Anda di halaman 1dari 3

Struktur Protein

Pada protein terdapat empat tingkat struktur yaitu primer, sekunder, tersier dan
kuarterner. Struktur primer suatu protein merupakanurutan linear asam amino dalam rantai
polipeptia.

Struktur sekunder (yang mencangkup heliks- dan lembar ) yang terdiri dari

daerah-daerah local rantai polipeptida yang memiliki konformasi regular yang distabilkan oleh
ikatan hidrogen. Konformasi tiga dimensi total dari keseluruhan suatu rantai polipeptida disebut
struktur tersier, yang mencakup heliks-, lembar dan daerah berbentuk globular (atau sferis).
Sebagian protein memperlihatkan struktur kuarterner; konformasi tiga dimensi suatu protein
multisubsunit yang terdiri dari sejumlah rantai polipeptida (atau subunit) disatukan oleh interaksi
non kovalen (Dawn B.Marks dkk, 2000).

(Dawn B.Marks dkk, 2000).

Struktur Primer
Pada struktur ini menggambarkan tentang jumlah, urutan sifat asam amino dan lokasi
ikatan disulfida. Jadi, Struktur primer suatu protein semata-mata adalah urutan linear asam amino
yang yang disatukan oleh ikatan peptide dan tidak terjadi percabangan rantai (Dawn B.Marks
dkk, 2000).

(Richard A. et.all, 2008)

Ikatan Peptida
Asam amino yang ada di dalam protein disatukan oleh ikatan kovalen peptida
(ikatan amida) untuk membentuk rantai linear yang disebut polipeptida. Pada ikatan
peptida, gugus -karboksil sebuah asam amino melekat secara kovalen ke gugus -asam
amino (Dawn B.Marks dkk, 2000). Asam amino ada di dalam protein dengan ikatan kovalen
peptida terbentuk antara dua asam amino dengan pembebasan molekul H2O. Kekuatan untuk
ikatan peptida ini dibentuk oleh - C dan - N (Jaypee Brother, .).

(Dawn B.Marks dkk, 2000).

Karakteristik Ikatan Peptida


Ikatan peptida sangat stabil dan di hidrolisis kimia memerlukan kondisi yang
sangat ekstrim. Ikatan peptida diuraikan dengan bantuan enzim proteolitik yang disebut
protease. Ikatan ini adalah gabungan (hibrida) dari dua status resonansi, ikatan memiliki
ikatan rangkap parsial.

Dimana pada gambar C merupakan bentuk resonansi ikatan peptida dimana


ikatan tersebut merupakan ikatan gabungan antara (A) dan (B). Oksigen karbonil pada
gambar tersebut memiliki muatan negative parsial dan nitrogen memiliki muatan positif
parsial. Oleh karena itu strukturnya planar dan tidak terjadi rotasi. Pada polipeptida karbon dari asam amino yang berdekatan biasanya berada dalam konfigurasi trans yaitu
karbon terletak disisi yang berlawanan dengan ikatan peptida. (Dawn B.Marks dkk,
2000).

Daftar Pustaka
Marks, Dawn B., 2000. Biokimia Kedokteran Dasar : sebuah pendekatan klinis. EGC. Jakarta.
Jaypee Brothers.(

). Biochemistry : Instant Notes for Medical Student. Medical Publishers

Ltd. New Delhi.


Richard, A. Harvey (Ph.D), Dennise. Ferrier. 2008. Biochemistry 4th ed. Library of Congress
Cataloging in-Publication Data. China.