Anda di halaman 1dari 8

Volume molar parsial

Volume molar adalah volume yang dimiliki setiap mol suatu zat pada
temperatur dan tekanan tertentu. Volume molar parsial suatu zat dalam
larutan adalah perubahan volume yang terjadi apabila satu mol komponen
x ditambahkan pada larutan tersebut dan tidak mengubah komposisi
sistem. Volume polar parsial dari komponen x pada suatu sistem sama
dengan kenaikan atau penurunan yang sangat kecil pada volume dibagi
dengan banyaknya mol zat yang ditambahkan, pada saat keadaan suhu,
tekanan, dan jumlah komponen lain yang ada pada sistem tersebut
konstan.
Secara matematik, volume molal parsial didefinisikan sebagai :
(

Dimana adalah volume molal parsial dari komponen ke-i. Secara fisik
berarti kenaikan dalam besaran termodinamik V yang diamati bila satu
mol senyawa i ditambahkan ke suatu sistem yang besar, sehingga
komposisinya tetap konstan. Pada temperatur dan tekanan konstan,
persamaan

di

atas

dapat

ditulis

sebagai

dan dapat diintegrasikan menjadi :


Faktor Faktor yang mempengaruhi perubahan volume molar parsial


adalah adanya perbedaan antara gaya intermolekular pada larutan dan
pada komponen murni penyusun larutan tersebut, dan adanya perbedaan
antara bentuk dan ukuran molekul suatu larutan dan pada komponen
murni penyusun larutan tersebut.
Ada tiga sifat termodinamik molal parsial utama, yakni: (i) volume molal
parsial dari komponen-komponen dalam larutan (juga disebut sebagai
panas differensial larutan), (ii) entalpi molal parsial, dan (iii) energi bebas

molal parsial (potensial kimia). Sifat-sifat ini dapat ditentukan dengan


bantuan (i) metode grafik, (ii) menggunakan hubungan analitik yang
menunjukkan V dan ni, dan (iii) menggunakan suatu fungsi yang disebut
besaran molal nyata.
Pada praktikum ini digunakan metode volume molar nyata yang
ditentukan sebagai:

Atau

Dimana adalah volume molal untuk komponen murni.


Pada praktikum ini, digunakan 2 macam zat, yaitu NaCl dan air, dan
etanol dan air. Maka, persamaan di atas dapat ditulis menjadi:

Dimana

adalah jumlah mol air, dan

adalah jumlah mol zat terlarut

(NaCl atau etanol).

Dimana

adalah massa pelarut, dalam hal ini adalah air, dan


Sehingga,

untuk

pada 1 mol. Sedangkan harga

Setelah didapatkan semua harga

pada variasi

dalam masing-masing variasi mol,

maka semua harga ini dapat diplot terhadap


didapatkan dari grafik ini adalah (

mol adalah

mol. Kemiringan yang

), dan dapat digunakan untuk

menentukan harga volum molal parsial ( ), berdasarkan persamaan


berikut:

.
Faktor Faktor yang mempengaruhi Perubahan Partial Molar Volume
Adanya perbedaan antara Gaya Intermolekular pada larutan dan pada komponen
murni penyusun larutan tersebut.[3]
Adanya perbedaan antara bentuk dan ukuran molekul suatu larutan dan pada
komponen murni penyusun larutan tersebut

Gaya Intermolekular adalah suatu gaya tarik menarik atau tolak menolak antara
partikel yang berdekatan.
Jenis2 gaya intermolekul
Gaya London atau Gaya Dispersi
Interaksi Dipol Terimbas
Interaksi Dipol Dipol
Interaksi Ion Dipol
Ikatan Hidrogen

Gaya intermolekul MgSO4 dengan H2O Termasuk Gaya Intermolekular IonDipol,


karena
MgSO4 akan terdispersi oleh H2O menjadi Mg2+ dan SO4 2-, sehingga ion Mg2+ akan
tertarik oleh ion polar dari air.

P. W. Atkins. 1978. Physical Chemistry. edisi 7. Oxford


University. halaman 161-168.

Volume molar (simbol Vm) adalah volume dari 1 mol dari suatu unsur atau senyawa
kimia pada temperatur dan tekanan tertentu. Berbeda dengan massa molar, volume
molar setiap unsur atau senyawa tidak dipengaruhi oleh rumus molekulnya, namun
oleh tekanan dan temperatur dimana zat tersebut diukur. Definisi formal volume
molar adalah

dimana V adalah volume dan n adalah jumlah mol partikel.


Rumus di atas dapat diubah lagi dengan mensubstitusikan nilai
persamaan berikut

dengan

adalah massa molar.

dan

dari

Satuan volume molar dalam SI adalah meter kubik/mol (m3/mol),[1] meskipun lebih
sering digunakan satuan liter/mol atau dm kubik/mol (dm3/mol) untuk gas dan
sentimeter kubik/mol (cm3/mol) untuk liquid dan solid.
Pada kondisi temperatur dan tekanan standar (

dan

),

volume molar gas ideal adalah 22,4 liter/mol. Pada kondisi ruangan (Room
Temperature and Pressure, dimana

dan

), volume molar

gas ideal adalah 24 liter/mol. Hal ini dapat dibuktikan dengan memasukkan nilai T
dan P ke dalam persamaan gas ideal.

Pada kondisi standar, dengan

Pada kondisi ruang, dengan

dan

dan

Bird, T. 1994. Kimia Fisik untuk Universitas. Gramedia Pustaka Utama.


Jakarta

Volume molar parsial secara luas dipahami sebagai kontribusi yang komponen dari
campuran membuat volume keseluruhan dari solusi. Namun, ada agak yang lebih dari
ini :

Ketika satu mol air ditambahkan ke volume besar air pada 25 C , volume meningkat
dengan 18cm3 . Volume molar air murni dengan demikian akan dilaporkan sebagai
18cm3 mol - 1 . Namun, penambahan satu mol air untuk volume besar hasil etanol
murni dalam peningkatan volume hanya 14cm3 . Alasan bahwa kenaikan tersebut
berbeda adalah bahwa volume yang ditempati oleh sejumlah tertentu molekul air
tergantung pada identitas molekul sekitarnya . Nilai 14cm3 dikatakan volume molar
parsial air dalam etanol .

Secara umum, volume molar parsial dari X zat dalam campuran adalah perubahan
volume per mol X ditambahkan ke campuran .

Volume molar parsial komponen campuran bervariasi dengan komposisi campuran ,


karena lingkungan dari molekul dalam campuran berubah dengan komposisi . Ini
adalah lingkungan molekul berubah ( dan perubahan akibat dari interaksi antara
molekul ) yang menghasilkan sifat-sifat termodinamika campuran berubah karena
komposisinya diubah .

Volume molar parsial , VJ , setiap J substansi pada komposisi umum , didefinisikan


sebagai :

dimana subskrip menunjukkan bahwa jumlah semua zat lain tetap konstan .

Molar parsial adalah kemiringan dari plot dari total volume sebagai jumlah J berubah
dengan semua variabel lainnya dianggap tetap :

Perhatikan bahwa sangat mungkin untuk volume molar parsial menjadi negatif ,
karena akan berada di II dalam diagram di atas . Misalnya, volume molar parsial dari
magnesium sulfat dalam air - 1.4cm3 - mol 1 . yaitu penambahan 1 mol MgSO4
untuk volume besar air dalam hasil penurunan volume 1,4 cm3 . ( Kontraksi terjadi
karena garam memecah struktur terbuka air sebagai ion menjadi terhidrasi . )

Setelah volume molar parsial dari dua komponen dari campuran pada komposisi dan
suhu yang menarik diketahui , total volume campuran dapat dihitung dari :

Ekspresi dapat diperpanjang dengan cara yang analog dengan campuran dengan
sejumlah komponen .

Metode yang paling umum untuk mengukur volume molar parsial adalah untuk
mengukur ketergantungan volume solusi pada komposisinya . Volume diamati
kemudian dapat dipasang ke fungsi komposisi ( biasanya menggunakan komputer ) ,

dan kemiringan fungsi ini dapat ditentukan pada setiap komposisi bunga dengan
diferensiasi

http://www.everyscience.com/Chemistry/Physical/Mixtures/a.1265.php