Anda di halaman 1dari 9

BAB I

PENDAHULUAN

Keberhasilan suatu pembelajaran ditentukan oleh perencanaan, proses dan evaluasi.


Ketiga hal ini harus dipersiapkan secara matang agar terjadi proses pembelajaran yang efektif
dan efisien. Artinya, semua KD dapat disampaikan secara tepat sesuai dengan tuntutan
kurikulum.
Evaluasi pembelajaran menjadi bagian yang tak terpisahkan pada proses belajar mengajar
(PBM). Dalam konteks KBK (Kurikulum Berbasis Kompetensi) evaluasi berfungsi; (1) untuk
menilai keberhasilan siswa dalam pencapaian kompetensi, (2) sebagai umpan balik untuk
perbaikan proses pembelajaran (Wina Sanjaya, 183:2005)
Menurut Guba dan Lincoln dalam (Wina Sanjaya, 181:2005), menyatakan bahwa evaluasi
merupakan proses memberikan pertimbangan mengenai nilai dan arti sesuatu yang
dipertimbangkan (evaluand). Sesuatu yang dipertimbangkan itu bisa berupa orang, benda,
kegiatan, keadaan, atau sesuatu kesatuan tertentu.
Karakteristik evaluasi sesuai konsep di atas mengandung pengertian bahwa evaluasi merupakan
suatu proses dan berhubungan dengan pemberian nilai atau arti. Sebagai suatu proses,
pelaksanaan evaluasi seharusnya berupa tindakan yang harus dilakukan. Dengan demikian,
evaluasi bukan sekadar produk atau hasil, melainkan rangkaian kegiatan. Sebagai pemberian
nilai atau arti, evaluasi harus menunjukkan kualitas yang dinilai.
Evaluasi berbeda dengan pengukuran. Pengukuran (measurement) pada umumnya berkenaan
dengan masalah kuantitatif untuk mendapatkan informasi yang diukur. Oleh karena itu, dalam
proses pengukuran diperlukan alat bantu tertentu. Untuk mengukur berat badan diperlukan
timbangan, untuk mengukur IQ, digunakan tes IQ.
Oleh sebab itu dalam membuat test/pengukuran harus jelas rambu-rambu penilaian yang sering
disebut dengan rubrik penilaian.

BAB II
PEMBAHASAN
A. Pengertian penilaian rubrik
Rubrik merupakan panduan penilaian yang menggambarkan kriteria yang diinginkan
guru dalam menilai atau memberi tingkatan dari hasil pekerjaan siswa Rubrik perlu memuat
daftarkarakteristik yang diinginkan yang perlu ditunjukkan dalam suatu pekerjaan siswa disertai
dengan panduan untuk mengevaluasi masing-masing karakteristik tersebut.
Rubrik menurut beberapa pandangan para ahli adalah:
Menurut Arens : Rubrik adalah Deskripsi terperinci tentang tipe kinerja tertentu dan kriteria
yang akan digunakan untuk menilainya
Menurut Bernie Dodge dan Nancy Pickett : Rubrik adalah dalah alat skoring untuk
asesmen yang bersifat subjektif, yang didalamnya terdapat satu set kriteria dan standar yang
berhubungan dengan tujuan pembelajaran yang akan diases ke anak didik.
Menurut Nitko : Rubrik adalah suatu alat yang berisi seperangkat aturan yang digunakan
untuk mengases kualitas dari performansi/kinerja mahasiswa/ peserta didik .
Menurut Heidi Goodrich Andrade : Rubrik adalah suatu alat penskoran yang terdiri dari
daftar seperangkat kriteria atau apa yang harus dihitung.
B. Tujuan Penyusunan Rubrik
Tujuan dari penilaian rubrik yaitu siswa diharapkan secara jelas memahami dasar
penilaian yang akan digunakan untuk mengukur suatu kinerja siswa. Kedua pihak (guru dan
siswa) akan mempunyai pedoman bersama yang jelas tentang tuntutan kinerja yang diharapkan.
Rubrik diharapkan pula dapat menjadi pendorong atau motivator bagi siswa dalam proses
pembelajaran.
C. Isi Rubrik
Dalam setiap komponen terdiri dari satu atau beberapa dimensi. Setiap dimensi harus
didevinisikan supaya lebih jelas harus diberi contoh atau ilustrasi. Dimensi-dimensi kinerja inilah
yang akan ditentukan mutunya atau diberi peringkat. Setiap kategori mutu sebaiknya diberi

contoh-contoh kinerja agar mempermudah guru atau pemberi peringkat. Secara singkat scoring
rubrik terdiri dari beberapa elemen, yaitu :
1.

Dimensi, yang akan dijadikan dasar menilai kinerja anak didik.

2.

Definisi dan contoh, yang merupakan penjelasan mengenai setiap dimensi

3.

Skala yang akan digunakan untuk menilai dimensi

4.

Standar untuk setiap katagori kinerja.


Rubrik biasanya dibuat dalam bentuk tabel dua lajur, yaitu baris yang berisi kriteria dan

kolom yang berisi mutu. Kriteria dapat dinyatakan secara garis besar. Kemudian dirinci menjadi
komponen-komponen penting atau dapat pula komponen-kpmponen ditulis langsung tanpa
dikelompokkan dalam garis besar.
Rubrik dapat bersifat menyeluruh atau berlaku umum dan dapat juga bersifat khusus atau
hanya berlaku untuk suatu topik tertentu. Rubrik yang bersifat menyeluruh dapat disajikan dalam
bentuk holistic rubric. Rubrik holistik adalah pedonan untuk menilai berdasarkan kesan
keseluruhan atau kombinasi semua kriteria. Serta dapat pula dalam bentuk analytic rubric, rubrik
analitik adalah pedoman untuk menilai berdasarkan beberapa kriteria yang ditentukan. dengan
menggunakan rubrik ini dapat dianalisis kelemahan atau kelebihan siswa.
Contoh rubrik holistik :
Skor
4

Deskripsi
Respons terhadap tugas sangat spesifik. Informasi yang diberikan akurat
dan memperlihatkan pemahaman yang utuh. Respons dikemukakan
dalam suatu tulisan yang lancar dan hidup. Jawaban singkat dan langsung
pada masalah yang diminta serta kesimpulan dan pendapat mengalir

secara logis. Secara menyeluruh, respons lengkap dan memuaskan.


Respons sudah menjawab tugas yang diberikan. Informasi yang
diberikan akurat. Respons dikemukakan dalam tulisan yang lancar tapi
uraian cenderung brtele-tele.

Respons kurang memuaskan. Walaupun informasi yang diberikan akurat


tetapi tidak ada kesimpulan dan pendapat serta kurang logis.

Respons tidak menjawab tugas yang diberikan. Banyak informasi yang


hilang dan tidak akurat. Tidak ada kesimpulan atau pendapat.

Contoh rubrik analitik :


Skor Grafik
4
Gambar

dan

tentang
3

grafik

pertelaan

benar
Gambar
yang

yang
dan

danHanya

diberikan

tetapi

sangatdiberikan salah

diberikan,
msih

membutuhkan hambatan
sebagianRasional yang diberikan

disajispesifikasi yang benar

pertelaanSpesifikasi

diberikan

jelas.

yangdiberikan benar

diberikan benar
Beberapa gambar
pertelaan

yangdiberikan benar

disajikan benar
Sebagian terbesar gambarSemua spesifikasi yangPenjelasan
dan

Spesifikasi
Rasional
pertelaanSemua spesifikasi yangRasio yang

tidak lengkap

yangRasional yang diberikan


tidak benar

terbatas dan hanya sedikit


yang benar
D. macam-macam penilaian rubrik
Jangkar Penampilan : Konsisten dan fokus
Menandai salah satu tugas dari sekian tumpukan tugas yang banyak sebagai salah satu
cara untuk fokus pada pekerjaannya. Beberapa orang menggunakan trik dengan menempelkan
permen karet pada setiap satu tugas yang telah diselesaikan dari sekian jumlah tugas-tugas yang
telah disusun (ditumpuk). Melalui rubrik kita bisa memfokuskan perhatian pada tugas yang kita
pikirkan sebagai tugas terbaik atau terburuk.
Menyokong Feed back yang detail dan formatif
Dengan rubric kita bias melakukan pekerjaan lebih cepat karena tidak perlu menuliskan
catatan-catatan ekstensif pada setiap makalah tugas. Karena hanya dengan mencentang atau
membuat lingkaran pada rubric, atau menuliskan satu atau dua kata pada rubric panduan
penilaian.
Kunci dari penilaian rubrik adalah cek, lingkaran dan kata-kata terpilih, memudahkan dan
mempercepat proses penilaian sambil tetap memberikan feedback yang detail dan formatif.
Pilahan pilhan itu tergantung jenis rubrik yang dipakai, seperti:
a. Rubrik tiga sampai lima level menggunakan kotak untuk dicenteng

b. Rubrik tiga sampai lima level menggunakan lingkaran pada teks (lingkaran)
c. Rubrik panduan penilaian untuk feedback naratif.
Rubrik tiga sampai lima level menggunakan kotak untuk dicenteng dalam proses
pembuatannya membutuhkan waktu yang banyak, tetapi membutuhkan waktu sedikit dalam
penggunaannya.
Rubrik tiga sampai lima level menggunakan kotak untuk dicenteng merupakan rubrik
yang dianggap paling tepat untuk menilai Sesutu yang membutuhkan feedback detail dan
kecepatan presentasi oral. Rubrik tiga sampai lima level sangat menghemat waktu dalam
penilaiannya.
Feedback yang fleksibel dan individual (rubrik panduan penilaian)
Rubrik dengan skala level tiga sampai lima level baik yang dicentang atau dilingkari
ketika memberikan penilaian mampu melakukan penghematan waktu dan ketika memberikan
feedback kepada siswa dan kaya akan informasi. Rubrik tiga sampai lima level memudahkan
penggunaanya tetapi susah pembuatannya. Hal ini berbeda dengan rubrik panduan penilaian.
Rubrik panduan penilaian mudah dalam pembuatannya tetapi lebih lama dalam melakukan
penilaian aktual terhadap siswa. Akan tetapi rubrik panduan penilaian pada prakteknya ternyata
terkadang lebih menghemat waktu, selain itu rubrik panduan penilaian memiliki manfaat ganda,
yaitu individualisasi dan fleksibelitas yang lebih besar dalam penilaian.
Rubrik panduan penilaian dapat digunakan untuk menilai kegiatan siswa dimana siswa
bebas berkreasi dalam melaksanakan tugas-tugasnya. Dalam rubrik panduan penilaian
dimungkinkan adanya catatan-catatan terhadap karya siswa pada rubrik. Catatan itu merupakan
komentar terhadap kriteria (level) kemampuan siswa dalam berbagai dimensi.
Menampilkan feedback sumatif : Menetapkan Nilai.
Apabila pada masing masing dimensi pada rubrik telah ditetapkan, maka penyimpulan
dapat menjadi latihan matematis. Setiap dimensi dalam rubrik diberi nilai sebagai point, dan
siswa dinilai dari seberapa banyak mereka menempuh point-point yang terdapat dalam rubrik.
Menilai metode pengajaran sendiri
Selain digunakan untuk menilai siswa, rubrik juga bisa digunakan untuk menilai diri
sendiri, untuk feedback pribadi. Kita bisa melihat pekerjaan siswa untuk mengukur hasil
pekerjaan diri sendiri.

E. Langkah pengembangan rubrik


Dalam pengembangan rubrik, perlu diperhatikan beberapa langkah. Donna Szpyrka dan
Ellyn B. Smith (1995) menyebutkan bahwa langkah-langkah pengembangan rubric adalah
sebagai berikut:
Menentukan konsep, keterampilan atau kinerja yang akan diasesmen.
Merumuskan atau mendefinisikan dan menentukan urutankonsep atau keterampilan yang
akan diasesmen ke dalam rumusan atau definisi yang menggambarkan aspek kognitif dan
aspek kinerja.
Menentukan konsep atau keterampilan yang terpenting dalam tugas yang harus diasesmen.
Menentukan skala yang akan diasesmen.
Mendeskripsikan kinerja mulai dari yang diharapkan sampai dengan kinerja yang tidak
diharapkan (secara gradual). Deskripsi konsep atau keterampilan kinerja tersebut dapat
diikuti dengan memberikan angka pada setiap gradasi atau member deskripsi gradasi.
Melakukan uji coba dengan membandingkan kinerja atau hasil kerja dengan rubric yang
telah dikembangkan.
Berdasarkan hasil penilaian terhadap kinerja atau hasil kerja dari uji coba tersebut kemudian
dilakukan revisi terhadap deskripsi kinerja maupun konsep dan keterampilan yang akan
diasesmen.
Memikirkan kembali tentang skala yang digunakan.
Merevisi skala yang digunakan.
Walaupun suatu rubric telah diupayakan untuk disusun dengan sebaik-baiknya tetapi
harus disadari bahwa tidak mungkin rubric yang tersusun itu merupakan sesuatu yang sempurna
atau dianggap sebagai satu-satunya kriteria untuk menilai kinerja siswa dalam satu kegiatan.
F. Berbagai Variasi Penggunaan Rubrik
Rubrik tiga sampai lima level dan rubrik panduan penilaian merupakan jenis rubrik yang
sering digunakan dalam penilaian. Akan tetapi ternyata dalam kelas kelas khusus seperti lab,
managemen, desain grafis dan studio seni perlu dibuat jenis rubrik yang lain, walaupun secara
essensi tidak berbeda dengan rubrik yang baku.
Perbedaannya terletak pada proses pengembangan dan isi rubrik dalam menetapkan
kegiatan tugas, variasi ini kemudian membutuhkan sedikit format sedikit berbeda, tetapi

sebenarnya tidak berbeda dari rubrik yang telah di bahas sebelumnya. Karena semua variasi dari
rubrik ini menyertakan komponen dasar dari skala, dimensi, dan deskripsi dimensi yang diatur
dalam sebuah table.
1 Rubrik Bertahap,
Untuk tugas yang dikerjakan bertahap rubrik ini dipakai untuk menilai di mana proses
pembuatan tugas sama pentingnya dengan hasil akhir. Rubrik ini bisa digunakan untuk waktu
lama, sehingga bisa menjadi alat monitoring siswa. Rubrik ini memberikan pengetahuan
penambahan pengetahuan siswa tentang penyelesaian tugas sambil juga memberikan feedback
cepat terhadap apa saja yang sudah diperolehnya sejak awal. Kelemahan dari rubrik ini yaitu
tidak dapat spesifik rubrik akhir (yang merupakan rubrik tak bertahap). Namun, rubrik bertahap
ini tidak hanya menunjukkan kepada siswa tentang langkah-langkah yang sudah diselesaikan,
tetapi juga langkah-langkah yang harus dipenuhi.
2 Rubrik Makalah Riset
Digunakan biasanya untuk proyek yang perlu waktu lama. Rubrik ini memiliki kesamaan
dari rubrik bertahap, karena terdapat elemen dari rubrik bertahap yang bisa diambil, akan tetapi
rubrik ini juga bisa menjadi panduan siswa untuk memulai penelitian dan juga menjadi bahan
refleksi mengenai apa yang harus dilakukan, semacam pengalaman.
2.6.3 Rubrik Rangkap
Rubrik ini dipakai untuk merencanakan penaksiran atau perkiraan di bandingkan untuk
menilai. Rubrik ini digunakan untuk menilai pada akhirnya dipakai sebagai alat penilaian juga
tugas yang kompleks. Pendekatan portofolio rangkap menyatukan semua bagian-bagian dasar
dari rubrik sederhana, tetapi menciptakan rubrik-rubrik khusus untuk setiap dimensinya.
H. Manfaat Penilaian Rubrik
Adapun manfaat atau kegunaan dari penilaian rubric adalah sebagai berikut:
Rubrik menjelaskan deskripsi tugas
Rubrik memberikan informasi bobot penilaian
Siswa memperoleh umpan balik yang cepat dan akurat
Penilaian lebih objektif dan konsisten

Para peserta didik jadi pembelajar aktif


Para peserta didik memperoleh "content knowledge" dan "procedural knowledge".
Para peserta didik dapat menilai kinerja kelompoknya sendiri
Baik pendidik maupun peserta didik memperoleh alat refleksi yang efektif tentang proses
pembelajaran yang telah berlangsung.
Sebagai alat atau pedoman penilaian kinerja atau hasil kerja mahasiswa.

BAB III
PENUTUP
Dalam setiap evaluasi harus jelas sistem penilaian yang digunakan. Oleh sebab itu, rubrik
penilaian sangat dibutuhkan untuk membantu penilaian.