiayai dengan dana jangka panjang (terdiri
dari hutang jangka panjang dan modal saham). Pasiva lancar menunjukkan
sumber dana jangka pendek, karena itu jika aktiva lancar lebih besar dari
pasiva lancar maka kelebihan itu dibiayai dengan dana jangka panjang.
b.
Modal kerja bersih perusahaan dikatakan negatif jika aktiva lancar lebih
kecil dari pada pasiva lancar dan itu berarti modal kerja bersih adalah
bagian dari aktiva tetap yang dibiayai dengan pasiva lancar.
Berikut ini ditunjukkan contoh modal kerja positif dan modal kerja negatif:
Tabel 2.1
PT ABC
NERACA
31 Desember 2006
AKTIVA
PASIVA
Aktiva lancar
175
Pasiva lancar
100
Aktiva tetap
125
Hutang jangka panjang
80
Modal
120
Jumlah
300
Jumlah
300

Relani Noverita Sianturi : Pengaruh Manajemen Modal Kerja Terhadap Profitabilitas Pada Hotel Internasional Sibayak Berastagi, 2008. USU Repository © 2009

Tabel 2.2 PT XYZ NERACA 31 Desember 2006

AKTIVA PASIVA Aktiva lancar 100 Pasiva lancar 150 Aktiva tetap 200 Hutang jangka panjang 60
AKTIVA
PASIVA
Aktiva lancar
100
Pasiva lancar
150
Aktiva tetap
200
Hutang jangka panjang
60
Modal
90
Jumlah
300
Jumlah
300
Pada neraca ABC modal kerja bersih adalah 75 yaitu 175 dikurangi 100. Ini
merupakan modal kerja positif, dimana aktiva lancar lebih besar dari pada pasiva
lancar sehingga modal kerja bersih dibiayai dengan hutang jangka panjang dan
modal. Sementara pada neraca XYZ, modal kerja bersih adalah (50) yaitu 100
dikurangi 150. Jumlah tersebut menunjukkan modal kerja negatif, dimana aktiva
lancar lebih kecil dari pada pasiva lancar sehingga modal kerja bersih merupakan
bagian aktiva tetap yang dibiayai dengan pasiva lancar.

2. Jenis-jenis modal kerja

Dalam menjalankan operasinya sehari-hari perusahaan menggunakan modal

kerja dimana ada modal kerja yang sifatnya harus ada pada perusahaan, dan ada

modal

kerja

yang

sifatnya

dapat

berubah-ubah

sesuai

dengan

keadaan.

Berdasarkan sifat tersebut jenis-jenis modal kerja dapat digolongkan menjadi:

a Modal kerja tetap/permanen (permanent working capital)

Relani Noverita Sianturi : Pengaruh Manajemen Modal Kerja Terhadap Profitabilitas Pada Hotel Internasional Sibayak Berastagi, 2008. USU Repository © 2009

Modal kerja ini adalah modal kerja yang harus ada pada perusahaan untuk

menjaga agar perusahaan dapat tetap menjalankan operasinya secara terus-

menerus.

Modal kerja ini dapat dibedakan lagi menjadi:

1)

Modal kerja primer, yaitu jumlah modal kerja minimum yang harus

ada pada perusahaan untuk menjamin kontinuitas usahanya.

b

2) Modal kerja normal, yaitu jumlah modal kerja yang harus ada untuk memenuhi kebutuhan sesuai
2)
Modal kerja normal, yaitu jumlah modal kerja yang harus ada untuk
memenuhi kebutuhan sesuai kapasitas produksi yang normal.
Modal kerja variabel (variable working capital)
Modal
kerja
ini
adalah
modal
kerja
jumlah
penggunaannya
selalu
berubah-ubah sesuai dengan keadaan. Perubahan tersebut bisa disebabkan
oleh beberapa
hal, karena itu
modal kerja ini dapat dibedakan lagi
menjadi:
1)
Modal kerja
musiman,
yaitu
modal kerja
yang
jumlahnya dapat
berubah-ubah sesuai fluktuasi musiman.
2)
Modal kerja siklis, yaitu modal kerja yang jumlahnya berubah-ubah
karena fluktuasi konjungtur.

3)

Modal kerja darurat, yaitu modal kerja yang jumlahnya dapat berubah-

ubah

karena

sebelumnya.

keadaan

darurat

yang

tidak

dapat

diprediksikan

Relani Noverita Sianturi : Pengaruh Manajemen Modal Kerja Terhadap Profitabilitas Pada Hotel Internasional Sibayak Berastagi, 2008. USU Repository © 2009

3.

Sumber Modal Kerja

Ada beberapa sumber yang dapat digunakan untuk membelanjai modal kerja.

Purba (2002: 132) mengemukakan bahwa pembelanjaan modal kerja dapat berasal

dari dua sumber yaitu hutang (liabilities) dan modal sendiri (net worth). “Hutang

yang dapat digunakan untuk membelanjai modal kerja dapat dibentuk dari hutang

jangka pendek

maupun hutang jangka panjang. Modal sendiri yang digunakan

Djarwanto (2004: 95-96) menyebutkan bahwa Pendapatan bersih, Keuntungan dari penjualan surat-surat berharga, Kredit
Djarwanto
(2004:
95-96)
menyebutkan
bahwa
Pendapatan bersih,
Keuntungan dari penjualan surat-surat berharga,
Kredit dari supplier atau trade creditor.
perusahaan
membutuhkan
modal
kerja
yang

untuk membelanjai modal kerja dapat berbentuk saham atau laba yang ditahan”.

Sementara

pembelanjaan

modal kerja dapat berasal dari berbagai sumber yaitu:

a.

b.

c.

d.

e.

f.

Penjualan aktiva tetap, investasi jangka panjang, dan aktiva tidak lancar lainnya,

Penjualan obligasi dan saham kontribusi dana dari pemilik,

Dana pinjaman dari bank dan pinjaman jangka pendek lainnya,

C.

Manajemen Modal Kerja

Setiap

digunakan

untuk

membiayai aktivitas sehari-hari perusahaan. Modal kerja ini harus berada pada

jumlah yang tepat, sehingga harus dijaga agar tidak berlebihan dan juga tidak

kekurangan. Jika perusahaan mengalami kekurangan uang tunai/kas, maka dapat

menyebabkan

perusahaan

tidak

mampu

membayar

kewajiban

dalam

jangka

pendek, sedangkan jika perusahaan mengalami kekurangan persediaan, dapat

menyebabkan

perusahaan

tidak

memperoleh

keuntungan

karena

tidak

ada

persediaan yang dapat dijual dan calon pembeli tidak jadi membeli ke perusahaan

Relani Noverita Sianturi : Pengaruh Manajemen Modal Kerja Terhadap Profitabilitas Pada Hotel Internasional Sibayak Berastagi, 2008. USU Repository © 2009

tersebut. Sementara jika perusahaan membiayai kebutuhan modal kerja dengan

pinjaman, maka harus direncanakan dengan matang agar tidak mengakibatkan

berkurangnya laba yang seharusnya diperoleh ataupun menimbulkan beban di

masa mendatang bagi perusahaan.

Sundjaja

dan

Barlian

(2002:154)

mengemukakan

alasan

pentingnya

melakukan manajemen modal kerja, yaitu:

alasan pentingnya melakukan manajemen modal kerja, yaitu: 1. Dari penelitian diketahui bahwa sebagian besar waktu

1.

Dari penelitian diketahui bahwa sebagian besar waktu manajer digunakan untuk mengatur modal kerja (lebih dari sepertiga waktu manajemen keuangan dihabiskan untuk mengelola aktiva lancar dan seperempat dari waktu manajemen dihabiskan untuk mengelola hutang lancar).

2.

3.

Bagi banyak perusahaan, aktiva lancar dan hutang lancar merupakan bagian investasi dan pinjaman yang besar. Aktiva lancar dan uhtang lancar merupakan pos yang cepat berubah.

Investasi dalam aktiva tetap bisa dikurangi misalnya dengan menyewa, tetapi investasi dalam kas dan persediaan seringkali tidak mungkin dihindarkan.

Modal kerja merupakan determinan besar dalam kebanyakan investasi total

perusahaan. Usaha yang dilakukan untuk mengelola tingkat investasi perusahaan

dapat memberi pengaruh besar bagi profitabilitas perusahaan secara keseluruhan.

Keown (2000:659) menyebutkan bahwa “mengelola modal kerja bisa dianggap

mengelola likuiditas perusahaan yang pada akhirnya berakhir pada investasi

perusahaan pada aset lancar, dan penggunaan kewajiban lancarnya.” Umumnya,

semakin besar investasi perusahaan dalam aktiva lancar, maka semakin besar pula

likuiditasnya.

Dan

untuk

meningkatkan

likuiditasnya,

perusahaan

bisa

menginvestasikan dana tambahan dalam bentuk kas atau surat berharga. Akan

tetapi

keputusan

ini

berkaitan

dengan

keseimbangan

karena

aktiva

lancar

mengahsilkan sedikit pengembalian atau bahkan tidak ada pengembalian. Tetapi

Relani Noverita Sianturi : Pengaruh Manajemen Modal Kerja Terhadap Profitabilitas Pada Hotel Internasional Sibayak Berastagi, 2008. USU Repository © 2009

perusahaan dapat mengurangi risiko likuiditas dengan mengurangi keseluruhan

pengembalian dalam dana yang diinvestasi atau sebaliknya.

Manajemen modal kerja netto menurut Purba (2002: 125) adalah “berkaitan

dengan pengaturan dari berbagai bentuk aktiva lancar maupun hutang lancar.

Artinya manajemen modal kerja netto berkaitan dengan pembuatan keputusan

bagaimana aktiva lancar dibelanjai dengan hutang jangka pendek (short term

Syahyunan (2004:36) kegiatan dalam manajemen
Syahyunan
(2004:36)
kegiatan
dalam
manajemen

debt), hutang jangka panjang (long term debt) atau modal sendiri (equity)”.

Van Horne dan Wachowicz (2005: 309), menyatakan bahwa “manajemen

modal kerja adalah hal yang paling penting, jika tidak ada hal lainnya daripada

proporsi waktu manajer keuangan yang harus didedikasikan untuk hal tersebut.

Akan tetapi, yang paling penting adalah, pengaruh keputusan modal kerja atas

risiko, pengembalian, dan harga saham perusahaan”.

Menurut

modal

kerja

“mencakup semua fungsi manajemen atas aktiva lancar dan kewajiban jangka

pendek perusahaan. Manajemen modal kerja yang efektif sangat penting untuk

pertumbuhan kelangsungan perusahaan dalam jangka panjang.” Modal kerja

haruslah tersedia dalam jumlah yang cukup sehingga dapat membayar kewajiban

jangka pendek tepat pada waktunya dan terhindar dari kemungkinan menghadapi

masalah likuiditas. Sasaran yang ingin dicapai dari manajemen modal kerja

adalah:

1)

Memaksimalkan

nilai

perusahaan

dengan

mengelola

aktiva

lancar

sehingga tingkat pengembalian investasi marjinal adalah sama atau lebih

Relani Noverita Sianturi : Pengaruh Manajemen Modal Kerja Terhadap Profitabilitas Pada Hotel Internasional Sibayak Berastagi, 2008. USU Repository © 2009

besar dari biaya modal yang digunakan untuk membiayai aktiva-aktiva

tersebut.

2)

Meminimalkan biaya modal yang digunakan untuk membiayai aktiva

lancar.

3)

Pengawasan terhadap arus dana dalam aktiva lancar dan ketersediaan dana

dari

sumber

hutang,

sehingga

perusahaan

selalu

dapat

memenuhi

kewajiban keuangannya pada saat jatuh tempo.
kewajiban keuangannya pada saat jatuh tempo.

Djarwanto (2004:89) menyebutkan bahwa selain memungkinkan perusahaan

untuk beroperasi secara ekonomis dan tidak mengalami kesulitan keuangan,

modal kerja yang tersedia dalam jumlah cukup juga memiliki manfaat lain yaitu:

1.

2.

3.

4.

5.

6.

7.

8.

Melindungi perusahaan dari akibat buruk berupa turunnya nilai aktiva lancar, misalnya seperti adanya kerugian karena debitur tidak membayar, turunnya nilai persediaan karena harganya merosot.

Memungkinkan perusahaan untuk melunasi kewajiban-kewajiban jangka pendeknya tepat pada waktunya.

Memungkinkan perusahaan untuk dapat membeli barang dengan tunai sehingga dapat memetik keuntungan berupa potongan harga.

Menjamin perusahaan memiliki credit standing dan dapat mengatasi peristiwa yang tidak dapat diduga sebelumnya seperti adanya kebakaran, pencurian dan sebagainya.

Memungkinkan untuk memiliki persediaan dalam jumlah yang cukup guna melayani permintaan konsumennya.

Memungkinkan perusahaan untuk dapat memberikan syarat kredit yang menguntungkan kepada para langganan.

Memungkinkan perusahaan untuk dapat beroperasi dengan lebih efisien karena tidak ada kesulitan dalam memperoleh bahan baku, jasa, dan supplies yang dibutuhkan.

Memungkinkan perusahaan untuk mampu bertahan dalam periode resesi atau depresi.

Relani Noverita Sianturi : Pengaruh Manajemen Modal Kerja Terhadap Profitabilitas Pada Hotel Internasional Sibayak Berastagi, 2008. USU Repository © 2009

Dalam suatu perusahaan dapat saja terjadi kelebihan atau kekurangan modal

kerja. Keadaan itu, baik kelebihan ataupun kekurangan modal kerja merupakan

keadaan yang tidak menguntungkan bagi perusahaan.

Hal-hal yang dapat menyebabkan terjadinya kelebihan modal kerja menurut

Djarwanto (2004: 90) yaitu:

1.

2.

3.

4.

5.

Pengeluaran saham dan obligasi yang melebihi dari jumlah yang diperlukan.

Penjualan aktiva tetap tanpa diikuti penempatan kembali.
Penjualan aktiva tetap tanpa diikuti penempatan kembali.

Pendapatan atau keuntungan yang diperoleh tidak digunakan untuk membayar dividen, membeli aktiva tetap, atau maksud-maksud lainnya.

Konversi operating asset menjadi modal kerja melalui proses penyusutan, tetapi tidak diikuti dengan penempatan kembali.

Akuntansi dana sementara menunggu investasi, ekspansi dan lain- lain.

Sementara kekurangan modal kerja seperti dikemukakan oleh Djarwanto

dapat terjadi karena beberapa hal (2004: 90-91) yaitu:

1.

Adanya kerugian usaha. Sebab-sebab adanya kerugian usaha ialah:

(a) volume penjualan yang tidak efisien relatif dibandingkan dengan harga pokok penjualan, (b) tekanan terhadap harga jual akibat ketatnya persaingan tanpa diikuti penurunan harga pokok penjualan dan biaya usaha, (c) banyaknya kerugian karena adanya piutang yang tidak kembali, (d) kenaikan biaya tanpa diikuti kenaikan penjualan/penghasilan, (e) biaya naik sementara penjualan malah menurun. Kerugian usaha tidak selalu akan mengurangi modal kerja karena ada sementara biaya yang tidak bersifat pengeluaran kas (noncash expense) seperti beban penyusutan, deplesi dan amortisasi. Yang jelas kerugian usaha itu mengurangi laba yang ditahan (retained earnings).

Adanya kerugian-kerugian insidentil seperti misalnya turunnya harga pasar persediaan barang, adanya pencurian, kebakaran dan lain-lain yang tidak ditutup dengan asuransi.

Kegagalan mendapatkan tambahan modal kerja pada waktu mengadakan perluasan usaha/ekspansi seperti misalnya perluasan daerah penjualan, penjualan produk baru, penerapan metode produksi baru, strategi penjualan baru dan lain sebagainya.

2.

3.

Relani Noverita Sianturi : Pengaruh Manajemen Modal Kerja Terhadap Profitabilitas Pada Hotel Internasional Sibayak Berastagi, 2008. USU Repository © 2009

4.

5.

Menggunakan modal kerja untuk aktiva tidak lancar seperti misalnya membeli aktiva tetap baru, membeli saham dari perusahaan lain (investasi jangka saham).

Kebijaksanaan pembayaran dividen yang tidak tepat. Karena harapan keuangan terus membaik pimpinan perusahaan masih terus melanjutkan kebijaksanaan pembayaran dividen seperti tahun-tahun sebelumnya.

Kenaikan tingkat harga. Karena naiknya harga-harga, perusahaan mengeluarkan jumlah rupiah lebih banyak untuk mempertahankan volume fisik barang dan aktiva tetap dan membelanjai penjualan kredit dalam volume fisik yang sama.

Pelunasan utang yang sudah jatuh tempo. Manajemen tidak menyisihkan sebagian pendapatan bersih untuk cadangan pelunasan utang jangka panjang.

6.

7.

Rasio-rasio ini mencakup rasio-rasio likuiditas (rasio
Rasio-rasio
ini
mencakup
rasio-rasio
likuiditas
(rasio

Ada beberapa rasio yang dapat digunakan untuk mengukur manajemen modal

kerja).

kerja.

modal

Menurut Djarwanto (2004: 149) rasio ini terdiri dari current ratio, acid test ratio

(quick ratio), receivables turnover, inventory turnover, tingkat tersedianya uang

kas untuk membelanjai operasi perusahaan, working capital turnover, dan current

assets turnover.

1. Current ratio (rasio lancar) menunjukkan tingkat likuiditas perusahaan. Rasio

lancar diperoleh dengan membagi aktiva lancar (current assets) dengan utang

jangka pendek (current liabilities).

2. Acid

test

ratio

(atau

quick

ratio

atau

rasio

cepat)

didapatkan

dengan

membandingkan kas dan aktiva lancar lainnya setelah dikurangi persediaan

dengan utang jangka pendek. Persediaan tidak ikut diperhitungkan karena

dianggap memerlukan waktu lama untuk direalisasi menjadi uang, dan tidak

pasti apakah akan terjual atau tidak.

Relani Noverita Sianturi : Pengaruh Manajemen Modal Kerja Terhadap Profitabilitas Pada Hotel Internasional Sibayak Berastagi, 2008. USU Repository © 2009

3.

Receivables turnover (tingkat perputaran piutang) dapat dihitung dengan

membagi nilai penjualan kredit bersih dengan piutang rata-rata atau piutang

akhir. Jika perputaran piutang semakin tinggi maka akan semakin baik karena

modal kerja yang tertanam dalam piutang akan semakin rendah.

4.

Inventory turnover (tingkat perputaran persediaan) menunjukkan berapa kali

persediaan barang dijual dan dibeli kembali selama satu periode akuntansi.

5.

6.

7.

assets turnover (tingkat perputaran aktiva lancar)
assets turnover (tingkat
perputaran aktiva
lancar)

Tingkat perputaran persediaan didapatkan dengan membagi harga pokok

penjualan (cost of goods sold) atau nilai penjualan neto dengan persediaan

rata-rata.

Tingkat tersedianya uang kas untuk membelanjai operasi dapat ditentukan

dengan membandingkan ongkos dan biaya operasi dengan saldo kas dan surat-

surat berharga.

Working capital turnover (tingkat perputaran modal kerja) dapat digunakan

untuk mengetahui efisiensi penggunaan modal kerja. Perputaran modal kerja

merupakan rasio antara penjualan dengan modal kerja.

Current

menunjukkan

berapa kali rata-rata aktiva lancar digunakan untuk membayar ongkos dan

biaya. Tingkat perputaran aktiva lancar dihitung dengan membagi total cost

dan expense dengan rata-rata total aktiva lancar.

D.

Faktor-faktor yang Mempengaruhi Jumlah Modal Kerja

Setiap perusahaan yang menjalankan usahanya pasti membutuhkan modal

kerja. Namun seperti yang telah dikemukakan sebelumnya bahwa kebutuhan

Relani Noverita Sianturi : Pengaruh Manajemen Modal Kerja Terhadap Profitabilitas Pada Hotel Internasional Sibayak Berastagi, 2008. USU Repository © 2009

modal kerja pada tiap-tiap perusahaan tidaklah sama. Penentuan jumlah modal

kerja yang tepat harus direncanakan dengan baik karena kalau modal kerja terlalu

banyak atau terlalu sedikit akan berakibat tidak baik bagi perusahaan bahkan

dapat menimbulkan kerugian.

Purba menyebutkan ada beberapa faktor utama yang mempengaruhi besarnya

jumlah modal kerja pada sebuah perusahaan (2002: 130-131) yaitu:

modal kerja pada sebuah perusahaan (2002: 130-131) yaitu: yang diinginkan oleh perusahaan. 1. Rencana penjualan sesuai

yang diinginkan oleh perusahaan.

1. Rencana penjualan sesuai dengan potensi pasar.

2. Perputaran modal kerja.

3. Kebijakan mengenai jumlah piutang, jumlah persediaan serta jumlah kas

Syahyunan menjelaskan bahwa kebutuhan modal kerja dalam perusahaan

akan dipengaruhi oleh beberapa faktor (40-41) yaitu:

1. Volume penjualan.

2. Besar kecilnya skala usaha perusahaan.

3. Aktivitas perusahaan.

4. Perkembangan teknologi.

5. Sikap perusahaan terhadap likuiditas dan profitabilitas.

Menurut Djarwanto (91-92), untuk menentukan jumlah modal kerja yang

diperlukan oleh suatu perusahaan terdapat sejumlah faktor yang perlu dianalisis

yaitu:

1. Sifat umum atau tipe perusahaan. Modal kerja yang dibutuhkan perusahaan jasa (public utility) relatif rendah karena investasi dalam persediaan dan piutang pencairannya menjadi kas relatif cepat.

Relani Noverita Sianturi : Pengaruh Manajemen Modal Kerja Terhadap Profitabilitas Pada Hotel Internasional Sibayak Berastagi, 2008. USU Repository © 2009

E.

2.

3.

Waktu yang diperlukan unuk memprodusir atau mendapatkan barang dan ongkos produksi per unit/harga beli per unit barang itu.

Syarat pembelian dan penjualan. Syarat kecil pembelian barang dagangan atau bahan baku akan mempengaruhi besar-kecilnya modal kerja. Di samping itu modal kerja juga dipengaruhi oleh syarat kredit penjualan barang.

Tingkat perputaran persediaan. Semakin sering persediaan diganti (dibeli dan dijual kembali) maka kebutuhan modal kerja yang ditanamkan dalam bentuk persediaan (barang) akan semakin rendah.

Tingkat perputaran piutang. Kebutuhan modal kerja juga tergantung pada periode waktu yang diperlukan untuk mengubah piutang menjadi uang kas.

4.

5.

6.

diperlukan untuk mengubah piutang menjadi uang kas. 4. 5. 6. Pengaruh konjungtur (business cycle). Pada periode

Pengaruh konjungtur (business cycle). Pada periode makmur (prosperity) aktivitas perusahaan meningkat dan perusahaan cenderung membeli barang-barang lebih banyak memanfaatkan harga yang masih rendah.

7.

Derajat risiko kemungkinan menurunnya harga jual aktiva jangka pendek. Menurunnya nilai riil dibanding dengan harga buku dari surat-surat berharga, persediaan barang, dan piutang akan menurunkan modal kerja.

8.

9.

Pengaruh musim. Perusahaan yang dipengaruhi oleh musim membutuhkan jumlah maksimum modal kerja untuk periode yang relatif pendek.

Credit rating dari perusahaan. Jumlah modal kerja perusahaan tergantung pada kebijaksanaan penyediaan uang kas, yang tergantung pada credit rating dari perusahaan.

Profitabilitas Perusahaan

Dalam kegiatan operasional perusahaan, profit merupakan elemen penting

dalam

menjamin

kelangsungan

perusahaan.

Dengan

adanya

kemampuan

memperoleh laba dengan menggunakan semua sumber daya perusahaan maka

tujuan-tujuan perusahaan akan dapat tercapai. Penggunaan semua sumber daya

tersebut akan memungkinkan perusahaan untuk memperoleh laba yang tinggi.

Laba merupakan hasil dari pendapatan oleh penjualan yang dikurangkan dengan

beban pokok penjualan dan beban-beban lain. Beban-beban tersebut berasal dari

Relani Noverita Sianturi : Pengaruh Manajemen Modal Kerja Terhadap Profitabilitas Pada Hotel Internasional Sibayak Berastagi, 2008. USU Repository © 2009

modal kerja. Wild (2005: 110) mendefinisikan laba sebagai “pendapatan dan

keuntungan dikurangi beban dan kerugian selama periode pelaporan”.

Profitabilitas menunjukkan kemampuan perusahaan untuk menghasilkan laba.

Rasio profitabilitas bertujuan untuk mengukur efisiensi aktivitas perusahaan dan

kemampuan perusahaan untuk memperoleh keuntungan. Ukuran profitabilitas

memiliki keunggulan dibandingkan dengan ukuran kekuatan keuangan jangka

ROI = Laba bersih Total aktiva
ROI =
Laba bersih
Total aktiva

panjang yang lainnya. Angka profitabilitas juga dapat digunakan dalam analisis

likuiditas jangka pendek. Rasio profitabilitas didapatkan dengan menghitung ROI

(return on investment) yaitu dengan menbandingkan net earnings (laba bersih)

dengan total assets (total aktiva). Atau dapat dituliskan dengan rumus:

F.

Pengaruh Manajemen Modal Kerja terhadap Profitabilitas Perusahaan

Analisis terhadap profitabilitas adalah hal yang sangat penting dalam analisis

laporan keuangan. Dimana tujuan utama setiap perusahaan pada umumnya adalah

untuk

memperoleh

profit

(keuntungan)

sebagai

hasil

dari operasi.

Analisis

terhadap profitabilitas ini sangat penting bagi semua pengguna terutama investor

dan kreditor. Wild (2005:110) mengemukakan bahwa “Bagi investor ekuitas, laba

merupakan satu-satunya faktor penentu perubahan nilai efek (sekuritas). Bagi

kreditor, laba dan arus kas operasi umumnya merupakan sumber pembayaran

bunga dan pokok”. Sementara itu, rasio laba operasi terhadap penjualan dan laba

Relani Noverita Sianturi : Pengaruh Manajemen Modal Kerja Terhadap Profitabilitas Pada Hotel Internasional Sibayak Berastagi, 2008. USU Repository © 2009

operasi

terhadap

aktiva

merupakan

angka

yang

berguna

dalam

analisis

profitabilitas.

 

Jika

perusahaan

memiliki

tingkat

aktiva

lancar

yang

berlebih

maka

perusahaan dapat dengan mudah merealisasi pengembalian atas investasi (ROI)

dalam jumlah yang rendah. Akan tetapi, perusahaan dengan jumlah aktiva lancar

yang terlalu sedikit juga dapat berkibat perusahaan itu mengalami kekurangan

(2005: 63) “Pengembalian atas investasi modal keberhasilan perusahaan atas pengelolaan
(2005:
63)
“Pengembalian
atas
investasi
modal
keberhasilan
perusahaan
atas
pengelolaan

merupakan

dan kesulitan dalam mempertahankan operasi yang lancar. Seperti dikatakan oleh

Wild

indikator

penting atas kekuatan perusahaan dalam jangka panjang. Angka ini menggunakan

ukuran ringkas dari laporan laba rugi (laba) dan neraca (pendanaan) untuk

menilai profitabilitas”.

Analisis kinerja perusahaan membutuhkan analisis secara bersama dimana

dengan analisis itu kita dapat menilai suatu ukuran secara relatif terhadap ukuran

lainnya. Hubungan antara laba dengan investasi modal atau disebut pengembalian

atas investasi (ROI) merupakan ukuran terhadap kinerja perusahaan yang telah

diakui secara luas. Wild (2005: 62) menyebutkan bahwa “Dengan ROI kita dapat

modal.

membandingkan

investasi

Ukuran ini juga memungkinkan kita untuk menilai pengembalian perusahaan

relatif terhadap risiko investasi modal serta membandingkan pengembalian atas

investasi modal dengan pengembalian investasi alternatif”.

Relani Noverita Sianturi : Pengaruh Manajemen Modal Kerja Terhadap Profitabilitas Pada Hotel Internasional Sibayak Berastagi, 2008. USU Repository © 2009

BAB III

METODE PENELITIAN

B. Jenis Penelitian

Penelitian ini dilakukan dengan bentuk asosiatif kuantitatif yaitu penelitian

yang bertujuan untuk mengetahui hubungan antara dua variabel atau lebih.

Laporan keuangan bulanan periode 2004-2006, Sejarah singkat Hotel Internasional Sibayak Berastagi, dan Struktur
Laporan keuangan bulanan periode 2004-2006,
Sejarah singkat Hotel Internasional Sibayak Berastagi, dan
Struktur organisasi Hotel Internasional Sibayak Berastagi.

C.

Jenis Data

Data yang digunakan berupa data sekunder yaitu data yang diperoleh dalam

bentuk yang sudah jadi yang tidak memerlukan pengolahan lebih lanjut, seperti:

1.

2.

3.

D.

Teknik Pengumpulan Data

Dalam melakukan pengumpulan data baik data primer maupun data sekunder,

penulis menggunakan berbagai teknik yaitu:

1. Teknik Wawancara

Melalui teknik pengumpulan data ini, penulis melakukan tanya jawab

langsung

dengan

pihak-pihak

Sibayak Berastagi.

2. Teknik Observasi

yang

terkait

pada

Hotel

Internasional

Relani Noverita Sianturi : Pengaruh Manajemen Modal Kerja Terhadap Profitabilitas Pada Hotel Internasional Sibayak Berastagi, 2008. USU Repository © 2009

Dalam hal ini penulis melakukan pengamatan secara langsung terhadap

objek yang diteliti. Penulis melakukan observasi tersebut terhadap data

sekunder yang diperoleh dari Hotel Internasional Sibayak Berastagi .

E. Teknik Analisis dan Evaluasi

1. Analisis Regresi Berganda

Untuk mengetahui bagaimana pengaruh variabel-variabel regresi berganda dengan persamaan: Y = a + b 1
Untuk
mengetahui
bagaimana
pengaruh
variabel-variabel
regresi berganda dengan persamaan:
Y = a + b 1 X 1 + b 2 X 2 + b 3 X 3 + e
dimana:
Y = variabel dependen yaitu profitabilitas perusahaan (ROI)
a = konstanta
b = koefisien regresi
X 1 = rasio lancar
X 2 = rasio cepat
X 3 = perputaran modal kerja

manajemen

modal kerja terhadap profitabilitas adalah dengan menggunakan analisis

e

= standar error

Uji

2. “t”

a)

Merumuskan hipotesis

Ho : bi

= 0 (Setiap variabel bebas yaitu rasio lancar, rasio cepat, dan

perputaran

modal

kerja

secara

individual

tidak

Relani Noverita Sianturi : Pengaruh Manajemen Modal Kerja Terhadap Profitabilitas Pada Hotel Internasional Sibayak Berastagi, 2008. USU Repository © 2009

berpengaruh signifikan terhadap variabel terikat yaitu

Ha : bi

≠ 0

ROI)

(Setiap variabel bebas yaitu rasio lancar, rasio cepat, dan

perputaran modal kerja secara individual berpengaruh

secara signifikan terhadap variabel terikat yaitu ROI)

b) Kriteria uji “t” yang akan dilakukan

Ho diterima bila t hitung > t tabel (α) Ha diterima bila t hitung <
Ho diterima bila t hitung > t tabel (α)
Ha diterima bila t hitung < t tabel (α)
c) Menentukan
besarnya
t
hitung
dengan
bantuan
melalui program SPSS 12.
d) Menarik kesimpulan dari hasil yang diteliti
signifikan terhadap variabel terikat.

pengolahan

data

Ho diterima berarti variabel bebas (independent variable) yaitu rasio

lancar, rasio cepat, dan perputaran modal kerja tidak berpengaruh

signifikan terhadap variabel terikat (dependent variable) yaitu ROI,

sebaliknya Ha diterima berarti variabel bebas berpengaruh secara

F. Jadwal dan Lokasi Penelitian

Penelitian ini dilakukan oleh penulis sejak bulan Agustus 2007 bertempat di Hotel

Internasional

Sibayak

Sumatera Utara.

Berastagi

yang

beralamat

di

Jl.

Merdeka,

Berastagi,

Relani Noverita Sianturi : Pengaruh Manajemen Modal Kerja Terhadap Profitabilitas Pada Hotel Internasional Sibayak Berastagi, 2008. USU Repository © 2009

BAB IV

HASIL PENELITIAN

A. Data Penelitian

1. Sejarah Singkat Perusahaan

Hotel Internasional Sibayak Berastagi merupakan hotel resort yang terletak di

Sibayak Berastagi, pengelolaan dipercayakan
Sibayak
Berastagi,
pengelolaan
dipercayakan

dataran tinggi Karo, dengan luas 3,6 hektare, 1400 meter di atas permukaan laut.

Hotel Internasional Sibayak terletak di Jalan Merdeka No. 1, Berastagi.

Hotel Internasional Sibayak Berastagi merupakan usaha dari Penanaman

Modal Dalam Negeri (PMDN), yang didirikan pada tanggal 11 Maret 1990 dan

baru diresmikan secara simbolis pada tanggal 03 Maret 1991 oleh Presiden

Soeharto di Bali bersama beberapa hotel lainnya. Pada awal berdirinya Hotel

kepada

PT

Internasional

Griyawisata Hotel Coorporation yang merupakan pengelola hotel profesional

yang berkantor di Jalan Melawai Jakarta.

Pada saat Griyawisata Hotel Coorporation memegang manajemen hotel ini,

yang menjabat sebagai General Manager pertama adalah Bapak Wagiyono, yang

merupakan General Manager pertama di Hotel Internasional Sibayak Berastagi

selama lebih kurang satu tahun yaitu saat “Soft Opening”. Pada saat “Grant

Opening” jabatan General Manager digantikan oleh Bapak FR. X. Hartadi.

Pada bulan Oktober 1992 pengelola manajemen secara keseluruhan diambil

alih oleh pihak pemilik, yaitu PT Indah Alam Lestari yang berkantor pusat di

Jalan Gandhi No. 202, Medan. Setelah manajemen diambil alih oleh PT Indah

Relani Noverita Sianturi : Pengaruh Manajemen Modal Kerja Terhadap Profitabilitas Pada Hotel Internasional Sibayak Berastagi, 2008. USU Repository © 2009

Alam Lestari, maka General Manager dijabat oleh Bapak Mustika Akbar S.Sos,

MAP sampai dengan saat ini.

Dalam pengelolaannya, General Manager dibantu oleh Manager Operasional

dan kepala bagian pada setiap departemen. Hotel Internasional Sibayak Berastagi

memiliki kurang lebih 125 orang karyawan dan berkantor pusat di Medan. Di

dalam

operasionalnya

Hotel

Internasional

Sibayak

dibagi

dalam

beberapa

Tempatnya yang strategis, yaitu dekat kota. Banyak ruangan meeting. Punya swimming pool dengan air hangatnya.
Tempatnya yang strategis, yaitu dekat kota.
Banyak ruangan meeting.
Punya swimming pool dengan air hangatnya.
Air hangat/panas di kamar 24 jam.

departemen yang dikepalai oleh masing-masing kepala bagian yaitu departemen

House Keeping, Food & Beverage, Front Office, Security, Personalia, Sales &

Marketing, Accounting, Engineering.

Hotel Internasional Sibayak Berastagi dengan status Hotel berbintang IV

(empat) memiliki banyak fasilitas untuk kenyamanan tamu. Adapun kelebihan

yang dimiliki oleh Hotel Internasional Sibayak Berastagi yaitu:

a.

b.

c.

d.

e.

Letak kamar yang unik dengan berbagai cottage menjadi pilihan tamu-

tamu.

Hotel Internasional Sibayak Berastagi memiliki visi dan misi yang hendak

dicapai. Adapun visi dan misi tersebut secara ringkas adalah sebagai berikut:

a. Memberikan kualitas pelayanan yang tertinggi kepada semua pelanggan

dengan harga yang pantas.

Relani Noverita Sianturi : Pengaruh Manajemen Modal Kerja Terhadap Profitabilitas Pada Hotel Internasional Sibayak Berastagi, 2008. USU Repository © 2009

b. Memberikan keuntungan untuk peningkatan standar mutu dan kinerja

perusahaan dan laba kepada pemegang saham.

c. Memberikan tingkat kesejahteraan yang memadai kepada seluruh staf dan

karyawan sebagai motivasi untuk lebih meningkatkan efisiensi dan standar

pekerjaan.

d. Seluruh anggota keluarga besar Hotel Internasional Sibayak Berastagi

secara efisien. bertambah pulalah kegiatan-kegiatan yang harus tujuan perusahaan sebagaimana yang
secara efisien.
bertambah
pulalah
kegiatan-kegiatan
yang
harus
tujuan
perusahaan
sebagaimana
yang

selalu memberikan yang terbaik dan berusaha meningkatkan produktivitas

dan kinerja perusahaan dengan mengembangkan semua sumber daya

2.

Struktur Organisasi Perusahaan

Suatu perusahaan yang baik seharusnya memiliki struktur organisasi. Struktur

organisasi perusahaan sangat penting sebagai alat manajemen dalam pencapaian

tujuan perusahaan. Dengan semakin berkembangnya suatu perusahaan maka

untuk

Dalam

semakin

dilakukan

mewujudkan

diharapkan.

melaksanakan kegiatan-kegiatan tersebut, tentunya pemimpin perusahaan tidak

melakukannya sendiri, melainkan dibantu dengan adanya suatu sistem struktur

organisasi. Dengan struktur organisasi tersebut diharapkan bahwa segala kegiatan

menyangkut kepentingan perusahaan akan dapat berjalan sesuai yang diharapkan.

Pada hakekatnya setiap organisasi memiliki struktur di dalamnya. Akan tetapi

setiap

perusahaan

dapat

memiliki

struktur

yang

berbeda

dengan

organisasi

lainnya. Perbedaan tersebut disebabkan oleh besar kecilnya suatu organisasi atau

Relani Noverita Sianturi : Pengaruh Manajemen Modal Kerja Terhadap Profitabilitas Pada Hotel Internasional Sibayak Berastagi, 2008. USU Repository © 2009

ruang lingkup usahanya. Hotel Internasional Sibayak Berastagi juga memiliki

stuktur organisasi sendiri (lihat lampiran 1). Berikut ini akan diuraikan tugas dari

bagian-bagian setingkat manajer di Hotel Internasional Sibayak Berastagi:

a

Jabatan:

General

Manager,

departemen:

non

departemen,

atasan

langsung: Dewan Direksi, bawahan langsung: Deputi General Manager.

b

Jabatan:

Purchasing Manager/Assistant, departemen: Purchasing, atasan

langsung: Director Finance/Financial Controller, Purchasing Officer. Financial Controller, bawahan langsung:
langsung:
Director
Finance/Financial
Controller,
Purchasing Officer.
Financial
Controller,
bawahan
langsung:
karyawan
Department.

bawahan

langsung:

c

Jabatan: Chief Accountant, departemen: Accounting, atasan langsung:

Accounting

3.

Laporan Keuangan Perusahaan

Laporan keuangan perusahaan secara ringkas dapat ditunjukkan pada halaman

berikut:

Relani Noverita Sianturi : Pengaruh Manajemen Modal Kerja Terhadap Profitabilitas Pada Hotel Internasional Sibayak Berastagi, 2008. USU Repository © 2009

B. Hasil Analisis Penelitian

Output 1

Tabel 4.4

Descriptive Statistics

Mean Std. Deviation N Profitabilitas -.003409 .017428530 36 Rasio lancar 1.0387706 .40563413 36 Rasio cepat
Mean
Std. Deviation
N
Profitabilitas
-.003409
.017428530
36
Rasio lancar
1.0387706
.40563413
36
Rasio cepat
.9133314
.38567323
36
Rasio Perputaran
-.8353483
.98600037
36
modal kerja
Sumber: Lampiran 2
yang diteliti sebanyak 36 bulan.
Nilai rata-rata (Mean) rasio lancar adalah 1,0387706
Nilai rata-rata (Mean) rasio cepat adalah 0,9133314

Penjelasan dari analisis dengan menggunakan SPSS 12 di atas adalah sebagai

berikut:

1.

Jumlah data (N) yang valid adalah sebanyak 36 buah yaitu jumlah bulan

2.

3.

4.

Nilai rata-rata (Mean) perubahan ROI (Profitabilitas) adalah -0,003409

5.

Nilai rata-rata (Mean) rasio perputaran modal kerja adalah -0,8353483

6.

Deviasi standar dari variabel perubahan ROI adalah 0,017428530

7.

Deviasi standar dari variabel rasio lancar adalah 0,40563413

8.

9.

Deviasi standar dari variabel rasio cepat adalah 0,38567323

Deviasi

standar

0,98600037

dari

variabel

rasio

perputaran

modal

kerja

adalah

Relani Noverita Sianturi : Pengaruh Manajemen Modal Kerja Terhadap Profitabilitas Pada Hotel Internasional Sibayak Berastagi, 2008. USU Repository © 2009

Untuk memberikan interpretasi terhadap kuat atau lemahnya hubungan antara

variabel-variabel yang dilihat dari angka koefisien korelasi, maka dapat digunakan

pedoman seperti yang tertera pada tabel 4.5.

Tabel 4.5 Pedoman untuk Memberikan Interpretasi Koefisien Korelasi

Interval Koefisien Tingkat Hubungan 0,00-0,199 Sangat rendah 0,20-0,399 Rendah 0,40-0,599 Sedang 0,60-0,799 Kuat
Interval Koefisien
Tingkat Hubungan
0,00-0,199
Sangat rendah
0,20-0,399
Rendah
0,40-0,599
Sedang
0,60-0,799
Kuat
0,80-1,000
Sangat kuat
Sumber: Sugiyono (2004: 183)

Relani Noverita Sianturi : Pengaruh Manajemen Modal Kerja Terhadap Profitabilitas Pada Hotel Internasional Sibayak Berastagi, 2008. USU Repository © 2009

Output 2

Tabel 4.6

Correlations Rasio Perputaran Profitabilitas Rasio lancar Rasio cepat modal kerja Pearson Correlation
Correlations
Rasio
Perputaran
Profitabilitas
Rasio lancar
Rasio cepat
modal kerja
Pearson Correlation
Profitabilitas
1.000
.131
.062
.010
Rasio lancar
.131
1.000
.824
.731
Rasio cepat
.062
.824
1.000
.919
Rasio Perputaran
.010
.731
.919
1.000
modal kerja
Sig. (1-tailed)
Profitabilitas
.
.223
.359
.476
Rasio lancar
.223
.
.000
.000
Rasio cepat
.359
.000
.
.000
Rasio Perputaran
.476
.000
.000
.
modal kerja
N
Profitabilitas
36
36
36
36
Rasio lancar
36
36
36
36
Rasio cepat
36
36
36
36
Rasio Perputaran
36
36
36
36
modal kerja
Sumber: Lampiran 2
Hasil analisis dengan menggunakan SPSS yang ditunjukkan pada tabel di atas
akan dijelaskan sebagai berikut:
1.
Rasio lancar

Dari hasil perhitungan diatas, didapatkan angka korelasi antara rasio lancar

dengan profitabilitas (ROI) adalah sebesar 0,131. Artinya, hubungan kedua

variabel lemah (penjelasan dapat dilihat pada tabel 4.5). Korelasi positif

menunjukkan

bahwa

hubungan

antara

rasio

lancar

dengan

ROI

searah.

Artinya jika rasio lancar naik (meningkat) maka akan diikuti dengan kenaikan

persentase ROI. Untuk melihat apakah hubungan antara variabel rasio lancar

Relani Noverita Sianturi : Pengaruh Manajemen Modal Kerja Terhadap Profitabilitas Pada Hotel Internasional Sibayak Berastagi, 2008. USU Repository © 2009

dengan ROI signifikan atau tidak dapat dilihat dari angka probabilitas (Sig)

yaitu sebesar 0,223 yang lebih besar dari 0,05. Ketentuan menyatakan bahwa

jika angka probabilitas (Sig) lebih kecil dari 0,05 maka ada hubungan yang

signifikan antara kedua variabel tersebut. Sementara pada perhitungan diatas,

angka probabilitas (Sig) yang diperoleh adalah sebesar 0,223 yang berarti

lebih besar dari 0,05, sehingga diketahui hubungan antara variabel rasio lancar

antara keduanya juga searah. Artinya, jika rasio cepat maka akan diikuti dengan kenaikan (peningkatan)
antara
keduanya
juga
searah.
Artinya,
jika
rasio
cepat
maka
akan
diikuti
dengan
kenaikan
(peningkatan)

dengan ROI tidak signifikan.

2. Rasio cepat

Angka korelasi antara rasio cepat dengan ROI adalah sebesar 0,062. Artinya,

hubungan kedua variabel tersebut lemah. Angka korelasi positif menunjukkan

naik

rasio

hubungan

(meningkat)

profitabilitas (ROI). Pada perhitungan yang ditunjukkan dalam output 2,

angka probabilitas (Sig) yang didapat sebesar 0,359 (berarti lebih besar dari

0,05) maka diketahui hubungan antara variabel rasio cepat dengan ROI adalah

tidak signifikan.

3. Rasio perputaran modal kerja

Angka korelasi antara rasio perputaran modal kerja dengan ROI adalah

sebesar 0,010. Angka ini menunjukkan hubungan kedua variabel tersebut

lemah. Nilai positif menunjukkan hubungan yang searah di antara variabel

rasio perputaran modal kerja dengan variabel ROI. Artinya kenaikan pada

rasio

perputaran

modal

kerja

akan

diikuti

oleh

kenaikan

ROI.

Angka

probabilitas (Sig) antara variabel rasio perputaran modal kerja dengan ROI

Relani Noverita Sianturi : Pengaruh Manajemen Modal Kerja Terhadap Profitabilitas Pada Hotel Internasional Sibayak Berastagi, 2008. USU Repository © 2009

yang didapat adalah sebesar 0,476 (lebih besar dari 0,05) yang menunjukkan

bahwa hubungan antara kedua variabel tersebut tidak signifikan.

Diantara ketiga variabel bebas yaitu rasio lancar, rasio cepat, dan rasio

perputaran modal kerja, dapat dilihat bahwa yang memiliki angka koefisien

korelasi yang paling besar terhadap variabel terikat rasio profitabilitas (ROI)

adalah rasio lancar. Maka secara teoritis variabel rasio lancar lebih berpengaruh

Tabel 4.7 Variables Entered/Removed b Variables Variables Model Entered Removed Method 1 Rasio Perputaran modal
Tabel 4.7
Variables Entered/Removed b
Variables
Variables
Model
Entered
Removed
Method
1
Rasio
Perputaran
modal
kerja,
.
Enter
Rasio
lancar,
Rasio
a
cepat
a.
All requested variables entered.

terhadap ROI dibandingkan dengan kedua variabel bebas lainnya.

Output 3

b. Dependent Variable: Profitabilitas

Sumber: Lampiran 2

Tabel Variables Entered/Removed (b) menunjukkan metode regresi linier

berganda yang dipilih yaitu Enter. Pemilihan ini memungkinkan cara menentukan

bagaimana

variabel

independen

dimasukkan

untuk

dianalisis.

Metode Enter

Relani Noverita Sianturi : Pengaruh Manajemen Modal Kerja Terhadap Profitabilitas Pada Hotel Internasional Sibayak Berastagi, 2008. USU Repository © 2009

memasukkan semua variabel baik independen maupun dependen sekaligus untuk

dianalisis.

Output 4

Tabel 4.8

Model Summary b

Adjusted Model R R Square R Square Std. Error of the Estimate 1 .185 a
Adjusted
Model
R
R Square
R Square
Std. Error of
the Estimate
1
.185 a
.034
-.056
.017911448
a.
Predictors: (Constant), Rasio Perputaran modal kerja,
Rasio lancar, Rasio cepat
b. Dependent Variable: Profitabilitas
hubungan diantara variabel adalah sebesar 0,185.
0,034
mengartikan
bahwa
variabel
independen
mampu

Sumber: Lampiran 2 Penjelasan dari tabel diatas adalah sebagai berikut:

1.

Tabel Model Summary menunjukkan nilai (R) yang menyatakan tingkat

2.

Nilai R square atau koefisien determinasi adalah 0,034 yang merupakan

hasil pengkuadratan dari koefisien korelasi R yaitu (0,185 x 0,185). Nilai

memberikan

penjelasan korelasi ROI sebesar 3,4 %. Sedangkan sisanya yaitu sebesar

96,6 % (100 %-3,4 %) dijelaskan oleh variabel-variaebl lain yang lebih

kuat pengaruhnya yang tidak disertakan dalam estimasi model.

Relani Noverita Sianturi : Pengaruh Manajemen Modal Kerja Terhadap Profitabilitas Pada Hotel Internasional Sibayak Berastagi, 2008. USU Repository © 2009

Output 5

Tabel 4.9

 

ANOVA b

 

Sum of

       

Model

Squares

df

Mean Square

F

Sig.

1

Regression

.000

3

.000

.379

.768 a

Residual

.010

32

.000

Total

.011

35

a.

b.

Predictors: (Constant), Rasio Perputaran modal kerja, Rasio lancar, Rasio cepat

Dependent Variable: Profitabilitas 0,379 dengan tingkat signifikansi sebesar 0,768. terikat pada tingkat kepercayaan 95
Dependent Variable: Profitabilitas
0,379 dengan tingkat signifikansi sebesar 0,768.
terikat pada tingkat kepercayaan 95 %.

Sumber: Lampiran 2

Tabel output 5 tersebut akan dijelaskan sebagai berikut:

1.

Dari tabel ANOVA atau F test diatas diperoleh F hitung adalah sebesar

2.

Df for denumerator = NK = 36-2 = 34, df for numerator = K-1 = 2-1 = 1

maka nilai F tabel pada α 5%. Oleh karena F hitung lebih kecil dari F tabel

maka variabel bebas secara serentak memiliki pengaruh terhadap variabel

3.

Tingkat signifikansi yaitu 0,768 lebih besar dari 0,05, maka model regresi

ini kurang tepat dipakai untuk menyatakan pengaruh variabel-variabel

bebas (rasio lancar, rasio cepat dan rasio perputaran moda kerja) terhadap

variabel ROI tersebut.

Relani Noverita Sianturi : Pengaruh Manajemen Modal Kerja Terhadap Profitabilitas Pada Hotel Internasional Sibayak Berastagi, 2008. USU Repository © 2009

Output 6

Output 6 Tabel 4.10 Coefficients a Unstandardized Standardized Coefficients Coefficients Model B Std. Error Beta

Tabel 4.10

Coefficients a

Unstandardized Standardized Coefficients Coefficients Model B Std. Error Beta t Sig. 1 (Constant) -.022 .024
Unstandardized
Standardized
Coefficients
Coefficients
Model
B
Std. Error
Beta
t
Sig.
1
(Constant)
-.022
.024
-.913
.368
Rasio lancar
.010
.013
.226
.732
.469
Rasio cepat
.005
.024
.120
.224
.824
Rasio Perputaran
-.005
.008
-.265
-.598
.554
modal kerja
a.Dependent Variable: Profitabilitas
Sumber: Lampiran 2
Penjelasan dari tabel di atas adalah sebagai berikut:
1.
Tabel tersebut menunjukkan persamaan regresi:
Y = - 0,022 + 0,010X 1 + 0,005X 2 – 0.005X 3
Dimana:
Y = Rasio Profitabilitas (ROI)
X 1 = Rasio Lancar
X 2 = Rasio Cepat

X 3 = Rasio Perputaran Modal Kerja

Konstanta sebesar (-0.022) menyatakan bahwa jika Rasio Lancar, Rasio

Cepat, atau Rasio Perputaran Modal Kerja bernilai nol, maka ROI adalah

sebesar -0.022.

Relani Noverita Sianturi : Pengaruh Manajemen Modal Kerja Terhadap Profitabilitas Pada Hotel Internasional Sibayak Berastagi, 2008. USU Repository © 2009

Koefisien regresi X 1 sebesar 0.010 menyatakan bahwa setiap kenaikan

(karena tanda +) satu rupiah untuk rasio lancar akan meningkatkan ROI

sebesar 0.010 persen.

Koefisien regresi X 2 sebesar 0,005 menyatakan bahwa setiap kenaikan

(karena tanda +) satu rupiah untuk rasio cepat akan meningkatkan ROI

2.

sebesar 0,005 persen.

(karena tanda -) satu rupiah rasio perputaran modal kerja meningkatkan ROI sebesar 0,005 persen. Dan
(karena
tanda
-)
satu
rupiah
rasio
perputaran
modal
kerja
meningkatkan
ROI
sebesar
0,005
persen.
Dan
sebaliknya,
penurunan ROI sebesar 0,005 persen.
Hipotesis untuk kasus ini:
Ho: Koefisien regresi tidak signifikan.
Ha : Koefisien regresi signifikan.
Pengambilan keputusan:
a
Dengan membandingkan statistik hitung dengan statistik tabel.

Koefisien regresi X 3 sebesar – 0,005 menyatakan bahwa setiap penurunan

akan

setiap

peningkatan satu rupiah untuk rasio perputaran modal kerja akan diikuti

Uji t untuk menguji signifikansi konstanta regresi dan variabel dependen:

Jika statistik t hitung < statistik t tabel, maka Ho diterima.

Jika statistik t hitung > statistik t tabel, maka Ha diterima.

Dari tabel output di atas terlihat bahwa t hitung adalah sebesar 0,732

untuk rasio lancar. Untuk rasio cepat, t hitung adalah sebesar 0,224.

Sementara untuk rasio perputaran modal kerja, t hitung adalah sebesar

– 0,598.

Relani Noverita Sianturi : Pengaruh Manajemen Modal Kerja Terhadap Profitabilitas Pada Hotel Internasional Sibayak Berastagi, 2008. USU Repository © 2009

Tingkat signifikansi (α) = 5%,

df (derajat kebebasan) = jumlah data – 2 atau 36 – 2 = 34

maka diperoleh t tabel sebesar 2,0322.

Keputusan: t hitung untuk rasio lancar (0,732), rasio cepat (0,224) dan

rasio perputaran modal kerja (-0,598) < t tabel 2.0322, maka Ho

diterima (koefisien regresi tidak

berpengaruh

signifikan) dan Ha

ditolak. b Berdasarkan probabilitas. Jika probabilitas > 0,005, maka Ho diterima. Jika probabilitas < 0,005,
ditolak.
b Berdasarkan probabilitas.
Jika probabilitas > 0,005, maka Ho diterima.
Jika probabilitas < 0,005, maka Ha ditolak.
0,005,
maka
Ho
diterima
yang
berarti
koefisien

Keputusan: terlihat bahwa pada kolom Sig (signifikan) adalah 0,469

untuk rasio lancar, sebesar 0,824 untuk rasio cepat, dan sebesar 0,554

untuk rasio perputaran modal kerja atau probabilitas jauh di atas

tidak

regresi

berpengaruh secara signifikan terhadap rasio profitabilitas (ROI).

Relani Noverita Sianturi : Pengaruh Manajemen Modal Kerja Terhadap Profitabilitas Pada Hotel Internasional Sibayak Berastagi, 2008. USU Repository © 2009

BAB V

KESIMPULAN DAN SARAN

A. KESIMPULAN

Berdasarkan analisis yang telah dilakukan pada bab sebelumnya maka dapat

diambil kesimpulan sebagai berikut:

berpengaruh terhadap ROI. Korelasi positif 0,062. Sesuai dengan tabel 4.5, nilai ini
berpengaruh
terhadap
ROI.
Korelasi positif
0,062.
Sesuai
dengan
tabel
4.5,
nilai
ini

1. Nilai koefisien korelasi yang didapat dari hasil perhitungan dalam penelitian

ini antara rasio lancar dengan ROI adalah sebesar 0,131. Sesuai dengan tabel

4.5 (tabel pedoman untuk memberikan interpretasi koefisien korelasi), nilai ini

menunjukkan bahwa hubungan antara rasio lancar dengan ROI pada Hotel

Internasional Sibayak Berastagi tergolong sangat rendah yaitu berada pada

interval koefisien korelasi 0,00-0,199, ini berarti variabel rasio lancar tidak

bahwa

terlalu

menunjukkan

hubungan antara rasio lancar dengan ROI searah. Artinya jika rasio lancar

naik (meningkat) maka akan diikuti dengan kenaikan persentase ROI.

2. Nilai koefisien korelasi yang didapat antara rasio cepat dengan ROI adalah

bahwa

sebesar

menunjukkan

hubungan antara rasio cepat dengan ROI adalah sangat rendah yaitu berada

pada interval koefisien korelasi 0,00-0,199. Berarti variabel rasio cepat tidak

memiliki

pengaruh

yang

besar

terhadap

ROI.

Angka

korelasi

positif

menunjukkan hubungan antara keduanya juga searah. Artinya, jika rasio cepat

naik (meningkat) maka akan diikuti dengan kenaikan (peningkatan) rasio

profitabilitas (ROI).

Relani Noverita Sianturi : Pengaruh Manajemen Modal Kerja Terhadap Profitabilitas Pada Hotel Internasional Sibayak Berastagi, 2008. USU Repository © 2009

3.

Nilai koefisien korelasi yang didapat antara rasio perputaran modal kerja

dengan ROI adalah sebesar 0,010. Dimana berdasarkan tabel 4.5 maka nilai

ini menunjukkan bahwa hubungan antara rasio perputaran modal kerja dengan

ROI tergolong sangat rendah yaitu berada pada interval 0,00-0,199. Jadi

variabel rasio perputaran modal kerja juga tidak memiliki pengaruh yang kuat

terhadap ROI. Nilai positif menunjukkan hubungan yang searah di antara

pengamatan terhadap laporan keuangan
pengamatan
terhadap
laporan
keuangan

variabel rasio perputaran modal kerja dengan variabel ROI. Artinya kenaikan

pada rasio perputaran modal kerja akan diikuti oleh kenaikan ROI.

4. Nilai R Square atau koefisien determinasi adalah 0,034 yang merupakan hasil

pengkuadratan dari koefisien korelasi ( R ) yaitu 0,185 x 0,185. Nilai R

Square sebesar 0,034 mengartikan bahwa variabel-variabel rasio lancar, rasio

cepat, dan rasio perputaran modal kerja pada Hotel Internasional Sibayak

Berastagi hanya

mampu memberikan penjelasan/pengaruh terhadap rasio

profitabilitas (ROI) sebesar 3,4 % sedangkan sisanya 96,6 % (100 %- 3,4 %)

dijelaskan oleh variabel lain yang tidak masuk dalam estimasi model.

5. Berdasarkan

Hotel Internasional

Sibayak Berastagi, penulis menemukan bahwa perusahaan ini cenderung

memiliki ROI yang rendah. Selain itu juga jumlah beban yang tinggi sehingga

menghasilkan laba bersih yang cukup rendah bahkan mengalami kerugian

pada beberapa periode.

Relani Noverita Sianturi : Pengaruh Manajemen Modal Kerja Terhadap Profitabilitas Pada Hotel Internasional Sibayak Berastagi, 2008. USU Repository © 2009

B. SARAN

Saran yang dapat diberikan penulis adalah sebagai berikut:

1. Rasio-rasio modal kerja seperti rasio lancar, rasio cepat, dan rasio perputaran

modal kerja sebaiknya diperhatikan, dimana rasio-rasio tersebut memiliki

hubungan yang searah dengan rasio profitabilitas (ROI), sehingga adanya

peningkatan pada rasio-rasio

modal kerja juga akan meningkatkan rasio

pada rasio-rasio modal kerja juga akan meningkatkan rasio profitabilitas. Demikian juga, penurunan pada rasio-rasio

profitabilitas. Demikian juga, penurunan pada rasio-rasio modal kerja akan

berpengaruh terhadap menurunnya rasio profitabilitas.

2. Perusahaan disarankan untuk memperhatikan faktor-faktor yang berpengaruh

terhadap profitabilitasnya dimana selama tiga tahun yang digunakan sebagai

data, profitabilitas perusahaan cenderung cukup rendah bahkan mengalami

kerugian.

Relani Noverita Sianturi : Pengaruh Manajemen Modal Kerja Terhadap Profitabilitas Pada Hotel Internasional Sibayak Berastagi, 2008. USU Repository © 2009

DAFTAR PUSTAKA

Brigham, Eugene F. dan Joel F. Houston, 2001. Manajemen Keuangan, Edisi Kedelapan, Alih Bahasa Dodo Suharto dan Herman Wibowo, Erlangga, Buku 2, Jakarta. Djarwanto Ps, 2004. Pokok-Pokok Analisa Laporan Keuangan, Edisi 2, BPFE, Yogyakarta. Harahap, Sofyan S., 2004. Analisis Kritis Atas Laporan Keuangan, PT Raja Grafindo Persada, Jakarta. Indriantoro, Nur dan Bambang Supomo,2002. Metodologi Penelitian Bisnis untuk Akuntansi dan Manajemen, Edisi Pertama, BPFE, Yogyakarta. Kamel, Muhammad, 2004. “Pengaruh Kebijakan Modal Kerja terhadap Profitabilitas pada Perusahaan yang Go-Publik di Indonesia”, Skripsi, Jurusan Manajemen Fakultas Ekonomi, Universitas Sumatera Utara, Medan. Keown, Arthur J., David F. Scott, John D. Martin dan J. William Petty, 2000. Dasar-Dasar Manajemen Keuangan, Terjemahan Chaerul D. Djakman dan Dwi Sulistyorini, Salemba Empat, Buku 2, Jakarta. Sartono, R. Agus, 2001. Manajemen Keuangan Teori dan Aplikasi, Edisi 4, BPFE,Yogyakarta. Sinaga, Magdalena, 2006. “Analisis Hubungan Manajemen Modal Kerja terhadap Kemampulabaan pada PT (Persero) Angkasa Pura II Medan”, Skripsi Jurusan Manajemen Fakultas Ekonomi, Universitas Sumatera Utara, Medan. Stice, Earl K., James D. Stice dan K. Fred Skousen, 2004. Akuntansi Intermediate, Edisi Lima Belas, Terjemahan Safrida Rumondang Parulian dan Ahmad Maulana, Salemba Empat, Buku 1, Jakarta. Sugiyono, 2004. Metode Penelitian Bisnis, Alfabeta, Bandung. Sundjaja, Ridwan S. dan Inge Barlian, 2002. Manajemen Keuangan 1, Edisi Keempat, PT Prenhallindo, Jakarta. Syahyunan, 2004. Manajemen Keuangan, Edisi Pertama, USU Press, Medan. Van Horne, James C. and John M. Machowicz, 2005. Fundamentals of Financial Management, Terjemahan Dewi Fitriasari dan Deny Arnos Kwary, Salemba Empat, Jakarta. Wild, John J., K.R. Subramanyam dan Robert F. Hasley, 2005. Analisis Laporan Keuangan, Edisi 8, Terjemahan Yavini S. Bachtiar dan S. Wahyu Harahap, Salemba Empat, Buku 2, Jakarta. Jurusan Akuntansi Fakultas Ekonomi Universitas Sumatera Utara, 2004. Buku Petunjuk Teknis Penulisan Proposal Penelitian dan Penulisan Skripsi Jurusan Akuntansi, Fakultas Ekonomi USU, Medan. Ikatan Akuntan Indonesia, 2007. Standar Akuntansi Keuangan (per 1 September 2007) Penerbit Salemba Empat, Jakarta.

(per 1 September 2007) Penerbit Salemba Empat, Jakarta. Relani Noverita Sianturi : Pengaruh Manajemen Modal Kerja

Relani Noverita Sianturi : Pengaruh Manajemen Modal Kerja Terhadap Profitabilitas Pada Hotel Internasional Sibayak Berastagi, 2008. USU Repository © 2009