Anda di halaman 1dari 18

USULAN PROGRAM KREATIVITAS MAHASISWA

APLIKASI BANK SAMPAH DAN TEKNOLOGI KOMPOSTING


DALAM RANGKA MEWUJUDKAN
DESA MANDIRI SAMPAH BIDANG

KEGIATAN : PKM M Diusulkan


oleh :
Mochamad Noor Chamsyah

11513118 2011

Rafsanjani Ramadhan

11513107 2011

Erwin Ketna Wirandani

12513109 2012

Nur Ain Igirisa

12513186 2012

UNIVERSITAS ISLAM INDONESIA


YOGYAKARTA
2012

DAFTAR ISI

Daftar Isi.................................................................................................. i
Halaman Pengesahan .............................................................................. ii

I.

Latar Belakang ............................................................................ 1

II.

Rumusan Masalah ....................................................................... 2

III.

Tujuan .......................................................................................... 2

IV.

Luaran yang diharapkan .............................................................. 2

V.

Kegunaan ..................................................................................... 3

VI.

Gambaran Umum Masyarakat .................................................... 3

VII.

Metode Pelaksanaan .................................................................... 4

VIII. Jadwal

Kegiatan .......................................................................... 5

IX.

Rancangan Biaya ......................................................................... 6

X.

Lampiran...................................................................................... 7

ii

I. Latar Belakang Masalah


Sampah merupakan material sisa yang tidak diinginkan setelah berakhirnya suatu proses yang
apabila tidak dikelola dengan baik akan mengakibatkan tumpukan sampah yang semakin
banyak dan menyebabkan masalah. Seiring dengan peningkatan jumlah penduduk dan beragam
aktivitas. Berarti meningkat pula jumlah timbunan sampah dan semakin beragam jenis sampah
yang dihasilkan.
Masalah persampahan sangatlah penting sehingga diperingati setiap tahunnya sebagai hari
Sampah Nasional yang jatuh pada tanggal 22 Februari, akan tetapi masih banyak yang tidak tahu
mengenai hari Nasional tersebut. Terlebih lagi banyak yang mengetahui dampak dan solusi dari
tumpukan sampah tetapi tidak mengaplikasikannya dalam kehidupan sehari-hari. Jika tidak ada
kepedulian untuk mengolah sampah, maka akan berdampak negatif terhadap lingkungan terutama
terhadap estetika. Salah satunya Sampah yang dibuang disungai mengakibatkan terjadi bencana
banjir karena tersumbat aliran sungai oleh sampah yang bertumpukan didalam sungai, terjadi
polusi udara yang mana terjadi pembusukan dari sampah dan terjadi polusi air, sampah yang
membusuk seperti sampah organik bisa langsung mencemari air, terjadi kontak langsung dengan
tempat yang dibuang dalam hal ini adalah sungai yang banyak dimanfaatkan oleh masyarakat
untuk menjalani aktivitas dan juga ekosistem di air akan menjadi rusak.
Karenanya, sampah harus mulai dipandang sebagai sumber daya yang bisa menghasilkan uang.
Dapat dicontohkan seperti sampah organik yaitu sampah yang berasal dari tumbuhan dan hewan,
bisa di jadikan kompos yang mana kompos itu bisa di gunakan untuk pupuk, dan masih banyak
lagi pemanfaatan sampah organik. Lain hal dengan sampah anorganik yaitu sampah yang bukan
berasal dari hewan dan tumbuhan, contohnya: bungkusan pelastik, botol minuman dan
sebagainya.. yang mana sampah tersebut bisa diolah dengan baik menjadi barang berguna seperti
tas, sandal, kotak pensil dan lain-lain, semua hasil dari pengolahan sampah itu dapat
menghasilkan uang.
Permasalahan sampah masih sering ditemukan di Daerah istimewa Yogyakarta (DIY). Terbukti
hingga kini sampah masih saja ditemukan di mana-mana. Permasalahan sampah tidak hanya
berkutat pada perilaku orang dalam membuang sampah, tetapi juga masalah penyediaan tempat
sampah hingga ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA). Dari data yang di dapatkan, hampir 55 %
sampah berasal dari kota yogyakarta, 31% berasal dari kab.Sleman, 14 % berasal dari kab. Bantul.
Permasalahan yang lebih intensif adalah di Bantul karna merupakan titik lokasi tempat
pemrosesan akhir sampah (TPA) tepatnya di desa Piyungan. semua sampah menjuru ke Bantul
yang berasal dari kota Yogyakarta, Sleman. Jika tidak adanya kesadaran untuk mengolah sampah,
maka TPA Piyungan menjadi salah satu tempat pembuangan sampah terbesar di Jogjakarta dalam
waktu dekat, tempat tersebut akan overload. Sudah banyak cara dilakukan termasuk rencana
untuk memperluas area tersebut akan tetapi tidak diimbangi dengan pembenahan paradigma
masyarakat untuk mengurangi pembuangan sampah. Hal tersebut dapat diwujudkan dengan
pengaplikasianbanksampahdanteknologikomposting.

Pengaplikasian bank sampah dan teknologi komposting adalah perwujudan desa mandiri sampah.
Desa mandiri tersebut adalah desa yang dapat mengelola sampah secara sendiri dengan
mengimplementasikan bank sampah dan teknologi komposting. Dengan adanya desa mandiri
tersebut, maka sampah yang di hasilkan masyarakat dapat diolah secara mandiri. Upaya
sosialisasi dan kampanye pengelolaan sampah harus dilakukan untuk menggugah kesadaran
warga mengenai dampak lingkungan yang terjadi, selian tentu saja dalam rangka meningkatkan
partisipasi warga.

II. Rumusan Masalah


Rumusan masalah dalam program pengabdian masyarakat ini adalah:
1. Bagaimana merubah paradigma masyarakat dalam mengelola sampah?
2. Bagaimana melatih masyarakat untuk dapat mengelola sampah secara mandiri?
3. Bagaimana merealisasikan bank sampah?
4. Bagaimana merealisasikan teknologi komposting?
5. Bagaimana mengangkat nama desa sebagai desa mandiri sampah di kawasan bantul?

III. Tujuan
Tujuan dari program ini dibuat adalah:
1. Merubah paradigm masyarakat dalam mengelola sampah.
2. Mengedukasi masyarakat untuk dapat mengelola sampah secara mandiri.
3. Merealisasikan bank sampah di Tirtonirmolo.
4. Membentuk komunitas pengelola sampah mandiri melalui teknologi komposting.
5. Mempromosikan desa Tirtonirmolo sebagai desa percontohan desa mandiri sampah.

IV. Luaran yang diharapkan


Luaran yang diharapkan dari program ini adalah:
1. Warga Tirtonirmolo peka terhadap sampah yang dihasilkan.
2. Warga Tirtonirmolo mampu mengolah sampah secara mandiri dalam rangka
mewujudkanpemukimanyangbersih.

3. Warga Tirtonirmolo mampu mengimplementasikan bank sampah.


4. Warga Tirtonirmolo dapat memanfaatkan sampah organik sebagai kompos dengan
teknologi komposting.
5. Warga Tirtonirmolo dapat melanjutkan program ini dengan baik dan terus meningkat
dalam rangka menciptakan desa mandiri sampah.

V. Kegunaan
Kegunaan program kreativitas mahasiswa dalam program ini adalah:
1. Warga Tirtonirmolo mengetahui akan pentingnya mengelola sampah.
2. Warga Tirtonirmolo mampu mengolah sampah secara mandiri.
3. Warga Tirtonirmolo memiliki tabungan sampah yang dapat meningkatkan aktivitas
sosial dilingkungannya.
4. Warga dapat membuat kompos secara mandiri dengan teknologi komposting.
5. Turut andil dalam membantu warga untuk menciptakan desa mandiri sampah.

VI. Gambaran Umum Masyarakat


Desa Tirtonirmolo memiliki luas
5.130 Ha dengan total penduduk
mencapai 5.302
KK. Persentase perkembangan
jumlah
keluarga
11%
per
tahun.
Sebagian besar warga bekerja
sebagai petani. Lahan pertanian
mencapai 33% dari luas desa.
Hampir separuh (47%) merupakan
keluarga sejahtera 3, namun sebagian lain,
45% masuk dalam kategori keluarga
sejahtera dan pra-sejahtera. Secara
umum masyarakat belum memahami cara

Gambar 1. Peta wilayah Desa Tirtonirmolo,


Kasihan, Bantul, D.I.Yogyakarta

mengelola sampah secara mandiri dan masih menimbun


sembarangan tanpa pemilahan ditambah desa ini tidak
memiliki tempat pemrosesan akhir serta satgas
kebersihan; sebagian lain masih menggunakan metode
tradisional dalam mengelola sampah yaitu antara lain
dibakar, kumpul angkut dan tak menghiraukan sampah
itu diolah ataupun tidak padahal letak desa Tirtonirmolo
berdampingan dengan sungai dan pada saat musim

Gambar 2. Keadaan sungai


di Desa Tirtonirmolo,
Kasihan, Bantul,
D.I.Yogyakarta

penghujan terjadi air limpasan yang dikeluhkan oleh warga; sebagian hanya sebagian kecil warga
yang menggunakan jasa satgas kebersihan padahal letak desa Tirtonirmolo berdekatan dengan
lokasi wisata kasongan.

VII. Metode Pelaksanaan


Sosialisa
si

Meruba
h
Paradig
ma

Masyarak
at
Mengelola
Sampah

Terwujud
Desa
Mandiri
Sampah

Gambar 3. Skema Metode


Pelaksanaan

Bank
Sampah
Kompostin
g

Dalam rangka mewujudkan desa


mandiri sampah berbasis bank
sampah dan pemanfaatan teknologi
komposting
diperlukan
sebuah
pengenalan atau sosialisasi untuk
merubah
paradigma
masyarakat
mengenai teknik dalam mengelola
sampah. Dan konsep keberlanjutan
(sustainability) program ini dibahas
bersama tokoh masyarakat dan
pejabat desa (RT/RW) setempat
dengan harapan program ini dapat
berjalan
dengan
baik
dan
berkelanjutan.

Program
pertama
yang
akan
dicanangkan adalah pengkomposan
sebelum diedukasi untuk membuat
kompos warga diedukasi terlebih
dahulu mengenai pemilahan sampah
yang dapat dikompos dan tidak dapat
dikompos. Warga akan diajarkan
pengomposan sederhana dengan

teknologi biopori karna teknologi yang tepat untuk diterapkan didesa Tirtonirmolo karna juga
dapat menyerap air limpasan. Komposting juga dilakukan dengan menggunakan alat smart
composter yang akan dibegaikan kepada warga tertentu yang dapat memotivasi warga yang lain
untuk mewujudkan desa mandiri sampah dengan demikian diharapkan keberlanjutan program
desa mandiri sampah dapat dijaga dengan menggandeng warga.
Program kedua adalah pengembangan bank sampah. Melalui aparat pemerintahan desa (RT/RW)
akan dilakukan perekrutan warga sebagai pegawai bank sampah. Pelatihan manajemen
pengelolaan bank sampah akan diberikan kepada orang-orang kunci ini termasuk tokoh
masyarakat dan aparat pemerintahan desa setempat agar mengerti manajemen bank sampah.
Sosialisasi mengenai bank sampah akan digerakkan sehingga mendorong warga agar
menggunakan fasilitas bank sampah ini sebaik dan semaksimal mungkin. Diharapkan kegiatan ini
juga dapat meningkatkan taraf ekonomi warga dengan menabung sampah anorganik. Sebagai
stimulan, akan dilaksanakan lomba menabung sampah untuk anak anak dengan menggerakkan
anak anak secara otomatis juga orang dewasa akan merasa malu jika tidak turut menjaga
desanya dari sampah dan akan tertanam rasa tanggung jawab mengelola sampahnya sejak dini.

Program ketiga kami juga akan mempromosikan desa Tirtonirmolo melalui dunia maya dengan
membuat website yang berisikan mengenai pengelolaan sampah didesa Tirtonirmolo yang
mengelola sampahnya secara mandiri. Pempromosian ini bukan sebagai pengenalan desa
Tirtonirmolo yang dapat mengelola sampahnya secara mandiri akan tetapi juga sebagai pemicu
desa desa yang lain untuk turut mewujudkan desa mandiri sampah dan agar desa Tirtonirmolo
menjaga keberlanjutan program ini dan diharapkan terus meningkat dalam pengelolaan sampah.

VIII. Jadwal Kegiatan

Tabel 1. Jadwal Kegiatan


No

Kegiatan
1 Sosialisasi desa mandiri sampah
2 Sosialisasi komposting
3 Pelaksanaan kegiatan komposting
4 Pembuatan sumur resapan
5 Sosialisasi bank sampah
6 Pelatihan management bank sampah
7 Pembukaan bank sampah
8 Lomba menabung sampah
9 Pengumuman Pemenang menabung sampah
10 Pembuatan website
11 Launching website
12 Penulisan laporan

Waktu Pelaksanaan PKM-M


Bulan 1 Bulan 2 Bulan 3 Bulan 4 Bulan 5
12341234123412341234

IX. Rancangan Biaya


Uraian
No.
1
#Sos ialis as i De s a Mandiri Sampah
Sewa LCD
Konsumsi
Akomodasi Selama Sosialisasi Desa Mandiri
Sa
Subtotal
2
#Sos ialis as i Kompos ting
Sewa LCD
Konsumsi
Akomodasi Selama Sosialisasi Komposting
Subtotal
3
#Sos ialis as i Bank Sampah
Sewa LCD
Konsumsi
Akomodasi Selama Sosialisasi Bank Sampah
Subtotal
4
#Bank Sampah
Sewa Tempat
Timbangan Gantung 20Kg
Buku Tabungan
Kertas Nota
Spanduk Bank Sampah
Lubang Spanduk
Papan Tulis 60x90cm
Alat Tulis Kantor
Meja
Kursi
Honor Pegawai
Karung
Hadiah Lomba Menabung Sampah
Subtotal
5
#Kompos ting
Smart Composter
Bor Biopori
Tutup Biopori
Pipa
Subtotal
6
#Sumur Re s apan
Tukang Gali Sumur
Cincin Sumur
Ring Saluran Air
Semen
Pasir
Subtotal
7
#Me dia Promos i De s a Mandiri
Sampah
Pengembangan Web
Subtotal
Total

Harga Satuan

Fre k

Jumlah

Rp
Rp
Rp

150,000.00
5,000.00
200,000.00

2
50
1

Rp
Rp
Rp
Rp

300,000.00
250,000.00
200,000.00
750,000.00

Rp
Rp
Rp

150,000.00
5,000.00
200,000.00

2
50
1

Rp
Rp
Rp
Rp

300,000.00
250,000.00
200,000.00
750,000.00

Rp
Rp
Rp

150,000.00
5,000.00
200,000.00

2
50
1

Rp
Rp
Rp
Rp

300,000.00
250,000.00
200,000.00
750,000.00

Rp
100,000.00
12
Rp
1,200,000.00
Rp
400,000.00
1
Rp
400,000.00
Rp
5,000.00 100
Rp
500,000.00
Rp
220,000.00
1rim Rp
220,000.00
Rp
5x1,5m Rp
210,000.00
28,000.00
Rp
1,000.00
6
Rp
6,000.00
Rp
1
Rp
90,000.00
90,000.00
Rp
1
Rp
68,500.00
68,500.00
Rp
300,000.00
1
Rp
300,000.00
Rp
3
Rp
150,000.00
50,000.00
Rp
250,000.00 1orgx3bln Rp
750,000.00
Rp
10.00 4500 Rp
45,000.00
Rp
400,000.00
1
Rp
400,000.00
Rp
4,339,500.00
Rp
175,000.00
Rp
250,000.00
Rp
12,000.00
Rp
75,000.00

2
2
16
2

Rp
Rp
Rp
Rp
Rp

350,000.00
500,000.00
192,000.00
150,000.00
1,192,000.00

Rp
675,000.00
Rp
150,000.00
Rp 1,500,000.00
Rp
75,000.00
Rp
225,000.00

1
3
1
3
1

Rp
Rp
Rp
Rp
Rp
Rp

675,000.00
450,000.00
1,500,000.00
225,000.00
225,000.00
3,075,000.00

Rp

Rp
Rp
Rp

1,550,000.00
1,550,000.00
12,406,500.00

1,550,000.00

10.3. Gambaran Teknologi yang Diterapkan

10.3.1. Smart Composter


Bahan/Alat:
Composter, tempat bumbu kompos, sekop
kecil, pencacah, gembor/alat semprot, bio
activator, bumbu kompos

Cara Kerja:
1. Pemasangan composter pada tempat
yang mudah dijangkau
2. Pemasangan jerami/kardus di
angsang composter+activator

Gambar 4. Smart
Composter

atas

3. Sampah organik dicacah sebelum


dimasukkan ke dalam composter dan
ditaburi bumbu kompos secara merata.

10.3.2. Biopori

Bahan/Alat:
Bor biopori, cetok, meteran, gergaji, pipa, samaph
organik

Cara Kerja:
1. Pembuatan lubang 1 m diameter 10-30 cm
2. Pemasangan casing dengan pipa PVC setinggi 15c
3. Secara berkala diisi dengan sampah organik.

Gambar 5. Teknologi Biopori

10.3.3. Bank Sampah

10.4. Denah Lokasi Mitra Kerja

Gambar 6. Denah Lokasi


Mitra Kerja

10.5. Surat Kesediaan Bekerjasama