Anda di halaman 1dari 41

KEBIJAKAN NASIONAL PENGENDALIAN

MALARIA DI INDONESIA
Dr. SITI NADIA TARMIZI,M.Epid
Disampaikan Pada Acara :
PIT PDUI, Jakarta 10 Maret 2012

TUJUAN MDGs
(MILLENIUM DEVELOPMENT GOALS)
GOAL 1 : MEMBERANTAS KEMISKINAN DAN KELAPARAN
GOAL 2 : MENCAPAI PENDIDIKAN DASAR UNTUK SEMUA
GOAL 3 : MENDORONG KESETARAAN GENDER DAN PEMBERDAYAAN
PEREMPUAN
GOAL 4 : MENURUNKAN KEMATIAN ANAK
GOAL 5 : MENINGKATKAN KESEHATAN IBU
GOAL 6 : MENGENDALIKAN HIV DAN AIDS, MALARIA DAN PENYAKIT
MENULAR LAINNYA (TB)
GOAL 7 : MENJAMIN KELESTARIAN LINGKUNGAN HIDUP
GOAL 8 : MENGEMBANGKAN KEMITRAAN PEMBANGUNAN DI TINGKAT
GLOBAL

Malaria menjadi beban Masyarakat & Pemerintah Indonesia


Menimbulkan kematian dan penurunan kwalitas SDM serta produktivitas
kerja & wisatawan(Dampak Ekonomi)
Upaya eliminasi malaria menjadi bagian dari Pembangunan Nasional dan
tercantum dalam Millenium Development Goal
Penyebaran Malaria disebabkan faktor yang komplek: perubahan
lingkungan, vektor, sosbud masy, resistensi obat dan akses pelayanan
kesehatan
Upaya eliminasi malaria perlu dilakukan secara terpadu oleh seluruh stake
holder yang terlibat
Upaya tersebut diperkuat oleh Keputusan Menteri Kesehatan RI, Nomor:
293/MENKES/SK/IV/2009, dan Surat Edaran Menteri Dalam Negeri RI
Nomor : 443.41/465/SJ.
Sebagai komitmen dalam sidang World Health Assembly, Hari Malaria
Sedunia/World Malaria Day diperingati setiap tanggal 25 April.

PENGARUH GIZI DAN KESEHATAN ANAK


TERHADAP MASA DEPAN BANGSA

Gizi kurang &


infeksi

Otak Kosong Permanen

Generasi Kuli/Ngotot

Beban

Gizi cukup & sehat


Anak cerdas
Mutu SDM

Penghasilan
Tinggi
SUMBER DAYA

MALARIA DAN PERKEMBANGAN


OTAK BAYI
Parasit malaria
dapat
sembunyi di
ari-ari bayi dan
menyebabkan
pertumbuhan
otak bayi
terhambat
Kita usia 3,5 bulan

Kita usia 7 Minggu

Extra-erythrocytair

LIVER

P.vivax : eritrosit muda (2 %)


Menimbulkan anaemi
(KD: kurang darah)

Erythrocytair

P.Falciparum : eritrosit muda dan tua (10 40 %)

EPIDEMIOLOGI MALARIA

PARASITE

HOST

ENVIRONMENT

Segitiga Epidemiologi Malaria


Agent ( etiologi) : Plasmodium
- Infektifitas : jenis, genetik vektor
- Tingkat replikasi : jenis, iklim
- Virulensi : jenis, tingkat replikasi

Host : manusia
- perilaku berisiko :
bentuk aktifitas seperti
keluar rumah malam hari

Environment (lingkungan)
- Kimia/fisik : iklim
-ekologi (vektor nyamuk) :
densitas populasi, kompetensi
vektor, genetik

Agent (Penyebab Penyakit)


Ada 4 macam Plasmodium :

Plasmodium
Plasmodium
Plasmodium
Plasmodium
Afrika)

falciparum (malaria tropika)


vivax (malaria tertiana)
malariae (malaria kuartana)
ovale (jarang, umumnya di

MANUSIA
Hati

Sporozoit

Hipnozoit

NYAMUK ANOPHELES
Kelenjar Ludah
Sporozoit

Schizont

Schizont
Merozoit
Dalam eritrosit

oocyst

Tropozoit
Schizont
Gametocyt

Lambung Nyamuk

Merozoit

ookinet
zygot
10

Perilaku nyamuk Anopheles


Tempat hinggap atau istirahat :
- Eksofilik : > suka di luar rumah
- Endofilik : > suka di dalam rumah
Tempat menggigit :
- Eksofagik : > suka di luar rumah
- Endofagik : > suka di dalam rumah
Obyek yang digigit :
- Antrofofilik : > suka manusia
- Zoofilik : > suka hewan

TUJUAN UMUM
PROGRAM PENGENDALIAN MALARIA
1. Eliminasi DKI, Bali, Batam:

2010

2 . Eliminasi Jawa, NAD, Kepri:

2015

3. Eliminasi Sumatra, NTB, Kalimantan, Sulawesi:


2020
4. Eliminasi Papua, Papua Brt Maluku, NTT, Malut:
2030

KEBIJAKAN
I.

Diagnosa malaria harus terkonfirmasi


mikroskop atau Rapid Diagnostic Test

STOP MALARIA KLINIS

KEBIJAKAN
II.

Pengobatan:
Artemisinin-based Combination Therapy (ACT)

STOP MONOTHERAPY

RESISTENSI PLASMODIUM THD OBAT MALARIA


DI INDONESIA

KEBIJAKAN
III. Pencegahan penularan malaria
melalui :
penggunaan kelambu LLIN (Long-Lasting
Insecticide Net), penyemprotan rumah/IRS
repellent, dll

KEBIJAKAN
IV.

Kerjasama/kemitraan Lintas Program dan


Lintas Sektor dlm
Forum Gebrak
Malaria

KEBIJAKAN
V.

Memperkuat
Desa
Siaga
dengan
pembentukan
Pos
Malaria
Desa
(POSMALDES) dan Kader Malaria Desa

PKK Kabupaten
Banjarnegara Peserta
Paduan Suara Lagu
Gebrak Malaria

PENGOBATAN PENDERITA

DIAGNOSIS
Presentasi Klinis Bervariasi
Gejala Demam sering dikelirukan dengan infeksi
lain ( Tifoid, Dengue, Leptospirosis, Chingkukunya,
ISPA )
Komplikasi penurunan kesadaran, sering
dikelirukan dengan meningitis, ensefalitis,
ensefalopati lainnya
Jaundice/ikterik sering didiagnosis sebagai
hepatitis atau kolesistitis
DETEKSI PARASIT ( MIKROSKOPIK atau RDT )

Artemisinin-base Combination Therapy


(A.C.T)
Rapid clerance parasites
Rapid resolution of symptoms
Reduce parasites by 10.000/cycle (past antimalarial
only 100-1000 parasites/ cycle)
Eliminated rapidly:
when given to rapid drug elimination, should give on 7
days
When given comb with slow eliminated, shorter course
treatment ( 3 days are effective )

The ideal ACT combination


Resisten obat pasangan belum terjadi
Pasangan obat mempunyai half-life panjang (> 4 hr)
Artemisinin membunuh bentuk asexual dgn cepat;
pasangan obat membersihkan parasit lainnya
Ditolerensi baik, toksisitas rendah
Artemisinin memiliki efek spectrum luas ( termasuk
membunuh gametosit)
Bila mungkin dosis tetap (Fixed dose )
Diproduksi secara standar Good Manufacturing
Practice (GMP)
Murah
Supply obat cukup

CURRENT APPROACH MALARIA TREATMENT


Based on microscopic diagnosis
Combination therapy
Must radical treatment
Outcome focus on clinical cure, parasitological
clearance, and blocking transmission
Monitoring therapeutic efficacy antimalarial drugs based
on clinical and parasitological responses (in-vivo 28-42
days with or without ancillary measurements: drug
blood level, genotyping, and strain analysis using
molecular markers)

Recommendation WHO 2010


in using ACTs :

Artemether-lumefantrine ( AL )
Artesunate + amodiaquine ( AS + AQ )
Artesunate + mefloquine ( AS + MQ )
Artesunate + sulfadoxine-pyrimethamine ( AS + S-P )
Dihydroartemisinin Piperaquine ( DHA-PPQ )

Dukungan Organisasi Profesi


Diserahkan
Kepada
Menkes RI
pada
Peringatan
HMS 2010
oleh Ketua
IDI

Tatalaksana Malaria
Tanpa Komplikasi

1. a. Pengobatan Lini I Malaria P.falciparum dan


P.vivaks dengan DHP
BB 5 KG

6-10 KG

11-17 KG

18-30 KG

31-40 KG

41-59 KG

>60 KG

(0-1
Bln)

(2-11 Bln)

(1-4 Thn)

(5-9 Thn)

(10-14 Thn)

(> 15 Thn)

(> 15 Thn)

Hari 1-3
(DHP)

tab

tab

1 tab

1 tab

2 tab

3 tab

4 tab

Primakuin
pada P.falc
(hariI)

tab

1 tab

2 tab

2 tab

3 tab

Primakuin
pada (hari
1-14)
P.Vivax

tab

tab

tab

1 tab

1 tab

Jlh tab

*) Primakuin adalah 0,75 mg/KgBB pada hari pertama untuk P.falcifarum dan 0,25 mg/kgBB hari 1-14 untuk
P.vivax
*) Dehydroartemisinin 2-4 mg/kgBB dan Piperakuin 16-32mg/kgBB

1. b. Pengobatan Lini I Malaria P.falciparum dan


P.vivaks dengan ATS-AMO
BB

5 KG

6-10 KG

11-17 KG

18-30 KG

31-40 KG

41 -49 KG

> 50 KG

(0-1 Bln)

(2-11 Bln)

(1-4 Thn)

(5-9 Thn)

(10-14 Thn)

(> 15 Thn)

(> 15 Thn)

Hari 1-3
(ATS-AMO)

tab

tab

1 tab

1 tab

2 tab

3 tab

4 tab

Primakuin
P.falc

tab

1 tab

2 tab

2 tab

2 tab

Primakuin
P.vivax

tab

tab

tab

1 tab

1 tab

Jlh tab

*) Artesunate adalah 4 mg/KgBB per hari (50 mg/tablet)


*) Amodiakuine adalah 10 mg/KgBB per hari (200 mg/tablet ~ 153 mg amodiakuin basa)
*) Primakuin adalah 0,75 mg/KgBB pada hari pertama untuk P.falcifarum dan 0,25 mg/kgBB hari 1-14 untuk P.vivax

1. f. Pengobatan Plasmodium Mixed DHP


Jumlah tablet perhari menurut berat badan
Hari

Jenis obat

<5 kg
0 -1
Bulan
1-3

1-14

6-10 kg

11- 17 kg 18-30 kg

2 -11
Bulan

1-4

5-9

Tahun

Tahun

31-40 kg 41-59 kg > 60 kg


10 -14

> 15

> 15

Tahun

Tahun

Tahun

DHP

1/4

1/2

1,5

Primakuin

1/4

1/2

3/4

*) Artesunate adalah 4 mg/KgBB per hari (50 mg/tablet)


*) Amodiakuine adalah 10 mg/KgBB per hari (200 mg/tablet ~ 153 mg amodiakuin basa)
*) Primakuin adalah 0,75 mg/KgBB pada hari pertama untuk P.falcifarum dan 0,25 mg/kgBB hari 1-14 untuk P.vivax

1. g. Pengobatan Plasmodium Mixed ATS-AMO


Jumlah tablet perhari menurut berat badan
Hari

Jenis obat
<5 kg

0 -1
Bulan

6-10 kg

2 -11
Bulan

11- 17 kg

1 4 tahun

18-30 kg

5 9 tahun

31-40 kg

10 -14 Tahun

41-59 kg

> 15Tahun

> 60 kg

> 15Tahun

Artesunat

1-3
Amodiakuin

1-14

Primakuin

*) Artesunate adalah 4 mg/KgBB per hari (50 mg/tablet)


*) Amodiakuine adalah 10 mg/KgBB per hari (200 mg/tablet ~ 153 mg amodiakuin basa)
*) Primakuin adalah 0,75 mg/KgBB pada hari pertama untuk P.falcifarum dan 0,25 mg/kgBB hari 1-14 untuk P.vivax

MALARIA PADA IBU HAMIL


Tabel Pengobatan Malaria falsifarum pada ibu hamil :

Umur Kehamilan

Pengobatan

Trimester I (0-3 bulan)

Kina tablet + Clindamycin selama


7 hari

Trimester II (4-6 bulan)

ACT tablet selama 3 hari

Trimester III (7-9 bulan)

ACT tablet selama 3 hari

MALARIA PADA IBU HAMIL


Tabel Pengobatan Malaria vivaks pada ibu hamil :

Umur Kehamilan

Pengobatan

Trimester I (0-3 bulan)

Kina tablet selama 7 hari

Trimester II (4-6 bulan)

ACT tablet selama 3 hari

Trimester III (7-9 bulan)

ACT tablet selama 3 hari

Pengobatan Inf P. malariae


Sama dengan pengobatan Inf P.vivax/ P.ovale,
namun TANPA primakuin
Pilihan Pertama:
ACT dosis 1 kali/hari selama 3 hari
Pilihan Lain:
Kina 3 x 400-600 mg /hari selama 7 hari

Tatalaksana Malaria
Berat

Pengobatan Malaria berat:


(1)
Artemisin
Artemeter :
Hari I
Hari II IV

: 3,2mg/kgBB/12jam (2 x 1,6mg/kgBB/12jam;im)
: 1,6mg/kgBB/hari/im
atau

Artesunate
Dosis awal
: 2,4mg/kgBB/iv jam ke 0
Diikuti: 2,4mg/kgBB/iv jam ke 12 & 24
Selanjutnya
: 2,4mg/kgBB/hr/iv s/d hr ke 7

Setelah os sadar dgn pemberian artemisin im /iv dapat dilanjutkan dengan


obat anti-malaria oral (ACT) kombinasi:
Artesunat + amodiakuin atau kombinasi ACT lain
Kina tab + Tetrasiklin/ Doksisiklin/ Klindamisin

Pengobatan Malaria KompliKata:


(2)
Kina HCl
Kina HCl 25% dengan loading dose 20mg/kgBB dalam 4
jam pertama dilanjutkan dosis 10mg/kgBB (500mg)
dilarutkan dalam 250-500cc Dextrose 5% :
Diberikan dalam 4 jam dan diulang setiap 8 jam atau
Diberikan dalam 8 jam dan diulang setiap 8 jam
Jangan diberikan bolus karena toksik untuk jantung

Bila sadar dan dapat minum obat dilanjutkan dgn tab kina
dgn dosis 10mg/kgBB/setiap 8jam, kombinasi dengan
tetrasiklin/ doksisiklin/ klindamisin
Total pemberian kina: iv + oral = 7 hari
39

Drug regimens for prophylaxis against malaria


Drugs

Tab size
mg

Adult
dose

Child

Preg

Initiate

Discontinued

Areas with Chloroquine resistant Falciparum


AtovaquoneProguanil

250-100
62.5-25

1 tb/d

Yes

No

1-2 d

7 days

Mefloquine HCl

250

1 tb/w

Yes

Yes

3 wks

4 wks

Doxycycline

100

1 tb/d

No

No

1-2 d

4 wks

Yes

Yes

1 wk

4 wks

Areas with Chloroquine- sensitive Falciparum


Chloroquine

500

1tb/w

Areas with P. vivax, P ovale with/ without P. Faciparum


Primaquine
primary

15

2
tb/d

Yes

No

1 wk

4 wks

Primaquine
Anti-relaps

15

2
tb/d

Yes

No

1 day

7 days

Terima Kasih............