Anda di halaman 1dari 32

BAB 1

PENDAHULUAN

1.1 LATAR BELAKANG


Menurut bentuk dan struktur selnya makhluk hidup dibedakan menjadi
dua yaitu makhluk hidup bersel banyak dan makhluk hidup bersel satu,
makhluk ini tidak dapat terlihat dengan mata kita, karena panca indra manusia
memiliki kemampuan daya pisah atau daya lihat yang sangat terbatas. Oleh
karena itu banyak masalah mengenai benda atau organisme yang akan diamati
dan pengamatan itu hanya bisa dilakukan dengan menggunakan alat bantu.
Salah satu alat bantu yang sering digunakan dalam penelitian atau pengamatan
tentang organisme yang tidak bisa dilihat dengan mata, terutama dalam bidang
kedokteran dan biologi adalah mikroskop dalam (bahasa latin mikro diartikan
kecil sedangkan scopium berarti penglihatan). Mikroskop sering digunakan
untuk, meningkat kemampuan daya pisah atau lihat seseorang sehingga
memungkinkan dapat mengamati obyek yang sangat halus dan tidak dapat
terlihat oleh mata terbuka (Dwidjoseputro, 1984).

Morfologi suatu mikroba dapat diperiksa dalam keadaan hidup maupun


mati.Pemeriksaan morfologi ini penting untuk mengenal nama bakteri,
pengenalan sifat fisiologisnya yang kebanyakan merupakan faktor penentu
1

dalam mengenal nama spesies. Bagian-bagian sel dapat dilihat dengan terlebih
dahulu memberi warna dimana warna bisa bersifat asam, netral, maupun basa
(Dwidjoseputro, 1984).
Bakteri dapat digolongkan menjadi dua kelompok yaitu Gram positif dan
Gram negatif didasarkan pada perbedaan struktur dinging sel. Pada umumnya
bakteri gram negatif lebih tahan terhadap aktivitas antimikroba dibandingkan
dengan bakteri gram positif. Perbedaan daya tahan ini disebabkan karena
perbedaan komponen penyusun dinding sel (Rahayu, 2000).
Bakteri Gram positif memiliki dinding sel yang terdiri dari 40 lapis rangka
dasar murein, meliputi 30-70 % berat kering dinding sel bakteri. Murein
adalah senyawa yang tersusun dari N-asetil glukosamin dan N-asetil asam
muramat yang terikat oleh ikatan 1,4--glikosida. Senyawa lain penyusun
dinding sel gram positif adalah polisakarida yang terikat secara kovalen, dan
asam teikoat yang sangat spesifik. Sementara bakteri Gram negatif memiliki 1
lapis rangka dasar murein, dan hanya meliputi + 10% dari berat kering dinding
sel. Murein hanya mengandung diaminopemelat, dan tidak mengandung lisin.
Di luar rangka murein tersebut terdapat sejumlah besar lipoprotein,
lipopolisakarida, dan lipida jenis lain. Senyawa-senyawa ini merupakan 80 %
penyusun dinding sel. Asam teikoat tidak terdapat dalam dinding sel ini
(Sumarsih, 2003).
Kapang merupakan mikroba yang tergolong dalam fungi, organisme
lainnya yang termasuk dalam fungi adalah khamir dan jamur (Lay, 1994).
Menurut Pelczar (1958) bagian terbesar suatu kapang secara potensial mampu
untuk tumbuh dan berkenbang biak. Inokulasi fragmen yang kecil sekali pada
medium sudah cukup untuk memulai individu baru. Hal ini diperoleh dengan
menanamkan inokulan pada agar dengan bantuan jamur transfer, suatu cara
yang sama dilakukan untuk bakteri. Perbedaannya adalah jamur yang dipakai
untuk kapang itu lebih kaku dengan ujung pipet agar dapat memotong amilum.
Ukuran sel khamir (Yeast) lebih besar daripada kebanyakan bakteri, tetapi
khamir yang terkecil tidak sebesar bakteri yang paling besar, khamir sangat
beragam ukurannya yaitu berkisar antara 1-5 m dengan lebar dan panjang
antara 5-30 m atau lebih. Diameter bagian bakteri yang terkenal kurang lebih

42 m. Ukuran bakteri prokariot sangat jarang yang mampu mencapai ukuran


tersebut. Walaupun ukuran bakteri sangat kecil, namun dapat diukur dengan
relatif mudah dan tepat. Untuk tujuan ini, mikroskop dilengkapi dengan
mikrometer okuler. Suatu piringan yang di ukir dengan garis-garis berjarak
sama. Jarak antara garis-garis tersebut ditentukan sebelumnya dengan
berpedomankan mikrometer pentas, suatu alat yang berfungsi sebagai mistar
pada kerja mikroskopik. Pemeriksaan bakteri melalui mikroskop okuler akan
menampakan

garis-garis

yang

sudah

diketahui

ukurannya

di

atas

mikroorganisme yang diperiksa, sehingga panjang dan lebar sel dapat di


tentukan dengan mudah (Pelczar and Chan, 1958).
Pengukuran sel jasad renik tidak dapat dilakukan secara langsung seperti
mengukur benda dengan meteran, tetapi harus menggunakan mikroskop yang
dilengkapi dengan mikrometer. Pengukuran diameter, panjang dan lebar suatu
jasad renik akan diperoleh volume atau berat sel (Suryawina, 1986)

1.2 RUMUSAN MASALAH


Berdasarkan uraian latar belakang masalah di atas, maka rumusan
masalah dalam paper ini adalah sebagai berikut :
1. Apa yang dimaksud dengan mikroorganisme mikroorganisme ?
2. Bagaimana karakteristik dari kapang dan pengaruhnya terhadap kehidupan
manusia dalam keseharian ?
3. Bagaimana karakteristik dari khamir dan pengaruhnya terhadap kehidupan
manusia dalam keseharian ?
4. Bagaimana karakteristik dari bakteri dan pengaruhnya terhadap kehidupan
manusia dalam keseharian ?

1.3 TUJUAN
Dari rumusan masalah di atas, maka tujuan penulisan paper ini adalah
sebagai berikut :
1. Mengetahui dan memahamai tentang mikroorganisme.
2. Memahami karakteristik dari kapang dan pengaruhnya terhadap
kehidupan manusia dalam keseharian.
3. Memahami karakteristik dari khamir dan pengaruhnya terhadap
kehidupan manusia dalam keseharian.
4.

Memahami karakteristik dari bakteri dan pengaruhnya terhadap


kehidupan manusia dalam keseharian.

BAB 1I
TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Mikroorganisme
A. Pengertian Mikroorganisme
Mikroorganisme merupakan jasad hidup yang mempunyai ukuran
sangat

kecil

(Kusnadi

dalam

Ali,

2008).

Setiap

sel

tunggal

mikroorganisme memiliki kemampuan untuk melangsungkan aktivitas


kehidupan antara lain dapat dapat mengalami pertumbuhan, menghasilkan
energi dan bereproduksi dengan sendirinya.
Mikroorganisme memiliki fleksibilitas metabolisme yang tinggi
karena mikroorganisme ini harus mempunyai kemampuan menyesuaikan
diri yang besar sehingga apabila ada interaksi yang tinggi dengan
lingkungan menyebabkan terjadinya konversi zat yang tinggi pula. Akan
tetapi karena ukurannya yang kecil, maka tidak ada tempat untuk
menyimpan enzim-enzim yang telah dihasilkan. Dengan demikian enzim
yang

tidak

diperlukan

tidak

akan

disimpan

dalam

bentuk persediaan.enzim-enzim tertentu

yang

diperlukan

untuk

perngolahan bahan makanan akan diproduksi bila bahan makanan tersebut


sudah ada. Mikroorganisme ini juga tidak memerlukan tembat yang besar,
mudah ditumbuhkan dalam media buatan, dan tingkat pembiakannya
relative cepat (Darkuni dalam Ali, 2008). Oleh karena aktivitasnya
tersebut, maka setiap mikroorganisme memiliki peranan dalam kehidupan,
baik yang merugikan maupun yang menguntungkan.
Sekilas, makna praktis dari mikroorganisme disadari tertutama
karena kerugian yang ditimbulkannya pada manusia, hewan, dan tumbuhtumbuhan. Misalnya dalam bidang mikrobiologi kedokteran dan
fitopatologi banyak ditemukan mikroorganisme yang pathogen yang
menyebabkan penyakit dengan sifat-sifat kehidupannya yang khas.
Walaupun di bidang lain mikroorganisme tampil merugikan, tetapi
perannya yang menguntungkan jauh lebih menonjol (Ali, 2008)

B. Klasifikasi Mikroorganisme dalam Bidang Pangan


Klasifikasi mikroorganisme dalam bidang pangan yang sering digunakan
adalah sebagai berikut:
1.

Bakteri basil dan koki gram negatif

2.

Bakteri basil gram negatif, anaerobik fakultatif

3.

Bakteri basil gram negatif anaerobik

4.

Bakteri basil dan kokobasil gram negatif

5.

Bakteri gram positif

6.

Bakteri basil gram positif, tidak berspora

7.

Bakteri pembentuk spora

8.

Bakteri dengan sel bercabang/bertunas (Budiyanto, 2002).

2.2 Kapang
A. Definisi
Kapang (mould/filamentous

fungi)

merupakan

mikroorganisme

anggota Kingdom Fungi yang membentuk hifa. Kapang merupakan jenis


jamur multiseluler yang bersifat aktif karena merupakan organisme
saprofit dan mampu memecah bahan-bahan organik kompleks menjadi
bahan yang lebih sederhana. Di bawah mikroskop dapat dilihat bahwa
kapang terdiri dari benang yang disebut hifa, kumpulan hifa ini dikenal
sebagai miselium. Kapang tersebut mudah dijumpai pada bagian-bagian
ruangan yang lembab, seperti langit-langit bekas bocor, dinding yang
dirembesi air, atau pada perabotan lembab yang jarang terkena sinar
matahari. Kapang melakukan reproduksi dan penyebaran menggunakan
spora. Spora kapang terdiri dari dua jenis, yaitu spora seksual dan spora
aseksual.
Kapang bukan merupakan kelompok taksonomi yang resmi, sehingga
anggota-anggota dari kapang tersebar ke dalam filum Glomeromycota,
Ascomycota, dan Basidiomycota. Kapang memiliki spesies sekitar 10.000
spesies. Habitat kapang sangat beragam, namun pada umumnya kapang
dapat tumbuh pada substrat yang mengandung sumber karbon organik.
B. Morfologi
Kapang terdiri dari suatu thallus yang tersusun dari filamen yang
bercabang yang disebut dengan hifa. Kumpulan dari hifa disebut dengan
miselium. Hifa tumbuh dari spora yang melakukan germinasi membentuk
suatu tuba germ, dimana tuba ini akan tumbuh terus membentuk filamen
yang panjang dan bercabang yang disebut hifa, kemudian seterusnya akan
membentuk suatu massa hifa yang disebut miselium. Pembentukan
miselium merupakan sifat yang membedakan grup-grup didalam fungi.
Hifa dapat dibedakan menjadi dua macam yaitu hifa vegetatif atau
hifa tumbuh dan hifa fertile yang membentuk bagian reproduksi. Pada
kebanyakan kapang hifa fertil tumbuh di atas permukaan, tetapi pada
beberapa kapang mungkin terendam. Penyerapan nutrien terjadi pada
permukaan miselium.
7

Sifat-sifat

kapang

baik

penampakan

makroskopik

ataupun

mikroskopik digunakan untuk identifikasi dan klasifikasi kapang. Kapang


dapat dibedakan menjadi dua kelompok berdasarkan struktur hifa yaitu
hifa tidak bersekat atau nonseptat dan hifa bersekat atau septat yang
membagi hifa dalam ruangan-ruangan, dimana setiap ruangan mempunyai
satu atau lebih inti sel (nukleus). Dinding penyekat yang disebut septum
tidak tertutup rapat sehingga sitoplasma masih bebas bergerak dari suatu
ruangan ke ruangan lainnya.
C. Sifat Fisiologis
1) Kebutuhan air
Pada umumnya kebanyakan kapang membutuhkan aw minimal untuk
pertumbuhan lebih rendah dibandingkan dengan khamir dan bakteri.
Kadar air bahan pangan kurang dari 14-15%, misalnya pada beras dan
serealia, dapat menghambat atau memperlambat pertumbuhan kebanyakan
khamir.
2) Suhu pertumbuhan
Kebanyakan kapang bersifat mesofilik yaitu tumbuh baik pada suhu
kamar. Suhu optimum pertumbuhan untuk kebanyakan kapang adalah
sekitar 25-30 0 C tetapi beberapa dapat tumbuh pada suhu 35-37 0 C atau
lebih tinggi. Beberapa kapang bersifat psikrotrofik dan beberapa bersifat
termofilik.
3) Kebutuhan oksigen dan pH
Semua kapang bersifat aerobik, yaitu membutuhkan oksigen untuk
pertumbuhannya. Kebanyakan kapang dapat pada kisaran pH yang luas,
yaitu 2-8,5 tetapi biasanya pertumbuhannya akan lebih baik pada kondisi
asam atau pH rendah.
4) Makanan
Pada umumnya kapang dapat menggunakan berbagai komponen makanan,
dari yang sederhana hingga kompleks. Kebanyakan kapang memproduksi
enzim hidrolitik, misal amylase, pektinase, proteinase dan lipase, oleh
karena itu dapat tumbuh pada makanan-makanan yang mengandung pati,
pektin, protein atau lipid.

5) Komponen penghambat
Beberapa kapang mengeluarkan komponen yang dapat menghambat
organisme lainnya. Komponen itu disebut antibiotik, misalnya penisilin
yang diproduksi oleh Penicillium chrysogenum dan clavasin yang
diproduksi oleh Aspergillus clavatus. Pertumbuhan kapang biasanya
berjalan lambat bila dibandingkan dengan pertumbuhan khamir dan
bakteri. Oleh karena itu jika kondisi pertumbuhan memungkinkan semua
mikroorganisme untuk tumbuh, kapang biasanya kalah dalam kompetisi
dengan khamir dan bakteri. Tetapi sekali kapang dapat mulai tumbuh,
pertumbuhan yang ditandai dengan pembentukan miselium dapat
berlangsung dengan cepat.
D. Klasifikasi
Berdasarkan ada tidaknya septa, kapang dibedakan menjadi beberapa
kelas yaitu:
1) Kapang Tidak Bersepta
a) Kelas Oomycetes (spora seksual disebut oospora) terdiri dari ordo
saprolegniales (spesies Saprolegnia) dan ordo Peronosporales (spesies
Pythium).
b) Kelas Zygomycetes (spora seksual zigospora) terdiri dari ordo
Mucorales (spora aseksual adalah sporangiospora) seperti: Mucor
mucedo, Zygorrhynchus, Rhizopus, Absidia dan Thamnidium.
2) Kapang Bersepta
a) Kelas fungi tidak sempurna (imperfecti) tidak mempungai spora
seksual
(1) Ordo Moniales
(a) Famili Monialiaceae : Aspergillus, Penicillium, Trichothecium,
Geotrichum, Neurospora, Sporatrichum, Botrytis, Cephalosporium,
Trichoderma, Scopulariopsis, Pullularia.
(b) Famili Dematiceae : Cladosporium, Helminthosporium, Alternaria,
Stempylium.
(c) Famili Tuberculariaceae : Fusarium

(d) Famili Cryptococcaceae (fungsi seperti khusus atau false yeast) :


Candida (khamir),Cryptococcus
(e) Famili Rhodotorulacee : Rhodotorula (khamir)
(2) Ordo Melancoliaceae : Colletotrichum, Gleosporium, Pestalozzia
(3) Ordo Sphaeropsidales (konidia berbentuk botol dinamakan piknidia):
Phoma, Dlipodia
b) Kelas Ascomycetes. Spora seksual adalah askospora, seperti: jenis
Endomyces, Monascus, Sclerotinia. Yang termasuk dalam fungi
imperfecti : Neurospora, Eurotium (tahap seksual dari Aspergillus),
dan Penicillium.
Contoh:
Kapang

Gambar

Aspergillus sp.

Monillia sp.

Mucor sp.

10

Penicillium sp.

Rhizopus sp.

E. Reproduksi
Secara alamiah kapang berkembang biak dengan berbagai cara, baik
aseksual dengan pembelahan, penguncupan, atau pembentukan spora.
Dapat pula secara seksual dengan peleburan nukleus dari kedua induknya.
Pada pembelahan, suatu sel membelah diri untuk membentuk dua sel anak
yang serupa. Pada penguncupan suatu sel anak tumbuh dari penonjolan
kecil pada sel inangnya.
Secara aseksual spora kapang diproduksi dalam jumlah banyak,
berukuran kecil dan ringan, serta tahan terhadap keadaan kering. Spora ini
mudah beterbangan di udara, dan bila berada pada substrat yang cocok,
maka spora tersebut tumbuh menjadi miselium baru.
Spora aseksual yaitu:
1. Konidiospora atau konidia, yaitu spora yang dibentuk di ujung atau
di sisi suatu hifa. Konidia kecil dan bersel satu disebut disebut
mikrokonidia. Sedangkan konidia besar dan banyak disebut
makrokonidia.
2. Sporangiospora. Spora bersel satu, terbentuk di dalam kantung
spora yang disebut sporangium di ujung hifa khusus yang disebut
sporangiofora.

11

3. Oidium atau arthrospora, spora bersel satu ini terjadi karena


segmentasi pada ujung-ujung hifa. Sel-sel tersebut selanjutnya
membulat dan akhirnya melepaskan diri sebagai spora.
4. Klamidospora, spora ini berdinding tebal, dan sangat resisten
terhadap keadaan yang buruk yang terbentuk pada sel-sel hifa
vegetatif.
5. Blastospora, terbentuk dari tunas pada miselium yang kemudian
tumbuh menjadi spora. Juga terjadi pada pertunasan sel-sel
khamir.
Perkembangbiakan secara generatif atau seksual dilakukan dengan
isogamet atau heterogamet. Pada beberapa spesies perbedaan morfologi
antara jenis kelamin belum nampak sehingga semua disebut isogamet.
Tapi pada beberapa spesies mempunyai perbedaan gamet besar dan kecil
sehingga disebut mikrogamet (sel kelamin jantan) dan makrogamet (sel
kelamin betina).
Spora seksual yaitu:
1. Askospora. Spora bersel satu terbentuk di dalam kantung yang
disebut dengan askus. Biasanya terdapat 8 askospora di dalam
setiap askus.
2. Basidiospora. Spora bersel satu terbentuk gada yang dinamakan
basidium.
3. Zigospora. Spora besar dan berdinding tebal yang terbentuk
apabila ujung-ujung dua hifa yang secara seksual serasi dinamakan
gametangia.
4. Oospora. Spora terbentuk di dalam struktur betina khusus yang
disebut oogonium. Pembuahan telur atau oosfer oleh gamet jantan
di anteridium menghasilkan oospora. Dalam setiap oogonium
terdapat satu atau lebih oosfer.
F. Kerusakan Oleh Kapang
Kapang mempunyai kisaran pH pertumbuhan yang luas, yaitu 1.5-11.
Kebusukan makanan kaleng yang disebabkan oleh kapang sangat jarang
terjadi, tetapi mungkin saja terjadi. Kebanyakan kapang tidak tahan panas
12

sehingga adanya kapang pada makanan kaleng disebabkan oleh kurangnya


pemanasan (under process) atau karena terjadi kontaminasi setelah proses.
Kapang memerlukan oksigen untuk tumbuh sehingga pertumbuhan pada
kaleng hanya mungkin terjadi apabila kaleng bocor.
Kapang lebih tahan asam, sehingga kapang sering membusukkan
makanan asam, seperti buah-buahan asam dan minuman asam. Kapang
seperti Bysochamys fulva, Talaromyces flavus, Neosartorya fischeri dan
lain-lain telah diketahui sebagai penyebab kebusukan minuman sari buah
kaleng dan produk-produk yang mengandung buah. Spora kapang-kapang
ini ternyata mampu bertahan pada pemanasan yang digunakan untuk
mengawetkan produk tersebut. Spora kapang ini tahan terhadap
pemanasan selama 1 menit pada 920C dalam kondisi asam atau pada
makanan yang diasamkan. Akan tetapi untuk mencapai konsistensi yang
seperti ini, kapang tersebut memerlukan waktu untuk membentuk spora,
sehingga sanitasi sehari-hari terhadap peralatan sangat penting untuk
mencegah pertumbuhan kapang ini dan pembentukan sporanya. Pada
umumnya kapang yang tumbuh pada makanan yang diolah dengan panas
tidak menyebabkan penyakit pada manusia.
G. Manfaat
Kapang merupakan salah satu mikroorganisme yang merugikan, selain
dapat menyebabkan gannguan kesehatan juga dapat merusak bahan
makanan seperti pembusukan. Akan tetapi pada umumnya kapang yang
tumbuh pada makanan yang diolah dengan panas tidak menyebabkan
penyakit pada manusia, bahkan digunakan dalam pengolahan bahan
makanan. Beberapa jenis kapang yang dapat dimanfaatkan pembuatan
bahan makanan antara lain:
a) Rhizopus Oligospora (dimanfaatkan dalam pembuatan tempe dan
pembuatan oncom hitam)
b) Rhizopus Oryzae (digunakan dalam pembuatan tempe)
c) Neurospora sitophia (digunakan dalam pembuatan oncom merah)
d) Aspergillus Oryzae (digunakan dalam pembuatan kecap dan tauco)
e) Rhizopus, Aspergillus, khamir( tape)
13

f) Penicililium roqueforti (Keju biru)


g) P. camemberti (keju camembert)
Selain dimanfaatkan dalam bidang industri pangan kapang juga sangat
bermanfaat dalam bidang nonpangan. Pemanfaatan kapang dalam bidang
industri non pangan adalah sebagai berikut:
a) Asam sitrat selain digunakan dalam obat-obatan (transfusi darah),
juga digunakan dalam industri tinta dan cat. Dalam hal ini jenis
kapang yang berperan penting adalah Asperigillus neger dan
A.wentii.
b) Asam glukonat salah satu produk yang dimanfaatkan dalam bidang
farmasi fotografi dan tekstil. Jenis kapang yang digunakan dalam
memproduksi asam glukonat adalah A.Niger.

2.3 Khamir
A. Definisi
Khamir (yeast) merupakan jasad renik (mikroorganisme) yang
pertama yang digunakan manusia dalam industri pangan. Orang-orang
Mesir zaman dahulu telah menggunakan yeast dan proses fermentasi
dalam memproduksi minuman beralkohol dan membuat roti pada lebih
dari 5000 tahun yang lalu.
Khamir merupakan jenis jamur uniseluler. Istilah khamir umumnya
digunakan untuk bentuk-bentuk yang menyerupai jamur dari kelompok
Ascomycetes yang tidak berfilamen tetapi uniseluler berbentuk ovoid atau
spheroid. Bentuk khamir dapat sperikal sampai ovoid, kadang dapat
membentuk miselium semu. Ukuran juga bervariasi. Struktur yang dapat
diamati meliputi dinding sel, sitoplasma, vakuol air, globula lemak dan
granula. Kebanyakan khamir melakukan reproduksi secara aseksual
melalui pembentukan tunas secara multilateral ataupun polar.
B. Morfologi
Sel kamir mempunyai ukuran bervariasi, yaitu dengan panjang 1-5
mm sampai 20-50 mm dan lebar 1-10 mm. Bentuk khamir dapat berbentuk
bulat oval, seperti jeruk, silindris, segitiga, memanjang seperti miselium
14

sejati atau meselium palsu, ogival yaitu bulat panjang dengan salah satu
ujung runcing, segitiga melengkung, dan lain-lain. Bagian struktur yang
terlihat adalah dinding sel, sitoplasma, vakuola, butir lemak, albumin, dan
pati. Pewarnaan khusus akan membantu kita melihat intinya. Khamir tidak
bergerak karena itu tidak mempunyai struktur tambahan di bagian luarnya
seperti flagella.
Beberapa jenis khamir membentuk kapsul di sebelah luar. Tipe
endospora aseksual yang tahan panas seperti yang diproduksi bakteri
Bacillus dan Clostridium tidak dihasilkan oleh khamir. Ukuran dan bentuk
sel dalam kultur yang sama mungkin berbeda karena pengaruh perbedaan
umur dan kondisi lingkungan selama pertumbuhan. Sel muda mungkin
berbeda bentuknya dari yang tua karena adanya proses ontogeny, yaitu
perkembangan individu sel. Contoh Khamir yang berbentuk apikulat
umumnya berasal dari tunas berbentuk bulat sampai bulat oval yang
terlepas dari induknya, kemudian tumbuh dan membentuk tunas sendiri.
Seperti bakteri, sel-sel khamir mempunyai lapisan dinding luar yang
terdiri dari polisakarida kompleks dan di bawahnya terletak membran sel.
Sitoplasma mengandung suatu inti yang bebas (discreate nucleus) dan
bagian yang berisi sejumlah besar cairan yang disebut vakuola.
C. Sifat Fisiologis
Khamir kebanyakan tumbuh paling baik pada kondisi dengan air yang
cukup. Khamir dapat tumbuh pada medium dengan gula atau garam yang
tinggi, sehingga khamir kebutuhan airuntuk pertumbuhan lebih sedikit
dibandingkan dengan bakteri. Batas aktivitas air khamir terendah untuk
pertumbuhan berkisar antara 0,88-0,94. Selain itu banyak kamir yang
bersifat osmofilik yakni dapat tumbuh pada medium dengan aktivitas air
relative rendah, yaitu 0,62-0,65.
Kisaran suhu untuk pertumbuhan kebanyakan khamir pada umumnya
hamper sama denga kapang, yaitu suhu optimum 25-30 derajat celcius dan
suhu maksimum 34-47 derajat celcius, tetapi beberapa khamir dapat
tumbuh pada suhu 0 derajat celcius. Kebanyakan khamir lebih cepat

15

tumbuh pada pH 4.0-4,5, dan tidak dapat tumbuh dengan baik pada
medium alkali, kecuali jika telah beradaptasi.
D. Klasifikasi
Berdasarkan morfologinya, khamir diklasifikasikan menjadi dua
kelompok yaitu:
1) Kelompok yeast sejati
Kelompok yeast sejati pada dasarnya termasuk kedalam kelas
Ascomycetes, dengan ciri memiliki spora. Termasuk kedalam kelompok ini
adalah

berbagai

Zygosaccharomyces,

spesies
Pichia,

Saccharomyces,
Hansenula,

Schizosaccharomyces,
Debaryomyces

dan

Hanseniaspora. Sedangkan pada kelompok jenis yeast sejati ini spesies


yang umum digunakan dalam industri adalah Saccharomyces cerevisiae
yaitu untuk pembuatan roti, minuman beralkohol, glyserol dan enzim
invertase.
2) Kelompok yeast yang liar
Kelompok yeast ini tidak mempunyai spora. Yeast liar ini
pertumbuhannya terkadang diharapkan ada yang tidak diharapkan dalam
suatu fermentasi. Termasuk dalam kelompok yeast ini adalah Candida,
Torulopsis, Brettanomyces, Rhodotorula, Trichosporon dan Kloeckera.
Contoh:
Khamir

Gambar

Cryptococcus

16

Debaryomyces

Rhodotorula

Saccharomyces

E. Reproduksi
Reproduksi dengan cara pertunasan, pembelahan, pembelahan tunas
dan pembentukan spora aseksual dinamakan reproduksi vegetatif
sedangkan pembentukan spora seksual disebut dengan reproduksi seksual.
1) Pertunasan Sel
Pertunasan merupakan cara reproduksi paling umum dilakukan oleh
khamir. Proses pertunasan dimulai melalui suatu saluran yang terbentuk
dari vakuola di dekat nukleus menuju dinding sel yang terdekat dengan
vakuola. Karena adanya penipisan dinding sel, maka protoplasma akan
menonjol keluar kemudian membesar dan terisi komponen-komponen
nukleus dan sitoplasma dari inangnya melalui saluran yang terbentu
tersebut. Tunas terus tumbuh dan membentuk dinding sel baru dan juka
ukuran tunas sudah hampir sama besar dengan inangnya, komponen inti
akan terpisah menjadi dua.

17

2) Pembelahan Sel
Pembelahan sel atau pembelahan binner, mula-mula sel khamir
membengkak atau memanjang, kemudian nukleus terbagi menjadi dua dan
terbentuk septa atau dinding penyekat tanpa mengubah dinding sel.
Setelah nukleus terbagi menjadi dua, septa terbagi menjadi dua dinding
dan kedua sel melepaskan diri satu sama lain.
3) Pembelahan Tunas
Reproduksi vegetatif dengan cara membelah tunas, yakni gabungan
antara pertunasan dengan pembelahan. Mula-mula terbentuk tunas, tetapi
tempat melekatnya tunas pada induk sel relatif besar, kemudian terbentuk
septa yang memisahkan tunas dari induknya.
4) Pembentukan Spora Aseksual
Terjadi melalui pembentukan spora dibedakan atas beberapa macam
yaitu: 1)Blastospora membentuk kumpulan tunas menempel pada sel yang
memanjang, 2)Balliospora, tumbuh pada ujung sel yang meruncing satu
demi satu dilepaskan dengan tekanan, 3)Khlamidospora, bentuk spora
istirahat yang mempunyai dinding sel tebal.
5) Pembentukan Spora Seksual
Spora seksual terdiri dari basidiospora dan askospora. Khamir
dibedakan atas dua kelompok berdasarkan jumlah kromosom di dalam inti
sel yakni 1) khamir diploid dan 2) khamir haploid. Inti sel pada khamir
diploid terbentuk dari pengabungan inti dua sel haploid atau dua
askospora, karena itu mengandung kromoson 2n.
Askospora dapat berkembang menjadi sel somatis atau sel vegetatif.
Sel vegetatif dapat membelah membentuk sel anak. Dua sel anak ini saling
menempel dan dinding selnya larut membentuk pembuluh kopulasi yaitu
tempat yang akan dilalui oleh inti sel. Kedua inti sel mengadakan
perkawinan yang dinamakan kariogami. Hasil dari kariogami ini adalah
zigot dengan sebuah inti yang memiliki 2n kromosom. Bila sudah cukup
dewasa, zigot akan membelah secara meiosis membentuk 4 inti, kemudian
membelah lagi sehingga membentuk 8 inti.

18

F. Kerusakan Oleh Khamir


Khamir mempunyai kisaran pH pertumbuhan 1.5-8.5. Namun
kebanyakan khamir lebih cocok tumbuh pada kondisi asam, yaitu pada pH
4-4.5, sehingga kerusakan oleh khamir lebih mungkin terjadi pada produkproduk asam. Suhu lingkungan yang optimum untuk pertumbuhan khamir
adalah 25-30oC dan suhu maksimum 35-47oC. Beberapa khamir dapat
tumbuh pada suhu 0oC atau lebih rendah. Khamir tumbuh baik pada
kondisi aerobik, tetapi khamir fermentatif dapat tumbuh secara anaerobik
meskipun lambat.
Khamir

hanya

sedikit

resisten

terhadap

pemanasan,

dimana

kebanyakan khamir dapat terbunuh pada suhu 60oC. Jika makanan kaleng
busuk karena pertumbuhan khamir, maka dapat diduga pemanasan
makanan tersebut tidak cukup atau kaleng telah bocor. Pada umumnya
kebusukan karena khamir disertai dengan pembentukan alkohol dan gas
CO2 yang menyebabkan kaleng menjadi kembung. Khamir dapat
membusukkan buah kaleng, jam dan jelly serta dapat menggembungkan
kaleng karena produksi CO2. Seperti halnya kapang, khamir yang tumbuh
pada makanan yang diolah dengan pemanasan tidak menyebabkan
penyakit pada manusia.
G. Manfaat
Dengan memperhatikan aktivitas yeast yang sangat reaktif dan beragam
terhadap bahan makanan, maka dapat dikatakan yeast mempunyai potensi
yang besar selain sebagai agen fermentasi, dapat memberi perubahan yang
sangat signifikan baik dalam rasa, aroma maupun tekstur dari pangan
tersebut. Seperti kita lihat selain pada pembuatan roti dan minuman yang
beraroma alkohol, atau dari sayur dan buah fermentasi secara umum
pemanfaatan yeast dalam mengembangkan produk pangan. Berikut beberapa
produk olahan susu menggunakan yeast:
a) Susu segar, pasteurisasi: Rhodotorula spp., Candida famata, C.
diffluens, C. curvata, Kluyveromyces marxianus, Cryptococcus flavus.
b) Mentega: Rhodotorula rubra, R. glutinis, Candida famata, C. diffluens,
C. lipolytica, Cryptococcus laurentii.

19

c) Yogurt: Kluyveromyces marxianus, Candida famata, Debaryomyces


hansenii, Saccharomyces cerevisiae, Hansenula anomala.
d) Keju cottage: Cryptococcus laurentii, Sporobolmyces roseus
e) Keju lunak: Candida lipolytica, Pichia membranafaciens, P. fermentans,
Debaryomyces hansenii, Saccharomyces cerevisiae,
Khamir merupakan salah satu mikroorganisme yang telah diproduksi
secara komersial. Salah satu manfaat utama dari ragi atau khamir adalah
pembentukan alkohol dari bahan baku karbohidrat. Selain dimanfaatkan
dalam industri pangan seperti pembuatan minuman, roti dan bir, ragi juga
dimanfaatkan dalam bidang nonpangan. Beberapa contoh khamir yang
dimanfaatkan dalam bidang nonpangan antara lain:
a) Saccharomycopsis lipolityca digunakan untuk memproduksi protein
mikroba dari produk minyak tanah
b) Candida utilis digunakan untuk memproduksi Riboflavin dari limbah
industri kertas.

2.4 Bakteri
Anatomi bakteri
Bakteri tersusun atas dinding sel dan isi sel. Disebelah luar dinding
sel terdapat selubung atau kapsul. Di dalam sel bakteri tidak terdapat
membrane dalam (endomembran) dan organel bermembran seperti
kloroplas dan mitkondria. Struktur tubuh bakteri dari lapisan luar hingga
bagian dalam sel yaitu flagela, dinding sel, membrane sel, mesosom,
lembaran fotosintetik, sitoplasma, DNA, plasmid, ribosom, dan endospora.
a. Flagela
Flagela terdapat salah satu ujung, pada kedua ujung atau pada
perukaan sel. Fungsinya untuk bergerak. Berdasar letak dan jumlahnya,
tipe flagella dapat dibedakan menjadi montrik, amfitrik, lofotrik, dan
peritrik.
Flagela terbuat dari protein yang disebut flagelin. Flagella berbetuk seperti
pembuka sumbat botol. Fungsinya adalah untuk bergerak. Flagella

20

berputar seperti baling-baling untuk menggerakkan bakteri. Flagela


melekat pada membrane sel.
b. Dinding sel
Dinding sel tersusun atas peptidoglikan yakni polisakarida yang
berikatan dengan protein. Dengan adanya dinding sel ini, tubuh bakteri
memiliki bentuk yang tetap. Fungsi dinding sel adalah untuk melindungi
sel.
Berdasarkan struktur protein dan polisakarida yang terkandung di
dalam dinding sel ini, bakteri dapat dibedakan menjadi bakteri gram positif
dan gram negatif. Jika bakteri diwarnai dengan tinta Cina kemudian timbul
warna pada dinding selnya, maka bakteri itu tergolong bakteri gram
positif. Sebaliknya, jika diberi warna dengan tinta Cina namun tidak
menunjukkan perubahan warna pada dinding selnya, maka bakteri itu
digolongkan ke dalam bakteri gram negatif. Bakteri gram positif
mempunyai peptidoglikan di luar membran plasma. Pada bakteri gram
negatif, peptidoglikan terletak di antara membran plasma dan membran
luar dan jumlahnya lebih sedikit. Umumnya bakteri gram negatif lebih
patogen.
Bakteri gram-positif dinding selnya terdiri atas 60-100 persen
peptodoglikan dan semua bakteri gram-positif memiliki polimer iurus
asam N-asetil muramat dan N-asetil glukosamin dinding sel beberapa
bakteri gram positif mengandung substansi asam teikoat yang dikaitkan
pada asam muramat dari lapisan peptidoglikan. Asam teikoat ini berwujud
dalam dua bentuk utama yaitu asam teikoat ribitoi dan asam teiokat
gliserol fungsi dari asam teiokat adalah mengatur pembelahan sel normal.
Apabila diberi pewarna gram menghasilkan warna ungu. Bakteri gramnegatif dinding sel gram negatif mengandung 10-20 % peptidoglikan,
diluar lapisan peptidoglikan ada struktur membran yang tersusun dari
protein fostolipida dan lipopolisakarida. Apabila diberi pewarna gram
menghasilkan warna merah.
Di sebelah luar dinding sel terdapat kapsul. Tidak semua sel bakteri
memiliki kapsul. Hanya bakteri patogen yang berkapsul. Kapsul berfungsi
21

untuk mempertahankan diri dari antibodi yang dihasilkan selinang. Kapsul


juga berfungdi untuk melindungi sel dari kekeringan. Kapsul bakteri
tersusun atas persenyawaan antara protein dan glikogen yaitu glikoprotein.
c. Membrane sel
Membrane sel tersusun atas molekul lemak dan protein, seperti
halnya membran sel organisme yang lain. Membrane sel bersifat
semipermiable dan berfungsi mengatur keluar masuknya zat keluar atau ke
dalam sel.
d. Mesosom
Pada tempat tertentu terjadi penonjolan membran sel kearah dalam
atau ke sitoplasma. Tonjolan membrane ini berguna untuk menyediakan
energi atau pabrik energi bakteri. Organ sel (organel) ini disebut mesosom.
Selain itu mesosom berfungsi juga sebagai pusat pembentukan dinding sel
baru diantara kedua sel anak pada proses pembelahan.
e. Lembar fotosintetik
Khusus pada bakteri berfotosintesis, terdapat pelipatan membrane
sel kearah sitoplasma. Membrn yang berlipat-lipat tersebut berisi
klorofil,dikenal sebagai lembar fotosintetik (tilakoid). Lembar fotosintetik
berfungsi untuk fotosintesis contohnya pada bakteri ungu. Bakteri lain
yang tidak berfotosintesis tidak memiliki lipatan demikian.
f. Sitoplasma
Sitoplasma adalah cairan yang berada di dalam sel (cytos = sel,
plasma= cairan). Sitoplasma tersusun atas koloid yang mengandung
berbagai molekul organik seperti karbohidrat, lemak, protein, mineral,
ribosom, DNA, dan enzim-enzim. Sitoplasma merupakan tempat
berlangsungya reaksi-reaksi metabolism.
g. DNA
Asam deoksiribonukleat (deoxyribonucleic acid, disingkat DNA)
atau asam inti, merupakan materi genetic bakteri yang terdapat di dalam
sitoplasma. Bentuk DNA bakteri seperti kalung yang tidak berujung
pangkal. Bentuk demikian dikenal sebagai DNA sirkuler. DNA tersusun
atas dua utas polinukleotida berpilin. DNA merupakan zat pengontrol
22

sintesis protein bakteri, dan merupakanzat pembawa sifat atau gen. DNA
ini dikenal pula sebagai kromosom bakteri. DNA bakteri tidak tersebar di
dalam sitoplasma, melainkan terdapat pada daerah tertentu yang disebut
daerah inti. Materi genetik inilah yang dikenal sebagai inti bakteri.
h. Plasmid
Selain memiliki DNA kromosom, bakteri juga memiliki DNA
nonkromosom. DNA nokromosom bentuknya juga sirkuler dan terletak di
luar DNA kromosom. DNA nonkromosom sirkuler ini dikenal sebagai
plasmid. Ukuran plasmid sekitar 1/1000 kali DNA kromosom. Plasmid
mengandung gen-gen tertentu misalnya gen kebal antibiotik, gen patogen.
Seperti halnya DNA yang lain, plasmid mampu melakukan replikasi dan
membentuk kopi dirinya dalam jumlah banyak. Dalam sel bakteri dapat
terbentuk 10-20 plasmid.

i. Ribosom
Ribosom merupakan organel yang berfungsi dalam sintesis protein
atau sebagai pabrik protein. Bentuknya berupa butir-butir kecil dan tidak
diselubungi membran. Ribosom tersusun atas protein dan RNA. Di dalam
sel bakteri Escherichia coli terkandung 15.000 ribosom, atau kira-kira
masa sel bakteri tersebut. Ini menunjukkan bahwa ribosom memiliki
fungsi yang penting bagi bakteri.

j. Endospora
Bakteri ada yang dapat membentuk endospora, pembentukan
endospora merupakan cara bakteri mengatasi kondisi lingkungan yang

23

tidak menguntungkan. Endospora tahan terhadap panas sehingga tidak


mati oleh proses memasak biasa. Spora mati di atas suhu 120 C. jika
kondisi telah membaik, endospora dapat tumbuh menjadi bakteri seperti
sedia kala.

Morfologi bakteri
Bakteri merupakan salah satu jenis mikroorganisme yang tidak bisa
dilihat oleh mata telanjang. Bakteri memiliki bentuk bermacam-macam
yaitu, bulat, batang dan spiral.
a. Bakteri bentuk bulat
Bakteri berbentuk bulat dikenal sebagai basil. Kata basil berasal
dari bacillus yang berarti batang. Bentuk basil dapat pula dibedakan atas:
1.

Basil tunggal yaitu bakteri yang hanya berbentuk satu batang tunggal,
misalnyaSalmonella typhi, penyebab penyakit tipus.

2.

Diplobasil yaitu bakteri berbentuk batang yag bergandengan dua-dua.

3.

Streptobasil yaitu bakteri berbentuk batang yang bergandengan


memanjang membentuk rantai misalnya Bacillus anthracis penyebab
penyakit antraks.
b. Bakteri bentuk bola
Bakteri berbentuk bola dikenal sebagai coccus, bakteri ini juga dapat
dibedakan atas:

1.

Monokokus, yaitu bakteri berbentuk bola tunggal, misalnya Neisseria


gonorrhoeae,penyebab penyakit kencing nanah.

2.

Diplokokus, yaitu bakeri berbentuk bola yang bergandengan dua-dua,


misalnyaDiplococcus pneumonia penyebab penyakit pneumonia atau
radang paru-paru.

3.

Sarkina, yaitu bakteri berbentuk bola yang berkelompok empat-empat


sehngga bentuknya mirip kubus.

4.

Streptokokus, yaitu bakteri bentuk bola yang berkelompok memanjang


membentuk rantai.

24

5.

Stafilokokus, yaitu bakteri berbentuk bola yang berkoloni membentuk


sekelopok sel tidak teratur sehingga bentuknya mirip dompolan buah
anggur.
c. Bakteri bentuk spiral
Ada tiga mcam bentuk spiral:

1.

Spiral,

yaitu

golongan

bakteri

yang

bentuknya

seperti

spiral

misalnya Spirillum.
2.

Vibrio, ini dianggap sebagai bentuk spiral tak sempurna, misalnya Vibrio
cholerapenyebab penyakit kolera.

3.

Spiroseta yaitu golongan bakteri berbentuk spiral yang besifat lentur.


Pada saat bergerak, tubuhnya dapa memanjang dan mengerut.

Klasifikasi bakteri berdasarkan pewarnaan Gram


1. Bakteri gram-positif
Bakteri gram-positif memiliki dinding sel yang lebih sederhana, banyak
mengandung

peptidoglikan.

Misalnya

bakteri

Micrococcus,

Staphylococcus, Leuconostoc, Pediococcus dan Aerococcus.


2. Bakteri gram-negatif
Bakteri gram-negatif memiliki dinding sel yang lebih kompleks,
kandungan peptidoglikan lebih sedikit. Misalnya bakteri Escherichia,
Citrobacter, Salmonella, Shigella, Enterobacter, Vibrio, Aeromonas,
Photobacterium, Chromabacterium, Flavobacterium.
PEWARNAAN GRAM : Pada saat pemberian larutan cat kristal violet,
bakteri gram positif dan negatif sama-sama berwarna ungu. Saat ditetesi
iodin, pada gram positif terbentuk kompleks iodin kristal violet sehingga
sel berwarna biru, demikian juga gram negatif. Namun setelah pencucian
dengan etanol warna ungu yang diikat oleh bakteri gram NEGATIF luntur,
sedangkan pada bakteri gram POSITIF tidak.

PEWARNAAN GRAM : Pada gram negatif lemak terekstraksi dari


dinding sel sehingga pori membesar dan kompleks violet kristal- iodin

25

keluar sel, sedangkan pada gram positif dinding sel dehidrasi, pori
berkerut dan permeabilitas rendah sehingga kompleks violet kristal-iodin
terperangkap antara dinding sel dan membran sitoplasm sehingga sel tetap
biru/ungu. Saat penambahan safranin, bakteri gram negatif mengikatnya
sedangkan gram positif melewatkannya.

Reproduksi bakteri
a. Rekombinasi Genetik
1. Transformasi
2. Tranduksi
3. Pembelahan Biner
4. Konjugasi

Ciri-Ciri Bakteri
Bakteri memiliki ciri-ciri yang membedakannnya dengan mahluk
hidup lain yaitu:
1.

Organisme uniselluler

2.

Prokariot (tidak memiliki membran inti sel)

3.

Umumnya tidak memiliki klorofil

4.

Memiliki ukuran tubuh yang bervariasi antara 0,12 s/d ratusan


mikron umumnya memiliki ukuran rata-rata 1 s/d 5 mikron.

5.

Memiliki bentuk tubuh yang beraneka ragam

6.

Hidup bebas atau parasit

26

7.

Yang hidup di lingkungan ekstrim seperti pada mata air panas,


kawah atau gambut dinding selnya tidak mengandung peptidoglikan

8.

Yang hidupnya kosmopolit diberbagai lingkungan dinding selnya


mengandung pepti

Manfaat dan bahaya bakteri


1.

Bakteri Bermanfaat untuk menjaga keseimbangan lingkungan disekitar


kita,

misalnya

bakteri

pengurai.

Bakteri

jenis

ini

dapat

di manfaatkan untuk menguraikan tumbuhan atau hewan yang telah mati,


serta

sisa-sisa

atau

kotoran

organisme.

menguraikan protein, Karbohidrat dan

Bakteri

senyawa

pengurai

organik

juga

lainnya

menjadi Carbondioksida, gas amoniak dan senyawa lainnya yang bersifat


sederhana sehingga bakteri ini dapat membersihkan lingkungan dari
sampah. Bayangkan kalau tidak ada bakteri yang dapat menguraikan
sampah, tentunya akan timbul berbagai masalah dalam lingkungan kita.
2.

Bakteri Bermanfaat untuk memulihkan dan mengatur usus dari kerja


berat,

jenis

bakteri

ini

adalah

bakteri Lactobacillus

Acidophilus dan Bifidobacteria (bifidus). Bakteri ini juga dapat berfungsi


sebagai eleminator racun karena mampu menonaktifkan senyawa racun
seperti

nitrat

yang

dihasilkan

oleh mikroorganisme lain

dan

makanan, sebagai pelindung sistem imun (kekebalan tubuh) karena bakteri


ini mampu merangsang pembentukan antibodi yang mencegah kelebihan
pertumbuhan bakteri berbahaya, mencegah timbulnya infeksi saluran
kemih, meningkatkan perlindungan terhadap patogen, virus dan bakteri
jahat, memulihkan keseimbangan usus setelah pemberian antibiotik,
kemoterapi, mencegah pembentukan gas akibat pembusukan dan peragian.
3.

Bakteri

jenis Escherichia

makanan, Rhizobium
mengikat nitrogen, Lactobacillus

coli berperan

untuk

pembusukan

Leguminosarum berfungsi
Bulgaricus bermanfaat

untuk

pembuatan Yogurt, Acetobacter Xilinum bermanfaat untuk pembuatan nata


de

coco,Lactobacillus

Casei bermanfaat untuk

pembuatan

keju, Methanobecterium bermanfaat pembuatan Biogas dan Streptomyces


Griceus bermanfaat untuk pembuatan antibiotikStreptomisin.
27

Demikian beberapa manfaat dari Bakteri Untuk Kehidupan Manusia.


Karena tidak ada satupun ciptaan-Nya yang tak bermanfaat.

Bahaya bakteri
Dalam

jumlah

yang

berlebihan

bakteri

E.

Coli

dapat

mengakibatkan diare, dan bila bakteri ini menjalar ke sistem/organ tubuh


yang lain dapat menginfeksi. Seperti pada saluran kencing, jika bakteri E.
Coli sampai masuk ke saluran kencing dapat mengakibatkan infeksi
saluran kemih/kencing [ISK].
Bakteri Penyebab Penyakit
1. Corynebacterium diphteriae: Dipteri
2. Mycobacterium tuberculosis: TBC
3. Neissheria gonnorhoeae: Kencing nanah / Gonorhoe
4. Treponema pallidum: Sifilis
5. Vibrio cholera: Kolera
6. Salmonella thypii: Thypus
7. Shigella dysentriae: Disentri
8. Bordetella perfusis: Batuk rejan.
Pemanfaatan Mikroorganisme di Bidang Pangan Berbasis
Bioteknologio Konvensional
A. Mikroorganisme
B. Bioteknologi
C. Bioteknologi Konvensional / Tradisional
D. Pemanfaatan Biotektnologi Konvensional Di bidang Pangan

28

BAB III
METODELOGI

3.1 ALAT DAN BAHAN


ALAT
1) Tabung biakan / reaksi
2) Cawan petri
3) Autoclave
4) Incubator
5) Jarum ose
6) Emersion Oil
7) Pembakar spirtus
8) Tabung Durham
9) Gelas objek
10) Cover glass
11) Mikroskop

5
2
1
1
2
1
2
2
1

BAHAN
1) KAPANG
Rhizopus oryzae
Aspergilus niger
2) KHAMIR
Saccharomyces cerevisiae
3) BAKTERI
Escherichia coli
Bacillus subtilis
4) Alkohol 70%
5)Larutan Lactofenol
6)Larutan Metilen blue
7)Larutan Kristal violet (gram A)
8)Larutan Iodine (gram B)
9) Larutan Alkohol aseton (gram C)
10)Larutan Safraninred (gram D)
11) Kertas hisap / tisu

10 ml
2 tetes
2 tetes
5 tetes
2 tetes
2 tetes
2 tetes
secukupnya

29

CARA KERJA
A.

PENGAMATAN MORFOLOGI KAPANG


1) Bersihkan gelas objek dan kaca penutup dengan alcohol 70%,
kemudian teteskan larutan Lactofenol sebanyak 2 tetes.
2) Ambil koloni biakan dengan jarum ose / tanam, letakkan diatas tetesan
Lactofenol, ratakan dan usahakan seluruh miselium basah.
3) Tutup dengan kaca penutup, usahakan tidak terdapat gelembung udara.
4) Amati dengan mikroskop pembesaran 100x dan 400x.
5) Catat dan gambar semua yang anda amati.
B. PENGAMATAN MORFOLOGI KHAMIR
1) Bersihkan gelas objek dan kaca penutup dengan alcohol 70%,
kemudian teteskan larutan Metilen blue sebanyak 2 tetes.
2) Ambil koloni biakan dengan jarum ose / tanam, letakkan diatas tetesan
Metilen blue, ratakan dan usahakan seluruh miselium basah.
3) Tutup dengan kaca penutup, usahakan tidak terdapat gelembung udara.
4) Amati dengan mikroskop pembesaran 100x dan 400x.
5) Catat dan gambar semua yang anda amati.
C. PENGAMATAN MORFOLOGI BAKTERI
Pengecatan Sederhana
1) Buat preparat olesan bakteri.
2) Teteskan larutan Kristal violet diatas olesan preparat sebanyak 1- 2
tetes, biarkan 1 2 menit.
3) Cuci sampai sisa cat tercuci habis, keringkan dengan kertas hisap /
tisu.
4) Amati dengan mikroskop pada pembesaran 1000x.
5) Catat dan gambar smeua yang anda amati.
Pengecatan / Pewarnaan Gram
1) Siapkan preparat olesan bakteri.
2) Teteskan larutan gram A (Kristal violet) sebanyak 2 3 tetes, biarkan
selama 1 menit.
3) Cuci dengan air kran, keringkan dengan kertas hisap.
4) Teteskan larutan gram B (Iodine) sebanyak 2 tetes, biarkan selama 1
menit.
5) Cuci dengan air kran, keringkan dengan kertas hisap.
6) Teteskan larutan gram C (Alkohol aseton) sebanyak 2 tetes, biarkan
selama 30 detik, cuci dan keringkan.
7) Teteskan larutan gram D (Safraninred) sebanyak 2 tetes, biarkan
selama 1 menit.
8) Cuci dengan air kran, keringkan dengan kertas hisap.
9) Amati dengan mikroskop pada pembesaran 1000x.
10) Catat dan gambar semua yang anda amati.

30

BAB IV
PENUTUP

4. I Kesimpulan
1. Mikroorganisme merupakan jasad hidup yang mempunyai ukuran
sangat kecil.
2. Tabel perbedaan kapang dan khamir

3. Bakteri tersusun atas dinding sel dan isi sel. Disebelah luar dinding sel
terdapat selubung atau kapsul. Di dalam sel bakteri tidak terdapat
membrane dalam (endomembran) dan organel bermembran seperti
kloroplas dan mitkondria. Struktur tubuh bakteri dari lapisan luar
hingga bagian dalam sel yaitu flagela, dinding sel, membrane sel,
mesosom, lembaran fotosintetik, sitoplasma, DNA, plasmid, ribosom,
dan endospora.
Bakteri adalah organisme uniselluler dan prokariot serta umumnya
tidak memiliki klorofil dan berukuran renik (mikroskopis).

31

4.2 Saran

Keberadaan mnikroorganisme baik bakteri, kapang, dan khamir


memiliki manfaat dan kerugian bagi kehidupan manusia. Sehingga dalam
pemanfaatan

mikroorganisme

diperlukan

pemahaman

agar

tidak

berbahaya. Dengan mengetahui morfologi mikroorganisme kita dapat


meningkatkan manfaat mikroorganisme dan meminimalisir kerugian yang
diakibatkan.

32