Anda di halaman 1dari 146

Putri Berdarah Ungu (The Half Blood Princess)

Apa artinya segala sesuatu jika kamu tak mendapatkan cinta ibumu?
Apa artinya segala sesuatu jika kamu tak tahu siapa jati dirimu?
Ini tentang Ghie ;tentang tangisnya,lukanya, deritanya, tentang kisah cinta
dan mungkinkah juga terdapat bahagia untuknya?

Citra Rizcha Maya

SATU
.dan pertanyaannya apa tujuanmu jadi siswi SMA?menjadi Prom Queen?memanjat
tangga sosial sekolah hingga menjadi seorang Queen Bee?aku rasa pikiran kalian tidak akan
sedangkal itu, aku tau setiap siswi yang berhasil terseleksi masuk ke SMA ini adalah mereka
yang datang dengan membawa cita-cita mulia, mereka yang bertekad mengukir prestasi, mereka
yang mempunyai loyalitas tinggi untuk melayani nama sekolah dengan segenap kemampuan dan
semangat mereka, mereka gadis-gadis hebat yang mempunyai harga diri tinggi, mereka gadis
yang merhargai hasil kerja keras Kartini, katakan selamat tinggal buat pikiran menjadi cewek
keren itu berarti kamu harus menjadi seorang putri plastik, kalian hidup di dunia nyata, kalian
tau siapa kalian, kalian bukanlah Barbie idiot yang tanpa otak, sudah saatnya untuk bangkit,
sudah saatnya untuk kita menjadi diri sendiri dan melawan streotif gender, jadi selamat datang
semuanyadan tepukan tangan membahana di seluruh ruangan, dengan senyum anggun dan
dagu terangkat aku meninggalkan podium.
Wow, pidato yang berapi-api Ghie komentar Dante sambil mengikuti langkahku gue
suka di bagian saatnya menjadi diri sendiri dan melawan stereotif genderaku melirik dengan
malas ke tampang jail menyebalkannya, dia adalah rivalku di pemilihan OSIS nanti. Cuma yang
gue heran sebenarnya apa yang loe omongin di depan sana? pidato penyambutan siswa baru dan
sekalian penarikan massa untuk mendukung loe jadi ketua OSIS nanti? Atau itu adalah pidato
dari ketua feminis radikal?aku melangkah cepat dan Dante juga melebarkan langkah kakinya
yang panjang Ghieloe punya kans gede buat jadi ketua OSIS, di banding calon lainnya,
termasuk gue, cewek-cewek tentunya terpesona dengan pidato loe, dan loe role mode yang baik
buat mereka, cantik, pinter, berprestasi itu keunggulan yang loe punya, yang gue nggak suka
adalah kenapa loe ngambil kesempatan saat cowok-cowok pergi jumaatan loe malah nyuci otak
cewek-cewek itu dengan membahas stereotif gender, itu sama aja kayak mendoktrin cewekcewek buat jadi ratu kutub anti cowok, hey apa jadinya kalo cewek-cewek itu kayak loe semua
yang nggak bisa menikmati cinta SMA yang menyenangkan
apa yang loe lakuin saat cowok-cowok lain jumaatan? nguping pidato gue? btw loe
lagi mens ya? Calon ketua OSIS bolos jumaatan, menariksindirku pedas dan meninggalkannya
yang kehilangan kata.

***
Aku bergabung di kantin dengan dayang-dayangku Eve dan Niken, dan langsung
menyantap makan siangku, aku sangat lapar.
Nasi Cap Cay seperti pesenan loe kan?Tanya Niken
Yups, thanks Nik ini favorit
Gue suka pidato loekomen Eve
Tapi Dante nggak suka aku menyudahi makanku di suapan ke limaku gue licik karena
mendoktrin cewek untuk membenci cowok atau itu yang dtangkap oleh otak tololnya
Sampe kapan sih Loe dan dia musuhan? Ghie, open your eyes, Dante suka sama loe!
Aku mengabaikan analisis Eve yang sok tau dengan sibuk minum lemon tea dan
mengambil sepotong kiwi, dari mangkuk salad Niken.
Dante cowok favorit cewek-cewek satu sekolahan
Tapi itu nggak termasuk gue potongku cepat
Kapten Tim Basket, dia kayak Troy Bolton di dunia nyata
Gue lebih suka cowok punya otak daripada yang cuma punya otot
Aku bangkit dari bangku kantin menuju toilet, menarik nafas panjang sebelum akhirnya
memasukan jari tengahku ke tenggorokan, memancing perutku untuk memuntahakan nasi cap
cay, kiwi dan lemon tea ke wastafel, rasanya selalu menyiksa tapi itu melegakanku, shit! Seorang
cewek, anak kelas sepuluh baru dan kepangan konyolnya sepertinya melihat apa yang kulakukan,
kubuka keran, berkumur, menarik tissue, menarik nafas, dan membalikan badan, memberikan
senyum termanisku.
Gue keselek
Si cewek kelas sepuluh dengan kepangan konyolnya menyodorkan air mineral ke arahku
Belom saya minum kok kak

Thanks

DUA
Aku benci pulang ke rumah dan melihat pemandangan yang membuatku marah, aku tak
tau sejak kapan aku mulai marah, karena sepertinya itu sudah lama sekali. Seorang pria, keluar
dari kamar mamaku dengan senyum memuakannya menyapaku yang tak pernah balas menyapa,
malah masuk kamar dan membanting pintu dengan keras, aku menangis, selalu seperti itu.
Aku benci pria itu, aku benci mamaku, dan aku benci diriku sendiri yang tak bisa
menerima kenyataan. Seharusnya aku terbiasa, tapi yang kutau ternyata aku takkan pernah bisa.
Sejak dulu pertanyaan-pertanyaan bodoh ini meneror otakku
Siapa pria itu?
Apa yang dilakukannya dengan mama?
Apa dia papaku?
Kalau dia papaku, kenapa dia tak mengatakannya, kenapa dia hanya melemparkan
senyum tanpa pernah berbagi sepatah kata.
Kenapa mama hanya mengurung diri di kamarnya?
Kenapa ia tak pernah mau melihat mukaku?menatap mataku?
Kenapa ia tak pernah memberikan ciuman selamat pagi atau menyelimutiku di malam
hari?
Kenapa mama tak pernah menjadi ibu bagiku?
Kenapa mama tak pernah mencintaiku?
Aku selalu berusaha menjadi sosok anak sempurna, aku menciptakan prestasi yang
membanggakan, aku menjadi anak manis, tapi itu takkan pernah membuatnya mencintaiku, dia

memberikan segala sesuatu, barang-barang mahal, segala fasilitas mewah, kehidupanku seperti
seorang putri, tapi apa gunanya bila ia mencintaiku?
Aku sampai pada suatu kesimpulan bahwa aku anak yang tak diinginkan, mamaku bukan
perempuan baik, dia perempuan simpanan pria kaya, dia nggak lebih dari seorang munafik
matrealistis memuakan, dia menjijikan, aku membencinya, dia memberiku makanan haram yang
didapat dari menjual pesona dan kecantikannya, itu sebabnya aku selalu memuntahkan
semuanya.
Mungkin semuanya adalah kesalahanku, dia takkan bisa mencintaiku karena aku tak
berusaha begitu keras untuk membuat dia mencintaiku, kadang aku sangat membenci diriku yang
sangat payah, kuambil pisau disisi mangkuk buah, kusayat telapak kakiku, membentuk pusaran,
ada rasa sakit tak tertahan yang anehnya sangat menyenangkan, kulihat wajahku di cermin, aku
begitu mirip mama, sangat, ada air mata di wajah itu tapi ada seringai jahat di bibirnya aku
seperti monster yang sangat cantik.
Lupakan semuanya!!!!!!!!!terdengar teriakan dari dalam kepalaku
Aku tau cara mengobati luka ini, dan luka hatiku, kulepas seragam sekolahku dan
menggantinya dengan dress favoritku, kukenakan ballet flats shoes, kusambar tas Hermes
baruku, saatnya menggesek kartu kreditku.Yeah aku adalah satu dari bagian 8% populasi dunia
pengidap shopaholic, well, bukankah belanja adalah terapi terbaik ketika sedang depresi??

Tiga
Bahkan dua pasang Manolo Blahnik, sebuah tas Birkin, dan tiga dress Nina Ricci, belum
bisa membuatku cukup bahagia dan melupakan kesedihanku. Rasanya aku ingin kembali ke saat
umurku 5 tahun, hanya dengan sepotong coklat dan kartun Disney aku bisa tertawa kembali. Aku
lupa kapan terakhir kali aku tertawa lepas, tertawa yang benar-benar tertawa, Aku memandang
sekitarku dan kulihat semua orang dengan wajah yang sedang tersenyum, berseri-seri, gembira,
bersuka cita, bersemangat, bahkan di depan mataku, Eve dan Niken sedang menertawakan entah
apa, dan sayangnya mereka bahkan tak bisa menularkan apa yang bisa membuat mereka tertawa
denga begitu mudahnya.
Hidupku seperti putaran kesedihan.Aku tau ini berlebihan, tapi apa gunanya kamu bisa
mendapatkan segala hal dengan mudah tapi apa yang kamu dapatkan itu tak bisa menjadikanmu
bahagia, apa aku terdengar seperti makhluk hina yang tak tak tau berterima kasih???
halobumi memanggil Brighietha Rara NanthanaEve menyadarkanku dari lamunan.
Lebih asyik berada di dalam dunia pribadi Ghie?Ejek Niken diiringi derai tawanya
yang renyah.
Bagaimana

caranya

loe

bisa

tertawa

segampang

itu?tanyaku

datar

tanpa

memandangnya, aku malah menatap ujung sepatuku.


Jawabannya sama kayak bagaimana bisa lo memasang tampang serius permanen di
wajah lo?
***

Sang Putri sudah pulang dengan membawa banyak tas belanjaan, sayang, kamu
bahkan belum membuka tas-tas belanjaanmu yang kemarin Nanny-ku serepot biasanya,

mempermasalahkan banyak hal. Mungkin karena dia di bayar untuk itu. Aku tak menjawabnya
lebih mudah untukku langsung menuju kamarku dan mengasihani diri sendiri.
Waktu kecil dulu, aku selalu bertanya, bagaimana seorang anak masuk ke dalam
sebuah keluarga, apa diantar oleh burung bango? Atau diletakkan begitu saja di depan pintu? itu
ketika aku belum belajar Biologi, Aku ingin bertanya tentang keluargaku, silsilahnya dan
darimana kami berasal, tapi pada siapa?aku tau aku punya seorang mama, tapi dia nggak lebih
dari wanita yang tinggal di kamar sebelah, kita tidak seperti sebuah keluarga walaupun aku tak
tau bagaimana rasanya punya keluarga, aku tak mengerti tentang banyak hal yang terjadi dalam
hidupku semuanya begitu aneh dan tak masuk akal.
Setiap pulang ke rumah aku selalu merasa begitu kesepian dan satu-satunya
tempatku berbicara adalah diriku sendiri yang berada di dalam cermin, aku tau ini aneh dan gila,
ketika aku butuh teman berbicara maka aku akan berdiri di depan cerminku
Mirror, mirror, on the wall,
Who in this land is fairest of all?

Bukan itu pertanyaannya!

Mirror, mirror, on the wall,


Hey, who am i?

, Di cermin aku memandang mata besarku, mata bulat berwarna coklat gelap dengan bulu
mata panjang, beberapa orang menganggap mataku menakutkan, mataku seolah-olah melotot,
memandang penuh kecurigaan dan tanpa rasa percaya, tapi ini tak seberapa bila di bandingkan
dengan mata Medusa atau Basiliks, mataku takkan merubah siapapun menjadi batu walau
kadang aku berharap begitu. hidungku seperti dipahat, bibirku tipis dan berwarna merah dengan
nuansa orange alami, kulitku kuning langsat bercahaya, Wajahku sangat cantik tapi muram aku
tau ini pasti karena aku tak pernah bahagia, kadang aku merasa ada kesombongan dan tinggi hati

yang tergambar jelas di wajahku mungkin karena tatapan mata dan daguku yang sering
terangkat, tapi Nanny-ku mengatakan itu sebagai ekspresi aristokrat, entahlah!
Hai Ghie, loe tau hari ini gue bte banget, bandot tua itu keluar dari kamar nyokap, gue
anaknya Ghie, dan nggak pernah sekalipun bisa nembus pintu itu, kadang gue berharap Ghie ada
bintang jatuh dan gue boleh minta apapun, loe tau Ghie apa yang bakal gue minta?nyokap gue
keluar dari kamar sialannya, datang, meluk gue, kita bicara kayak ibu dan anak, bukan kayak
sekarang gue cuma bisa liat dia dari teras kamarnya memandang kosong, dia nggak pernah
ngeliat guehmmmmmm yah.loe tau apa yang dibilangin Niken pas gue tanya bagaimana dia
bisa tertawa dengan gampang, dia malah jawab, jawabannya sama kayak bagaimana tampang
serius bisa nempel permanen di muka gue, dan gue tau jawabannya sekarang, gue tau kenapa gue
nggak bisa

tertawa dengan mudah semudah orang lain, karena nyokap gue nggak pernah

tertawa, dia selalu memasang ekspresi datar di wajahnya tanpa bicara seolah dia tuna wicara, gue
tau dia bisa ngomong, aku pernah dengar suaranya bicara dengan si nanny, suaranya seperti
bisikan, agak ngeri dengernya, sebenarnya apa sih masalah nyokap gue? Dia cuma nggak suka
punya anak kayak gue?? Atau apa???????????hal ini bikin gue frustasi, ini bukan sebuah
keluarga, bagaimanapun miripnya gue ma nyokap itu nggak bikin gue otomatis punya ikatan
emosi, tapi kadang gue ngerasa sayang, tapi kadang gue berharap gue nggak usah punya ibu aja,
gue punya ibu, harusnya gue punya ayah juga kan???apa si bandot tua itu ayah gue???gue rasa
nggak!tapi siapa sebenarnya ayah gue? Gue punya ibu yang ada terihat mata, tapi gue nggak
cukup mengenalnya, apalagi ayah, yang nggak pernah gue liat, gue mesti bertanya ke siapa
Ghie?
Pikiran sinting menyerbu otakku dengan cepat kusambar netbook-ku di tempat tidur,
langsung aku searching ke Google, mengetik siapa ayah brighieta rara nanthana? dan sedetik
kemudian jawabannya keluar, mengecewakan!
Penelusuran Anda - siapa ayah brighieta rara nanthana? - tidak cocok dengan dokumen apa
pun.
Saran:

Pastikan semua kata dieja dengan benar.


Coba kata kunci yang lain.

Coba kata kunci yang lebih umum.


Coba kurangi kata kunci.
Bego, jawabannya takkan pernah ada! Yang tau jawabannya bahkan takkan pernah

mengatakannya!Aku menangis putus asa di lantai.

Empat
Sunday is Gloomy,
My hours are slumberless,
Dearest, the shadows I live with are numberless
Little white flowers will never awaken you

Not where the black coach of sorrow has taken you


Angels have no thought of ever returning you
Would they be angry if I thought of joining you
Gloomy Sunday

Sunday is gloomy
with shadows I spend it all
My heart and I have decided to end it all
Soon there'll be flowers and prayers that are sad,
I know, let them not weep,
Let them know that I'm glad to go

Death is no dream,
For in death I'm caressing you
With the last breath of my soul I'll be blessing you
Gloomy Sunday

Dreaming
I was only dreaming
I wake and I find you
Asleep in the deep of

My heart
Dear

Darling I hope that my dream never haunted you


My heart is telling you how much I wanted you
Gloomy Sunday

Suara merdu menakutkan Sarah Mc Lachlan menyayikan lagu Gloomy Sunday, di minggu
pagiku yang suram, aku masih di tempat tidur, merana dan merasa hampa. Aku tak bisa tidur
semalaman,mataku sakit, bengkak dan sembab, tampangku luar biasa mengerikan. Seharusnya
aku bunuh diri sekarang, sekitar 200an idiot mati dengan diiringi Gloomy Sunday, sayangnya
aku selalu ingin jadi yang pertama, bukan orang dengan urutan 200-an bahkan bila itu adalah hal
seidiot bunuh diri gara-gara sebuah lagu.
Pintuku terbuka, dan nanny membawakan sarapanku
Selamat pagi tuan putri dia meletakan nampan sarapan di meja samping tempat tidur
tampangmu mengenaskanada nada shock dan khawatir
Yeah aku mengalami kematian spiritual
Cepat-cepat dia menghampiriku dan memeriksa suhu tubuhku, aku risih di sentuh seolah aku
anak umur 5 tahun.
Aku cuma kelelahan aku mencoba menenangkannya sebelum dia mencoba bertindak lebih
jauh, misalnya memanggil dokter jiwa yang akan mengunciku di ruang isolasi.
Dia memandangku dengan aneh, menatapku lekat-lekat; ada campuran iba dan jijik, atau
entahlah!
Aku mengabdi untuk melayani para mayat hidup gumamnya pelan dan putus asa dalam suara
tercekat yang aneh, cepat-cepat dia keluar dari kamarku.

Apakah aku terlihat seperti mayat???


Tak percaya dengan apa yang dikatakannya, aku menuju cermin dan memandang sosok
mengenaskan yang rapuh yang sialnya adalah aku, kutatap lekat-lekat dan menilai bayanganku,
aku seperti vampire merana.
Kuputar ulang lagu Gloomy Sunday dan aku mulai berdansa dengan imajinasiku, aku hanya
ingin merayakan minggu pagi gilaku.
***
Gue perlu bicara Dante menungguku keluar dari Jazz Pink-ku.
Aku tak menghiraukannya hanya terus berjalan dan menganggapnya hanya sebagai hantu yang
tak terlihat, kesabarannya diambang batas ketika aku tak menunjukkan reaksi apapun, dia meraih
tanganku, menggenggamnya erat dan menyeretku ke tempat sepi, sekolah masih lengang hanya
ada beberapa anak yang datang, ini masih setengah tujuh pagi.
Mau apa loe? tanyaku galak
Are you, oke?
Not your business
tampang loe kayak zombie dia berbisik, seolah memberitau dirinya sendiri, dia menggelenggelengkan kepalanya, ekspresi ketidakpercayaan pada kenyataan yang harus ia terima terlukis
jelas di wajahnya
Ghiebisiknya pelan sambil meneliti tiap inci wajahku, dia memandangku dengan tatapan
menyesal yang sulit kuartikan.
Aku melepas genggamannya dan berlari cepat ke kelas, aku tak tau apa yang mendorongku
untuk berlari menjauhi Dante, rasanya aku serangan panik dan otakku memberikan perintah
untuk segera pergi ketika tatapan matanya yang seperti sinar X seakan menembus wajahku.

Aku terengah-engah sampai di kelas, hanya ada beberapa anak yang berada di kelas, sibuk bicara
atau menyalin PR, huh bukan urusanku untuk mengamati mereka.
Pagi Ghie sapa Eve dan Niken
Hi sapaku setengah hati, aku segera membuka tasku dan dan menyibukkan diri dengan purapura membaca buku Letter to Daniel, karangan Fergal Keane. Kelas mulai berisik satu persatu
anak mulai berdatangan, huruf-huruf dalam buku mulai menari-nari tak jelas dalam
pandanganku, aku merasa seperti penderita disleksia yang tidak bisa mengeja, aku kesulitan
untuk memahami apa yang sedang kulihat, mungkin karena aku sedikit pusing, aku mengalami
hari yang berat kemarin, salahku karena terlalu larut dalam pikiran-pikiran yang menyiksa yang
kuciptakan sendiri,
Bel berbunyi, waktunya upacara bendera, aku bangkit menuju lapangan diiringi Eve dan Niken
yang sibuk membicarakan entah apa, sejujurnya aku tak peduli dengan apa yang mereka
bicarakan, apapun yang mereka bicarakan bukanlah hal yang penting mengingat keduanya
memiliki otak yang nyaris kosong. Kami masuk menuju tempat penyanyi inti, yeah kami
penyanyi inti sekolah, dan shit! Apa yang dilakukan Dante di belakangku? dia berdiri tepat
dibarisan belakangku, dia mengikutiku! Apa sih yang dia mau?
Gue perlu bicara, tepat selesai upacara dia berbisik di telingaku, aku tak bereaksi apa-apa, Eve
dan Niken menatapku dengan tatapan bertanya, aku mengacuhkannya, Bendera akan dinaikkan
dan lagu Indonesia Raya mulai dinyanyikan, bersamaan dengan niatku untuk membuka suara,
kepalaku seperti dihantam berkarung-karung pasir, serasa mau pecah aku menahan kepalaku
dengan kedua tanganku mencoba menahannya agar tetap utuh, sekarang serangannya menyerang
bagian tubuhku yang lain, tubuhku dialiri oleh kelelahan yang luar biasa tak tertahankan, kakiku
tak bisa lagi menopang tubuhku,
kegelapan mulai menyelimutiku.

suara-suara sayup-sayup terdengar makin menjauh dan

Lima
Bau minyak kayu putih yang menyengat membangunkanku, apa mimpi burukku baru saja
menjadi kenyataan? Orang yang tidak ingin kutemui tepat berada di depan mataku, kutepis
tangannya yang memegang kapas yang ditetesi minyak kayu putih.
Gue benci minyak kayu putih aku bangkit dari tempat tidur UKS yang sama sekali
tidak nyaman, punggung serasa patah tidur di kasur yang terlalu keras seperti ini.
Loe jangan berharap cium Chanel No 5 di sini, ini UKS Dante dengan senyum
mengejeknya mencoba mengingatkan betapa bodohnya aku, oke aku tau ini UKS!
Dan setau gue elo bukan pengurus UKS! Mana dokter sekolah, suster, dan anak-anak
PMR, salah satu dari mereka!
Wow, hebat banget loe baru sadar dari pingsan udah bisa langsung galak
Anak anak PMR sedang ikutan lomba PMR, dokter sekolah kita tercinta lagi hamil,
dan sang suster
Sudah sadar Ghie? tirai putih tersibak dan dengan tampang khas para suster yang
penuh perhatian pada pasien langsung menghampiri,menyentuh keningku untuk memeriksa suhu
badanku, Sayang, kamu anemia, kelelahan dan pastinya lupa sarapan, Dante akan
mengantarkanmu pulang, dia mengatakannya akan bertanggung jawab mengantarkanmu selamat
sampai depan pintu rumah
Haruskah dia?pertanyaanku masih menggantung

Ya, harus! Jawab Dante cepat sayangaku khawatir banget, kamu pingsan di upacara
dan kupikir ini gara-gara perkelahian di malam minggu kita kemarin, aku menyesal aku minta
maaf, seharusnya aku nggak sekasar itu, maaf udah membuatmu frustasi dengan sikapku
Shit! Apa sih yang Dante bicarakan???
What the hell you talking about? kataku geram, kata-kata itu keluar lewat sela-sela
gigiku yang merapat karena menahan marah. Kepalaku masih sakit dan Dante sedang berakting
entah apa, seandainya dia seperti kucing yang punya sembilan nyawa, rasanya aku ingin sekali
membunuhnya sekarang.
Cinta SMA memang romantis komentar si suster yang kurasa otaknya telah terpolusi
sinetron.
Gue ada ulangan Fisika setelah istirahat, gue mau balik ke kelas sekarang!aku siap-siap
turun dari tempat tidur.
Gue punya surat izin buat loe bebas kelas, dan gue punya izin buat menjalankan perintah
untuk nganterin elo pulang, manfaatin Ghie, apa loe nggak bosen di sekolah mulu, kadang kita
perlu untuk bersenang-senang di luar pada jam sekolah ini pasti seru, anggap ini sebuah dating,
oke? Atau loe lebih suka diantarin satpam sekolah yang bau badannya kayak dia make berliterliter parfum yang terbuat dari ekstrak walang sangit itu??aku tidak sempat protes karena Dante
telah menyeretku keluar, di lengannya terdapat tas Birkin maroon-ku yang sangat sangat tidak
serasi dengan posturnya yang atletis, dia terlihat sekonyol Tinky Winky, personel Teletubbies.
Kita bakal naek mobil loe, gue nggak bisa nganterin loe pake motor gue, gue khawatir
loe bakalan disambar angin dan terbang, loe udah kayak selembar kertas, apalagi berani
bertaruh loe nggak bakal sudi untuk meluk gue, hahahahaaku benci melihat cengiran jail di
wajahnya, dan sekarang dia benar-benar keterlaluan memegang tanganku ketika kami melewati
serombongan anak kelas satu yang baru kembali dari Lab, aku berani bertaruh akan ada gossip
tentang hal ini, di dalam hati aku mengutuk Eve dan Niken yang tidak ada di sampingku saat aku
benar-benar membutuhkannya, sekarang aku tau apa definisi dari kata teman, teman adalah
seseorang yang ada ketika mereka membutuhkanmu, bukan sebaliknya!

***
Mobil berenti di depan sebuah restoran keluarga, dan Dante menyeretku keluar, aku tak
punya tenaga untuk protes, dia memaksaku duduk di kursi seolah aku anak 5 tahun, dia ke
counter, memesankan makanan, kembali dan duduk di depanku, ada seringai mengejek di
wajahnya yang mirip dengan Jim Carey saat jadi Grinch, si perusak natal.
Aku tak mengajaknya bicara karena itu akan membuat dia senang, jadi kupasang
tampang jutek terparahku, Dante geleng-geleng kepala. Beberapa saat kemudian pesanannya
datang, ada sandwich tuna, kentang goreng porsi besar dan milkshake cokelat masing-masing
untuk aku dan dia
Loe harus makan dan habisin! Loe udah kayak penduduk Ethiophia! Gue yang traktir!
Gue punya duit!
Gue nggak tanya! jawabnya singkat dan menggigit sandwich-nya dalam gigitan yang
sangat besar.
Aku tak menyentuh makananku sama sekali, cuma memandang makanan-makanan itu
sudah cukup untuk membuatku mual, alih-alih muncul selera makan.
Loe lagi ngitung jumlah kalori dan lemaknya atau elo nunggu gue buat nyuapin
elo?Dante sangat menyebalkan, aku benar-benar berharap dia punya sembilan nyawa. Gue
bakal nunggu elo sampe ngabisin semua makanan itu, gue nggak keberatan bahkan kalaupun itu
sampe jam makan siang, kita sekalian bisa mesen dessert, coffee banana split-nya enak banget.
Tapi sayangnya aku tak berminat. Katakan selamat tinggal buat pikiran menjadi cewek keren itu
berarti kamu harus menjadi seorang putri plastik, kalian hidup di dunia nyata, kalian tau siapa
kalian, kalian bukanlah Barbie idiot yang tanpa otak, sudah saatnya untuk bangkit, sudah saatnya
untuk kita menjadi diri sendiri dan melawan streotif gender Dante mengutip bagian akhir
pidatoku.Apa yang loe lakuin Ghie? Nipu cewek-cewek satu sekolahan? Calon ketua OSIS
minta supaya cewek-cewek di sekolah semuanya untuk jadi diri sendiri, bukan jadi Barbie idiot!
Bagaimana bisa loe koar-koar buat melawan stereotif gender kalo loe sendiri merusak diri
loe?apa masalah loe? Niru si Barbie? Badan loe udah kayak lidi, loe menderita eating disorder
demi badan kayak Barbie yang loe hina-hina di pidato loe? loe anorexia, kan? terihat tampang

frustasi ketika Dante menghakimiku. Adek gue ngeliat apa yang loe lakuin di toilet
sekolahotakku memutar memori ketika si cewek kelas satu dengan kepangan konyolnya
memergokiku memuntahkan makan siangku di wastafel, aku tak percaya dia adiknya orang yang
sedang menghakimiku sekarang!
Peduli apa loe sama apa yang gue lakuin?aku ingin berteriak marah tapi yang keluar,
malah sebuah isakan, aku merasakan air mata jatuh di pipiku, apakah aku harus secengeng ini?
Tapi aku tak berusaha menghapus air mataku, malah membiarkan semuanya tumpah di pipiku.
Gue nggak pengen jadi si cewek Barbie, gue nggak pengen punya badan ukuran nol kayak
model-model tolol itu, ini semua bukan karena gue menginginkan hal sesepele itu ingin sekali
kuteriakkan kata-kata itu, tapi itu hanya suara hatiku yang tak ingin di teriakan mulutku loe
nggak akan pernah mengerti!hnay itu yang terdengar, bisikan lirihku, air mataku makin deras,
Dante tak perlu tau bahwa aku memuntahkan semuanya hanya karena bentuk protes dari apa
yang mamaku lakukan, aku tak ingin duit haramnya dari hasil menjadi wanita simpanan yang
didapatnya masuk ke tubuhku dan menjadi daging, menjadi bagian dari tubuhku, ini lain halnya
ketika duit itu berubah jadi barang-barang yang hanya menjadi bagian eksternalku, seandainya
aku bisa menghabiskan duit-duit itu hingga tak tersisatapi herannya seolah-olah duit itu seolah
tak pernah ada habisnya.
Gue pengen mengerti Ghie dan dia menghapus air mataku.

Enam
Entahlah, rasanya sangat aneh ketika Dante menungguku di depan kelas sepulang
sekolah.
Temani gue makan siang yuk, dan loe nggak boleh nolak! yeah aku nggak menolaknya,
mungkin karena aku juga kelaparan, tentu saja aku kelaparan, pagi tadi aku memuntahkan
sarapanku, tapi mungkin juga karena aku memang ingin makan siang dengannya dan jangan
tanya kenapa karea aku juga tak tau jawabannya.
Ghie, loe lupa kalo Selasa kita selalu ngabisin waktu di salon bareng? tanya Eve dalam
nada campuran mengingatkan dan protes.
Gue nggak lupa tapi gue pengen buat pengecualian buat hari ini jawabku cepat dan
mengikuti langkah Dante.
***

Gue yang traktir loe makan siang, jadi loe nggak boleh muntahin makan siang loe!ada
ancaman dalam suaranya, ketika aku bangkit dari kursi hendak melangkah ke toilet, dia
membaca apa yang akan kulakukan, apa yang dipikirnnya tentang aku ? apakah dia benar-benar
peduli?atau ada sebab lainnya?
Aku menatap cermin di wastafel, aku membatalkan rencanaku, mungkin ada baiknya jika
kali ini aku mengikuti kata-kata yang kurasa cukup benar itu.
Kembali dari toilet aku melihat Dante sedang melahap dessert-nya dengan lahap, aku
duduk di depannya melihatnya menikmati vanilla ice cream-nya seperti seorang anak yang

berumur lima tahun, dia terlihat sangat kekanak-kanakan, mungkin benar apa yang dikatakan
orang-orang bahwa cowok itu adalah anak-anak yang terjebak dalam tubuh pria dewasa.
Dante menghentikan suapannya, dia menatapku memberikan senyuman konyol jail
menyebalkan yang cuma bisa diekspresikan oleh dirinya.
Ngapain loe ngeliat gue kayak gitu???loe mau gue suapin?
Aku nggak menjawab cuma tersenyum singkat, sejenis senyuman yang harus dilakukan
ketika aku tak tau harus berkata apa.
Dulu, pas gue masih kecil banget. . .gue pernah lewat tempat ini, saat itu siang terik,
gue, nyokap, ma ade gue, si Lola. . . sejak dua hari berjalan tanpa arah, setelah kita pergi dari
rumah, setelah nyokap gue dapat tamparan dan bekas lebam di matanya dari orang yang. . . dia
bokap gue, walaupun dalam hati gue, ada rasa berontak ketika mencoba untuk mengakuinya, hari
itu kita berjalan terus dan kadang berhenti sebentar untuk duduk di taman, halte, atau dimanapun
tempat yang memungkinkan untuk seorang ibu menenangkan anak cewek dua tahunnya, dan
anak cowok berumur tiga tahun yang terlalu kelelahan dan tak mengerti. Gue menangis keras di
depan situ Dante menunjuk arah, mataku mengikuti jarinya. Kutatap mukanya, raut muka Dante
berubah sangat cepat, nggak ada lagi ekspresi konyol menyebalkannya, yang ada hanya wajah
campuran kesedihan dan sebuah keseriusan Gue ngeliat seorang anak seumuran gue lagi makan
ice cream kayak gini dia mengangkat sendok ice cream-nya, yang ice cream-nya sudah mulai
meleleh dan gue pengen banget, gue kehausan, dan gue hari itu cuma makan beberapa keping
biscuit murahan, gue menangis sejadi-jadinya, tapi gue tetap nggak dapat ice cream yang ada
nyokap gue malah nyeret gue, saat itu nggak cuma gue yang nangis Lola juga, nyokap juga, hari
itu rasanya sangat panjang, gue ngerasain banget apa arti ketika loe pengen sesuatu tapi loe
nggak bisa ngedapetinnya, dan itulah sebabnya kenapa gue sangat peduli, malah sebenarnya gue
sangat marah ketika gue tau elo muntahin makanan yang bisa loe dapatin dengan mudah tapi loe
sia-siain, sementara di luaran sana ada banyak orang yang harus menahan rasa laparnya. Dante
menatapku tajam, aku tak sanggup menatap matanya, entah ini perasaanku atau inilah
kenyataannya, sekilas aku melihat matanya berkaca-kaca, aku merasa berdosa.
Maaf

Nggak ada yang perlu dimaafin, seenggaknya sekarang gue nggak lagi jadi bocah yang
ngiler yang cuma bisa berdiri di depan sana, mama gue menikah lagi dengan pria yang baik, pria
yang gue anggap ayah gue, sorry gue nggak maksud buat nyeritain kehidupan gue, tapi gue cuma
pengen loe tau tentang apa artinya sebuah makanan, tentang apa artinya menghargainya, cuma
itu, bukan maksud buat ngajarin loe.
Thanks a lot. Cuma itu yang bisa aku katakan, aku hanya tak menyangka bahwa cowok
kayak Dante pernah mengalami hal yang menyedihkan di masa lalunya.
Boleh minta satu hal? gue mohon pinta Dante, aku mengangguk Temani gue ke
pemakaman.

***
Aku pikir kita akan mengunjungi seseorang yang sudah wafat, tapi ternyata aku salah,
Dante benar-benar tak bisa ditebak. Dia mengajakku melintasi deretan kuburan hingga ke suatu
tempat yang menyisakan sedikit tempat kosong. Dia mengambil penggaris besi dari tasnya, dan
mulai menggali tanah yang tak seberapa besar dan tak seberapa dalam, setelah kuburan mini
itu jadi, dia mengeluarkan sebuah boneka Barbie, yang masih baru, aku melihat stiker harganya.
Ghie anggap aja kita nguburin diri loe yang kayak putri plastik ini, gue emang nggak
berhak, tapi gue pengen loe berjanji untuk berhenti mencoba jadi putri plastik lagi, loe mesti
sembuh dari anorexia loe, demi seorang anak yang pernah merasakan kelaparan di masa lalu,
demi orang-orang yang tidak bisa merasakan nikmatnya makanan walaupun mereka
menginginkannya, dan demi diri loe sendiri, ini semua karena gue peduli, karena gue sayang
sama loe
Kata-kata terakhirnya membuatku terkejut, Dante yang menyebalkan, Dante yang selalu
membuatku kesal aku hanya tak pernah menyangka.
Aku meraih Barbie yang ada di tangannya, dan menguburkannya dengan tanganku
sendiri, aku tak peduli dengan tanah yang akan mengotori tanganku. Aku belum yakin apa aku
bisa berjanji tapi aku akan mencobanya, walaupun alasanku memuntahkan makanan bukan

karena aku ingin menjadi si gadis Barbie, tapi setidaknya aku berusaha untuk menghargai apa
yang Dante lakukan untukku.

TUJUH
Seperti halnya wabah, gossip mudah sekali menular! Memang dalam minggu ini aku
selalu menghabiskan waktu sesudah sekolah dengan Dante, tapi ya ampun kita hanya akan siang
biasa, lalu nongkrong lebih lama di sana karena entah kenapa aku sudah ketagihan dengan
Coffee Banana Split-nya, kita paling hanya ngobrol biasa, sesuatu yang ringan, setelah itu kami
kembali ke sekolah, baiklah, yeah, aku menemani Dante latihan basket, memangnya itu salah?
Nggak mungkin loe mau nungguin seorang cowok latihan basket kalo diantara kalian
nggak ada apa-apanya, loe jenis cewek yang nongkrongnya di butik dan salon bukannya di
lapangan basket cecar Niken, Maksud gue apa susahnya sih tinggal bilang kalo elo Dante
udah jadian dengan begitu gue bisa ngajuin pertanyaan selanjutnya, just like Did he kiss you?
He kissed you, didn't he? Is he a good kisser?arrrghhht youre totally the most boring person I
know.dia bicara cepat sambil berjalan masuk toilet.
Ini jumat malam,dan sudah menjadi tradisi sejak kami berumur 11 tahun, Eve dan Niken
nginap di rumahku, semacam pajamas party, tapi hanya Eve dan Niken yang menikmatinya,
seperti biasa aku tak menikmati apapun, karena aku teralu sibuk dengan dunia yang ada dalam
pikiranku, kadang aku merasa seperti penderita autis, mungkin Eve benar iam totally the most
boring person!
Ghieboleh nanya sesuatu? Niken ragu-ragu
Kalo soal Dante gue nggak mau jawab apapun!jawabku ketus
Nggak Ghiebukan, sebenarnya gue agak sungkan aku tau Niken sengaja bertanya
ketika Eve sedang sibuk di Toilet.
What?
Tentang nyokap loenggak pernah sekalipun gue ngeliat dia, dia nggak pernah keluar
kamar kalo ada kita disini Niken setengah berbisik.
Itu pertanyaan yang nggak bisa kujawab, mamaku hanya menghabiskan waktunya
seharian di kamar, kadang-kadang dia melintas di depanku, dengan ekspresi datarnya dan dengan

segala macam usahanya untuk mengabaikan keberadaanku, dianyaris sepertiku,secara f isik.


Pernah sekali waktu aku ingin berteriak kepadanya, mencoba menarik perhatiaannya supaya dia
menyadari bahwa aku ada, di sini, tapi tak pernah kulakukan, karena aku terlalu takut, terlalu
takut untuk di tolak. Aku pernah menanyakan pada Nanny tentang hal ini, tapi dia hanya berkata
bahwa mamaku tersayang yang kutak tau apa dia pernah menyayangiku itu, hanyalah orang yang
terlalu pendiam, tertutup, dan lemah,yeah, dia bahkan terlalu lemah untuk menyadari bahwa dia
memiliki seorang putri, entah siapa yang sakit jiwa, aku, mamaku, atau nanny, aku tau ada
sesuatu yang tak berjalan normal di dalam tembok rumah ini, suatu ketidakwajaran,akan lebih
gampang bila aku berkesimpulan bahwa mamaku adalah seorang wanita vampire!
Gue rasa itu bukan urusan loe dan Niken terdiam.
Eve keluar dari toilet dan mulai lagi membahas tentang Dante.
Ghie, menurut gue Dante oke kok
Terus?
Kalian jadian kan?
Gue nggak mungkin jadian ma orang yang jadi rival gue di pemilihan ketua OSIS, asal
loe tau apapun gossip yang beredar di luaran sana, apapun yang mata kepala loe liat, apapun
yang terjadi gue akan membiarkan kalian membuat kesimpulan sendiri, akan lebih baik jika itu
menguntungkan gue, loe tau gue seperti apa, gue benci kekalahan melebihi apapun, gue orang
yang kompeteitif, gue ambisius, dan gue adalah orang yang akan mendapatkan apapun yang gue
inginkan, bagaimanapun caranya!
Dan seperti malam-malam Pajamas Party kita yang lalu-lalu, sisa malamnya hanya akan
dinikmati dengan Eve dan Niken yang benar-benar tau cara memeriahkan suasana, dan aku
hanya akan menikmati kekesalanku yang permanen.

Delapan
Pertanyaannya adalah:
Dapatkah kamu membuat dirimu mencintai, dapatkah kamu membuat dirimu dicintai?
Ataukah
Pantaskah dirimu mencintai, pantaskah dirimu dicintai?
Dante bilang bahwa dia menyayangiku, tapi apa alasanya? Mengapa dan bagaimana bisa?
itu terlalu sulit untukku mengerti, bukankah hal ini nggak lebih dari sekedar perubahan
komposisi biokimia dalam tubuh dimana aktivitas berbagai hormon dan neurotransmitter
memaksa Dante kehilangan nafsu makan, susah tidur dan lebih sering melamun? proses yang
melibatkan si dopamine...yang juga bereaksi ketika seseorang minum kopi atau alkohol, si
norepinefrin atau si adrenalin yang memaksa Dante berkeringat dan berdetak jantung cepat
kayak yang dialami cowok-cowok bandel yang dihukum keliling lapangan gara-gara nggak
ngerjain PR, juga si Serotonin yang kinerja menurun yang bikin si Dante jadi pengidap insomnia
dadakan? Entahlah! Ataukah ini bisa dijelaskan secara lebih romantis seperi di kisah-kisah
dongeng nggak masuk akal.Bila Dante merasakan hal itu, apa ingin menanyakakan pertanyaan
yang sama pada diriku? Aku belum bisa menjawabnya, karena itulah pertanyaan yang juga
pernah dipertanyakan Dante, sebuah pertanyaan yang masih kujadikan PR.
Arrrrrrrrrrrrrrrrrgggggggggggghhhhhhhhhhhttttttttttttttt aku merasa jadi makhluk
irasional idiot payah, karena aku melakukan hal ini!aku mencoba menjawab pertanyaanpertanyaan bodoh yang kudapat dari majalah remaja lama koleksiku, call me idiot!

1. Kamu melihat ada sesuatu yang berbeda dalam diri dia yang menarik untuk
ditelusuri?
Hmmmm aku suka melihatnya ketika dia makan ice cream vanilla favoritnya,
sesekali dia menjilat bibirnya, sambil mengatakan bahwa dia selalu menganggap

bahwa makan ice cream vanilla itu adalah salah satu mimpinya yang menjadi
kenyataan, aku juga suka menatap senyumnya dan pandangan matanya ketika di
berhasil memasukan bola ke dalam ring, aku juga suka memperhatikan bagaimana
bibirnya bergerak pelan dan khas ketika dia bicara, kadang dia mengatakan hal
yang

sangat

konyol,

tapi

kadang

apa

yang

dibicarakannya

sangat

menyentuh..kurasa jawaban untuk pertanyaan ini cuma kata YA, tapi apa yang
kulakukan?aku mendeskripsikannya!

2. Merasa ada sesuatu yang menggelitik dari dalam diri kita


Ini cuma ilusiku atau bukan tapi sekarang aku sering merasa kesemutan di sekujur
tubuhku!

3. Suka senyum-senyum atau ketawa-ketawa sendiri nggak jelas


Aku tertawa pelan di jam Sejarah, gara-gara aku ingat lelucon payah Dante
tentang kumis Adolf Hitler!

4. Suka curi-curi pandang ke arah target


Aku nyaris nggak bisa berkedip dan melepaskan pandangan dari Dante, tapi
kadang aku terlalu takut untuk memandang matanya yang tajam dan sehitam
malam, bulu matanya panjang dan indah dan yeah aku merasakan wajahku
memanas ketika Dante memergokiku tengah menatapnya.

5. Kalo dia lagi ngeliat ke arah kita, jantung rasanya kayak mau copot
Aku belum pernah mengalami jantung copot tapi rasanya yeah mungkin itulah
rasa jantung copot, rasa yang nggak bisa kudeskripsikan yang terjadi di organorgan dalam tubuhku!

6. Salah tingkah di depan dia


Aku hanya pernah minum, minumannya alih-alih minumanku, menjatuhkan
sendok ketika makan, dan tiba-tiba jatuh di lapangan basket, untuk yang terakhir,

kurasa itu karena gravitasi bumi sedang bermasalah, daya gravitasi mungkin
tengah meningkat kuat.

7. Nggak sadar suka mempermalukan diri sendiri


Kurasa jawabanku di pertanyaan nomor 6 sudah mewakilinya

8. Berkeliaran di dekat dia terusss


Berkeliaran?ohtidak, kita hanya melewati siang bareng dan itu bukan
berkeliaran kurasa

9. Suka ngelamun dalam minggu ini,


Yabegitulah!aku nggak perlu menceritakan lamunanku kan?

10. Mengkhayal yang indah-indah tentang kamu dan dia


Definisi indah yang bagaimana? Tidak termasuk kayak adegan ketika Prince
Charming member ciuman yang menyadarkan si Aurora dari tidur panjangnya
kan? Kadang aku ingin mencari mesin pemintal benang yang bisa membuatku
tidur bertahun-tahun saat insomnia menyerangku!

11. Nggak nafsu makan


Kapan aku punya nafsu makan?aku makan hanya untuk menghargai apa yang
dilakukan Dante untukku, dia ingin menyembuhkan eating disorder-ku tapi
sebaliknya dia malah memperparahnya, tapi kabar baiknya, aku mulai
mengurangi ritual memasukan jari tengahku ke dalam tenggorokkan

12. Mendadak jadi insomnia alias susah tidur


Ada yang bisa memberitahuku dimana aku bisa mendapatkan mesin pemintal
berjarum yang bisa membuatku tidur panjang dan menjadi versi lain dari dongeng
Sleeping Beauty?

13. Isi diarymu seputar dia, dia, dia, diaaaaa terusss


Aku nggak punya diary, terakhir kali aku menulis diary pas aku umur 10 tahun

14. Sering dengerin lagu mellow yang liriknya about love melulu
Aku sedang mendengarkan lagu lamanya Bon Jovy yang All About Loving You,
itu adalah lagu favorit Dante

15. Jadi care sama penampilan dan berusaha tampil keren terus di depan dia
Aku selalu berpenampilan yang menurut orang-orang sweet and elegant sejak
dulu.

16. Seneng banget ngira-ngira lewat ramalan bintang


Untuk pertama kalinya dalam hidupku, aku tidak menganggap ramalan bintang itu
konyol, pagi tadi ramalan bintangku mengatakanlebih baik aku nggak
mengingatnya, karena itu bikin aku kayak orang yang memakai blush on
berlebihan!

17. Bentar-bentar ngaca


Cuma untuk bertanya : oh my mirror, who in this land is fairest of all? And my
mirror always said: You, my queen, are fairest of all.

18. Nyari tahu segalanya tentang dia, termasuk no telpon neneknya


Aku nggak selebay itu!

19. Deketin sobatnya, buka akses langsung ke dia


Nggak juga, kehidupan sosialku sangat payah, aku bukan tipe orang yang akan
menyapa dan mendekati orang lain, apalagi untuk mencari tau soal Dante, aku
nggak punya otak Sherlock Holmes dalam mengumpulkan informasi.

20. Diam-2 motret dia pake HP terus kamu jadiin wallpaper


Inilah wallpaperku

Tebaklah itu patung siapa? Patung itulah yang menjadi inspirasi dari nama orang
yang sedang kupikirkan hingga aku mau repot-repot menjawab pertanyaanpertanyaan konyol ini!

21. Hobi nulis-2 namanya di setiap lahan kosong yang bisa kamu coretin
Aku nggak menulis namanya, tapi aku menulis 2 baris akhir puisi The Divine Comedynya Dante Alighieri (nama tokoh yang dijadiin patung di atas) dengan huruf kaligrafiku
yang indah, tempat terakhir yang kutulisi adaah bagian belakang kertas ulangan Fisika-ku
as in a wheel whose motion nothing jars by the Love that moves the sun and other stars.

22. Pelototin foto dia terusss


Nggak!aku cuma membolak-balik buku tahunanku doank dari tadi

23. Jadi jaim berat kalo di deket dia


Jaim?nggak!aku Cuma nggak pengen keliatan konyol

24. Badan semerbak mewangi sana sini tralala trilili


Aku memakai Chanel no.5

25. Kalo dia negur, rasanya kayak kesetrum


Di sengat listrik bukanlah rasa yang menyenangkan tapi belakangan ini aku sering
mengalaminya (bukan secara harfiah)

26. Bela-belain bangun pagi buat bikin bekal untuk dikasih ke dia

Nggak!

27. Nyimpenin sms dari dia


Aku nggak nyimpan, cuma belum menghapusnya

28. Setia nunggu dia nelpon meskipun dia nggak janji mau nelpon
Nggak juga, tapi aku di telepon satu jam lalu

29. Sok jual mahal kalo dideketin, tapi kalo dia nggak ada kelabakan sendiri
Nggak yakin

30. Meng-iya kan apapun maunya dia, biarpun kamunya nggak suka
Buktinya aku mulai berhenti memainkan jari ditenggorokkan

31. Bilangnya cuma nganggep temen, padahal mau kesengsem berat


Aku bilang ke Eve kayak gini Gue nggak mungkin jadian ma orang yang jadi rival gue
di pemilihan ketua OSIS, asal loe tau apapun gossip yang beredar di luaran sana, apapun
yang mata kepala loe liat, apapun yang terjadi gue akan membiarkan kalian membuat
kesimpulan sendiri, akan lebih baik jika itu menguntungkan gue, loe tau gue seperti apa,
gue benci kekalahan melebihi apapun, gue orang yang kompetitif, gue ambisius, dan gue
adalah orang yang akan mendapatkan apapun yang gue inginkan, bagaimanapun
caranya!apa aku terdengar kayak cewek munafik menyebalkan?

32. Pusing mikirin cara gimana ngajak dia nonton setelah sengaja beli tiket dua
Nonton bareng?hmmm ide bagus

33. Rela nyisihin uang jajan untuk beli hadiah ulang tahun dia
Belum kulakukan, tapi bisa kusimpan ide ini

34. Nyari kartu valentine paling romantis buat dia


Vals day masih berbulan-bulan lagi

35. Selalu memuji segala hal tentang dia

Belum kulakukan, pantangan buatku untuk memuji orang lain, entahlah apakah
nantinya dia akan menjadi pengecualian!

36. Beli buku-buku psikologi tentang cinta dan dipraktekin satu-satu


Aku punya koleksi buku-buku psikologi cinta itu, hanya saja aku yakin aku belum
membacanya dan aku nggak yakin akan mempraktekkannya

37. Satu senyuman dari dia bikin kamu mengira-ngira seribu maknanya
Mungkin saja

38. Rajin sms-in kabar dia


Dia yang mengirimkanku banyak email dan SMS

39. Pura-pura minjem buku padahal kita nggak perlu buku itu
Koleksi bukuku nyaris lengkap

40. Minjemin CD terbaru supaya kamu ada alasan buat ke rumah dia ngambil
CD
CD?sekarang udah 2011 bukan 2005 lagi (majalah Gadis edisi May tahun 2005,
yeah ketika itu aku masih terlalu kecil untuk membaca majalah remaja, tapi
buktinya majalah ini bermanfaat juga setelah 6 tahun)

41. Pas ketemu mata sama dia, muka serasa jadi kayak kepiting rebus
Aku hanya merasa mirip Jeng Kelin, yang mukanya make blush on berlebihan

42. Mati-matian nyari topik supaya obrolanmu nggak bisa basi kalo lagi sama
dia
Aku lebih banyak diam

43. Mencatat semua tanggal ketemuan, isi obrolan, dan resume-nya di diary
Aku sudah bilang kan?aku nggak punya diary!

44. Menyukai hal-hal yang dia sukai

Yeah, tiba-tiba aku menikmati pertandingan basket

45. Jadi teman yang baik dan penuh perhatian saat dia lagi punya masalah
Dia yang berusaha membantuku menghadapi masalah

46. Nggak mempedulikan apapun kekurangan dia


Kekurangan?seperti?aku kesulitan mengingatnya, mungkin besok aku akan
memperhatikannya dengan lebih seksama

47. Nggak bisa ngelupain dia sekalipun dia udah ngecewain berat
Pertanyaan ini sudah terlalu jauh, aku belum sampai tahap ini

48. Bener-bener sedih kalo dia lagi nggak ada


Belum sampai tahap ini

49. Jadi anak paling rajin yang pernah dia temui


Pada dasarnya aku memang anak yang rajin, bahan pada awal semester aku sudah
mengerjakan semua latihan soal yang ada di buku-buku pelajaranku.

50. Saat baca artikel ini, kamu jadi teringat pada seseorang. Pertanda kamu
bener-bener lagi jatuh cinta!!!
Aku sedang memikirkan orang yang namanya terinspirasi dari nama penyair Italia
yang menulis puisi The Divine Comedi
Ya Ampun aku merasa begitu konyol dan merasa seperti bukan diriku!
Dan kalau seandainya Dante menyayangiku, apakah itu sebuah kebenaran,? Dante itu
hanyadia orang lain! Oh, mood-ku hancur berantakan bila aku mengingatnya lagi, Mama,
wanita yang seharusnya secara naluriah menyayangiku karena kami memiliki ikatan darah,
bahkan tak bisa benar-benar menyayngiku, lalu Dante? Memikirkan ini seperti merusak
segalanya!

Sembilan
Dengan langkah ragu-ragu aku memasuki ruang ganti yang sepi, ada rasa bersalah yang
memberatkan langkahku, seharusnya dua jam yang lalu, aku sudah duduk dibangku penonton
dan meneriakkan dukungan untuk Tim basket sekolah yang dikapteni Dante, nyaris seminggu
ini, aku duduk di bangku penonton menemaninya latihan setiap sore, aku baru saja merusak
semuanya, aku tak memberikan dukungan padahal ini sebuah pertandingan yang penting
untuknya, sebuah kemenangan yang akan diperjuangkan olehnya, bukan hanya untuk
mengharumkan nama sekolah, bukan hanya untuk mengukuhkan kehebatannya dilapangan, tapi
juga untuk satu alasan yang berbeda, alasan yang sangat berarti, tidak hanya untuknya, tapi juga
buatku.
Dante terlihat bosan dan kesal, berada di antara cewek-cewek Cheerleader genit yang
mengerumuninya, mereka berdengung seperti kawanan lebah madu, mereka cekikikan dan
menggoda dengan cara bermanja-manja, cewek-cewek centil itu berharapkan bisa menarik
perhatian sang pahlawan lapangan, setidaknya mereka berharap bisa jadi orang yang akan
dibawa Dante ke pesta kemenangan nanti malam, mereka langsung diam dan mulai bubar, ketika
melihatku muncul di ruangan ganti, aku tau cewek-cewek itu akan membicarakanku setelah ini.
Lama kami diam, hanya saling menatap, sampai Dante berinisiatif untuk memulai
obrolan.
Elo janji mau nonton pertandingan basket kata Dante datar, sambil mengikat tali
sepatunya.
Sorry
Gue pikir loe nggak bakal datang Ghie, loe nggak mau kan gue menangin pertandingan
ini? loe nggak mau kan kalo gue menang terus kayak janji loe hmmm oke gue ralat, awalnya
ini hanya permintaan tolol gue, kalo gue menangin pertandingan basket ini, loe mau jadi cewek
gue. Dante terdengar kesal, dia bicara dalam nada sindiran yang tidak menyenangkan.

Sekarang seandainya gue nerima elo, apa loe yakin elo bisa nerima gue? aku bertanya
tak tau harus bagaimana.
Seseorang harus bisa menerima dirinya dulu, baru bisa menerima orang lain, mungkin
itu yang mesti loe lakuin Ghie, tapi menurut gue, menerima diri loe itu bukan hal sulit, elo itu
adalah impian nyaris setiap cowok; cantik, pinter, berpresasi, berkarakter, menarik, elo hampir
tanpa kekurangan, dan kelebihan-kelebihan elo yang mengintimidasi itulah yang bikin para
cewek iri, gue mungkin bukan cowok favorite loe, hingga sulit buat elo untuk nerima gue jadi
orang yang spesial, tapi gue mau nunggu kok, segala sesuatunya butuh proses kan?
Elo nggak kenal gue!
Gue mau belajar buat mengenal elo lebih jauh
Dante, gue nggak sebaik yang elo pikirin aku merasa frustasi, awalnya aku sudah
berniat, untuk tidak datang ke pertandingan final basket antar SMA ini, aku terlalu takut untuk
memenuhi janjiku, untuk menjadi pacarnya seandainya dia memenangkan pertandingan ini, tapi
sebagian dari hatiku menginginkannya, aku ingin melihatnya di lapangan, memberinya semangat
dari bangku penonton, tapi yang kulakukan hanyalah terlalu banyak berpikir dan menimbang,
sehingga aku melewatkan pertandingan besar Dante dengan melamun di dalam mobil di
parkiran, aku tidak siap dengan apa yang akan dikatakan oleh seisi sekolah, dengan gossip yang
akan tersebar besok pagi. Kupikir aku terlambat, kupikir Dante akan pergi dan cepat-cepat
meninggalkan ruang ganti seusai pertandingan sama seperti anak-anak tim basket yang lain, yang
bersiap-siap untuk merayakan kemenangan mereka nanti malam, tapi aku pada akhirnya
memberanikan diri untuk berjalan ke ruang ganti, aku berharap dia masih ada dan aku benar dia
masih disini, belum meninggalkan ruangan ganti, tapi yang kutemui adalah Dante yang sedang di
kerumuni cewek-cewek centil sekolah, ada sedikit rasa kesal dan cemburu ketika aku melihat
Dante dengan cewek-cewek cheer itu, seandainya aku salah seorang dari mereka, tentunya
takkan sesulit ini untuk menerima Dante.
Dante mendekatiku, sepertinya dia siap dengan kemungkinan yang paling tidak
menyenangkan, dia berdiri di depanku memegang bahuku dengan kedua tangannya, mencoba
memberikan senyuman, tapi aku tau bahkan sebuah cengiran jailpun sulit untuk terbentuk di
bibirnya sekarang, dia kecewa dengan apa yang kulakukan.

Kalo loe nggak bisa nerima gue, seenggaknya sekarang loe bisa ngasih gue, yeah loe
bisa bilang congrats atau semacamnya Dante berusaha terdengar ceria.
Aku menarik nafas panjang, mencoba meyakinkan diri bahwa apa yang akan kuputuskan
ini adalah hal yang benar.
Gue mau jadi cewek elo, dan jangan minta gue untuk mengulang kalimat itu lagi
Dante melompat kegirangan dia kelihatan senang, lalu bagaimana denganku ? apa aku
senang? Aku sendiri belum tau ekspresi seperti apa yang harus aku tunjukkan karena aku belum
begitu yakin, aku masih dibayangi tentang, bahkan mamapun yang seharusnya tanpa alasan sulit
untuk mencintaiku, bagaimana mungkin bahwa Dante bisa melakukannya??? Tapi bolehkah
sekarang aku sedikit berbahagia atau setidaknya biarkan aku, walau untuk sementara waktu
untuk menjadi remaja normal yang tidak depresi, yang bisa menikmati cinta monyetnya?

Sepuluh
As my best friend, it is your duty not to lie to me. Teriak Eve nyaring, untunglah ini
toilet, dan tidak terlalu rame, sehabis upacara bendera dia dan Niken menyeretku kesini,
menuntutku untuk mengaku.
Kalo ini masalah Dante, oke, gue bisa jelasin..tapi menurut elo siapa yang bisa
merencanakan untuk jatuh cinta? Maksud gue semuanya berjalan begitu saja, kejadiannya begitu
cepat, oke, gue juga masih belum percayaini aneh, tapi
elo menikmatinya?
what?
Itu keliatan dari pipi loe yang blushing ma mata yang berbinar-binar, gue suka elo yang
kayak gini, gue bte ngeliat elo yang kayak cewek-cewek protagonist teraniaya dalam sinetronsinetron kejar tayang kacangan itu, oh Ghie, gue happy buat elo Eve mencium kedua pipiku
bergantian dengan berlebihan.Well, elo nggak mau ngasi selamat ke Ghie atas terbebasnya dia
dari penjara kesuraman?Eve berbicara kepada Niken yang sedang menyibukkan diri dengan
dandanannya.
Tentu saja, pastinya Niken memberikan pelukan singkat dan senyuman kecilreaksinya
memang tidak seperti Eve yang selalu berlebihan.
Ceritakan tentang malam minggu kalian! Eve sangat bersemangat. Wait, tapi
sebelumnya gue cuma mau bilang, gue seneng banget akhirnya elo punya seseorang untuk
menemani malam minggu elo yang selalu kelabu tapi moga itu cuma malam minggu yang duludulu, sejujurnya gue agak bte, sorry, kalo di tengah-tengah dating gue ma Banu, kadang elo
nelpon gue buat nemani elo menikmati kesedihan loe, bukannya gue nggak ada pas temen gue
butuh atau gue terpaksa melakukannya tapi gue nggak tau mesti berbuat apa, kadang itu
menyiksa gue, membuat gue sedikit frustasi, ngeliat loe sedih bukanlah hal yang menyenangkan.
Gue sayang banget ma loe Ghie, gue pengen semua hal terbaik jadi milik elo

Thanks a lot sista Aku memberinya pelukan hangat. Gue bakal cerita tapi nggak
sekarang, elo nggak budhek kan, bel udah menjerit sejak tadi Aku diselamatkan oleh bel tanda
masuk, thanks God, karena aku nggak harus cerita tentang banyak hal yang terlalu indah untuk
jadi kenyataan, yang terjadi malam Minggu lalu, jadi aku berjalan cepat keluar toilet, yang
disusul oleh Eve dan Niken, Eve kadang membuatku kesal dan sebal, tapi yeah dia
menyenangkan, dia sangat tau cara bersenang-senang, dan agak tidak mengerti ketika seseorang
dalam kondisi sedih, dia selalu ingin sesuatu itu berjalan seperti apa yang diinginkan, dia
berbanding terbalik dengan Niken, sepertinya akan lebih baik kalo kita membicarakan Niken di
lain kesempatan.
***
Aku belum pernah merasakan kalo kelas begitu membosankan, bukan karena aku udah
mempelajari dan mengetahui apa yang sedang guruku jelaskan di depan kelas, aku cuma ingin
segera aku malu mengakuinya, tapi baiklah aku ingin agar bel istirahat segera berdering, aku
ingin bertemu Dante, yeah kita janjian buat ketemuan di sana istirahat nanti, Dante bilang dia
punya sesuatu buatku, tapi entahlah apa itu, dia bilang kejutan, apa aku akan benar-benar
terkejut?apa itu adalah kejutan yang menyenangkan?maksudku sebelumnya aku tidak begitu
suka kejutan.
Saat bel berdering, aku segera keluar kelas sebelum Niken dan Eve menahanku, aku
merasa seperti siswa bandel yang phobia kelas.
Seperti biasa perpustakaan bukanlah tempat favorit siswa di jam istirahat, kebanyakan
yang ada disini hanyalah kutu buku kuper, aku menyukai perpustakaan tapi perlu dicatat AKU
BUKANLAH SI KUTU BUKU KUPER!!!
Tiba-tiba ada suara jari dipetik hingga membentuk irama, yang kurasa aku tau irama ini,
kedengarannya familiar. . .
Life is full of lots of up and downs
But the distance feels further
When its headed for the ground
And theres nothing more painful

Then to let your feelings take


You down
Oh my God, ini lagu favoritku, A Shoulder to Cry On satu persatu siswa yang kutak
begitu kenal, tapi yang pasti mereka anak dari ekskul paduan suara, datang, mendekati mejaku,
memberikan bunga mawar pink, yang juga favoritku, sambil menyanyikan lagu yang di
populerkan oleh Tommy Page itu secara acapela
Its so hard to know
The way you feel inside
When theres many thoughts
And feelings that you hide
But you might feel better
If you let me walk with you
By your side

And when you need


A shoulder to cry on
When you need
A friend to rely on
When the whole world is gone
You wont be alone
cause Ill be there
Ill be your shoulder to cry on
Ill be there
Ill be your friend to rely on
When the whole worlds gone
You wont be alone cause Ill be there
All of the times
When everything is wrong
And your feeling like
Theres no use going on
You cant give it up
Ill help you work it out
And carry on
Side by side
With you till the end
Ill always be the one
To firmly hold your hand
No matter what is said or done
Our love will always continue on

Everyone needs a shoulder to cry on


Everyone needs a friend to rely on
When the whole worlds gone, you wont be alone
cause Ill be there
Ill be your shoulder to cry on
Ill be there
Ill be your friend to rely one
When the whole worlds gone, you wont be alone
cause Ill be there
Youll have my shoulder to cry on
Ill be there
Ill be the one to rely on
When the whole worlds gone, you wont be alone
cause Ill be there

Sampai akhirnya, Dante datang dan menyelesaikan ending-nya, ya ampun suara fals-nya
menghancurkan bagian yang seharusnya menjadi indah ini.
And when the whole world is gone
Youll always have my shoulder to cry on
Aku merasa sangat terharu dengan kejutan ini, lagu ini bermakna besar buatku, yeah aku
senang dan sangat berharap bahwa Dante akan selalu bersedia memberikan pundaknya untuk
kutangisi, tempatku menumpahkan sedih. Ini sangat berarti buatku ini bukan hanya sebuah lagu,
tapi aku ingin berharap bahwa ini adalah sebuah janji?
Dante mendekatku, memberikan senyum jailnya yang konyol tapi sangat kusukai,
entahlah aku bahkan menyukai senyum konyol yang dulunya sangat kubenci.
Konyol, dasar plagiat! aku pura-pura marah dan meninju bahunya
Kupikir aku harusnya mendapat ucapan terima kasih bukannya tinjuan, sakit tau! Aku
tau dia pura-pura kesakitan, senang rasanya mendengarnya tak lagi memanggilku dengan elo.
Elo nyuri ide ini dari film Sidney White, kan????tuntutku

Hahahahaha ketauan dia mengacak-acak rambutku Aku cuma mencoba untuk


bertindak romantis, salahkah?
Nggak sih, cuma lain kali harusnyayeah sesuatu yang original
Seperti apa misalnya???
Entahlah. . .mungkin sesuatu yang benar-benar ingin kamu lakuin buat aku aku berkata
pelan, dan berharap akan mendapatkan sesuatu yang istimewa di kesempatan lainnya. Dante
tersenyum dan mengangguk, dia terlihat seperti tokoh komik Jepang, mau tak mau aku tertawa
kecil.
Hey guys, thanks buat bantuannya, boleh nggak sekarang kalian bubar ajaKata Dante
tak sabaran, satu persatu dari mereka bubar dengan bersungut-sungut, sepertinya ucapan terima
kasih aja nggak cukup buat mereka. Iyeurusan yang gue bilang tadi belakangan, oke? gue
pengen pacaran ma cewek gue dulu neh katanya dengan cuek, dasar Dante!
Setelah anak-anak paduan suara bubar, aku mulai bicara
Makasih yaitu lagu favoritku, artinya dalam banget buat akuaku nyaris tak bisa
berkata-kata di bagian ini, apalagi ketika aku menatap mata Dante yang membuatku aku tak
bisa mendeskripsikan perasaan ini
Youll always have my shoulder to cry on, baby, I promise dia menggengam tanganku
dan aku meyakini apa yang dikatannya, saat ini aku benar-benar yakin, bahwa aku punya
seseorang sekarang, seseorang yang berarti, yang bisa kuandalkan saat aku sedih, aku benarbenar berterima kasih untuk hal ini, aku berterima kasih atas anugerah ini.

Sepuluh
Di tengah euphoria, kisah cinta pertamaku, aku merasa agak sedikit kehilangan arah
untuk ambisiku meraih posisi ketua OSIS, ini berbahaya!aku teringat akan pernyataan tanpa rasa
bersalahku, pernyataan yang keluar begitu saja dari mulutku tanpa sempat diolah oleh otakku,
entah kenapa, aku melakukannya, maksudku, aku bukanlah tipe orang yang melakukan sesuatu
tanpa memikirkannya terlebih dahulu, aku selalu mempertimbangkan apapun, untuk kasus ini,
sepertinyaoke, itu adalah sebuah pengelakan, yeah aku melakukannya karena aku belum
menyadari bahwa aku menyukai Dante
Gue nggak mungkin jadian ma orang yang jadi rival gue di pemilihan ketua OSIS, asal
loe tau apapun gossip yang beredar di luaran sana, apapun yang mata kepala loe liat, apapun
yang terjadi gue akan membiarkan kalian membuat kesimpulan sendiri, akan lebih baik jika itu
menguntungkan gue, loe tau gue seperti apa, gue benci kekalahan melebihi apapun, gue orang
yang kompetitif, gue ambisius, dan gue adalah orang yang akan mendapatkan apapun yang gue
inginkan, bagaimanapun caranya!
Aku kembali teringat akan kata-kata yang terasa sangat jahat itu lagi, aku memanfaatkan
Dante dan perasaannya untuk tujuan dan ambisiku, tapi aku tau itu hanya sebatas
elakanperkataan yang cuma diolah lidahku.
Malam ini aku menghabiskan waktu dengan Eve di Coffee Shop favorite kami, sambil
ngobrol dan ngutak-ngatik netbook dan berselancar di dunia maya, sayangnya malam ini, kita
hanya berdua, tanpa Niken yang nyaris tak pernah absent dari tradisi nongrong bareng senin
malam kami, tapi akhir-akhir ini dia punya kesibukan lain.
Ghieapa rencana elo, untuk narik simpati anak-anak buat milih elo di pemilihan
nanti? Eve bertanya dengan antusias sorry tapi rasanya belakangan ini waktu elo tersita
cuma buat Dante dan Dante, bukannya gueEve menatapku, aku tau dia ragu-ragu untuk
mengungkapkannya maksud gue, gue cuma perlu ingetin loe, belakangan ini, kita mulai
kehilangan antusiasme, cuma itu. Dia tersenyum kaku.

Gue inget kok tentang program-program kita, tapi akhir-akhir ini Niken jarang bareng
kita, alasannya banyak, katanya dia sibuk latian bareng anak-anak marching band, oke gue tau
dia mayoret sekolah, tapi dulu-dulu latiannya nggak kayak sekarang, tiap hari, padahal ini nggak
bertepatan dengan hari besar dimana anak marching band ikut ambil bagian. Dia calon wakil
gue! Oke gue akui gue agak kehilangan antusias, tapi herannya gue ngerasa bahwa ada orang
yang bahkan udah mengubur antusiasmenya!
Niken punya kesibukan lain yang nggak melibatkan kita, gue rasa ada yang aneh Eve
menambahkan, sebenarnya gue mau bilang tentang ini, tapi gue nggak mau ngerusak
kebahagiaan

elo

dengan

sang

pangeran

Dante

yang

mempesona,

tapi

kalo

gini

caranyaGhieelo nggak bakalan ngalah untuk Dante kan?


Hahahague ma dia pacaran, oke, tapi untuk hal ini kita tetap rival
Gue khawatir. . . elo ngebiarin diri elo jatuh terlalu dalam .gue happy dengan
hubungan elo dengan Dante, dan rasanya juga nggak mungkin kalo Dante manfaatin elo, tapi elo
kudu ngambil langkah bijak, jangan jadiin kecintaan elo ke Dante sebagai boomerang yang akan
balik buat ngehancurin elo, gue percaya elo nggak bego Ghie.
Hmmmmada gosip apa di sekolah hari ini ?aku mencoba mengalihkan pembicaraan.
Buletin sekolah ngebahas tentang persaingan perebutan posisi ketua OSIS yang berubah
jadi kisah cinta, ini mah basi, gue tau versi aslinya, heheheyang jadi hot topic sih, tentang
cowok baru di kelas XII, namanya Gazka, dia baru masuk pagi tadi dan sebagian besar cewek di
sekolah sudah jatuh cinta padanya, memberinya gelar Prince Charming, dan kayaknya dia udah
punya fans club,,,hahaha konyol!Eve sibuk membaca gossip di blog sekolah, Oh My God
Ghie! Eve memutar netbooknya dan memperlihatkanku apa yang baru saja dibacanya.
Brighietha yang dalam propagandanya untuk merebut hati dan suara siswa baru
beberapa minggu lalu, sepertinya mulai kemakan isi pidatonya, apakah sebagian dari kita masih
ingat potongan omong kosong ini? katakan selamat tinggal buat pikiran menjadi cewek keren
itu berarti kamu harus menjadi seorang putri plastik, kalian hidup di dunia nyata, kalian tau
siapa kalian, kalian bukanlah Barbie idiot yang tanpa otak

Barbie idiot tanpa otak!oke, Ghie adalah cewek yang cantik, dia emang bukan versi
dumb blonde bermata biru, yang pasti dia punya otak mengingat sumbangannnya untuk deretan
tropi yang dipamerin pihak sekolah di lobi depan. Yang ingin dibahas disini adalah,yeah
Barbie!siapa yang nggak kenal dan iri dan tak merasa terintimidasi dengan postur Barbie yang
mengagumkan (ini cuma berlaku buat cewek!cowok suka menikmatinya, yeah! ) dan yang
dilakukan panutan kita tersayang (atau tadinya begitu) adalah memuntahkan makan siangnya,
dan entah sarapan dan makan malamnya juga

di toilet, RITE!Ghie adalah penderita

ANOREXIA NERVOSA!!!! (nggak heran bodinya kayak Twiggy di belah dua, nggak heran dia
pingsan di upacara, nggak heran dia begitu sering tongkrongin toilet) well yamungkin kita
bisa sama-sama memprediksi elakan Ghie atas penderitaannnya yang mulai tercium ini, Im
naturally skinnyseperti elakan Keyra, Mary Kate, dan nggak tau berapa banyak cewek yang
nggak menyadari betapa tidak berterima kasihnya mereka atas anugerah makanan yang bisa
mereka nikmati, seandainya mereka sadar bahwa anak-anak di Negara-negara dunia ketiga
begitu kelaparanOh Ghie, size zero is not hero!
Eve menatapku lama, jenis tatapan yang membutuhkan penjelasan, aku nggak tau harus
menjawab apa, ini tak bisa dijelaskan dengan mudah, apapun yang akan kukatakan rasanya
percuma, mengelak takkan pernah ada gunanya, mengakuinya akan sangat berbahaya,
mengatakan kebenaran adalah sesuatu yang takkan mungkin aku lalukan.
Ghie
Elo kecewa ma gue?
Eve menatapku, ada campuran kesedihan dan kekhawatiran, dia meraihku dan
memelukku lama.
Elo butuh terapi!
Thanks, karena elo nggak menghakimi gue
Nggak ada satupun orang yang suka dihakimi, semua orang hanya ingin dimengerti
Ghie

dan gue minta waktu buat elo untuk bisa mengerti, gue nggak bakal bisa cerita sekarang
dan gue juga nggak yakin apakah gue sanggup buat cerita di waktu lainnyaaku merasakan air
mataku akan tumpah, ada rasa yang menyakitkan, ketika aku menyadari bahwa ada
pengkhianatan di balik hal ini, Dante ada di daftar pertama orang yang kucurigai.
***
Segalanya tak berjalan dengan begitu baik sekarang, aku perlu waktu untuk menjauh dari
Dante, semalam aku tak mengangkat telponnya, aku memutar jalan menghindarinya ketika aku
melihat dia menungguku di kelas, aku berakhir di toilet sekolah, bersembunyi, entah dari Dante
entah dari tatapan penuh tuduhan anak-anak satu sekolahan!
Ghie gue tau elo di dalam, gue mau ngomong aku mendengar teriakan Eve dari balik
pintu. Aku enggan untuk menjawab
Jangan bego! Nongkrong disini seharian cuma makin benerin gossip yang beredar!
Aku membuka pintu dan kulihat Eve, yang bersiap-siap mendobrak pintu.
Sorry
Dipersilahkan kepada siswa yang bernama Brigietha Rara Nanthana, untuk menemui
kepala sekolah sekarang, terima kasih
Terdengar sebuah panggilan untukku dari pengeras suara, aku rasa ini bukan hal yang
menyenangkan,
Ghieare you oke?ada tatapan khawatir di mata Eve, perlu gue temenin?
No, Thanks aku menggenggam tangannya sesaat, mencoba untuk membuat Eve yakin
bahwa semuanya baik-baik saja, bahwa aku mampu menghadapinya, tapi sebenarnya, jauh dalam
hatiku, genggaman tadi adalah lebih untuk menenangkan diriku sendiri.
Aku memasuki ruang kepala sekolah dengan perasaan berbeda, tidak seperti biasanya aku
disambut dengan kebanggaan, tidak ada lagi tatapan berbinar ceria, yang kurasa hanya senyum
kaku tak menyenangkan, sorot mata tak percaya dari kepala sekolah dan wali kelasku.

Siang Bu
Siang Brighieta! jawabnya tegas Silahkan duduk
Aku duduk disamping Miss Rani, wali kelas dan guru bahasa Inggrisku, Miss Rani
menggeser bungkusan plastik kecil berisi serbuk putih seperti tepung.
Saya menemukan ini di lokermu..
Bisa dijelaskan? tuntut kepala sekolah
Spontan aku memegang kepala dengan kedua tanganku, aku tak mengerti
Saya tak ingin menjelaskan apa-apa. . .apa ada yang akan percaya bila saya mengatakan
ini bukan milik saya tapi ditemukan di loker saya? aku benar-benar frustasi.
Kamu juga tak ingin menjelaskan tentang gossip bahwa kamu penderita anorexia?
Aku benar-benar tak tau harus berkata atau melakukan apa. . .
Ghie. . . apa masalahmu?Miss Rani menghela nafas panjangSaya pkir saya
mengenalmu, tapi ternyata saya salah, ini mengecewakan saya Dia mengeluarkan handphone
experia mininya, dan memperlihatkanku sebuah email yang dikirim dari account-ku, sebuah
undangan, wild party, yang kurasa si hacker telah mengirimkannya hampir ke seisi sekolah, dan
hebatnya bahkan ke wali kelasku!
Percayalah apa yang ingin anda percayai
Aku meninggalkan ruangan, juga kepala sekolah dan wali kelasku yang akan mencoretku
dari daftar kebanggaan mereka mulai sekarang, kutau dibelakangku akan menyusul surat skors
atau bahkan mereka akan mengeluarkanku dari sekolah, rasanya semuanya terjadi begitu saja,
tanpa aku diberikan waktu untuk berpikir dan memahami semuanya.
Belum cukupkah semuanyadan sekarang seseorang akan mendampratku, aku baru saja
menabrak entah siapa di pintu keluar, sekilas kupandangi korbanku, aku tak mengenalinya tapi
rasanya sangat familiar, mata itu tak asing, aku berlari meninggalkannya yang kurasakan
menyebut namaku, aku tak berbalik, yang kuinginkan sekarang hanyalah pulang.

Sebelas
Alih-alih pulang ke rumah aku malah menghabiskan siangku untuk menyiksa diri,
menghabiskan coffee banana split tanpa henti, ini adalah mangkuk kedelapanku, perutku sudah
tak bisa menampungnya lagi. Aku tak tau apa yang ingin kulakukan, aku bukan penderita
anorexia, aku bukan pemakai narkoba, aku bukan pelaku atas undangan wild party malam nanti,
aku tak ingin membela diri, tak ada orang yang ingin aku yakinkan bahwa aku bukanlah
pelakunya.
Elo baik-baik aja? Tanya si cowok pelayan,yang pasti sangat heran melihat pola
makanku yang menggila.
Satu lagi, please pintaku
Yakin?
Anggap aja gue ketagihan sama coffee banana split kalian yang enak banget ini
Tapi elo udah makan begitu banyak
Gue punya duit buat bayar
Bukan itu maksud gue, oke gue ambilin aku melihat pandangan kasihan dan heran di
matanya ketika melihatku.
Aku merasa akan muntah sekarang, tenggorokanku sudah muak dilalui coffee banana
split yang sekarang seperti tanpa rasa. Cepat-cepat aku berlari ke arah toilet dan muntah hebat,
aku merasa benar-benar mual, pada saat bersamaan aku mengutuk diriku yang mempunyai
pikiran tak waras karena melakukan hal yang begitu bodoh.
Gue bilang juga apa! Elo bandel sih si cowok pelayan berdiri di depan toilet dengan
senyum mengejek
Bukan urusan elo!

Aku kembali duduk melahap lagi coffee banana split-ku, aku tak mau membuat si cowok
pelayan itu senang karena aku akhirnya menyerah, aku melihat dia menggeleng-gelengkan
kepalanya.
Ghie tanpa kusadari Dante duduk di depanku.
Aku mengabaikan kehadirannya dan menyibukkan diriku dengan memaksa alat
pencernaanku untuk terus melakukan hal yang memuakkan.
Hey, are you happy now? pertanyaannya mengandung sindiran yang menyakitkan, apa
yang ada dibibirnya sekarang bukan lagi sebuah senyuman, tapi sebentuk seringai mengerikan.
Ternyata aku memang tak bisa berpura-pura menganggapnya sebagai hantu yang tak
kelihatan, dan sialnya aku begitu bodoh, seharusnya aku memakinya atau melemparinya dengan
semua hal yang ada di meja ini, sayangnya yang kulakukan hanyalah membiarkan mataku untuk
terus menatapnya dan berpikir keras bahwa apa yang terjadi belakangan ini bukanlah kesalahan
Dante, oh my God, tapi siapa lagi yang punya alasan untuk melakukan semua tindakan untuk
menjatuhkan aku?
Jangan bilang kalo apa yang gue denger itu bener? Elo macarin gue cuma untuk bikin
gue pada akhirnya akan mengalah dan memberikan kedudukan ketua OSIS secara cuma-cuma
buat elo?
Hey, what the hell you talking about? ingin rasanya aku berteriak, bukankah dia yang
orang yang pantas disalahkan atas semua berita buruk yang menjatuhkan reputasiku? Siapa lagi
yang tau tentang anorexia yang aku alami? siapa lagi orang yang punya alasan tepat untuk
melakukan semua itu kepadaku, cuma Dante! Bagaimana mungkin dia melakukan semua hal
menyakitkan ini padaku? Bagaimana mungkin orang yang kupikir menyayangiku melakukan hal
yang begitu kejam? Tuduhan sebagai penderita anorexia mungkin tidak bisa kusangkal, tapi
adanya shabu-shabu di lokerku bisa membuatku berakhir di pusat rehabilitasi kalo aku beruntung
dan mungkin dibalik jeruji besi bila seseorang melaporkannya ke polisi, undangan wild party
makin menambah daftar keburukanku.
Ghieelo bisa jawab gue kan?

Elo yang harusnya menjawab semua pertanyaan yang bakal gue ajuin aku berbicara
pelan nyaris berbisik, tak sanggup mengeluarkan semua kemarahanku, aku merasa air mataku
akan tumpah.
Ghie
Kenapa? Elo lakuin semua ini ke gue? Gue pikir elo benar-benar sayang sama gue, gue
pikir elo yang nyelamatin hidup gueapa yang udah elo lakuin beberapa minggu ini udah
sanggup jadiin hidup gue lebih baik, tapi apa maksud dan tujuan elo ngajak gue terbang
setinggi-tingginya kalo pada akhirnya elo bakal mendorong gue jatuh? itu sakit banget gue
nggak pernah mengira akan jadinya kayak gini, gue nggak tau bahwa pada akhirnya gue akan
sekecewa ini, gue nggak belajar untuk mempersiapkan perasaan untuk menghadapi ini, dan
akhirnya aku hanya menangis, menangisi semua kebodohanku.
Shit! Buat apa elo nangis? Apa yang elo tangisi? Kegagalan elo dalam memanfaatkan
gue? Dante terlihat frustasi dan marah, marah padaku dan lebih-lebih marah pada
kebodohannya atau dia mengira seperti itu. Seorang cowok lebih baik nggak usah dicintai, atau
seperti dugaan otak bego gue kayak gitudaripada nggak dihormati! Itu bener-bener melukai
ego gue, tapi dalam kasus ini gue seenggaknya lebih beruntung daripada elo, gue punya hati,
walaupun saat ini gue tersakiti tapi gue pernah merasakan mencintaiapa artinya hidup jika
kamu nggak punya hati? Nggak ada gunanya Ghie! Nggak peduli elo punya kecantikan,
kepintaran dan uang, gue kasihan sama elo! Tapi gue yakin elo nggak merasakan apa-apa kan?
Aku menatap wajah Dante yang terlihat jauh berbeda sekarang, apa yang dia katakan itu
tidak benar, aku ingin mematahkan apa yang dipercayainya, tapi sekali lagi aku berpikir aku tak
ingin meyakinkan siapa-siapa, lebih baik buat aku dan dia untuk meneruskan kesalahpahaman
ini, lebih baik dia tau bahwa aku tak pernah mencintainya, lebih baik daripada aku menerima
kenyataan bahwa orang yang aku sayangi adalah orang yang manipulatif yang saat ini sedang
menuduhku untuk hal yang seharusnya aku lontarkan padanya, jika dia pernah mencintaiku, dia
takkan pernah menyeretku kedalam penderitaan ini.
Dantegue berterima kasih buat banyak drama yang elo ciptain buat gue!, itu
menjadikan hidup gue berwarna, gue menikmati episode drama romantis kita aku menghapus
air mataku dan cepat-cepat kutampakkan ekspresi antagonisku yang paling kejam. Well, ada

baiknya elo umumin ke semua orang kalo gue emang penderita anorexia, kalo gue sakit jiwa,
kalo gue pemake shabu, kalo gue penggila pesta! Elo tau publisitas negatif memang selalu ada
gunanya, kebetulan gue udah bosen jadi cewek manis yang nyiptain prestasi, ga ada gunanya
kan semua prestasi, semua kebaikan yang pernah gue buat, kalo hanya dengan satu kesalahan
kecil saja semua orang memvonis gue atas kesalahan yang nggak pernah gue buat!Aku meraih
dompetku, mengeluarkan beberapa lembar uang lima puluh ribuan di meja, dan pergi
meninggalkan Dante.
***
Aku mendapati Eve dan Niken sudah berada di kamarku ketika aku sudah tiba di rumah,
sebenarnya saat ini aku sedang tidak ingin menemui siapa-siapa, yang ingin kulakukan hanyalah
mengurung diri, mengasihani diri sendiri dan menggoreskan beberapa sayatan di bagian-bagian
tertentu ddi tubuhku, setidaknya itu akan sedikit memberiku ketenangan.
Terima kasih karena udah jadi teman yang baik, terima kasih karena udah mau
ngerepotin diri kalian buat nengokin gue, masih mau temenan sama monster sakit jiwa? itu
adalah sambutan teramah yang mampu aku ucapkan untuk dua sahabatku, aku menghempaskan
diri di tempat tidur, memejamkan mata dan berharap semuanya menghilang.
Ghie, gue ngekhawatirin elo! Suara Eve bergetar ada nada khawatir disana.
Lebih baik buat aku untuk pura-pura tidak mendengarnya.
GhieAku mendengar suara Niken, dia ingin mengatakan sesuatu Sekolah mencoret
nama elo dari calon ketua OSIS, gue cuma mau bilang kalo gue yang maju buat gantiin elo, elo
nggak keberatan kan?
Ken, loe ngerusak moment! Ghie sedang dalam masalah, apa sih yang elo pikirin? Minta
izin untuk hal sesepele ini, temen kita perlu ketenangan
Aku menutup kepalaku dengan bantal aku benar-benar ingin kesunyian.
Ini penting Eve, maksud guemasa depan sekolah juga ditentuin oleh Ketua OSIS, elo
mau sekolah kita dipimpin oleh atlet basket yang lebih seneng menghasilkan keringat dilapangan
untuk membanggakan sekolah dibanding orang yang punya otak yang bisa mikir ke depan?

Elo insensitif! Temen kita butuh dukungan, bukan saatnya buat elo untuk mikirin hal
sok idealis kayak gini, elo mau nunjukkin bahwa elo mendahulukan kepentingan umum diatas
kepentingan kelompok? Sebenarnya elo mentingin kepentingan pribadi elo kan? Eve mulai
bicara dalam nada tinggi, mau tak mau ini mengusikku.
Apa maksud elo?
Buka topeng elo Ken?
Are you kidding me?
Gue muak sama segala kemunafikan yang elo buat, gue udah nggak punya toleransi
untuk ngebiarin hal ini terus berjalan! Elo pikir gue nggak tau alasan elo pacarin Pandji, si culun
itu, gue tau dia bukan tipe elo, elo manfaatin kemampuan sang hacker kuper itu, kan? Elo yang
nyebarin undangan wild party, setelah gossip tentang anorexia muncul di blog sekolah!supaya
orang-orang beranggapan bahwa setelah gossip itu muncul, Ghie melakukan suatu cara untuk
tetap mendapat simpati warga sekolah, dan cara yang dipilih adalah cara yang khas remaja, yang
lebih suka hura-hura, dan
Aku bangkit menatap kedua temanku yang sedang saling menatap tajam, aku tak tau
harus bereaksi bagaimana, aku seolah dipaksa untuk menyaksikannya saja tanpa berbuat apaapa!
Eve, elo jangan sok baik sekarang, elo sebenarnya muak kan dengan hubungan
pertemanan kayak gini, elo bosen kan terus-terusan dalam ikatan persahabatan disfungsional ini,
Eveelo yang pertama kali menduga bahwa Ghie mengidap anorexia, dan semua orang bisa
menduganya dengan mudah, lihat dia, bagaimana dia? Sorry Ghie, tapi gue nggak pengen
semuanya berjalan seperti rencana awal kita, elo nggak bisa bawa sekolah kita ke arah lebih baik,
gue nggak bisa menaruh tanggung jawab segede ini di pundak elo, bukannya gue mengaggap
remeh kemampuan elo, tapi gue juga punya kemampuan, disaat elo sibuk pacaran dengan rival
kita, buat gue itu sinyal berbahaya, jadi gue mesti ngelakuin sesuatu
Ken cuma itu yang bisa kukatakan
Niken! Elo udah keterlaluan! teriak Eve

Kenapa? Udah saatnya Eve!udah waktunya buat gue berontak dari pola ini, elo masih
mau terintimidasi dalam persahabatan kayak gini?gue enggak!gue udah muak!gue benci
diintimidasi kesempurnaan yang elo punya Ghie! Niken menunjukku dengan pandangan
berang, seolah-olah sudah lama baginya untuk menanti saat ini, Gue benci jadi yang kedua,
orang yang cuma ada di balik punggung elo Ghie! Nggak ada yang bakal nganggap gue kalo elo
masih ada! Jadi sekarang gue punya kesempatan jadi yang pertama, dan gue bakal ngelakuin
apapun untuk itu.
Termasuk nusuk temen elo dari belakang? tandas Eve
Well Gue lebih suka dibilang pengkhianat daripada seumur hidup menjadi
pecundang! Niken meraih jaketnya dan berlalu, tinggal aku dan Eve yang terdiam, aku masih
mencoba mencerna apa yang baru saja terjadi.

Dua Belas
Aku dihadapkan lagi pada kasus kepemilikan Shabu yang bukan milikku pagi ini, Miss
Rani dan Kepala Sekolah, seolah memaksaku mengakuinya, dan pada saat yang tidak tepat
Dante masuk sebagai pahlawan kesiangan.
Permisi, saya bisa jelaskan apa yang terjadi Dante langsung duduk di sampingku dan
aku tak sanggup menatap wajahnya.
Semua ini, kesalahpahaman, Shabu itu punya saya bu, Ghie memaksa saya untuk
berhenti, dia menyita Shabu saya, dan pada saat yang tidak tepat seseorang memberikan kisikan
pada pihak sekolah bahwa dalam loker salah satu siswa terdapat Shabu itu, dan kita anggap ini
sebagai ketidakberuntungan untuk Ghie.Dante mencoba menyelamatkanku dengan kebohongan.
Apa yang kamu bicarakan?Tanya Kepala Sekolah.
Saya tidak percaya bahwa di dalam sekolah kita barang seperti ini beredarMiss Rani
terdengar shock.
Maaf, bila seandainya pihak sekolah mau membuka mata, maka akan ada banyak hal
yang nggak seharusnya yang akan anda lihat. Tandas Dante.
Dante, please, jangan coba untuk nyelamatin gue bisikku.
Gue nggak nyelamatin elo, yang gue lakuin adalah yang seharusnya.
Ngorbanin diri elo buat sesuatu yang diluar tanggung jawab loe, itu bukan sikap ksatria!
Elo mau nyari muka?aku tak menyangka akan mengeluarkan kata sekasar itu.
Ghieplease, loe tau loe nggak pantas menghadapi ini semua
dan elo nggak pantas ngelakuin semua ini buat gue!

Tolong jelaskan pada saya apa yang sebenarnya terjadi! Kepala sekolah meminta
dengan tegas.
Ini cuma semua jebakan! Seseorang meletakkan Shabu itu dalam loker Ghie, entah
untuk alasan apa! sambar Dante cepat sebelum aku sempat bersuara.Seandainya anda berpikir,
apa mungkin seorang siswa seperti Ghie akan melakukan hal sebodoh itu? Anda mengenal siswa
kesayangan sekolah ini, seharusnya anda tidak mudah percaya pada isu ini, dan saran saya
apabila seandainya anda memaksa untuk mencari pelaku sebenarnya sekarang, apa anda yakin
akan melakukannya?apa anda akan membiarkan nama baik sekolah tercemar karena kasus
beredarnya psikotropika di bawah hidung anda? Maaf, tapi bisa jadi ini cuma lelucon antar
siswa, walaupun ini leleucon yang keterlaluan.
DanteMiss Rani hendak berbicara tapi kepala sekolah menghentikannya.
Baiklah, saya rasa sebaiknya saya menutup kasus ini, kita hanya akan menganggap
semuanya tidak pernah terjadi.
Mungkin memang lebih baik bila kita berpura-pura.tambah Miss Rani
Terima Kasih. Dante, hendak pergi ketika akhirnya dia berhenti dan berbalik
menghadap Kepala Sekolah, saya berhenti sebagai calon ketua OSIS.

***
Aku baru saja keluar dari ruang kepala sekolah, dan sesuatu yang dingin dan lengket
jatuh tepat di kepalaku, entah siapa yang dengan sengaja menjatuhkan ice cream di kepalaku,
kudongakkan kepala, sekilas kulihat sekumpulan cewek terkikik-kikik di lantai dua, Aku
menduga hal ini hanyalah sebuah awal, sekarang aku bukan lagi si Queen Bee.
Ternyata bebas dari kemungkinan pemecatanku dari sekolah untuk di pindahkan ke sel
tahanan ataupun kamar rehabilitasi rupanya hanya sedikit lebih baik, pihak sekolah, siswasiswanya tidak semudah itu untuk memaafkanku, dari Eve yang kudengar bahwa mereka
mengecapku cewek munafik parah, cewek yang cuma berkoar-koar tentang kesempurnaan
sementara apa yang kulakukan adalah kebalikan dari semua kata-kataku.

Semua kerja keras Niken untuk menjatuhkanku ternyata sangat berhasil, kupikir dia
temanku, aku tak tau apa yang merubahnya menjadi seperti ini, oke baiklah, mungkin aku bukan
teman yang baik, sikapku yang lebih suka berperilaku seperti manusia salju atau monster disaatsaat tertentu bisa jadi adalah alasannya untuk berbuat seperti ini.
Gue nggak nyangka cewek kayak Niken punya otak sekelas penghuni Nusa
Kambangan tiba-tiba saja Dante sudah berada di sampingku, saat ini waktu istirahat, dan aku
mengurung diri di pojokan perpustakaan. Harusnya gue perlu percaya semua omongannya,
tentang
Kita lupain aja potongku cepat.
Mau maafin?
Aku menatapnya, melihat tanda-tanda penyesalan, semua yang terlewati rasanya masih
sangat menyakitkan, dan aku sudah terlanjur menguburkan perasaanku kepada Dante, maksudku,
aku memang tidak berhenti begitu saja menyayanginya, hanya saja aku takut bila
mengembalikan rasa ini seperti beberapa saat lalu, aku tidak terlalu yakin akan hal itu.
Sebenarnya, segalanya bukan karena Dante, sebagian juga karena pikiran negatifku padanya, aku
menuduhnya menjatuhkan aku dan dia menuduhku memanfaatkan cintanya, ini hanya
kesalahpahaman yang bodoh.
Ghiegue salah tentang elo Dante terlihat menyesal
Elo bego ngundurin diri dari pemilihan ketua OSIS, itu hanya akan mempermudah
langkah Niken
Tapi gue nggak sependapat
Maksud elo?
Niken boleh berada di atas angin sekarang, tapi bentar lagi dia bakal jatuh terpelanting,
gue mungkin ngundurin diri, untuk beberapa saat dia bakal menganggap dirinya sebagai calon
tunggal, tapi apa elo tau tentang calon baru kita?Dante memasang senyum mengejekknya yang
khas Elo tau anak baru bernama Gazka?

Nggak
Dia baru aja mencalonkan diri, dan ini bakal lebih seru, tampangnya bisa menghipnotis
cewek-cewek bego satu sekolahan untuk memilih dia. Oke Ghie, jam 8 malam tunggu gue di
depan rumah elo, gue mau nunjukkin elo sesuatu dan juga gue mau nebus semua yang terjadi
kemaren, gue harap, kita masih bisa mengulang semuanya.

Tiga Belas
Jam delapan kurang lima menit, aku melihat Dante sudah berada di gerbangku,
nongkrong diatas skutermatik modifikasi warna orange-nya, seingatku aku tak mengiyakan
ajakannya, tapi mungkin reaksi diamku dianggap sebagai sebuah persetujuan, padahal malam ini
aku sudah berniat untuk menggesek kartu kreditku dan membawa pulang barang-barang yang tak
terlalu yakin apakah akan aku gunakan nantinya.
Gue nggak ingat kita punya janji malam ini aku berkata dalam nada tinggi.
Akhirnya elo kembali jadi si galak ejeknya sambil nyengir, dan dengan cueknya dia
melempar helm warna Pink yang kutaksir milik adiknya, untungnya aku bisa menangkapnya
sebelum helm itu jatuh ke tanah.
Gue belum bilang setuju protesku
Ribet bener, elo tinggal naik ke belakang gue, jangan banyak protes, dan yang penting
elo mesti peluk gue, kalo nggak maugue bakal ngebut neh, mau nggak mau loe bakal meluk
gue juga, kan?biar romantis, elo meluk gue secara sukarela aja tanpa perlu gue ngebut duluan,
deal? Dante berkata cepat dan tanpa memperdulikan tampang cemberutku, dan pada akhirnya
aku duduk juga di belakangnya, ragu-ragu kupeluk pinggangnya, ingin rasanya aku
menyandarkan kepalaku di punggungnya, tapi aku tak ingin membiarkan Dante terlalu senang.
Udara malam terasa segar membelai pipiku dan ada perasaan yang aneh ketika aku
mencium aroma Dante yang sesegar mint, beberapa hari ini aku terlalu tertekan dan tak pernah
menyangka hal sesederhana ini bisa menenangkanku, kadang aku harus menghabiskan uang
yang bisa menghidupi dua atau tiga keluarga selama sebulan hanya untuk sebuah sepatu atau
gaun rancangan desainer untuk mendapatkan perasaan seperti ini.
Ghie
Hmmm

Kita masih bisa kayak dulu lagi?


Aku tak ingin menjawabnya, aku malah menyenderkan kepalaku di punggungnya dan
mempererat pelukanku.
***
Aku nggak yakin kamu bakalan suka ini, dating ala ABG kebanyakan Bisik
Dante
Maksud elo? Gue nggak anggap ini dating, oke?
Bisa nggak sih kita udahan make gue elo, aku lebih suka obrolan kita yang dulu,
aku-kamu
Dante, semuanya beda
Kamu yang bikin beda!
Oke sorry
Dante berhenti di taman, taman yang lebih mirip pasar malam, apakah ini yang
dimaksud Dante dengan dating ala ABG kebanyakan? sebelumnya aku tidak pernah
menginjakan kaki di tempat seperti ini, aku lebih suka menghabiskan waktu untuk nongkrong di
caf atau lounge mewah.
Kenapa aku milih tempat ini? Karena aku yakin kamu belum pernah ke tempat
kayak gini Sebelum aku sempat bertanya, Dante mencoba untuk menjawabnya, jika dia berlatih
lebih keras Dante sepertinya bisa membaca jalan pikiranku.
Rasanya menyenangkan, suasananya benar-benar berbeda, ceria dan penuh suka
cita, aku mendengar gelak tawa anak-anak yang naik komidi putar, pandangan bangga orang tua,
pasangan-pasangan yang bergandengan tangan hingga wangi arum manis yang tiba-tiba saja
menyapa indra penciumanku, Dante baru saja membelikanku arum manis yang sangat besar, dan
hahaha aku benar-benar ingin tertawa, ini lucu dan juga konyol dia membawakanku balon
helium warna-warni dalam jumlah yang sangat banyak, aku terlalu terpesona melihat keadaan
sekitarku hingga tak kusadari Dante yang tiba-tiba menghilang sampai dia muncul kembali di
hadapanku.

Ghie, tolong pegang balon-balon ini, tapi ati-ati ya jangan sampai kamu terbang
kebawa balon-balon ini, kamu kelewat ringan sih, sampe-sampe aku khawatir lho tiap kali ada
angin kenceng lewat, takut kalo-kalo kamu terbang ketiup angin, hehehe Dante menggodaku,
tapi sayang ketika Dante melepas balon-balon itu, aku tidak cukup cepat untuk meraihnya,
balon-balon itu beterbangan ke langit malam, aku merasa kecewa, mungkin karena aku lebih
banyak melamun aku jadi tidak bisa fokus melakukan apapun, Dante memberikan senyum
pengertiannya yang berarti tidak apa-apa semuanya baik-baik saja, dan dia mengacak-acak
rambutku. Aku selalu menyukai cara Dante memperlakukan aku. Aku memaksakan diri
tersenyum dan tak protes sedikitpun ketika Dante meraih tanganku, dan menggenggamnya,
akhirnya kita jalan bergandengan tangan menyusuri malam ceria yang berhiaskan lampu warnawarni dan gelak tawa di sekeliling kami.
***

Aku dan Dante berhenti di depan panggung yang menampilkan band yang
memainkan lagu-lagu lama, setelah lagu yang aku tak yakin pernah kudengar sebelumnya dan
tepukan tangan dari penonton yang terdiri dari orang-orang yang sudah berumur dan membawa
serta anak-anak mereka usai, mereka memainkan lagu yang lainkupikir aku aku mengenal
lagu berirama ceria ini
Sugar,
Oh, Honey Honey.
You are my candy girl,
and you got me wanting you.
Honey,
Oh, Sugar, Sugar.
You are my candy girl
and you got me wanting you.
Tanpa aku duga-duga, sepasang

gadis kembar imut-imut nan cantik yang

kutaksir berumur sekitar lima tahun mendatangiku dan mengajakku berdansa mengikuti irama

lagu, aku ragu-ragu untuk melakukannya, tapi senyuman penuh dukungan dari Dante
membuatku menari lepas, aku tertawa-tawa penuh kegembiraan, rasanya sangat menyenangkan.

Sugar,
Oh, Honey Honey.
You are my candy girl,
and you got me wanting you.
Honey,
Oh, Sugar, Sugar.
You are my candy girl
and you got me wanting you.

Aku melihat Dante pergi, mungkin dia hendak mengambil sesuatu, aku tau dia
takkan meninggalkanku, Si gadis kembar kecil tertawa-tawa kegirangan penuh keceriaan,
rasanya sangat damai saat memandang senyum polos mereka, sorot mata yang penuh suka cita,
renyah tawa penuh bahagia, tangan-tangan halus mereka menggenggam tanganku, halus kulit
mereka tersentuh kulitku, aku menikmati malam ini, ingin sekali rasanya aku meminta pada sang
waktu berhenti sejenak agar aku bisa menikmati kegembiraan ini. Seandainya bisa seandainya
boleh inginku untuk terus merasakan mala mini, ingin kubawa pulang gelang tawa dan senyum
polos dua bocah ini.

I just can't believe the loveliness of loving you.


(I just can't believe it's true).
I just can't believe the wonder of this feeling too.
(I just can't believe it's true).
Dante kembali dengan berlari-lari kecil, dia membawa kameranya yang mungkin
ditinggalkannya di jok motornya, dia membawa kamera kemana-mana, selain atlet basket Dante

juga ketua klub Fotografi di sekolah, dia memotret kami, mengabadikan kebahagiaan ini. Aku
melihat Dante tersenyum, sangat manis, membuatnya semakin terlihat rupawan, aku yakin
diapun merasakan kebahagiaan ini. Aku merasakan gelembung-gelembung keceriaan mengisi
dadaku, ini benar-benar anugerah yang sangat indah, dan gadis-gadis kecil ini seperti peri yang
dihadiahkan Tuhan kepadaku, Tuhan begitu menyayangiku, setelah aku mengalami hal-hal
menyedihkan belakangan ini, akhirnya Dia memberikanku sebuah kesempatan untuk mengecap
manisnya tawa.Terima Kasih.

Sugar,
Oh, Honey Honey.
You are my candy girl,
and you got me wanting you.
Honey,
Oh, Sugar, Sugar.
You are my candy girl
and you got me wanting you.
When I kissed you girl,
I knew how sweet a kiss could be.
(I know how sweet a kiss can be)
Like the summer sunshine
pour your sweetness over me.
(Pour your sweetness over me).

Oh pour little sugar on me honey (sugar)


Pour little sugar on me baby (honey honey)
When you make love so sweet (Yeah Yeah Yeah.)
Pour little sugar on me (oh yeah)
Pour little sugar on me honey
Pour little sugar on me baby
I'm gonna make love so sweet (hey hey hey)

Pour little sugar on me honey.

Salah satu dari si kembar melepaskan tangannya dari tanganku, dia berlari kearah
Dante, aku melihat langkah-langkahnya berlari dengan malu-malu, dia menarik-narik tangan
Dante, Dantepun duduk di depannya, si gadis kecil itu membisikinya sesuatu, entah apa, tapi
yang pasti setelah Dante mengangguk-angguk dan si adis kecil melompat kegirangan, keduanya
bergandengan tangan, datang berlari-lari kecil untuk bergabung denganku dan saudaranya, si
gadis kecil yang bersamaku sejak tadi, menarik tanganku dan menggabungkannya dengan tangan
Dante, dia meminta kami untuk bergandengan tangan, akhirnya kami berpegangan tangan dan
membentuk lingkaran, menari-nari dan tertawa-tawa, mengikuti irama ceria lagu yang entah
mengapa rasanya seperti sebuah rapalan mantera penuh keajaiban, aku merasa seperti dalam
dunia dongeng yang penuh cinta dan kasih sayang.

Ah sugar.
Oh honey, honey.
You are my candy, girl,
and you got me wanting you.

Oh honey (honey, honey, sugar, sugar)


Sugar, sugar
You are my candy girl
***

Lagu telah usai dan terdengar gemuruh suara tepukan tangan menggema, tak
kusadari bahwa orang-orang juga memberikan tepukan tangan itu untuk kami, aku merasakan
wajahku panas karena malu, aku memberikan senyuman termanisku pada orang- orang yang
berdiri di sekelilingku, nyaris terhipnotis euphoria yang tengah terjadi, salah seorang anak
menarik-narik tanganku, aku duduk, dia membisikanku sesuatu terima kasih kakak cantik dan
dia mencium pipiku mmmmuuuuuuuuaaaaahhhh sebuah ciuman basah yang lucu,
kembarannya mengikuti, dia mencium pipiku yang satu lagi, dengan sigap Dante mengabadikan
moment ajaib dan lucu ini, dan sekali lagi keduanya menciumiku secara bersamaan. Kakak
secantik Putri kayak dibuku mewarnaiku katanya lagi, aku hanya tertawa, kebahagiaan ini
benar-benar menyenangkan.
Sepasang orang tua melambaikan tangan, kedua anak itu segera berlari, itu kedua
orangtuanya, sepasang suami istri yang serasi, perpaduan cantik tampan dengan aura penuh kasih
sayang, pantas saja mereka memiliki si kembar yang seperti peri dari dunia dongeng, dengan
sigap si kembar berlari, khas anak-anak, berlari dengan lompatan-lompatan gemulai, seperti
tarian bidadari, setelah sampai di tempat orang tuanya mereka melambai-lambaikan tangannya,
mereka berlalu, lalu Dante datang menghampiriku, dan berbisik.
Senang melihatmu tertawa lepas Entah ada dorongan darimana, yang kutahu
sekarang aku memeluk Dante dengan manja, dan Dante mencium puncak kepalaku dengan
sayang.
***
Mau pulang sekarang? Tanya Dante, aku menggeleng. Waktu menunjukkan jam 11
lewat seperempat.
Jam malammu sampe jam berapa?tanyanya lagi.
Aku nggak pengen malam ini berakhir Dante mengacak- acak rambutku,
Dante membelikanku sekotak coklat salut strawberry dan Lollypop yang sangat besar, dia
memperlakukan aku seolah aku salah satu dari si kembar.

Kamu mesti banyak makan yang manis-manis, biar kamu bisa tersenyum, menurutku
hal-hal yang manis itu bisa membawa kegembiraan, tapi apapun yang terasa manis takkan ada
artinya kalo tanpa senyummu
Kamu gombalin aku ya? aku memasang muka jutek sambil menggigit strawberry salut
coklatku, rasanya sangat manis dan nikmat, dan tiba-tiba Dante mendaratkan ciuman singkat di
pipiku, dia tersenyum jail, huh! Dasar bandel, tapi sejujurnya, itu menyenangkan.
Mau nunggu sampe jam 12? Tar ada acara kembang api loh
Hmmmmm lama aku menimbang Oke kayaknya menyenangkan
Sayup-sayup aku mendengar dialog yang sangat kuhapal
Noah: It's not about following your heart and it's not about keeping your promises. It's about
security.
Allie: What's that supposed to mean?
Noah: Money. He's got a lot of money!
Allie: You smug bastard. I hate you for saying that.
Noah: You're bored Allie. You're bored and you know it. You wouldn't be here if there wasn't
something missing.
Allie: You arrogant son of a bitch.
Noah: Would you just stay with me?
Allie: Stay with you? What for? Look at us, we're already fightin'
Noah: Well that's what we do, we fight... You tell me when I am being an arrogant son of a bitch
and I tell you when you are a pain in the ass. Which you are, 99% of the time. I'm not afraid to
hurt your feelings. You have like a 2 second rebound rate, then you're back doing the next painin-the-ass thing.
Allie: So what?
Noah: So it's not gonna be easy. It's gonna be really hard. We're gonna have to work at this
every day, but I want to do that because I want you. I want all of you, for ever, you and me, every
day. Will you do something for me, please? Just picture your life for me? 30 years from now, 40
years from now? What's it look like? If it's with him, go. Go! I lost you once, I think I can do it
again. If I thought that's what you really wanted. But don't you take the easy way out.
Allie: What easy way? There is no easy way, no matter what I do, somebody gets hurt.

Noah: Would you stop thinking about what everyone wants? Stop thinking about what I want,
what he wants, what your parents want. What do YOU want? What do you WANT?
Allie: It's not that simple.
Noah: What... do... you... want? Whaddaya want?
Allie: I have to go now.
Layar raksasa di depan kami sedang memutar film lawas, salah satu favorite-ku The
Notebook, adegan yang baru saja terjadi adalah adegan yang menggambarkan sebuah kemarahan
yang indah, sangat romantis. Apakah di dalam kehidupan nyata kemarahan bisa terlihat seindah
itu?
Dante menyewa tikar plastik, kami mencari posisi strategis untuk menonton, kami duduk
diantara pasangan-pasangan yang terlihat sudah berkeluarga, rupanya ini bukan tempat dating
favorit remaja seusia kami, ini mungkin tempat penghilang penat bagi mereka yang sudah
memiliki tanggung jawab lebih, bagi mereka yang ingin mengulang masa lalu, karena yang aku
lihat disini terlihat agak ketinggalan zaman, tapi memperlihatkan banyak kenangan indah. Bila
ingin masa lalumu nanti menyenangkan maka kamu harus menapaki masa kinimu dengan
melakukan hal-hal yang menyenangkan, itu yang sering kuingatkan pada diriku sendiri, tapi
kadang aku malah menciptakan kecacatan-kecacatan bodoh untuk diriku sendiri, tapi malam ini,
aku hanya ingin bahagia, jangan usik aku dengan hal-hal yang membuatku sedih, kataku pada
otakku.
Bagaimana kalo seandainya aku jadi Allie? Bagaimana kalo seandainya aku bahkan tak
bisa mengingat apapun tentang kamu? tanyaku konyol, aku membayangkan diriku jadi si cewek
dalam layar.
Aku akan melakukan yang sama kayak yang Noah lakukan. Jawabnya santai sambil
tersenyum.
Jawaban yang bagustapi bagaimana kalo seandainya ketika kita diharuskan untuk
berpisah, aku bersama yang lain, dan kamu datang kembali, dan pada akhirnya aku tak
meninggalkan orang yang tengah bersama denganku, apa yang akan kamu lakukan? Cewek
memang selalu membingungkan, memeberikan banyak pertanyaan untuk ujian, aku menyadari

bahwa ini bukan obrolan yang ingin didengar cowok, tapi aku tetaplah seorang cewek yang ingin
mengajukan pertanyaan menyebalkan.
Dengar, kalo cowok yang kayak Duke, yang diperankan James Marsden, kaya, menarik,
sopan, bermasa depan cerah, dalam kehidupan nyata, takkan pernah mau dilepaskan oleh seorang
cewek tak peduli masa lalunya datang lagi, apalagi masa lalu itu datang dalam keadaan seperti
Noah sekarang
Well, ternyata kamu tau cerita film iniaku kagum, sangat jarang sekali seorang
cowok mau menonton drama romantis, yeah dia bahkan tau nama pemerannya.
Ghiebila seandainya aku pergi dan kamu bertemu dengan orang baru yang lebih baik
daripada aku maka yang akan kulakukan hanyalah melihatmu dari jauh, dan mengikhlaskan
kamu dengansiapapun dia
Aku tak bisa berkata-kata hanya menatap matanya, aku tau ini bukan obrolan yang hanya
diucapkan lidah.
Dhuaaaaarrrrrr.DhuuuuaaaarrrrrrrDhuaaaaaaaaaaaaaaaaarrrrrrrr
Suara kembang api memecah malam, Dante mengajakku meninggalkan drama sedih
kehidupan Noah dan Allie, kami melewatkan ending-nya, karena memilih melihat kembang api
warna-warni menghias langit malam, Dante meminta seseorang untuk memotret kami berdua
dengan latar kembang api. Aku memberikan senyum terbaikku pada kamera begitu juga Dante,
Dan yang aku tau aku takkan pernah bisa melupakan malam ini, apapun yang terjadi.
***
Malam sudah larut ketika kami mulai menyusuri jalan yang mulai sepi, aku memeluk erat
Dante, menikmati kebersamaan kami, di perjalanan Dante lebih sering menggodaku dengan
lelucon-lelucon konyol dan permainan-permainan kekanak-kanakannya, dia bersiul dan aku
harus menebak lagu apa yang dimaksud siulannya yang tanpa nada itu, setiap kali aku salah
menebak berarti aku hutang satu ciuman padanya, huh! Dasar jail!
Akhirnya kami sampai di depan rumahku, rasanya malam ini begitu cepat berlalu,
memang hal yang menyenangkan membuat waktu berjalan cepat dan hal menyakitkan membuat

waktu seakan tak berjalan, aku sudah mengetahuinya karena aku sudah mengalaminya. Aku
turun dengan segera dari sekutermatiknya, berlari masuk ke dalam gerbang menuju pintu
rumahku, aku idiot yang sangat tidak sopan, setelah apa yang dilakukan Dante malam ini, aku
bahkan tak mengucapkan terima kasih atau selamat malam, atau menunggunya berlalu sambil
memberikannya lambaian tangan, maksudku sebenarnya, aku cuma tidak ingin terlihat terlalu
bergembira hingga angan-anganku akan membuat error otakku, mungkin karena sebenarnya aku
ingin malam ini ditutup dengan romantis, karena aku berkesimpulan Dante takkan melakukannya
jadi sebaiknya aku jangan terlihat terlalu berharap, hanya itu, jadi bukan maksudku untuk
berlaku tidak sopan.
HeyRupanya Dante menyusulku, aku berhenti dan melepaskan tanganku dari
pegangan pintu. Kulihat wajah Dante tampak ragu-ragu.
Do you think our love, can take us away together?
I think our love can do anything we want it to.
I love you Kalimat ini menjadikan segalanya sempurna
I love You Too
Good Night
Good Night
Kupikir hal ini cuma ada dalam khayalanku, tapi yang kutau saat ini, mata kami bertemu,
saling memandang, aku bisa memprediksikan apa yang terjadi apalagi ketika udara terasa sangat
sejuk, angin bertiup lembut, langit ditaburi begitu banyak bintang dan di kepalaku mengalun
merdu lagu This Love-nya Craig Armstrong, ciuman pertamaku yang hanya dalam khayalan
akhirnya terjadi juga, dengan lembut Dante menyentuh pipiku, lalu mendekatkan bibirnya,
kupejamkan mataku perlahan, pelan-pelan kuresapi rasa bibirnya yang seperti campuran mint
dan gula, lalu kubalas, tanpa kusadari aku berjinjit dan melingkarkan tanganku pada lehernya,
tanpa perlu kupelajari sebelumnya tanpa perlu kupraktekan sebelumnya, segalanya terasa begitu
alamiah, kami berciuman cukup lama hingga kusadari ada suara benda jatuh dan membentur
sesuatu, awalnya itu tak menggangguku sampai aku mendengar erangan Dante, aku membuka

mata dan kulihat kening Dante terluka, sebuah gelas kaca baru saja mengantam kepalanya, dan
kulihat sekelebat gaun tidur berenda mamaku di balkon atas berlalu, kudengar suara kepanikan
entah dari lantai atas, entah dari dalam kepalaku, kupandangi Dante dan kulihat pecahan kaca di
antara kaki-kaki kami, kupungut sesuatu, berupa tablet, kukantongi, sebelum kutelepon Taxy dan
membawa Dante ke Rumah Sakit terdekat.

Empat Belas
Aku menangis, walau sebenarnya tak tau bagian mana yang kutangisi, terlukanya Dante
atau terlukanya hatiku atas perlakuan Mama, apa haknya melakukan hal ini padaku, oke dia
Mamaku, hanya karena dia melahirkan aku dia merasa dia berhak atas hidupku?tidak, tentu saja
tidak, dia hanya melahirkan aku, memberiku uang dan fasilitas, sementara aku dan dia tinggal di
dunia yang berbeda, apa masalahnya bila aku punya pacar? Oke aku tau, aku bisa mengerti bila
aku dan Dante agak terlalu jauh, yeah kami berciuman..tapi ya ampun haruskah ia berbuat
seekstrem itu?
GhieAlih-alih menenangkan Dante yang terluka, Dante malah menenangkanku. Aku
merebahkan kepalaku dipangkuannya, menangis sejadi-jadinya, kurasakan Dante mengelus-elus
kepalaku.Maafharusnya aku nggak
Aku yang minta maaf untuk apa yang dilakukan MamaAku merasa ada pasir di
tenggorokanku.
Heyini salahku, aku nggak sopan Dante menyalahkan dirinya. Aku nggak percaya
aku sebego ini, mengantar seorang gadis lewat tengah malam dan begitu berani menciumnya di
depan ibunya.
Ya ampun kamu nggak salahAku protes diantara isakku, aku bangkit dan
menatapnya.
Ghie, setelah nyampe klinik, kamu langsung balik yaharusnya kamu nggak ikut, ini
cuma memperparah keadaan, aku baik-baik saja, aku pernah terluka lebih parahstop pak Taxy
berhenti di depan klinik, Dante membuka pintu, Pak tolong antar balik ya Dante menutup
pintu dan Taxy pun melaju tanpa sempat mempertimbangkan apa yang kupikirkan, harusnya aku
bersama Dante, tapi Dante benar, ini hanya akan memperparah keadaan, tapi aku tak ingin
pulang, dan menghadapi Mama, aku tak tau harus bereaksi bagaimana, jadi kuputuskan untuk

tidak pulang, aku meminta Taxy mengantarkanku ke sebuah hotel, aku perlu menenangkan
diriku malam ini.
Dan malamku tak seperti prediksikumalam ini tak berakhir berakhir bahagia, kupikir
aku bisa tertidur dengan senyum permanen di kamarku malam ini, mencoba mengulangi sekali
lagi apa yang telah terjadi segala hal indah yang kulewati bersama Dante, aku tak bisa
memahami apa yang sedang dimainkan oleh takdirku.
***

Aku menyewa sebuah suite, aku tak berpikir panjang, aku tak tau harus melakukan apa,
dulu, aku dan Eve juga Niken, menyewa sebuah suite di akhir pekan untuk Pajamas Party yang
tak selalu kunikmati, sekarang aku sendiri disertai pikiran galauku. Kulempar tas Birkin-ku ke
tempat tidur, kuhempaskan flat shoes-ku secepat kubisa, dengan segera kutelanjangi diriku dan
menuju ke kamar mandi, dan kudapati apa yang kucari, diantara alat cukur, terlihat cantik dalam
kilau silvernya, sempat khawatir hanya ada pisau cukur elektrik, kupikir, ternyata aku
menemukannya, setajam yang kuinginkan, dan rasanya akan sangat menyakitkan sekaligus
menyenangkan ketika kugoreskan dan sedikt demi sedikit, kusayatkan dikulitku yang dipenuhi
bekas goresan-goresannya yang lalu yang mulai sembuh tapi tak benar-benar menghilangkan
bekas, masih menyerupai gurat-gurat cantik yang mengelap di kulit kuning langsat terangku.
Aku duduk di toilet dan mulai menyayat-nyayat kulitku, ada ketenangan ketika sakit itu mulai
terasa, ada kenikmatan ketika dari celah-celah kulitku mengalir cairan merah indah, kusentuh
darahku dengan ibu jariku, lalu kukecap darah itu dilidahku, rasanya manis dan anyir, kubuat
goresan lebih banyak lagi di kulit pahaku yang tipis, aku meringis, aku menangis, tapi anehnya
aku merasa sangat tenang, ini rasa yang menyenangkan. Apa peduliku dengan malamku yang
berakhir dengan tragedi? Aku mencoba melupakannya.
Setelah rasa sakitnya menjalariku, aku menghempaskan silet itu ke lantai, kunyalakan
lilin aroma terapi, kunyalakan air panas, kuteteskan minyak essensial, dan aku masuk berendam
dalam Jacuzzi, kuliku serasa nyeri ketika luka-luka itu bertemu dengan air, tapi itulah yang
kuinginkan, kupejamkan mataku sejenak, kurasakan setiap kesakitan yang menyiksa tapi
kunikmati itu, sayup-sayup kudengar dalam pikiran bawah sadarku, alunan Silhouette Kenny G,

aku mendapatkan ketenanganku, tapi aku tau ini tak lama, kurasakan air mulai mendingin aku
mulai menggigil, aku bangkit dari Jacuzzi, kupikir aku sudah terlalu lama, jari-jariku mengkerut,
kuambil Yukata dan mengenakannya, berjalan ke kamar dan menghempaskan diriku ke tempat
tidur, waktu itu nyaris jam tiga pagi.
***

Smart phone-ku bordering, sayup-sayup kudengar suara Eve di ujung telepon.


Elo dimana?
Hmmmmmmmmm
Ghie, semalam Nanny loe telpon, gue bilang loe di tempat gue, boong deh gue, loe
dimana sih? Kok loe nggak angkat telpon Nanny elo? Loe ma Dante ya? Suara cerewet Eve
memperparah pusing kepalaku.
Gue sendiri, elo dimana? Gue nyamperin elo sekarang kataku masih dengan suara
serak dan pikiran masih setengah sadar.
Ghieare you oke?
Elo dimana?tanyaku tegas
Di sekolahada bazaar, masa elo lupa?
Oke gue kesana
***
Aku masih merasa kepalaku masih sedikit pusing dan

mataku sembab, sisa-sisa

kesedihan semalam, Dari jendela Taxy kulihat Eve menungguku di gerbang sekolah, dan segera
menyongsongku ketika aku keluar dari Taxy disertai rentetan pertanyaan yang sejujurnya tak
ingin kudengar sekarang.
Jangan nanya macam-macam lagi aku memakai kacamata Jackie O-ku, itu
menyelamatkan mata sembab dan muka kusutku. Aku hendak berjalan cepat menuju stand yang

tadinya adalah stand-ku, stand tempatku, dulu saat aku sebagai calon ketua OSIS, sekarang milik
Niken dan ambisinya yang tinggi. Dulu kupikir aku akan melelang buku-buku koleksiku disana
dan uangnya akan aku sumbangkan untuk anak jalanan. Eve menarikku dengan keras, dan aku
nyaris menjerit.
Brunch yukdi stand-nya Gazka, ada live music-nya lho, Gazka sendiri yang nyanyi
sambil main Piano banyak cewek-cewek disana, kapan lagi dengerin dia nyanyi lagu-lagu
romantis, mang tuh cowok bisa dipastiin ngerebut banyak suara untuk posisi ketua OSIS percaya
deh! Elo tenang aja, Niken bakalan kalah.
Eve.seandainya elo bisa berhenti bicara sebentar saja, gue akan sangat berterima
kasih Seandainya aku punya cukup tenaga untuk bicara lebih keras ingin sekali aku meneriaki
Eve. Dia menyeretku dan aku hanya mengikuti kemanapun ia membawaku, dan akhirnya kami
duduk di kursi plastik yang biasanya ada di kantin, sebelumnya Eve mengusir sekelompok cewek
kelas sepuluh agar kami bisa duduk di sini. Aku melihat tatapan mendelik anak-anak kelas satu
itu ke arahku, aku sedang tak ingin mempedulikan mereka sekarang. Kudengar alunan piano
memainkan salah satu lagu Jamie Cullum, Mind Trick kurasa, Gazka bernyanyi, kupikir suaranya
lumayan juga.
Eve memanggil cewek kelas satu yang memakai Tutu dan sepatu Ballet yang pastinya
dengan senang hati membantu Gazka di stand-nya sebagai waitress, Eve minta dibawakan roti
bakar coklat dan Cappucinno, tapi sayangnya aku tak ingin makan apa-apa .

Gazka

selesai

bernyanyi dan mendatangi meja kami.


Hai Sapa Gazka, dengan gaya khas cowok-cowok idola para cewek.
Halo Sapa Eve riang,.
Hi Sapaku datar
Gazka hendak bicara tapi seorang gadis cantik yang aku yakin dia bukan siswa sekolah
ini, mendatanginya dan menarik tangannya mengajaknya pergi, ragu-ragu Gazka akhirnya pergi
juga dan dia hanya melambaikan tangannya, kulihat cewek itu menatapku agak lama, untungnya
aku memakai kacamata.

Huh! Barang bagus pasti udah ada yang punya patah hati dweh tuh cewek-cewek
Eve
Iye
Nanny gue nggak ngomong sesuatu sama elo? aku bertanya ragu, sejujurnya aku
ingin tau, tapi aku belum yakin apakah aku berniat pulang atau tidak
Gue pikir elo mau bahas Gazka
Eve gue serius
Nyokap elo minta elo pulang, itu katanya Jawab Eve datar Nggak biasanya ya Eve
tersenyum kecut, Ghieada masalah?
Sedikit jawabku pelan, aku tersenyum tipis untuk meyakinan bahwa ini bukan
masalah berat. Kalo gitu gue mesti pulang
Gue antar ya? tawarnya, tapi gue mesti langsung balik nggak bisa mampir, gue ada
janji sama Banu
Nggak kok, nggak papa gue balik sendiri, hmmmm.kalo elo ketemu Dante,
bilangin kalo guenggak jadi deh, tar gue telpon dia aja Aku berlalu pergi, dengan sedikit
berlari agar Eve tak mengikutiku, aku berjalan memutar ke arah sebaliknya dan melewati stand
Niken, kulihat dia disana, dan alangkah terpukulnya aku, ketika kulihat salah satu barang yang
dilelangnya, dikenakan oleh manekin dengan senyum kakunya, sebuah mini dress berwarna
pink-fuschia, itu adalah kado ulang tahunku untuknya bulan lalu, dan aku berpapasan dengan
Niken yang berdiri tepat di depanku, buru-buru aku berlalu.
Aku menyetop Taxy yang melintas di depanku, kubuka pintu Taxy dan
menghempaskan diri di jok penumpang, rasanya segala sesuatu yang terjadi padaku benar-benar
tidak adil, tapi itulah hidup, seharusnya aku sudah terbiasa dengan ketidakadilan ini, rasanya aku
merasa tak harus menangis ketika kuingat kembali persahabatanku dengan Niken, jadi buruburu kuhapus air mata yang kurasa tak perlu itu. Mataku menatap keluar jendela, dan ketika
mataku membaca plank nama apotek, spontan kuminta Taxy-nya untuk berhenti.

Stop pak! Tunggu sebentar ya aku keluar dari Taxy dan memasuki Apotek,
sengaja aku membeli beberapa macam vitamin yang aku tau takkan aku gunakan, dan ku rogoh
kantung bajuku, untunglah benda itu masih ada, tablet berwarna biru itu, ragu-ragu kumainkan
tablet itu diantara telunjuk dan ibu jariku.
Hmmmmmmmbak aku mau tanya dong awalnya ragu-ragu, tapi senyuman dari
apoteker yang ramah itu membuatku yakin untuk bertanya.
Iya, ada yang bisa saya bantu?
Kuperlihatkan tablet biru itu
Ini obat apa ya mbak?
OhHaloperidol jawabnya, tanpa mengucapkan terima kasih aku pergi begitu saja,
dan di Taxy, aku menggogle via Smartphone-ku, mencoba mencari tau apa itu Haloperidol, dan
inilah hasil penelusurannya.

Haloperidol, Antipsikotik untuk Berbagai Usia


Psikotik adalah salah satu kelainan psikiatri yang sering dijumpai. Salah satu obat yang efektif untuk terapi
gangguan psikotik adalah haloperidol. Penggunaannya telah terbukti ampuh pada pasien berbagai usia.

Haloperidol adalah obat yang dikategorikan ke dalam agen antipsikotik, antidiskinetik, dan antiemetik. Obat ini
diindikasikan untuk kelainan psikotik akut dan kronik, seperti skizofrenia, gangguan manik, dan psikosis yang
diinduksi obat misalnya psikosis karena steroid. Haloperidol juga berguna pada penanganan pasien agresif dan
teragitasi. Selain itu, obat ini dapat digunakan pada pasien sindrom mental organik dan retardasi mental. Pada anak
haloperidol sering digunakan untuk mengatasi gangguan perilaku yang berat.

Secara umum haloperidol menghasilkan efek selektif pada sistem saraf pusat melalui penghambatan kompetitif
reseptor dopamin (D2) postsinaptik pada sistem dopaminergik mesolimbik. Selain itu, haloperidol bekerja sebagai
antipsikotik dengan meningkatkan siklus pertukaran dopamin otak. Pada terapi subkronik, efek antipsikotik
dihasilkan melalui penghambatan depolarisasi saraf dopaminergik.
Haloperidol memiliki beberapa karakteristik farmakodinamik. Konsentrasi plasma terapi obat ini berkisar 4-20
nanogram per mL (0.01-0.05 mikromol per L). Ikatan haloperidol dengan protein dalam darah sangat tinggi yaitu
mencapai 92%. Pada penggunaan secara oral, tingkat absorpsi haloperidol adalah 60%. Volume distribusinya adalah
18 L/Kg. Sekitar 40% dari dosis oral tunggal akan dieliminasi melalui ginjal. Biasanya obat ini diekskresikan
melalui urin dalam lima hari. Sejumlah 15% dari dosis oral diekskresikan melalui feses oleh eliminasi empedu.
Pada remaja dan dewasa, haloperidol sebagai antipsikotik dan antidiskinetik digunakan secara oral dengan dosis
awal sebesar 500 mcg (0.5 mg) sampai 5 mg sebanyak 2 -3 kali per hari. Peningkatan dosis dapat dilakukan secara
bertahap sesuai kebutuhan dan daya toleransi. Batas dosis pada orang dewasa adalah 100 mg per hari.
Pada anak-anak yang berusia 3-12 tahun dengan berat badan dalam kisaran 15-40 Kg, haloperidol dikonsumsi secara
oral dengan dosis awal 50 mcg (0.05 mg) per Kg/BB/hari (dibagi ke dalam 2-3 dosis). Sementara itu, pada pasien
usia lanjut dosis yang digunakan adalah 500 mcg 2 mg sebanyak 2-3 kali sehari. Dosis dapat ditingkatkan secara
bertahap sesuai kebutuhan dan toleransi yang diperbolehkan.
Efek samping haloperidol berbeda pada berbagai tingkatan usia. Efek samping yang sering terjadi pada anak-anak
adalah efek piramidal. Sementara itu, pada pasien usia lanjut efek samping yang sering muncul adalah efek
ekstrapiramidal dan hipotensi ortostatik. Efek samping itu dapat dicegah dengan penggunaan dosis awal yang lebih
rendah dan peningkatan dosis secara bertahap.
Penggunaan haloperidol harus disesuaikan dengan keadaan individu dan usia pasien. Pemberiannya harus
mempertimbangkan faktor risiko dan manfaat untuk menghindari timbulnya efek samping yang lebih berbahaya.
Dengan demikian, pasien yang menggunakan obat ini harus membaca petunjuk pemakaian dengan seksama. Primz

Setelah aku mengetahuinya, yang kuinginkan hanyalah agar aku bisa tiba di rumah secepatnya..

Lima Belas
Di Ruang depan aku melihat Nanny danshit! Pria itu, dan dia mendatangiku, dia
hendak meraih tanganku, tapi kutepis dan aku segera berlari ke kamarku, aku mendengar
langkah kaki di belakangku, kuharap itu Nanny, aku hanya ingin, mungkin aku perlu bicara
walaupun aku tak terlalu yakin harus memulainya darimana.
Ghiebenar, itu Nanny, dia datang memelukku, tidak seperti biasanya dia
sedramatis ini, dia menangis dan berbicara, entahlah, telingaku tak menagkap maksudnya.
NanAku melepas pelukannya, kulihat wajah Nanny bersimbah air mata. Nan, Im
Oke!
Sorry
Hey for what?
Karena nggak bisa menjaga mamamu selamanya Nanny makin menangis, aku
melihat kesedihan dan penyesalan terdalam dari wajahnya.
Aku semakin tak mengerti, tapi kaki-kakiku memaksaku untuk melangkah menuju
kamar Mama, kamar yang tak pernah kumasuki sebelumnya, rasanya asing sekaligus akrab,
kamar dengan nuansa lilac, tak ada Mama di tempat tidur, tak ada di balkon, kumasuki kamar
mandi dan kudapati dirinya terbujur kaku dalam genangan air berwarna merah karena darah,
dalam Jacuzzi, yang selanjutnya kutau, si Pria yang kubenci memelukku, membisikkan kata-kata
yang menenangkan yang tak kumengerti karena aku sama sekali tak bisa menangkap maksudnya,
hanya kegelapan yang sangat pekat yang menyelamatkanku dari segala kebingungan ini.
***

Brighieta Rara Nantana, itu bukan hanya sebuah nama, walaupun Shakespeare
mengatakan apalah arti sebuah nama tapi sebagian besar orang menganggap bahwa nama berarti
harapan, berarti doa, dan taukah kamu apa arti namaku? aku bahkan baru mengerti sekarang, itu
hanya terdengar indah ketika seseorang melafalkannya, tapi itu adalah sebuah kalimat kesedihan,
Ghieta berarti melihat, Rara adalah kesedihan, kesengsaraan atau penderitaan, dan Nantana
adalah ungkapan untuk rasa kasihan, ternyata maksud dari namaku adalah, Lihatlah Kesedihan
ini, alangkah kasihannya. Itulah aku. Jadi aku tau bahwa aku memang dilahirkan dan ditakdirkan
untuk merasakan begitu banyak penderitaan dan kesedihan.
***

Ada yang bilang bahwa bila kau ingin mendapatkan sesuatu maka kamu harus
kehilangan yang lainnya, tapi jika boleh meminta aku hanya ingin mendapatkan tanpa perlu
kehilangan, kupikir itu sangat egois, tapi bukankah itu juga hal yang diinginkan semua orang?
Selama hidupnya, aku nyaris tak mengenal Mama, tapi setelah kepergiannya satu persatu tentang
dirinya mulai terbaca.
Bagaimana rasanya pulang ke rumah yang tak pernah kamu kunjungi sebelumnya? Aku
tau jawabannya, ada rasa asing tapi juga ada rasa kedekatan yang alamiah, kematian Mama
membawaku pulang ke rumah, ke rumah Mama tepatnya, tempat orang tuanya, tempat semua
sanak keluarganya, inilah apa yang kudapat dengan merelakan Mama, keluarga. Dalam genangan
perih air mata dan hati yang pedih, kutemukan ikatan darahku, mereka tampak begitu berbeda,
mereka tampak begitu sama denganku.
Perjalanan yang melelahkan masih terasa walaupun hari terberat dalam hidupku itu
telah berlalu selama seminggu, sebuah pesawat carteran mengantarkan kami mengembalikan
Mama ke tanah kelahirannya, tanah yang sangat indah dengan kekayaan yang berlimpah, Emas
dan Madu, adalah hadiah dari alam yang menjadikan tanahnya kaya raya, Tana Bulaeng, itulah
tempat kami, dan yang kutau sekarang, pria yang kubenci sekuat hatiku, seharusnya bukanlah
orang yang selayaknya kubenci, dia adalah dokter pribadi Mama, dan Nanny, dia adalah abdi
setianya, orang yang melayaninya, mereka adalah orang yang ditunjuk keluarganya untuk
mendampinginya, aku tau alasannya sekarang, kenapa tanpa melakukan sesuatupun Mama bisa

memberiku segala fasilitas dan kemewahan, jawabannya adalah karena dia adalah putri bungsu
dari kerajaan Tana Bulaeng, sebuah kerajaan kecil yang masih memegang tradisi dan budayanya,
tapi apa yang terjadi pada Mama, apa yang menyebabkan dia mengidap Schizophrenia, masih
menjadi misteri buatku, seminggu berlalu dalam gelombang kesedihan akan kehilangan orang
yang kupikir tak pernah mencintaiku, dia mencintaiku, sangat, bila seandainya dia tak pernah
mencintaiku yang aku tau aku tak mungin bisa mencintainya seperti ini, dan tak mungkin bagiku
untuk larut sedemikian hebatnya dalam kesedihan ini, cinta itu dua arah, bila aku mencintai
Mama, maka patilah Mama mencintaiku juga, hanya saja dia tak bisa menunjukkannya.Aku tau
itu, karena hati takkan pernah bisa berdusta.

Enam Belas
Sore ini aku merindukan rumah, merindukan mama,rasanya sekarang semua begitu
berbeda, aku memandang jingganya langit di balkon belakang bala, bala adalah sebutan untuk
rumah panggung yang besar, bala bisa dikatakan sebuah istana, bala ini dibuat dari kayu jati
yang kuat, dengan ornament khas kebudayaan Tana Bulaeng, dinding-dindingnya yang dipelitur
dengan ukiran piyo dan lonto engal, itu adalah bentuk burung yang berhiaskan bunga-bunga
merambat, aku telah diberitahu, artinya adalah penggambaran tentang kebijaksanaan dan
keindahan.
Kudengar langkah kaki, dan kurasakan belaian hangat pada rambutku, itu nenekku, aku
diminta memanggilnya dengan sebutan Ni.
Lala dia memanggilku, Lala berarti putri
Iya, Ni Aku menatapnya, memandng wajah yang mulai menua, memandangnya
membuatku terkenang akan mama. Dia menuntunku, mengajakku duduk di kursi kayu antik, tak
jauh dari tempat kami berdiri tadi.Mau Ni ceritakan dongeng?
Aku menatapnya, mengangguk dan tersenyum, beliau memulai kisahnya.
Dahulu kala, ada seorang putri bangsawan yang cantik jelita, kulitnya kuning
bercahaya keemasan, wajahnya rupawan, matanya seterang rembulan, bibirnya semerah darah,
tak ada yang tak ingin menatap wajah indahnya, kedua orang tuanya sangat menyayanginya, dan
saudara-saudaranya, para lelaki yang memang dilahirkan sebagai pelindung senantiasa berada
disisinya untuk menjaganya, sang putri adalah cahaya bagi keluarganya, tapi waktu sungguh
cepat berlalu sang putri tumbuh dewasa, dia bukan lagi seorang gadis kecil manja yang selalu
ingin dijaga, dia gadis remaja, sudah saatnya dia ingin berdiri di atas kakinya sendiri, sudah
saatnya untuk dia menentukan langkahnya, dia ingin melakukan apa yang diinginkannya, dia
ingin jatuh cinta, tapi dia lupa siapa dia, dia adalah sang putri, menjadi seorang putri adalah
anugerah, tapi baginya adalah kutukan, dia ingin terbebas dari belenggu tradisi, dia berlari, jauh

pergi, mencari jalannya sendiri, dia pergi meninggalkan satu-satunya dunia yang dikenalinya,
untuk menemui dunia baru, dunia tempat kebebasan, dunia yang penuh warna baginya, tapi sang
putri, terlalu lugu dan menganggap semuanya seramah yang dipikirkannya, dia tak tau bahwa
tidak semua orang berhati mulia, dia jatuh cinta pada orang yang salah, sang putri sangat
mencintai pria biasa yang hanya dikenalnya melalui manisnya suara dan alunan nyanyianrayuan, sang pria bukanlah orang yang berperasa bak manusia, dia adalah kutukan bagi si putri
yang malang, sang pria hanya menginginkan raganya, sang putri tak pernah menyangka, sang
pria memaksa untuk bisa mendapatkan keinginannya, tak hanya sang pria tapi juga temantemannya, dengan kebiadaban mereka yang bak binatang.Semakin lama suara nenekku makin
rendah, agak bergetar, kutatap matanya, telihat berkaca-kaca, aku menggenggam tangannya,
nenenkku menatap langit-langit, dia menarik nafas panjang, ingin kukatakan, berhentilah
bercerita, tapi ketika aku hendak berbicara, beliau mulai bercerita. Sang putri kehilangan
mahkotanya, sang putri kehilangan harga dirinya, dia terluka, terbalut ketakutan dan trauma,
seluruh keluarganya tak bisa apa-apa, hanya berpura-pura bahwa semuanya baik-baik saja, sang
putri mendapat anugerah kecil yang dipikir bisa menghapus lukanya, tapi ternyata ini makin
memperparah segalanya, sang putri tersiksa setiap melihat wajahnya itu sama dengan memutar
kembali amarah yang tak pernah bisa diluapkannya, sang putri seumur hidupnya tenggelam
dalam derita nestapanya, hidup sang putri sungguh miris dan dia menjadikan akhir hidupnya
sangat tragis Nenekku menangis dengan isakan yang tertahan, dia berusaha menguatkan
dirinya, apa yang didongengkannya bukanlah dongeng itu adalah kisa hidup Mama, aku
menangis, mengetahui bagaimana kisah ini dimulai, bagaimana dimulainya kehidupanku, ada
perasaan tak berharga dalam diriku, tapi entah mengapa aku merasa pelukan hangat dari nenekku
membawaku pada kedamaian, kami sama-sama terluka karena kisah sang putri, sang putri yang
malang, Mama.

Tujuh Belas
Aku mengecek smart phone-ku dan kulihat ada puluhan panggilan dari Dante dan Eve
juga beberapa nomor yang tak kukenal, ku cek sms juga emailku, ada banyak pesan dari mereka,
aku hampir melupakan mereka, buktinya aku tak mengirim kabar untuk mereka.
Tok-tok-tok
Sebuah ketukan di pintu, dengan cepat kubuka pintu kamarku.
Aci itu kakekku
Mau menemani Aci berkuda sore ini?
Aku mengangguk dan melupakan tujuanku untuk menghubungi Dante juga Eve.
***
Aku selalu berharap bisa memiliki kuda sungguhan, kuda milikku sendiri, aku sempat
berlatih berkuda dulu, aku tak menyangka bahwa aku bisa berkuda dengan Aci. Kami ngobrol
ringan sambil mengitari peternakan milik kakekku, rencananya, kakekku akan mengajakku
berkuda hingga pantai.
Kuda itu milikku sekarang, namanya Freedom dan saudaranya, yang kutunggangi ini
adalah Independent. Lama kami berdiam diri, tak tau harus bicara apa, hingga kakekku
membuka suara lagi, aku merindukan mamamu, selalu, dulu aku sering berkuda dengannya,
melewati jalanan ini, ketika dia masih gadis kecil hingga seusiamu, kumuhon Lala, jangan pergi,
jangan tinggalkan kami seperti mamamu meninggalkan kami. Aku memandang ada kilau
bening dimatanya yang berkaca-kaca, ingin kuhapus dengan janji tapi aku tak yakin apakah bisa
kuberjanji, aku hanya tersenyum tipis tanpa bisa memberikan makna pada senyumku itu., tapi
tiba-tiba Freedom membuatku tersentak dia berlari kencang dan aku tak bisa mengendalikannya,
samar-samar kudengar teriakan kakekku, aku dihinggapi serangan panik, jantungku berdegup
kencang, keringan dingin bercucuran dan nafasku memburu, oh Tuhanaku tak ingin hal yang

buruk terjadi, aku merasa terkejut dan takut ketika aku merasa tubuhku melayang, jatuh dari
kuda dan menghantam pada pohon dan terhempas ke tanah, aku merasa lelah tak berdaya, aku
tau aku pasti mengalami luka dan memar, seseorang mengulurkan tangannya padaku, kusambut
uluran tangannya dan mencoba untuk berdiri, oh sudahlah Ghieangkat bokongmu, kibaskan,
dan berdiri, kamu gadis kuat aku mencoba menyemangati diriku sendiri, tapi diotakku kembali
memutar kebodohan-kebodohan yang kulakukan untuk mengatasi sedihku, memuntahkan
makananku, memaki diriku di depan cermin hingga melukai diriku sendiri, betapa lemahnya aku,
betapa menyedihkannya aku, apakah ini saat yang tepat untuk membuang jauh-jauh Ghie yang
lama dan menjadi Lala, putri yang kuat seperti yang diinginkan kakek dan nenekku? Tidak ada
kata terlambat untuk berubah, namun aku ragu apakah aku sanggup dan meninggalkan Ghie yang
lama, Ghie yang berarti kesedihan dan hidup suramnya, lalu berpura-pura hingga terbiasa
menjadi Lala, sampai kapanpun aku adalah Ghie, Lala, hanya panggilan sayang yang berarti
Putri, aku bukan sang Putri sejati, aku cuma, seseorang yang.
Hey seorang cowok menggerak-gerakkan tangannya di hadapanku, mencoba
mengetahui apakah aku sadar atau mungkin menurutnya apakah aku terkena geger otak. Berapa
ini? dia menekuk jempol dan kelingkingnya.
Tiga jawabku pelan, Terima kasih aku bersiap-siap mendekati Freedom lagi, aku
harus mengelus-elusnya agar ia lebih tenang, mungkin ia hanya gugup bertemu orang baru, sama
sepertiku, kupikir kuda bisa sama berperasaannya seperti manusia.
Lala Briegitha mau tak mau aku harus mendongak dan menatap wajah orang yang
mencoba untuk berbicara denganku, mungkin aku perlu berbasa-basi, sepertinya terima kasih
belumlah cukup, kupikir wajah ini familiar, ataukah tampangnya yang memang pasaran,
mungkin dia orang yang sering kulihat di televisi entah anggota Boyband atau pemain sinetron,
tapi sadarlah Ghieini Tana Bulaeng!
Hey boleh aku mengantarmu pulang, aku yakin, kudamu perlu lebih dijinakkan lagi, aku
lebih memahami kuda daripadamu, anak kota dia berkata lagi, ada nada mengejek dalam katakatanya, kupandang wajahnya, bila dia menyebutku anak kota, lalu dia siapa?Tana Bulaeng
memang bukan desa, tapi yeah cuma Kabupaten kecil yang yeah terlalu kaya, tapi entahlah
cowok ini, bertampang terlalu kota, mungkin karena wajah blasterannya.Gavner dia

memperkenalkan dirinya, namanya juga bukan produksi lokal, Suka atau tak suka aku akan
mengantarkanmu pulang, itu yang dilakukan pria sejati, memastikan seorang gadis sampai di
rumah dengan selamat.
Terima kasih Gavner, tapi aku bisa pulang sendiri. Aku mendengar derap langkah
kuda, kakekku, setelah berada di dekat kami, dia buru-buru turun dari kudanya.
Dea Gavner menyapa kakekku dengan panggilan kebangsawanannya, Dea adalah
gelar kebangsawanan.
Lalu Gavner, terima kasih Wow aku baru tau bahwa dia juga keturunan bangsawan,
Lalu adalah sebutan untuk putra bangsawan, sama seperti Lala,hanya saja Lala digunakan untu
perempuan.
Kupikir takdir mulai lagi memberiku kisah baru, dan Gavner adalah orang baru yang
dimasukkan dalam hidupku, entah untuk kisah yang bagaimana, tapi yang kurasa aku dan dia
memiliki kesamaan, ada perasaan senasib ketika kupandang mata sendunya dan ketika kutatap
matanya, aku merasa seperti menatap kesedihan yang juga ada di mataku, aku merasa berkaca,
dan sentuhan tangannya ketika dia membantuku untuk menaiki kudaku seolah adalah pertanda
untukku memulai hal yang baru, sekilas bayangan Dante berputar di otakku, tapi ini bukan saat
yang tepat untuk mengingat Dante, kali terakhir saat kurasa aku mencintainya mamaku tak
menyetujuinya, apakah aku harus mengingatnya, ataukah boleh buatku untuk lupa padanya
sejenak, dan mencoba mengikuti kisah yang diinginkan takdir untuk kujalani ?kupikir ini terlalu
cepat untuk menjadikan sebuah kebetulan adalah bagian dari nasib untuk dijalani, tapi kadang
aku percaya bahwa firasatku mampu memberikan gambaran-gambaran masa depan untukku.

Delapan Belas
Aku sudah berada di rumah disinilah aku, aku takkan pergi kemana-mana lagi, tak ingin
pergi apalagi harus mengulang yang telah terlewati, aku tau aku pasti akan merindukan temanteman lamaku, suasana kamarku, apa yang aku lakukan, sekolahku, guru-guruku, tapi terakhir
kali aku berada disana aku tau aku ingin disingkirkan, tidak ada lagi tempat untukku, haruskah
sekarang aku merubah keadaannya? memilih apa yang harus kujalani, apa yang ada di depanku
tanpa pernah menoleh lagi, baiklah, aku akan memilihnya, masa laluku terlah terkubur bersama
mamaku.
Tapi setengah dari hatiku memberontak, memerintahkanku untuk kembali, bukan untuk
kembali menjalani yang terlewati tapi kembali untuk memperbaikinya, tapi apa yang diperbaiki?
Aku harus bagaimana? Setengah hatiku berharap untuk bisa bertemu Dante lagi, aku sangat
merindukannya, tak mungkin buatku melupakannya begitu saja, aku masih ingin tau apa yang
sebenarnya, aku memang tak mungkin mendatangi kuburan mamaku untuk meminta jawaban
mengapa ia melakukan hal sekasar itu pada Dante, dan paginya mamaku memilih kematian
untuk mengakhiri segalanya, mamaku tak pernah memberiku jawaban, mamaku hanya
memberiku teka-teki, potongan-potongan puzzle yang harus kususun sendiri, mama dan Dante,
dua orang yang aku cinta, dengan cara yang berbeda, bolehkan aku berpikir bahwa kejadian
malam itu, mama melihat dengan sudut pandang schizophrenia-nya yang berpikir bahwa Dante
melakukan pemaksaan seksual padaku, seperti yang pernah terjadi padanya dimasa lalu?
***
Aku menatap kedua wajah yang mulai lelah karena usia, kakek dan nenekku, bila aku
meninggalkan mereka, siapa yang akan menemani mereka? kedua putranya telah memiliki
keluarga mereka sendiri-sendiri, dan putri satu-satunya bahkan terlah pergi, apa aku cukup tega,
tapi aku juga ingin menentukan hidup yang ingin kujalani.

Aciboleh Ghie bicara? ragu-ragu aku mulai membuka percakapan.


Iya Lala, tapi sebelumnya Ni mu akan mengatakan sesuatu Kakekku memandang
wanita yang telah mendampingi hidupnya melewati begitu banyak kesedihan dan kegembiraan,
dengan pandangan meohon, seolah apa yang akan dikatakan Nenekku seharusnya dialah yang
menyampaikannya. Nenekku memandang dengan hampa, sepertinya ini bukanlah hal yang
mudah untuk disampaikan.
Ni
Dia meraih tanganku, dan membimbingku menuju kamar, kami duduk tempat tidur,
beliau membelai rambutku dengan lembut, aku merebahkan kepalaku ke pangkuannya, kudengar
nenekku mendesah pelan.
Lala, kami sangat menyayangimu, dan kami tak ingin lagi kehilangan putri yang sangat
kami sayangi aku mendapat firasat bahwa mereka membaca pikiranku, keinginanku untuk
kembali dan mereka takkan pernah mengizinkanku untuk pergi. Kami tau benar keinginanmu
untuk pergi, kamu harus menyelesaikan pendidikanmu,tapi bolehkah bila kedua orangtua ini
meminta pengorbanan cucunya sendiri?pengorbanan yang akan membawa kebaikan baginya
juga? Apa yang dikatakannya? pengorbanan seperti apa? aku bangun dari pangkuannya, kutatap
matanya, ada genangan air mata disana, tak tega bila aku meneteskan lebih banyak lagi air mata.
Apapun yang bisa Ghie lakukan akan Ghie lakukan aku mengatakannya dengan
sungguh-sungguh, hanya mereka yang aku punya, tak ingin membuat mereka lebih kecewa.
Nenekku memelukku dan menangis, beberapa saat aku hanya membiarkan keadaan ini, setelah
dirasanya ini waktu yang tepat, beliau berbicara lagi.
Lala, Lalu Gavner dan keluarganya ingin memintamu menjalin hubungan dengannya,
kami tak ingin sebuah perjodohan tapi kami rasa ini baik buatmu, dengan adanya ikatan antara
kalian kami bisa melepasmu untuk pergi, karena ikatan itu akan membawamu kembali lagi ke
sini, maafkan kami, tapi kami telah menyetujuinya, ini kehormatan karena beliau adalah cucu
langsung dari mendiang Dea Meraja, Sang Sultan, dan dia adalah pria yang baik buatmu, kami
mengenalnya, juga keluarganya,

pertunanganmu akan diadakan secepatnya, kami hanya

meminta persetujuanmu, dan kami yakin kamu akan menyetujuinya, kami tau kamu gadis yang
baik, dan kamu takkan mengecewakan kami. Beliau memelukku lagi.
Tertanya ada harga yang harus dibayar untukku bisa kembali, tak pernah aku menyangka
bahwa hidupku akan serumit ini. Aku tersenyum dan mengangguk, tapi aku merasa hatiku
remuk.

Sembilan Belas
Aku benar-benar terkejut manakala kulihat sosok Gavner masuk melalui jendelaku, ini
pukul satu lebih seperempat, ia meletakan telunjuk di bibirnya memintaku untuk diam, dan aku
menurut saja, dia duduk di ujung tempat tidurku, aku menyalakan lampu mejaku.
Hai Ghie, maaf membuatmu terkejut, kurasa kamu sudah terkejut dengan rencana
keluargaku, dan sekarang kamu terkejut dengan kehadiranku di tengah malam buta begini, bukan
maksudku untuk tidak sopan, aku hanya ingin menjelaskan segalanya. Ada tatapan penyesalan
dalam matanya. Apa maksudnya?Mau ikut denganku? aku ingin menunjukkanmu sesuatu. Aku
mengangguk menyetujuinya, cepat-cepat kusambar mantel tidurku, dia membantuku melompati
jendela kamar, semoga tidak ada yang menyadari kepergianku, lantai kayu agak berderit, rumah
panggung memang sensitif terhadap gerakan tapi kurasa Gavner melakukannya dengan mahir,
dia membantuku melompati jendela. Semoga tidak ada hal buruk yang terjadi, suatu malam yang
pernah kulewati dengan seorang cowok berujung tragedi, semoga itu takkan terjadi lagi,.
Di gerbang rumah Gavner meninggalkan sepedanya, dia memboncengku dan mulai
mengayuh sepedanya, ada perasaan canggung, ketika kami sedekat ini,

entah kemana dia

membawaku, aku hanya ingin mengikuti maunya, apalagi mauku? sekarang hidupku tidak lagi
meminta pertimbangan keinginan pribadiku, akan ada ikatan, dimana aku hanya akan
menurutinya, pangeran yang agung sejak dilahirkan ini hanya ingin mendapatkan apa yang
menjadi keinginannya, aku hanya akan mengikutinya, ini untuk kebahagianku, mungkin atau
begitulah pendapat kakek dan nenekku, pesona darah biru dan wajah rupawan siapa yang bisa
menolak? tapi bila boleh meminta aku hanya ingin menghabiskan hidupku pada cowok dengan
senyum jail yang tau bagaimana cara membuatku bahagia, Danteaku merasa bersalah padanya.
***

Kami berhenti di depan sebuah rumah pohon, lelucon apalagi ini?apa dia menganggap
aku seperti teman-teman yang bila dia inginkan untuk bermain maka akan menemaninya
bermain?
Naik yuk ajaknya, aku hanya mengangguk dan mengikutinya. Gavner menyalakan
beberapa buah lilin untuk menerangi rumah pohon yang mirip rumah pohon tempat bermain
anak-anak cowok yang baru beranjak dewasa, kakiku menginjak miniatur pesawat terbang, aku
sedikit meringis, Gavner menatapku, mencari tau apa yang membuatku meringis.
Are you oke?
Aku mengangguk
Bila saja ini drama, suasananya akan sangat sempurna, cahaya lilin yang temaram dan
calon tunanganmu yang rupawan, ditengah malam buta, lalu kami akan menutup malam ini
dengan ciuman hangat sambil menunggu datangnya pagi? Itu bukan ide bagus buatku walaupun
terdengar luar biasa menggoda dan romantis, tentu saja, tapi sekali lagi, bila sang pangeran yang
mulia mengiinginkannya maka dia akan mendapatkannya, apakah aku keberatan atau tidak
kurasa dia takkan memusingkannya.
Kami duduk di beranda rumah pohon, kaki kami melayang di udara, cahaya bintang dan
bulan di langit terlihat indah, aku memilih menatap langit mencoba mengaguminya, mencoba tak
ingin tau apa isi otak sang pangeran.
Ghie
Ya
Aku minta maaf
Untuk apa yang mulia? tanyaku ketus Betapa beruntungnya menjadi dirimu, kamu
memintanya maka kamu akan mendapatkannya.
Ghie!
Kamu

mendapatkannya!

Aku

menyetujuinya,

memenjarakanku dalam sangkar emasmu yang mulia

terima

kasih

karena

telah

Seandainya bisa memilih, maka kamu pasti akan menolak dia menebak padahal dia tau
jawabannya.
Apakah aku punya pilihan?
Maafkan aku
Untuk apa minta maaf bila kamu memang menginginkan hal ini, maaf takkan ada
gunanya!hanya terdengar manis ditelinga
Ghiekamu berhak marah.
Marah ? pada yang mulia? Kurasa aku tak bisa ada nada mengejek dalam suaraku yang
kudengar serak, ini pasti karena aku telah kebanyakan menangis, haruskah aku menangis lagi?
Kamu boleh menumpahkan amarahmu, lampiaskanlah Apa yang diinginkannya?
menjadi pangeran yang terlihat sempurna? Haruskah aku menangis bahagia karena seorang
pangeran yang mulia memintaku untuk menumpahkan amarah padanya?
Plakkkk, sebuah tamparan, kurasa cukup keras, kurasa cukup untuk mengurangi
marahku. Gavner tersentak, dia memandangiku, alih-alih merasa terhina dan marah, dia malah
meraihku, dan memelukku, membelai rambutku, dan membisikkiku, Menangislah dan akupun
menangis.

Dua Puluh
Aku menangis hingga aku merasa tak sanggup lagi, aku begitu cengeng, rasanya aku
ingin menertawakan diriku yang begitu mudah berurai air mata. Aku melepaskan diri dari
pelukan Gavner. Dia memberiku senyuman manis, rasa canggung mulai menjalariku lagi.
Feel better?
Aku mengangguk
Boleh aku menjelaskan tentang semua ini?
Aku mengangguk lagi
Well, harusnya aku tak menyeretmu ke dalam hidupku, kamu boleh memanggilku
egois dan tak berperasaan, maaf, yeah memang tak ada gunanya minta maaf kalo kamu tak
menyesal, tolonglah, aku memohon, jangan tolak lamaran keluargaku, kita hanya akan
bertunangan, hanya sementara, ini takkan lama, aku takkan memintamu untuk mencintaiku dan
aku takkan mencoba untuk membuatmu jatuh cinta, walau akupun sebenarnya tidak yakin
apakah aku sanggup untuk tak tergoda untuk tak jatuh cinta padamu, maksudku, yeah..kamu
mempesona, dan aku tidak sedang merayumu atau mencoba untuk gombal, aku hanya ingin
memintamu untuk bekerjasama, katakan kamu bersedia, bukan demi seorang pangeran tapi untuk
seorang teman Dia berkata cepat-cepat, terasa kegugupan dalam suaranya.
Apa yang kamu mau? Memanfaatkan aku untuk berpura-pura?apa sih yang sedang
kamu mainkan?aku merasa dimanfaatkan dan dipermainkan, aku tersinggung.
Ghiebila aku mengatakannya, apa kamu bisa mempercayaiku?apa kamu bisa
membantuku? Bila apa yang kuinginkan bisa kudapatkan hanya dengan hak istimewa
bangsawanku, kurasa itu cukup untukku, aku ingin menganggapmu teman, teman itu berbagi,
teman itu menceritakan segalanya, itulah kenapa aku ingin kamu tau alasanku
Semoga alasanmu terdengar bagus dan semoga aku mempercayainyaejekku

Aku ingin bertemu Gazka, saudarakudia berkata pelan


Gazka? ada nada tak percaya, ketika ia menyebut nama yang kukenal itu.
Kamu kenal kan? dia menatapku penuh harap.Semua orang membicarakanmu, siapa
kamu, bagaimana, dan segalanya, aku tau, disini hal sekecil apapun akan jadi konsumsi publik,
jadi ketika aku tau kamu satu sekolahan dengan Gazka, aku bermaksud untuk mendekatinya
melalui kamu, aku ingin semuanya terkesan alami, kamu ingin kembali kan?dan bila kita
bertunangan maka aku akan mengikutimu, aku bisa bertemu lagi dengan Gazka, aku merindukan
adik kecilku, saudaraku.
Aku tak mengira alasan dia menginginkan pertunangan ini, apa tak lebih gampang
buatnya untuk pergi sendiri menemui adiknya tanpa harus mengikatku dalam pertunangan?
Tanpa harus bertunangan denganku, kamu bisa menemui adikmu, well, kurasa
alasanmu kurang bisa dimengerti
Ghie, bolehkah? Aku mohon berpura-puralah, ini takkan lebih dari enam bulan, aku
ingin kamu mau membantuku dalam hal ini.
Oke, baiklah, apapun alasannya, antara kamu dan Gazka, dan pertunangan palsu ini,
aku setuju mengikuti drama yang tak kumengerti ini, kamu tak mau memberiku alasannya, kan?
Tapi yah akan kujalani jawabku diantara kebingungan
Boleh minta satu hal?
Aku memutar bola mata, pangeran ternyata banyak maunya
Apa?
Temani aku melihat matahari terbit
Aku mengangguk setuju, aku memberinya sebuah senyuman bukan lagi ekspresi sendu
dengan air mata.

Dua Puluh Satu


Mereka bilang aku terlihat seperti mama, dalam balutan lamung pene dan kre alang,
pakaian tradisonal kami, rambutku di gerai dan dihiasi bando bunga yang terbuat dari kuningan,
mereka benar, aku terlihat sama seperti wanita dalam potret di ruang tamu yang tersenyum lepas
penuh kebahagiaan, bukan wanita tanpa ekspresi yang kukenal. Sebelum acara pertunangan ini,
Ni menemaniku berdandan di kamar, dia menangis terus menerus, kupikir kecengenganku
kudapat darinya
Ni, semuanya baik-baik saja, ini yang terbaik. Aku mencoba menenangkannya
dengan mengenggam tangannya, tapi dia tak mampu menghentian derai air matanya, seorang
tante, kami menyebutnya aya, memasuki kamarku, dia istri om-ku yang tertua, om dalam bahasa
kami disebut puto.
Putomu ingin bicara, Lala Aya Zailah, namanya, berbicara dalam suara yang begitu
lembut, dia ciri khas wanita bangsawan sejati, cantik dan lembut, dia lalu mengajak nenekku
keluar dan meninggalkanku bersama Puto Aiman, menyusul belakangan Puto Aidan masuk
dengan wajah gusarnya, dia selalu terlihat seperti itu. Keduanya duduk mengapitku, Puto Aidan
menggenggam tanganku.
Kamu putri kami satu-satunya katanya dalam suara serak, suaranya memang serak
dan dalam, gonggo, kami menyebutnya. Kami tak memiliki putri lagi, dan hari ini pun kami
harus melepaskanmu Puto Aidan memiliki dua orang putra, sementara Puto Aiman kurang
beruntung, istrinya, Aya Sagena, tak bisa memberikannya keturunan, hingga dia mengangkat
anak salah satu putra puto Aidan, Binar, sepupu kecilku yang masih tiga tahun, yang tertua,
Bintang sekarang berumur Sembilan tahun, keduanya belum bisa akrab denganku, karena
perbedaan usia, tentu saja, tapi dalam tradisi kami sepupu itu memiliki hubungan seperti saudara
kandung. Kekeluargaan kami sangat erat hubungannya.

Maafkan Puto Ghie, ini semua salah Puto hingga kamu mengalami hidup seperti ini,
nyaris tak mengenal keluarga hidup dalam kekosongan, Puto Aidanlah yang mengenalkan
mamamu pada Arian, dia ayahmu, Arian membawa Ayara bersamanya, membawa Ayara pada
kehidupan yang suram, Arian melakukan kekerasan seksual pada mamamu, entah seberapa
sering, hingga terakhir dia menyuruh teman-temannya melakukan hal yang sama pada mamau,
padahal ketika itu, dia jelas-jelas tau, bahwa mamamu tengah mengandung anaknya, Puto tak
menyangka, bahwa orang yang Puto bawa pulang ke rumah memperkenalkannya sebagai sahabat
pada seluruh keluarga malah menghancurkan kehidupan adik sahabatnya sendiri, bukan salah
Ayara bila dia jatuh cinta pada orang yang salah, Arian memiliki pesona, tapi tidak memiliki
hati, disaat Puto mengetahui yang dia lakukan Puto mendatanginya, memberinya sedikit
pelajaran tepat beberapa saat sebelum dia menikahi seorang wanita yang juga menjadi
korbannya, Puto menghabiskan waktu 36 jam dalam sel sebelum keluarga membayar jaminan,
kami menutupi apa yang terjadi pada Ayara, pura-pura semuanya baik-baik saja, membiarkannya
tinggal jauh dari rumah, kami pura-pura tak tau bahwa dia memiliki putri, kami memberikan
segalanya tapi itu salah, tak ada kata yang bisa kami ucapkan selain maaf untuk menebus
segalanya, Lala Puto Aidan mengelus rambutku, dan Puto Aiman memelukku sekilas, Puto
Aidan memberiku selembar foto lama, di foto itu aku melihat senyum bahagia empat remaja,
Puto Aiman, Puto Aidan, mama dan seorang pemuda yang memeluk bahu mama dengan wajah
sempurna, terlihat serasi bersama mama. Simpanlah, pemuda itu adalah ayahmu, kami tak ingin
mengakuinya seandainya bisa. Ada penyesalan dalam suara Puto Aidan tapi tentu saja itu tak
berguna, dan maaflah yang bisa melupakan segalanya.
Lala semoga kamu bahagia dengan Lalu Gavner, dia pria baik, sebenarnya, itulah
satu-satunya cara, dengan menikahinya maka kamu akan memperoleh kembali gelarmu, seorang
wanita yang dalam kasus ini Ayara, apabila memiliki anak dengan pria tak bergelar bangsawan
maka anaknya tak bisa memperoleh gelar itu, tapi keluarga tak mempedulikan bagaimanapun
juga ada darah kami mengalir padamu Puto Aiman memelukku dan mencium keningku, begitu
juga Puto Aidan, dan mereka mengantarkanku menemui calon tunanganku, aku berterima kasih
pada mereka karena telah mengantikan tugas seorang ayah untuk mengantarkan putrinya pada
pria yang akan selanjutnya akan menjaganya di kehidupannya kelak, walaupun ini hanya purapura tapi aku merasa adegan ini sangat emosional, aku menatap tamu dan tersenyum pada
mereka, kulihat kakek dan nenekku dianatara para keluarga, mereka memberiku tatapan dan

senyum penuh kasih sayang, seandainya aku mengenal mereka sejak dulu, seandainya aku
merasakan kasih sayang ini sejak awal, tapi segala sesuatu memang telah digariskan untuk terjadi
pada waktu yang telah ditetapkan, seperti sekarang, saat sebuah cincin tunangan kuno yang telah
jadi bagian dari keluarga Gavner turun temurun berada dalam jariku, aku tau kehidupanku takkan
pernah sama lagi.

Dua Puluh Dua


Kembali ke rumah, kembali ke sekolah, rasanya berbeda dengan Gavner disampingku,
Gavner, langsung menjadi kakak kelasku. Kupikir teman-teman sekolahku masih belum
memaafkan apa yang kulakukan, tentang anorexia-ku dan semuanya, tapi kupikir lebih baik aku
mengabaikan apapun yang mereka pikirkan tentangku, mencoba menerka-nerka pikiran orang
lain, tentang bagaimana aku dalam pikiran mereka itu tak cukup berguna, itu hanya akan
menyiksa, setiap orang punya tuntutan kesempurnaan yang relatif, juga pastinya berbeda, takkan
bisa bagiku untuk mengikuti seperti apa aku seharusnya menurut pandangan mereka.
Turun mobil dan langsung disambut pandangan banyak mata, seharusnya aku terbiasa,
apalagi sekarang akan ada topik baru untuk mereka bicarakan, pertunanganku, tunggu saja
sampai mereka melihat cincinku dan juga fakta bahwa Gavner sekarang tinggal di paviliun
rumahku, di rumah ada seorang pria sekarang, selain aku dan Nanny, tentu saja.
Ghie? Katakan apa yang terjadi dua minggu ini? Kamu menghilang, dan wow, kamu
kembali dengan seorang cowok yang.Eve bersiul menggoda sambil memandangi Gavner
yang hanya sekilas menatapnya lalu mengacuhkannya. Siapa dia? Eve menowel bahuku
Pangeran kutub?
Dia memang sang pangeran, tanya aja!
Gavner, itu ruang gurunya, kamu masuk aja, dan, sampe ketemu di jam pulang nanti!,
dag Aku berlalu dan Eve mengikutiku, aku tau dia akan mengintrogasiku.
Elo jahat! Elo nggak jawab telpon gue, elo nggak balas email gue! teriak Eve dramatis,
khasnya, dia memang selalu bertindak seperti ratu drama konyol. Aku membanting dengan
keras pintu lokerku, berharap itu bisa membuatnya berhenti berbicara.Ghie! gue nunggu alasan
kenapa elo bertindak seperti orang yang.elo pikir kita bukan lagi sahabat?
Eve, please, ini hari pertama gue masuk sekolah, gue melewati begitu banyak kejadian
dua minggu ini, jangan terlalu banyak bertanya, gue mau mengejar ketinggalan selama gue

nggak sekolah, oke? aku memohon pengertiannya, tapi Eve bukanlah teman yang pengertian.
Nyokap gue mati bunuh diri, gue ternyata seorang princess, dan sebentar lagi gue jadi
permaisuri, gue tunangan sang pangeran sekarang. Seandainya mudah untuk berkata seperti itu,
harusnya aku berbicara dan menceritakan semuanya dengan satu-satunya sahabatku ini, tapi
tidak sekarang, diantara banyaknya pasang mata yang melirikku secara terang-terangan dan
bersembunyi, aku melihat Niken lewat, dia melirikku sejenak sebelum tersenyum kecut, dan
melanjutkan obrolan dengan dua orang temannya, Penny si tukang gossip yang bermulut selebar
bak cucian dan Mimi si cewek yang bibirnya seperti baru aja habis makan gorengan dengan
minyak seliter (itu julukan yang diberikan Eve pada mereka).
Niken, sahabat elo itu katanya dengan nada mengejek, berhasil disingkirkan Gazka
dengan mudah, tapi Gazka mundur dari jabatan ketua OSIS dan sekarang, Budi si cowok kutu
buku bertampang mirip Hitler yang tanpa kumis, apa yang ada di otak Gazka gue nggak habis
pikir, memberikan suaranya untuk si Budi, tapi sudahlah, seenggaknya bukan Niken yang jadi
ketua OSIS.
Aku hanya mengangguk
Ghiegue mesti tau apa yang terjadi selama dua minggu ini! Eve kembali
meredengiku dengan pertanyaan yang tak mungkin bisa kujawab sekarang.
Hai Ghieseseorang menyapaku dengan suara yang sangat aku rindukan, Dante, dia
disana masih setampan yang kuingat.
Haibalasku, otakku mengingatkanku, bahwa aku terikat pertunangan, dan suara lain
dari hatiku meneriakinya dengan berkata itu hanya berpura-pura. Dante masih pacarku, tapi
masihkah dia mengaggap begitu?setelah dua minggu berlalu, tanpa kabar apapun dariku.
Kita ketemu jam istirahat ya, di perpus, dag! Dia memberikanku senyumnya seperti
biasa, senyum jail yang manis.
Huh! Dan elo bakalan ketemu Dante dan lupa buat certain semuanya ke gue! Eve
ngedumel, bel berbunyi, dan sudah waktunya bagiku untuk fokus dulu pada pelajaranku.
***

Aku tidak bisa menemui Dante karena guru BP baru saja meneriakan namaku melalui
pengeras suara, aku diminta kesana, beberapa saat setelah bel berdering, Eve memandangiku
dengan tatapan menyesal, apalagi sih yang terjadi?
Selamat siang aku menginjakan kaki lagi di ruangan ini, aku tak ingin ada masalah lagi.
Siang jawab suara yang kukenali, suara kepala sekolahku.
Aku tak menyangka pemandangan yang tersaji di depanku, Gavner dan Gazka dengan
wajah yang tampak kacau, lebam dan berdarah, ternyata aku hanya diminta untuk merawat luka
keduanya, kupikir ini permintaan Gavner. Setelah itu, aku dan kedua orang cowok yang baru
kusadari berwajah nyaris identik ini berjalan menuju UKS, mereka merusak rencanaku untuk
bisa well, setidaknya melepas rindu dengan Dante.
Aku membersihkan wajah Gavner dengan hati-hati, sepertinya dia menikmati sentuhan
tanganku di wajahnya, dia memandang Gazka, alih-alih mereka saling baku hantam lagi, yang
ada mereka hanya saling melempar senyum mengejek juga juluran lidah.
Ghietampang gue juga ancur, elo juga mesti bersihin muka gue! protes Gazka.
Udah elo minta bersihin sama perawat sekolah atau anak PMR aja gih sahut Gavner,
Ghie khusus ngerawat gue, asal loe tau ya Ka, Ghie ini tunangan gue, loe liat dong cincinnya
sama kayak cincin gue,hehehe
Sialan loe! Sumpah?elo kadalin gue nih !Gazka tak mau percaya. Setelah selesai
dengan Gavner aku membersihkan muka Gazka.
Kakak ipar yang baik, hehehe Gavner bicara lagi.
Please, kasih tau gue, kenapa harus gue yang ngerawat kalian, ada perawat sekolah, ada
anak PMR, kenapa harus gue? Dan kenapa elo mesti nyiptain kasus diawal loe masuk sekolah?
aku benar-benar marah. Gue ngak suka lelucon kayak gini!

Gue kangen adek gue Ghie, dan yeah, salahin Gazka dia yang nyerang gue duluan.
Gavner menjelaskan.

Gue marah Ghie sama si idiot ini, gue nggak nyangka ketemu dia disini! Ini bikin gue
shock! Gue nggak mau dia disini, gue mau dia pulang dan kembali ke habitatnya dalam pelukan
Daddy tersayang dan tahtanya, huh!Gazka mencemooh dalam candaan.
Hey, apa sih yang kalian mainkan?
Boleh memintamu merahasiakan sesuatu Ghie? Gavner menatapku, tatapannya selalu
sendu, kadang aku melihat kesedihan disana, tapi ada kegembiraan sekarang, setidaknya melihat
Gazka ada cahaya keceriaan dalam matanya yang berwarna hazel. Anggap saja, aku dan Gazka
tidak saling mengenal, anggap saja aku dan Gazka bukan saudara, berjanjilah!
Aku-kamu! Napa nggak elo gue sih? hahaha sok romantis loe, Ghie, apa panggilan
sayang elo buat dia? Babon? Hahahaha, gue rasa elo khilaf mau-maunya tunangan ma Babon ini,
hahaha.Gazka masih saja mengejek, siapa yang menyangka, cowok yag dipikir cewek-cewek
diluaran sana sangat cool, bisa sekonyol ini.
Aku janji aku tersenyum pada keduanya.
Aku benar-benar tak mengerti, lebih baik aku jalani saja.
Gavner, bubar sekolah gue bareng Eve ya..aku berdusta, sebenarnya aku ingin pergi
dengan Dante, jempolku sedang menari-nari diatas touch screen sedang mengiriminya pesan
untuk menemuiku setelah sekolah.
Hmmm oke, gue juga mau bikin perhitungan sama monyet satu ini. Dia menunjuk
Gazka, keduanya tertawa-tawa, alangkah bahagianya, seandainya saja aku memiliki saudara.

Dua Puluh Tiga


Aku menghindari Eve sebisaku, dan akhirnya aku berada di boncengan skutermatic
Dante, Dante mengajakku ke tempat biasa, tempat pertama kali dia memaksaku makan sebanyak
yang aku bisa dan melarangku untuk memuntahkan segalanya, kami akan melewati makan siang
istimewa yang ditutup dengan menikmati Coffee Banana Split Favorite-kami.
Hey mysterious girl, mau cerita kemana aja dua minggu ini? Kamu mau bikin aku mati
karena kangen ya?Dante menggodaku, dia mencolek hidungku, alih-alih marah dia malah
bersikap seperti biasa, dia satu-satunya orang yang bisa membuatku tertawa dengan mudah.
Boleh bilang sesuatu nggak? Aku sebenarnya ingin menceritakan segalanya, mamaku,
siapa aku, dan pertunangan yang sedang menyiksaku.
Pasti mau bilang miss you like crazy, kan? Kamu juga kangen banget sama aku, kan?
Dia mengacak-acak poniku. Sebenarnya, aku ingin bilang segala yang terjadi padaku, tapi aku
tak ingin, aku tak mau merusak senyumnya. Everything oke, Ghie? Dante menyadari
perubahan ekspresiku. Jadi aku tersenyum sebisaku, walau berat tapi kupaksakan, aku hanya
ingin bahagia, aku tau pertunanganku bisa dikatakan hanya pura-pura tapi ini masih rahasia
antara aku dan Gavner, tidak ada satu orangpun yang boleh tau, haruskah aku mengatakannya
sekarang pada Dante? Tapi aku juga tak bisa mengkhianati janjiku pada Gavner, aku tak bisa
merusak segalanya, keluargaku adalah taruhannya, dan aku juga tak ingin merusak kebahagiaan
Dante.
Dante, kamu percaya kan kalo aku benar-benar sayang sama kamu? aku menatap
matanya, ada yang berbeda antara mata Dante dan Gavner, Dante memiliki mata bening seperti
mata anak-anak, dan Gavner memiliki mata indah yang sayangnya seperti menyimpan luka.
Nggak dia menggeleng-gelengkan kepalanya sambil nyengir
Aku sayang banget sama kamu aku mengatakan yang sebenarnya, yang aku rasakan.

Ghie..seberapapun sayangnya kamu ke aku nggak bisa ngalahin rasa sayangku ke kamu,
aku tau ini nggak boleh, terlalu menyayangi sesuatu seperti ini, tapi aku nggak tau, aku terlalu
sayang, dan nggak tau dan nggak bisa bayangkan bagaimana bila seandainya aku nggak bisa
memiliki kamu, ini gila, aku tau kita masih remaja, dan rasanya terlalu muda untuk aku bilang
cinta, tapi aku nggak bisa membohongi yang aku rasa.Dante mengelus pipiku, aku
memejamkan mata mencoba resapi rasa sayang ini, begitu menenangkan begitu menyenangkan.
***
Aku menghabiskan soreku dengan Dante, kami melakukan banyak hal yang
menyenangkan, dan yang terakhir dia lakukan benar-benar konyol, dia membelikanku banyak
balon helium warna-warni, sebagai pengganti balon yang terbang malam minggu dua lalu, dia
benar-benar aneh, tapi aku menyukai itu.
Ingin tau apa hal romantis yang terjadi sore ini? Setelah berlarian, berteriak melepas
beban, merasakan air laut di kaki kami ketika berjalan di pantai, dan juga memandang indahnya
langit kala matahari terbenam, sangat tak terduga dan tanpa direncanakan,

Dante,

dia

menciumku, tepat di bibir, dan kali ini sebuah ciuman yang sebenarnya, tak ada lagi gelas
melayang, tak ada lagi teriakan histeris setelahnya, dan tak ada lagi kepanikan, yang ada hanya
keinginan untuk menghentikan waktu merasakan cinta Dante, merasakan kedamaian yang dia
berikan.
Ghie...mau berjanji padaku?
Apa?
Apapun yang terjadi kamu nggak akan ninggalin aku?
Ya Aku menatapnya memberikan keyakinan dan tersenyum manis, aku merasakan
genggaman tangan Dante menggengam jari jemariku lebih erat seakan tak ingin melepaskannya,
Dante menciumku sekali lagi, kubalas ciumannya, aku merasakan bibirnya yang lembut dan
kenyal, merasakan nafasnya yang sewangi mint, merasakan hangat pelukannya. Rasanya tak
ingin mengingat segala kesedihan rasanya ingin menjadikan inilah akhirnya. Seandainya hidup
bisa direncanakan dan takdir bisa tertulis dengan mudahnya sesuai dengan yang kita inginkan
dan yang kita harapkan, maka aku ingin agar segala kebahagian itu tercipta untukku dan

kebahagiaan itu ada pada seorang yang paling kucintai, pada Dante, ingin sekali segala
kebahagiaan ini kubawa pulang, dan kutuangkan dalam mimpi indahku malam ini, mimpi
dimana hanya ada aku, Dante, dan kebahagiaan kita.

Dua Puluh Empat


Kenapa sih kamu harus bohong? Lampu mejaku langsung menyala, terkejut, balonbalon helium yang dibelikan Dante langsung beterbangan ke langit-langit kamarku. Temanmu
Eve, baru saja dari sini, mencarimu, kalo kamu pergi bersama Eve bagaimana mungkin dia
mencarimu kesini.
Gavner berbaring di tempat tidurku, wajahnya terlihat marah, aku sedikit ketakutan, ini
ekspresi tak biasa, dia terlihat sangat berbeda.
Aku bisa jelasin Kataku serak.
Aku sudah tau! Nada suara Gavner meninggi, aku tak lagi mengenal orang yang ada di
hadapanku sekarang, dia telihat begitu mengerikan dalam marahnya.
Apa yang kamu tau? Aku mencoba tetap bersuara normal
Ada cowok lain bernama Dante kan? Dia berteriak.
Dia pacar aku, aku kenal dia jauh sebelum kamu. Aku menaikkan nada suaraku, aku
memberanikan diri.
Aku Tunanganmu, kalo-kalo kamu lupa, dan masa depanmu ada bersama aku!Suaranya
kembali normal tapi ekspresinya masih terlihat sangat dingin
Bukannya kamu bilang, kalo ini cuma pura-pura? aku mencoba mengingatkannya.
Bagaimana kalo aku berubah pikiran?
Gavner, mau kamu apa? aku frustasi.
Aku mau kamu menjalani status yang seharusnya kita jalani.

Gavner, please, kamu cumamerasa dibohongi! Kita bisa meneruskan sandiwara ini,
kita pura-pura tunangan, tapi aku mohon banget biarin aku tetap sama Dante, aku sayang banget
sama dia, kamu boleh pacarin cewek manapun, kita bisa menjalani dengan cara yang bisa
memudahkan kita. Aku mencoba menjelaskan segalanya, aku ingin mencairkan suasana.
Gavner mendatangiku, berdiri tepat dihadapanku, sekarang wajahnya begitu dekat
dengan wajahku, aku menatap matanya dengan takut, ada kemarahan tak terkira yang ingin dia
lampiaskan.
Kamu mau pura-pura? Akan kuturuti maumu nada suaranya terdengar dingin. Tapi
bukan pura-pura seperti maumu. Gavner menyentuh pipiku, sentuhannya lembut tapi
menakutkan aku merasa terancam. Buka matamu! lihat aku Lala Brieghieta Rara Nantana!
Ya Tuhan aku mohon, beri aku kekuatan untuk membuka mataku dan untuk sanggup
menatap matanya. Pelan-pelan kubuka mataku, kupandangi Gavner, masih dengan wajah
marahnya, sangat tak terduga dia menciumku paksa, aku tak berontak tapi juga tak bergerak, biar
dia dapat apa maunya, sang Pangeran selalu mendapatkan yang dia inginkan, tapi aku tak
menyangka, ternyata sang pangeran bukanlah orang bisa memegang kata-katanya. Dia menyerah
dan frustasi, berteriak dengan keras lalu menghantam cerminku dengan kasar, suara kaca pecah I
dan teriakan amarah membuatku ketakutan, aku menangis, Gavner meninggalkanku sendiri, aku
menangis di lantai, sampai Nanny datang menenangkanku dengan pelukannya.
***

Aku menelpon Eve, memintanya datang, aku perlu seseorang untuk kuajak bicara, tak
lama Eve datang, dia menemaniku berbaring dalam kegelapan, mendengarkan seluruh kisah
sedihku, kepergian mama, tentang siapa aku, dan pertunanganku dengan Gavner.
Ghiegue turut berduka cita buat tante Ayara, maaf gue nggak tau, dan.Antara
isakan dan tawa Eve bicara lagi, dan disaat yang sama aku mersakan genggaman tangannya di
jariku Gue bego bangeeetdulu gue pikir jadi seorang putri bangsawan itu adalah hal yang
indah, kayak di dongeng, bertemu pangeran tampan, tapi ternyata enggak, elo putri yang . . . elo
pasti mikir akan lebih kalo elo bisa milih gue yakin elo pasti mau milih jadi orang biasa aja,

supaya elo bisa sama-sama dengan Dante, bukannya dengan pangeran psikopat kayak Gavner,
secara tampang dia memang pantas dibilang pangeran, tapi kejiwaan dan perilaku dia nggak ada
bedanya dengan monster!
Mendengar Eve berkata dengan nada bicara yang konyol dan cablak seharusnya aku bisa
tertawa, tapi sudahlah, aku memang ditakdirkan seperti ini.
Eve, dengan menikahi Gavner, walaupun itu masih bertahun-tahun lagiadalah satusatunya cara untuk mengembalikan lagi kehormatan keluarga, gue anak tanpa ayah, gue bukan
putri yang sesungguhnya, sebenarnya gue nggak punya hak memakai gelar kebangsawanan, ayah
biologis gue orang biasa gue bahkan tak tau siapa dia, keluarga gue menaruh harapan besar, ada
beban yang harus gue emban, gue nggak punya siapa-siapa, keluarga yang gue punya hanya
mereka dan tugas gue adalah membahagiakan mereka.
Walaupun dengan mengorbankan kebahagiaan elo? Eve protes. Elo punya gue, elo
punya Dante, orang-orang yang sayang sama elo,Ghie, elo bahkan belom 17 taon tapi apa
yang elo alami terlalu berat, gue dukung apapun yang elo lakuin, gue ngerti posisi elo, gue tau
elo nggak bakal bahagia buat ngejalani semua ini dengan Gavner, tapi seenggaknya, izinin gue
untuk bilang dan certain segalanya pada Dante, kalopun elo berdua nggak bisa sama-sama
minimal Dante tau, kalo hati elo selalu untuk dia.

Dua Puluh Lima


Aku melihat Dante memandangiku, tanpa ekspresi, ketika aku melewati kelasnya, Gavner
berjalan di sampingku, memegang tanganku erat, sekelompok cewek mulai berbisik-bisik, kurasa
selama ini seluruh sekolah tau kalo aku dan Dante Pacaran, tapi sekarang, aku bertunangan
dengan cowok lain, itu akan makin memperburuk image-ku.
Selama seminggu ini Gavner bertingkah sangat menyebalkan, setiap pagi selalu
mengajakku memutar melewati kelas Dante sambil berjalan angkuh sambil menyeretku,
tangannya tak pernah menggandengku, tapi mencengkramku kuat seakan dia takut aku akan
terlepas dan berlari darinya, dia seperti pengidap posesif parah, dia masuk ke kelasku, duduk di
bangku sampingku yang adalah bangkunya Eve, sampai bel tanda masuk kelas berbunyi, di jam
istirahat dia akan menjemputku ke kelas, menyeretku ke kantin, menemaninya minum kopi
sambil membaca buku-buku suram; No Exit, Mein Kampf, dan buku-buku yang takkan
membuatku tertarik, setelah itu dia akan mengantarku kembali ke kelas, pulang sekolah, setelah
bel berdering, dia akan menjemputku ke kelas dan menyeretku ke parkiran, akan berlama-lama
di parkiran, hanya untuk membuat Dante kesal, di rumah, tidak lebih baik, aku lebih memilih
mengurung diri di kamar jika Eve tak mengunjungiku, daripada menemaninya membaca buku
suramnya sambil membunuh dirinya dengan asap rokok, kadang dia keluar entah kemana,
mungkin kupikir ke tempat Gazka, tapi sejujurnya aku tak terlalu peduli. Aku tak bisa
membayangkan bagaimana aku mengabiskan hidup dengannya.
***

Gavner merebut hati para guru dengan otak cemerlangnya, membuat para cewek kagum
dengan pesona aristokrat dan wajah tampannya, dari bisik-bisik yang Eve dengar dan
disampaikan padaku, bahwa para cewek ternyata iri denganku karena mendapatkan Gavner,
mereka malah rela melakukan apapun agar bisa bertukar posisi denganku, dan ada seorang
cewek yang mau melakukan aksi bunuh diri konyol dengan menyatakan perasaannya pada

Gavner, tapi Gavner tau cara menolak dengan baik, dia malah menghadiahkan si cewek malang
itu dengan hadiah kecupan kecil tanda pertemanan di pipi. Sementara para cowok tidak begitu
menyukai Gavner, pertama, karena iri dan yang kedua karena dia pantas di benci
Hari ini Sabtu, sekolah sudah bubar tak kusangka Dante datang dan menghampiri.
Ghie aku mau ngomong dan Dante memegang tanganku mencoba mengajakku pergi,
tapi Gavner dengan cepat menahanku, mengeggam tanganku yang lain, lebih tepatnya
mencengkram dengan kuat. Dante tak bisa membawaku. Dante kesal, dan mungkin seminggu ini
adalah saatnya untuk memuntahkan semua kemarahannya, dengan tiba-tiba dia mengarahkan
sebuah tinju ke muka Gavner, Gavner limbung dan jatuh ke tanah, terjadi begitu cepat dan tak
terduga, aku merasa ketakutan ketika kulihat Gavner tak bergerak, dia pingsan.
Beberapa anak yang masih berada di parkiran berlarian, seharusnya sekolah sudah bubar
tapi anak-anak memang banyak yang betah nongkrong di sekolah, UKS sudah tutup jadi kupikir
lebih baik membawa Gavner ke rumah sakit terdekat.
Ghie aku mendengar suara Dante Ghiegue nggak.
Gazka tiba-tiba muncul di tengah-tengah kerumunan terlihat begitu khawatir, dan dengan
cepat meminta bantuan beberapa anak, untuk menggotong Gavner ke dalam mobil, kutinggalkan
Dante dan buru-buru masuk mobil, lalu Gazka membawa mobil melaju keluar dari sekolah.
***
Aku melihat ada kekhawatiran di wajah Gazka yang terdiam, kami masih menunggu
Gavner di periksa, aku berpikir itu bukan pukulan telak, seharusnya itu tak masalah, mungkin
Gavner bisa sja bangkit atau menangkis serangan Dante, atau setidaknya akan lebih baik jika ada
perkelahian bukan hanya satu pukulan tapi berdampak sehebat ini. Dokter sudah keluar dan kami
diminta menemui Gavner.
Dia terlihat pucat dan menyedihkan, kududuk disisi tempat tidurnya, Gavner memegang
tanganku, ingin kutepis tapi tak cukup tega untuk melakukan itu.
Katakan kamu mengkhawatirkan aku? Katanya lemah.

Aku tak menjawab


Bilang kalo kamu mengkhawatirkan aku? ulangnya lagi, aku masih terdiam.
Ka, please, tinggalin kami berdua Gazka menurut dan berlalu pergi.
Ghieplease, bilang kalo kamu khawatirin aku!
Aku tak bisa menjawabnya dan juga tak ingin
Ghie! Aku mohon kamu bilang bahwa kamu khawatirin aku dan kamu takut kalo hal
yang buruk terjadi padaku.
Aku masih diam, tak sanggup menatapnya hanya menunduk, lebih mudah bagiku untuk
berpura-pura menjadi manekin.
Ghie bilang, kalo kamu takut dan khawatirin aku
Aku menangis mendengar teriakannya, dia memaksa, dia suka marah, dia bertindak
kasar, Gavner, bagaimana bisa ada seseorang yang mempunyai kepribadiaan sekeras ini, Ni
pernah bilang, ada satu cirri khas laki-laki bangsawan kami, yaitu koro, koro adalah sifat keras
seperti yang dimiliki Gavner.
Ghie bilang kalo kamu khawatir, bilang kamu khawatir! dia berteriak seperti orang tak
sadarkan diri.
Aku masih tak mau meresponnya, aku bosan, aku muak, seharusnya aku iba, tapi tak
ingin kulakukan, seharusnya Dante memukulnya lebih keras lagi. Dalam keadaan seperti inipun
dia masih mampu bertingkah sekesar ini.
Ghie bilang kalo kamu khawatirin aku Suaranya berubah, berat dan serak, tak kusangka
Gavner menangis, aku masih tak ingin bergerak. Gavner seperti orang berkepribadian ganda
Please Ghie aku mohon bilang kamu khawatirin aku! Dia benar-benar menangis, dan secara
naluriah ketika kulihat air mata itu, aku memeluknya. Gavner tak berteriak atau bicara lagi dalam
isakannya, tapi aku tau air matanya masih mengalir, Gavner terlalu kekanak-kanakankah?

Ghie, aku tau kamu sama sekali nggak menyayangiku, salahku, sikap dan sifatkulah
yang bikin semuanya jadi seperti ini, ini semua keegoisankuDia seperti tertawa tapi juga
terisak. Tapi aku mohon Ghie, bila seandainya kamu nggak bisa mencintaiku, tapi seenggaknya
berpura-puralah, aku mohon Gavner mencium tanganku, aku tak berani menatap wajahnya, tapi
aku memaksakan diri, sinar mata itu lagi, sinar matanya yang dulu, sinar mata hazel yang
mellow. Berpura-puralah untuk waktu yang tak lama, Ghie waktuku nggak lama Ghie, beberapa
bulan lagi, aku sekarat Ghie Lalu Gavner terisak lagi, mau tak mau aku menangis, dan kali ini
memeluknya. Inikah sebabnya dia bertindak seperti ini, seharusnya dia mengatakan sejak awal.
Ghiepertama kali melihatmu, berurai air mata di pemakaman mamamu, membuatku berpikir
mungkin kamu bisa jadi orang yang tepat untukku berbagi kesedihan ini, tapi ternyata aku salah,
kamu bahkan tak mampu mengobati kesedihanmu, aku hanya menambahkannya, menambah
penderitaanmu, Aku merasakan Gavner mencium puncak kepalaku, kali ini aku berbaring
disisinya memeluknya, mencoba memahami kesedihannya.Aku menderita ALS- Amyotrophic
Lateral Sclerosis, Lou Gehrigs disease, aku rasa kamu tau apa itu Ghie, sebentar lagi aku akan
mengalami kelumpuhan, aku nggak ingin itu terjadi.Gavner menangis seperti anak kecil,
isakannya menyayat hati, akupun ikut menangis, dan memperata pelukanku.Aku nggak mau
berakhir di kursi roda, tak ingin berakhir menjadi seonggok tubuh tanpa daya di tempat tidur.
Dia menangis aku tau dari isakannya, tak ingin lagi melihat air mata itu, kutatap dia kali ini
bukan lagi tatapan mendelik tapi tatapan penuh pengertian, kuhapus air matanya, kubelai
rambutnya, dia terlihat begitu menyedihkan, kuberikan kecupan sayang di keningnya.
Gavner, untuk kali ini aku berjanji, aku akan berusaha untuk menyayangimu, aku
berjanji.Sekali lagi aku mencium keningnya, aku menangis lagi manakala dia mulai berbicara.
Kasih sayang yang tulus Ghie, bukan hanya iba.
Ya, aku janji dan aku memeluknya, malam itu aku menemaninya hingga terlelap,
mencoba memahami posisinya, mencoba untuk mulai mencintainya.

Dua Puluh Enam


Setengah mengantuk, aku keluar kamar, dan kulihat Gazka bersama seseorang, Dante.
Ada penyesalan saat melihatnya, seandainya ia tau, mungkin dia takkan pernah melakukan hal
sekasar itu pada Dante, pada dasarnya Dante bukan orang yang mudah emosi, dia hanya lepas
control dan sejujurnya siapapun pasti akan lepas kendali bila jadi dirinya. Gazka mendongak,
kulihat matanya memerah menahan kantuk, dia memandangiku dan Dante secara bergantian, tapi
tanpa bicara.
Ghie Dante memanggilku.
Aku mau ke kantin, aku perlu sedikit kafein, Ka, bisa tolong jagain Gavner bentar. Aku
mencoba mengabaikan Dante.
Please Ghie, gue mau ngomong. Aku takkan setega ini membuatnya harus berusaha
keras hanya untuk untuk menjelaskan apa yang memberatkannya, aku yakin dia hanya punya
alasan untuk melakukan hal seburuk itu pada Gavner.
Oke. Dan kami beriringan ke cafeteria rumah sakit yang mulai sepi, ini jam empat
pagi, dimana-mana aku hanya melihat, wajah-wajah lelah mengantuk, dan bosan.
***
Dante membawakan dua cup hot cappucino dan donat coklat, aku menyesap cappucinoku dan menatap Dante, sejujurnya aku merindukan bisa bicara berdua lagi dengan Dante, tapi
entah mengapa, ada perasaan bersalah ketika sekarang, aku hanya berdua saja dengan Dante
tanpa sepengetahuan Gavner.
Gavner oke? Gue merasa bersalah, gue minta maaf
Gavner Aku ingin menangis, aku ingin menceritakan semua pada Dante, tapi aku
yakin Gavner tak menginginkan ini, Gavner tak ingin orang lain merasa iba padanya. Gavner
cuma sakit biasa, dia memang agak lemah, kondisinya memang sedang nggak fit, nggak usah

khawatir, makasih sudah mengkhawatirkannya, Dante kamu boleh pulang sekarang. Dante
menyentuh punggung tanganku, cepat-cepat kutepis.
Aku kangen kamu Ghie
Aku juga tapi tak kuucaapkan itu hanya bisikkan hatiku.Aku tau
Eve bilang, kamu sayangnya sama aku kan? bukan Gavner! Dia mencoba meyakinkan
diri.
Bukan saat yang tepat untuk bahas masalah perasaan sekarang
Ghieplease
Dante, seberapapun sayangnya aku ke kamu,

sebaiknya, sekarang kita lupain kita

anggap ini masa lalu, aku cuma nggak mau menyakiti siapapun. Aku meyesap cappucino-ku
lagi, hanya untuk melakukan sesuatu dan tak hanya fokus memandang wajah Dante yang terlihat
suram sekarang.
Minimal, kamu jujur dengan hatimu
Aku tau yang terbaik, aku mau menjalani ini dengan Gavner, terima kasih buat
semuanya, terima kasih karena telah menyayangiku. Aku mengusap punggung tangannya, dan
berlalu, aku tak lebih lama bersamanya. Begitu berat rasanya, tapi harus kulakukan, dan
Dantepun tak coba menghentikan langkahku.
***
Ketika aku hendak masuk lagi ke kamar perawatan Gavner, aku berhenti sejenak,
tanganku langsung membeku di pegangan pintu. Gavner dan Gazka terlibat pembicaraan serius,
bukan maksudku untuk menguping, aku hanya ingin tau.
Ner, loe masih punya harapan hidup dua atau lima tahun ke depan, bahkan Steven
Hawking bisa hidup 47 tahun, kamu bisa mendapatkan perawatan terbaik, Bokap elo bisa
memberikan segala fasilitas kesehatan terbaik.
Elo bicara seolah-olah beliau bukan Papa elo juga

Bukan, karena kami tidak terikat secara emosional. Hey belum lupa kan? Gue yang
membunuh istrinya karena melahirkan gue, menemuinya hanya sekali dalam beberapa tahun,
itupun lebih banyak dia ngabaiin gue dan nggak pernah sekalipun menatap wajah gue. Tragis,
kasihan ya gue? Gazka menertawakan dirinya.
Dia juga sayang sama elo, elo cuma nggak tau
Nggak, kayak dia nyayangin elo!
Please Ka, jangan sampai Papa tau tentang ini, gue mau elo janji satu hal, gue nggak
ingin hidup lebih lama, gue hanya minta waktu beberapa bulan, hanya beberapa bulan, sebelum
penyakit ini terlalu dalam menyiksa hidup gue, gue nggak ingin terlalu banyak merepotkan orang
lain.
Apa sih yang elo omongin? kita sudah deal tak ingin membicarakan hal ini lagi, oke?
Ingat, gue nggak bakal ngelakuin ini buat elo, nggak bakalan Gavner!
Walaupun ini permintaan terakhir gue?
Jangan paksa gue.
Baiklah, gue akan melakukannya sendiri, itu bukan hal yang sulit selagi gue mampu
melakukannya sendiri.
Jangan konyol Gavner! Hey
Elo nggak mau melakukan itu untuk gue, gue cuma minta elo untuk seenggaknya
meringankan penderitaan gue, cuma itu, ini permintaan seorang saudara, elo nggak tau rasanya
ketika saat ulang tahun ketujuh belas, alih-alih elo mendapatkan kado elo malah udah tau
bagaimana cara elo bakal mati! Berat rasanya Ka, cuma elo sodara gue, dan gue merasa bersalah
untuk semua kasih sayang Papa yang nggak bisa elo rasain, seharusnya itu juga buat elo, setelah
gue nggak ada maka semua kasih sayang Papa buat elo, anggap aja dengan membiarkan gue
pergi secepatnya elo dan Papa bisa lebih dekat secepatnya, elo cuma perlu nyuapin gue dengan
ini, cuma beberapa sendok, nggak sulit Ka. Aku tak tau apa yang Gavner maksud, ingin
kukeluar dari balik pintu dan mengambil benda apakah yang dia inginkan untuk mengahabisi
nyawanya, tapi aku hanya berdiri membeku sambil terisak disini, aku benar-benar pengecut.

Gue nggak bisa Ner


Please
Itu sama aja kayak gue bunuh elo.
Cepat atau lambat gue juga bakal mati, ini cara terindah untuk gue bisa pergi dengan
bahagia.
Lama berselang tanpa suara, sampai aku kembali mendengar suara Gavner.
Terima kasih Gazka, mari kita nikmati waktu selagi kita bersama, sebelum gue minta
elo untuk melakukannya.

Dua Puluh Tujuh


Ada yang bilang kadang sulit mencintai seseorang kalau kamu tak bisa melihat sebagian
dari dirimu tercermin pada diri mereka, ini tentang Gavner ini tentang Dante. Dengan Gavner
aku merasa sama, memiliki tatapan mata yang menyimpan banyak kesedihan, tatapan mata inilah
yang membuat Gavner jatuh cinta, tatapan mata inilah yang dipikir Gavner akan mengerti
tentang kesedihan-kesedihan yang dialaminya, sementara dengan Dante aku merasa memiliki
kesamaan yang tak bisa dijelaskan, kami nyaris identik dalam hal yang tak bisa kujelaskan,
karena ketika menatapnya aku melihat sebagian dari wajahku ada pada wajahnya, entah ini
halusinasiku saja.
Malam minggu ini, kami habiskan di Rumah Sakit, Gavner baru boleh pulang besok, dia
terlihat sehat dan tak ada tanda-tanda menyimpan derita kesakitan, dia percaya bahwa obat
terbaik untuk suatu penyakit adalah dengan berpura-pura untuk tidak merasakan sakit, tapi dia
tak pernah berpikir positif dan optimis untuk sebuah kesembuhan. Dia bilang dia hanya akan
bertambah sakit bila harus minum obat-obat tak berguna itu dan mengikuti terapi-terapi payah
yang dipikirnya hanya akan mengurangi waktunya sebelum dia benar-benar pergi.
Ketika kematianmu sudah ditentukan, tak ada gunanya untuk berusaha lari darinya,
terimalah dan nikmati waktu selagi masih bisa Gavner tersenyum padaku sambil menggengam
tanganku, ini jam 2 pagi dan yang kami lakukan adalah duduk di atap rumah sakit sambil
memandang bintang-bintang. Ghie sejak kecil aku suka menatap langit di tengah malam buta,
masih ingat ketika aku menculikmu dan membawamu ke rumah pohonku?
Aku mengangguk dan tersenyum, dia mengusap pipiku lembut.
Sejak kecil, aku melakukannya, keluar di malam buta untuk menikmati keindahan
langit, hanya dengan menatap bintang-bintang dan berada di diketinggian yang mendekati langit
membuat bocah kecil ini dulu percaya, bahwa Tuhan akan mendengar doanya, aku menunggu
lama untuk doa itu, ingin tau apa doaku?

Katakan
Aku selalu berdoa agar aku bisa berada di sisi mamaku, di sana disamping Tuhan,
orang-orang selalu bilang bahwa kematian yang terlalu cepat adalah suatu pertanda bahwa Tuhan
menyayangi orang tersebut itulah sebabnya aku ingin pergi begitu cepat, aku tak pernah
mengenal mama, hanya mengetahui siapa dia melalui foto, potongan-potongan cerita yang
dituturkan berbeda oleh orang-orang yang mengenalnya, dan juga kenangan yang kuciptakan
sendiri dengan imajinasi anak kecilku, namanya Cecily, berdarah Prancis, bertemu papa di
Universitas saat belajar Sosiologi di Cornell, Amerika, saling jatuh cinta dan walaupun ditentang
tapi akhirnya mereka menikah. Setahun setelah kelahiranku, mama melahirkan Gazka, dan tragis
saat Gazka datang mama pergi, papaku mengalami penderitaan terdalam, Gazka dibawa keluar
dari Bala, diasuh oleh abdi keluarga kami, dia mengalami hidup yang keras, pindah dari satu
tempat ke tempat lainnya, aku bersedih untuknya, aku bersedih untuk kesedihan papa karena
begitu kehilangan hingga tak menyadari kehadiran putranya. Ketika aku pergi nanti, aku ingin
agar Gazka kembali pulang, aku ingin papa tau bahwa selain aku dia memiliki putra yang
lainnya.,
Aku ikut bersedih untuk Gazka
Ghie, terima kasih
Untuk apa?
Karena telah mengerti karena telah menjadi pendengar yang baik.
Sekarang itu tugasku, mendengarkan semua yang ingin di katakannya, kukecup pipinya,
dan kuajak dia kembali ke kamar, sebelum perawat mencarinya.
***

Kami pulang ke rumah siangnya, Gavner memaksa dan dan berkata bahwa justru
rumah sakit menyiksanya dan membuatnya terpenjara. Nanny dan Eve yang siang itu ada di
rumah terperangan melihat sikapku yang berubah terhadap Gavner, itu membuat Eve keberatan
Ghie, gimana bisa? dia berkacak pinggang Gavner itu kasar!

Nggak dia berbeda, kekasarannya hanya cara untuk mendirikan proteksi dirinya
Elo nggak bisa jatuh cinta padanya, elo nggak boleh! Kasihan Dante!
Gue tau, nggak bisa buat gue ngelupain Dante, tapi gue terikat dengan Gavner, gue
mesti ngerelain hati gue, dan Dante juga harus terima kenyataan bahwa gue nggak bisa lagi sama
dia, kita udah pisah baik-baik, dan sekarang gue ingin belajar untuk jatuh cinta pada Gavner.
Gue denger insiden kemaren, Gavner oke?
Ya.
Jadi sekarang elo yakin untuk menjalani ini dengan Gavner?
Iya Eve, gue ingin Gavner bahagia
Dengan ngorbanin kebahagian elo?
Dalam hidup ini, kadang kita mengorbankan banyak hal agar hidup bisa berjalan
dengan baik.
Oke Ghie hentiin kuliah filsafatmu, mau nongkrong malam ini di tempat biasa?
Malam ini gue mau nyiapin kejutan buat Gavner
Kejutan?
Bantu gue buat nyiapin romantic candelight dinner, ya?
Dan sebagai teman yang baik Eve tak bisa menolak.

Dua Puluh Delapan


Untunglah Gazka mau diajak kerjasama, dia membawa Gavner keluar rumah agar dia
tak tau bahwa aku menyiapkan kejutan untuknya. Ternyata, merancang romantic candelight
dinner bukan hal yang mudah, aku sama sekali tak punya ide, dan akhirnya aku menyontek ide
menu di situs divinedinnerparty, jadi menu malam ini adalah;

Skewers of Melon, Jamn, and

Mini Mozzarella as appetizer, Rack of Lamb with Herbes de Provence and Roasted Tomatoes as
Main Dish, dan Nutella Mousse as dessert, juga champagne dan strawberry, aku sebenarnya tak
ingin memasukan champagne, tapi Eve memaksa, ya sudahlah. Eve tak banyak membantu di
dapur, Nanny-lah yang terbaik untuk ini, dan aku lebih banyak ngerecokin daripada membantu,
Nanny senang, setidaknya Gavner bisa membuatku turun dapur, kata Nanny wanita yang baik
adalah wanita yang mau memasak untuk pasangannya, aku berusaha untuk itu.
Nanny, boleh kan, malam ini tinggalin aku berdua saja dengan Gavner? Aku mau
semuanya sempurna, aku mau dia benar-benar merasakan bahwa aku berusaha untuk mencoba
mencintainya..Aku memohon.
Tentu saja sayang
***
Aku merasa deg-degan, hanya berdua saja dengan Gavner, aku memeriksa ulang
menunya, lilin-lilinnya juga musik dan tentu saja diriku sendiri, berulang kali aku memandang
cermin, membolak-balik tubuhku memeriksa segalanya, apakah aku berjerawat, apakah
hidungku berminyak, atau apa poniku jatuh sempurna menutupi dahiku, aku merasa agak konyol,
tapi sebenarnya aku hanya ingin terlihat sempurna, itu saja.
Aku mendengar suara mobil masuk, dan buru-buru berlari menyambut Gavner di pintu,
tak lupa kusambar syalku, itu untuk menutup matanya nanti.
Heysapaku lembut, Gavner tersenyum.

Sebelum mengejutkannya aku malah terkejut, dia membawakanku seikat bunga.


Aku nggak tau bunga favoritmu apa, tapi kupikir mawar pink dia memandangku,
sepertinya cocok dengan gaunmu, you look beautiful tonight. Aku menerimanya dengan hati
yang harus kuakui, yeah agak berbunga, bukankah semua cewek selalu suka bunga dan merasa
istimewa bila dihadiahkan bunga?
Mau merayakan sesuatu malam ini? tanyaku agak malu.
Mawar, Gavner yang terlihat luar biasa menawan, dan suasananya yang romantis
membuatku bersemu secara alami, Gavner masih belum mengerti tapi aku dengan cepat
mengikatkan syal di matanya, aku menuntunnya ke taman belakang di dekat kolam, suara merdu
Ronan Keating mengalun merdu dalam lagu If Tomorrow Never Comes.
Ghie, kamu mau ngerjain aku ya? Ini pasti ide Gazka
Sssssstttttt
Kenapa mesti pake acara nutup mata segala?
Kamu banyak nanya ya?
Oke, aku diam! Tapi janji ini bukan sesuatu hal yang konyol!
Yeah I promise
Kami berhenti melangkah, karena kami sudah berdiri di samping meja dengan menu
yang contekan resepnya baru dipraktekan tadi.
Oke, sekarang aku bakalan buka penutup mata kamu
Jangan bikin kejutan yang konyol
Iya, aku janji dan setelah penutup matanya terbuka, Gavner mengedarkan
pandangannya ke segala arah, memandang takjub dan tersenyum, lilin-lilin mengapung indah di
kolam membentuk kata Je Taime, itu artinya aku mencintaimu dalam bahasa Prancis, yeah
Gavner berdarah setengah Prancis.

Merci Ghie Gavner mengusap kepalaku, dengan canggung dia memelukku pelan.
Aku tersenyum padanya.
Suka?
Sangat, aku tau kamu udah berusaha untuk malam ini, merci beaucoup
Aku senang melihatnya tersenyum, matanya terlihat berbinar, sangat indah dan alunan
lembut lagu Tonight I Celebrate My Love membuat Gavner langsung punya ide romantis.
Wanna dance?
Aku mengangguk setuju dan menyambut uluran tangannya, kami mulai berdansa,
satunya tangannya mengenggam tanganku dan satu lagi berada di pinggangku, dengan kikuk
kuletakkan satu tanganku di bahunya, rasanya aneh, rasanya ini seperti yang seharusnya tapi ini
juga membuatku merasa bersalah, tapi cepat-cepat kutepis rasa bersalahku, aku memiliki janji
yang tak bisa kuingkari.
Suasana dan lagu ini membuatku tersinggung Komentar Gavner, seperti ingin
membuat lelucon tapi karena keluar dari bibir Gavner alih-alih terdengar konyol itu malah
terdengar serius. Sadar aku tak tau harus bereaksi bagaimana, dia melanjutkan untuk berbicara
Pernah nonton film Beauty and The Beast? Suasana ini mengingatkanku pada saat Belle dan
Beast berdansa, Beast yang mengerikan dan kasar berdansa dengan si cantik Belle di purinya
yang dingin, sedingin hatinya yang kesepian, Beast bukanlah monster yang mengerikan Beast
hanya seorang pangeran malang yang dikutuk, Beast hanya makhluk yang kurang beruntung, tapi
Belle membawa kebahagiaan untuk hidupnya yang suram, membuatnya lupa atas segala
kemalangannya. Kamu seperti Belle dan aku seperti Beast, yang kurang hanyalah tidak ada lilinlilin dan poci teh yang bisa bicara.
Tapi kamu bukan pangeran yang dikutuk menjadi makhluk besar mengerikan.
Tapi aku dikutuk dengan cara yang berbeda, cara yang sangat tak menyenangkan, aku
kesepian, nyaris tanpa kasih sayang dan yang pasti, tanpa perlu dibilangin lagi kamu sudah tau
apa itu. Tolong jangan kasihani aku Ghie
Aku mengangguk dan memberinya senyum penuh pengertian

Hmmmmau nyoba masakan aku? Opsssebenarnya ini masakan Nanny.


Gavner bertindak bak pangeran sejati, dia menarikkan kursi untukku dan
mempersilahkanku duduk. Gavner tersenyum disaat-saat tertentu, dan dia lebih banyak
tersenyum ketika aku tak melihatnya, aku mencuri-curi pandang untuk melihatnya tersenyum,
dan dia akan berhenti tersenyum ketika dia sadar aku melihatnya. Gavner seharusnya bisa
tersenyum lepas dan tertawa bebas, seharusnya dia tak menahan senym dan tawanya, dia agak
terlalu keras terhadap dirinya sendiri.
Ghiesemuanya lezat, cuma, rasanya ini lucu, tampangku mungkin bukan tampang
lokal, tapi sejujurnya aku lebih suka makanan lokal, tapi terima kasih, aku suka usahamu, lain
kali maukah kamu memasak masakan tradisonal khas kita? Jangan liat tampangku liat siapa aku
yang sebenarnya. Gavner tertawa kecil, dia masih saja menahan tawanya.
Oke, aku pengen belajar masak, kayaknya menyenangkan, tapi apa aku boleh minta
satu hal?
Apa?
Aku pengen lihat kamu yang bisa tersenyum dan tertawa lepas.
Buat agar aku bisa tersenyum dan tertawa lepas,oke?
Dan dia tersenyum, sebuah senyum lebar yang manis, yang memperlihatkan deretan
giginya yang putih dan rapi. Gavner sangat mempesona. Semoga melihat senyumannya akan
membuatku sedikit demi sedikit jatuh cinta padanya.
***

Setelah makan malam Gavner mengajakku untuk duduk-duduk di bangku taman, rasanya
agak kurang nyaman, dengan segera dia menuju kamarnya dan mengambil selimut serta sebuah
bantal, sebuah kotak berpita terlihat dari balik selimut yang ketika kulihat cepat-cepat
disembunyikannya, aku pura-pura tak melihatnya. Gavner mengajakku berbaring, akupun
berbaring disampingnya, dia menggenggam tanganku, aku tersenyum padanya, dia menatap
takjub ke langit, dia selalu terpesona dengan langit di malam hari, akupun mengikutinya, aku

berhenti memandang wajahnya dan mulai memandang bintang-bintang di langit, malam ini
langit sangat indah, taburan bintang berkilauan di angkasa dan bulan tersenyum malu-malu
memancarkan cahaya temaramnya.
Kamu percaya dengan keajaiban bintang jatuh yang bisa mengabulkan keinginan?
Tanyaku pelan.
Aku suka keajaiban, tapi aku belum pernah mendapatkan keajaiban itu
Jika ada bintang jatuh apa kamu mau seenggaknya minta sesuatu, anggaplah itu
sebagai sebuah
Jika keajaiban itu benar-benar ada, aku hanya akan minta satu hal
Apa?
Aku ingin agar kamu bisa mencintaiku dan semoga ini adalah keajaiban, pada saat
Gavner mengucapkannya sebuah bintang jatuh melintas, cahaya keperakannya seakan
menggores langit dengan kejaibannya. Aku memandangnya, dia memandangku, apakah ini
pertanda agar Gavner bisa mempercayai keajaiban? Tak ada yang berkata-kata, tapi ketika
Gavner menyentuh bibirku dengan bibirnya, aku tidak menolak, tapi malah membalasnya, dan
mencoba untuk menikmatinya, Gavner berhenti dan dia tersenyum kali ini dia mengabulkan
keinginanku, dia telah memberiku senyum terindahnya, senyum lepas penuh kebahagiaan. Sekali
lagi Gavner menciumku dan kali inipun aku membalasnya, aku mencoba merasakan
ciumannya,manis, sedikit manis dan agak misterius, agak seperti campuran antara rasa coklat
dan kopi. Tapi ditengah ciuman itu alarm pengingat di smart phone-ku berbunyi, Gavner dengan
cepat menyambarnya, dia ingin menghentikan nada membosankan yang mengganggu itu, tapi
ternyata apa yang terbaca di layar rupanya mengganggunya, aku sudah tau yang tertulis di sana
My Dear Dantes Bday bagaimana bisa aku sebodoh ini tak mengganti namanya?.
Gavner menatapku, sesaat aku meresahkan bagaimana sikap Gavner, tapi dia malah
tersenyum dan mengusap rambutku lalu mencium keningku.

Ghie, beri dia surprise party, buat dengan sepenuh hati seperti kamu membuatkannya
untukku malam ini. Dan Gavner meninggalkanku masuk, sebelumnya dia meletakkan kotak
kecil berpita di pangkuanku.

Dua Puluh Sembilan


Nyaris jam 12 malam, Gavner mengantarkan aku sampai di gerbang depan rumah Dante,
Lola, adiknya sudah menunggu di gerbang depan. Gavner sudah bersikap sangat baik hari ini, dia
tau aku masih menyayangi Dante, dan masih membolehkan aku untuk menyiapkan kejutan untuk
ulang tahunnya, sepulang sekolah Gavner menemaniku mencari kado, dia mengusulkan untuk
membelikan Dante sepasang sepatu basket, dan itulah yang menjadi kadonya setelah itu kami
memesan black forest dengan lilin berjumlah tujuh belas, aku merasa sedikit sakit ketika aku
yang bukan lagi sebagai pacarnya harus memberinya kejutan seperti ini, ada batasan yang tak
mungkin kulewati. Tapi Gavner menyemangatiku. Setelah Gavner berlalu aku memasuki rumah
Dante dengan Lola yang ada di sampingku, ingat Lola? Dia gadis yang melihatku memuntahkan
makananku dulu, dia yang mengatakannya pada Dante, dan Dante lah yang membuatku
meninggalkan kebiasaan burukku itu. Aku berterimakasih atas apa yang pernah Dante lakukan,
menyelamatkanku sebelum aku benar-benar terjatuh.
La, orang rumah mana? tanyaku berbasa-basi
Mama sama Ayah keluar kota, ngunjungi keluarga, adik Ayah mau nikah Mama Dante
menikah lagi ketika Dante berumur lima tahun, Ayah Dante orang yang bertemperamen keras,
hingga mamanya berkali-kali lari dari rumah, Dante pernah menceritakannya padaku dulu
bagaimana menderitanya hidupnya, bagaimana ia melewati kedai es krim dan hanya bisa
menelan ludah karena menginginkannya, dia pernah merasa kelaparan, hingga dia mati-matian
menyembuhkan aku dari anorexia-ku, dia beranggapan ada orang-orang yang sangat kelaparan
yang tak punya kesempatan untuk makan tapi disisi lain ada orang yang menolak untuk makan
padahal dia memiliki kesempatan untuk makan, dia merasa sedih melihat orang yang tak bisa
menghargai makanannya.Dante mana?
Di kamarnya, sejak putus dari mbak Ghie, dia sering mengurung diri di kamar, udah
nggak pernah latihan basket, tampangnya suntuk mulu, mama sampe khawatir, tapi mas Dante

tau kok, kalo mbak Ghie masih sayang kan sama mas Dante? Lola dan aku mengobrol sambil
menyalakan lilin-lilin di atas kue.
La masalahnya nggak kayak gitu
Mbak, please tanya hati mbak, mbak sayang kan sama mas Dante?
La, mbak Ghie nggak bisa, mbak udah tunangan sama mas Gavner
Cowok bule itu?
Tampangnya doank yang bule, aslinya pribumi banget aku mencoba untuk membuat ini
jadi sebuah lelucon.
Mbak Ghie beruntung ya, ada dua orang cowok yang sama-sama menyayangi mbak
Ghie, seharusnya mbak Ghie milih mas Dante, mas Dante udah lama jadi secret admirer-nya
mbak Ghie, tapi kan dari dulu mbak Ghie itu galak banget mas Dante sering cerita dulu, dia
malah nyebut mbak Ghie itu ratu kutub,mas Dante cerita gimana mbak Ghie sama dia itu
musuhan, mas Dante sering banget ngeselin mbak Ghie cuma untuk narik perhatian mbak Ghie,
mas Dante nyebelin ya?
Nggak La, mas Dante itu salah satu cowok paling baik yang pernah mbak Ghie kenal
akhirnya, kami sampai di depan Dante, pintunya tertutup, terdengar petikan gitar, dan suara
Dante yang serak dan berat menyanyikan sebuah lagu, aku dan Lola, berhenti saling menatap dan
mendengar Dante bernyanyi, aku merasa dia bernyanyi dengan sepenuh hati, aku dan Lola hanya
berdiri dan mendengarkannya dari balik pintu.
Lay a whisper on my pillow,
leave the winter on the ground.
I wake up lonely,
there's air of silence in the bedroom
and all around
Touch me now, I close my eyes and dream away.

It must have been love but it's over now.


It must have been love but I lost it somehow.

It must have been love but it's over now.

From the moment we touched, 'til the time had run out.
Make-believing we're together that I'm sheltered by your heart.
But in and outside I've turned to water like a teardrop in your palm.
And it's a hard winters day, I dream away.

It must have been love but it's over now.


It's all that I wanted, now I'm living without.
It must have been love but it's over now,
it's where the water flows, it's where the wind blows.

Lagu yang dinyanyikannya menyentuh hatiku, bukan hanya Dante yang patah hati, bukan
hanya Dante yang kehilangan cinta ini. Aku tak dapat menahan air mataku, aku menangis, dan
Lola hanya menepuk bahuku, aku menguatkan diri, tak boleh lagi larut dalam kesedihan ini, aku
berusaha tersenyum ketika Lola membuka pintu dan meneriakan Sureprise!!!Dante terkejut
melihatku tapi aku memberinya senyum dan bersama-sama diantara tawa dan air mata aku dan
Lola menyanyikannya lagu.
Happy birthday to you
You were born in the Zoo
With the Lion and the Tiger
And the Monkey Like you
Setelah itu Dante meniup lilinnya dalam lima kali tiupan, matanya terus menatap mataku,
tatapannya membuatku berdebar, Dante sebenarnya masih sangat kurindukan.
Okey mas, happy bday wish you all the best, kadonya nyusul, dah, Lola udah ngantuk,
bye mbak Ghie, have fun ya Aku tau Lola hanya ingin meninggalkan kami berdua. Setelah Lola
pergi, aku duduk dengan Dante di Lantai kamarnya yang berkarpet motif zebra, kamarnya

bernuansa artistik, ada benda-benda antik, dan ada lukisan besar menarik di atas tempat tidurnya,
bergambar wanita cantik yang familiar, itu cuma lukisan, mata kadang menciptakan ilusi.
Ghie, bagaimana bisa kamu disini dan ngasih gue kejutan kayak gini, kamu bilang kamu
harus tinggalin aku untuk Gavner tapi sekarang kamu hanya bikin aku berharap, kamu hanya
bikin aku makin nggak bisa bunuh cinta ini, Ghie, ngeliat kamu dari jauh itu nyiksa aku, liat
kamu disana dengan orang yang bukan aku itu sangat mengganggu hatiku, Ghie bilang apa
maumu?kalau kamu mau ninggalin aku please jangan bikin aku berharap kayak gini.
Maaf
Ghie sejujurnya ngeliat kamu sekarang, disini rasanya kayak mimpi, tapi aku nggak tau
mesti bersikap bagaimana? pantas nggak kalau aku bersikap ke kamu kayak aku bersikap ke
kamu yang dulu, bukan kamu yang milik orang lain?
Dante, berat buat aku ninggalin kamu, dan nggak mungkin hilangin cinta ini begitu saja,
kamu tau ternyata meninggalkan itu ternyata sama menyakitkannya kayak ditinggalkan, rasanya
Gavner ngerti rasa itu, dia tau dihatiku masih ada cinta buat kamu, dia minta aku untuk
memberikan kejutan ini buat kamu, jadiplease anggap ini sebagai hadiah ulang tahun dari
orang yang pernah mencintaimu
Tapi bolehkan untuk malam ini aja aku minta kamu jadi cewek yang masih mencintai
aku, please Ghiemalam ini aja, jadikan itu sebagai permintaan terakhirku
Dante aku nggak tega ketika kulihat matanya berkaca, dan tak menghindar ketika dia
mengelus pipiku dengan penuh sayang, tapi ketika kurasa wajahnya mendekati wajahku, saat
bibirnya nyaris menyentuh bibirku, aku menghindar, dan berdiri, berjalan pelan ke arah lukisan
wanita di atas tempat tidur Dante.
Lukisannya indah aku sengaja mencari topik yang tidak mengarah ke pembahasan
perasaan lagi.
Itu peninggalan papaku
Oh, sorry Aku tak bermaksud membuka kesedihannya, seberapun dia membenci
almarhum papanya karena ketidakbahagiaan yang papanya pernah lakukan di masa lalu, tapi

jauh dalam hatinya dia menyayangi pria itu, aku pernah menemaninya dulu

kesana,ke

makamnya tanpa sengaja, dihari dia memintaku untuk menguburkan si Barbie, selalu setiap hari
jumat dia akan mengunjungi makam papanya.
Papamu hebat ya, cantik sekali lukisannya. aku menyentuh lukisan itu, ada tanda di
sana sebuah kata, atau mungkin namabertuliskan Ayara, aku tersentak.
Yeah, dia hebat, dan lukisan itu adalah hal yang paling dibenci mamaku, gadis di
lukisan itu adalah gadis yang pernah ada dalam hidup papaku, satu diantara sekian banyak
gadis. Dia berkata dengan nada sedikit mengejek. Aku merasa air mataku akan tumpah, aku tak
ingin bila ini adalah sebuah realita yang harus kuhadapi. Tak tahan, aku benar-benar menangis
sekarang, Dante menatapku dengan heran, tak yakin dengan apa yang menyebabkanku menangis.
Ghie, kamu kenapa Ghie?
Aku terisak makin keras, air mataku tak dapat kubendung, jadi ini alasannya kenapa
mamaku melemparinya, mamaku bisa saja terkejut, bisa saja disadarkan lagi dengan masa
lalunya, bisa saja itu berarti penyesalan, bisa saja itu berarti peringatan, dan larangan untuk
menjalani hubungan yang terlarang ini. Mungkin mamaku tau, mungkin wajah Arian tergambar
jelas di wajah Dante, mama mungkin mengingatnya, mama mungkin menebaknya, mama
mencoba untuk memperingatiku, aku merasakan kepedihan yang mendalam, Dante adalah
kesalahan terbesarku, Dante adalah penyesalanku.
Ghie, kamu kenapa? Dante kebingungan.
Aku tak kuasa untuk mengatakanya, aku tak ingin dia terluka, tapi aku tak ingin dia
berdosa karena terus mencintaiku.
Jangan bilang papa kamu bernama Aryan isakku.
Bagaimana kamu bisa tau?
Harusnya dia tak berbicara seperti itu
Bagaimana kamu bisa tau papaku bernama Aryan? dia menatapku tak percaya.
Aku terisak lagi, tak kuasa harus bicara tapi ini harus kukatakan.

Gadis dilukisan itu adalah mamaku, dan papamu adalah orang yang telah menghamili
mamaku, dan bayi dalam kandungannya itu adalah aku, kamu tau maksudnya.Dan aku berlari
keluar dari rumahnya dengan segera, aku tak mendengar Dante memanggilku, kupikir diapun
sama terkejutnya seperti aku, aku berlari secepat kakiku bisa membawaku, dan disaat yang tepat
taxy berhenti di depanku, segera aku masuk ke dalam taxy dan menghempaskan diriku di jok
belakang, yang kuinginkan saat ini adalah berada di rumahku secepatnya, dan menyesali
segalanya.

Tiga Puluh
Aku menangis di pelukan Gavner, dia bahkan tak tau penyebab aku menangis, yang dia
lakukan hanya bersikap pengertian, mengelus rambutku dan hanya membiarkanku menangis
tanpa bertanya atau memaksa ingin tau. Gavner tau cara bersikap, yang aku butuhkan sekarang
hanyalah lengan untukku bersandar dalam tangisku. Ingin sekali aku menolak segala kenyataan
ini, tapi apa kuasaku? Aku hanya manusia biasa, Ingin sekali aku mengutuk ayahku, tapi siapa
aku? Aku bahkan terlahirkan karena andilnya, Ingin sekali aku kembali ke masa lalu? Tapi
apakah mungkin bagiku untuk mengubahnya, tak ada yang bisa mengubah masa lalu, kecuali
berpikir keras bahwa dalam ketidakwarasan dan gunakan imajinasi tinggi berharap mesin waktu
itu ada, dan aku adalah seorang time traveler, ingin kusadarkan mamaku sebelum dia membuat
kesalahan, sehingga dia takkan bertemu Aryan, ayahku, lebih baik jika aku tak ada, bila aku tak
ada, maka sakit yang kuderita ini takkan pernah kurasakan.
Kucoba kuatkan diriku dengan berkata pada hatiku, mencoba menasehatinya
membuatnya mengerti.
Inti dari hidup ini adalah berani menerima kenyataan, hey Ghie terimalah takdirmu,
berhentilah menjadi pengecut, buka matamu, hadapi semuanya! Terimalah! Dante dan kamu
memang terlihat sempurna bila bersama, itu kenapa?penyebabnya karena adanya ikatan darah
yang membuat kalian nyaris serupa! Kenapa kamu tak menyadarinya Ghie! terlintas pikiran
gilaku lagi, ingin sekali kusayat-sayat tubuhku saat ini, tapi entah mengapa pelukan hangan
Gavner menenangkanku.
Lihat sisi terangnya gadis bodoh! teriak otakku!Apa lagi yang kamu cari? Dengan
begini maka takkan bisa bagimu untuk menghianati Gavner, dengan begini kamu hanya akan
mengorbankan hatimu tanpa perlu mengorbankan hati orang lain!Air mataku semakin
merebak Kamu tau siapa dirimu anak manja? si penanggung derita! Harusnya kamu hanya
perlu terbiasa, anggaplah ini cuma sesuatu yang hars coba kamu pahami, hidup kadang tidak
ramah, mencoba bertahan sekarang atau memilih melukai diri lagi? Sebuah godaan melintas

diotakku, haruskah aku melepaskan pelukan hangat ini dan berlari kegelapan kamarku,
mengasihani diriku lebih dalam lagi di lantai dingin dengan merasakan pedihnya sayatan tajam
menyentuh kulitku, aku ingin lagi melihat indahnya darah, ingin lagi merasakan nikmatnya
kesakitan. Tapi kali ini ketenangan pelukanlah yang kuinginkan, aku tertidur dalam dekapan
hangat penuh cinta itu.
***

Hey Ghie Gavner menyapaku dengan senyum manisnya, semalam dia tidur di sofa dan
membiarkan aku menguasai tempat tidurnya. feel better?
Aku mengangguk, entah untuk menyakini diriku bahwa aku belum mati dengan bergerak
atau itulah jawabanku untuk pertanyaan Gavner.
Kalo udah siap untuk berbagi, kamu boleh datangi aku untuk menceritakan semuanya
dia melihat jam tangannya. Well, terlalu telat untuk ke sekolah, bolos sehari kayaknya masih
bisa ditoleransi dan Gavner berlalu, keluar untuk merasakan matahari. Sayang sekali hari ini,
aku telat untuk menyapa sang matahari. Dia bicara lagi dari balkon luar dengan suara yang
dikeraskan, setengah berteriak, agar aku bisa mendengarnya, aku memang mendengarnya, tapi
tak kutanggapi, rasanya dia mencoba untuk membuatku bersikap layaknya manusia.
Nanny, masih menikmati liburannya kurasa, dia belum kembali, Eve sekarang berada di
sekolah, aku butuh teman untuk berbicara, dan seharusnya aku tak mengatakan ini pada Gavner,
mengetahui bahwa Dante adalah saudaraku dan tak ingin mengakui realita dengan bersedih
sedemikian hebatnya, hanya akan membuat Gavner merasa bahwa sebenarnya aku masih
mencintai Dante, tapi aku tak punya pilihan lain, mungkin aku memang harus menceritakan
padanya. Aku perlu waktu, mungkin aku perlu berbaring dulu dan menunggu.
***

Hal terberat adalah menucapkan selamat tinggal padahal kamu sedang jatuh cinta.
Kalimat Gavner menyentakku, membuatku bangkit dari pembaringanku, Kamu masih sayang

kan sama Dante dan nggak pengen ngelepasin dia? Harusnya kamu menikmati pesta semalam,
aku membiarkanmu pergi menemuinya untuk membuatmubahagia, aku tak tau bahwa yang
kulakukan justru memnuatmu sedih, kamu berjuang untuk mencoba mencintai aku, tapi di sisi
lain kamu juga berjuang untuk mencoba merelakan perasaan sayangmu pada Dante, maafkan
keegoisanku, maafkan kesalahanku, aku merasa bersalah untuk semua air mata yang telah kamu
tumpahkan.
Gavner berbicara dengan nada yang membuatku sedih, ini bukan kesalahannya, dia
bahkan tak mau memandang wajahku, dia menatap keluar jendela, dari belakang kupeluk dirinya
dan lagi-lagi aku menangis, Gavner mengelus tanganku yang memeluknya.
Boleh cerita..
Apapun Ghie
Mecintai Dante adalah kesalahan terbesarku, ini bukan karena aku berat untuk
mencintainya, ini bukan masalah kayak gituaku nyaris tak bisa menyelesaikan kalimatku
karena tenggorokanku terasa tercekat dan airmata membanjir lagi. Ini rasa bersalah yang tak
termaafkan salah satu alasan kepergian mama.Aku terisak lagi, lebih dalam dan terasa
lebih perih, Gavner berbalik dan memelukku, lalu mencium puncak kepalaku berkali-kali, dia
menepuk-nepuk bahuku.
Semuanya hanya terlihat menyakitkan ketika kamu mengalaminya, dan akan terasa lebih
mudah setelah waktu mengikisnya, time always kills the pain.
Nggak bisa menghapus sesal ini, nggak mungkin menghapus dosa ini kataku dalam
nada tinggi karena emosiku memaksaku untuk berontak, kali ini Gavner tersentak, dia
mencengkram bahuku erat, dia menatap mataku, aku hanya mampu melihat wajahnya dalam
buram lewat sela airmata, tak ingin Gavner mengira-ngira maka kukatakan segalanya. Dante itu
saudaraku, ayah kami adalah pria yang sama rasanya berat ketika kata itu akan kukeluarkan tapi
terasa lega sekarang, aku membenamkan diri lagi dalam pelukannya.
Ghieketidaktahuan itulah yang membuatnya menjadi keliru, seandainya kamu tau
takkan mungkin untuk kamu membuat kesalahan ini, segalanyabegitu berat, tapi lihat sisi
positifnya, kehilangan dia sebagai hmmm orang yang kamu sayang sebagai mantan pacar, dan

kamu dapatkan dia sebagai seorang saudara, Tuhan begitu baik, kadang kita kehilangan sesuatu
untuk mendapatkan sesuatu, berhentilah merasa bersalah, hmmmtersenyumlah untuk aku.
Dan Gavner mencubit kedua pipiku dengan lembut hingga membentuk senyuman.
Berbahagialah untuk yang kamu dapatkan, dan hentikan kesedihan untuk kehilangan, aku
menyayangimu. Dan sekali lagi Gavner memberikanku sebuah kecupan manis di kening.
Gavner benar, ada hal-hal yang harus hilang untuk menggantikan hal yang akan didapatkan, aku
akan berbahagia untuk yang kudapatkan, dan hentikan kehilangan untuk kesedihan, kata-katanya
bahkan terdengar sangat menyejukkan tak pernah kurasa sedamai ini, bila aku mendapatan rasa
ini lebih awal, maka takkan pernah bagi kulitku merasakan perih menyakitkan sayatan-sayatan
yang hanya menyenangkan otak gilaku, aku berjanji, sekarang aku hanya akan berakal sehat, aku
ingin berubah segala penderitaan hanya akan menjadi penderitaan yang takkan ada habisnya bila
aku membiarkan diriku berkubang di dalamnya, sudah saatnya untuk keluar dari lubang perih
yang kuciptakan sendiri.

Tiga Puluh Satu


Dulu, aku sering menyakiti diri sendiri hanya untuk merasa nyaman ini pengakuanku
pada Gavner. Aku tau ini diluar kewarasan, tapi kadang keinginan untuk melihat cantiknya
warna darah itu memaksaku melakukannya, rasa sakit itu nikmat sekaligus perih, merasakan
sakitnya membuatku tenang. Aku memperlihatkan barisan luka sayatan di bahu kananku,
Gavner shock, dan memandangku sedih, tapi dia memberikan sebuah kecupan sayang diluka itu,
seakan kecupan itu bisa menyembuhkannya. Seumur hidup aku telah membenci ayahku,
walaupun aku tak pernah mengenalnya, dan sekarang aku punya satu lagi alasan kuat untuk tak
bisa memaafkannya. Aku terisak, mengingat perubahan hubungan dan perasaan yang harus
kurubah

sekarang

untuk

Dante.

Aku

pernah

membenci

mama,

sangat,

karena

ketidaktertarikannya padaku selama ini, tapi paling tidak dia ada di dekatku walaupun tak pernah
menatap mataku. Kenapa setiap apa yang kutau mengenai Papaku selalu saja membuatku
membencinya?aku ingin punya satu alasan untuk bisa mencintainya Akupun menangis lagi.
Gavner memelukku dan mengusap rambutku, sesekali dia mengecup puncak kepalaku
dengan sayang, sebelumnya aku tak pernah memahami bahwa seandainya aku pernah memiliki
keajaiban yang bisa diberikan oleh sebuah pelukan hangat yang mendamaikan seperti ini, maka
takkan pernah bagiku untuk merasakan keinginan melakukan hal segila melukai diri sendiri.
Kamu tau Ghie? setiap orang memiliki luka,dan ada sejenis luka yang tak tersembuhkan,
bukan karena luka itu begitu menyakitkan, tapi karena seseorang itu memang tak ingin
menyembuhkan lukanya, dia menikmati lukanya, sedihnya, kesakitannya, ingin terus
merasakannya, hanya agar kenangannya tak pernah hilang.
Kadang aku merasa aku agak sakit jiwa bisikku lirih.
Memangnya di dunia ini siapa yang benar-benar waras? Nggak ada Ghie! Setiap orang
punya sisi gila, kewarasan hanya soal bagaimana kamu bertindak seharusnya sesuai dengan
aturan, tapi aku tau bahwa kadang-kadang kita juga perlu sedikit mengacaukan hidup kita,
kadang kita harus keluar dari zona nyaman untuk mencari sebuah resiko, hidup tanpa resiko

bukanlah hidup, dan hidup tanpa ujian yang menyakitkan tak layak disebut hidup, seberapapun
ujian hidupmu terasa menyakitkan, seharusnya itu membuatmu semakin tangguh, bukan malah
melemahkanmu.
Rasanya aku tak pernah bahagia
Apa arti sebuah kebahagiaan? Kebahagiaan bukan tentang kesempurnaan, kebahagiaan
bukan tentang seberapa banyak yang kamu punya, kebahagiaan adalah rasa syukur tentang apa
yang kamu miliki bukannya malah menangisi yang tidak kamu miliki, kebahagiaan adalah ketika
merasakan hangatnya matahari menyentuh kulitmu, kebahagiaan adalah ketika kamu bisa
menikmati indahnya bintang-bintang, kebahagiaan adalah masih adanya kepercayaan tentang
kehidupan.
Kata-kata Gavner membuka mataku, seorang yang tak pernah kuduga bisa menyadarkan
aku, aku menatap wajahnya, kulihat lagi sorot matanya yang sarat akan kesedihan, sorot mata
yang sama seperti yang kumiliki.
Ghie, jika kita bicara tentang kesedihan dan penderitaan, aku dan kamu nyaris memiliki
kesedihan dan penderitaan yang lebih daripada dirasakan orang lain aku menatap matanya yang
mulai berkaca-kaca. Tapi yang kutau, kita bisa saja menderita seorang diri, dan diperlukan
setidaknya dua orang untuk bisa berbahagia, kita saling memiliki sekarang, jika kita memang
tidak memiliki kebahagiaan selama ini, sepertinya kita harus mulai dari sekarang,bila bahagia itu
belum juga mau datang, marilah kita berpura-pura untuk bahagia.
Aku mengangguk.
***
Menjelang malam, aku dan Gavner memutuskan untuk mencari Dante ke sekolah, dan
benar saja dia sedang menyiksa dirinya di lapangan basket, hanya sendiri di tengah lapangan
sepi, latihan begitu keras, dia terlalu memaksakan diri, dia membuat dirinya begitu kelelahan,
tapi aku tau, apa yang dilakukannya pada bola orange itu adalah untuk membuatnya tenang,
menghempaskan bola itu dengan kasar, melemparinya, dan berkali-kali dia gagal memasukkan
bola yang biasanya dengan begitu mudah bisa dimasukkannya ke dalam ring, dari bangku
penonton aku dan Gavner hanya menatapnya, sepertinya Dante belum menyadari kehadiran

kami, setelah setengah jam berlalu dan tampaknya dia begitu kelelahan, dia menghempaskan
bola malang itu dengan sangat keras, lalu berteriak dan membaringkan diri di lapangan, dia
terlihat sangat frustasi. Gavner memintaku pergi untuk menemuinya, dan aku melakukannya.
Dante terlentang, dan lengannya menutup matanya, dia tertidur atau dia hanya keletihan,
entahlah, aku telah berada di dekatnya, kulihat ke arah bangku penonton dan melihat ke tempat
seharusnya Gavner berda, dia telah pergi, mungkin dia hanya ingin aku berbicara berdua saja
dengan Dante.
Heysapaku pelan, Dante menganggkat lengannya dari wajahnya, mengerjapkan
matanya beberapa kali dan memasang ekspresi yang membingungkan, aku tak bisa menjelaskan
mimic muka yang ditunjukkan Dante, aku merindukan wajah khas Dante yang sangat kukenal,
wajah bandel dengan cengiran jail dan mata penuh keceriaan.
Hey dia bangkit dan duduk bersila, akupun melakukan hal yang sama duduk bersila
disampingnya, aku hanya ingin bicara, tapi ragu-ragu, tak tau harus memulainya dari mana.
Latihan yang berat ya?
Bakal ada kompetisi bulan depan
Jangan terlalu paksa diri ya
Ghieokay, thanks
Lama kami berdiam diri, dan tak ada yang ingin memulai untuk bicara lagi, tapi Gavner
telah mengingatkanku, bahwa sebuah keharusan untuk memperbaiki keadaan ini, bila Dante tak
bisa memulainya, mungkin akulah yang harus berusaha.
Boleh manggil kamu dengan sebutankakak, sekarang? aku menangis ketika aku
mengucapkan permintaan yang terasa berat itu, seandainya bisa menolak takdir, tapi itu takkan
mungkin. Kulihat Dantepun menangis, tapi dia menggenggam tanganku.
Seandainya bisa nolak Ghie hanya itu yang bisa dikatakannya, lalu dia mengusap
kepalaku dan berlalu.

Tiga PuluhDua
Menurut Gavner tak ada salahnya untukku mengunjungi makam Ayahku, walaupun hari
sudah malam, dan rasanya cukup mencekam ketika aku memasuki kompleks pekuburan, ini
bukan masalah ketakutan akan hantu atau semacamnya, buatku ini masalah jiwa-jiwa yang
terkubur di bawah sana, Gavner sebenarnya ingin menemaniku, tapi ketika melihat dari kejauhan
ada sosok Dante berada di sana Gavner memilih untuk menunggu di mobil saja.
Dante berpura-pura tak menyadari kedatanganku, sampai aku menyapanya dan dia tak
bisa berpura-pura lagi.
Aku nggak tau, ternyata kuburanku dan kuburan Papa berdampingan yah? aku yakin
Dante masih mengingatnya, hari dimana dia mengajakku mengubur sebuah boneka Barbie yang
dia lambangkan sebagai diriku yang lama, kuburan si Barbie berada di samping kuburan orang
yang menyumbang sebagian dari dirinya dalam darahku.
Dante menatapku, datar, tanpa kata-kata, tanpa ekspresi, mungkin hal ini jauh lebih berat
untuk diterimanya, aku juga berat menghadapi kenyataan ini, tapi tak ada yang bisa kami
lakukan kecuali hanya bisa menerimanya, suka atau tidak suka.
Ghieini salah siapa? aku tak pernah menyangka suara pelan bergetar datang dari
bibir yang biasanya penuh canda ceria.
Bukan siapa-siapa
Dia membenamkan kepalanya di lututnya, kelihatan sekali dia sangat frustasi dengan
keadaan ini.
Apa yang harus kita lakukan Ghie? katanya lagi, sangat lirih.
Nggak ada, kecuali menerima kenyataan

Ghie dia mentapku, matanya memerah, seperti menahan tangis dan marah disaat
bersamaan. Gue nyoba Ghie, nyoba untuk maafin diaDante menyentuh nisan dingin, seolaholah itu adalah kepala ayah kami. Tapi gue nggak bisa Dante terisak, air matanya tumpah,
setelah sekuat tenaga dia mencoba untuk menahannya. Rasanya berdosa ketika kamu membenci
orang yang seharusnya kamu sayangi, yang kamu cintai, seseorang yang harusnya kamu hormati,
tapi ketika kamu semakin tak memiliki alasan untuk berbuat yang seharusnya, apa yang bisa
kamu lakukan?dia memeluk kedua lututnya seolah itu bisa menguatkannya, ingin kupeluk dia,
tapi aku tak tau bagaimana caranya untuk memeluknya sebagai seorang saudara.Lima tahun,
ketika aku mulai mengerti, ketika aku memiliki naluri untuk melindungi tapi aku tak cukup kuat
mengganti sakit disekujur tubuh mamaku, yang kulakukan hanyalah memeluknya dan
menghapus air matanya, aku masih ingat dengan jelas, ketika Papa kehilangan akal sehatnya,
ketika mulutnya mengeluarkan makian kasar, Lola dan aku hanya akan berpelukan erat di sudut
kamar, dan mama juga menangis menahan sakit dan perih di hati juga diberbagai tempat
disekujur tubuhnya yang bisa disakiti Papa, kami pikir meninggalkannya akan membuatnya
berubah, tanpa kami ternyata dia semakin parah, kamu tak pernah tau bagaimana rasanya ketika
kamu memiliki tapi tanpa sebuah fungsi, lebih baik jika kamu tak pernah memilikinya Ghie.
Dante benar-benar meratapi kesedihan masa lalunya.
Terlalu banyak jiwa yang disakitinyaaku menatap langt, mencoba menahan air
mataku yang akan tumpah, mungkin aku memang harus menumpahkannya, aku menyerah pada
akhirnya.
Ada rasa trauma disini Ghie dia menyentuh bagian dimana jantungnya berada
kenangan buruk itu selalu menghantui malam-malamku, ada ketakutan seorang anak kecil, ada
dendam seorang remaja, ada perih dan penyesalan untuk masa lalu yang tak bisa tersentuh, yang
hanya bisa menciptakan kesedihan mendalam untuk hari ini.
Seenggaknya kamu pernah memilikinya, bagaimanapun juga beliau Papa kita, tanpanya
kita takkan pernah ada. Hanya itu yang bisa kukatakan.
Bila begini keadaannnya.Ghie, aku bahkan tak minta dilahirkan! Dante berkata
dalam nada marah, rasanya seperti bukan dirinya.

Danteliat apa yang kamu dapatkan sekarang, keluarga yang bahagia, kamu
memilikinya Aku mencoba mengingatkan keberuntungan yang dimilikinya, aku menghapus air
mataku dan tersenyum untuk meyakinkannya, ia menggeleng-gelengkan kepalanya.Dante kamu
tau, mungkin ini yang terbaik, mungkin kita hanya perlu mengubah sedikit rasa ini, Dante
sayangi aku sebagai adikmu, pleaseaku bahkan nggak punya siapa-siapa lagi tanpa kuduga
aku menumpahkan lagi air mataku, kurasakan perih itu lagi mengingat aku bahkan tak pernah tau
bagaimana rasanya memiliki cinta dari kedua orang tua, dan sekarang aku memiliki seorang
saudara, bukankah aku hanya meminta sedikit saja, tolong berikanlah sedikit cinta dari keluarga
sedarah.
Dan kali ini Dante memelukku, pelukannya terasa berbeda, tak lagi membuatku bergetar
atau jantungku berdegup kencang, rasanya hangat dan terasa akrab, seperti selimut hangat dari
masa kecilku.
Kita coba untuk memaafkannya yapintaku
Semoga aku bisaudah terlalu malam Ghie.. waktunya pulang
Setelah itu, aku menyentuh nisan dingin itu, berharap dia yang di dalam sana merasakan
sentuhan dari putri yang tak pernah dikenalnya, kucoba membayangkan itu kulitnya, tapi aku
hanya merasakan benda mati yang beku, kutinggalkan seikat bunga Lily putih di sana, lalu
melangkah bergandengan dengan orang yang dulunya kekasihku, tapi secara cepat berubah arti
dan posisi menjadi seorang saudara yang kini memiliki ikatan darah, setelah sampai di pintu
mobil, dia mengusap rambutku dan berbicara pada Gavner.
Tolong jaga ade gueentah mengapa kalimat itu membuat air mataku menetes lagi.

Tiga Puluh Tiga


Tidak ada seorangpun yang ingin membicarakan tentang kehilangannya, tapi apa yang
hilang dari diriku? Seorang kekasih? Tidak! Aku tidak kehilangan siapapun, cintanya hanya akan
sedikit berbeda sekarang, dan yang pasti cinta pada seorang saudara sedarah akan lebih kekal dan
abadi.
Kami sedang berbaring di atas selimut yang tergelar di halaman belakang, Nanny sudah
mengomeli kami, embun akan membuat kami bersin-bersin esok pagi katanya dalam omelan
yang sejujurnya adalah sebuah nasehat. Tapi siapa yang peduli, Gavner begitu menyukai bintang
dan langit malam, menatapnya membuat Gavner tenang, itu yang selalu Gavner katakan
memandang bintang seperti memandang ibunya yang tersenyum dari surga.
Feel better?
Yups
Hey, beri aku sedikit senyuman, supaya aku tau kamu nggak sedih lagi pinta Gavner,
sebenarnya dia hanya ingin meyakinkan dirinya bahwa sekarang aku sudah lebih baik. Kuberi
dia senyumku, senyumanterasa lebih mudah untukku membentuk sebuah senyuman sekarang,
ada kelegaan dalam hatiku.Itu baru sang putrikatanya lagi sambil menyentuh pipiku dengan
lembut.Ghieseandainya bisa selamanya melihatmu tersenyum Kata-kata Gavner membuatku
kembali merasa pedih, aku tau maknanya, Hmmmlupakan!dia tersenyum sekarang, dan
dalam diam sambil berpegangan tangan kami memandang indahnya langit malam itu.
***

Siang itu, rasanya seperti sebuah makan siang keluarga, di kantin ada aku, Gavner,
Dante, Gazka, dan juga Lola, awalnya agak canggung, tapi sudah seharusnya kami mulai
membiasakan diri, Dante sudah menceritakan segalanya pada Lola, sekarang aku juga memiliki

seorang saudara perempuan, betapa beruntungnya aku, seorang saudara laki-laki juga seorang
saudara perempuan, dan tentu saja aku memiliki seorang pangeran, pangeran yang saat ini telah
berjanji dengan sungguh-sungguh pada saudaraku bahwa dia akan selamanya menjagaku.
Gavner selalu mengenggam tanganku, sekarang bukan lagi sebuah pengekangan tapi berarti
sebuah perlindungan, aku tau inilah jalan untuk memberikan seluruh cintaku pada Gavner, cinta
yang sehrusnya bukanlah sebuah keterpaksaan apalagi hanya sebatas kasihan.
Gavner, elo mesti perhatiin pola makan ade gue yah, jangan sampe dia muntahin lagi
makannya kayak yang dulu-dulu Dante mengingatkan Gavner, sekarang itu adalah wujud
perhatian seorang kakak.
Okay, I promise Gavner berjanji padanya, aku melihat kesungguhan dalam tatapan
mata hazel indahnya.
Dante, bukannya kita udah sama-sama nguburin Ghie yang dulu, okay? sekarang aku
adalah Ghie yang baru, Ghie yang sangat beruntung karena memiliki kalian semua Gavner
memelukku sekilas, dan Lola yang duduk di sampingku menciup pipiku dengan sayang, betapa
indahnya hidup ini.
Kalo gitu kita mesti rayain hal ini teriak Gazka bersemangat, dan dia menjadi yang
pertama mengangkat gelas plastiknya yang berisi milkshake ke udara dan diikuti oleh kami
semua, dan o-oh terjadi insiden kecil, ketika Gavner mengangkat gelasnya ke udara, gelas
plastik itu terlepas begitu saja dari tangannya, dan dia menumpahkan orange juice ke atas meja
yang memercik ke segala arah, aku memandang Gavner ada sekilas ketakutan di wajahnya, aku
tau penderita ALS sedikit demi sedikit akan kehilangan control motoriknya, Gazka
menyadarinya dan dengan cepat dia juga menciprati milkshake-nya ke arahku, Gavner, Dante,
Lola, dan terakhir dia menumpahkan seluruh isi gelasnya ke kepalanya.Hey kadang kita perlu
membuat sedikit kekacauan kan? teriaknya sambil tertawa-tawa. Aku tau Gazka berusaha
membuat saudaranya tak merasa putus asa dengan tanda-tanda penyakitnya yang mulai
melemahkan raganya dan menggerogotinya secara perlahan, kugenggam tangan Gavner, aku tau
yang dirasanya, tapi dia malah tersenyum padaku alih-alih dia menenangkan dirinya sendiri, dia
malah mengikuti permainan Gazka, merebut gelas milikku dan mulai menyiramiku, kami
berlima saling menyirami minuman dan melempari makanan yang ada di meja kami, aku merasa

sedikit bersalah, mengingat ada orang lain yang sangat kelaparan dan tidak mempunyai
makanan, sementara kami menjadikan makanan itu sebagai mainan, dalam hati aku
mengucapkan maaf yang terdalam, dan sisa siang itu kami menghabiskan waktu di BP karena
insiden mengacaukan kantin di jam istirahat, aku bukan lagi Ghie si panutan sekarang, tapi tak
apa, biarkan aku menikmati sedikit waktu untuk merasakan indahnya hidup ini, menikmati diri
jadi orang yang tak terlalu dibebani kehidupan, bagaimanapun hidup menuliskan kisah untuk
kujalani, yang bisa kulakukan hanyalah mencoba melewati dan menikmatinya, itu saja.

Tiga Puluh Empat


Ini gara-gara gue Gazka setengah tertawa, maaf menyeret kalian ke dalam
masalahhahahaha dia benar-benar tertawa lepas sekarang Sang Pangeran, Putri Kebanggaan
sekolah, Kapten Tim Basket dan so sorry Lola, sebagai anak baru, terlalu dini buat elo untuk
bikin kasus, gue yang mulai, gue memang bego diantara derai tawa Gazka aku dapat
menangkap maksudnya, sebuah ejekan untuk diri sendiri, tapi di sisi lain, dia hanya ingin
membuat suasana lebih baik. Ini bukanlah kesalahannya.
Well, gue bukan lagi kebanggaan sekolah sejak Niken mulai bongkar anorexia gue aku
mencoba mengingatkannya, berharap dia tak terlalu menyalahkan dirinya sendiri. Tapi yang
pasti gue menikmati hari ini aku menyentuh lengan Gavner, mengelusnya, ini sangat sensitif,
Gavner tau benar ini hanyalah usaha Gazka untuk menutupi penderitaannnya, aku tau ada
kekhawatiran dalam diri Gavner, ketika sedikit demi sedikit dia mulai kehilangan control
terhadap tubuhnya.
Peduli amat sama hukuman ini, gue bisa tidur seharian di rumah, gue perlu
mengistirahatkan diri gue dari segala penderitaan akibat masa lalu. Ucap Dante sambil berlalu
,membawa serta Lola yang melambaikan jari kelingkingnya sebagai tanda perpisahan, dia sangat
manis, saudara perempuanku.
Setelah Dante dan Lola pergi, Gavner mulai berbicara.
Thanks udah nyelamatin aku Gavner menatapku lama, sampai akhirnya dia mulai
bicara lagi Ghie bisa tinggalin aku sama Gazka
Hmmmmokay dengan berat hati aku setuju, aku meninggalkan mereka yang kutau
akan berbicara serius di balik tembok lab Fisika, tapi entah mengapa, hatiku memintaku untuk
melakukan hal yang tak seharusnya, aku menguping.
Ka, I feel unwell aku tau itu suara Gavner.

Elo mesti bilangin ini ke Papa, biar dia tau, dia bisa ngasih elo fasilitas kesehatan
terbaik saran Gazka.
Nggak Ka, nggak akan, elo tau apa yang paling gue pengenin, ketemu Mama.
Jangan idiot Ner
Gue nggak idiot, gue cuma nggak mau terlalu irasional, kematian gue udah ditentuin,
dan gue pengen elo mempercepat kematian gue, bahkan sebelum gue terlalu merasakan
penderitaan ini. Elo udah janji, sebelum gue benar-benar sekarat, elo harus ngelakuin yang gue
minta, dan semuanya akan baik-baik sajaada nada marah, ketakutan dan tangisan yang akan
pecah dalam suaranya.
Gavner! Please jangan bego! Setiap orang sudah ditentuin kematiannya, setiap orang
pasti akan mati!
Tapi nggak semua tahu kapan waktu tepatnya!berapa lama gue bakal hidup, tiga sampai
lima tahun ke depan? Dalam penderitaan?dalam kecacatan? dalam belas kasih orang lain, yang
cuma ngeliat gue dalam rasa iba? Gavner berteriak serak, tangisnya pecah.
Aku mengintip dari balik tembok yang dingin, merasakan kelembapan tembok itu, seperti
merasakan air mata di pipi Gavner, inginku berlari dan memeluknya, tapi Gazka telah
menggantikan pelukanku, dia memeluk saudaranya.
Salah gue Ka, bawa Ghie dalam hidup gue, seandainya Dante bukanlah saudaranya,
Ghie bisa kembali setelah gue pergi, keegoisan gue yang membuat Ghie harus ikut menderita,
gue nggak memprediksi kemungkinan ini, niat gue hanya meminjam Ghie untuk menemani sisa
waktu gue, Ghie sedang terpuruk sekarang, yang bisa mendampingi Ghie sekarang cuma gue,
seandainya semuanya seperti yang gue harapkan, Ghie berada dibawah tekanan gue hanya
karena kewajibannya dalam perjodohona tolol yang gue rancang, seandainya Ghie cuma terpaksa
jalani ini, dan akan lebih mudah bila Ghie membenci gue gara-gara memisahkan dia dari Dante,
gue jatuh cinta pada pandangan pertama pada gadis yang tatapan matanya itu penuh kesedihan,
tatapan yang nyaris sama yang kayak gue punya, awalnya gue hanya ingin mengubah kesedihan
itu jadi kebahagiaan, tapi apa yang gue lakukan? A big stupid mistake!

Jatuh cinta bukan kesalahan, memanfaatkan jati diri seorang pangeran untuk bisa
memiliki seorang gadis bukanlah hal yang mulia, tapi itu bukanlah kesalahan, dan yang gue liat,
Ghie bahkan nggak terpaksa untuk mencoba membalas cinta elo Ner, Ghie gadis yang baik,
hanya saja kadang hidup terlalu kejam untuknya.
Gue mesti gimana Ka?
Gazka diam tak tau harus menjawab bagaimana, kurasa, aku harus bertindak, ini pasti
mengejutkan apalagi ketika aku yang tak seharusnya mendengar hal ini malah begitu lancang
menguping, tapi aku harus melakukannya.
Sorrykataku malu-malu, Gavner dan Gazka sedikit terkejut dengan cepat Gavner
menghapus air matanya, dan Gazka memilih memandang langit agar air matanya tak tumpah,
aku memeluk Gavner tanpa bicara, kali ini aku tak ingin menangis, memangnya kenapa bila dia
akan pergi, masih ada waktu untuk mencintainya, masih ada waktu untuk membuatnya bahagia,
walaupun pada akhirnya aku harus merelakan kepergiannya, tapi kematian bukanlah sebuah
perpisahan, akan ada kenangan yang bisa kita ciptakan bersama selagi kita bersama, mulai
sekarang, aku berjanji pada diri sendiri takkan lagi menjadi Ghie yang hanya akan bersedih, aku
ingin berjanji untuk mengubah hidupku, demi Gavner dan demi diriku sendiri, jika pada akhirnya
aku sendiri nanti akan ada kenangan-kenangan baik yang kusimpan tentangnya nanti. Ner, kita
bakal jalanin ini sama-sama, okay? dan dengan kedua tanganku aku menghapus air matanya.

Tiga Puluh Lima


Kadang aku masih mengingat ke masa delapan tahun silam, ketika aku benarbenar terpuruk, tapi delapan tahun ini mengajari aku banyak hal, pelajaran terbesarnya adalah
apapun yang terjadi, hidup harus terus berjalan. Saat ini aku bukanlah gadis berotak dangkal
yang akan berteriak pada cermin Mirror, mirror, on the wall, Hey, who am i? lalu akan
mengasihani diri sendiri dan mulai menyayat diri, aku adalah seorang wanita dewasa sekarang,
yang berdiri di depan cermin dalam balutan kebaya putih, ini hari pernikahanku, sekelebat masa
lalu terbayang lagi, hari di balik tembok lab Fisika saat aku berjanji untuk melewati semua ini
bersama Gavner, bersama-sama melawan penyakitnya, bersama-sama melawan vonis tentang
akhir hidupnya, dan yeah kami berhasil, sekarang delapan tahun berlalu sejak hari itu, delapan
tahun yang kami lewati sangat indah, bersama-sama melakukan banyak hal yang membantuku
mengobati luka hatiku, yang membantu Gavner menyemangati hidupnya.
Aku masih mengingat ketika aku setiap pagi mengikat tali sepatunya, ketika
harus membantunya mengaitkan kalung hadiah darinya, isi dari sebuah kotak kecil berpita yang
ia tinggalkan di malam sehari sebelum Dante berulang tahun, sebelum aku mengetahui bahwa
dia saudara sedarahku, aku masih mengingat saat kami melewati malam-malam di halaman
belakang hanya untuk menatap bintang, ada kalimat yang selalu dia katakan. Yang membuatku
sedih tapi juga menguatkanku
Ghieketika aku pergi nanti, maka kenangan yang aku punya tentang kamu
adalah kamu akan selalu terlihat cantik, kadang aku merasa takut dengan hal-hal yang tak akan
mungkin kujalani, karena aku akan pergi sebelum menghadapinya, aku takkan pernah melihat
kamu yang beruban, kamu yang penuh kerutan, itu adalah sisi baiknya dari meninggalkanmu
dalam waktu cepat
Hari demi hari aku lalui dalam kecemasan, dan malam selalu menyiksaku, setiap
malam aku pasti menyelinap ke kamarnya hanya untuk memandangnya, atau lebih tepat untuk
memeriksa apa dia masih bernafas, aku akan merasa tenang ketika mendengar dengkur pelannya,

ini sungguh luar biasa, Gavner telah hidup lebih daripada prediksi awal, tiga sampai lima tahun,
sekarang bahkan delapan tahun telah berlalu, dan Gavner walaupun tidak bisa dikatakan sehat
tapi dia telah sangat berusaha untuk mensugestikan dirinya bahwa dia tidak sakit, dan apa yang
terjadi, dia belum lumpuh total,walaupun menggunakan kursi roda, tapi dia masih bisa berbicara
walaupun orang-orang kurang mengerti apa yang dikatakannya, peduli apa asal aku bisa
memahaminya.
Cinta telah menyembuhkan segalanya, derita yang kupunya, sakit yang dialami
Gavner, hingga mitos bodoh tentang anak yang dibuang hanya karena ibunya merelakan
nyawanya untuk kehidupannya, Gazka mendapatkan kembali ayahnya, ketiga pria itu menjadi
sebuah keluarga dan aku menjadi bagian dari mereka, aku sangat beruntung bukan?aku memang
selalu beruntung, hanya saja aku tidak menyadarinya. Inilah harinya, hari teristimewa untukku
untuk Gavner, dan untuk semua orang.
Tuan Putri, bisa keluar kamar sekarang? itu suara mantan kekasihku, kakak lelakiku
sekarang, dia terlihat tampan, dia yang akan mengantarkanku pada Gavner, menjadi pengganti
ayah, sekarang aku bisa mencintainya dengan rasa yang seharusnya.
Aku tersenyum padanya
Calon permaisuri..Dante sedikit menggodaku, Gavner akan menggantikan ayahnya
setelah menikahiku, hari tepat diusianya yang kedua puluh lima, ini hari ulang tahunnya, inilah
hari pernikahannya, inilah hari ketika ia mendapat tahtanya, tapi kebangsawanan hanyalah
bentuk dari keunikan masa lalu, ini hanyalah sebagai lambang, tapi jauh dalam lubuk hatiku, dia
tetaplah rajaku.
***
Semuanya sempurna sekarang, ikrar pernikahan telah diucapkan, aku mencium
tangannya sebagai bentuk baktiku, dan

setelah itu Gavner mencium keningku, dia terlihat

tampan walaupun ada gurat pucat dan lelah di wajahnya, kursi roda tak membuatnya terlihat
cacat dia lebih sehat dari siapapun yang berada di sini.
Ghie aku mendengar bisiknya, aku mendekatkan telingaku ke bibirnya, dia
mencium pipiku pelan dan dia berbicara lagi, sulit baginya untuk berbicara tapi hari ini dia sudah

sangat berusaha, dia menjadikan semuanya sesempurna yang aku inginkan, mata hazel itu
terlihat bercahaya sekarang, aku bahkan sudah lupa mata ini telah menyimpan kesedihan di masa
lalu.
Aku mencintaimudengan pelan, terbata dan agak bergetar dia berhasil
mengatakannya. Ghieizinkanku memelukmu sekali ini, aku berdiri di depannya dan dia
memelukku, kehangatan yang kurasakan ini membuatku bahagia, beberapa orang memberikan
kami senyum bahagia, kupejamkan mata mencoba meresapi pelukan ini, rasa yang sangat
menyenangkan, rasa yang sangat indah, tapi ketika sebuah gulir air mata menyentuh kulitku,
terasa pedih itu, terbuka lagi luka itu, sakit dan ketakutan itu datang lagi, tapi hati menguatkan
aku, aku sudah berjanji untuk takkan sedih lagi, dan aku harus menepati, menepati janji untuk
orang yang paling aku cintai, ketika hembusan nafas itu tak terasa lagi, aku tau dia telah pergi.
Ner, izinkan aku bersedih sekali ini saja, izinkan aku menangis sekali ini saja katakata itu bergulir pelan dari bibirku, bersamaan dengan menetesnya air mataku.
Aku merasakan pelukan lain di sana, Gazka.
Ghiegue turut berduka cita, ucapkan selamat jalan aku merasakan suara itu
sebagai bisikan dari bawah alam sadar, aku masih memejamkan mata, ini hanyalah mimpi, hanya
mimpi, hingga aku tak menyadari sampai berapa lama aku memejamkan mata dan berpura-pura
ini hanya mimpi, ketika tangan-tangan mulai melepaskanku dari Gavner dan bisikan menguatkan
seperti suara bising yang memekakan telinga.
Ketika tangisku pecah dan aku kembali ke realita, kenangan menuntutku untuk terus
menepati janji, halusinasi suara Gavner menyadarkanku.
Ini perjuangan kita Ghie, terima kasih karena menjadi Ghie yang membuatku
bahagia, terima kasih karena tidak lagi menangis, terima kasih karena telah menjadi Ghie yang
kuat, janji untuk melepaskanku dengan keikhlasan, terima kasih Ghieterimalah kehilangan ini
sebagai rasa untuk menyadari bahwa kamu pernah memilikiku, terima kasih permaisuri
hatikuGhie.
Aku tau itu hanyalah halusinasi, tapi suara itu membuka mataku, untuk kuat mengantar
Gavner ke peristirahatan terakhirnya, hidup bukan hanya tentang memiliki tetapi juga tentang

berusaha untuk terus memiliki, dan aku akan memiliki banyak kenangan indah untuk
melanjutkan hidupku, akan ada banyak kesempatan ke depannya, dan aku punya banyak bekal
untuk menghadapinya. Aku berjanji, aku akan terus menjalani hidup dalam kebahagiaan, jika
bahagia itu tidak datang, maka aku akan mendatanginya, tapi jika tak ditemukan, maka berpurapuralah untuk terus berbahagia, dan bahagia itu akan menjadi kenyataan.
Ghie, kita bakal jalanin ini sama-sama, okay? dan dengan kedua tangan itu
menghapus air mataku, dia bukan Gavner tapi Gazka.

The End

Untuk semua orang yang tak pernah berhenti berusaha agar bisa bahagia
20 Juli 2011