Anda di halaman 1dari 11

[Year] KEPERAWATAN HIPERTIR

ASUHAN
www.trinoval.web.id

ASUHAN KEPERAWATAN
PADA PASIEN DENGAN HIPERTIROID
A. Pengkajian
Riwayat dan pemeriksaan kesehatan berfokus pada kekambuhan gejala yang berkaitan
dengan percepatan metabolisme. Hal ini mencakup keluhan keluarga dan pasien tentang
kepekaan dan peningkatan reaksi emosional. Penting juga untuk menentukan dampak dari
perubahan ini yang telah dialami dalam interaksi pasien dengan kelaurga, teman, dan rekan
kerja. Riwayatnya meliputi stresor lain dan kemampuan pasien untuk menghadapi stres.
Status nutrisi dan adanya gejala dikaji. Kekambuhan gejala berkaitan dengan output sistem
saraf berlebihan dan perubahan penglihatan dan penampilan mata. Oleh karena kemungkinan
adanya perubahan emosi yang berkaitan dengan hipertiroid, status emosi dan psikologi pasien
dievaluasi. Keluarga pasien mungkin memberikan informasi tentang perubahan terakhir dalam
status emosi pasien.
1. Data Subjektif
Hipersekresi kelenjar tiroid menimbulkan efek yang hebat pada kemampuan pasien
untuk berfungsi, begitu pula pada proses-proses fisiologis. Perawat mengumpulkan data dari
pasien atau anggota keluarganya mengenai keadaan yang lalu dan keadaan sekarang: Tingkat
energi, Kemampuan suasana hati dan mental, Kemampuan melaksanakan kegiatan seharihari, Kemampuan mengatasi stress, Intoleransi terhadap panas atau dingin, Asupan makanan,
Pola eliminasi.
Wawancara harus dapat membantu perawat mengetahui pemahaman pasien atau
keluarganya mengenai penyakit dan pengobatannya, dan mengenai perawatan yang
diperlukan oleh pasien.
2. Data Objektif
Pemeriksaan fisik awal harus mencakup keterangan pokok mengenai pasien: Status
mental (kemampuan mengikuti pengarahan), Status gizi, Status kardiovaskular, Karakteristik
tubuh, Penampilan dan tektur kulit, Penampilan mata dan gerakan ekstraokuler, Adanya
edema serta lokasinya, penampilan leher dan gerakannya, Lingkaran perut, Ekstremitas.
2
www.trinoval.web.id2
www.trinoval.web.id2
www.trinoval.web.id2
www.trinoval.web.id2
www.trinoval.web.id2
www.trinoval.web.id

3. Pemeriksaan Diagnostik
Pemeriksaan fungsi tiroid dapat dilakukan pada tingkat hipotalamus, hipofise, tiroid,
serum atau jaringan perifer.Pemeriksaan yang paling sering dilakukan adalah pemeriksaan
kadar T3 dan T4 serum dan T3 resin uptake. Pemeriksaan T3 resin uptake dilakukan untuk
menilai perubahan konsentrasi protein serum yang dapat merubah ikatan T 3 dan T4, T4
merupakan hormon yang lebih poten. Perubahan tiroxine-binding globulin (TBG) dan
prealbumin dapat merubah konsentrasi T4 bebas, dan sedikit merubah T3.
Peningkatan kada T4 biasanya sesuai dengan keadaan klinis hipertiroid berat,
sedangkan pemeriksaan T3 lebih sensitif dalam menentukan hipertiroid ringan.
Radioimmunoassay TSH dan tes stimulasi dapat membantu membedakan hipertiroid primer
dan sekunder. Pemeriksaan nodul tiroid mungkin memerlukan biopsi jarum dan eksplorasi
bedah.
4. Dasar Data Pengkajian
a. Aktifitas / istirahat
Gejala : insomnia, sensitivitas T, otot lemah, gangguan koordinasi, kelelahan otot.
Tanda : atrofi otot.
b. Sirkulasi
Gejala : palpitasi, nyeri dada (angina).
Tanda :disritma (vibrilasi atrium), irama gallop, mur-mur, peningkatan tekanan darah
dengan tekanan nada yang berat. Takikardi saat istirahat, sirkulasi kolaps, syok (krisis
tiroksikosisi).
c. Eliminasi
Gejala : urine dalam jumlah banyak, perubahan dalam feces, diare.
d. Integritas ego
Gejala : mengalami stres yang berat (emosional, fisik)
Tanda : emosi labil 9euforia sedang sampai delirium), depresi
e. Makanan + cairan

3
www.trinoval.web.id3
www.trinoval.web.id3
www.trinoval.web.id3
www.trinoval.web.id3
www.trinoval.web.id3
www.trinoval.web.id

Gejala : kehilangan berat badan mendadak, napsu makan meningkat, makan banyak,
makannya sering kehausan, mual, muntah.
Tanda : pembesaran tiroid, goiter, edema non pitting terutama daerah pretibial.
f. Neurosensor
Tanda : bicara cepat dan parau, gangguan status mental, perilaku (bingung, disorientasi,
gelisah, peka rangsang), tremor halus pada tangan, tanpa tujuan beberapa bagian
tersentak-sentak, hiperaktif refleks tendon dalam (RTP).
g. Nyeri/kenyamanan
Gejala : nyeri orbital, fotofobia.
h. Pernapasan
Tanda : frekuensi pernapasan meningkat, takipnea, dispea, edema paru (pada krisis
tirotoksikosis).
i. Keamanan
Gejala : tidak toleransi terhadap panas, keringat yang berlebihan, alergi terhadap iodium
(mungkin digunakan saat pemeriksaan).
Tanda : suhu meningkat di atas 37,4C, diaforesis kulit halus, hangat dan kemerahan,
rambut tipis, mengkilat dan lurus.
Eksotalus: retraksi, iritasi pada konjungtiva dan berair, pruritus, lesi eritema (sering
terjadi pada pretibial) yag menjadi sagat parah.
j. Seksualitas
Tanda : penurunan libido, hipomenorea, amenorea dan impoten.
k. Pengeluhan/pembelajaran
Gejala : adanya riwayat keluarga yang mengalami tiroid masalah rwayat hipotiroidisme,
terapi hormon tiroid atau pengobatan antitiroid, dihentikan terhadap pengobatan
antitiroid, dilakukan pembedahan tiroidektomi sebagaian. Riwayat pemberian insulin
yang menyebabkan hipoglikemia gangguan jantung/pembedahan jantung, penyakit yang
baru terjadi (pneumonia), trauma, pemeriksaan rongen foto dengan zat kontras.
B. Diagnosa Keperawatan
4
www.trinoval.web.id4
www.trinoval.web.id4
www.trinoval.web.id4
www.trinoval.web.id4
www.trinoval.web.id4
www.trinoval.web.id

1. Penurunan curah jantung berhubungan dengan penurunan waktu pengisian diastolik sebagai
akibat peningkatan frekuensi jantung
2. Perubahan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh berhubungan dengan efek hiperkatabolisme
3. Diare berhubungan dengan peningkatan aktivitas metabolik
4. Intoleransi aktivitas berhubungan dengan kelemahan akibat metabolisme yang meningkat
5. Perubahan persepsi sensori penglihatan berhubungan dengan gangguan perpindahan impuls
sensori akibat oftalmopati.
C. Intervensi
Diagnosa 1: Penurunan curah jantung berhubungan dengan penurunan waktu pengisian
diastolik sebagai akibat peningkatan frekuensi jantung.
NOC : Pompa jantung efektif
Indicator
Tekanan darah dalam batas normal
Denyut nadi dalam batas normal
Tidak ada disritmia
Tidak ada angina
Tidak kelelahan
Indicator skala
1 = tidak pernah menunjukan
2 = jarang menunjukan
3 = kadang menunjukan
4 = sering menunjukan
5 = selalu menunjukan
NIC : Cardiac care
Intervensi
1. Evaluasi adanya nyeri dada meliputi intensitas, lokasi, durasi skala dsb.
2. Catat adanya disritmia jantung
3. Monitor adanya perubahan tekanan darah
5
www.trinoval.web.id5
www.trinoval.web.id5
www.trinoval.web.id5
www.trinoval.web.id5
www.trinoval.web.id5
www.trinoval.web.id

4. Atur periode latihan dan istirahat untuk menghindari kelelahan


5. Monitor status pernapasan
6. Anjurkan untuk menurunkkan stress
NIC : Vital sign monitoring
Intervensi
1. Monitor tekanan darah, nadi, suhu dan respirasi
2. Catat adanya fluktuasi tekanan darah
3. Monitor bunyi jantung
4. Monitor frekuensi da irama pernapasan
5. Monitor vital sign sebelum, selama dan sesudah aktivitas.
Diagnosa 2: Perubahan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh berhubungan dengan efek
hiperkatabolisme.
NOC : Nutrition status
Indicator
Stamina
Tenaga
Kekuatan menggenggam
Daya tahan tubuh
Indicator skala
1 = tidak adekuat
2 = sedikit adekuat
3 = cukup adekuat
4 = lebih adekuat
5 = sangat adekuat
NIC : Nutrition management
Intervensi
1. Kaji adanya alergi makanan
2. Anjurkan pasien untuk makan dalam porsi sedikit tapi sering
6
www.trinoval.web.id6
www.trinoval.web.id6
www.trinoval.web.id6
www.trinoval.web.id6
www.trinoval.web.id6
www.trinoval.web.id

3. Kolaborasi dengan gizi utuk menentukan jumlah kalori dan nutrisi yang dibutuhkan
4. Anjurkan pasien untuk meningkatkan protein dan vitamin C
5. Anjurkan pasien makan selagi hangat
NIC : Nutrition monitoring
Intervensi
1. Monior berat badan
2. Monitor turgor kulit
3. Monitor mual dan muntah
4. Jadwalkan pengobatan dan tindakan tidak selama jam makan
5. Monitor kekeringan, rambut kusam dan raouh.
Diagnosa 3: Diare berhubungan dengan peningkatan aktivitas metabolik.
NOC : Fluid balance
Indicator
Nadi perifer teraba
Keseimbangan intake dan output dalam 24 jam
Tidak ada asites
Membran mukosa lembab
Berat badan stabil
Indicator skala
1 = tidak pernah menunjukan
2 = jarang menunjukan
3 = kadang menunjukan
4 = sering menunjukan
5 = selalu menunjukan
NIC : Diarhae management
Intervensi
1. Monitor warna, jumlah, frekuensi dan konsistensi feses
2. Observasi turgor kulit
7
www.trinoval.web.id7
www.trinoval.web.id7
www.trinoval.web.id7
www.trinoval.web.id7
www.trinoval.web.id7
www.trinoval.web.id

3. Anjurkan pasien untuk mengkonsumsi sedikit serat, tinggi kalori dan tinggi protein
4. Monitor berat badan
5. Berikan obat antidiare
6. Kolaborasi medis jika tanda dan gejala diare berlanjut.
Diagnosa 4: Intoleransi aktivitas berhubungan dengan kelemahan akibat metabolisme yang
meningkat.
NOC : Energy conservation
Indicator
Istirahat dan aktivitas seimbang
Mengetahui keterbatasan energi
Mengubah gaya hidup sesuai tingkat energi
Persediaan energi cukup untuk aktivitas
Indicator skala
1

= tidak berkembang

= untuk pengembangan kecil

= untuk pengembangan sedang

= untuk pengembangan besar

= sangat berkembang

NIC : Activity therapy


Intervensi
1. Pantau respon kardiopulmonal sebelum dan setelah aktivitas
2. Monitor intake nutrisi untuk memastikan sumber energi
3. Berikan periode istirahat selama aktivitas
4. Ajarkan pasien untuk memfokuskan pada apa yang dapat dilakukan daripada yang tidak
dapat dilakukan
5. Berikan aktivitas motorik untuk mempertahankan kekuatan otot
6. Beri dukungan jika pasien berpartisipasi dalam aktivitas
8
www.trinoval.web.id8
www.trinoval.web.id8
www.trinoval.web.id8
www.trinoval.web.id8
www.trinoval.web.id8
www.trinoval.web.id

Diagnosa 5: Perubahan persepsi sensori penglihatan berhubungan dengan gangguan


perpindahan impuls sensori akibat oftalmopati.
NOC : Vision comprensation behavior
Indicator
Gejala penglihatan yang memburuk
Tidak ada bahaya mata
Istirahat mata dari aktivitas yang melelahkan
Penglihatan terhadap cahaya
Indicator skala
1 = tidak menampakkan
2 = jarang menampakkan
3 = kadang menampakkan
4 = sering menampakkan
5 = selalu menampakkan
NIC : Communication enhancement: visual deficit
Intervensi
1. Deskripsikan keadaan lingkungan pasien
2. Ajarkan pasien untuk melihat dengan sensasi dan gerakan tangan
3. informasi kepada pasien keberadaan barang-barang yang mungkin dibutuhkan
4. Tidak meletakkan barang tapa menginformasikan pada pasien
5. Monitor reaksi mata terhadap cahaya
D. Evaluasi
Kriteria hasil

skala

Diagnosa 1:
o Tekanan darah dalam batas normal

1-5

o Denyut nadi dalam batas normal

1-5
9
www.trinoval.web.id9
www.trinoval.web.id9
www.trinoval.web.id9
www.trinoval.web.id9
www.trinoval.web.id9

www.trinoval.web.id

o Tidak ada disritmia

1-5

o Tidak ada angina

1-5

o Tidak kelelahan

1-5

Diagnosa 2:
o Stamina

1-5

o Tenaga

1-5

o Kekuatan menggenggam

1-5

o Daya tahan tubuh

1-5

Diagnosa 3:
o Nadi perifer teraba

1-5

o Keseimbangan intake dan output dalam 24 jam

1-5

o Tidak ada asites

1-5

o Membran mukosa lembab

1-5

o Berat badan stabil

1-5

Diagnosa 4:
o Istirahat dan aktivitas seimbang

1-5

o Mengetahui keterbatasan energi

1-5

o Mengubah gaya hidup sesuai tingkat energi

1-5

o Persediaan energi cukup untuk aktivitas

1-5

Diagnosa 5:
o Gejala penglihatan yang memburuk

1-5

o Tidak ada bahaya mata

1-5

o Istirahat mata dari aktivitas yang melelahkan

1-5
10
www.trinoval.web.id10
www.trinoval.web.id10
www.trinoval.web.id10
www.trinoval.web.id10
www.trinoval.web.id10

www.trinoval.web.id

o Penglihatan terhadap cahaya

1-5

11
www.trinoval.web.id11
www.trinoval.web.id11
www.trinoval.web.id11
www.trinoval.web.id11
www.trinoval.web.id11
www.trinoval.web.id