Anda di halaman 1dari 5

ARYA UTAMA TIMUR GALANG ADIL S.

Ked
0907101010037
EFUSI PLEURA

DEFINISI
Kumpulan cairan di rongga pleura (Chesnutt & Prendergast, 2003)

PATOFISIOLOGI
Transudat
Merupakan cairan ekstraseluler dalam rongga pleura yang timbul secara pasif.
Berat jenis cairan <1,015 dengan protein <2-3 g/dl.
Terjadi sebagai akibat perubahan faktor iskemik yang mempengaruhi pergerakan cairan
pleura.
Contoh:
-

Peningkatan cairan interstisial pulmonal dan peningkatan tekanan kapiler pleura

viseral pada gagal jantung kiri


Penurunan tekanan onkotik

Eksudat
Terjadi akibat perubahan faktor lokal sehingga terjadi akumulasi cairan pleura.
Cairan dalam rongga pleura yang disebabkan oleh penyakit infeksi atau neoplasma.
Umumnya kadar protein >3g/dl dapat berwarna kuning, purulen ataupun kemerahan
dengan atau tanpa sel-sel atau bakteri.
Secara umum dapat disebabkan oleh inflamasi, infeksi, dan neoplasma.

GEJALA KLINIS
-

Sesak napas merupkan gejalautama, kadang-kadang disertai perasaaan tidak enak di


dada. Bila cairan pleura sedikit, maka tidak dapat dideteksi dengan pemeriksaan

klinis, tetapi dapat didereksi dengan radiografi.


Kadang-kadang disertai nyeri pleuritik atau batuk nonproduktif, tetapi efusi pluera
lebih sering merupakan penyakit pnemoni (efusi pneumoni).

PEMERIKSAAN KLINIS
-

Pada inspeksi : gerak napas tertinggal pada sisi efusi, sela iga nampak melebar dan

menonjol.
Pada perkusi: suara ketok terdengar redup sesuai dengan luas efusi, dapat membentuk

garis Ellys damoiciere, tanda tanda pendorongan mediastinum, sela iga melebar
Pada palpasi: fremitus raba menurun
Pada auskulltasi: suara napas menurun atau menghilang. Suara bronkial dan egofoni
sering dijumpai tepas di atas efusi.

FOTO TORAKS
-

Foto toraks PA atau AP duduk, untuk melihat permukaan cairan pleura. Cairan
cenderung menuju ke tempat rendah. Tanda awal radiologi adalah sinus

frenikokostalis tumpul.
Jumlah cairan pleura >300cc tampak pada foto toraks.
Bila jumlah cairan sedikit dapat terlihat pada foto toraks dalam posisi dekubitus.
Efusi pleura yang terlihat pada foto toraks berbentuk kantong (pocketed/loculated)
masih perlu dibedakan dengan gambaran penyakit lain, mungkin diperlukan

pemeriksaan penunjang lain seperti USG toraks atau CT scan toraks.


Pada efusi minimal tampak sinus kostofrenikus tumpul.
Efusi dalam jumlah banyak menyebabkan pendorongan mediastinum/pergeseran
mediastinum ke arah yang sehat tetapi bila tidak ada pergeseran mediastinum
kemungkinan efusi disertai kolaps paru.

MAKROSKOPIS
-

Aspirasi cairan dan biopsi pleura dapat digunakan untuk mendiagnosis penyakit dan

sebagai bahan biakan.


Kadang diperlukan pemeriksaan torakoskopi untuk membantu diagnosis.
Makroskopis cairan efusi pleura transudat berwarna bening atau kuning, cairan
eksudat berwarna kuning jernih, purulen, kemerahan, kecoklatan. Bila berwarna putih
seperti susu menunjukkan ada cairan chylous.

MIKROSKOPIS
-

Cairan pleura dapat digunakan untuk pemeriksaan sitologi dan hitung jenis.
Efusi yaang banyak mengandung sel darah merah, diduga karena keganasan atau
infark paru. Bila banyak mengandung sel PMN menunjukkan infeksi bakterial.
Limfosit yang ada dalam cairan pleura tidak khas untuk tuberkolosis. Esinofil dalam
jumlah banyak, kemungkinan ada penyakit pada jaringan ikat atau efusi pleura
esinofilik.

LABORATORIUM
-

Protein >3g/dl: eksudat, <3g/dl: transudat


Rasio protein efusi : serum >0.5 : eksudat, rasio protein efusi : serum <0.5 : transudat
Glukosa <60g/dl : tuberkolosis, efusipleura rhematoid
Rasio LDH efusi : serum > 0.6 : eksudat, rasio LDH efusi : serum < 0.6: transudat
Kolesterol, trigliserida : chylothorax
PCR (Polimerase Chain Reaction) dan ADA (Adenosine Deaminase) untuk

tuberkulosis
Kultur dan tes sensitivitas cairan pleura untuk kecurigaan infeksi bakterial.
Sitologi cairan pleura untuk keganasan.

EFUSI PLEURA LAINNYA


Chylothorax adalah efusi pleura yang disebabkan oleh kebocoran duktus torasikus.
Kebocoran ini dapat disebabkan trauma, keganan (limfoma maligna), atau penyumbatan oleh
filariasis di daerahtropik.

DIAGNOSIS
Anamnesis dijumpai keluhan sesak napas.
Pemeriksaan fisik ada gerakan asimetris sisi sakit tertinggal, sela iga melebar, keredepun sisi
sakit, fremitus raba menururn pada sisi sakit, suara napas menurun pada sisi sakit.
Foto toraks tampak gambaran cairan efusi pleura. Aspirasi cairan pleura memastikan ada efusi
pleura. Bila diperlukan dapat dibantu USG toraks atau CT scan toraks.

DIAGNOSIS BANDING
-

Konsolidasi paru karena pneumoni


Neoplasma paru dengan kolaps paru
Fibrosis pleura

PENATALAKSANAAN
-

Aspirasi cairan pleura untuk mengurangi keluhan sesak napas. Dianjurkan untuk
melakukan aspirasi sedikit demi sedikit, sebanyakl 500-1000cc untuk mencegah

edema paru akibat pengambilan cairan yang banyak dan cepat.


Efusi pleura maligna yang cepat reakumulasi dianjurkan pleurodesis. Sebelum bahan
sklerosing dimasukkan ke rongga pleura, dipasang chest cube, lalu tetracyclin HCL
dosis 20mg/kgBB yang dilarutkan dalam 50cc cairan fisiologis (garam faali).
Penderita diupayakan berubah posisiatau digoyangkan supaya merata, dilakukan
pengisapan dengan tekanan negatif kemudian chest cube diklem selama 24 jam.

Bahan pleurodesis yang lain seperti talk, dekstrosa 40% dll.


Selain itu dapat diberikan kemotrapi intra pleura pada proses keganasan seperti
bleomycin, 5 flurouracil, cysplatinum.

KOMPLIKASI

Empiema

PROGNOSIS
Prognosis tergantung penyakit dasar.
Biasanya sembuh setelah diberi pengobatan adekuat terhadap penyakit dasar.

DAFTAR PUSTAKA
Chesnutt MS, Prendergast TJ. 2003. In : Current medical diagnosis & treatment 2003. Editors:
Tierney LM, McPhee SJ, Papadakis MA. 42.Ed.New York; McGraw-Hill, 216-311.
Light R W. 2001. Clinical manifestation and useful test. In: Pleural diseases. 4 th. Ed.
Philsdelphia. Lippincott Williams & Wilkins, 42-86.
Rosenbluth DB. 2002. Pleural effussions: Nonmalignant and malignant. In: Fishmans Manual of
pulmonary diseases and disorders. 3rd ed. Editor: Fishman AP, Elias JA, Fishman JA, et al.
McGraw-Hill Companies, 487-506