Anda di halaman 1dari 5

TUGAS PENDAHULUAN

Grup
SMT/Kelas
Judul

: 01
: 5/TT 5C
: DIODE MODULATOR

Nama

: 1.Bagus Adhi Nugroho


2. Clarissa Nadya Arina
3. Dewi Amelia Putri
4. Muhamad Josilen

MODULATOR
Modulator adalah suatu rangkaian yang berfungsi melakukan proses modulasi, yaitu proses
menumpangkan data pada frekuensi gelombang pembawa (carrier signal) ke sinyal
informasi/pesan agar bisa dikirim ke penerima melalui media tertentu (kabel atau udara), biasanya
berupa gelombang sinus. Dalam hal ini sinyal pesan disebut juga sinyal pemodulasi
Pada modulasi amplitudo, amplitudo pembawa Uc diubah oleh tegangan modulasi, Um. Ini
bertujuan agar rangkaian penguat dimana penguatan dapat langsung dikontrol dengan Um
(contoh dual FET amplifier) secara ideal.
Pada percobaan ini digunakan metode dimana tegangan Uc dan Um pada mulanya
ditambahkan bersama dan pada yang sama, diubah oleh dioda. Transistor adalah FET dengan
kontrol tegangan frekuensi tinggi seperti Um, menghasilkan amplitudo yang bermacam-macam.
Rangkaian osilator pada keluaran menghilangkan distorsi dan gelombang sinus dihasilkan dengan
amplitudo yang bervariasi sesuai dengan sinyal masukan.
Distorsi tegangan jumlah dapat dikurangi dari karakteristik kontrol transistor. Pembawa
yang dimodulasi dengan gelombang sinus akan mengandung komponen-komponennya antara lain

TUGAS PENDAHULUAN
Frekuensi F1 dan F2 adalah diketahui sebagai sideband-sideband dan amplitudonya tergantung
pada prosentasi modulasi.
Modulasi Amplitudo (Amplitude Modulation, AM) adalah proses menumpangkan sinyal
informasi ke sinyal pembawa (carrier) dengan sedemikian rupa sehingga amplitudo gelombang
pembawa berubah sesuai dengan perubahan simpangan (tegangan) sinyal informasi. Pada jenis
modulasi ini amplituda sinyal pembawa diubah-ubah secara proporsional terhadap amplituda
sesaat sinyal pemodulasi, sedangkan frekuensinya tetap selama proses modulasi.

Modulasi Amplitudo
Seperti telah disinggung di depan, bahwa proses modulasi amplitudo dilakukan dengan
mempengaruhi level amplitudo sinyal pembawa oleh sinyaJ yang dibawa (sinyal pemodulasi).
Sistem modulasi yang tergolong modulasi amplitudo disimbolkan emisinya sebagai A3E yang
menunjukkan, bahwa sinyal pembawa utamanya (main carrier) di-modulasi secara AM
standard/double sideband (simbol pertama = A), dan sinyal pemo-dulasinya adalah satu kanal
informasi analog (simbol kedua = 3), serta sinyal pemo-dulasi tersebut adalah sinyal audio (simbol
ketiga = E).
Sistem modulasi amplitudo tergolong luas digunakan terutama untuk penyiaran program radio
(audio broadcasting) seperti sistem radio MW (medium wave), SW (short wave), maupun sistem
penyiaran televisi dan komunikasi serat optik. Dengan sistem radio SW misalnya, program radio
dari satu tempat di dunia ini dimungkinkan dapat diterima di lokasi lain di balik bola dunia ini.
Simbol Umum Dioda

TUGAS PENDAHULUAN

Dioda disimbolkan dengan gambar anak panah yang pada ujungnya terdapat garis yang
melintang. Simbol tersebut sebenarnya adalah sebagai perwakilan dari cara kerja dioda itu
sendiri. Pada pangkal anak panah disebut juga sebagai anoda (kaki positif = P) dan pada ujung
anak panah disebut sebagai katoda (kaki negative = N).
II. Struktur Dioda Untuk Pertama Kalinya

Gambar Struktur dioda


Di atas merupakan gambar dari struktur dioda untuk pertama kalinya. Plate dirancang
mengelilingi katoda, didalam katoda ditanam sebuah heater, dimana pada saat katoda
dipanaskan maka, electron yang ada pada katoda akan bergerak menuju plate.
III. Bias Maju Dioda

Gambar dioda bias maju

TUGAS PENDAHULUAN

Gambar di atas merupakan gambar karakteristik dioda pada saat diberi bias maju. Lapisan
yang melintang antara sisi P dan sisi N diatas disebut sebagai lapisan deplesi (depletion layer),
pada lapisan ini terjadi proses keseimbangan hole dan electron. Secara sederhana cara kerja
dioda pada saat diberi bias maju adalah sebagai berikut, pada saat dioda diberi bias maju, maka
electron akan bergerak dari terminal negative batere menuju terminal positif batere
(berkebalikan dengan arah arus listrik). Elektron yang mencapai bagian katoda (sisi N dioda)
akan membuat electron yang ada pada katoda akan bergerak menuju anoda dan membuat
depletion layer akan terisi penuh oleh electron, sehingga pada kondisi ini dioda bekerja bagai
kawat yang tersambung.
IV. Bias Mundur Dioda

Gambar dioda bias mundur


Berkebalikan dengan bias maju, pada bias mundur electron akan bergerak dari terminal
negative batere menuju anoda dari dioda (sisi P). Pada kondisi ini potensial positif yang
terhubung dengan katoda akan membuat electron pada katoda tertarik menjauhi depletion
layer, sehingga akan terjadi pengosongan pada depletion layer dan membuat kedua sisi
terpisah. Pada bias mundur ini dioda bekerja bagaikan kawat yang terputus dan membuat
tegangan yang jatuh pada dioda akan sama dengan tegangan supply.

TUGAS PENDAHULUAN

Berikut adalah beberapa macam dioda yang sering ditemukan :


1. Dioda Bridge (4 buah dioda penyearah)
2. Dioda Zener (Sebagai penstabil tegangan)
3. LED (Light Emiting Dioda)
4. 7 - Segment
5. dll
Pada umunya dioda dibuat dari bahan semikonduktor sbb :
1. Silicon, tegangan yang jatuh pada saat bias maju adalah 0,7 volt.
2. Germanium, tegangan yang jatuh pada saat bias maju adalah 0,3 volt