Anda di halaman 1dari 3

JURNAL FISIKA ELEKTRONIKA DASAR - OSILOSKOP

OSILOSKOP
Rijalul Fikri, Adis prasetyo
Jurusan Fisika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Institut TeknologiSepuluh Nopember
Surabaya
Jl. Arief Rahman Hakim, Surabaya 60111
E-mail: fikrijalul@gmail.com
Abstrak - Telah dilakukan percobaan osiloskop, yang
bertujuan untuk menganalisa komponen elektronika
menggunakan osiloskop, mengetahui besaran elektronika
seperti periode, frekuensi, dan tegangan pada suatu rangkian,
dan mengetahui cara kerja osloskop. Percobaan ini
menggunakan satu set osiloskop, resistor, kapasitor,
voltmeter,ampermeter, kawat konduktor, transformator dan
sumber AC (PLN). Dalam percobaan ini didaptkan data
berupa frekuensi, perioda, amplitudo dan tegangan yang
terlihat dilayar osiloskop. Percobaan ini dilakukan dengan
mengubungkan osiloskop terhadap sumber, kemudian diatur
tegangan yang digunakan, dan dilihat gelombang yang
dihasilkan dilayar. Pratikum ini juga melakukan analis
terhadap penggunaan inductor dan kapasitor. Dari percobaan
diketahui bahwa tegangan pada gelombang sinusoida lebih
tinggi dari gelombang kotak, dan hasil Vef pada gelombang
sinusoida adalah pada sumber 3.6 V , pada kapasitor 3,6 V ,
pada resistor 3, 38 V dan pada rengkaian seri RC 3.437 V .
dan hasil Vef pada gelombang kotak adalah pada sumber
2,943 V , pada kapasitor 2,039 V, pada resistor 2,219 V dan
rangkian seri RC 2.919 V dari tampilan layar osiloskop.
Kata kunci : osiloskop, Vrms, kapasitor.

I. PENDAHULUAN

rus listrik terbagi menjadi dua yakni arus AC dan


DC, arus DC searah yang bersumber dari batrai,
Accu dan dari sumber yang kutub positif,
negatifnya dapat ditentukan. Sedangkan arus AC
merupakan merupakan listrik yang besarnya dan arah
arusnya selalu berubah-ubah dan bolak-balik. Arus listrik
AC akan membentuk suatu gelombang yang dinamakan
dengan gelombang sinus atau lebih lengkapnya sinusoida.
Di Indonesia sendiri listrik bolak-balik (AC) dipelihara dan
berada dibawah naungan PLN, Indonesia menerapkan
listrik bolak-balik dengan frekuensi 50Hz. Tegangan
standar yang diterapkan di Indonesia untuk listrik bolakbalik 1 (satu) fasa adalah 220 volt. Tegangan dan frekuensi
ini terdapat pada rumah anda, kecuali jika anda tidak
berlangganan listrik PLN.
Dalam osiloskop tersebut, bentuk tampilan sinyal yang
ditampilkan dibagi menjadi dua, yakni sinyal analog dan
sinyal digital. Untuk sinyal pada percobaan osiloskop ini
adalah digital. Sinyal ini komponen utamanya adalah
tabung sinar katoda .osiloskop analog sering disebut juga
sebagai cathode ray osiloskop. (CRO). Dalam CRO ini
elektron dipancarkan Osiloskop Analog sering disebut juga
sebagai cathode ray oscilloscope (CRO). Dalam CRO,
electron dipancarkan dari suatu katoda dan dipancarkan
dalam berkas elektron berkecepatan tinggi (sinar katoda)
oleh sejumlah elektroda. Berkas elektron oleh sejumlah
elektroda. Berkas electron tersebut bergerak lewat ruang
hampa dari tabung dan membentur layar pendar
(fluorescent). Sehingga titik cahaya timbul ditempatkan
pada layar dimana elektron membentur. Lintasan berkas
elektron tersebut kemudian dapat dibelokkan oleh tegangan
yang diberikan. Biasanya, sinyal yang dipantau dibelokkan

oleh tegangan yang diberikan dan sinyal yang dipantau


dibelokkan titik menurut arah vertikal layar, dan tegangan
lain yang sebanding dengan waktu membelokkan titik
secara horizontal. Dalam percobaan osiloskop ini, tujuan
utamanya adalah untuk mengetahui besar tegangan Vrms
dan Irms terhadap waktu.
Untuk mengetahui besar Vrms digunakan persamaan
sabagai berikut:
.(1)
Jika arus input yang dikeluarkan oleh power supply
adalah fungsi sinus maka arus didalam resistor juga
merupakan fungsi sinus, dengan demikian potensial yang
timbul didalam resistor juga merupakan fungsi sinus.
Karena arus dan tegangan bolak balik besarnya selalu
merupakan fungsi waktu maka dalam pembahasan hnya
ditinjau arus dan tegangan sesaat saja, dimana secara
matematis dapat ditulis sebagai berikut:
(2)
Dimana v adalah tegangan sesaat, Vm adalah tegangan
maksimum dan
adalah kecepatan sudut . dalam arus
searah berlaku hokum ohm maka begitu pula dalam arus
bolak balik juga berlaku hokum ohm
..(3)
Sehingga

dengan

demikian

arus

maksimumnya
...(4)
Karena R adalah hambatan, sedangkan pada
percobaan ini Hambatannya bervariasi, maka R dapat juga
berupa impedansi. Tergantung dari khambatan yang ingin
dicari
Ief = Imax/ 2 ..(5)
II.
METODOLOGI
alat dan bahasn yang digunakan dalam pratikum ini
adalah satu set osiloskop digital, amperemeter, voltmeter,
kabel penghantar, kapasitor, inductor, power supply dan
sumber tegangan (PLN). Cara melakukan perocbaan
dengan tiga cara yakni menggunakan resistor dalam
rangkaian, menggunakan kapasitor dalam rangkaian dan
penggunaaan resistor kapasitor dalam rangkaian . pertama
osiloskop dihubungkan dengan sumber tegangan dan diatur
sumber tegangan yaitu 4.8 volt setelah sumber tegangan
diatur, dilihat gelombang yang ditimbulkan yakni dalam
bentuk kotak dan sinusoida, kemudian dilakuakan
pemasangan kapasitor dan amati gelombang yang

JURNAL FISIKA ELEKTRONIKA DASAR - OSILOSKOP


ditimbulkan dan dicacat perioda, amplitude, frekuensi ,
periode. Setelah dilakukan pengamatan terhadap rangkaian
yang memakai kapasitor
selanjutnya dilakukan
pengamatan terhadap rangkaian yang memilki resistor dan
rnagkaian yang terdiri dari resistor dan kapasitor dengan
cara yang sama.
III. ANALISA DATA PEMBAHASAN

Min (V)
periode

-5.2
22.8

-4.2
21.7

Data-data yang tertera dalam table diatas didapatkan dari


hasil pembacaan dilayar osliloskop, berikut salah satu
contoh tampian layar osiloskop untuk gelombang sinusoida
dan kotak dari sumber tanpa rangkaian tanpa kaspasitor
dan resistor.

Berdasarkan hasil percobaan didapatkan data-data


sebagai berikut :
Tabel 1. Data pada sumber.

p-p(V)
Vrms(V)
Vmax(V)
frekuensi(H
z)
Min (V)
periode

sinusoi
da
10
3.378
4.8

kotak
8.2
2.943
3.8

43.67
-5.2
22.9

46.51
-4.4
21.5
Gambar 1. Tampilan layar osiloskop untuk gelombang
sinusoida

Tabel 2. Data pada kapasitor

p-p(V)
Vrms(V)
Vmax(V)
frekuensi(H
z)
Min (V)
Periode

sinusoi
da
10
3.6
4.8

kotak
8.2
2.039
3.8

43.86
-5.2
22.8

44.05
-4.4
22.7

Table 3. data pada resistor

p-p(V)
Vrms(V)
Vmax(V)
frekuensi(H
z)
Min (V)
periode

sinusoid
a
10
3.38
4.8
43.67
-5.2
22.7

Kotak
8.2
2.92
6
3.8
44.0
5
-4.4
22.7

Gambar 2. Tampilan layar osioskop untuk gelombang


kotak.
Dari data yang diperoleh akan dicari nilai dari Ief, Vef.
Untuk menghitung Vef digunakan persmaan (1) . Berikut
data hasil perhitungan:
Table 5. Vef hasil perhitungan dan pengamatan

Tabel 4. Data pada rangkaian seri Kapasitor dan resistor

p-p(V)
Vrms(V)
Vmax(V)
frekuensi(H
z)

sinusoid
a
10.2
3.437
5
43.86

kotak
8
2.91
9
3.8
46.0
8

sumber
resistor
Kapasit

perhitungan
sinusoi
da
kotak
Vef(V)
Vef(V)
3.3941 2.6870
13
06
3.3941 2.6870
13
06
3.3941 2.6870

osiloskop
sinusoid kota
a
k
Vef(V)
Vef
2.94
3.378
3
2.92
3.38
6
3.6
2.03

JURNAL FISIKA ELEKTRONIKA DASAR - OSILOSKOP

or
seri RC

13
3.5355
34

06
2.6870
06

3.437

9
2.91
9

Dari hasil perhitungan diatas, dapat diketahui bahwa


hasil perhitungan terhadap Vef dan hasil tampilan dari
layar osiloskop berbeda, hal ini disebabkan karena
penunjukan dari osiloskop tidak stabil dan juga persamaan
untuk menentukan nilai Vef berlaku secara umum. dari
hasil perhitungan dan pengamatan juga didapati antara
gelombang kotak dan gelombang sinusoida berbeda dimana
tengan lebih tinggi pada gelombang senusoida. Dari data
percobaan terlihat bahwa Vef pada saat menngunakan
kapasitor atau resistor sama saja dengan pada saat tidak
menggunakan kapasitor atau kapasitor. Dalam teori
seharusnya ketika memakai kapasitor atau resistor
menyebabkan tegangan nya semakin rendah. Hal ini
disebabkan Karena pada saat merrangkai alat terjadi
kesalahan dari rangkaian.
IV. KESIMPULAN
Dari hasil percobaan didapatkan kesimpulan bahwa Vef
pada gelombang sinusoida adalah pada sumber 3.6 V , pada
kapasitor 3,6 V dan pada resistor 3, 38 V . dan hasil Vef pada
gelombang kotak adalah pada sumber 2,943 V , pada kapasitor
2,039 V, dan pada resistor 2,219 V. tegangan efekttif yang
dihasilkan pada gelombang sinusoida lebih tinggi dari gelombang
kotak. Dan untuk hasil perhitungan didapatkan tegangan efektif
pada gelombang sinusoida adalah untuk sumber 3.394113 V,

resistor 3.394113 V, kapasitor 3.394113 dan rangkaian seri


RC 3.535534 V dan gelombanag kotak sumber 2.687006
V , resistor 2.687006 V, kapasitor 2.687006 V dan
rangkaian seri RC 2.687006 V.

UCAPAN

TERIMA KASIH
Penulis mengucapkan terima kasih kepada asisten
laboratorium, Adis prasetyo, yang telah membimbing
dalam percobaan osiloskop. Tidak lupa terimakasih kepada
teman-teman satu tim atas kerja samanya dalam melakukan
praktikum ini.
DAFTAR PUSTAAKA
[1]
[2]
[3]
[4]

Douglas, Giancoli C.Fisika.Jakarta: Erlangga, 1996


Sears and Zemansky. Fisika Universitas. Bandung:Binacipta,1983
Sutrisno. Elektronika Dasar. Bandung: ITB,1984.
Zemansky and Dittman.Kalor dan Termodinamika.Bandung: ITB,
1986