Anda di halaman 1dari 16

Laporan Praktikum

Hari/tanggal

: Kamis, 27 Februari 2014

Pengemasan Pangan

PJ. Praktikum : Dwi Yuni Hastati, STP. DAA


Asisten : Alfredo Rahmatillah, Amd

IDENTIFIKASI FILM DAN KEMASAN PLASTIK


AP1/Kelompok 9
Imma Nuriana

J3E113014

Dwindi Putri Gemili

J3E213118

Tri Ratna

J3E113067

SUPERVISOR JAMINAN MUTU PANGAN


PROGRAM DIPLOMA
INSTITUT PERTANIAN BOGOR
2014

I. PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Plastik merupakan bahan kemasan yang paling populer dan sangat luas penggunaannya.
Kita dapat dengan mudah menjumpai plastik di sekitar kita dengan berbagai bentuk
dan warna. Kemasan plastik banyak digunakan sebagai pengemas buah, sayuran,
makanan, dan minuman. Plastik merupakan polimer dari monomer-monomer
organik yang memiliki berat molekul yang tinggi. Pembuatan plastik berlangsung
dalam suatu reaksi atau proses polimerisasi dari bahan baku plastik yang dapat
berasal dari gas alam, batubara, minyak bumu dan lain-lain.Plastik memiliki
kelebihan yang tidak dimiliki oleh kemasan lain,diantaranya: fleksibel (dapat
mengikuti bentuk produk), transparan (isi dariproduk dapat terlihat sehingga
konsumen dapat melihat kesegaran produk), efisien dalam penyimpanan
(tidak memerlukan tempat yang luas karena dapat disimpan dalam bentuk biji
plastik), tidak mudah pecah, bentuk laminasi (dapat dikombinasikan dengan
bahan kemasan lain), tidak korosif, dan harganya relatif lebih murah dibandingkan
kemasan lain. Disamping memiliki berbagai kelebihan yang tidak dimiliki oleh
bahan kemasan lainnya, plastik juga mempunyai kelemahan, yaitu umumnya
plastik tidak tahan suhu rendah, tidak tahan cahaya, dapat mencemari produk
(migrasi komponen monomer yang beresiko dalam keamanan dan kesehatan),
nonbiogradeable ( tidak dapat didaur ulang karena bahan tidak dapat hancursecara
alami dan lama) dan bahan dasarnya tidak dapat diperbarui karena berasal dari
hasil samping pengambilan bahan bakar minyak bumi.Plastik digolongkan dalam
beberapa jenis dengan sifat dan karakteristik yang berbeda (ditentukan oleh
pengaturan tebal plastik, penambahan bahan aditif, dan polimer pembentuknya)
dengan tingkat kesesuaian produk serta frekuensi pemakaiannnya. Secara garis
besar plastik dapat digolongkan menjadi dua golongan besar, yakni plastik yang
bersifat termoplastik dan termoset. Termoplastik dapat dibentuk kembali dengan
mudah dan diproses menjadi bentuk lain serta dapat didaur ulang sedangkan
termoset bila telah mengeras tidak dapat dilunakkan dan tidak dapat didaur ulang.
Plastik yang paling umum digunakan dalam kehidupan sehari-hari adalah dalam
bentuk termoplastik (Setyawati 2003). Plastik jenis termoplastik yang biasa

digunakan adalah jenis polyethylene ( HDPE,MDPE,LDPE,LLDPE, PET), dan


polypropylene ( PP).

B. Tujuan
Praktikum

ini

dilakukan

dengan

tujuan

agar

mahasiswa

dapat

mengidentifikasi beberapa jenis plastik dengan menguji sifat fisiknya,yaitu : sifat


transparan, kelenturan, kelelehan, daya sobek, dan kekerutannya dapat
mengklasifikasi beberapa jenis kemasan yang ada, dapat menganalisis material
yang digunakan sesuai dengan tujuannya, dapat mengidentifikasi film dan
laminate yang digunakan untuk membedakan ciri khas dari bahan, serta dapat
menentukan jenis plastic material berdasarkan sifat pembakaran.Selain itu,
praktikum ini bertujuan untuk menghubungkan karakteristik plastik dengan
karakteristik produk yang dikemasnya.

II. METODE
A. Alat dan Bahan
Bahan yang digunakan pada praktikum ini yaitu berbagai contoh jenis
plastik yang berbahan dasar: HDPE, LDPE, PP, PVC, dan Selopan.
Sedangkan alat yang digunakan antara lain mikrometer skrup, gunting, label,
korek api, dan lilin.
B. Metode
Langkah-langkah yang dilakukan dalam praktikum adalah sebagai berikut:

Setiap kelompok disediakan 6 jenis plastic.

Setiap jenis plastik dibagi menjadi beberapa


bagian.
.

Potongan plastik dibakar dengan lilin untuk


mengetahui daya leleh dandaya kerut

Potongan plastik ditarik untuk mengetahui daya kelenturan


(strech)

Potongan plastik digunting bagian ujungnya


kemudian disobek untuk mengetahui daya sobek

Mencatat hasil pengamatan dalam bentuk tabel.


.
Bandingkan hasil pengamatan dengan karakteristik
masing-masing plastik.

III. HASIL DAN PEMBAHASAN


A. Hasil

Kode

Uji tarik

Uji sobek

Uji bakar

Uji

Jenis

transparan

plastik

HDPE

+++

++

++

++

LDPE

++

++

++

+++

PP

+++

+++

+++

Selopan

+++

+++

+++

PVC

+++

+++

+++

PVC

Table 1. Sifat fisik plastik


Keterangan penilaian terhadap karakteristik plastik :
+ = susah

++ = sedang

+++ = mudah

Table 2 Jenis-jenis penggunaan plastik dalam produk


NO
1

Kemasan Pangan
HDPE untuk susu

Alasan Pemilihan
Tidak tembus cahaya, tahan lemak, tahan
suhu tinggi.

LDPE untuk mie kering

Mencegah dari uap air, mudah dibuka dalam


penggunaan, transulid.

PET untuk soft drink

Memperlihatkan kesegaran dan warna soft


drink, impermeabilitas terhadap uap air dan

gaa baik, tahan terhadap solvent.


4

PET untuk sari buah

Memperlihatkan warna dan kesegaran sari


buah, tahan asam

PET untuk air mineral

Untuk memperlihatkan kesegaran

PP untuk margarin

Ringan, agar tidak teroksidasi, mencegah


paparan cahaya.

PS untuk mie instant

Menjaga bentuk, menghindari paparan


cahaya.

PET untuk kecap

Memperlihatkan kehitaman kecap, menjaga


kekentalan kecap, menjaga kestabilan saat
disimpan.

PET untuk saos

Memperlihatkan warna saos, menjaga


kekentalan saos.

10

LDPE untuk tepung

Impermeabilitas terhadap uap air baik,

bumbu

transulid, mudah dibuka dalam penggunaan.

B. Pembahasan

Pembahasan tabel 1

Karakteristik plastik dapat dilihat berdasarkan sifat fisiknya, yaitu :


transparan,daya leleh, daya sobek, kelenturan dan kekerutan.
Polypropilena (PP) adalah sebuah polimertermo-plastik yang dibuat oleh
industri

kimia

dan

digunakan

dalam

berbagai

aplikasi,

diantaranya

pengemasan,tekstil(contohnya tali, pakaian dalam termal, dan karpet), alat tulis,


berbagai tipe wadah terpakaikan ulang serta bagian plastik, perlengkapan
labolatorium, pengeras suara, komponen otomotif, dan uang kertas polimer. Polimer
adisi yang terbuat dari propilena monomer, permukaannya tidak rata serta
memiliki sifat resistan yang tidak biasa terhadap kebanyakan pelarut kimia, basa

dan asam. Polipropena biasanya didaur-ulang, dan simbol daur ulangnya adalah
nomor "5"
Sifat-sifatnya sebagai berikut : transparan dan jernih dalam bentuk
film, tetapi tidak dalam bentuk kaku.Lebih kaku dari PE dan tidak mudah
sobek.Tahan suhu tinggi sampai 150oC. Kekuatan terhadap tarikan lebih besar
dibandingkan PE.Densitas sangat rendah 0.9 g/cm. Mempunyai ketebalan 0,0010,1inchi.
Polystyriene adalah hasil polimerisasi dari monomer-monomer stirena,
dimana monomer stirena- nya didapat dari hasil proses dehidroge nisasi dari etil
benzene (dengan bantuan katalis), sedangkan etil benzene-nya sendiri merupakan
hasil reaksi antara etilena dengan benzene (dengan bantuan katalis).
Sifat-sifat umum dari poli stirena :
1. Sifat mekanis
Sifat-sifat mekanis yang menonjol dari bahan ini adalah kaku, keras,
mempunyaibunyi seperti metallic bila dijatuhkan.
2. Ketahanan terhadap bahan kimia
Ketahanan

PS

terhadap

bahan-bahan

kimia

umumnya

tidak

sebaik ketahanan yangdipunyai oleh PP atau PE.PS larut dalam eter,


hidrokarbon aromatic danchlorinated hydrocarbon. PS juga mempunyai
daya serap air yang rendah,dibawah 0,25 %.
3. Abrasion resistance
PS mempunyai kekuatan permukaan relative lebih keras dibandingkan
dengan jenis termoplastik yang lain. Meskipun demikian, bahan ini mudah
tergores.
4. Transparansi
Sifat optis dari PS adalah mempunyai derajat transparansi yang tinggi,
dapat melalui semua panjang gelombang cahaya (A 90%). Disamping itu
dapat memberikan kilauan yang baik yang tidak dipunyai oleh jenis plastic
lain, dimana bahan ini mempunyai indeks refraksi 1,592.

5. Sifat elektrikal
Karena mempunyai sifat daya serap air yang rendah maka PS digunakan
untuk keperluan alat-alat listrik. PS foil digunakan untuk spacers, slot liners
dancovering dari kapasitor, koil dan keperluan radar.
6. Ketahanan panas
PS mempunyai softening point rendah (90oC) sehingga PS tidak
digunakan untuk pemakaian pada suhu tinggi, atau misalnya pada makanan yang
panas.Suhumaksimum yang boleh dikenakan dalam pemakaian adalah 75oC.
Disamping itu,PS mempunyai sifat konduktifitas panas yang rendah.

Polyvinylclorid (PVC) dihasilkan dari proses polimerisasi dengan adisi HCl


yang

menghasilkan

polimer rantai

lurus dengan

ikatan

ganda.Sifat-sifat

PVC:Bersifat lentur atau kaku, mempunyai pori-pori kecil dan dapat menyusut
bila dipanaskan, densitas tinggi, permeabilitas terhadap uap air rendah, kekuatan
tarik tinngi. Sangat sukar ditembus air.Permeabilitas gasnya rendah sehingga
sesuai untuk mengemas makanan yang banyak mengandung air dan tidak mudah sobek.
Cellophan sebenarnya terbuat dari serat selulosa yang disulfatasi. Cellophan
dapat dipergunakan untuk membungkus sayuran, daging, dan beberapa jenis roti.
Cellophan yang dilapisi nitroselulosa. Sifat-sifat Cellophan, yaitu: Tahan terhadap
uap air,fleksibel,mudah direkatkan dengan pemanasan.Cellophan yang dilapisi
PVDC tahan terhadap uap air dan kedap oksigen sehingga baik untuk mengemas
makanan yang mengandung minyak ataulemak.
HDPE

(High

Density

Polyethylene)

merupakan

jenis

plasticPE

(Polyethylene ). HDPE merupakan salah satu bahan plastik yang aman untuk digunakan
karena kemampuan untuk mencegah reaksi kimia antara kemasan plastik berbahan HDPE
dengan makanan/minuman yang dikemasnya. HDPE mempunyai jumlah rantai
cabang dan merupakan lantai yang lurus. HDPE juga direkomendasikan hanya
untuk sekali pemakaian, karena pelepasan senyawa antimoni trioksida terus
meningkat seiring waktu.Sifat-sifat HDPE : Sifat bahan kuat, Keras, Buram, tahan
suhu tinggi hingga 120oC, gaya antar molekul kuat, daya tarik, dan kekakuan
lebih kuat daripada LDPE, densitas lebih baik daripada LDPE.

LDPE ( Low Density Polyethylene ) Plastik jenis LDPE dan HDPE


merupakan varia dari polietilen sementara dalam Hariyanti (2008). LDPE sulit
bereaksi dengan senyawa kimia sehingga aman digunakan untuk makanan,
mempunyai struktur rantai cabang yang panjang sehingga memiliki derajat
elongasi yang tinggi.LDPE dihasilkan dengan cara polimerisasi pada tekanan
tinggi. Sifat-sifat LDPE :Berwarna agak keruh. Tahan suhu tinggi hingga 105o C,
densitas rendah lebih rendah daripada HDPE, agak tembus cahaya, fleksibel,
permukaan agak berlemak, daya proteksi teradap uap air tergolong baik, akan
tetapi kurang baik bagigas-gas seperti oksigen.
Sifat Transparan
Plastik HDPE memiliki tingkat kekeruhan yang paling tinggi dibandingkan
jenis plastik yang lainnya. Hal ini disebabkan karena plastik HDPE mempunyai
kerapatannya yang lebih tinggi dan molekul-molekul penyusunnya lebih teratur
sehingga dapat mempengaruhi transparansinya.
Sifat Kelenturan dan Kesobekan
Plastik HDPE memiliki sifat elastis yang tinggi serta tingkat sobek yang
rendah.Plastik ini memiliki sifat elastis dan kenyal sehingga sulit terjadi
sobekan. Zataditif berupa zat peliat bisa ditambahkan dalam plastik untuk
menimbulkan efek elastisitas dan zat peneguh untuk memberi sifat kaku.Semakin
elastis suatu jenisplastik, tenaga yang diperlukan semakin besar.
Sifat Kekerutan
LDPE dan HDPE membentuk struktur arang yang tidak bisa terbakar
lagi(irreversible) jika dibakar.Jadi kecepatan rambatnya kecil. Berbeda dengan
PP,PVC, PS dan Cellophan yang masih tetap dapat terbakar kembali
(reversible).Sehingga memiliki kecepatan rambat yang tinggi ( mengkerut).
Sifat Kelelehan
Dari hasil percobaan terlihat bahwa yang paling mudah terbakar
darisemua jenis bahan plastik yang diteliti adalah jenis polietilen (LDPEkarena
tidak tahan suhu tinggi.

Pembahasan Tabel 2

Dari data pengamatan terhadap 10 produk pangan, diidentifikasi


kesesuaiandengan produk, sebagai berikut :
1. HDPE untuk susu
Pada proses pasteurisasi menggunakan suhu < 1000 C untuk membunuh
mikroorganisme patogen. Setelah proses pemanasan, susu masih mengandung
spora-spora dan sel-sel vegetatif yang dapat tumbuh dan berkembang. Oleh
karena itu, susu pasteurisasi harus segera disimpan pada suhu rendah. Keunggulan
dari pasteurisasi ini, kandungan susu tidak mengalami kerusakan yang berarti.
Oleh karena itu, kemasan yang dianjurkan adalah HDPE dan LDPE. LDPE
digunakan dengan cara membentuknya mengisi dan di-seal, sedangkan HDPE
digunakan untuk ukuran besar. HDPE memiliki sifat bahan yang lebih kuat, keras,
buram dan lebih tahan terhadap suhu tinggi.HDPE merupakan salah satu bahan
plastik yang aman untuk digunakan karena kemampuan untuk mencegah reaksi
kimia antara kemasan plastik berbahan HDPE dengan makanan/minuman yang
dikemasnya. HDPE hanya untuk sekali pemakaian karena pelepasan senyawa
antimoni trioksida terus meningkat seiring waktu.
2. LDPE untuk mie kering
LDPE

(low density

polyethlene)

adalah

jenis

polimer

sintetik

daringolongan poliolefin, David dansim (1990) mengemukakan bahwa poliolefin


murni secara alami memperlihatkan ketidakstabilan terhadap cuaca sehingga
untuk menjaga kestabilannya perlu ditambahkan bahan aditif.Alasan pemilihan
karena sifat LDPE yang impermeable terhadap air sehingga dapat menjaga produk
tetap kering tetapi LDPE tidak dapat menjaga produk tetap renyah karna sifatnya yang
permeable terhadap gas. Selain itu sifat dari LDPE yang kaku dan fleksibel
membuat produk mudah untuk dibuka. Dan sifatnya yang transulid (warna putih
susu) sehingga dapat menjaga produk dari cahaya.
3. PET untuk soft drink
Soft drink merupakan minuman berkarbonasi yang mengandung gas CO2,
dan inti dari kualitas terletak pada gas tersebut maka diperlukan kemasan yang
tidak permeable dengan gas seperti botol kaca, PET, atau kaleng. Kemasan PET
dipilih karena memiliki sifat tembus pandang, bersih dan jernih, permeabilitas

uap air dan gas sangat rendah, memiliki sifat beradaptasi terhadap suhu tinggi
(300C) yang sangat baik, tahan terhadap pelarut organic, kuat tidak mudah
sobek. Botol plastik yang menggunakan PET mampu menahan tekanan yang
berasal dari minuman berkarbonat.
4. PET untuk sari buah
PET adalah kemasan polimer jernih dan kuat dengan sifat- sifat penahan
gas dan kelembaban. Produk ini mempunyai komposisi vitamin yang akan rusak
bila terkena suhu panas maka di pilihlah kemasan PET yang mempunyai sifat tahan
terhadap suhu panas maka mampu melindungi produk, selain ada vitamin yang akan
rusak jika terkena panas ada juga vitamin yang akan rusak bila terkena cahaya
matahari maka di antisipasi dengan menempelkan label pada kemasan yang tidak terlalu
tebal sehingga masih biasa memperlihatkan kesegaran dan warna dari produk.
5. PET untuk air mineral
Air mineral kemasannya PET (polyethylene terephthalate) Produk air
mineral ini ingin memperlihatkan kejernihan dan kesegaran air sehingga dipilihlah
PET yang mempunyai warna yang trasparan selain itu plastik juga mudah untuk
didesain dengan berbagai bentuk.
6. PP untuk margarin
Polypropylene merupakan polimer kristalin yang dihasilkan dari proses
polimerisasi gas. Produk ini merupakan produk yang mengandung lemak sehingga
di perlukan suatu kemasan yang tahan lemak serta mempunyai kemampuan daya tembus
uapnya rendah untuk menghindrari produk tersebut teroksidasi yang akibatnya
akan membuat kandungan lemak dalam produk rusak dipilihlah kemasan plastik
PP (polypropylen) yang memiliki sifat ketahanan terhadap lemak yang baik dan
daya tembus cahayanya rendah, selain sifat tersebut PP juga bersifat transparan
sehingga dapat merusak kandungan antioksidan pada produk sehingga kemasan
diberi pewarna (colorant) yaitu bahan pewarna yang berfungsi untuk
meningkatkan penampilan dan memperbaiki sifat tertentu dari bahan plastik.
Pewarna

yang

digunakan

adalalah

warna

putih

susu

sehinggaplastik

tidak transparan dan selain itu dikemasan yang sudah diberi pewarna itu di
tempelkan label yang bertujuan selain untuk memberikan informasi tentang
produk juga sebagai penahan cahaya matahari sehingga kemungkinan antioksidan

hilang atau rusak bisa di minimalkan. Selain sifat-sifat yang di atas kemasan, PP
juga dipilih karena ringan, fleksibeldan rigit.
7.

PS untuk mie instant

PS (polystyrene) adalah hasil polimerisasi dari monomer-monomer stirena,


dimana monomer stirena- nya didapat dari hasil proses dehidrogenisasi dari etil
benzene (dengan bantuan katalis), sedangkan etil benzene-nya sendiri merupakan
hasil reaksi antara etilena dengan benzene (dengan bantuan katalis). Alasan
pemilihan PS sebagai kemasan karena sifatnya yang kaku dan tidak mudah sobek
sehingga produk tidak mudah rusak. Warna dari PS yangputih dan tebal membuat
kemasan ini terjaga dari paparan cahaya.
8. PET untuk kecap
PET (polyethylene terephthalate), pemilihan plastik PET sebagai kemasan
dari produk ini karena produk dapat menjaga kekentalan dari produk hal ini di
sebabkan karena sifat dari PET yang memiliki sifat menyerap uap air yang
rendah, warna plastik PET yang transparan merupakan salah satu alasan
pemilihan

plastik

PET

karena

dapat memperlihatkan warna

produk

sehingga konsumen dapat menggambarkan bahan baku dari produk tersebut, dan
juga mekanisnya baik, sifat dari PET yang kaku juga membuat kemasan
tidak mudah rusak.
9. PET untuk saos sambal
Pemilihan untuk saus sambal karena PET impermeabilitasnya cukup baik
yaitu sifat warna dari kemasan PET yang transparan dapat memperlihat isi dari
kemasan (produk) dapat terlihat warna yang merah dan konsumen dapat
membayangkan bahan baku dari produk ini yaitu cabe merah.
10. LDPE untuk tepung bumbu
LDPE dihasilkan dengan cara polimerisasi pada tekanan tinggi,

mudah

dikelim dan harganya murah. Dalam perdagangan dikenal dengan nama


alathon, dylan dan fortiflex. Kekakuan dan kuat tarik dari LDPE lebih rendah
daripada HDPE (modulus Young 20.000-30000 psi, dan kuat tarik 1200-2000
psi),

karena LDPE memiliki derajat elongasi yang tinggi (400-800%) maka,

untuk makanan kering, serealia atau tepung bumbu siap saji dikemas dengan

kemasan kedap uap air dan gas seperti LDPE berlapis kertas atau
LDPE/aluminium foil.

Dari 10 produk kemasan, 5 diantaranya menggunakan plastik jenis PET.


Alasan PET banyak dipilih karena sifat dan karakteristik yang dimilikinya
mempunyai kesesuaian dengan karakteristik produk.

POLYETHYLENE PEREPHTALATE (PET)


Polyethylene

terephtalate

yang

sering

disebut

PET dibuat

dari

glikol

(EG) danterephtalic acid (TPA) atau dimetyl ester atau asam terepthalat
(DMT).Penggunaan PET sangat luas antara lain : botol-botol untuk air mineral,
soft drink, kemasan sirup, saus, selai, minyak makan. Sifat-sifat PET :
1. PET merupakan keluarga polyester seperti halnya PC. Polymer PET dapat
diberi penguat fiber glass, atau filler mineral. PET film bersifat jernih,kuat,
liat, dimensinya stabil, tahan nyala api, tidak beracun, permeabilitas
terhadap gas, aroma maupun air rendah.
2. PET engineer resin mempunyai kombinasi sifat-sifat: kekuatan (strength)nya tinggi, kaku (stiffness), dimensinya stabil, tahan bahan kimia
danpanas, serta mempunyai sifat elektrikal yang baik.
3. PET memiliki daya serap uap air yang rendah, demikian juga daya serap
terhadap air.
4. PET dapat diproses dengan proses ekstrusi pada suhu tinggi 518- 608oF,
selain itu juga dapat diproses dengan tehnik cetak injeksi maupun
cetak tiup.

IV. KESIMPULAN DAN SARAN


A. Kesimpulan
Sifat-sifat fisik plastik seperti transparasi, kelenturan,tingkat kesobekan,
kelelehan dan kekerutan pada tiap jenis plastik berbeda. Hal itu dikarenakan
monomer-monomer yang menyusun plastik tidak sama satu dengan lainnya.
Karakteristik fisik plastik tersebut sangat berhubungan dengan pemilihan jenis
plastik yang akan digunakan sebagai bahan kemasan. Pemilihan jenis plastik yang
dak tepat akan merusak produk yang dikemas. Plastik yang berkualitas baik ialah
plastik yang memiliki sifat fisik yang baik serta tidak mencemari produk yang
dikemasnya. HDPE memiliki sifat fisik yang paling baik diantara plastik lain yang
dianalisa sifat fisiknya dan PET paling banyak digunakan pada produk. HDPE
memilki sifat tranparansi yang kurang baik, namun memilki daya lentur, daya
sobek, daya kerut, dan titik leleh yang paling baik. PET memiliki
karakteristik yang lebih baik dari kemasan lainnya, yaitu : permeabilitas terhadap
gas, aroma maupun air rendah, dimensinya stabil, tidak beracun dan tahan bahan
kimia dan panas. Kemasan yang baik melindungi produk dari kontaminasi yang
karakteristiknya dimiliki oleh PET. Kelebihan yang dimiliki oleh PET dan HDPE
karena ikatan hidrogen antar molekul,berat molekul, dan struktur polimer yang
dimiliki lebih baik daripada jenis plastik yang lain.

B. Saran
Pemilihan jenis plastik harus memerhatikan 3 faktor penting, yaitu : sifatbahan
pangan, keadaan lingkungan, dan sifat bahan pengemas. Sifat atau karakteristik plastik harus
disesuaikan dengan karakteristik bahan dan keadaan lingkungan pangan yang
dikemasnya untuk meningkatkan dan memaksimalkan perlindungan, pengawetan
dan penjagaan sehingga produk yang dikemas tidak tercemari. Keadaan
lingkungan Kesesuaian produk dengan plastik dan keadaan lingkungan akan
meningkatkan frekuensi waktu pemakaian sehingga lingkungan tetap terjaga.

DAFTAR PUSTAKA

Christiany,

Maria

Ulfa.

pati

sagu

pencampuran

2009.

Produksi

termoplastis

biodegradable

dan

plastic

compatibilized

melalui

linear

low

densitypolyethylene [tesis]. Bogor: Program Pascasarjana, Institut Pertanian


Bogor.

Lee, Michael. 2009. Kajian produksi plastik komposit campuran pati


termoplastisdan polietilen [skripsi]. Bogor: Fakultas Teknologi Pertanian, Institut
Pertanian Bogor.

Rosalina,

Yessy.

2010.

(MAP)menggunakan

Teknologi

bahan

pengemasan

pengemas

atmosfir

LDPE antifog

termodifikasi

dengan

perforasi

pada penyimpanan buah rambutan [tesis]. Bogor: Program Pascasarjana, Institut


Pertanian Bogor.

Sulaeman,

Rudianda.

2003.

Deteorisasi

komposit

serbuk

kayu

plastik polipropilena daur ulang oleh cuaca dan rayap [tesis]. Bogor: Program
Pascasarjana, Institut Pertanian Bogor.

Widyasari,

Rucita.

2010.

Kajian

penambahan

onggok

termoplastis

karakterstik plastik komposit polietilen [tesis]. Bogor: Program Pascasarjana,


Institut Pertanian Bogor.