Anda di halaman 1dari 13

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Cairan tubuh merupakan faktor penting dalam berbagai proses fisiologis
didalam tubuh. Dapat dikatakan, kemampuan kita untuk bertahan hidup sangat
tergantung dari cairan yang terdapat dalam tubuh kita. Oleh karena itu, terdapat
berbagai mekanisme yang berfungsi untuk mengatur volume dan komposisi cairan
tubuh agar tetap dalam keadaan seimbang atau disebut juga dalam keadaan
homeostasis. Sistem kardiovaskuler berfungsi untuk mensuplai berbagai bahan
yang penting melalui darah keseluruh jaringan. Sistem-sistem lainya seperti ginjal,
paru-paru dan hati berfungsi untuk menjaga jumlah dan komposisi caiaran tubuh
agar selalu dalam keadaan seimbang. Apabila terjadi ketidakseimbangan antara
cairan yang ada dalam tubuh dan cairan yang dibutuhkan oleh tubuh, maka akan
terjadi ketidak seimbangan atau terjadi gangguan pada berbagai system yang
berhubungan dengan kebutuhan cairan tersebut. Kelainan tersebut dapat berupa
kelebihan caiaran maupun kekurangan cairan. Cairan yang kita bahas adalah
caiaran tubuh yang salah satu komposisinya adalah elektrolit, dimana cairan
tersebut menempati kompartmen intrasel dan ekstrasel.
Jumlah cairan tubuh total pada seorang pria tidak sama dengan jumlah cairan
tubuh total pada seorang wanita, ini disebabkan karena pada seorang wanita jumlah
jaringan lemaknya lebih besar daripada seorang pria. Pada bayi baru lahir jumlah
cairan tubuhnya dapat mencapai 75% dari berat badan,namun semua ini akan
berubah dan menurun dengan bertambahnya usia. Jadi persentase cairan tubuh (4580%; 45% pada wanita 60tahun dan 80% pada bayi laki-laki)disebabkan oleh
variasi dari jumlah jaringan lemak tubuh yang hanya mengandung kurang dari 10%
air, sedangkan otot skelet yang banyak terdapat pda tubuh seorang pria
mengandung lebih dari 75% air dan ginjal mengandung lebih dari 80% air.
Sehingga dalam makalah ini dibahas mengenai pengertian, jenis, fungsi cairan
tubuh, komposisi dalam cairan intrasel dan ekstrasel, pengertian tekanan hidrostatik
dan osmotik, serta faktor-faktor yang mempengaruhi tekanan hidrostatik dan
osmotik.

1.2 Rumusan Masalah


Adapun rumusan masalah yang akan dibahas dalam makalah ini adalah sebagai
berikut :
1. Apakah pengertian, jenis dan fungsi dari cairan tubuh?
2. Apa saja komposisi yang terdapat dalam cairan intrasel dan ekstrasel?
3. Apakah pengertian dan peranan dari tekanan hidrostatik dan osmotik?
4. Faktor apa saja yang mempengaruhi tekana hidrostatik dan osmotik?

1.3 Tujuan Penulisan


Adapun tujuan yang dapat diperoleh dalam makalah ini adalah sebagai berikut:
1. Mengetahui pengertian, jenis dan fungsi dari cairan tubuh.
2. Mengetahui komposisi yang terdapat dalam cairan intrasel dan ekstrasel.
3. Mengetahui pengertian pengertian dan peranan dari tekanan hidrostatik dan
osmotik.
4. Mengetahui faktor yang mempengaruhi tekana hidrostatik dan osmotik.

1.4 Manfaat Penulisan


Pembuatan makalah ini, diharapkan memiliki manfaat sebagai berikut:
a. Bagi Mahasiswa
1. Dapat membantu dalam menyelesaikan kesulitan-kesulitan dalam
pembelajaran mata kuliah Anatomi Fisiologi, khususnya dalam materi
Cairan Tubuh. Sehingga dapat djadikan pembendaharaan pengetahuan
mengenai Cairan Tubuh.
2. Sebagai wahana membelajarkan diri untuk berbagi antara siswa yang
satu dengan yang lain dan menyadarkan mahasiswa bahwa belajar
merupakan pendekatan hati ke hati bukan berorientasi pada nilai.
b. Bagi Dosen
Dapat dijadikan tambahan literatur dalam pembelajaran Anatomi Fisiologi
Dasar, khususnya pada pembahasan mengenai Cairan Tubuh.

BAB II
PEMBAHASAN

2.1 Pengertian, Jenis, dan Fungsi Cairan Tubuh


2.1.1 Pengertian Cairan Tubuh
Cairan tubuh adalah air beserta unsur-unsur didalamnya diperlukan untuk
kesehatan sel. Cairan ini sebagian berada di luar sel (ekstraselular) dan yang
sebagian lagi berada di dalam sel (intraselular). Sel membangun tubuh secara
sederhana yang hidup dalam laut interna yang merupakan cairan ekstra sel (CES)
yang dibungkus oleh kulit tubuh. Dari cairan ini sel menerima oksigen dan bahan
makanan, ke dalam cairan ini juga sel mengeluarkan sampah metabolisme. Cairan
ekstrasel bergerak secara tidak tetap di seluruh tubuh dan cepat bercampur dengan
sirkulasi darah, difusi darah dan cairan jaringan. Dalam cairan ekstrasel terdapat ion
dan zat gizi yang diperlukan oleh sel untuk pemeliharaan fungsi sel. Sel tubuh
hidup, tumbuh dan melakukan fungsi khusus selama terjadinya konsentrasi oksigen,
glukosa, berbagai ion asam amino, dan asam lemak yang sesuai dengan lingkungan
interna.
2.1.2 Jenis Cairan Tubuh
Berdasarkan letaknya, cairan tubuh dibagi menjadi dua, yaitu :
1. Cairan intraseluler (CIS): cairan dlm sel (60% air tubuh)
2. Cairan ekstraseluler (CES): cairan luar sel (40% air tubuh)
Ces dibagi menjadi:
a. Cairan interstisial (CIT): cairan disekitar sel (20% cairan ekstra seluler)
b. Cairan intravaskuler (CIV) : cairan dlm pembuluh darah (80% cairan
ektraseluler)
c. Cairan transeluler (CTS) : cairan yg terkandung di dlm rongga khusus
dari tubuh (jumlah kecil, sering diabaikan)
Di dalam tubuh manusia terdapat empat macam cairan, yaitu:
1. Cairan Empedu
Sifatnya panas kering yang berasal dari unsur api alami. Letaknya dalam
empedu manusia.
2. Cairan Darah

Sifatnya panas lembab yang berasal dari unsur udara alami. Letaknya dalam
hati manusia.
3. Cairan Lendir
Sifatnya dingin lembab yang berasal dari unsur air alami. Letaknya dalam
paru-paru.
4. Cairan Empedu Hitam
Sifatnya kering yang berasal dari unsur tanah alami. Letaknya dalam limpa
kecil (spleen)
2.1.3 Fungsi Cairan Tubuh
Cairan tubuh memiliki fungsi:
1. Mengatur suhu tubuh
Bila kekurangan air, suhu tubuh akan menjadi panas dan naik.
2. Melancarkan peredaran darah
Jika tubuh kita kurang cairan, maka darah akan mengental. Hal ini
disebabkan cairan dalam darah tersedot untuk kebutuhan dalam tubuh.
Proses tersebut akan berpengaruh pada kinerja otak dan jantung.
3. Membuang racun dan sisa makanan
Tersedianya cairan tubuh yang cukup dapat membantu mengeluarkan racun
dalam tubuh. Air membersihkan racun dalam tubuh melalui keringat, air
seni, dan pernafasan.
4. Kulit
Air sangat penting untuk mengatur struktur dan fungsi kulit. Kecukupan air
dalam tubuh berguna untuk menjaga kelembaban, kelembutan, dan
elastisitas kulit akibat pengaruh suhu udara dari luar tubuh.
5. Pencernaan
Peran air dalam proses pencernaan untuk mengangkut nutrisi dan oksigen
melalui darah untuk segera dikirim ke sel-sel tubuh. Konsumsi air yang
cukup akan membantu kerja sistem pencernaan di dalam usus besar karena
gerakan usus menjadi lebih lancar, sehingga feses pun keluar dengan lancar.
6. Pernafasan
Paru-paru memerlukan air untuk pernafasan karena paru-paru harus basah
dalam bekerja memasukkan oksigen ke sel tubuh dan memompa

karbondioksida keluar tubuh. Hal ini dapat dilihat apabila kita


menghembuskan nafas ke kaca, maka akan terlihat cairan berupa embun
dari nafas yang dihembuskan pada kaca.
7. Sendi dan otot
Cairan tubuh melindungi dan melumasi gerakan pada sendi dan otot. Otot
tubuh akan mengempis apabila tubuh kekurangan cairan. Oleh sebab itu,
perlu minum air dengan cukup selama beraktivitas untuk meminimalisir
resiko kejang otot dan kelelahan.
8.

Pemulihan penyakit
Air mendukung proses pemulihan ketika sakit karena asupan air yang
memadai berfungsi untuk menggantikan cairan tubuh yang terbuang.

9.

Sarana untuk mengangkut zat-zat makanan ke sel-sel

10. Mengeluarkan buangan-buangan sel


11. Membentuk dalam metabolisme sel
12. Sebagai pelarut untuk elektrolit dan non elektrolit
13. Mempemudah eliminasi
14. Mengangkut zat-zat seperti (hormon, enzim, SDP, SDM)

2.2 Komposisi Cairan Intrasel dan Ekstrasel


2.2.1 Komposisi Cairan Intrasel
40% dari BB total adalah Cairan Intraseluler (CIS). Cairan Intraselular
adalah cairan yang terkandung di dalam sel. Pada orang dewasa kira-kira 2/3 dari
cairan tubuh adalah cairan intraselular, sama kira-kira 25 L pada rata-rata pria
dewasa (70 kg). Sebaliknya, hanya dari cairan tubuh bayi yang merupakan cairan
intraselular. Adapun komposisi dari cairan intraseluler yaitu akibat pompa Natriumkalium dependen ATP, konsentrasi ion natrium dan kalium Intraselular berlawanan
dengan yang ada dalam CES. Dalam CIS Ion kalium berkonsentrasi tinggi dan ion
natrium berkonsentrasi rendah. Konsentrasi protein dalam sel tinggi, yaitu sekitar
empat kali konsentrasi dalam plasma.
2.2.2 Komposisi Cairan Ekstrasel
20% dari BB total adalah CES. Cairan Ekstraselular adalah cairan diluar
sel. Ukuran relatif dari (CES) dapat menurun seiring dengan bertambahnya usia.

Pada bayi baru lahir, kira-kir cairan tubuh terkandung didalam cairan
ekstraselular (CES). Setelah ber usia 1 tahun, volume relatif dari (CES) menurun
sampai kira-kira 1/3 dari volume total. Ini hampir sebanding dengan 15 L dalam
rata-rata pria dewasa (70 kg). CES dibagi menjadi:
a. Cairan interstisial (CIT) adalah cairan disekitar sel, pada orang dewasa volume
cairan interstisial kira-kira 8L Cairan limfe termasuk dalam volume interstisial.
Volume Relatif (CIT) bergantung dengan ukuran tubuh, pada bayi baru lahir
volume cairan interstisial kira-kira 2 kali lebih besar dibanding orang dewasa.
b. Cairan intravaskular (CIV) adalah cairan yang terkandung di dalam pembuluh
darah. Volume relatif dari (CIV) sama pada orang dewasa dan anak-anak. Rata-rata
volume darah orang dewasa kira-kira 5-6 L (8% dari BB).3 L (60%) dari jumlah
tersebut adalah PLASMA. Sisanya 2-3 L (40%) terdiri dari sel darah merah (SDM,
atau eritrosit) yang mentranspor oksigen dan bekerja sebagai bufer tubuh yang
penting; sel darah putih (SDP, atau leukosit); dan trombosit. Tapi nilai tersebut
diatas dapat bervariasi pada orang yang berbeda-beda, bergantung pada jenis
kelamin, berat badan dan faktor-faktor lain. Adapun fungsi dari darah adalah
mencakup :
1. pengiriman nutrien (mis ; glokusa dan oksigen) ke jaringan.
2. transpor produk sisa ke ginjal dan paru-paru.
3. pengiriman antibodi dan SDP ke tempat infeksi.
4. transpor hormon ke tempat aksinya.
5. sirkulasi panas tubuh.
c. Cairan Transelular (CTS) adalah cairan yang terkandung didalam rongga khusus
dari tubuh. Contoh (CTS) meliputi cairan serebrospinal, perikardial, pleural,
sinovial, dan cairan intraokular serta sekresi lambung. Pada waktu tertentu volume
(CTS) dapat mendekati jumlah 1 L. Namun, sejumlah besar cairan dapat saja
bergerak kedalam dan keluar ruang transelular setiap harinya. Sebagai contoh,
saluran gastro-intestinal (GI) secara normal mensekresi dan mereabsorbsi sampai 68 L per-hari.
Adapun komposisi dari cairan ekstraseluler yaitu, Plasma darah dan cairan
interstisial memiliki isi yang sama yaitu ion Natrium dan klorida serta ion
bikarbonat dalam jumlah besar, tetapi sedikit ion kalium, kalsium, magnesium,

fosfat, sulfat dan asam organik. Perbedaanya adalah dalam hal protein; plasma
mengandung lebih banyak protein dan cairan interstisial mengandung sangat sedikit
protein.

2.3 Pengertian dan Peranan Tekanan Hidrostatik dan Tekanan Osmotik


2.3.1 Pengertian dan Peranan Tekanan Hidrostatik.
Tekanan hidrostatik, merupakan daya yang dikeluarkan oleh cairan yang
ditekan terhadap dinding. Di kapiler, tekanan hidrostatik sama dengan tekanan
darah kapiler. Tekanan hidrostatik kapiler (HPc) cenderung mendorong cairan
keluar dinding kapiler. Tekanan hidrostatik lebih tinggi di ujung kapiler arteri
dibandingkan diujung vena kapiler. Tekanan hidrostatik insterstitial tidak
ditemukan karena cairan interstitial secara terus menerus dikeringkan oleh
pembuluh limfe. Sehingga tekanan hidrostatik yang ditemukan adalah sama dengan
tekanan darah kapiler. Tekanan hidrostatik dalam sel disebut tekanan turgor.
Tekanan turgor yang berkembang melawan dinding sebagai hasil masuknya air ke
dalam vakuola sel disebut potensial tekanan. Tekanan turgor penting bagi sel
karena dapat menyebabkan sel dan jaringan yang disusunnya menjadi kaku.
Potensial air suatu sel tumbuhan secara esensial merupakan kombinasi potensial
osmotik dengan potensial tekanannya. Jika dua sel yang bersebelahan mempunyai
potensial air yang berbeda, maka air akan bergerak dari sel yang mempunyai
potensial air tinggi menuju ke sel yang mempunyai potensial air rendah.
Adapun peranan dari tekanan hidrostatik, antara lain : Perpindahan cairan
diantara kapiler dan cairan interstisial. Pada ujung arteri kapiler tekanan hidrostatik
darah (mendorong cairan keluar) melebihi tekanan osmotik koloid (menahan cairan
tetap di dalam) sehingga mengakibatkan perpindahan dari bagian intravaskuler ke
interstisial. Pada ujung vena kapiler, cairan berpindah dari ruang interstisial ke
ruang intravaskuler karena tekanan osmotik koloid melebihi tekan hidrostatik.
Proses ini melepaskan O2 dan nutrisi ke sel, mengangkut CO2 dan produk sisa.
2.3.2 Pengertian dan Peranan Tekanan Osmotik
Tekanan Osmotik merupakan tekanan yang hanya ditimbulkan oleh zat-zat
yang tidak dapat melalui pori-pori suatu membran semi permiabel atau besarnya
tekanan yang dibutuhkan untuk menghentikan osmosis.

Jika dua buah larutan yang dipisahkan oleh membran semipermeabel


memiliki tekanan osmotik sama, kedua larutan tersebut isotonik satu dengan yang
lainnya. Jika salah satu larutan memiliki tekanan osmotik lebih besar dari larutan
yang lain, larutan tersebut dinamakan hipertonik. Jika larutan memiliki tekanan
osmotik lebih kecil daripada larutan yang lain, larutan tersebut dinamakan
hipotonik. Tekanan osmosik memainkan peranan penting dalam sistem hidup.
Misalnya, dinding sel darah merah berfungsi sebagai membran semipermeabel
terhadap pelarut sel darah merah. Penempatan sel darah merah dalam larutan yang
hipertonik relatif terhadap cairan dalam sel menyebabkan cairan sel keluar sehingga
mengakibatkan

sel

mengerut.

Proses

pengerutan

sel

seperti

ini

disebut krenasi. Penempatan sel darah dalam larutan yang hipotonik relatif terhadap
cairan dalam sel menyebabkan cairan masuk ke dalam sel sehingga sel darah merah
akan pecah. Proses ini dinamakan hemolisis. Seseorang yang membutuhkan
pengganti cairan tubuh, baik melalui infus maupun meminum cairan pengganti ion
tubuh harus memperhatikan konsentrasi cairan infus atau minuman. Konsentrasi
cairan infus atau minuman harus isotonik dengan cairan dalam tubuh untuk
mencegah terjadi krenasi atau hemolisis.
Adapun peranan dari tekanan osmotik, yaitu : Perpindahan air antara CES
dan CIS ditentukan oleh kekuatan osmotik. NaCl pada CES dan Kalium pada CIS
adalah zat terlarut nonpenetratif, yang berperan dalam menentukan konsentrasi air
pada kedua sisi membran (Beberapa ion Na+ bocor masuk ke dalam sel dan ion K+
bocor ke luar sel, tapi pompa Na-K mengembalikan ke bagian yang seharusnya shg
disebut memiliki efek nonpenetratif.
Dalam kehidupan sehari-hari dapat ditemukan peranan dari tekanan
osmotik, yaitu:
1. Mesin Cuci Darah Pasien penderita gagal ginjal harus menjalani terapi cuci
darah. Terapi menggunakan metode dialisis, yaitu proses perpindahan molekul
kecil-kecil seperti urea melalui membran semipermeabel dan masuk ke cairan lain,
kemudian dibuang. Membran tak dapat ditembus oleh molekul besar seperti protein
sehingga akan tetap berada di dalam darah.
2. Pengawetan Makanan

Sebelum teknik pendinginan untuk mengawetkan makanan ditemukan, garam dapur


digunakan untuk mengawetkan makanan. Garam dapat membunuh mikroba
penyebab makanan busuk yang berada di permukaan makanan.
3. Membasmi Lintah
Garam dapur dapat membasmi hewan lunak, seperti lintah. Hal ini karena garam
yang ditaburkan pada permukaan tubuh lintah mampu menyerap air yang ada dalam
tubuh sehingga lintah akan kekurangan air dalam tubuhnya.
4. Penyerapan Air oleh Akar Tanaman
Tanaman membutuhkan air dari dalam tanah. Air tersebut diserap oleh tanaman
melalui akar. Tanaman mengandung zat-zat terlarut sehingga konsentrasinya lebih
tinggi daripada air di sekitar tanaman sehingga air dalam tanah dapat diserap oleh
tanaman.
5. Desalinasi Air Laut Melalui Osmosis Balik
Osmosis balik adalah perembesan pelarut dari larutan ke pelarut, atau dari larutan
yang lebih pekat ke larutan yang lebih encer. Osmosis balik terjadi jika kepada
larutan diberikan tekanan yang lebih besar dari tekanan osmotiknya. Osmosis balik
digunakan untuk membuat air murni dari air laut. Dengan memberi tekanan pada
permukaan air laut yang lebih besar daripada tekanan osmotiknya, air dipaksa untuk
merembes dari air asin ke dalam air murni melalui selaput yang permeabel untuk
air tetapi tidak untuk ion-ion dalam air laut. Tanpa tekanan yang cukup besar, air
secara spontan akan merembes dari air murni ke dalam air asin. Penggunaan lain
dari osmosis balik yaitu untuk memisahkan zat-zat beracun dalam air limbah
sebelum dilepas ke lingkungan bebas.
2.4 Faktor-faktor yang Mempengaruhi Tekanan Hidrostatik dan Tekanan
Osmotik
Berikut faktor-faktor yang mempengaruhi tekanan hidrostatik dan osmotik :
1. Membran
Setiap kompartemen cairan dipisahkan oleh membran semi permeabel:
a. Membran sel: memisahkan CIS dari CIT dan terdiri atas lipid dan protein
b. Membran kapiler: memisahkan CIV dari CIT.
2. Proses transpor :

a) Difusi adalah perpindahan partikel dlm segala arah melalui larutan atau
gas. Partikel bergerak dari area dg konsentrasi tinggi ke area
konsentrasi rendah.
b) Transpor aktif adalah perpindahan zat terlarut melewati membran sel yg
melawan perbedaan konsentrasi dan/atau muatan listrik (memerlukan
energi), contoh pompa Na-K.
c) Filtrasi : Gerakan air dan zat terlarut dari area dg tekanan hidrostaik
tinggi ke area dg tekanan hidrostaik rendah
d) Osmosis : Gerakan air melewati membran semipermeabel dari area dg
konsentrasi rendah ke konsentrasi lebih tinggi.
3. Konsentrasi cairan tubuh
Perubahan pada konsentrasi cairan tubuh mempengaruhi gerakan air
diantara kompartemen cairan melalui osmosis.
Osmolalitas

menunjukan

konsentrasi

osmotik

larutan.

Besarannya

dinyatakan dalam mOsm/kg. Osmolalitas plasma normalnya 287 mOsm/kg


(isoosmotik atau isotonik).

2.5 Kelebihan dan kekurangan cairan tubuh


2.5.1 Akibat dari kekurangan cairan tubuh
Kekurangan air dalam tubuh disebut Dehidrasi, yang akan mengakibatkan
kesehatan tubuh terganggu sehingga tidak hanya menimbulkan dehidrasi, tetapi
juga hipovolemia.
Kekurangan volume cairan terjadi saat air dan elektrolit yang hilang berada di
dalam proporsi isotonik (dalam jumlah yang sama). Kadar elektrolit dalam serum
tetap tidak berubah, kecuali jika terjadi ketidakseimbangan lain. Akibat
hipovolemia tersebut bisa bervariasi. Untuk yang ringan, Anda akan merasa lemah,
cepat lelah dan haus. Gangguan itu bisa berlanjut menjadi kram otot dan hipotensi
ortostatik, yaitu pandangan menjadi gelap ketika berdiri dalam waktu lama.
Sedangkan pada tingkat yang lebih berat, hipovolemia dengan tingkat kekurangan

cairan hampir 6% ke atas dapat menyebabkan otot melemah, bicara tidak lancar,
bibir menjadi biru, bahkan syok.

2.5.2 Akibat kelebihan cairan tubuh


Kelebihan cairan tubuh disebut Overhidrasi.
Pada overhidrasi, kelebihan cairan ditemukan baik di dalam maupun di sekitar sel
dan biasanya tidak menyebabkan timbulnya tanda-tanda pengumpulan cairan. Pada
kelebihan volume darah, tubuh juga memiliki terlalu banyak natrium, sehingga
tidak dapat memindahkan air kedalam cadangan di dalam sel.

Pada kelebihan volume darah (misalnya gagal jantung dan sirosis hati), cairan
terkumpul di sekitar sel-sel di dada, perut dan tungkai bawah. Membedakan
overhidrasi dan volume darah yang berlebihan seringkali sulit dilakukan, karena
overhidrasi bisa terjadi sendiri atau bersamaan dengan kelebihan volume darah.

BAB III
PENUTUP
3.1 Kesimpulan
Berdasar pembahasan dalam Bab II, dapat diperoleh kesimpulan sebagai
berikut:
1.

Cairan tubuh merupakan air beserta unsur-unsur didalamnya diperlukan


untuk kesehatan sel. Di dalam tubuh manusia terdapat empat macam
cairan tubuh, yaitu: cairan empedu, cairan darah, cairan lender, cairan
empedu hitam. Fungsi dari cairan tubuh ini adalah mengatur suhu
tubuh, melancarkan peredaran darah, membuang racun dan sisa
makanan, pemulihan penyakit, sarana untuk mengangkut zat-zat
makanan ke sel-sel, mengeluarkan buangan-buangan sel, membentuk
dalam metabolisme sel, sebagai pelarut untuk elektrolit dan non
elektrolit, mempemudah eliminasi, mengangkut zat-zat seperti (hormon,
enzim, SDP, SDM).

2.

Komposisi dari cairan intraseluler yaitu akibat pompa Natrium-kalium


dependen ATP, konsentrasi ion natrium dan kalium Intraselular
berlawanan dengan yang ada dalam CES. Sedangkan komposisi dari
cairan ekstraseluler adalah plasma darah dan cairan interstisial memiliki
isi yang sama yaitu ion Natrium dan klorida serta ion bikarbonat dalam
jumlah besar, tetapi sedikit ion kalium, kalsium, magnesium, fosfat,
sulfat dan asam organik.

3.

Tekanan hidrostatik merupakan daya yang dikeluarkan oleh cairan yang


ditekan terhadap dinding. Tekanan hidrostatik dalam sel disebut
tekanan turgor yang berperan sangat penting bagi tubuh manusia.
Sedangkan Tekanan Osmotik merupakan tekanan yang hanya
ditimbulkan oleh zat-zat yang tidak dapat melalui pori-pori suatu
membran semi permiabel atau besarnya tekanan yang dibutuhkan untuk
menghentikan osmosis yang banyak mempunyai peranan dalam bidang
kedokteran.

DAFTAR PUSTAKA
Guyton, Arthur

C. 1990. Buku Ajar Fisiologi Kedokteran. Jakarta: Buku

Kedokteran EGC
Malik, Al. 2008. Pengertian dan Devinisi Tekanan Hidrostatik. Tersedia pada:
Mil, Athe. 2010. Gangguan Keseimbangan CEU dan CIV. Tersedia pada:
http://athemil.blogspot.com/2010/03/gangguan-keseimbangan-cev-dan-civ.html.
Diakses pada tanggal: 6 September 2013
Rahayu,

Fitri.

2012.

Tekanan

Osmotik.

Tersedia

pada:

http://fitri.blogspot.com/2012/tekanan-osmotik.html. Diakses pada tanggal: 6


September 2013
Tamu. 2008. Fungsi Cairan Tubuh Manusia, Gejala Dehidrasi Dan Cara
Mengatasi Kehilangan Cairan Tubuh. Tersedia pada: http://fungsi-cairan-tubuhmanusia-gejala-dehidrasi-dan-cara-mengtasi-kehilangan-cairan-tubuh.html. Diakses
pada tanggal: 6 September 2013