Anda di halaman 1dari 5

2009

Program Studi Akuntansi Fakultas Ekonomi


Program Kelas Karyawan
Universitas Mercubuana Jakarta

Modul 8
Mata kuliah
Hari/Jam kuliah
Dosen

: Auditing II
: Minggu, 13.30 16.00 WIB
: Budi Prayogi,SE,MM

AUDIT ATAS SIKLUS PEROLEHAN DAN PEMBAYARAN KEMBALI MODAL


Pada bab ini akan membahas audit perolehan sumber daya modal di dalam bentuk
hutang berbunga serta ekuitas pemilik dan pelunasan kembali modal. Siklus perolehan
modal dan pelunasan kembali modal juga meliputi pembayaran bunga dan dividen.

Gambaran umum siklus Perolehan dan pembayaran kembali modal


Empat karakteristik siklus perolehan dan pelunasan kembali modal mempengaruhi secara
siginifikan audit akun-akun berikut :
1. Relatif sedikit transaksi yang mempengaruhi saldo akun, tetapi setiap transaksi
seringkali jumlahnya sangat material. Misalnya, obligasi jarang diterbitkan oleh
kebanyakan perusahaan, tetapi jumlah suatu penerbitan obligasi biasanya besar.
2. Jika tidak dimasukkan satu transaksi tertentu, mungkin jumlahnya akan material.
Misalnya, penghilangan atau salah dibukukan satu transaksi kewajiban tertentu
mempunyai dampak yang material pada laporan keuangan.
3. Terdapat hubungan hukum antara entitas usaha klien dan pemegang saham,
obligasi atau dokumen-dokumen kepemilikan serupa.
4. Terdapat hubungan langsung antara akun bunga dan dividen dengan kewajiban
dan ekuitas. Dalam audit hutang berbunga, diharapkan sekaligus menverfiikasi
beban bunga terkait dan hutang bunga.

Akun-akun dalam siklus


Akun-akun dalam siklus perolehan dan pelunasan kembali modal pada perusahaan
tertentu tergantung pada

jenis aktivitas

bisnis perusahaan itu dan

bagaimana

pendanaannya.

PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB

Budi Proyaga, SE., MM

AUDITING II

2009

Berikut ini adalah siklus-siklus yang seringkali ditemukan :

Wesel bayar

Kontrak yang masih harus di bayar

Hutang hipotik

Hutang obligasi

Beban bunga

Bunga yang masih harus di bayar

Kas Bank

Modal saham Saham biasa

Modal saham- Saham preferen

Kelebihan modal disetor atas nilai pari

Modal yang disumbangkan

Laba ditahan

Pencadangan laba di tahan

Saham tresuri

Dividen yang diumumkan

Dviden yang terhutang

Akun modal perusahaan perseorangan

Akun modal perusahaan persekutuan

A. Wesel Bayar
Wesel bayar adalah kewajiban hukum kepada kreditor, yang tidak dijamin atau dijamin
dengan aktiva. Umumnya wesel diterbitkan untuk suatu periode antara 1 bulan dan 1
tahun, tetapi terdapat juga wesel jangka panjang yang lebih dari setahun.
Tujuan audit wesel bayar adalah untuk menentukan apakah berikut ini benar:

Pengendalian intern atas wesel bayar memadai

Transaksi untuk pokok pinjaman dan bunga yang melibatkan wesel bayar
diotorisasi dan dibukukan dengan semestinya sebagaimana didefinisikan menurut
enam tujuan audit terkait transaksi

Kewajiban atas wesel bayar dan beban bunga terkait beserta hutang yang masih
harus dibayar dinyatakan dengan semestinya sebagaimana didefinisikan menurut
delapan dari Sembilan tujuan audit terkait saldo.

PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB

Budi Proyaga, SE., MM

AUDITING II

2009

Pengendalian Intern
Terdapat empat pengendalian penting atas wesel bayar :
1. Otorisasi yang memadai atas penerbitan wesel baru
Tanggung jawab atas penerbitan wesel baru harus terletak pada dewan direksi atau
manajemen puncak. Biasanya diperlukan dua tanda tangan pejabat tinggi
perusahaan untuk setiap perjanjian pinjaman.
2. Pengendalian yang mencukupi atas pembayaran pokok pinjaman dan bunga.
Pembayaran bunga dan pokok pinjaman harus dikendalikan sebagai bagian dari
siklus perolehan dan pembayaran. Pada saat wesel diterbitikan, bagian akuntansi
harus menerima satu tembusan seperti pada penerimaan faktur dan laporan
penerimaan.
3. Dokumen dan catatan-catatan yang memadai. Hal ini meliputi penyelenggaraan
buku tambahan dan pengawasan terhadap wesel-wesel kosong atau yang telah
dibayar oleh petugas yang bertanggung jawab.
4. Verifikasi yang independen secara periodik.
Secara

periodik,

catatan-catatan

wesel

yang

dibuat

terperinci,

harus

direkonsiliasikan terhadap buku besar dan dibandingkan dengan catatan pemegang


wesel, oleh karyawan yang tidak bertanggung jawab atas pencatatan kunci. Pada
waktu yang sama, karyawan independen harus menghitung kembali beban bunga
wesel untuk menguji keakuratan dan kecukupan pencatatan.

Pengujian Pengendalian dan Pengujian Substantif atas Transaksi


Pengujian atas transaksi-transaksi wesel bayar akan mencakup penerbitan wesel serta
pelunasan kembali pokok pinjaman dan bunga.

Prosedur analitik

Prosedur Analitik

Kemungkinan salah saji

Hitung ulang estimasi beban bunga atas Salah-saji

beban

bunga

dan

bunga

dasar tingkat bunga rata-rata dan wesel terhutang atau pengabaian wesel bayar
bayar bulanan keseluruhan

yang beredar

Bandingkan wesel bayar yang beredar Pengabaian atau salah saji wesel bayar
dengan tahun sebelumnya
Bandingkan saldo total wesel bayar, beban Salah saji beban bunga terhutang, atau

PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB

Budi Proyaga, SE., MM

AUDITING II

2009

bunga dan bunga terhutang dengan tahun wesel bayar sebelumnya


sebelumnya

Pengujian Terinci atas saldo


Tiga tujuan audit terkait saldo yang terpenting dalam wesel bayar adalah sebagai berikut :
1. Wesel bayar yang ada telah dimasukkan (kelengkapan)
2. Wesel bayar di dalam skedul dibukukan secara akurat (keakuratan)
3. Wesel bayar disajikan dan diungkapkan secara semestinya (penyajian dan
pengungkapan).
Tujuan audit yang

Prosedur umum tes rincian

berhubungan dengan

saldo

Komentar

saldo
Wesel bayar dalam skedul

Masukkan daftar wesel bayar

Acapkali upaya ini 100 persen

wesel bayar sesuai dengan

untuk wesel bayar dan bunga

berhasil dengan baik karena

berkas induk atau register

yang diterima.

ukuran populasinya kecil

wesel bayar klien, dan

Lacak total ke buku besar

jumlahnya telah ditambahkan

Lacak wesel bayar individu

secara benar dan cocok

ke file induk

dengan buku besar


(kecocokan rincian)
Wesel bayar terdapat dalam

Konfirmasikan wesel bayar

Tujuan eksistensi ini tidak

jadwal (eksistensi)

Ujilah salinan wesel untuk

sepenting kelengkapan atau

otorisasi.

akurasi

Ujilah notulen pertemuan


untuk persetujuan pinjaman
Keberadaan wesel bayar

Ujilah wesel yang dibayar

Tujuan

termasuk dalam jadwal

setelah akhir tahun untuk

mengungkap baik kesalahan

wesel bayar (kelengkapan)

menentukan apakah terdapat

dan penipuan. Tiga prosedur

kewajiban pada tanggal

ini dijalankan pada seluruh

neraca.

audit.

Prosedur

Dapatkan satu standar

untuk

menemukan

liabilitas

konfirmasi bank termasuk

yang

diabaikan

mungkin

referensi khusus atas

dibutuhkan pada saat internal

PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB

Budi Proyaga, SE., MM

ini

AUDITING II

penting

untuk

tambahan

2009

keberadaan wesel bayar dari

lemah

semua bank yang pernah


bekerjasama dengan klien.
Tinjau ulang rekonsiliasi bank
untuk nota kredit baru
langsung ke rekening bank
Wesel bayar dan bunga yang

Periksalah salinan wesel

Dalam banyak kasus, mungkin

diterima pada jadwal adalah

untuk menentukan suku

membutuhkan kalkukasi.

akurat (akurasi)

bunga dan pokok pinjaman.

Gunakan teknik nilai saat ini,

Konfirmasikan kepada

suku bunga terkait atau jumlah

seluruh pemegang wesel

pokok dari wesel. Sebagai

wesel bayar, suku bunga dan

contoh, misalnya ketika

tanggal terakhir bunga telah

peralatan diperoleh dengan

dibayar.

wesel.

Kalkulasi ulang bunga yang


diterima
Wesel bayar dalam jadwal

Periksalah tanggal jatuh

terklasifikasi dengan baik

tempo pada salinan wesel

(klasifikasi)

untuk memastikan semua


atau sebagian wesel adalah
kewajiban lama.
Periksa ulang wesel tersebut
guna menentukan apakah
sebagian berkaitan dengan
kelompok nota atau dengan
hutang dagang wesel

Wesel bayar dimasukkan

Periksalah salinan wesel

Wesel harus dimasukkan

dalam periode yang benar

untuk menentukan apakah

sebagai kewajiban periode

(pemotongan)

wesel baru itu diberi tanggal

sekarang ketika bertanggal

pada atau sebelum tanggal

pada atau sebelum tanggal

neraca

neraca

Perusahaan memiliki

Periksalah wesel untuk

kewajiban untuk membayar

menentukan apakah

PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB

Budi Proyaga, SE., MM

AUDITING II