Anda di halaman 1dari 25

Nama

: Novita Kumala Sari

NIM

: 06121010029

Tugas Statistik Pendidikan Hal.133


1. Berikan definisi dari: Nilai Rata-rata Hitung (Arithmetic Mean), Nilai Rata-rata
Posisi Pertengahan (Median), Modus, Nilai Rata-rata Ukur (Geometric Mean),
dan Nilai Rata-rata Harmonik (Harmonic Mean).
Jawab :

Nilai Rata-rata Hitung (Arithmetic Mean)dari sekelompok (sederetan) angka


(bilangan) adalah jumlah dari keseluruhan angka (bilangan) yang ada, dibagi
dengan banyaknya angka (bilangan) tersebut.

Nilai Rata-rata Posisi Pertengahan (Median) ialah suatu nilai atau suatu angka
yang membagi suatu distribusi data ke dalam dua bagian yang sama besar.
Dengan kata lain, Nilai Rata-rata Pertengahan atau Median adalah nilai atau
angka yang di atas nilai atau angka tersebut terdapat 1/2 N dan dibawahnya
juga terdapat N. Itulah sebabnya Nilai Rata-rata ini dikenal sebagai Nilai
Pertengahan atau Nilai Posisi Tengah, yaitu nilai yang menunjukkan
pertengahan dari suatu distribusi data.

Modus adalah suatu sekor atau nilai yang mempunyai frekuensi paling
banyak; dengan kata lain: sekor atau nilai yang mempunyai frekuensi
maksimal dalam suatu distribusi data

Nilai Rata-rata Ukur (Geometric Mean) dari sekelompok bilangan ialah Hasil
perkalian bilangan tersebut, diakar pangkatkan banyaknya bilangan itu sendiri.
Dengan demikian, GM dari dua bilangan adalah sama dengan akar pangkat
dua dari hasil perkalian kedua bilangan itu sendiri. GM dari bilangan adalah
sama dengan akar pangkat tiga dari hasil perkalian ketiga bilangan itu sendiri;
demikian seterusnya....

Nilai Rata-rata Harmonik (Harmonic Mean)dari sekumpulan bilangan adalah


kebalikan dari nilai rata-rata hitung dari kebalikan bilangan yang termasuk
dalam kumpulan bilangan tersebut

2. Mengapa harga rata-rata itu dinamakan measures of central tendency?


Jawab :

Karena nilai rata-rata dari sekumpulan data yang berupa angka tersebut pada
umumnya mempunyai kecenderungan untuk berada disekitar titik pusat penyebaran
data angka tersebut.
3. Jelaskan tentang segi-segi kebaikan dan kelemahan yang dimiliki oleh:
a. Mean;

b. Median;

c. Modus.

Jawab :
a. Mean
Kelemahan dari Mean yaitu :
1)

Karena Mean itu diperoleh atau berasal dari hasil perhitungsn terhadap

seluruh angka yang ada, maka jika dibandingkan dengan ukuran rata-rata
lainnya, perhitungannya relative lebih sukar.
2)

Dalam menghitung Mean, sangat diperlukan ketelitian dan kesabaran,

lebih-lebih apabila kita dihadapkan pada bilangan yang cukup besar


sedangkan kita tidak memiliki alat Bantu perhitungan, seperti: mesin hitung,
kalkulator, dan sebagainya.
3)

Sebagai salah satu ukuran rata-rata, Mean kadang-kadang sangat

dipengaruhi oleh angka atau nilai ekstrimnya sehingga hasil yang diperoleh
kadang sangat jauh dari kenyataan yang ada.
b. Median
Kebaikan yang dimiliki oleh Median sebagai ukuran rata-rata ialah,
Mediannya dapat diperoleh dalam waktu yang singkat, karena proses
perhitungannya sederhana dan mudah.
Adapun kelemahannya ialah, Median sebagai ukuran rata-rata sifatnya kurang
teliti.
c. Modus
Kebaikan Modus ialah, dapat menolong diri kita untuk dalam waktu yang
paling singkat memperoleh ukuran rata-rata yang merupakan ciri khas dari
data yang kita hadapi.
Adapun kelemahannya ialah kurang teliti, karena Modus terlalu mudah atau
terlalu gampang diperoleh (dicapai). Selain itu, jika frekuensi maksimal yang
terdapat dalam distribusi frekuensi data yang kita teliti itu lebih dari satu buah,
maka akan kita peroleh Modus yang banyaknya lebih dari satu buah.
Kemungkinan lainnya, bisa terjadi bahwa dalam suatu distribusi frekuensi
tidak dapat kita cari atau tentukan Modusnya, disebabkan karena semua sekor

yang ada mempunyai frekuensi yang sama. Walhasil, sebagai salah satu
ukuran rata-rata, Modus sifatnya labil (tidak stabil).

4. Dalam keadaan yang bagaimana seharusnya kita mencari (menghitung) :


a. Mean;

b. Median;

c. Modus.

Jawab :
a. Mean
Mean kita gunakan apabila kita berhadapan dengan kenyataan seperti dikemukakan
berikut ini:
1)

Bahwa data statistic yang kita hadapi merupakan data yang distribusi
frekuensinya bersifat normal atau simetris; setidak-tidaknya mendekati
normal. Jadi, apabila data statistic yang kita hadapi bersifat a symetris, maka
untuk mencari Nilai Rata-rata data yang demikian itu hendaknya jangan
menggunakan Mean, sebab nilai rata-rata yang diperoleh nantinya akan terlalu
jauh menyimpang dari kenyataan yang sebenarnya.

2)

Bahwa dalam kegiatan analisis data, kita menghendaki kadar kemantapan atau
kadar kepercayaan yang setinggi mungkin. Seperti dapat kita amati pada
perhitungan yang dilakukan terhadap semua angka, tanpa kecuali; karena itu
sebagai ukuran rata-rata,Mean cukup diandalkan atau memiliki reliabelitas
yang tinggi.

3)

Bahwa dalam penganalisaan data selanjutnya, terhadap data yang sedang kita
hadapi atau kita teliti itu, akan kita kenbai ukuran-ukura statistic selain Mean,
misalnya: Deviasi Rata-rata, Deviasi Standar, Kolerasi dan sebagainya, seperti
akan dikemukakan dalam pembicaraan pada bab-bab berikutnya nanti.

b. Median
Median kita cari atau kita hitung, apabila kita berhadapan dengan kenyataan seperti
disebutkan berikut ini:
1)

Kita tidak memiliki waktu yang cukup luas atau longggar untuk menghitung
Nilai Rata-rata Hitung (Mean)-nya.

2)

Kita tidak ingin memperoleh nilai rata-rata dengan tingkat ketelitian yang
tinggi, melainkan hanya sekedar ingin mengetahui, sekor atau nilai yang
merupakan nilai pertengahan dati data yang sedang kita teliti.

3)

Distribusi Frekuensi data yang sedang kita hadapi itu bersifat a-simetris (tidak
normal).

4)

Data yang sedang kita teliti itu tidak akan dianalisa secara lebih dalam lagi
dengan mempergunakan ukuran statistik lainnya.

c. Modus
Mencari Modus kita lakukan apabila kita berhadapan dengan kenyataan sebagai
berikut:
1)

Kita ingin memperoleh nilai yang menunjukkan aturan rata-rata dalam waktu
yang paling singkat.

2)

Dalam mencari nilai yang menunjukkan ukuran rata-rata itu kita meniadakan
faktor ketelitian, artinya: ukuran rata-rata itu kita kehendaki hanya bersifat
kasar saja.

3)

Dari data yang sedang kita teliti (kita cari Modusnya) kita hanya ingin
mengetahui ciri khasnya saja

5. Jelaskan tentang adanya saling hubungan antara Mean, median, dan Modus
dengan mengemukakan contohnya!
Jawab :
Dalam keadaan khusus yaitu dalam keadaan distibusi frekuensi data yang kita
selidiki bersifat normal (=simetris) maka akan kita temui keadaan sebagai berikut;
a.

Mean = Median = Modus

b.

Modus = 3 Median 2 Mean

Contoh :
Interval Nilai

70-74

72

65-69

67

60-64

62

55-59

10

57

50-54

14

(52)M

45-49

10

47

40-44

42

35-39

37

+
4
+
3
+
2
+
1
0
1
2
3

fx

fk(b)

fk(a)

+8

64=N

+12

62

+18

58

15

+10

49

25

39

39

-10

25

49

-18

15

58

-12

62

30-34

Total

32

64=N

-8

4
-

0=f
x

6
4=N

Dengan memperhatikan distribusi frekuensi dari data yang disajikan di atas ini kita tahu
bahwa data tersebut di atas memiliki distribusi frekuensi yang bersifat simetris. Jika data
tersebut kita hitung Mean, Median, dan Modusnya. Mka baik Mean, Median, maupun
Modus akan berada pada satu titik, dengan kata lain:

Mean = Median = Modus.

M M 'i

( fx ' )
(0)
52
(N )
(64 )

= 52 + 0 = 52

N fkb
(32 25)
2

X 5 = 49,50 + 2,50 = 52
Mdn 1
Xi 49,50
14
fi
1

N fka
(32 25)
2

X 5 = 49,50 - 2,50 = 52
Mdn u
Xi 54,50
14
fi
Mo 1

fa
10
Xi 49 ,50
X 5 = 49,50 + 2,50 = 52
fa fb
10 10

Mo u

fb
10
Xi 54 ,50
X 5 = 54,50 2,50 = 52
fa fb
10 10

Modus = 3 Mdn 2 M = (3 x 52) (2 x 52)


= 156 104 = 52

6. Berikan definisi (pengertian) tentang :


a. Quartile;

b. Decile;

c. Percentile.

Jawab :
a. Quartile merupakan titik atau skor atau nilai yang membagi seluruh distribusi
frekuensi ke dalam empat bagian yang sama besar, yaitu masing-masing sebesar N.

Jadi di sini kita akan jumpai tiga buah Quartile, yaitu Quartile pertama (Q1), Quartile
kedua (Q2), dan Quartile ketiga (Q3). Ketiga Quartile inilah yang membagi seluruh
distribusi frekuensi dari data yang kita selidiki menjadi empat bagian yang sama
besar, masing-masing sebesar N
b. Decile merupakan titik atau nilai atau skor yang membagi seluruh frekuensi dari
data yang kita selidiki ke dalam 10 bagian yang sama besar, yang masing-masing
adalah sebesar 1/10 N. Jadi di sini kita jumpai sebanyak sembilan buah titik Decile,
dimana kesembilan buah decile itu membagi distribusi frekuensi ke dalam 10 bagian
yang sama besar.
Lambang dari Decile adalah D. Jadi 9 buah titik Decile dimaksud di atas adalah titiktitik:D1, D2, D3, D4, D5, D6, D7, D8, dan D9.
c. Percentileadalah titik atau nilai yang membagi distribusi data yang membagi seratus
bagian yang sama besar. Karena itu persentil sering disebut ukuran per-seratusan.Titik yang membagi distribusi data ke dalam seratus bagian yang sama besar itu
ialah titik-titik: P1, P2, P3, P4, P5, P6, ...dan seterusnya sampai dengan P99. Jadi di sini
kita dapati sebanyak 99 titik persentil yang membagi seluruh distribusi data ke dalam
seratus bagian yang sama besar, masing-masing sebesar 1/100N atau 1%.

7. Quartile dapat digunakan sebagai alat atau ukuran untuk mengetahui apakah
distribusi frekuensi dari data yang sedang kita hadapi berbentuk kurva normal
(kurva simetrik), juling positif, atau juling negatif. Jelaskan pernyataan tersebut
dengan mengemukakan sebuah contoh!
Jawab :
Diantara kegunaan Quartile adalah untuk mengetahui simetris (normal) atau a simetris
suatu kurva. Dalam hal ini patokan yang kita gunakan adalah sebagai berikut:
1. Jika Q3-Q2 = Q2 Q1 maka kurvanya adalah kurva normal.
2. Jika Q3 Q2 > Q2-Q1 maka kurva juling positif (kurva miring/berat ke kiri).
3. Jika Q3-Q2<Q2-Q1 maka kurva juling negative (kurva miring/berat ke kanan).

8. Percentile sangat berguna untuk digunakan sebagai alat ukuran untuk :


a. Mengubah raw score menjadi Nilai Standar Sebelas (Stanel)
b. Menetapkan Nilai Batas Lulus dalam suatu tes atau seleksi.
Kemukakan sebuah contoh mengenai pernyataan diatas!
Jawab :

a. Mengubah raw score menjadi Nilai Standar Sebelas (Stanel) , Dalam dunia
pendidikan, salah satu standard score yang sering digunakan adalah Eleven Point
Scale (skala bebas nilai) atau dikenal pula dengan nama Standard of Eleven (nilai
standar sebelas) yang lazim disingkat stanel.
Pengubahan dari raw score menjadi stanel itu dilakukan dengan jalan menghitung: P 1
P3 P8 P21 P39 P61 P79 P92 P97 dan P99.
Jika data yang kita hadapi berbentuk kurva normal (Ingat: norma atau standar selalu
didasarkan pada kurva normal itu), maka dengan 10 titik Percentile tersebut di atas
akan diperoleh nilai-nilai standar sebanyak 11 buah, yaitu: nilai-nilai 0, 1, 2, 3, 4, 5,
6, 7, 8, 9, dan 10
b. Menetapkan Nilai Batas Lulus dalam suatu tes atau seleksi, Misalkan sejumlah 80
orang individu seperti yang tertera pada tabel berikut.
Nilai

(X)

fkb

70-74

80 = N

65-69

(5) fi

77

P9

60-64

72

fkb

55-59

66

50-54

(59)

45-49

17

52

40-44

fi (15)

35-39

(35)

20

fkb

30-34

13

25-29

20-24

Total

80 = N

Hanya akan diluluskan 4 orang saja (= 4/8 X 100%) dan yang tidak akan diluluskan
adalah 76 orang (=76/80 X 100% = 95%), hal ini berarti bahwa P95 adalah batas nilai
kelulusan. Mereka yang nilai-nilainya berada pada P95 ke bawah, dinyatakan tidak
lulus; sedangkan yang di atas P95 dinyatakan lulus. Dalam perhitungan di atas telah
kita peroleh P95 = 68,50; berarti yang dapat diluluskan adalah mereka yang nilainya di
atas 68,50 yaitu nilai 69 keatas.

9. Tunjukkan bahwa Median, Quartile, Decile, dan percentile terdapat saling


hubungan, dengan mengemukakan sebuah contoh!
Jawab :
Quartile, Decile, dan Percentile perlu kiranya ditambahkan bahwa di antara ketiga
ukuran statistik tersebut terdapat saling hubungan, seperti terlihat di bawah ini:
1) P90

= D9

2) P80

= D8

3) P75

= Q3

4) P70

= D7

5) P60

= D6

6) P50

= D5

7) P40

= D4

8) P30

= D3

9) P25

= Q1

10) P20

= D2

11) P10

= D1

= Q2

= Median

Contoh:
Nilai Hasil Ulangan Kimia 40 Orang siswa Kelas XI SMAN X yang tertera pada tabel
dibawah
X

fkb

10

40 = N

12

34

11

22

11

N= 40

Total
P30
(

D5

Q2

7,6

8,31
8

)
8,31

10. Kutiplah kembali Data No.II.A; setelah itu hitunglah : Mean, Median, dan
Modus dari data tersebut!
Jawab :
Data No.II.A :
7

10

10

Tabel Data :
X

Fx

12

20

10

50

15

90

12

84

64

36

10

20

X = 52

N = 60

fx = 376

Mean :
Mx

fX
N

= 62,67

Median :

Fk(b)

Fk(a)

60 = N

56

10

51

19

15

41

34

12

26

46

14

54

58

10

60 = N

X = 52

N = 60

N = 60 maka 1/2N = X 60 = 30, sehingga dapat diketahui median pada Nilai (x) = 6

Batas Atas Nyata = 6 + 0,5 = 6,5

Fk (a) = 19

Fi = 15

Maka :

1 N fk

Mdn u 2
b

fi

6,5

30 19
15

= 6,5 11/15 = 6,5 0,73


= 5,77
Modus :
Modus dari data tersebut adalah 6 karena memiliki frekuensi paling banyak sebanyak
15
11. Kutiplah kembali Data No.II.C; setelah itu hitunglah : Q1, Q2, Q3, D3, D6, D9, P10,
P25, dan P70.
Data No IIC

59 45 53 47 57 64 62 62 65 57 57 81 83
65 76 53 61 60 37 51 51 63 81 60 77 48
71 57 82 66 54 47 61 76 50 57 58 52 57
40 53 66 71 61 61 55 73 50 70 59 50 59
69 67 66 47 56 60 43 54 47 81 76 69 50
Tabel Distribusi Frekuensi Data II.C

Fkb

1
1
2
5
6
6
8
7
8
6
3
2
1
4
3
2
65

1
2
4
9
15
21
29
36
44
50
53
55
56
60
63
65 = N
-

65 = N
64
63
61
56
50
44
36
29
21
15
12
10
9
5
2
-

) =

= 59

Q3
Q3 =

fka

Q2
Q2 =

Q1
Q1 =

Interval
Kelas
37 39
40 42
43 45
46 48
49 51
52 54
55 57
58 60
61 63
64 66
67 69
70 72
73 75
76 78
79 81
82 84
Total

D3

52,291

D3 =

P10
P10 =

D6
D6 =

) = 76,625

P70
P70 =

12. Kutiplah kembali Data No.II.D; setelah itu hitunglah Mean-nya dengan
menggunakan Rumus Panjang dan Rumus Singkat.
Jawab :
Data No IID
43 62 52 48 46 65 43 48 52 51 57 48 48
38 42 44 46 43 35 42 42 45 44 46 40 40
47 52 38 51 45 38 51 40 46 45 54 55 41
50 59 42 39 56 44 43 47 51 43 50 34 40
53 42 31 45 51 43 48 41 43 48 41 55 40

a.

Perhitungan Mean Data II D Menggunakan Metode Panjang


Interval Nilai

fX

(midpoint)

31 37
38 44
45 51
52 58
59 65

3
27
23
9
3

34
41
48
55
62

total

N = 160

102
1107
1104
495
186

2994

Note : X adalah mindpoint masing-masing interval

b.

Perhitungan Mean Data IID Menggunakan Metode Singkat


Interval Nilai

fx

31 37

34

+1

34

38 44
45 51
52 58
59 65

27
23
9
3

41(M)
48
55
62

total

N = 160

0
-1
-2
-3
2994

0
-48
-

13. Kutiplah Data No.II.B; setelah itu :


a. Hitunglah Q1, Q2, dan Q3;
b. Tetapkan bentuk kurvanya.
Jawab :
Data No IIB
57 53 57 60 54 57 56 61 57 54
59 53 60 57 57 58 54 57 55 56
62 59 55 56 60 56 56 60 53 57
60 56 57 54 63 57 56 58 63 58
57 58 56 58 56 58 59 54 57 58
55 60 58 57 57 55 58 59 55 56
58 57 61 55 61 62 55 62 61 59
61 59 62 59 59

skor

fkb

53

75 = N

54

72

55

67

56

10

60

57

15

50

58

10

35

59

25

60

17

61

11

62

63

Total

N = 75

Q1= N = (75) = 18,75. Terletak pada skor 59. Maka : l = 58,50; fi =

8 ; fkb = 17.
Q1 =

) =

58,718

Q2= 2/4 N = 2/4 (75) = 37,5. Terletak pada skor 57. Maka : l = 56,50; fi
= 15 ; fkb = 35.
Q2 =

) =

56,66

Q3=3/4 N = 3/4 (75) = 56,25. Terletak pada skor 56. Maka : l = 55,,50;
fi = 10 ; fkb = 50
Q3 =

) =

56,125

Q3 Q2 > Q2 Q1
56,125 56,66 > 55,66 58,718
-0,541 > -3,052
Kurva miring/ juling positif.

14. Kutiplah kembali Data No.II.D. Jika data tersebut merupakan nilai hasil tes
Bahasa Arab dari 60 orang peserta tes seleksi, dan dari jumlah tersebut yang
akan diterima (diluluskan) hanya 5 orang, cobalah saudara cari atau tentukan
Nilai Batas Lulusnya dengan menggunakan Percentile!
Jawab :
Data No IID
43 62 52 48 46 65 43 48 52 51 57 48 48
38 42 44 46 43 35 42 42 45 44 46 40 40
47 52 38 51 45 38 51 40 46 45 54 55 41
50 59 42 39 56 44 43 47 51 43 50 34 40
53 42 31 45 51 43 48 41 43 48 41 55 40

Tabel Distribusi Data No IID


Interval Nilai

fkb

31 37

65 = N

38 44
45 51
52 58
59 65

27
23
9
3

62
35
12
3

total

N = 65

Dari 85 peserta tes hanya diluluskan 5 orang saja maka ( 5/65 x 100% = 8%) yang tidak
diluluskan sebanyak 60 orang (60/65 x 100% = 92%). Ini berarti bahwa P92 adalah batas
kelulusan.
P92= 92/100 N = 97/100 (65) = 63,05. Terletak pada skor 31 37. Maka : l = 30,50; fi =
3 ; fkb = 62.
P92 =

)i =

32,95

Berarti yang dapat diluluskan adalah meraka yang nilainya diatas 32,95.

15. Kutiplah kembali Data No.II.B. Setelah itu, cobalah Saudara hitung : Mean,
median, dan Modusnya.
Jawab :
Data No IIB
57 53 57 60 54 57 56 61 57 54
59 53 60 57 57 58 54 57 55 56
62 59 55 56 60 56 56 60 53 57
60 56 57 54 63 57 56 58 63 58
57 58 56 58 56 58 59 54 57 58
55 60 58 57 57 55 58 59 55 56
58 57 61 55 61 62 55 62 61 59
61 59 62 59 59
Skor(x)
53
54
55
56
57
58
59
60
61
62
63

F
3
5
7
10
15
10
8
6
5
4
2

fx
159
270
385
560
855
580
472
360
305
248
126

Fkb
75 = N
72
67
60
50
35
24
17
11
6
2

Total

N = 75

4317

Penyelesaian
Mean

Median
)= 56,50 + (

Mdn = l + (

) = 56,666

Modus
Mo = 57

16. Kutiplah kembali Data No.II.C. Setelah itu cobalah Saudara cari :
a. Mean-nya dengan menggunakan Rumus Panjang dan Rumus Pendek(Metode
Singkat)
b. Median-nya
c. Modus-nya
Jawab ;
Data No IIC
59 45 53 47 57 64 62 62 65 57 57 81 83
65 76 53 61 60 37 51 51 63 81 60 77 48
71 57 82 66 54 47 61 76 50 57 58 52 57
40 53 66 71 61 61 55 73 50 70 59 50 59
69 67 66 47 56 60 43 54 47 81 76 69 50

Tabel Distribusi Frekuensi Data IIC


Interval
Kelas
37 39
40 42
43 45
46 48
49 51
52 54
55 57
58 60
61 63
64 66

Fx

Fkb

fka

1
1
2
5
6
6
8
7
8
6

38
41
44
45
50
51
56
59
62
65

38
41
88
225
300
306
448
413
496
390

65 = N
64
63
61
56
50
44
36
29
21

1
2
4
9
15
21
29
36
44
50

67 69
70 72
73 75
76 78
79 81
82 84
Total
a.

3
2
1
4
3
2
65

68
71
74
77
80
83
-

204
142
74
308
240
166
3879

15
12
10
9
5
2
-

53
55
56
60
63
65 = N

Meannya dengan menggunakna rumus panjang

=
b.

Median
Mdn = l + (

= 57,50 + (

)3

= 59

c.

Modus
Mo = l+ (

= 89,50 + (

)5

= 91,50

17. Dengan Menghitung lebih dahulu Q1, Q2, dan Q3, cobalah Saudara tetapkan
bentuk kurva dari Data NO.II.D.
Jawab :
Data No IID
43 62 52 48 46 65 43 48 52 51 57 48 48
38 42 44 46 43 35 42 42 45 44 46 40 40
47 52 38 51 45 38 51 40 46 45 54 55 41
50 59 42 39 56 44 43 47 51 43 50 34 40
53 42 31 45 51 43 48 41 43 48 41 55 40

Tabel Distribusi Data No IID


Interval Nilai

fkb

59 65
52 58
45 51
38 44
31 37

3
9
23
27
3

total

65 = N
62
53
30
3

N = 65

Q1 = N = (65) = 16,25. Terletak pada skor 38 - 44. Maka : l = 37,50;


fi = 27 ; fkb = 3.
Q1 =

)i =

40,935

Q2= 2/4 N = 2/4 (65) = 32,5. Terletak pada skor 45 - 51. Maka : l =
44,50; fi = 23; fkb = 30.
Q2 =

45,261

Q3=3/4 N = 3/4 (65) = 48,75. Terletak pada skor 45 - 51. Maka : l =


44,50; fi = 23 ; fkb = 30
Q3 =

) =

Q3 Q2 > Q2 Q1
50,206 45,261>45,261 40,935
4,945 > 4,326
Kurva miring/ juling positif.

50,206

18. Dari sejumlah 266 orang lulusan SMTA yang mengikuti Tes Seleksi Penerimaan
Calon Mahasiswa Baru pada sebuah Perguruan Tinggi Agama Islam, berhasil
dicatat skor hasil tes mereka dalam ujian Dirasat, Islamiyah sebagai berikut :
Skor

90-94

85-89

10

80-84

14

75-79

19

70-74

30

65-69

33

60-64

40

55-59

32

50-54

25

45-49

21

40-44

18

35-39

10

30-34

25-29

20-24

1
266 = N

Soal :
a. Berapakah Nilai Rata-rata Hitung yang berhasil dicapai oleh 266 orang calon
yang mengikuti Tes Seleksi tersebut (dengan catatan bahwa perhitungan Nilai
Rata-rata Hitung itu hendaknya dilakukan agar menggunakan Metode Panjang
dan Metode Singkat)?
b. Ubahlah skor hasil tes tersebut menjadi stanel (Nilai Standar Sekala Sebelas),
dengan menggunakan ukuran Percentile!
c. Skor berapakah yang merupakan Modus dari data tersebut diatas?

d. Jika dari jumlah 266 orang calon itu yang akan diluluskan (dinyatakan
diterima sebagai mahasiswa baru) hanya 45 orang, tetapkan Nilai Batas
Lulusnya dengan menggunakan ukuran Percentile!
Jawab :
a. Nilai Rata-rata Hitung yang berhasil dicapai oleh 266 orang calon yang mengikuti
Tes Seleksi
-

Metode Panjang :
Nilai

fX

90 94

92

368

85 89

10

87

870

80 84

14

82

1148

75 79

19

77

1463

70 74

30

72

2160

65 69

33

67

2211

60 64

40

62

2480

55 59

32

57

1824

50 54

25

52

1300

45 49

21

47

987

40 44

18

42

756

35 39

10

37

370

30 34

32

182

25 29

27

81

20 24

22

22

Total

266 = N

Interval

16232 =

Maka Mean adalah :


Mx

fX
N

16232
61,023
266

Metode Singkat
Nilai
Interval
90 94

Fx

92

+6

+24

fX

85 89

10

87

+5

+50

80 84

14

82

+4

+56

75 79

19

77

+3

+57

70 74

30

72

+2

+60

65 69

33

67

+1

+33

60 64

40

62 (M)

55 59

32

57

-1

-32

50 54

25

52

-2

-50

45 49

21

47

-3

-63

40 44

18

42

-4

-72

35 39

10

37

-5

-50

30 34

32

-6

-36

25 29

27

-7

-21

20 24

22

-8

-8

Total

266 = N

-52

Maka Mean adalah :


fX '
62 5 52
M x M 'i
N
266

M x 62

260
62 0,97 61,023
266

c. Stanel (Nilai Standar Sekala Sebelas) :

P1:
Titik P1 = 1/100 N = 1/100 x 266 = 2,66 (terletak pada skor 25-29). Dengan
demikian: l = 24,5; fi = 3; fkb = 1 sedangkan i = 5.
1
N fkb
2,66 1

100
xi 24,5
P1 = l +
x5 27,265

fi

P3 :
Titik P1 = 3/100 N = 3/100 x 266 = 7,98 (terletak pada skor 30-34).
3
N fkb
7,98 4

100
xi 29,5
P3 = l +
x5 31,49

fi
6

P8 :

Titik P8 = 8/100 N = 8/100 x 266 = 21,28 (terletak pada skor 40-44).


8
N fkb
21,28 20
xi 39,5
P8 = l + 100
x5 39,855

fi
18

P21 :
Titik P21 = 21/100 N = 21/100 x 266 = 55,86 (terletak pada skor 45-49).
21
N fkb
55,86 38

100
xi 44,5
P21 = l +
x5 48,752

fi
21

P39 :
Titik P1 = 39/100 N = 39/100 x 266 = 103,74 (terletak pada skor 55-59).
39
N fkb
103,74 84

100
xi 54,5
P39 = l +
x5 57,584

fi
32

P61 :
Titik P61 = 61/100 N = 61/100 x 266 = 162,26 (terletak pada skor 65-69).
61
N fkb
162,26 156

100
xi 64,5
P61 = l +
x5 65,448

fi
33

P79 :
Titik P79 = 79/100 N = 79/100 x 266 = 210,14 (terletak pada skor 70-74).
79
N fkb
210,14 189

100
xi 69,5
P79 = l +
x5 73,023

fi
30

P92 :
Titik P92 = 92/100 N = 92/100 x 266 = 244,72 (terletak pada skor 80-84).
92
N fkb
244,72 238

100
xi 79,5
P92 = l +
x5 81,9

fi
14

P97 :
Titik P97 = 97/100 N = 97/100 x 266 = 258,02 (terletak pada skor 85-89).
97
N fkb
258,02 252

100
xi 84,5
P97 = l +
x5 87,51

fi
10

P99 :
Titik P99 = 99/100 N = 99/100 x 266 = 263,34 (terletak pada skor 90-94).

99
N fkb
263,34 262
xi

89
,
5

P99 = l + 100

x5 91,175

fi
4

Maka Nilai Stanelnya adalah :


27,265 - 31,49 - 39,855 - 48,752 - 57,584 - 65,448 -73,023 - 81,9 - 87,51 91,175

d. Modus :
Nilai
Interval

Mo = l +

fa

fa fb

90 94

85 89

10

80 84

14

75 79

19

70 74

30

65 69

33

(60 64)

(40)

55 59

32

50 54

25

45 49

21

40 44

18

35 39

10

30 34

25 29

20 24

Total

266 = N

xi = 59,50 +

33

33 32

x5

= 59,50 + 2,538 = 62,038

e. Nilai Batas Lulusnya jika hanya menerima 45 orang :


Lulus : 45/266 x 100% = 16,9 %
Tidak Lulus : 221/266 x 100% = 83,1 %

Hal ini berarti bahwa P83 adalah batas nilai kelulusan. Mereka yang nilai-nilainya
berada pada P83 ke bawah, dinyatakan tidak lulus; sedangkan yang di atas P95
dinyatakan lulus.
-

P83 :
Titik P83 = 83/100 N = 83/100 x 266 = 220,78 (terletak pada skor 75-79).
83
N fkb
220,78 219
xi

74
,
5

P83 = l + 100

x5 74,59

fi
19

Berarti yang dapat diluluskan adalah mereka yang nilainya di atas 74,59

19. Dari kegiatan eksperimen yang dilakukan sebanyak 6 kali, diperoleh skor
sebagai berikut :
Eksperimen ke :

Skor

26

13

20

18

10

15

Carilah Nilai Rat-rata Ukur dari skor hasil eksperimen tersebut tanpa
menggunakan Daftar Logaritma.
Jawab :
Eksperimen ke :

Skor

Log X

26

1,4149

13

1,1139

20

1,3010

18

1,2552

10

15

1,1760
7,261 = Log X

Log GM =

log X 7,261 1,2101


N

Dengan demikian GM = anti-log 1,2101 = 16,22

20. Berapakah Nilai Rata-rata Harmonik dari kumpulan bilangan: 3, 4, 6, 8, dan


12?
Jawab : X1 = 3 ; X2 = 4 ; X3 = 6 ; X4 = 8 ; X5 = 12
Maka :
1
1 8

X 1 3 24
1
1 6

X 2 4 24
1
1 4

X 3 6 24
1
1 3

X 4 8 24

1
1
2

X 5 12 24

Jumlah:

23
24

Karena N=5, maka nilai rata-rata harmoniknya adalah

HM =

N
1

5
2,608
23
24