Anda di halaman 1dari 19

PRAKTIKUM PETROLOGI

LABORATORIUM GEOLOGI
PROGRAM STUDI TEKNIK PERTAMBANGAN
FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT
DESKRIPSI DAN GENESA BATUAN
DESKRIPSI BATUAN BEKU
1. Nomor Batuan

: B.1

2. Warna Batuan
a. Warna Segar
b. Warna Lapuk

: Coklat Keputihan
: Coklat

3. Struktur Batuan

: Amigdaloidal

4. Tekstur
a.
b.
c.
d.

Derajat Kristalisasi
Granularitas
Bentuk Kristal
Relasi

5. Komposisi Mineral

:
:
:
:

Holokristalin
FanerikAfanitik
AnhedralSubhedral
Inequigranular

: Kuarsa 30%,

Piroksin 20%, Plagioklas 25%,

Biotit 10%, Hornblende 15%


6. Jenis Batuan

: Batuan Beku Asam

7. Nama Batuan

: Batu Granit

8. Gambar Batuan
Keterangan :
1. Kuarsa

4. Biotit

2. Piroksin

5. Hornblende

3. Plagioklas

Banjarbaru, 30 September 2014


Asisten 1

Gita Andini Nilasari


H1C111002
GENESA BATUAN

Mahdi SalamMuhammad Fajar Prawira


H1C113058

Asisten 2

Marina Uli Batubara


H1C110212

PRAKTIKUM PETROLOGI
LABORATORIUM GEOLOGI
PROGRAM STUDI TEKNIK PERTAMBANGAN
FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT

Gambar 2.16.
Granit
GENESA DAN KEGUNAAN
Granit merupakan batuan beku asam yang tergolong batuan plutonik dan
batuan gang dalam bentuk batolit atau stock. Sebagai contoh, granit pluton dari Pulau
Karimun berwarna abu-abu dengan butiran mineral sangat besar. Apabila jumlah
mineral plagioklas melebihi jumlah mineral feldspar kalium, batuan ini disebut
granodiorit. Dan dengan berkurangnya jumlah mineral kuarsa, batuan menjadi sianit.
Granit sering digunakan untuk pondasi galangan kapal, dermaga, pengeras
jalan dan bahan bangunan lainnya. Batu granit dapat dipoles untuk lantai dan
dekorasi karena mempunyai variasi warna yang indah.

DESKRIPSI DAN GENESA BATUAN


DESKRIPSI BATUAN BEKU
Mahdi SalamMuhammad Fajar Prawira
H1C113058

PRAKTIKUM PETROLOGI
LABORATORIUM GEOLOGI
PROGRAM STUDI TEKNIK PERTAMBANGAN
FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT
1.Nomor Batuan

: B.2

2. Warna Batuan
a. Warna Segar
b. Warna Lapuk

: Hitam
: Hitam

3. Struktur Batuan

: Masif

4. Tekstur
a.
b.
c.
d.

Derajat Kristalisasi
Granularitas
Bentuk Kristal
Relasi

:
:
:
:

Holohyalin
-

5. Komposisi Mineral

: Gelas Silika

6. Jenis Batuan

: Batuan Beku Asam

7. Nama Batuan

: Batu Obsidian

8. Gambar Batuan
Keterangan :
1. Gelas Silika

Banjarbaru, 30 September 2014


Asisten 1

Asisten 2

Gita Andini Nilasari


H1C111002

Marina Uli Batubara


H1C110212

GENESA BATUAN

Mahdi SalamMuhammad Fajar Prawira


H1C113058

PRAKTIKUM PETROLOGI
LABORATORIUM GEOLOGI
PROGRAM STUDI TEKNIK PERTAMBANGAN
FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT

Gambar 2.17.
Obsidian
GENESA DAN KEGUNAAN
Obsidian berasal dari wilayah danau, Oregan. Obsidian adalah salah satu tipe
batuan yang terbentuk dari glass secara natural atau alami, diproduksi dari gunung
berapi ketika lava mineral felsik mendingin dengan cepat dan membeku tanpa waktu
yang cukup untuk pertumbuhan kristal. Obsidian ini biasanya ditemukan dalam
pinggiran dari aliran lava mineral felsik, yang mana membeku dengan lebih cepat.
Karena tidak mempunyai struktur kristal, Obsidian berpinggiran runcing.
Pada zaman dahulu Obsidian digunakan sebagai mata anak panah, dan pada
zaman modern digunakan sebagai mata pisau untuk alat bedah dan lebih tajam lima
kali dibandingkan alat bedah yang terbuat dari baja. Bisa juga diolah menjadi cermin,
perhiasan, dan batu permata.

DESKRIPSI DAN GENESA BATUAN


DESKRIPSI BATUAN BEKU
1.

Nomor Batuan

: B.3

Mahdi SalamMuhammad Fajar Prawira


H1C113058

PRAKTIKUM PETROLOGI
LABORATORIUM GEOLOGI
PROGRAM STUDI TEKNIK PERTAMBANGAN
FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT
2.

Warna Batuan
a. Warna Segar
b. Warna Lapuk

: Putih Keabu-abuan
: Coklat Keabu-abuan

3.

Struktur

: Amigdaloidal

4.

Tekstur
a.
b.
c.
d.

5.

Derajat Kristalisasi
Granularitas
Bentuk Kristal
Relasi

Komposisi Mineral

: Hipokristalin
: Porfiritik-Afanitik
: Euhedral-Anhedral
: Inequigranular
: Kuarsa 40 %, Plagioklas 35 %, Piroksin
15 %, Orthoklas 5 %, Biotit 5%
: Batuan Beku Intermediet
: Batu Dasit Porfir

6. Jenis Batuan
7. Nama Batuan
8. Gambar Batuan

Keterangan:
1. Kuarsa
2. Plagioklas
3. Piroksin

4. Orthoklas
5. Biotit

Banjarbaru, 30 September 2014


Asisten 1

Asisten 2

Gita Andini Nilasari


H1C111002

Marina Uli Batubara


H1C110212

GENESA BATUAN

Mahdi SalamMuhammad Fajar Prawira


H1C113058

PRAKTIKUM PETROLOGI
LABORATORIUM GEOLOGI
PROGRAM STUDI TEKNIK PERTAMBANGAN
FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT
Gambar 2.18.
Dasit Porfir
GENESA DAN KEGUNAAN
Batuan ini memiliki kandungan silika yang cukup tinggi dan viskositasnya
juga relatif tinggi. Contohnya lava andesitik yang sampai ke permukaan melalui
celah, kemudian di permukaan akan mengalami proses pendinginan yang relatif
lambat. Biasanya lava andesitik memiliki sifat cair, sehingga bila yang di permukaan
lava sampai, maka lava ini akan sergera menyebar ke daerah lain dengan penyebaran
yang sangat luas. Batuan ini termasuk dalam kelompok batuan beku luar sehingga
ukuran butirnya tidak seragam.
Kegunaan batuan ini adalah pembuatan gelas, kaca, serta beberapa batu
perhiasan. Dasit apabila digosok dengan baik dapat menghasilkan ametis, avanturin,
serta mata kucing yang diperjualbelikan sebagai batuan setengah mulia yang
memiliki nilai ekonomis.

DESKRIPSI DAN GENESA BATUAN


DESKRIPSI BATUAN BEKU
1.

Nomor Batuan

2.

Warna Batuan

: B.4

a. Warna Segar

: Putih dan Hitam

b. Warna Lapuk

: Putih Keabu-abuan

3.

Struktur

: Masif

4.

Tekstur

Mahdi SalamMuhammad Fajar Prawira


H1C113058

PRAKTIKUM PETROLOGI
LABORATORIUM GEOLOGI
PROGRAM STUDI TEKNIK PERTAMBANGAN
FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT

5.

a. Derajat Kristalisasi

: Holokristalin

b. Granularitas

: Fanerik - Afanitik

c. Bentuk Kristal

: Euhedral- Subhedral

d. Relasi

: Inequigranular

Komposisi Mineral

: Kuarsa 40 %, Biotit 10 %, Plagioklas


10 %, Muskovit 10 %, Orthoklas 15 %

6.

Jenis Batuan

: Batuan Beku Intermediet

7.

Nama Batuan

: Batu Diorit

8.

Gambar Batuan
Keterangan:
1. Kuarsa

4. Muskovit

2. Biotit

5. Orthoklas

3. Plagioklas

Banjarbaru, 30 September 2014


Asisten 1

Asisten 2

Gita Andini Nilasari


H1C111002
GENESA BATUAN

Marina Uli Batubara


H1C110212

Gambar 2.19.
Diorit
GENESA DAN KEGUNAAN

Mahdi SalamMuhammad Fajar Prawira


H1C113058

PRAKTIKUM PETROLOGI
LABORATORIUM GEOLOGI
PROGRAM STUDI TEKNIK PERTAMBANGAN
FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT
Diorit terdapat sebagai stock, dike, ataupun sill, dengan sebagian kecil
berasosiasi. Kelompok batuan diorit ini, bila bertekstur fanerik disebut diorit dan
apabila bertekstur afanitik disebut andesit. Kelompok batuan ini berada di antara
kelompok batuan asam dan batuan basa, sehingga komposisi kimia dan
mineraloginya pun berada di tengah dari kedua kelompok tersebut.
Berat jenis dari batuan ini adalah 2,85 - 3, dapat digunakan untuk pengeras
jalan, pondasi bangunan, dan lain-lain.

DESKRIPSI DAN GENESA BATUAN


DESKRIPSI BATUAN BEKU
1.
2.
3.

Nomor Batuan
Warna Batuan
a. Warna Segar
b. WarnaLapuk
Struktur

: B.5
: Abu-abu Kehijauan
: Abu-abu
: Masif

4. Tekstur
a. Derajat Kristalisasi

: Holokristalin

b. Granularitas

: Fanerik

c. Bentuk Kristal

: Subhedral-Anhedral

d. Relasi

: Inequigranular

5. Komposisi Mineral

: Plagioklas 35%, kuarsa 20 %, Piroksin

Mahdi SalamMuhammad Fajar Prawira


H1C113058

PRAKTIKUM PETROLOGI
LABORATORIUM GEOLOGI
PROGRAM STUDI TEKNIK PERTAMBANGAN
FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT
15 %, Orthoklas 5 %, Biotit 5 %
6.

JenisBatuan

: Batuan Beku Intermediet

7.

NamaBatuan

: Batu Dasit

8.

GambarBatuan
Keterangan:
1. Plagioklas
2. Kuarsa
3. Piroksin

4. Orthoklas
5. Biotit

Banjarbaru, 30 September 2014


Asisten 1

Asisten 2

Gita Andini Nilasari


H1C111002
GENESA BATUAN

Marina Uli Batubara


H1C110212

Gambar 2.20.
Dasit
GENESA DAN KEGUNAAN
Batuan ini memiliki kandungan silika yang cukup tinggi dan viskositasnya
juga relatif tinggi. Contohnya lava andesitik yang sampai ke permukaan melalui
celah kemudian di permukaan akan mengalami proses pendinginan yang relatif
lambat. Biasanya lava andesitik memiliki sifat cair, sehingga bila yang di permukaan
lava sampai maka lava ini akan sergera menyebar ke daerah lain dengan penyebaran

Mahdi SalamMuhammad Fajar Prawira


H1C113058

PRAKTIKUM PETROLOGI
LABORATORIUM GEOLOGI
PROGRAM STUDI TEKNIK PERTAMBANGAN
FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT
yang sangat luas. Batuan ini termasuk dalam kelompok batuan beku luar sehingga
ukuran butirnya tidak seragam.
Kegunaan dasit adalah pembuatan gelas, kaca, serta beberapa batu perhiasan.
Dasit apabila digosok dengan baik dapat menghasilkan ametis, avanturin serta mata
kucing yang diperjualbelikan sebagai batuan setengah mulia yang memiliki nilai
ekonomis.

DESKRIPSI DAN GENESA BATUAN


DESKRIPSI BATUAN BEKU
1. Nomor Batuan

: B.6

2. Warna Batuan
a. Warna Segar

: Hijau Tua

b. Warna Lapuk

: Abu-abu

3. Struktur

: Masif

4. Tekstur
a. Derajat kristalisasi

: Holokristalin

b. Granularitas

: Afanitik

c. Bentuk kristal

: Euhedral - Subhedral

d. Relasi

: Equigranular

5. Komposisi Mineral

: Kuarsa 40%, Piroksin 25%, Hornblende 15% Biotit

15%, Mineral Lain 5%


6. Jenis Batuan

: Batuan Beku Intermediet

7. Nama Batuan

: Batu Andesit

Mahdi SalamMuhammad Fajar Prawira


H1C113058

PRAKTIKUM PETROLOGI
LABORATORIUM GEOLOGI
PROGRAM STUDI TEKNIK PERTAMBANGAN
FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT
8. Gambar Batuan
Keterangan :
1. Kuarsa

4. Biotit

2. Piroksin

5. Mineral Lain

3. Hornblende

Banjarbaru, 30 September 2014


Asisten 1

Asisten 2

Gita Andini Nilasari


H1C111002
GENESA BATUAN

Marina Uli Batubara


H1C110212

Gambar 2.21.
Andesit
GENESA DAN KEGUNAAN
Andesit temasuk batuan beku vulkanik, sehingga penurunan suhu pada lava
yang sangat cepat, oleh sebab itu kristal yang terbentuk tidak sempurna. Andesit
banyak terdapat sebagai lava dan terjadi akibat intrusi sekunder sebagai dike.
Komposisi mineralogi batuan andesit mirip dengan batuan diorit, dimana pada
andesit lebih banyak kuarsa dan plagioklas dari jenis andesin.
Batuan andesit teksturnya fanerik halus atau afanitik karena ukuran butirnya
terlihat secara megaskopis halus atau hampir tidak bisa dilihat dengan mata
telanjang.
Mahdi SalamMuhammad Fajar Prawira
H1C113058

PRAKTIKUM PETROLOGI
LABORATORIUM GEOLOGI
PROGRAM STUDI TEKNIK PERTAMBANGAN
FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT
Batuan andesit tersusun atas 40% senyawa SiO 2 atau yang dikenal sebagai
kuarsa sehingga kegunaan dari andesit menyerupai kegunaan dari kuarsa. Misalnya
pada andesit apabila digosok dengan baik dapat menghasilkan ametis, avanturin serta
mata kucing yang diperjualbelikan sebagai batuan setengah mulia yang memiliki
nilai ekonomis. Andesit juga digunakan sebagai bahan baku pembuatan gelas, kaca
serta beberapa batu perhiasan.

DESKRIPSI DAN GENESA BATUAN


DESKRIPSI BATUAN BEKU
1. Nomor Batuan

: B.7

2. Warna Batuan
a. Warna Segar
b. Warna Lapuk
3. Struktur Batuan

: Putih Keabu-abuan
: Coklat
: Masif

4. Tekstur
a.
b.
c.
d.

Derajat Kristalisasi
Granularitas
Bentuk Kristal
Relasi

5. Komposisi Mineral

:
:
:
:

Hipokristalin
Faneroporfiritik
Euhedral Anhedral
Inequigranular

: Orthoklas 40%, Kuarsa 35%, Plagioklas 10%,


Biotit 10%, Hornblende 5 %

6. Jenis Batuan

: Batuan Beku Intermediet

7. Nama Batuan

: Batu Diorit Porfir

8. Gambar Batuan
Keterangan :

Mahdi SalamMuhammad Fajar Prawira


H1C113058

1. Orthoklas

4. Biotit

2. Kuarsa

5. Hornblende

PRAKTIKUM PETROLOGI
LABORATORIUM GEOLOGI
PROGRAM STUDI TEKNIK PERTAMBANGAN
FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT
3. Plagioklas

Banjarbaru,30 September 2014


Asisten 1

Asisten 2

Gita Andini Nilasari


H1C111002

Marina Uli Batubara


H1C110212

GENESA BATUAN

Gambar 2.22.
Diorit Porfir
GENESA DAN KEGUNAAN
Batuan ini merupakan batuan hasil terobosan batuan beku (intrusi). Kelompok
batuan ini berada ditengah antara kelompok batuan asam dan batuan basa. Sehingga
komposisi kimianya ataupun mineraloginya berada ditengah dari kedua kelompok
itu.
Diorit porfir ini proses pembentukannya berlangsung relatif lambat, sehingga
granularitasnya adalah porfiritik. Batuan ini juga termasuk golongan batuan beku
intermediet karena warnanya yang putih keabu-abuan pertengahan batuan beku asam
dan basa.
Berat jenis dari batuan ini adalah 2,85 3,0 dapat digunakan untuk pengeras
jalan, pondasi bangunan dan lain lain.

Mahdi SalamMuhammad Fajar Prawira


H1C113058

PRAKTIKUM PETROLOGI
LABORATORIUM GEOLOGI
PROGRAM STUDI TEKNIK PERTAMBANGAN
FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT

DESKRIPSI DAN GENESA BATUAN


DESKRIPSI BATUAN BEKU
1.

Nomor Batuan

2.

Warna Batuan

: B.8

a. Warna Segar

: Putih Keabu-abuan

b. Warna Lapuk

: Coklat Keabu-abuan

3.

Struktur

: Masif

4.

Tekstur

5.

a. Derajat Kristalisasi

: Hipokristalin

b. Granularitas

: Faneroporfiritik

c. Bentuk Kristal

: Euhedral-Anhedral

d. Relasi

: Inequigranular

Komposisi Mineral

: Kuarsa 30%, Piroksin 10%, Plagioklas


25%, Hornblende 20%, Mineral Lain 5%

6.

Jenis Batuan

: Batuan Beku Intermediet

7.

Nama Batuan

: Batu Diorit Porfir

8.

Gambar Batuan
Keterangan:
1. Kuarsa

4. Hornblende

2. Piroksin

5. Mineral Lain

3. Plagioklas

Mahdi SalamMuhammad Fajar Prawira


H1C113058

PRAKTIKUM PETROLOGI
LABORATORIUM GEOLOGI
PROGRAM STUDI TEKNIK PERTAMBANGAN
FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT
Banjarbaru,30 September 2014
Asisten 1

Asisten 2

Gita Andini Nilasari


H1C111002
GENESA BATUAN

Marina Uli Batubara


H1C110212

Gambar 2.23.
Diorit Porfir
GENESA DAN KEGUNAAN
Batuan ini merupakan batuan hasil terobosan batuan beku (intrusi). Kelompok
batuan ini berada ditengah antara kelompok batuan asam dan batuan basa. Sehingga
komposisi kimianya ataupun mineraloginya berada ditengah dari kedua kelompok
itu.
Diorit porfir ini proses pembentukannya berlangsung relatif lambat, sehingga
granularitasnya adalah porfiritik. Batuan ini juga termasuk golongan batuan beku
intermediet karena warnanya yang putih keabu-abuan pertengahan batuan beku asam
dan basa.
Berat jenis dari batuan ini adalah 2,85 3,0 dapat digunakan untuk pengeras
jalan, pondasi bangunan dan lain lain.

Mahdi SalamMuhammad Fajar Prawira


H1C113058

PRAKTIKUM PETROLOGI
LABORATORIUM GEOLOGI
PROGRAM STUDI TEKNIK PERTAMBANGAN
FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT

DESKRIPSI DAN GENESA BATUAN


DESKRIPSI BATUAN BEKU
1. Nomor Batuan

: B.9

2. Warna Batuan
a. Warna Segar

: Hijau keabu-abuan

b. Warna Lapuk

: Coklat

3. Struktur Batuan

: Masif

4. Tekstur
a. Derajat Kristalisasi

: Hipokristalin

b. Granularitas

: Fanerik - Afanitik

c. Bentuk Kristal

: Euhedral - Subhedral

d. Relasi

: Inequigranular

5. Komposisi Mineral

: Biotit 40%, Plagioklas 10%, Hornblende 10%,


Piroksin 35%, Mineral lain 5 %

6. Jenis Batuan

: Batuan Beku Intermediet

7. Nama Batuan

: Batu Basalt

8. Gambar Batuan

Keterangan :
1. Biotit

4. Piroksin

2. Plagioklas
3. Hornblende

Banjarbaru, 30 September 2014


Asisten 1

Mahdi SalamMuhammad Fajar Prawira


H1C113058

Asisten 2

PRAKTIKUM PETROLOGI
LABORATORIUM GEOLOGI
PROGRAM STUDI TEKNIK PERTAMBANGAN
FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT
Gita Andini Nilasari
H1C111002
GENESA BATUAN

Marina Uli Batubara


H1C110212

Gambar 2.24.
Basalt
GENESA DAN KEGUNAAN
Basalt merupakan batuan afanitik dari kelompok gabro. Basalt sebagian besar
terbentuk sebagai lava, jadi pembekuannya terjadi dengan cepat, dan ukuran butirnya
menjadi lebih kecil-kecil karena pengaruh suhu yang turunnya sangat cepat. Bentuk
yang paling banyak terdapat berupa lembaran yang medominasi dari batuan beku.
Batuan ini berhubungan dengan sabuk organik sehingga penyebaran dari lava basalt
sangat luas sekali bahkan sampai 200.000 mil persegi, dengan ketebalan maksimum
6000 ft.
Batuan basalt berguna sebagai pengeras jalan, bendungan, landasan kereta api,
jembatan, keramik dinding rumah dan tembok.

Mahdi SalamMuhammad Fajar Prawira


H1C113058

PRAKTIKUM PETROLOGI
LABORATORIUM GEOLOGI
PROGRAM STUDI TEKNIK PERTAMBANGAN
FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT
DESKRIPSI DAN GENESA BATUAN
DESKRIPSI BATUAN BEKU
1. Nomor Batuan

: B.10

2. Warna Batuan
a. Warna Segar
b. Warna Lapuk

: Abu Abu
: Coklat Kekuningan

3. Struktur Batuan

: Masif

4. Tekstur
a.
b.
c.
d.

Derajat Kristalisasi
Granularitas
Bentuk Kristal
Relasi

5. Komposisi Mineral

:
:
:
:

Holokristalin
Fanerik
Subhedral
Equigranular

: Plagioklas 30%, Kuarsa 40%, Hornblende 15%,


Biotit 15%

6. Jenis Batuan

: Batuan Beku Basa

7. Nama Batuan

: Batu Gabro

8. Gambar Batuan
Keterangan :
1. Plagioklas

3. Hornblende

2. Kuarsa

4. Biotit

Banjarbaru, 30 September 2014


Asisten 1

Gita Andini Nilasari


H1C111002
GENESA BATUAN

Mahdi SalamMuhammad Fajar Prawira


H1C113058

Asisten 2

Marina Uli Batubara


H1C110212

PRAKTIKUM PETROLOGI
LABORATORIUM GEOLOGI
PROGRAM STUDI TEKNIK PERTAMBANGAN
FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT

Gambar 2.25.
Gabro
GENESA DAN KEGUNAAN
Kelompok batuan dalam yang sering disebut gabro, yang memiliki warna
hitam kehijauan, dengan sifat batuannya tergolong basa, strukturnya masif atau pejal,
derajat kristalisasi yang dimiliki oleh gabro yaitu holokristalin dimana mineral
penyusun dari gabro mayoritas adalah mineral kristalin, tekstur faneritik, susunan
mineralnya seragam kasar. Gabro terbentuk sebagai tubuh intrusi dan merupakan
batuan yang umum terdapat dimana-mana, berwarna gelap karena sebagian besar
mineral penyusunnya adalah piroksin dan olivin. Kegunaan gabro sebagai bahan
baku industri poles tegel, ornamen, bahan bangunan atau pondasi bangunan (gedung,
jalan, jembatan).

Mahdi SalamMuhammad Fajar Prawira


H1C113058