Anda di halaman 1dari 13

I.

Nomor Percobaan

II.

Tanggal Praktikum

: 13 oktober 2014

III.

Judul Praktukum

: Nitrogen dan Fosfor

IV.

Tujuan Praktikum

Tujuan umum :
Mahasiswa memahami beberapa karakteristik nitrogen dan fosfor
Tujuan Khusus :
Setelah

melakukan

kegiatan

laboratories,mahasiswa

dapat

terbentuknya karakteristik.
a. Beberapa gas senyawa nitrogen, NH3, N2, dan NO
b. Fosifina
V.

Alat dan Bahan

a.

Tabung uji (reaksi)

i.

Larutan NaOH (2 M)

b.

Pembakar bunsen

j.

Asam asetat (5 M)

c.

Batang pengaduk kaca

k.

Larutan tiourea (~0,2 M)

d.

Natrium nitrit padatan

l.

Larutan FeCl3 (~0,1 M)

e.

Larutan NaNO2 (~0,2 M)

m. Larutan KI (~0,2 M)

f.

Kloroform atau CCl4

n.

Lembaran Al dan pita Mg

g.

Larutan AgNO3 (~0,1 M)

o.

Na3PO4 anhydrous padatan

h.

Larutan KCNS (0,1 M)

p.

HCl pekat dan indicator PP

menentukan

VI. Dasar Teori


Nitrogen ditemukan oleh DanielRutherford pada tahun 1772. Nitrogen atau zat lemas
adalah unsur kimia dalam tabel periodik yang memiliki lambang N dan nomor atom 7.
Biasanya ditemukan sebagai gas tanpa warna, tanpa bau, tanpa rasa dan merupakan gas
diatomik bukan logam yang stabil, sangat sulit bereaksi dengan unsur atau senyawa lainnya.
Dinamakan zat lemas karena zat ini bersifat malas, tidak aktif bereaksi dengan unsur lainnya.
Nitrogen berasal dari bahasa Latin Nitrogenium, nitrum, nitron artinya soda, genes
artinya pembentuk. Nitrogen di alam utamanya terdapat diatmosfer (+ 79% nitrogen).
Di alam, nitrogen terdapat dalam
a.unsur bebas
Sebagai N2 karena molekul ini sangat stabil.
b.senyawa,
Umumnya dalam bentuk oksida nitrogen seperti NO2, NO, N2O3, N2O4, dan N2O5
Nitrogen pada permukaan bumi hampir seluruhnya 99,9% terdapat dalam bentuk
molekul gas diatomic (N2). Udara mengandung nitrogen bebas sebanyak 78% volume
atmosfer bumi dan hanya 0,03% di dalam kulit bumi. Dalam bentuk terikat, nitrogen banyak
terdapat dalam bentuk mineral nitrat KNO3 dan NaNO3.
Pada tanaman dan hewan nitrogen bergabung berupa bentuk protein yang komposisinya ratarata 51% C, 25% O, 16% N, 7% H, 0,4% P dan 0,6% S. nitrogen mempunyai dua isotop yaitu
15

N dan 14N yang mempunyai angka banding absolut 14N/15N

Sifat kimia
1.

Molekul N2 berikatan kovalen rangkap tiga, memiliki energy ikatan yang relative besar

yaitu 946 kJ/mol sehingga sangat stabil atau sukar bereaksi pada suhu tinggi (endoterm)
dengan bantuan katalis.

2.

Pada suhu ruangan N2 bereaksi sangat lambat dengan logam Li menghasilkan Li3N.

Sedangakan dengan logam-logam lain, dapat dilakukan dengan cara mengerjakan loncatan
bunga api listrik melalui gas nitrogen yang bertekanan rendah, proses ini dikatalisasi oleh
adanya oksigen homo terbentuk nitrogen aktif (N2 menjadi 2N) yang dapat membentuk
senyawa nitrida dengan logam-logam tertentu.
3.

Nitrogen bereaksi dengan hydrogen atau aksigen pada suhu yang tinggi seperti dalam

loncatan bunga api listrik, membentuk gas NH3 dan NO3 .


.

Senyawaan Nitrogen

Senyawaan nitrogen terbagi manjadi :

1.. Nitrida Hidrida ( NH3, garam amonium, hidrasin N2H4, hidroksilamin NH2OH )
2. Oksida nitrogen ( N2O, NO, NO2, N2O5 )
3. Asam nitrit

Hidrida utama nitrogen ialah amonia (NH3) walaupun hidrazina (N2H4) juga banyak
ditemukan. Amonia bersifat basa dan terlarut sebagian dalam air membentuk ion ammonium
(NH4 +). Amonia cair sebenarnya sedikit amfiprotik dan membentuk ion ammonium dan
amida (NH2-); keduanya dikenal sebagai garam amida dan nitride (N3-), tetapi terurai dalam
air. Gugus bebas amonia dengan atom hidrogen tunggal atau ganda dinamakan amina. Rantai
cincin atau struktur hidrida nitrogen yang lebih besar juga diketahui tetapi tak stabil.
Kegunaan nitrogen
-obatan, asam
nitrat, urea, hidrasin, amin, dan pendingin.

bola lampu listrik untuk mencegah evaporasi filamen


igunakan sebagai refrigerant (pendingin) yang
sangat efektif karena relatif murah
digunakan oleh laboratorium-laboratorium medis dan laboratorium laboratorium penelitian sebagai pengawet bahan-bahan preservatif untuk jangka waktu yang
sangat lama, misalnya pada bank sperma, bank penyimpanan organorgan tubuh manusia, bank
darah, dsb
Fosfor merupakan bahan makanan utama yang digunakan oleh semua organisme untuk
pertumbuhan dan sumber energi. Fosfor di dalam air laut, berada dalam bentuk senyawa
organik dan anorganik. Dalam bentuk senyawa organik, fosfor dapat berupa gula fosfat dan
hasil oksidasinya, nukloeprotein dan fosfo protein. Sedangkan dalam bentuk senyawa
anorganik meliputi ortofosfat dan polifosfat. Senyawa anorganik fosfat dalam air laut pada
umumnya berada dalam bentuk ion (orto) asam fosfat (H3PO4), dimana 10% sebagai ion
fosfat dan 90% dalam bentuk HPO42-. Fosfat merupakan unsur yang penting dalam
pembentukan protein dan membantu proses metabolisme sel suatu organisme (Hutagalung et
al, 1997).
Di perairan, unsur fosfor tidak ditemukan dalam bentuk bebas sebagai elemen,
melainkan dalamm bentuk senyawa anorganik yang terlarut (ortofosfat dan polifosfat) dan
senyawa organik yang berupa partikulat. Fosfor berbentuk kompleks dengan ion besi dan
kalsium pada kondisi aerob, besifat tidak larut, dan mengendap pada sediment sehingga tidak
dapat dimanfaatkan oleh algae akuatik (Jeffries dan Mills, 1996).
Di perairan unsur fosfor tidak ditemukan dalam bentuk bebas sebagai elemen,
melainkan dalam bentuk senyawa anorganik yang terlarut (ortofosfat dan polifosfat) dan
senyawa organik yang berupa partikulat. Senyawa fosfor membentuk kompleks ion besi dan
kalsium pada kondisi aerob, bersifat tidak larut, dan mengendap pada sedimen sehingga tidak
dapat dimanfaatkan oleh algae akuatik (Jeffries dan Mill dalam Effendi 2003).

Sumber fosfat diperairan laut pada wilayah pesisir dan paparan benua adalah sungai.
Karena sungai membawa hanyutan sampah maupun sumber fosfat daratan lainnya, sehingga
sumber fosfat dimuara sungai lebih besar dari sekitarnya. Keberadaan fosfat di dalam air akan
terurai menjadi senyawa ionisasi, antara lain dalam bentuk ion H2PO4-, HPO42-, PO43-. Fosfat
diabsorpsi oleh fitoplankton dan seterusnya masuk kedalam rantai makanan.
Senyawa fosfat dalam perairan berasal dari sumber alami seperti erosi tanah, buangan
dari hewan dan pelapukan tumbuhan, dan dari laut sendiri. Peningkatan kadar fosfat dalam air
laut, akan menyebabkan terjadinya ledakan populasi (blooming) fitoplankton yang akhirnya
dapat menyebabkan kematian ikan secara massal. Batas optimum fosfat untuk pertumbuhan
plankton adalah 0,27 5,51 mg/liter (Hutagalung et al, 1997).
Fosfat dalam air laut berbentuk ion fosfat. Ion fosfat dibutuhkan pada proses
fotosintesis dan proses lainnya dalam tumbuhan (bentuk ATP dan Nukleotid koenzim).
Penyerapan dari fosfat dapat berlangsung terus walaupun dalam keadaan gelap. Ortofosfat
(H3PO4) adalah bentuk fosfat anorganik yang paling banyak terdapat dalam siklus fosfat.
Distribusi bentuk yang beragam dari fosfat di air laut dipengaruhi oleh proses biologi dan
fisik. Dipermukaan air, fosfat di angkut oleh fitoplankton sejak proses fotosintesis.
Konsentrasi fosfat di atas 0,3 m akan menyebabkan kecepatan pertumbuhan pada banyak
spesies fitoplankton. Untuk konsentrasi dibawah 0,3 m ada bagian sel yang cocok
menghalangi dan sel fosfat kurang diproduksi.
Mungkin hal ini tidak akan terjadi di laut sejak NO3 selalu habis sebelum PO4 jatuh ke
tingkat yang kritis. Pada musim panas, permukaan air mendekati 50% seperti organik-P. Di
laut dalam kebanyakan P berbentuk inorganik. Di musim dingin hampir semua P adalah
inorganik. Variasi di perairan pantai terjadi karena proses upwelling dan kelimpahan
fitoplankton. Pencampuran yang terjadi dipermukaan pada musim dingin dapat disebabkan
oleh bentuk linear di air dangkal. Setelah musim dingin dan musim panas kelimpahan fosfat
akan sangat berkurang.Fosfor berperan dalam transfer energi di dalam sel, misalnya yang
terdapat pada ATP (Adenosine Triphospate) dan ADP (Adenosine Diphosphate).
Ortofosfat yang merupakan produk ionisasi dari asam ortofosfat adalah bentuk fosfor
yang paling sederhana di perairan . Ortofosfat merupakan bentuk fosfor yang dapat

dimanfaatkan secara langsung oleh tumbuhan akuatik, sedangkan polifosfat harus mengalami
hidrolisis membentuk ortofosfat terlebih dahulu sebelum dapat dimanfaatkan sebagai sumber
fosfat. Setelah masuk kedalam tumbuhan, misalnya fitoplankton, fosfat anorganik mengalami
perubahan menjadi organofosfat. Fosfat yang berikatan dengan ferri [Fe2(PO4)3] bersifat tidak
larut dan mengendap didasar perairan. Pada saat terjadi kondisi anaerob, ion besi valensi tiga
(ferri) ini mengalami reduksi menjadi ion besi valensi dua (ferro) yang bersifat larut dan
melepaskan fosfat keperairan, sehingga meningkatkan keberadaan fosfat diperairan (Effendi
2003).
Studi tentang sirkulasi fosfor di lingkungan perairan laut merupakan perhatian di
berbagai bidang ilmu bidang ilmu. Dengan menggunakan 32P para peneliti menghasilkan
kesimpulan umum bahwa bahwa konsentrasi fosfor akan berubah karena fosfor merupakan
salah satu zat yang digunakan oleh fitoplankton dalam proses metabolisme. Damanhuri (1997)
menyatakan bahwa kadar fosfat akan semakin tinggi dengan menurnya kedalaman.
Konsentrasi fosfat relatif konstan pada perairan dalam biasanya terjadi pengendapan sehingga
nutrien meningkat seiring dengan waktu karena proses oksidasi f dan bahan organik. Adanya
proses run off yang berasal dari daratan akan mensuplai kadar fosfat pada lapisan permukaan,
tetapi ini tidak terlalu besar. Penambahan terbesar dari lapisan dalam melalui proses kenaikan
masa air.
Diperairan, bentuk unsur fosfor berubah secara terus menerus akibat proses
dekomposisi dan sintesis antara bentuk organik, dan bentuk anorganik yang dilakukan oleh
mikroba. Semua polifosfat mengalami hidrolisis membentuk ortofosfat. Perubahan ini
bergantung pada suhu yang mendekati titik didih, perubahan polifosfat menjadi ortofosfat
berlangsung cepat. Kecepatan ini meningkat dengan menurunnya nilai pH. Perubahan
polifosfat menjadi ortofosfat pada air limbah yang mengandung banyak bakteri lebih cepat
dibandingkan dengan perubahan yang terjadi pada air bersih.
Sifat Kimia Unsur Fosfor
1.)

Fosfor putih bersifat sangat reaktif, memancarkan cahaya, mudah terbakar di udara, beracun.
Fosfor putih digunakan sebagai bahan baku pembuatan asam fosfat di industri.

2.)

Fosfor merah bersifat tidak reaktif, kurang beracun. Fosfor merah digunakan sebagai bahan
campuran pembuatan pasir halus dan bidang gesek korek api.
Kegunaan dan Kerugian Unsur Fosfor

. a.

Kegunaan
1. Fosfor sangat penting dan dibutuhkan oleh mahluk hidup tanpa adanya fosfor tidak
mungkin ada organik fosfor di dalam Adenosin trifosfat (ATP) Asam Dioksiribo nukleat
(DNA) dan Asam Ribonukleat (ARN) mikroorganisme membutuhkan fosfor untuk
membentuk fosfor anorganik dan akan mengubahnya menjadi organik fosfor yang dibutuhkan
untuk menjadi organik fosfor yang dibutuhkan, untuk metabolisme karbohidrat, lemak, dan
asam nukleat.
2. Kegunaan fosfor yang terpenting adalah dalam pembuatan pupuk, bahan korek api,
kembang api, pestisida, odol, dan deterjen.
3. Kegunaan fosfor yang paling umum ialah pada ragaan tabung sinar katoda (CRT) dan
lampu fluoresen, sementara fosfor dapat ditemukan pula pada berbagai jenis mainan yang
dapat berpendar dalam gelap (glow in the dark) dll.

b.

Kerugian
1. Penyalahgunan fosfor menjadi Bom yang sangat mengerikan. Fosfor bom memiliki sifat
utama membakar. Menurut Ang Swee Chai, seorang perempuan, dokter ortopedis kelahiran
Malaysia yang juga seorang ahli medis. Dalam bukunya From Beirut to Jerusalem (Kuala
Lumpur, 2002), zat fosfornya biasanya akan menempel di kulit, paru-paru, dan usus para
korban selama bertahun-tahun, terus membakar dan menghanguskan serta menyebabkan nyeri
berkepanjangan. Para korban bom ini akan mengeluarkan gas fosfor hingga nafas terakhir.

VII.
1.

PROSEDUR PERCOBAAN
Ke dalam tabung reaksi campurkan 0,1 gram kristal NaNO3, sepotong kecil pita

aluminium, dan 2 ml larutan NaOH (2M) dan sumbat tidak terlalu rapat dengan kertas
untuk mengurangi kecepatan keluarnya gas hasil kemudian panaskan. Identifikasi gas yang
keluar dari hasil pemanasan tersebut dengan membuka sumbat kertas, dan (a) mengenali
baunya, (b) mendekatkan ujung batang pengaduk kaca ( yang telah dicelupkan kedalam
asam hidroklorida pekat) ke atas mulut tabung, (c) mendekatkan kertas, lakmus merah
basah oleh air pada mulut tabung dan (d) menutup mulut tabung dengan kertas yang telah
dibasahi dengan indicator PP dan mengamatinya ( kerjakan ini dalam almari asam ).
2. Kedalam larutan 1-2 mL natrium nitrit 0,2 M tambahkan beberapa tetes asam
asetat 5 M, kemudian tambahkan 1-2 mL larutan tiuorea 0,2 M. Amati perubahan reaksi
yang terjadi, dan apabila reaksi telah berhenti tambahkan beberapa tetes larutan FeCl3.
Catat segala perubahan yang terjadi. Yakinkan hasil amatan anda dengan membandingkan
warna hasil reaksi tersebut dengan warna dari campuran beberapa tetes larutan FeCl3 dan
larutan tiourea dalam tabung uji (reaksi) lain.
3. Kedalam larutan 1-2 mL natrium nitrit 0,2 M tambahkan 1-2 mL larutan KI 0,2
M dan kemudian asamkan dengan beberapa tetes asam asetat. Tambahkan 2 mL kloroform
( atau CCl4 ), kocok baik baik dengan menutup mulut tabung dengan ibu jari. Rasakan
adanya tekanan gas dari dalam tabung, biarkan tabung terbuka dan teliti ada-tidaknya
perbedaan warna gas pada bagian dalam tabung dengan bagian mulut tabung ; agar lebih
jelas tabung uji diberi latar belakang kertas putih. Catat pula warna larutan kloroform.
4. Masukkan 0,2 gram kristal Na3PO4, anhydrous kedalam tabung uji reaksi kecil,
tambahkan pita Mg 6 mm, dan panaskan dengan nyala Bunsen hingga campuran nampak
kemerahan. Biarkan campuran dingin dan kemudian tambahkan air dan segera uji gas yang
keluar dengan menempatkan kertas yang telah dibasahi dengan larutan perak nitrat pada
mulut tabung.

( kerjakan ini dalam almari asam ).

VIII. HASIL PENGAMATAN


No

1.

Perlakuan

Amatan dan Simpulan / Persamaan reaksi

NaNO2 + Al + NaOH(aq)
dipanaskan, dibau
+ HCl pekat pada batang
pengaduk
+Kertas

lakmus

merah+

kertas basah indikator PP

2.

NaNO2(aq) + CH3COOH +

NaNO2(aq)

(tak

(NH2)2CS (aq) + FeCl3(aq)

CH3COOH(aq)

(tak

berwarna)
berwarna)

+
+

(NH2)2CS(aq) (tak berwarna) + FeCl3(aq)


(tak berwarna) larutan berwarna
orange

3.

NaNO2(aq)

KI(aq)

CHCl3(aq)

+ NaNO2(aq) (tak berwarna) + KI(aq) (tak


berwarna) + CHCl3(aq) (tak berwarna)
Ada gelembung , terpisah dua larutan
dibagian bawah pink, dibagian atas
kuning pekat.

4.

Na3PO4(s) + Mg dipanaskan

Na3PO4(s) (kristal padatan putih) + pita

+ H2O + kertas AgNO3

Mg

(s)

(Abu-abu) dipanaskan lalu

dinginkan + H2O(l) Vol gas dengan


ditambah

AgNO3(aq)

(tak

berwarna)

dimana tissue dibasahi dengan larutan


AgNO3 terlebih dahulu Serbuk kering
+ ada gelembung dan pada tissue ada
bintik bintik kuning.

IX.

REAKSI

- Persamaan Reaksi :
1.
2. NO2-(aq) + (NH2)2CS(aq) -->
SCN-(aq) + Fe2+(aq)

-->

N2(g) + SCN-(aq) + 2H2O(aq)

Fe(SCN)3(aq)

3. NO2-(aq) + I-(aq) + 2CH3COOH(aq) --> I2(g) + 2NO(g) + 2CH3COO-(aq)


+ 2H2O(aq)
4.

Na3PO4(aq) + 4Mg(s)
Na3P(aq) + 3H2O(l) -->

-->

4MgO(s) + Na3P(aq)
PH3(aq) + 3Na+(aq) + 3OH-(aq)

PH3(aq) + 6 Ag+(aq) + 3NO3-(aq) -->

X.

Ag3P . 3AgNO3(s) + 3H+(aq

PEMBAHASAN

Pada percobaan fosfor dan nitrogen, dilakukan tiga macam percobaan, dengan tujuan
untuk dapat memahami dan mengetahui bebrapa karakteristik yang dimiliki oleh unsure
nitrogen dan posfor dimana dapat ditentukan melalui gas yang dihasilkan oleh larutan yang
mengandung unsur nitrogen atau fosfor dan juga bisa melalui warna maupun bau gas tersebut.
Sesuai dengan teorinya pada percobaan kedua, dilakukan pencampuran NaNO2 +
CH3COOH + Urea dan pencampuran FeCl3 + urea. Dari kedua pencampuran tersebut
diperoleh hasil yang berbeda untuk yang pencampuran pertama, warna larutan berubah dari
bening dan setelah ditambahkan FeCl3 menjadi kuning kecoklatan, selain itu timbul
gelembung gelembung gas, dan dinding tabung terasa panas. Sedangkan pada pencampuran
kedua tanpa penambahan asam asetat dan natrium nitrit pada FeCl3 + urea diperoleh warna
larutan kuning bening dan tanpa menghasilkan gelembung gelembung gas.

Secara pengamatan yang kami lakukan NaNO2(aq) tidak berwarna dipipeti sebanyak 2 ml
dimasukkan kedalam tabung reaksi ditambah 2 ml urea tidak berwarna ketika ditambahkan
larutan tetap bening / tak berwarna ketika ditrambahkan larutan tetap bening / tak berwarna,
kemudian ditambah CH3COOH sebanyak tiga tetes larutan tetap tak berwarna, kemudian
ditambahkan 10 tetes FeCl3 larutan dalam tabung reaksi berwarna orange dengan banyak
gelmbung gelembung gas disekitar dinding tabung reaksi. Setelah di diamkan beberapa lama
gelembung 2X gas semakin banyak dan ukuran gelembung lebih besar besar. Gas yang
dihasilkan berupa N2
Secara teori percobaan

ketiga dengan penambahan larutan KI pada NaNO2

mengakibatkan terjadinya 2 fase tetapi setelah penambahan kloroform terjadinya perubahan


lagi yaitu terdapat tiga fase dimana bagian atas berwarna coklat, dan bagian tengah dan bawah
masing masing berwarna kuning dan pink.
Secara pengamatan dari praktikum yang nomor tiga ini mula mula larutan NaNO2(aq)
dicampur KI(aq) menghasilkan larutan yang tak berwarna, karena warna larutan NaNO2 dan KI
juga tak berwarna, kemudian campur kembali dengan larutan CH3COOH yang tak berwarna
dan CHCl3 yang tak berwarna yang akhirnya menghasilkan dua larutan yang terpisah (tak
bercampur) dan warna larutannya pun berbeda, dibagian atas berwarna kuning pekat dan pada
larutan dibawahnya berwarna pink, dikocok dan kemudian sesaat ada perubahan larutan
bawah menjadi pink pekat keungu unguan hal ini dilakukan samdil mulut tabung ditutup
pakai ibu jari. Ternyata ada gas yang dihasilkan yang dapat diidentifikasi dari warna yang
melekat pada jari jempol, yang berwarna kuning, yaitu jenis gas NO dan ada pula I2 yang
dihasilkan, yang dilihat dari adanya gelembung gas yang dihasilkan.
Secara teorinya percobaan nomor empat reaksi antara Natrium Fosfat anhydrous dan
langsung di dalam air akan membentuk hidrida fosfina dan mengahsilkan natrium fosfina
yang pada penambahan air akan menghasilkan gas fosfina dimana gas fosfina ini sebagai agen
pereduksi yng dapat dikenali dengan reaksinya terhadap kertas yng dibasahi oleh larutan perak
nitrat yang akan menghasilkan endapan perak berwarana hitam.
Secara prakteknya dihasilkan mula mula 0,2 gram kristal Na2PO3 ditimbang lalu
dicampurkan dengan pita Mg lalu dipanaskan Na2PO3 mencair dan ada gelembung mendidih
dan uap yang keluat dari tabung ( dindingnya ) beberapa saat ada perubahan kembali menjadi
serbuk putih kering kemudian disekitar pita Mg terlihat bintik bintik merah orange, lalu

didinginkan, kemudian ditambah air ada gelembung dari dasar lalu ditutup dengan tissue yang
telah dibasahi dengan AgNO3, terlihat ada bintik bintik kuning pada bekas lingkaran mulut
tabung pada tissue. Gas yang dihasilkan gas fosfina.

XI.

KESIMPULAN
1. Nitrogen dan fosfor bukan penghantar listrik dan keduanya membentuk oksida
asam sehingga tidak diragukan lagi diklasifikasikan sebagai non logam.
2.

Jika gas N2 ditambahkan dengan laju sedemikian sehingga

konsentrasinya berlebihan, kelebihan gas NO yang tak bereaksi akan bergabung


dengan atom oksigen membentuk gas NO2 disertai cahaya hijau kuning.
3.

Gas fosfina berfungsi sebagai agen pereduksi dimana dapat dikenali

dengan reaksinya terhadap kertas yang dibasahi oleh larutan perak nitrat yang akan
menghasilkan endapan perak.
4. Jika gas NO ditambahkan terlalu lambat sehingga atom N dalam keadaan
berlebihan maka kelebihan atom N akan bereaksi dengan atom O hasil dengan
menghasilkan cahaya biru, tetapi jika kuantitas NO dan atom N keduanya sama gas
yang dihasilkan praktis tidak disertai warna.
5.

Aluminium (logam Al) berperan dalam pereduksi ion nitrit secara kuat

dalam basa kuat menjadi gas ammonia.

XII.

DAFTAR PUSTAKA
Anonim.2013.Unsur

nitrogen

dan

fosfor.

http://bahankuliah2013.wordpress.com/2013/03/13/unsur-nitrogenfosfor/
Vidiastuti,ririn.2013.Nitrogen

dan

Fosfor.

https://www.scribd.com/doc/

177790171/4- Nitrogen-Dan-Fosfor.diakses pada 17 oktober 2014.