Anda di halaman 1dari 12

TUGAS MAKALAH

SINTESIS PROTEIN

Disususn Oleh
JANESCA KRISTIANTO GINTING
G1F010010
FAKULTAS KEDOKTERAN DAN ILMU-ILMU KESEHATAN
JURUSAN FARMASI
UNIVERSITAS JENDRAL SOEDIRMAN
PURWOKERTO
1

KATA PENGANTAR
Pertama tama marilah kita panjatkan puji syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa
karena atas berkat rahmatNya, saya dapat menyusun makalah ini dengan baik.
Dalam makalah ini saya menyajikan bagaimana proses sintesis protein berlangsung.
Saya juga berterima kasih kepada dosen pengampu yang telah memberikan tugas
terstruktur ini.
Tiada gading yang tak retak, demikian juga makalah ini masih banyak kesalahan dan
kekurangan. Saya selaku penyusun mohon may yang sebesar-besarnya.
Semoga makalah ini dapat membantu meningkatkan harkat dan martabat bangsa kita
dalam membangun bangsa Indonesia tercinta ini

Purwokerto, 10 November 2010

Penulis

DAFTAR ISI

Halaman

HALAMAN JUDUL ................................................................................................................ 1

KATA PENGANTAR .............................................................................................................. 2

DAFTAR ISI ............................................................................................................................ 3

BAB I

PENDAHULUAN

A. LATAR BELAKANG ......................................................................................4

B. RUMUSAN MASALAH ...................................................................................5

C. TUJUAN PEMBAHASAN ...............................................................................5

BAB II

PEMBAHASAN ...............................................................................................6

BAB III

PENUTUP

KESIMPULAN ......................................................................................................................11

DAFTAR PUSTAKA .............................................................................................................12

BAB I
PENDAHULUAN

A.Latar Belakang
Era penemuan materi genetik telah dibuka oleh F Miescher dengan menggunakan
mikroskop sederhana, dia telah menetapkan bahwa bahan aktif yang ada di dalam nukleus
disebut sebagai nuclein. Peneliti ini belum bisa menetapkan apakah nuclein ini kromosom
ataukah DNA. Kromosom ditemukan pada awal abad ke 19 merupakan struktur seperti benang
pada nukleus sel eukariot yang nampak pada saat sel mulai membelah. Kromosom berjumlah
diploid pada setiap selnya, dan pada autosomal maupun seks-kromosom membawa gen-gen yang
berpasangan, kecuali pada kromosom-Y. Gena adalah unit heriditas suatu organisme hidup. Gen
ini dikode dalam material genetik organisme, yang kita kenal sebagai molekul DNA, atau RNA
pada beberapa virus, dan ekspresinya dipengaruhi oleh lingkungan internal atau eksternal seperti
perkembangan fisik atau perilaku dari organisme itu. Gena tersusun atas daerah urutan basa
nukleotida baik yang mengkode suatu informasi genetik (coding-gene region as exon) dan juga
daerah yang tidak mengkode informasi genetik (non-coding-gene region as intron), hal ini
penting untuk pembentukan suatu protein yang fungsinya diperlukan di tingkat sel, jaringan,
organ atau organisme secara keseluruhan. Molekul DNA membawa informasi hereditas dari sel
dan komponen protein (molekul-molekul histon) dari kromosom mempunyai fungsi penting
dalam pengemasan dan pengontrolan molekul DNA yang sangat panjang sehingga dapat muat
didalam nucleus dan mudah diakses ketika dibutuhkan. Selama reproduksi, Jumlah kromosom
yang haploid dan material genetik DNA hanya separoh dari masing-masing parental, dan disebut
sebagai genom. Semua aktivitas sel dikendalikan oleh aktivitas nukleus. Cara pengendalian ini

berkaitan dengan aktivitas nukleus memproduksi protein, dimana protein ini merupakan
penyusun utama dari semua organel sel maupun penggandaan kromosom. Contoh protein yang
dapat dihasilkan seperti protein struktural yang digunakan sebagai penyusun membran sel dan
protein fungsional (misalnya enzim) yang digunakan sebagai biokatalisator untuk berbagai
proses sintesis dalam sel.
Protein adalah polipeptida (gabungan dari beberapa asam amino). Maka untuk membentuk suatu
protein diperlukan bahan dasar berupa asam amino. Polipeptida dikatakan protein jika paling
tidak memiliki berat molekul kira-kira 10.000. Di dalam ribosom, asam amino-asam amino
dirangkai menjadi polipeptida dengan bantuan enzim tertentu. Polipeptida dapat terdiri atas 51
asam amino (seperti pada insulin) sampai lebih dari 1000 asam amino (seperti pada fibroin,
protein sutera). Macam molekul polipeptida tergantung pada asam amino penyusunnya dan
panjang pendeknya rantai polipeptida. Seperti yang telah kita pelajari sebelumnya bahwa ada 20
macam asam amino penting yang dapat dirangkai membentuk jutaan macam kemungkinan
polipeptida.
B.Rumusan masalah

Bagaimana mekanisme pembentukan protein itu?

C.Tujuan Pembahasan

Ingin mengetahui mekanisme pembentukan protein.

BAB II
PEMBAHASAN

Tahap-tahap sintesis protein merupakan salah satu pengetahuan dasar untuk mengetahui
bagaimana informasi genetik diterjemahkan. Informasi genetik yang ada pada DNA
diterjemahkan menjadi protein melaui proses sintesis protein.
Inti sel dan ribosom merupakan organel yang berperan penting dalam proses sintesis protein. Inti
sel yang mengandung DNA merupakan pusat informasi berupa kode genetik yang akan
diterjemahkan. Selain memerlukan DNA, proses sintesis protein juga memerlukan komponenkomponen sebagai berikut:
1. Enzim RNA Polimerase
Enzim RNA polymerase merupakan enzim yang berperan penting dalam proses pembuatan
mRNA (messenger RNA) di dalam inti sel.
2. Messenger RNA (RNA duta)
Messenger RNA atau mRNA merupakan pembawa kode genetik dari DNA menuju protein
berupa kode-kode yang terdapat dalam kodon. Kode-kode inilah selanjutnya yang diterjemahkan
dalam ribosom.
3. Transfer RNA (RNA transport)
Transfer RNA atau sering disingkat tRNA merupakan jenis RNA yang berfungsi untuk
membawa asam amino dari sitoplasma menuju ribosom.

4. Ribosomal RNA (Ribosom)


Ribosom merupakan organel yang berperan dalam pembentukan rantai protein (polipeptida).
Ribosom dapat berada menempel pada Retikulum Endoplasma atau terdapat sebagai ribosom
bebas di sitoplasma.
Setidaknya empat komponen paling utama dan penting dalam proses sintesis protein telah
disebutkan di atas. Meskipun begitu, masih banyak lagi berbagai jenis enzim yang diperlukan
dalam tiap tahapan reaksi. Contoh tahapan reaksi yang memerlukan banyak enzim adalah proses
slicing pre-mRNA pada inti sel.
Tahap-Tahap Sintesis Protein
Proses sintesis protein dibagi menjadi dua tahapan besar reaksi, yaitu transkripsi dan translasi.
Transkripsi merupakan proses penerjemahan informasi yang ada pada DNA menjadi mRNA.
Translasi terjadi di ribosom, yaitu reaksi penerjemahan kode dan pembentukan rantai polipeptida
di ribosom.
Transkripsi Transfer informasi genetik ke mRNA
Transkripsi dapat dikatakan sebagai awal mula transfer informasi dari DNA ke sifat tampak pada
organisme. Adapun proses-proses yang terjadi selama transkripsi adalah sebagai berikut.
Pada tahapan awal transkripsi, RNA polimerase akan menempel ke rantai ganda DNA. RNA
polimerase selanjutnya membuka rantai menjadi terpisah. Rantai DNA dibagi menjadi dua
macam, yang pertama adalah rantai sense (DNA template) dan satunya adalah rantai anti-sense.
Rantai sense merupakan rantai yang akan dijadikan template mRNA, sedangkan rantai antisense
tidak. Proses pembentukan mRNA dilakukan dengan pemasangan basa-basa pada rantai sense,
7

sehingga yang terbentuk adalah rantai tunggal mRNA. Rantai ini akan memisahkan diri dan
menjadi rantai mRNA (pre-mRNA). Pada saat pembentukan mRNA selesai dilakukan, RNA
polimerase akan meninggalkan DNA sehingga rantai DNA akan kembali seperti semula.
Hasil pada proses transkripsi adalah pre-mRNA, artinya mRNA primer yang masih perlu
diproses agar diterjemahkan menjadi protein.
Splicing mRNA pembuangan kode tak berguna (intron) RNA processing
Sejak mRNA selesai dibentuk pada inti sel, proses selanjutnya mengharuskan mRNA dibawa
menuju ribosom. Akan tetapi, fakta bahwa DNA mengandung banyak kode tak bisa
diterjemahkan (intron) memerlukan proses agar kode yang dibawa mRNA ke ribosom hanya
kode yang efisien untuk diterjemahkan. Karena DNA memiliki kode-kode yang tidak bisa
diterjemahkan menjadi protein, mRNA yang terbentuk dari transkripsi pun memilikinya. Oleh
karena itu, diperlukan proses yang berguna untuk membuang kode-kode yang dalam tanda kutip
tak berguna ini.
Splicing merupakan serangkaian proses yang dilakukan untuk menghilangkan intron. Splicing
mRNA terjadi saat mRNA masih berada dalam plasma inti sel. Proses tersebut diawali dengan
proses pemisahan rantai mRNA dari DNA, berupa rantai mRNA primer. Proses selanjutnya
adalah pembelahan pada ujung 3 dan penambahan ekor poly-A pada ujung 3. Bagian mRNA
tersusun dari intron dan ekson dilakukan seleksi, intron akan dilepaskan melalui proses eksisi
atau pemotongan. Tahapa selanjutnya adalah penyambungan ekson-ekson yang selesai di potong,
dan hasil yang terbentuk adalah mRNA siap pakai.

Messenger RNA tersusun atas kode-kode yang tersusun triplet. Kode-kode yang terdiri dari tiga
huruf tersebut dinamakan dengan kodon. Kodon-kodon inilah yang mengantar info ke ribosom
dari DNA.
Translasi Penerjemahan dan pemindahan kodon mRNA menjadi Polipeptida
Setelah selesai dibentuk dan di-splicing, mRNA selanjutnya dibawa menuju ke ribosom. Setelah
sampai diribosom, mRNA selanjutnya akan diterjemahkan menjadi polipeptida.
Ribosom terdiri dari dua macam subunit, yaitu subunit besar dan subunit kecil. Keduanya
bergabung membentuk ribosom yang siap untuk melakukan kerja. Ribosom saat proses sintesis
protein dapat membentuk polisom. Polisom bukan merupakan gabungan ribosom, melainkan
beberapa ribosom yang secara berurutan menerjemahkan satu rantai mRNA, sehingga proses
translasi akan menjadi lebih cepat.
Pada saat translasi, tRNA berperan dalam membawa asam amino bebas dari sitoplasma menuju
ribosom. Kode pada tRNA akan berpasangan dengan kode-kode pada mRNA, yang disebut juga
sebagai antikodon. RNA transfer memiliki kespesifikan, artinya satu tRNA tidak bisa membawa
semua jenis asam amino.
Proses penerjemahan dan pembentukan protein dibagi menjadi tiga tahapan utama, yaitu inisiasi,
elongasi dan terminasi.
1. Inisiasi
Inisiasi merupakan proses pertama dala translasi. Inisiasi merupakan proses penempelan mRNA
dan pembacaan kodon pertama kali hingga tRNA membawa asam amino pertamanya menuju
ribosom. Pasangan tiga basa yang pertama kali diterjemahkan adalah Metionin (AUG). Metionin
9

merupakan asam amino yang menjadi awal terbentuknya rantai protein (polipeptida). Oleh
karena itu, kodon AUG dinamakan sebagai kodon start.
2. Elongasi
Setelah asam amino Metionin menempel pada ribosom dan menjadi asam amino pertama pada
rantai polipeptida, proses selanjutnya adalah pemanjangan rantai polipeptida. Kodon-kodon pada
mRNA akan terus dibaca oleh ribosom dan tRNA akan terus-menerus membawa asam amino
sesuai dengan kodon yang ada pada mRNA. Asam-asam amino akan dirangkai menjadi rantai
panjang polipeptida (protein). Dinamakan rantai polipeptida karena susunan asam amino satu
dengan yang lain dibentuk oleh ikatan peptida, dan jumlahnya pada protein yang banyak
menyebabkan pemberian nama poli yang atinya banyak, polipeptida.
3. Terminasi
Selama proses pemanjangan, pembacaan akan mencapai rangkaian tiga kode yang tidak lain
adalah kodon stop. Kodon stop merupakan kodon pada mRNA yang berfungsi untuk
menghentikan sintesis protein. Kodon stop ada tiga macam, yaitu UAA, UAG dan UGA. Ketika
kodon stop terbaca, tidak ada asam amino yang akan terbawa oleh tRNA. Faktor pelepas
selanjutnya menyebabkan mRNA dan kompartemen ribosom memisah. Proses sintesis berhenti
dan terbentuklah rantai primer protein, yaitu rantai polipeptida.
Protein yang dihasilkan pada sintesis protein merupakan protein yang belum dapat digunakan
untuk aktivitas makhluk hidup. Protein rantai primer tersebut perlu diproses di organel badan
Golgi untuk mengalami modifikasi sehingga menjadi fungsional. Protein selanjutnya dipakai
dalam pembentukan enzim dan komponen struktural lainnya dalam makhluk hidup.

10

BAB III
PENUTUP

Kesimpulan
1. Proses sintesis protein terbagi atas transkripsi dan translasi. Seperti kita ketahui DNA sebagai
media untuk proses transkripsi suatu gen berada di kromosom dan terikat oleh protein histon.
Saat menjelang proses transkripsi berjalan, biasanya didahului signal dari luar akan kebutuhan
suatu protein atau molekul lain yang dibutuhkan untuk proses pertumbuhan, perkembangan,
metabolisme, dan fungsi lain di tingkat sel maupun jaringan.
2. DNA terdiri dari dua sulur/utas polinukleotida yang bersifat antiparalel. Antar
sulur/utas nukleotida berikatan pada basa N: Ikatan H.
3. Agar dapat diwariskan dari satu generasi ke generasi, DNA harus melakukan replikasi
atau penggandaan DNA.
4. Gen merupakan fragmen DNA yang menyandikan protein/enzim. Ekspresi gen
meliputi proses transkripsi dan translasi.
5. Informasi dalam gen dicetak ke dalam molekul messenger Ri bo Nucleic Acid (mRNA)
melalui proses trankripsi, mRNA membawa cetakan informasi ke ribosom dalam sitoplasma,
Ribosom kemudian melakukan proses penerjemahan (translation) dengan menggunakan
informasi cetakan tersebut untuk mensintesis protein.
11

DAFTAR PUSTAKA
www.2dix.com
Sembiring, Langkah, 2007, Biologi untuk SMA dan MA, Klaten: Intan Pariwara.
http://substansigenetika.net/wp/category/f-sintesis-protein/

12