Anda di halaman 1dari 11

BERAT JENIS DAN oAPI GRAVITY

A. Tujuan Percobaan
Setelah melakukan percobaan ini mahasiswa mampu:
1. Menjelaskan pengertian dan peranan berat jenis dan oAPI Gravity solar dan
minyak tanah.
2. Menentukan berat jenis dan oAPI Gravity yang dimiliki oleh solar dan minyak
tanah.

B. Bahan dan Alat


1. Alat yang digunakan :
-

Piknometer

Neraca Analitik

Pipet ukur

2. Bahan yang digunakan :


-

Solar

Kerosine

C. Dasar Teori
1. Derajat Api (oApi Gravity) dan Berat Jenis (Density)
Specific Gravity (SG) didefinisikan sebagai perbandingan antara densitas
minyak dengan densitas air yang diukur pada tekanan dan temperatur standar (60
F dan 14,7 psia). Berat jenis adalah konstanta/ tetapan bahan tergantung pada
suhu untuk tubuh padat, cair, dan bentuk gas yang homogen.
Hubungan antara API dengan Spesific Gravity (SG) adalah

Sedangkan penulisan SG adalah

Kualitas dari minyak (minyak berat maupun minyak ringan) ditentukan


salah satunya oleh specific gravity. Temperatur minyak mentah juga dapat

mempengaruhi viskositas atau kekentalan minyak tersebut. Hal ini yang dijadikan
dasar perlunya diadakan koreksi terhadap temperatur standar 60 F.
Dikenal beberapa alat yang dapat digunakan untuk menentukan berat
jenis, yaitu areometer, piknometer, neraca whestphaal. Untuk pekerjaan secara
rutin dalam suatu laboratorium terdapat peralatan elektronik untuk menentukan
berat jenis. Sedangkan untuk menentukan Spesific Gravity gas, alat yang
digunakan adalah effusiometer, dengan memasukkan gas kedalam alat tersebut
dan menghitung waktunya saat menekan air keluar dalam alat tersebut setelah
sampai batas yang ditentukan, gas dihentikan sedangkan perhitungan waktunya
juga dilakukan untuk kembalinya air didalam alat tersebut.
Kemudian melihat temperatur yang tertera di termometer. Untuk waktu
yang tercatat T1 dan T2 dimasukkan rumus T1 / T2 = T ( true ) dan temperatur
API. Kemudian mengkoreksi hingga menemukan SG-nya. Penentuan SG gas
sangat diperlukan mengingat gas yang terkandung dalam minyak berbeda-beda.
Gas yang terkandung dalam minyak tersebut dapat mempengaruhi harga minyak
tersebut.
Harga

API untuk berat jenis minyak mentah (crude oil) antara lain :

Minyak berat

= 10 20

Minyak sedang

= 20 30

API

Minyak ringan

= > 30

API

API

Specific Gravity dari minyak bumi adalah perbandingan antara berat yang
diberikan oleh minyak bumi tersebut pada volume tertentu dengan berat air suling
pada volume tertentu, dengan berat air suling pada volume yang sama dan diukur
pada temperatur 60 0F. Sedangkan 0API (American Petroleoum Institute) gravity
minyak bumi menunjukkan kualitas minyak bumi tersebut berdasarkan standar
dari Amerika. Makin kecil berat jenis (SG) atau makin besar 0API-nya akan
sedikit mengandung lilin atau residu aspal, atau paraffin yang berarti makin
berharga minyak bumi itu karena lebih banyak mengandung bensin. Namun
dewasa ini minyak berat dapat dibuat fraksi bensin lebih banyak dengan
menggunakan metode

Cracking dalam penyulingan, namun

proses ini

memerlukan banyak biaya. Tinggi rendahnya berat jenis minyak bumi juga
berpengaruh pada viskositasnya. Pada umumnya semakin tinggi derajat API atau
makin ringan minyak bumi tersebut, makin kecil viskositasnya. Tinggi rendahnya

derajat API juga berpengaruh pada titik didih minyak bumi, kalau API Gravity
minyak bumi rendah, maka titik didihnya tinggi. Demikian sebaliknya kalau
derajat APInya tinggi, maka titik didihnya rendah, dan juga lebih mudah terbakar
atau mempunyai titik nyala yang lebih rendah daripada yang derajat APInya
rendah. Ternyata terdapat hubungan antara berat jenis dengan nilai kalori minyak
bumi, pada umumnya minyak bumi dengan API tinggi menghasilkan kalori yang
lebih kecil daripada minyak bumi dengan API lebih rendah.

2. Piknometer
Berat jenis suatu zat dapat dihitung yaitu mengukur secara langsung berat
zat dalam piknometer (dengan menimbang) dan volume zat (ditentukan dengan
piknometer). Prinsip metode ini didasarkan atas penentuan massa cairan dan
penentuan rungan yang ditempati cairan ini. Ruang piknometer dilakukan dengan
menimbang air. Ketelitian metode piknometer akan bertambah sampai suatu
optimum tertentu dengan bertambahnya volume piknometer. Optimum ini terletak
sekitar isi ruang 30 ml. Ada dua tipe piknometer, yaitu tipe botol dengan tipe
pipet.

3. Hidrometer
Hidrometer adalah suatu alat terbuat dari kaca yang berguna untuk
mengukur density. Terdapat banyak jenis hidrometer seperti untuk mengukur
berat jenis air, berat jenis minyak dan berat jenis larutan lainnya. Tetapi ada juga
hidrometer yang digunakan untuk mengukur kadar suatu zat.

4. Solar
Solar adalah salah satu produk dari minyak bumi yang mempunyai titik
didih antara 250oC sampai dengan 350oC. Solar digunakan sebagai bahan
bakar mesin diesel.

Kualitas solar sebagai bahan bakar motor diesel putaran

tinggi sangat menetukan kelancaran operasi, cara kerja, usia motor, dan
kebersihan sisa pembuangan dari motor diesel.
Bahan bakar diesel mempunyai sifat utama , yaitu :
Tidak berwarna atau sedikit kekuning-kuningan dan berbau.
Encer dan tidak menguap dibawah temperatur normal.

Mempunyai titik nyala tinggi (40 oC - 100 oC).


Mempunyai berat jenis 0,82-0,86 g/cm3 .
Menimbulkan panas yang besar (sekitar 10.500 kcal/kg).
Mempunyai kandungan sulfur lebih besar dibanding bensin.
Memiliki rantai Hidrokarbon C14 s/d C18.

5. Avtur
Avgas (Aviation Gasoline) merupakan bahan bakar minyak jenis khusus
yang didesain untuk pesawat terbang dan mobil balap. Klasifikasi pesawat terbang
yang menggunakan bahan bakar avgas ini khususnya pesawat terbang yang
memiliki piston atau mesin wankle. Sementara pesawat terbang dengan mesin
turbin biasanya menggunakan avtur (fraksi kerosine).
Komponen utama avgas adalah alkylate yang pada dasarnya merupakan
campuran dari berbagai isooctane dan beberapa hasil distilasi minyak bumi yang
berupa reformate. Avgas memiliki density sebesar 6.02 lb/ US gal pada 15 C ,
atau setara dengan 0.721 kg/l. Density tersebut digunakan untuk perhitungan berat
dan keseimbangan. Density meningkat menjadi 6.40 lb/US galon pada -40 C,

dan menurun dengan sekitar 0,5% per 5 C (9 F) kenaikan suhu. Avgas


mempunyai koefisien emisi dari 18.355 lb CO2 per US galon (2,1994 kg / L) atau
sekitar 3,05 satuan berat CO2 yang dihasilkan per satuan berat bahan bakar yang
digunakan. Avgas memiliki lebih rendah dan lebih seragam tekanan uap dari
bensin otomotif, yang menyimpannya dalam keadaan cair pada ketinggian tinggi,
mencegah terjadinya vapor lock.

6. Bensin
Bensin mengandung hydrocarbon hasil sulingan dari produksi minyak
mentah. Bensin mengandung gas yang mudah terbakar, pada umumnya bahan
bakar ini digunakaan untuk mesin dengan pengapian busi. Sifat yang dimiliki
bensin sebagai berikut:
Mudah menguap pada temperatur normal
Tidak berwarna, tembus pandang dan berbau
Mempunyai titik nyala rendah (-10 sampai -15C)
Mempunyai berat jenis yang rendah (0,60-0,78)
Dapat melarutkan oli dan karet
Menghasilkan jumlah panas yang besar (9,500-10,500 kcal/kg)
Sedikit meninggalkan karbon setelah dibakar

7. KEROSENE
Minyak tanah (minyak gas; bahasa Inggris: kerosene atau paraffin)
adalah cairan hidrokarbon yang tak berwarna dan mudah terbakar. Kerosene
diperoleh dengan cara distilasi fraksional dari petroleum pada 150 C dan 275 C
(rantai karbon dari C12 sampai C15). Sebelumnya kerosene banyak digunakan
sebagai minyak tanah tetapi sekarang utamanya digunakan sebagai bahan bakar
mesin jet (lebih teknikal Avtur, Jet-A, Jet-B, JP-4 atau JP-8). Sebuah bentuk dari
minyak tanah dikenal sebagai RP-1 dibakar dengan oksigen cair sebagai bahan
bakar roket. Nama kerosene diturunkan dari bahasa Yunani keros (,
malam).

D. Data Pengamatan
Parameter

Piknometer
Isi Air
Isi Solar
55,4
51,5

Kosong
30,8

Massa (gram)

E. Perhitungan
1. Perhitungan densitas secara teori
(

Isi Kerosene
50,7

2. Perhitungan 0API secara praktek

3. Perhitungan 0API secara teori


(

(
(

)
)

4. Perhitungan persen kesalahan densitas

5. Perhitungan persen kesalahan 0API Gravity

F. Analisa Percobaan
Pada percobaan kali ini dilakukan penentuan densitas solar dan kerosene
kemudian penentuan 0API dari kedua bahan bakar tersebut. Tujuan dari percobaan ini
adalah menjelaskan pengertian dan peranan berat jenis dan 0API pada solar dan
kerosene setiap saluran volume. Semakin tinggi massa jenis suatu benda, maka
semakin semakin besar pula massa persatuan volume zat/benda tersebut. Seperti
pengertian dari massa jenis itu, yaitu pengukuran massa bahan setiap satuan volume.
Sedangkan 0API adalah satuan yang digunakan untuk menyatakan berat jenis minyak
dan digunakan sebagai dasar klasifikasi minyak bumi yang paling sederhana. Berat
jenis pada solar dan kerosene memiliki peranan sebagai penentu fraksi dalam minyak
bumi. Berat jenis pada fraksi minyak bumi dapat digunakan sebagai penentu jumlah
ikatan korban dalam fraksi tersebut. Oleh karena semakin tinggi berat jenis maka
semakin panjang rantai karbon dan menunjukkan apakah termasuk fraksi berat
ataukah fraksi ringan. Derajat API memiliki peranan menunjukkan indikasi mutu
minyak. Semakin tinggi 0API dan semakin rendah berat jenisnya maka minyak
tersebut semakin berharga karena banyak mengandung bensin. Sebaliknya semakin
rendah

API maka mutu minyak semakin rendah, dikernakan lebih banyak

mengandung lilin.
Pada praktikum kali ini dilakukan penentuan densitas dengan menggunakan
piknometer. Penentuan densitas dengan menggunakan piknometer ini dilakukan
dengan cara menimbang bobot piknometer yang berisi sampel dikurangi dengan bobot
piknometer kosong. Penentuan densitas dengan piknometer ini dilakukan juga
menimbang air. Penimbang air pada piknometer ini bertujuan untuk menentukan

volume piknometer dengan cara membagikan massa sampel terhadap volume


piknometer. Dalam penentuan densitas dengan piknometer ini sebelum ditimbang,
piknometernya dibersihkan dan bilas dengan air untuk menghilangkan sisa-sisa
praktikum sebelumnya dan juga kotoran agar tidak mengganggu hasil penimbangan.
Volume piknometer tersebut didapatkan dari kalibrasi dengan menggunakan fluida
cair, air ini diguanakan karena air merupakan fluida yang mudah dibandingkan
dengan fluida lain. Selain itu, air dipilih karena air merupakan fluida newtonion diama
data viskositasnya tidak berubah ketika terdapat gaya lain yang berkerja pada fluida.
Air juga fluida yang mudah disemui dalam keadaan murni, stabil dan memiliki sifat
yang tidak mudah menguap pada suhu kamar juga relatif stabil karena titik didihnya
yang tinggi.
Dari hasil perhitungan didapatkan berat jenis kerosene 0,80894 gr/mL dan
solar 0,84146 gr/mL. 0API solar 36,6601 dan 0API kerosene 43,4203. Berat jenis
secara praktek lebih kecil dari pada densitas teori hal ini dikeranakan tidak stabilnya
pembersihan piknometer karena penghilangan air memperhatikan temperatur.
Seharusnya penimbangan dilakukan pada suhu 200C. Suhu diperhatikan pada suhu
tersebut sehingga sebanding dengan densitas air yang digunakan untuk menentukan
volume piknometer.
Nilai berat jenis berbanding terbalik dengan nilai 0API, semakin besar berat
jenis maka semakin renda 0API nya dan semakin kecil berat jenis maka semakin
tinggi 0API. 0API ini berpengaruh pada titik didih dan titik nyala karena semakin
besar 0API maka semakin tinggi titik didih dan titik nyalanya. Selain itu, terdapat
hubungan berat jenis dan nilai kalori minyak bumi. Semakin tinggi

API

menghasilkan kalori yang lebih kecil dibandingkan nilai kalori yang lebih kecil dari
pada minyak bumi dengan0API yang rendah.

G. Kesimpulan
Daari praktikum yang telah dilakukan, dapat disimpulkan bahwa :
1. Berat jenis dan 0API Gravity menyatakan densitas atau berat jenis persatuan
volume suatu zat.
2. Makin tinggi 0API atau makin rendah berat jenis maka minyak tersebut makin
berharga, sebaliknya makin rendah 0API maka mutu minyak makin rendah.

3. Faktor yang mempengaruhi berat jenis yaitu temperatur, massa zat, volume zat
dan kekentatalan (viskositas) suatu zat.
4. Hasil yang didapatkan secara praktek ;
solar

: 0,84146 gr/mL

kerosene

: 0,80894 gr/mL

API solar

: 36,6601

API kerosene

: 43,4203

Daftar Pustaka
Zurohaina. 2014. Penentun Praktikum Hidrokarbon. Palembang : Politeknik Negeri
Sriwijaya

Gambar Alat

Bola Karet

Piknomter

Neraca Analitik

Pipet Ukur