Anda di halaman 1dari 10

MAKALAH MIKROBIOLOGI

PENANAMAN DAN ISOLASI MIKROBA

Disusun Oleh :
I .G.A NGURAH SEPTIARANI MIRA WIJAYA

1314521004

DANIEL TRI LAKONA SINAMO

1314521006

CHRISTINA WINDI WIJAYANTI

1314521010

NYOMAN DANINJAYA

1314521012

JURUSAN MANAJEMEN SUMBERDAYA PERAIRAN


FAKULTAS KELAUTAN DAN PERIKANAN
UNIVERSITAS UDAYANA
2014/2015

Daftar Isi

BAB I PENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang

. 3

1.2. Tujuan

. 3

BAB II PEMBAHASAN
2.1 . Teori Umum

..... 4

2.2 . Tujuan Penanaman/Isolasi

. 4

2.3 . Teknik Penanaman

. 5

BAB III PENUTUP


3.1. Kesimpulan

. 8

3.2. Daftar Pustaka

. 9

BAB I
PENDAHULUAN
I.1 Latar Belakang
Isolasi mikroorganisme mengandung arti proses pengambilan mikroorganisme dari
lingkungannya untuk kemudian ditumbuhkan dalam suatu medium di laboratorium. Proses
isolasi ini menjadi penting dalam mempelajari identifikasi mikrobia, uji morfologi, fisiologi, dan
serologi. Sedangkan pengujian sifat-sifat tersebut di alam terbuka sangat mustahill untuk
dilakukan. Prinsip kerja isolasi bakteri cukup sederhana yakni dengan menginokulasikan
sejumlah kecil bakteri pada suatu medium tertentu yang dapat menyusung kehidupan bakteria
(Pelczar,1986).
Istilah pertumbuhan umumnya dipergunakan bakteri dan mikroorganisme yang lainnya
dan biasanya lebih mengacu pada perubahan di dalam hasil panen sel dan bukanlah dilihat. Dari
pertambahan jumlah individu mikroorganisme tersebut. Suatu proses pertumbuhan menyatakan
pertambahan jumlah atau massa yang melebihi dari yang ada di dalam inokulum asalnya (Volk,
1993).
Di dalam suatu populasi bakteri, tidak semua sel mampu hidup terus. Yang dianggap
sebagai sel hidup ialah sel yang mampu membentuk koloni di dalam agar biak atau membentuk
suspensi dalam larutan biak. Sel-sel yang mampu hidup terus inilah yang dihitung dengan
berbagai metode untuk menetapkan jumlah sel hidup. Pada jumlah total sel ikut dihitung semua
sel yang nampak atau yang dapat dihitung dengan cara lain, sehingga dengan demikian sel-sel
mati dan cacat ikut dihitung. Cara apapun yang digunakan, jumlah koloni dihitung sesudah
inkubasi (Gaman,1994).
Ada berbagai cara untuk mengisolasi bakteri dalam biakan murni yaitu, cara
pengenceran, cara penuangan, cara penggesekan atau penggoresan, cara penyebaran, cara
pengucilan 1 sel, dan cara inokulasi pada hewan. Masing-masing mempunyai kelebihan dan
kekurangan(Waluyo, 2007).
Untuk metode streak plate misalnya, mikrobia diletakkan dalam pada ujung plate
menggunakan ose,lalu digoreskan pada permukaan medium agar tersebut dengan pola tertentu
yang khas. Ada pula metode pour plate atau penuangan. Metode ini dapat digunakan untuk
penghitungan bakteri secara langsung. Karena sebelum dituang bakteri tersebut diencerkan
terlebih dahulu. Sehingga syarat penghitungan langsung yaitu dalam 1 media terdapat 30-300
koloni dapat terpenuhi(Prescott et.al.2008).
Metode pengenceran yaitu dengan mengencerkan misalnya 1 ose bakteri dengan air. Lalu
hasil pengenceran tersebut diencerkan lagi dengan beberapa ketentuan. Hal ini bertujuan untuk
mengurangi konsentrasi bakteri
(Barazandeh,2008).
I.2

Tujuan
1.
Untuk mengetahui cara melakukan isolasi mikroorganisme dengan berbagai metode
melalui media agar.
3

BAB II
PEMBAHASAN
2.1 Teori Umum
Populasi mikroorganisme yang ada di alam sekitar kita ini sangatlah besar dan cukup
kompleks. Beratus spesies mikroba menguasai setiap bagian tubuh kita seperti mulut, saluran
pencernaan dan kulit. Mereka terdapat dalam jumlah yang cukup besar. Sebagai contoh, sekali
kita bersin dapat menebarkan beribu- ribu mikroorganisme. Udara, tanah, dan air yang
merupakan komponen alam sebagai tempat tinggal kita juga dihuni oleh beragam
mikroorganisme. Jenis mikroorganismenya dapat berupa bakteri, khamir, kapang dan
sebagainya. Populasi dari mikroba yang ada di lingkungan ini sangatlah beraneka ragam dan
masih dalam bentuk campuran Oleh karena itu, di dalam penelaahan terhadap suatu
mikroorganisme, selain ditumbuhkan juga perlu dilakukan isolasi. Isolasi mikroba berarti
memisahkan satu jenis mikroba dari biakan campuran menjadi satu biakan murni (populasi sel
yang semuanya berasal dari satu sel induk) Penelitian yang layak mengenai mikroorganisme
dalam berbagai habitat ini memerlukan teknik untuk memisahkan populasi campuran yang rumit
ini, atau yang biasanya dikenal dengan istilah biakan campuran, menjadi spesies yang berbedabeda yang dikenal dengan istilah biakan murni, dengan kata lain terdiri dari beberapa jenis
mikroorganisme atau belum murni. Biakan murni ini terdiri dari satu populasi sel yang semuanya
berasal dari satu sel induk (Hans, 1996)
Teknik isolasi mikroba adalah suatu usaha untuk menumbuhkan mikroba diluar dari
lingkungan alamiahnya. Mikroorganisme dapat diperoleh dari lingkungan air, tanah, udara,
substrat yang berupa bahan pangan, tanaman dan hewan. Jenis mikroorganismenya dapat berupa
bakteri, khamir, jamur, kapang dll. Populasi mikroba di lingkungan sangan beranekaragam
sehingga dalam mengisolasi diperlukan beberapa tahap penanaman sehingga berhasil diperoleh
koloni tunggal. Koloni yang tunggal ini kemudian yang akan diperbanyak untuk suatu tujuan
penelitian misalnya untuk mengisolasi DNA mikroba yang dapat mendeteksi mikroba yang telah
resistem terhadap suatu antibiotik.atau untuk mengetahui mikroba yang dipakai untuk
bioremediasi holokarbon (Ani,2002).
2.2 Tujuan Penanaman/Isolasi
Isolasi suatu mikrobia bertujuan untuk memisahkan mikrobia tersebut dari lingkungannya
di alam dan menumbuhkannya sebagai biakan murni dalam medium buatan. Isolasi harus
diketahui cara-cara menanam dan menumbuhkan mikrobia pada medium biakan serta syaratsyarat lain untuk pertumbuhannya (Jutono, 1980).
Isolasi dan Penanaman Mikroba bertujuan untuk mengenal dan membuat berbagai
macam medium yang digunakan dalam bidang mikrobiologi, mengenal dan melakukan teknik
menanaman bakteri serta mengisolasi bakteri untuk mendapatkan biakan murni.

2.3 Teknik Penanaman


a. Teknik penanaman dari suspensi
Teknik penanaman ini merupakan lajutan dari pengenceran bertingkat. Pengambilan suspensi
dapat diambil dari pengenceran mana saja tapi biasanya untuk tujuan isolasi (mendapatkan
koloni tunggal) diambil beberapa tabung pengenceran terakhir.
a.1. Spread Plate (agar tabur ulas)
Spread plate adalah teknik menanam dengan menyebarkan suspensi bakteri di permukaan agar
diperoleh kultur murni. Adapun prosedur kerja yang dapat dilakukan adalah sebagai berikut :
Ambil suspensi cairan sebanyak 0,1 ml dengan pipet ukur kemudian teteskan diatas permukaan
agar yang telah memadat.
Batang L atau batang drugal diambil kemudian disemprot alkohol dan dibakar diatas bunsen
beberapa saat, kemudian didinginkan dan ditunggu beberapa detik.
Kemudian disebarkan dengan menggosokannya pada permukaan agar supaya tetesan suspensi
merata, penyebaran akan lebih efektif bila cawan ikut diputar.
Hal yang perlu diingat bahwa batang L yang terlalu panas dapat menyebabkan sel-sel
mikroorganisme dapat mati karena panas.

a.2. Pour Plate (agar tuang)


Teknik ini memerlukan agar yang belum padat (>45oC) untuk dituang bersama suspensi bakteri
ke dalam cawan petri lalu kemudian dihomogenkan dan dibiarkan memadat. Hal ini akan
menyebarkan sel-sel bakteri tidak hanya pada permukaan agar saja melainkan sel terendam agar
(di dalam agar) sehingga terdapat sel yang tumbuh dipermukaan agar yang kaya O2 dan ada yang
tumbuh di dalam agar yang tidak banyak begitu banyak mengandung oksigen. Adapun prosedur
kerja yang dilakukan adalah sebagai berikut :
Siapkan cawan steril, tabung pengenceran yang akan ditanam dan media padat yang masih cair
(>45oC)
Teteskan 1 ml secara aseptis.suspensi sel kedalam cawan kosong
Tuangkan media yang masih cair ke cawan kemudian putar cawan untuk menghomogenkan
suspensi bakteri dan media, kemudian diinkubasi.
5

Alasan diteteskannya bakteri sebanyak 0,1 ml untuk spread plate dan 1 ml untuk pour plate
karena spread plate ditujukan untuk menumbuhkan dipermukaanya saja, sedangkan pour
plate membutuhkan ruang yang lebih luas untuk penyebarannya sehingga diberikan lebih banyak
dari pada spread plate.

b. Teknik Penanaman dengan Goresan (Streak)


Bertujuan untuk mengisolasi mikroorganisme dari campurannya atau meremajakan kultur ke
dalam medium baru.
b.1 Goresan Sinambung
Cara kerja :
Sentuhkan inokulum loop pada koloni dan gores secara berkelanjutan sampai setengah
permukaan agar.
o
Jangan pijarkan loop, lalu putar cawan 180 C lanjutkan goresan sampai habis.
Goresan sinambung umumnya digunakan bukan untuk mendapatkan koloni tunggal, melainkan
untuk peremajaan ke cawan atau medium baru.

b.2 Goresan T
Cara kerja :
Bagi cawan menjadi 3 bagian menggunakan spidol marker
Inokulasi daerah 1 dengan streak zig-zag
Panaskan jarum inokulan dan tunggu dingin, kemudian lanjutkan streak zig-zag pada daerah 2
(streak pada gambar). Cawan diputar untuk memperoleh goresan yang sempurna
Lakukan hal yang sama pada daerah 3

b.3 Goresan Kuadran (Streak quadrant)


Cara kerja :
Hampir sama dengan goresan T, namun berpola goresan yang berbeda yaitu dibagi empat.
Daerah 1 merupakan goresan awal sehingga masih mengandung banyak sel
mikroorganisme.Goresan selanjutnya dipotongkan atau disilangkan dari goresan pertama
sehingga jumlah semakin sedikit dan akhirnya terpisah-pisah menjadi koloni tunggal.

BAB III
PENUTUP

3.1 Kesimpulan
1.Tujuan penanman/isolasi mikroba adalah untuk mendapatkan biakan murni.
2. Untuk melakukan isolasi wajib melakukan sterilisasi terlebih dahulu agar tidak
terkontaminasi dengan organisme-organisme lainnya.
3. Terdapat 2 teknik penanaman mikroorganisme yaitu dengan metode tuang dan goresan.

DAFTAR PUSTAKA
Media selektif dan diferensial
http://id.scribd.com/doc/58219784/33/Media-Selektif-dan-Diferensial

Diakses Senin, 20 Oktober 2014

Laporan praktikum membuat media isolasi


http://proseduralatpengujiansnikualitaskadar.blogspot.com/2011/01/laporan-praktikum-membuatmedia-isolasi.html

Diakses Senin, 20 Oktober 2014

Teknik membuat biakan murni


http://aguskrisnoblog.wordpress.com/2011/01/14/teknik-membuat-biakan-murni/

Diakses Senin, 20 Oktober 2014

Inokulasi mikroba mikrobiologi


http://triandasurbakti.wordpress.com/2011/01/05/inokulasi-mikroba-mikrobiologi/

Diakses Senin, 20 Oktober 2014

Laporan praktikum menanam isolasi


http://proseduralatpengujiansnikualitaskadar.blogspot.com/2011/01/laporan-praktikum-menanamisolasi-dan.html

Diakses Senin, 20 Oktober 2014

Laporan mikrobiologi teknik isolasi


http://disachem.blogspot.com/2012/04/laporan-mikrobiologi-teknik-isolasi.html
http://forum.upi.edu/index.php?topic=15614.0
9

10