Anda di halaman 1dari 16

LAPORAN PRAKTIKUM MEKANIKA TANAH DASAR

DIRECT SHEAR TEST

KELOMPOK R1
M. Haikal

1206253634

Natasha Anagi

1206241640

Samuel Budhi S.

1206217950

Shabrina Nadhila

1206239440

Tanggal Praktikum

: 21 September 2014

Asisten Praktikum

: Azzah Balqis

Tanggal Disetujui

Nilai

Paraf Asisten

LABORATORIUM MEKANIKA TANAH


DEPARTEMEN TEKNIK SIPIL
FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS INDONESIA
DEPOK 2014
DIRECT SHEAR TEST

1. PENDAHULUAN
1.1. Maksud dan Tujuan Percobaan:
Untuk mengetahui nilai kohesi (c) dan sudut geser () pada suatu tanah.

1.2. Alat dan Bahan:

Alat Direct Shear Test dan Shear Box

Beban dengan berat 5-25 kg

2 Dial gauge untuk vertical dan horizontal displacement

Specimen cutter untuk memotong sampel tanah kohesif

Tamper untuk memadatkan tanah yang cohesionless

Timbangan dengan ketelitian 0,01 gr

Jangka sorong dengan ketelitian 0,01 mm

Stopwatch

Can

Oven

1.3. Teori dan Rumus yang Digunakan:


Direct Shear Test adalah metode uji kuat geser tanah secara langsung dengan
menggunakan media shear box yang ditemukan oleh Coulomb pada tahun 1776.
Contoh tanah dimasukan ke dalam kotak. Setelah itu sistem gantungan dan beban
digunakan untuk memberikan tegangan normal pada contoh sampel. Alat pendorong
memberikan gaya horizontal pada bagian bawah kotak. Gaya horizontal diberikan
dengan deformasi tetap. Pengujian dilakukan pada tegangan normal yang berbeda-beda.
Hasil di plot ke dalam grafik tegangan normal dan tegangan geser.
Perilaku kekuatan geser pasir lebih sederhana daripada perilaku kekuatan geser
lempung atau lanau. Pada uji Direct Shear pada contoh pasir, hasilnya dapat diplot ke
dalam grafik tegangan deviator terhadap regangan dan tegangan normal baik dalam
kondisi puncak dan keadaan kritis (kondisi kepadatan pada contoh pasir lepas dan pasir

padat mencapai keadaan ultimate sehingga nilainya sama). Garis keruntuhan pasir
melalui titik asal grafik karena pasir tidak mengalami kohesi. Dari sudut geser ( ),
diperoleh nilai puncak dan nilai keadaan kritis yang dinyatakan dengan cv (kondisi
kritis) dan (kondisi puncak). Akhiran cv artinya volume tetap. Nilai berkisar
antara 35-45 derajat. Pada pasir lepas nilainya lebih kecil dan pada pasir padat nilainya
lebih tinggi.
Kekuatan geser tanah disuatu titik pada suatu bidang tertentu dikemukakan oleh
Coulomb sebagai fungsi linear terhadap tegangan normal pada bidang tersebut pada
titik yang sama yang dinyatakan dengan rumus:
.
Dimana tegangan geser, c adalah kohesi tanah,

adalah tegangan normal dan

adalah sudut geser tanah. Berdasarkan teori Terzaghi, tegangan geser pada suatu tanah
hanya dapat ditahan oleh tegangan partikel-partikel padatnya.
Kekuatan geser dapat diukur langsung dengan pemberian beban konstan vertikal
(normal) pada sampel dan pemberian gaya geser tertentu dengan kecepatan konstan dan
perlahan-lahan untuk menjaga tegangan air pori tetap nol hingga tercapai kekuatan
geser maksium.
Tegangan normal didapat dengan pembagian besarnya gaya normal dengan luas
permukaan bidang geser atau S = P/A.
Tegangan geser didapat dengan menghitung gaya geser (G) yang didapat dari
pembacaan maksimum load ring dial setelah dikalikan dengan nilai kalibrasi prooving
ring (LRC).
T=G/A
G = M x LRC
LRC = 0,15 kg/div
Dari beberapa buku referensi menyatakan bahwa harga kohesi pasir (c) = 0, dan
harga sudut geser pasir () berkisar : 280 480.
Tabel 11.1. Tabel Harga Kohesi untuk Beberapa Jenis Pasir
Soil (sand)

Loose Dry

Type of Test
UU

CD

28-34

Loose Saturated

28-34

Dense Dry

35-46

43-50

Dense Saturated

1-2

43-50

2. PROSEDUR PRAKTIKUM
2.1. Persiapan Percobaan
1. Meyiapkan alat dan bahan untuk praktikum direct shear test.
2. Mengukur diameter lingkar dalam shear box.
3. Menyeimbangkan sistem counterweight sehingga mampu memberikan gaya normal
pada shear box.
4. Menimbang penutup shear box, bola dan can.
5. Menyediakan pasir secukupnya dimana pasir dibersihkan dari kotoran dan kerikil
menggunakan saringan no. 18.
2.2. Jalannya Percobaan
1. Mengunci shear box agar tidak bergerak.
2. Memasukan pasir ke dalam shear box hingga bagian.
3. Meratakan permukaan pasir dengan spatula lalu menutupnya dengan penutup shear
4.

box secara hati-hati agar pasir tidak tumpah dan diatasnya diberikan bola.
Memasang shear box ke alat direct shear test hingga dial berada di sisi shear box

5.

guna melakukan pembacaan.


Memberikan beban sebesar 5 kg pada shear box, kemudian kunci shear box dibuka

6.
7.

untuk memulai pembacaan.


Sebelum mulai, set horizontal dial dan load ring dial menjadi nol.
Memberikan gaya geser pada shear box dengan kecepatan 1 mm/menit dengan

8.

memutar alat direct shear test.


Membaca horizontal dial tiap 15 detik hingga dial berbalik arah atau pembacaan

9.

menunjukan hasil yang 2-3 kali berturut-turut.


Memasukan sampel pasir yang tersisa ke dalam oven untuk mencari kadar airnya,

tidak lupa sebelumnya menimbang sampel pasir tersebut beserta can.


10. Mengulangi percobaan untuk beban 10, 15, 20 dan 25 kg.
11. Setelah satu hari, mengambil sampel pasir yang ada di dalam oven dan ditimbang
untuk menghitung kadar airnya.

3. PENGOLAHAN DATA
3.1 Data Percobaan
Waktu (s)
15
30
45
60
75
90
105
120
135
150
165
180
195
210
225
240
255
270
285

5
7
9
10
11
11
12
13
14.5
16
15.5
-

10
13
19.5
25.5
29
32
34
38.5
45
64.5
71
-

Massa (kg)
15
15
22
26
36
38
39
42
44
46
48
51
51
54
54
58
62
61
64
65

20
72
78
84
89
92
95
97
10
98
103
104
110
110
-

25
61
73
82
86
89
90
90
93
98
99
103
-

Dari percobaan, diketahui data sebagai berikut


:
a.
Berat penutup + bola
= 0.842 kg
b.
Diameter Shear Box
= 6.329 cm
c.
Luas Penampang Pasir = 31.460 cm2
d.
LRC
= 0.15 kg/div
e.
Kecepatan gaya geser
= 1 mm/min
Tabel Kadar Air Pasir
Sampel
Wcan
Wwet
Wdry
Ww
w (%)

1
2
3
4
5
7.8
8
8
8.1
8.7
Rata58.34
23.5
24.7
34.9
27.8
rata
55.21
19.8
21.9
32.5
25.1
3.13
3.7
2.8
2.4
2.7
5.669263 18.68687 12.78539 7.3846154 10.8 11.057

Wcan
Wwet
Wdry
Ww
w

: Berat can
: Berat tanah basah
: Berat tanah kering
: Berat air
: Kadar air

Mendapatkan nilai w dengan menggunakan rumus

4. PENGOLAHAN DATA
Berikut hasil pengolahan data percobaan sehingga diperoleh hasil akhir berupa nilai
Tegangan Normal dan Tegangan Geser.
Berat beban (kg)
Berat penutup (kg)
Total beban (kg)
Luas Area
Teg. Normal
M Max
Teg. Geser

5
0.842
5.842
31.46
0.1857
15.50
0.0739

10
0.842
10.842
31.46
0.3446
71.00
0.3385

15
0.842
15.842
31.46
0.5036
65.00
0.3099

20
0.842
20.842
31.46
0.6625
110.00
0.5245

25
0.842
25.842
31.46
0.8214
103.00
0.4911

Berikut merupakan salah satu contoh pengerjaan dalam pengolahan data tersebut, yaitu
pada keadaan berat beban sebesar 5 kg, maka

Tegangan normal (S)


Total load (P) = 5 + 0.842 kg = 5.842 kg
Luas Area (A) = 31.460 cm2
S = P/A
S = 5.842/31.460 kg/cm2
S = 0.186 kg/cm2

Tegangan geser (T)


LRC

= 0.15 kg/div

M maks

= 1.55

T = (LRC*M)/A = (0.15 x 15.5)/31.460 kg/cm2


T = 0.0739 kg/cm2

Berikut merupakan salah satu contoh pengerjaan dalam pengolahan data tersebut, yaitu
pada keadaan berat beban sebesar 10 kg, maka :

Tegangan normal (S)


Total load (P) = 10 + 0.842 kg = 10.842 kg
Luas Area (A) = 31.460 cm2
S = P/A
S = 10.842/31.460 kg/cm2
S = 0.3446 kg/cm2

Tegangan geser (T)


LRC

= 0.15 kg/div

M maks

= 7.1

T = (LRC*M)/A = (0.15 x 71)/31.460 kg/cm2


T = 0.3385 kg/cm2
Berikut merupakan salah satu contoh pengerjaan dalam pengolahan data tersebut, yaitu
pada keadaan berat beban sebesar 15 kg, maka :

Tegangan normal (S)


Total load (P) = 15 + 0.842 kg = 15.842 kg
Luas Area (A) = 31.460 cm2
S = P/A
S = 15.842/31.460 kg/cm2
S = 0.5036 kg/cm2

Tegangan geser (T)


LRC

= 0.15 kg/div

M maks

= 65

T = (LRC*M)/A = (0.15 x 65)/31.460 kg/cm2


T = 0.3099 kg/cm2

Berikut merupakan salah satu contoh pengerjaan dalam pengolahan data tersebut, yaitu
pada keadaan berat beban sebesar 20 kg, maka :

Tegangan normal (S)


Total load (P) = 20 + 0.842 kg = 20.842 kg
Luas Area (A) = 31.460 cm2
S = P/A
S = 20.842/31.460 kg/cm2
S = 0.6625 kg/cm2

Tegangan geser (T)


LRC

= 0.15 kg/div

M maks

= 110

T = (LRC*M)/A = (0.15 x 110)/31.460 kg/cm2


T = 0.5245 kg/cm2
Berikut merupakan salah satu contoh pengerjaan dalam pengolahan data tersebut, yaitu
pada keadaan berat beban sebesar 25 kg, maka

Tegangan normal (S)


Total load (P) = 25 + 0.842 kg = 25.842 kg
Luas Area (A) = 31.460 cm2
S = P/A
S = 25.842/31.460 kg/cm2
S = 0.8214 kg/cm2

Tegangan geser (T)


LRC

= 0.15 kg/div

M maks

= 103

T = (LRC*M)/A = (0.15 x 103)/31.460 kg/cm2


T = 0.4911 kg/cm2

Dari hasil perhitungan, hasil tersebut dimasukkan ke dalam persamaan garis

Dimana x adalah tegangan normal (S) dan y adalah tegangan geser (T)

Tabel Perhitungan Regresi Linear


x
0.1857
0.3446
0.5036
0.6625
0.8214
2.5178

y
0.0739
0.3385
0.3099
0.5245
0.4911
1.7379

x2
0.0345
0.1188
0.2536
0.4389
0.6747
1.5205

Menggunakan perhitungan least square

y2
0.0055
0.1146
0.0960
0.2751
0.2412
0.7324

xy
0.0137
0.1167
0.1561
0.3475
0.4034
1.0373

Sehingga diperoleh nilai

Maka persamaan garis lurusnya adalah

Nilai kohesi pasir c:


c = b c = 0.0243 kg/cm2
Sudut geser pasir :
tan = a = tan-1 a = 32.7

5. ANALISA
5.1. Analisa Percobaan
Percobaan yang berjudul Direct Shear ini bertujuan untuk mengetahui nilai
kohesi (c) dan sudut geser pada tanah/pasir.
Sebelum percobaan dilakukan, praktikan mempersiapkan alat dan bahan yang di
perlukan terlebih dahulu. Bahan yang digunakan pada percobaan ini yaitu pasir yang
lolos saringan no. 18. Pasir yang digunakan diaduk dengan sedikit air agar kadar air pasir
merata sehingga bersifat agak sedikit lembab agar kondisi pasir mendekati kondisi pasir
yang sebenarnya di lapangan. Setelah itu, praktikan mengukur dimensi alat shear box
yang digunakan saat percobaan dan menimbang berat alat shear box tersebut yang terdiri
dari tutup dan juga bola. Berat tersebut akan dijumlahkan dengan berat pasir sebagai
berat total yang memberikan tekanan.
Selanjutnya, praktikan mengunci alat shear box agar tidak terjadi pergeseran
ketika percobaan dilakukan. Lalu praktikan memasukkan sampel pasir ke dalam alat
shear box hingga memenuhi 1/3 bagiannya. Kemudian pasir tersebut diratakan dengan
menggunakan tamper agar pasir terdistribusi dengan rata dan padat. Lalu pasir
dimasukkan kembali hingga memenuhi bagian dan ditumbuk kembali. Setelah pasir
sudah memenuhi seluruh alat shear box, tutup beserta bola shear box diletakkan di
atasnya. Bola yang terletak di bagian tengah atas permukaan shear box berguna untuk
memberikan tekanan yang merata pada seluruh permukaan pasir melalui tutup tersebut.
Kemudian, shear box diletakkan pada alat direct shear test dengan melakukan
pembebanan sebanyak 5 kali dengan beban seberat 5 kg, 10 kg, 15 kg, 20 kg dan 25 kg.
Sebelum melakukan pembebanan, kunci pada shear box dilepas. Setelah beban
diletakkan, dial gauge dikalibrasi terlebih dahulu menjadi 0. Kemudian praktikan
memberikan gaya geser dengan kecepatan 1 mm/menit dan dilakukan pencatatan dial
gauge setiap 15 detik. Praktikan harus teliti dalam melakukan pembacaan tersebut dan
memberikan gaya geser secara konstan agar kekuatan geser maksimum tercapai. Namun,
karena dial gauge agak sensitif dan praktikan tidak konstan dalam memberikan gaya
geser dalam 15 detik maka data yang didapatkan kurang tepat. Percobaan ini terus
dilakukan hingga didapatkan nilai yang sama atau menurun dari 15 detik sebelumnya.
Setelah melakukan pembacaan pada alat direct shear test, beberapa bagian dari sampel
pasir tersebut diletakkan pada oven agar didapatkan nilai kadar airnya. Langkah-langkah

tersebut dilakukan secara berulang dengan beban yang berbeda-beda, yaitu 10 kg, 15 kg,
20 kg dan 25 kg.
5.2. Analisa Hasil
Dari percobaan yang dilakukan, hasil yang didapatkan yaitu berupa nilai shear
stress berbanding lurus dengan vertical load yang diakibatkan oleh beban yang
diletakkan pada alat. Semakin besar beban vertical load semakin besar nilai tegangan
normal. Tegangan normal didapatkan dengan membagi total beban dengan luas
penampang sampel. Sedangkan tegangan geser ditemukan dengan membagi nilai
perkalian LRC dan nilai maksimum pembacaan pada setiap beban dengan luas
penampang sampel. Dari data tersebut, didapatkan grafik sebagai berikut :

Melalui data yang didapat dan ditampilkan pada grafik, perbandingan tegangan
normal dan tegangan geser tersebut berbanding lurus walaupun pada titik tertentu terjadi
hal yang berkebalikan. Hal tersebut bisa terjadi karena kesalahan yang terjadi saat
percobaan. Secara teori, tegangan normal memang sebanding dengan tegangan geser.
Untuk mendapatkan nilai kohesi dan sudut geser pada pasir, data yang diperoleh
diolah dengan menggunakan regresi linear sehingga didapatkan persamaan linear

sebagai berikut

Maka, nilai kohesi pasir c:


c = b c = - 0.0243 kg/cm2
Sudut geser pasir :
tan = a = tan-1 a = 32.7
Kohesi adalah gaya tarik menarik antar partikel pasir. Nilai kohesi pasir secara
teori sebesar 0, namun nilai yang didapat pada percobaan ini sebesar 0.0243 kg/cm2.
Kesalahan yang terjadi pada percobaan ini disebabkan oleh kadar air yang membuat
adanya gaya kohesi antar pasir. Sedangkan nilai sudut geser, yaitu 32.7 memenuhi
range nilai sudut geser pada umumnya.

Menurut Mayerhof (1965), dengan nilai sudut geser tersebut, dapat diketahui
bahwa pasir pada percobaan ini memiliki kepadatan yang lepas (loose) dan berjenis pasir
lepas.
5.3. Analisa Kesalahan

Penguncian tidak dilakukan dengan tepat sehingga shear box mudah tergeser

sebelum diletakkan pada alat direct shear test.


Kesalahan saat praktikan memberikan gaya geser dan melakukan pembacaan
setiap 15 detik. Pembacaan tersebut tidak dilakukan dengan konstan dan teliti

sehingga data yang diperoleh tidak tepat.


Kesalahan saat pembacaan jarum dial gauge yang kurang teliti.

5.4. Aplikasi Direct Shear Test


Hasil percobaan Direct Shear Test yaitu berupa nilai kohesi dan sudut geser pasir.
Percobaan ini dapat diaplikasikan dalam dunia kerja yaitu untuk menghitung daya
dukung tanah, perencanan dinding penahan tanah dan sebagainya. Kelebihan metode
Direct Shear Test ini yaitu mudah, cepat dan praktis untuk digunakan. Di lapangan,
metode ini sangat sesuai untuk konstruksi yang strukturnya tidak terlalu berat.
6.

KESIMPULAN
Nilai kohesi pasir yang diperoleh yaitu 0.0243 kg/cm2 dan nilai sudut geser pasir

sebesar 32.7 yang kedua nilainya memenuhi data umum yang seharusnya.
Berdasarkan nilai sudut geser yang didapat, pasir pada percobaan ini memiliki

kepadatan yang lepas dan termasuk jenis pasir lepas


Semakin besar nilai vertical load yang dibebani, maka semakin besar nilai tegangan

normalnya.
Nilai tegangan normal dan tegangan geser berbanding lurus sesuai dengan tegangan
horizonatlnya dari hasil grafik percobaan.

7.

REFERENSI
Buku panduan praktikum Mekanika Tanah 2. Depok: Departemen Teknik Sipil Universitas
Indonesia
http://eprints.undip.ac.id/34313/5/2125_chapter_II.pdf diakses pada tanggal 16 Oktober 2014

8.

LAMPIRAN

Alat Direct Shear Test

Shear Box, Penutup dan Bola