Anda di halaman 1dari 5

GANGGUAN CEMAS MENYELURUH

I.

PENDAHULUAN
Anxietas merrupakan suatu keadaan yang ditandai oleh rasa khawatir berlebihan disertai
dengan gejala somatic yang menandakan suatu kegiatan berlebihan dari susunan saraf
autonomik (SSA). Anxietas merupakan gejala yang umum tapi non spesifik yang sering
merupakansatu fungsi emosi. Anxietas patologik biasanya merupakan kondisi yang
melampaui batas normal terhadap satu ancaman yang sungguh-sungguh dan maladaptif.
(1,2)
Sensasi anxietas atau cemas sering dialami oleh hamper semua manusia. Perasaan tersebut
ditandai oleh rasa ketakutan yang difus, tidak menyenangkan, seringkali disertai oleh gejala
otonomik, seperti nyeri kepala, berkeringat, palpitasi, gelisah dan sebagainya. Kumpulan
gejala tertentubyang ditemui selama kecemasan cenderung bervariasi, pada setiap orang
tidak sama. (3)
Dalam praktek sehari-hari, anxietas sering dikenal dengan istilah perasaan cemas, was-was,
bimbang dan sebagainya, dimana istilah tersebut lebih merujuk pada kondisi normal.
Sedangkan gangguan anxietas merujuk pada keadaan patologis.(3)
Anxietas normal sebenarnya suatu hal yang sehat, karena merupakan tanda bahaya tentang
keadaan jiwa dan tubuh manusia supaya dapat fat akumempertahankan diri dan anxietas
juga dapat bersifat konstruktif, misalnya seorang pelajar yang akan menghadapi ujian
merasa cemas, maka ia akan belajar secara giat supaya kecemasannya dapat berkurang. (3)
Anxietas dapat bersifat aku atau kronik. Pada anxietas akut serangan datang mendadak dan
cepat menghilang. Anxietas kronik biasanya berlangsung dalam jangka waktu lama
walaupun tidak seintensif anxietas akut, pengalamaan dari penderitaan dari gejala cemas ini
oleh pasien biasanya dirasakan cukup gawat untuk mempengaruhi prestasi kerjanya. Bila
dilihat dari segi jumlah, maka orang yang menderita anxietas kronik jauh lebih banyak
daripada anxietas akut. (3)
Adapun bentuk gangguan anxietas, adalah sebagai berikut :
1. Gangguan panik
2. Gangguan fobik
3. Gangguan obsesi kompulsif
4. Gangguan stress pasca trauma
5. Gangguan stress akut
6. Gangguan anxietas menyeluruh
Selanjutnya dalam refarat ini akan dibahas lebih lengkap tentang ganggauan anxietas
menyeluruh, mulai dari defenisi, epidemiologi, etiologi, klasifikasi, gambaran klinis,
diagnosis, diagnosis banding, penatalaksanaan, serta prognosisnya.
DEFENISI
Gangguan cemas menyeluruh atau generalized anxiety disorder

(GAD) adalah suatu

gangguan kecemasan yang ditandai dengan kecemasan kronis, khawatir yang berlebihan dan
ketegangan dan bahkan ketika ada sedikit atau tidak ada sama sekali hal yang
menyebabkannya. (5,6,7)

GAD ditandai dengan kecemasan yang berlebihan dankhawatir yang berlebihan tentang
peristiwa-peristiwa kehidupan sehari-harinya tanpa alasan yang jelas untuk khawatir. Orangorang dengan gejala gangguan kecemasan umum cenderung untuk selalu mengharapkan
bencana dan tidak bisa berhenti khawatir tentang kesehatan, uang, keluarga, pekerjaan dan
sekolah. Sedangkan pada orang dengan gangguan cemas menyeluruh, rasa cemasnya sering
tidak realistis atau keluar dari proporsi situasi. Kehidupan sehari-hari menjadi terus-menerus
khawatir, takut dan selalu merasa sangat ketakutan. Akhirnya, kecemasan mendominasi
pikirannya sehingga mengganggu kegiatan sehari-harinya termasuk pekerjaan, sekolah,
kegiatan social dan hubungannya dengan sesamanya. (7)
Pasien dengan GAD, biasanya mempunyai rasa risau dan cemas yang berlanjut dengan
ketegangan motoric, kegiatan autonomic yang berlebihan, dan selalu dalam keadaan siaga.
Beberapa pasien mengalami serangan panic dan depresi. (1,5,8)
EPIDEMIOLOGI
GAD adalah kondisi umum, dari penelitian yang ada selama 1 tahun prevalensinya sekitar
3-8%. Rasio perempuan terhadap laki-laki dengan gangguan ini berkisar 2 : 1. Tapi rasio
wanita terhadap laki-laki yang sudah mendapat pengobatan (rawat inap) untuk keluhan ini
adalah 1 : 1. Di poliklinik gangguan kecemasan sekitar 25% yang termasuk gangguan
cemas menyeluruh. Kelainan ini biasanya memiliki pada usia remaja akhir atau dewasa
muda, meskipun kasus sering terlihat pada orang dewasa yang lebih tua. Bebrapa bukti juga
menunjukkan bahwa prevalensi gangguan cemas menyeluruh juga sangat tinggi di
perawatan primer (rawat inap). (5,8)
GAD mungkin adalah gangguan yang paling sering berdampingan dengan gangguan mental
lain, biasanya fobia sosial, fobia spesifik, gangguan panik atau depresi. Mungkin 50-90%
pasien dengan cemas menyeluruh memiliki gangguan mental lain. Sebanyak 25% pasien
akhirnya mengalami gangguan panic. GAD dibedakan dengan gangguan panic oleh adanya
serangan panik yang spontan. (5,8)
ETIOLOGI
Penyebab gangguan cemas menyeluruh secara pasti tidak diketahui. Namun terdapat
beberapa faktor yang diduga menjadi pemicu terjadinya gangguan tersebut. Faktor-faktor
tersebut dibagi menjadi 2 faktor yaitu factor biologic dan factor psikososial. (7,8)
1. Faktor biologik
Faktor biologic yang diduga penyebab terjadinya GAD meliputi

Genetika
Beberapa penelitian menunjukkan bahwa sejarah keluarga berperan dalam
meningkatkan kemungkinan bahwa seseorang akan mengembangkan GAD. Ini
berarti bahwa kecenderungan untuk mengembangkan GAD dapat diteruskan
dalam keluarga.

Kimia otak
GAD telah dikaitkan dengan tingkat abnormal neurotransmitter tertentu dalam
otak. Neurotransmitter adalah pembawa pesan kimia khusus yang membantu
informasi bergerak dari sel saraf ke sel saraf yang lainnya. Jika neurotransmitter

tidak seimbang maka pesan tidak bisa melalui otak dengan benar. Hal ini dapat
mengubah cara otak bereaksi dalam situasi tertentu, yang menyebabkan
kecemasan.
2. Faktor psikososial
Yang dimaksudkan disini adalah faktor lingkungan si penderita misalnya trauma dan
peristiwa stress, seperti pelecehan, kematian orang yang dicintai, perceraian, perubahan
pekerjaan atau sekolah, dapat mengakibatkan GAD. GAD juga dapat menjadi lebih
buruk selama periode stress. Penggunaan dan penarikan zat adiktif termasuk alcohol,
kafein, dan nikotin juga dapat memperburuk kecemasan. (7,8)
GAMBARAN KLINIK
Gambaran klinik ditandai dari 2 hal yaitu tanda fisik dan gejala psikologik. (1,5,7,8,9)
1. Gejala somatik GAD

Gemetar, renjatan, rasa goyah

Nyeri punggung dan kepala

Ketegangan otot

Nafas pendek, hiperventilasi

Mudah lelah

Sering kaget (hiperaktifitas otonomik), wajah sering merah dan pucat, takikardi,
palpitasi, tangan rasa dingin, diare, mulut kering, sering kencing)

Parestesia

Sulit menelan

2. Gejala psikologik

Rasa takut yang berlebihan

Sulit konsenstrasi

Hypervigilance (siaga berlebih)

Insomnia

Libido turun

Rasa mengganjal di tenggorokam

Rasa mual di perut.

DIAGNOSIS
Pasien harus menunjukkan gejala primer anxietas yang berlangsung hampir setiap hari selama
beberapa minggu, bahkan biasanya sa,pai beberapa bulan. Gejala-gejala ini biasanya mencakup
hal-hal berikut : kecemasan, tentang masa depan, ketegangan motoric, overaktifitas otonomik.
(5,8)
Adapun kriteria diagnostik untuk GAD yaitu sebagai berikut :
1. Kecemasan dan kekhawatiran yang berlangsung setiap hari selama 6 bulan terakhir,
tentang suatu peristiwa atau aktifitas ( baik itu dalam hal pekerjaan ataupun sekolah).
2. Sulit untuk berkonsentrasi pada suatu hal
3. Kecemasan dan kekhawatiran yang terkait dengan tiga atau lebih dari 6 gejala di bawah
ini :

Gelisah

Mudah lelah

Sulit berkonsentrasi atau pikiran kosong

Gampang marah

Ketegangan otot

Gangguan tidur (sulit untuk memulai tidur dan selalu gelisah jika tidur)

Catatan : hanya perlu satu kriteria untuk anak-anak


fokus kecemasan dan kekhawatiran tidak terbatas pada kelainan axis I, misalnya kecemasan dan
kekhawtiranbukan karena sedang mengalami serangan panik ( seperti pada gangguan panik),
menjadi pemalu di depan umum (seperti dalam fobia sosial), yang terkontaminasi (seperti pada
obsesi kompulsif), berada jauh dari rumah atau kerabat dekat (seperti gangguan cemas akan
perpisahan), penurunan berat badan (seperti pada anorexia nervosa), memiliki beberapa keluhan
fisik (seperti dalam gangguan somatisasi) atau memiliki penyakit yang serius (seperti dalam
hypocondriasis), dan kecemasan dan kekhawatiran tidak terjadi secara eksklusif selama
gangguan stres pasca trauma.
Kecemasan, kekhawatiran

atau gejala klinis yang menyebabkan penderitaan fisik atau

penurunan yang signifikan dalam bidang-bidang penting seperti bidang sosial, pekerjaan dan
fungsi lainnya.
Gangguan tidak disebabkan oleh efek fisiologis langsung dari suatu zat (misalnya
penyalahgunaan obat, pengobatan) atau dalam kondisi medis tertentu misalnya hipertiroidisme
dan tidak terjadi secara eksklusif selama gangguan mood, gangguan psikotik atau gangguan
perkembangan.(5,8)
DIAGNOSIS BANDING
Seperti gangguan kecemasan lainnya, gangguan kecemasan umum harus dibedakan dari
gangguan medis dan kejiwaan. Neurologis, endokrinologis, metabolic, dan gangguan yang
berhubungan dengan pengobatan sama dengan yang dipertimbangkan dalam differensial
diagnosis. Gangguan panik harus harus dipertimbangkan dalam diagnosis banding dari gangguan
kecemasan umum, kecemasan bersama-sama juga harus dipertimbangkan, termasuk gangguan
panik, fobia, gangguan obsesi kompulsif (OCD), dan gangguan stress pasca trauma (PTSD).
Untuk memenuhi kriteria untuk gangguan kecemasan , pasien harus memperlihatkan gejala
sindrom penuh dan mereka juga tidak dapat dijelaskan oleh adanya gangguan kecemasan
komorbid. Untuk mendiagnosa gangguan kecemasan umum dalam konteks gangguan kecemasan
lain, hal ini sangat penting untuk dokumen kecemasan atau khawatir mengenai keadaan atau
topic yang berhubungan baik, atau hanya minimal terkait, untuk penyait lain diagnosis yang tepat
melibatkan baik secara defenitif menetapkan adanya gangguan kecemasan umum dan benar
diagnose gangguan kecemasan lainnya. Pasien dengan gangguan kecemasan umum sering
mengembangkan depresi besar. Akibatnya, konidisi ini juga harus dikenali dan dibedakan. Kunci
untuk membuat diagnose yang benar adalah mendokumentasikan kecemasan atau khawatir yang
tidak berhubungan dengan gangguan depresi.(8)
PENATALAKSANAAN
Penatalaksanaan yang paling efektif untuk menangani GAD merupakan pengobatan yang
mengkombinasikan psikoterapi, farmakoterapi, dan pendekatan suportif. Pengobatan mungkin

memakan waktu lama untuk dokter yang terlibat baik itu psikiater, seorang dokter keluarga
ataupun dokter lain.
1. Psikoterapi
Pendekata psikoterapi untuk gangguan cemas menyeluruh adalah kognitif-perilaku,
suportif dan berorientasi wawasan
Terapi perilaku kognitif (CBT) adalah salah satu jenis terapi yang sangat bermanfaat
dalam pengobatan GAD. Terapi perilaku kognitif memeriksa distorsi dengan cara kita
memandang dunia dan diri kita sendiri. (8,9)
Terapi kognitif perilaku untuk GAD melibatkan lima komponen :

Pendidikan CBT mencakup belajar tentang GAD. Hal ini mengajarkan anda
bagaimana membedakan antara khaatir dan tidak berguna membantu itu.
Meningkat sebuah pemahaman anda tentang kecemasan mendorong lebih proaktif
dan menerima respon.

Monitoring dalam CBT untuk gangguan kecemasan umum (GAD). Anda belajar
untuk memanatau kecemasan anda, termasuk apa yang memicu, hal-hal tertentu
yang dikhawatirkan, dan keparahan dan lamanya episode tertentu. Ini akan
membantu anda mendapatkan perspektif, serta melacak kemajuan anda.

Strategi pengendalian. Deep pernafasan fisik dan relaksasi otot progresif


membantu menguangi gairah atau fisik dalam perang atau penerbangan respon
yang mempertahankan Negara dari rasa takut dan kecemasan. CBT untuk
gangguan kecemasan umum (GAD) melatih anda dalam tekhnik ini.

Stratregi pengendalian kognitif. Melalui CHT

2. Farmakoterapi